• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skripsi Nataya Unpar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Skripsi Nataya Unpar"

Copied!
194
0
0

Teks penuh

(1)

 

Universitas Katolik Parahyangan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Program Studi Ilmu Administrasi Publik

Terakreditasi A

SK BAN-PT No: 468/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2014

Elemen Sukses E – Government: Studi Kasus Layanan

Aspirasi Dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) Kota

Bandung

Skripsi

Oleh

Nataya Anindita

2012310042

Bandung

(2)

 

Universitas Katolik Parahyangan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Program Studi Ilmu Administrasi Publik

Terakreditasi A

SK BAN-PT No: 468/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2014

Elemen Sukses E – Government: Studi Kasus Layanan

Aspirasi Dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) Kota

Bandung

Skripsi

Oleh

Nataya Anindita

2012310042

Pembimbing

Tutik Rachmawati, S.IP., M.A

Bandung

(3)

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Jurusan Ilmu Administrasi Publik

Program Studi Ilmu Administrasi Publik

 

Tanda Pengesahan Skripsi

Nama : Nataya Anindita

Nomor Pokok : 2012310042

Judul : Elemen Sukses E – Government: Studi Kasus

Layanan Aspirasi Dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) Kota Bandung

Telah diuji dalam Ujian Sidang jenjang Sarjana Pada Jumat, 15 Januari 2016

Dan dinyatakan LULUS

Tim Penguji

Ketua sidang merangkap anggota

Pius Suratman Kartasasmita, Ph.D :

Sekretaris merangkap pembimbing

Tutik Rachmawati, S.IP., MA :

Anggota

Dr. Pius Sugeng Prasetyo :

Mengesahkan

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

(4)

Pernyataan

Saya yang bertandatangan di bawah ini :

Nama : Nataya Anindita

NPM : 2012310042

Jurusan/Program Studi : Ilmu Administrasi Publik

Judul : Elemen Sukses E – Government: Studi Kasus

Layanan Aspirasi Dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) Kota Bandung

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi ini merupakan hasil karya tulis ilmiah sendiri dan bukanlah merupakan karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar akademik oleh pihak lain. Adapun karya atau pendapat pihak lain yang dikutip, ditulis sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah yang berlaku.

Pernyataan ini saya buat dengan penuh tanggung jawab dan bersedia menerima konsekuensi apapun sesuai aturan yang berlaku apabila dikemudian hari diketahui bahwa pernyataan ini tidak benar.

Bandung, Januari 2016

(5)

Abstrak

Nama : Nataya Anindita

NPM : 2012310042

Judul : Elemen Sukses E – Government: Studi Kasus Layanan Aspirasi Dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) Kota Bandung

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) telah menjadi fenomena global. Organisasi swasta menjadi yang pertama untuk memanfaatkan

ICT dalam bentuk e-commerce. Menyadari potensi ICT, organisasi publik telah mulai mengambil keuntungan dari perkembangan ICT melalui pembentukan e-government. Penerapan e-government di organisasi publik bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintah dalam memberikan pelayanan publik dan untuk memastikan kesejahteraan warga negara adalah tujuan akhirnya. E-government

bisa ditemukan dalam berbagai bentuk, dari e-budgeting, e-voting, e-procurement

dan e-participation. Dalam e-participation, pemerintah meniru organisasi swasta dalam cara mengelola hubungan eksternal dengan pelanggan, melalui pembentukan Program Layanan Aspirasi Dan Pengaduan Online Rakyat yang disingkat menjadi LAPOR!. Ini adalah sistem manajemen keluhan terbaru yang dibuat oleh pemerintah untuk menampung keluhan dari warga di seluruh Indonesia. LAPOR! bertujuan sebagai forum di mana warga negara dapat berinteraksi dengan pemerintah lebih mudah, serta berpartisipasi aktif dalam mengawasi kerja pemerintah dalam memberikan pelayanan publik dan semua aspek lain dari pemerintahan yang baik. Pemerintah, di sisi lain dapat memanfaatkan LAPOR! untuk meningkatkan partisipasi warga yang diperlukan dalam rangka meningkatkan kinerjanya. Hal ini juga dapat digunakan sebagai ukuran demokratis.

