• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Hari Libur Nasional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sejarah Hari Libur Nasional"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Sejarah Hari Libur Nasional

Jumlah dan jenis  hari libur nasional di Indonesia cukup banyak berubah sejak tahun 1945. Berikut   ini   adalah   perubahan   hari­hari   libur   nasional   yang   sedikit   banyak   dipengaruhi   oleh perubahan politik dan sosial bangsa Indonesia.

Libur nasional ditetapkan secara resmi pertama kalinya dengan Keppres no 24 tahun 1953. Keputusan presiden ini menetapkan 14 hari libur nasional di tahun 1953:

(2)

Dengan adanya Keppres no 251 tahun 1967, pemerintah menyederhanakan pengaturan hari libur nasional dan mengurangi jumlah hari libur nasional menjadi 12 hari saja di tahun 1967:

1. Tahun Baru 2. Idul Fitri (2 hari) 3. Idul Adha 4. Maulid Nabi 5. Hari Natal

6. Tahun Baru Hijriyah 7. Proklamasi Kemerdekaan 8. 1 Mei (Hari Buruh)

9. Isra Mikraj

10. Kenaikan Isa Al Masih 11. Santa Maria

Tahun berikutnya, pemerintah menghapuskan 1 Mei (Hari Buruh) dari hari libur nasional dengan Keppres no 148 tahun 1968. Ini mengurangi libur nasional menjadi 11 hari di tahun 1968. Tiga tahun kemudian, ada sedikit perubahan dengan Keppres no 10 tahun 1971 di mana hari Santa Maria ditetapkan sebagai hari biasa dan Kenaikan Isa Almasih ditetapkan sebagai hari libur nasional. Perubahan ini tidak mempengaruhi jumlah hari libur nasional setiap tahunnya.

Selama 12 tahun ke depan, tidak banyak perubahan dalam hari libur nasional sampai keluarnya Keppres   Nomor   3   tahun   1983.   Pada   tahun   1983,   Hari   Raya   Nyepi   dan   Waisak   ditetapkan sebagai   hari   libur   nasional. Perubahan   di   tahun   1983   ini   menambah   jumlah   total   libur nasional menjadi 14 hari.

Jumlah ini tidak berubah sampai tahun 2003 di mana hari raya Imlek juga ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan Keppres no 19 tahun 2002. Semenjak tahun 2003, ada 15 hari libur nasional setiap tahunnya.

Pada tahun 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menambah satu lagi hari libur dengan menetapkan kembali Hari Buruh sabagai hari libur nasional. Sejak tahun 2014, ada 16 hari libur nasional setiap tahunnya.

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Hari Libur Kalender (Holiday Effect) Terhadap Anomali Return Indeks Sektoral Saham Perusahaan Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia.. Dibawah

Demikian Edaran Hari Libur dan Cuti Bereama UNSOED tanun 2015 un1if Oapat diinformasjkan kepada eeluruh Dosen dan Tenaga Kepandtdlkan Unlvoiattai -tariJ|rat-a;d#;;;

maka selanJutnya tanggal 24 Desember 2015 dltetapkan sebagal hari Libur Nasional, sehingga sesuai Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan

(1) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara 1 hari sebelum dan sesudah hari libur Nasional terhadap return saham dibandingkan dengan hari perdagangan

Penelitian berikutnya sebaiknya memilih salah satu hari libur atau kelompok hari libur seperti hanya meneliti hari libur nasional, hari libur natal, atau hari libur Idul Fitri dan

Rata-rata return sesudah libur keagamaan lebih tinggi Penyebabnya adalah perilaku Investor dalam menyikapi hari setelah libur keagamaan merasa bahagia setelah

Hal seperti ini terjadi jika 2 slot berturut-turut diberikan libur hari Rabu atau (Selasa, Rabu) untuk slot pertama dan libur hari Rabu atau (Rabu, Kamis) untuk slot kedua.

Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menggunakan data beban hari kerja, akhir pekan dan libur nasional, kali ini penelitian dilakukan pada hari khusus hari libur nasional cuti