(6)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis semua faktor yang berkontribusi pada keberhasilan LAPOR! sebagai bagian dari e-government yang merupakan sistem penanganan pengaduan di organisasi publik. Analisis akan didasarkan pada unsur-unsur keberhasilan e-government yang dikembangkan oleh (Mohsen A. Khalil, D. Bruno Lanvin, dan Vivek Chaudry) yang meliputi aspek-aspek seperti reformasi proses, kepemimpinan, investasi strategis, kolaborasi dan keterlibatan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Ini akan mempelajari LAPOR! Kota Bandung. Aplikasi ICT dalam pemerintah akan meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan barang publik dan jasa publik dan meningkatkan hubungan warga negara-pemerintah.

(7)

Abstract

Name : Nataya Anindita

NPM : 2012310042

Title : Elements of Successfull E – Government: Case Study Layanan Aspirasi Dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) Bandung

The development of information and communication technology (ICT) has become the global phenomenon. Private organization became the first to tap the ICT in the form e-commerce. Realizing the potential of ICT, public organization has started to take advantage of the ICT development through the establishment of e-government. The application of e-government in public organization is aimed at enhancing the government performance in providing public services and to ensure the wealth of the citizen is the ultimate goal. E-government takes up in various forms, from the e-budgeting, e-voting, e-procurement and e-participation. In e-participation, government imitated the way private organization manage its external relation with the customers, through the establishment of Program Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat which is abbreviated into LAPOR! means report. This is the newest complaints management system set up by the government to accommodate complaints from the citizen all over Indonesia. LAPOR! serve the purpose as a forum in which citizen can interact with government more easily, as well as to actively participate in supervising the work of government in providing public services and all other aspects of good governance. Government, on the other side can exploit LAPOR! to enhance citizen participation which is necessary to improve its performance. It can also be used a democratic measure.

(8)

This research aims at analyzing all of the encompasing factors contribute to the successful of LAPOR! as part of the e-government system that a complaint handling system in a public organization. The analysis will be based on the elements of e-government success developed by (Mohsen A. Khalil, D. Bruno Lanvin, and Vivek Chaudry) which cover aspects such as process reform, leadership, strategic investment, collaboration and civic engagement. This research is a qualitative research with a case study research design. It will study LAPOR! of Bandung municipality. The ICT application in government business will enhance the government performance in providing public goods and public services and improve the citizen-government relation.

(9)

PUBLIKASI

Penelitian “Elemen Sukses E-Government (Studi Kasus: Layanan Aspirasi Dan Pengaduan Online Rakyat Kota Bandung)” ini akan dipresentasikan dalam

International Confrence on Social Politics (ICSP) pada 26-28 Januari 2016 di

Yogyakarta-Jawa Tengah. Penelitian tersebut dituliskan dalam paper dengan judul

E-Government and Public Complaint: How LAPOR! Improve the Citizen – Government Relation” (Lihat dilampiran). Paper tersebut ditulis dalam bahasa Inggris oleh Nataya Anindita dan Tutik Rachmawati, S.IP., M.A dan telah melalui

(10)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat

dan karunianya akhirnya penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang

berjudul “ Elemen Sukses E – Government: Studi Kasus Layanan Aspirasi Dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) Kota Bandung

”.

Karya tulis ilmiah ini diajukan guna memenuhi syarat dalam mencapai

gelar Sarjana Administrasi Publik jenjang pendidikan Strata Satu Program Studi

Ilmu Administrasi Publik pada Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas

Katolik Parahyangan.

Penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna, banyak kesalahan yang

mungkin penulis buat. Setiap saran dan kritik yang membangun diharapkan agar

dapat membuat skripsi ini menjadi lebih baik.

Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada Allah

SWT atas segala berkah yang diberikan kepada penulis, kepada orang tua penulis

Deddy Mansur dan Arnina Nasir yang selalu mendoakan dan memberikan kasih

sayang serta semangat yang tiada henti. Kemudian, kepada Ibu Tutik

Rachmawati, S.IP., MA sebagai dosen pembimbing dan Ketua Program Studi

Ilmu Administrasi Publik yang tetap sabar dan selalu meluangkan waktunya

dalam membimbing setiap proses hingga karya tulis ilmiah ini selesai dengan baik

(11)

1. Dr. Pius Sugeng Prasetyo, M.SI selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial

dan Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan.

2. Bapak Kristian Widya Wicaksono, S.Sos., M.Si selaku Sekretaris

Program Studi Ilmu Administrasi Publik.

3. Ibu Gina Ningsih Yuwono, Ibu Indraswari, Ibu Ani Susana, Bapak

Pius Suratman Kartasasmita, Bapak Deni M, Bapak Pius Sugeng,

Bapak Ulber Silalahi, Bapak Nugraha Jaya Praja, Bapak Andoko dan

segenap Dosen Pengajar serta pegawai Tata Usaha yang telah

memberikan pembelajaran, baik moral maupun materil kepada penulis

selama berada di Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Fakultas

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan.

4. Kakak dan abang tercinta Brayen Ardeni dan Dena Natasa, terima

kasih untuk dukungan dan doa kepada peneliti untuk menyelesaikan

karya ilmiah ini.

5. Kakak ipar dan abang ipar tersayang Ira Wahyuni Aulia dan Andrey

Putra Wijayanto terima kasih untuk dukungan dan doa kepada peneliti

untuk menyelesaikan karya ilmiah ini.

6. Kevin Romana, sepupu terbaik, terima kasih atas bantuannya selama

peneliti berada di Jakarta. Semangat kuliahnya ya pin.

7. Ibu Peni selaku ketua UPT program LAPOR! beserta jajarannya yang

telah membantu peneliti dalam mendapatkan informasi yang

(12)

8. Kak Fanni Irsanti, Bapak Gibran Sesunan dan rekan-rekan Kantor Staf

Presiden selaku staf LAPOR! pusat yang telah memfasilitasi pegawai

dalam mewawancarai pelapor Kota Bandung via telepon.

9. Bapak dan Ibu pelapor Kota Bandung yang telah meluangkan

waktunya untuk diwawancara via telepon.

10.Sahabat – sahabat yang selalu ada, Fita, Dinda, Novy, dan Ndit terima

kasih untuk dukungan, hiburan, dan kesediaannya menjadi tempat

curahan hati peneliti.

11.Teman – teman bimbingan seperjuangan, Selly, Geov, Diah, Dhya,

dan Ka Resty terima kasih selalu menghibur dan selalu bersedia untuk

dijadikan tempat berkeluh kesah dan bertukar pikiran serta

memberikan inspirasi dan bantuan kepada peneliti dalam

menyelesaikan karya ilmiah ini. See you on top guys.

12.Keluarga kedua, teman – teman KKL Selly, Devi, Bima, Andy, dan

Wisnu, terima kasih untuk pengalaman KKL dan kesolidan

pertemanannya. Kalian terbaik.

13.Selly terima kasih selalu ada dan selalu menyemangati hingga di saat

titik terbawah peneliti. Terima kasih buat support dan masukannya

hingga kita bisa sama – sama menyelesaikan skripsi ini tepat waktu.

14.Ka Yuda, Jovan, dan Reksa terima kasih untuk segala bantuannya

(13)

15.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang telah

membantu dan mendukung dalam penyelesaian penelitian ini.

Allah SWT akan membalas setiap orang yang telah membantu peneliti

dalam menyelesaikan skripsi ini. Akhir kata, peneliti berharap semoga hasil

penelitian ini berguna dan bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya.

Bandung, 6 Januari 2016

(14)

Daftar Isi

Abstrak………..i

Abstract………...iii

Publikasi………...v

Kata Pengantar……….………...vi

Daftar Isi……….………...1

Daftar Gambar……….………4

BAB I PENDAHULUAN……….……...5

1.1Latar Belakang Penelitian……….…...5

1.2Rumusan Masalah……….………...15

1.3Tujuan Penelitian……….………16

1.4Kegunaan Penelitian……….……...16

1.5Sistematika Penulisan………...17

BAB II KAJIAN PUSTAKA………...18

2.1 Pengertian E – Government………...18

2.2 Tujuan dan Manfaat E – Government………...21

2.3 Tipe Relasi E – Government………27

2.4 Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan E – Government…………...30

2.4.1 Reformasi Proses………..31

2.4.2 Kepemimpinan………...33

2.4.3 Investasi Strategi………...38

2.4.4 Kolaborasi………....…...40

2.4.5 Keterlibatan Masyarakat………...………43

2.5 Model Penelitian………..45

BAB III METODE PENELITIAN………46

3.1 Tipe Penelitian……….46

3.2 Peran Peneliti………...48

3.3 Lokasi Penelitian……….48

(15)

3.5 Sumber Data……….………..………..56

3.9 Refleksi Penerapan Metode Penelitian di Lapangan………..………..63

BAB IV PROFIL PENELITIAN………...66

4.1 Penerapan ICT dalam Organisasi Publik Di Kota Bandung………66

4.2 Deskripsi Program LAPOR! ………...68

4.3 LAPOR! Kota Bandung………...68

4.4 Mekanisme Program LAPOR! ………70

4.5 Dasar Hukum Program LAPOR! ………72

4.6 Tugas Diskominfo Pada Program LAPOR! Kota Bandung……….72

BAB V PEMBAHASAN PENELITIAN………...75

5.1 Gambaran Umum……….76

5.2 Lima Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan E-Government...77

5.2.1 Reformasi Proses………...77

5.2.1.1 Proses Lebih Cepat, Mudah, dan Sederhana...78

5.2.1.2 Jalur Birokrasi Lebih Singkat...79

5.2.1.3 Kedekatan Hubungan Pemerintah dan Masyarakat...81

5.2.1.4 Kejelasan, Kepastian, dan Keterbukaan Pemerintah...83

5.2.1.5 Inovasi dan Responsivitas Program LAPOR!...89

5.2.1.6 Penghematan Waktu dan Biaya Masyarakat...93

5.2.2 Kepemimpinan... ………...94

5.2.2.1 Pemantauan Rutin……….95

5.2.2.2 Pemberian Motivasi atau Arahan...96

5.2.2.3 Kebijakan Pendukung Program LAPOR!...97

5.2.2.4 Sistem Reward dan Punishment...98

5.2.2.5 Pengetahuan dan Kepribadian……….……102

(16)

5.2.3.1 Pencegahan Tindak Korupsi………104

5.2.3.2 Penghematan Waktu dan Biaya Pemerintah...107

5.2.3.3 Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Mengawasi Pembangunan dan Pelayanan Publik...108

5.2.4 Kolaborasi………...110

5.2.5 Keterlibatan Masyarakat……….112

5.2.5.1 Kepedulian dan Pengetahuan Masyarakat...113

5.2.5.2 Sosialisasi Tim LAPOR! ………115

5.2.5.3 Motivasi dari Masyarakat………...….117

5.3 Hubungan Pemerintah dan Masyarakat yang Lebih Baik ………….118

5.3.1 Transparansi………119

5.3.2 Akuntabilitas………...120

5.3.3 Kepercayaan Masyarakat………121

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN……….125

6.1 Simpulan………...125

6.2 Saran………...134

DAFTAR PUSTAKA………...137

(17)

Daftar Gambar

Gambar 1. Bentuk Tindaklanjut Laporan………...11

Gambar 4.1 Alur Kerja LAPOR! ………...70

Gambar 5.1 Penggunaan Program LAPOR! ………...…..85

Gambar 5.2 Bentuk Punishment………...100

(18)

BAB I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Penelitian

Perkembangan yang pesat pada teknologi dan lingkungan global

merupakan suatu fenomena yang tidak dapat kita hindarkan. Fenomena ini juga

menuntut tiap – tiap negara untuk menyesuaikan diri agar menjadi pihak yang

tidak terbelakang. Salah satu bentuk penyesuaian terhadap perkembangan

teknologi informasi dan komunikasi serta globalisasi yang ada ialah pemanfaatan

teknologi informasi dan komunikasi (ICT) di bidang administrasi publik. E-government merupakan salah satu wujud dari pemanfaatan ICT oleh pemerintah yang terus dikembangkan untuk mencapai pemerintahan yang efektif dan efisien,

produktif serta akuntabel.

Payung hukum yang mendasari e-government tertuang dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi

Nasional Pengembangan E-Government. Melalui proses transformasi menuju e-government, pemerintah diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi untuk mengeliminasi sekat-sekat organisasi

birokrasi, serta membentuk jaringan sistem manajemen dan proses kerja yang

memungkinkan instansi – instansi pemerintah bekerja secara terpadu untuk

menyederhanakan akses ke semua informasi dan layanan publik. Dengan

(19)

– pihak berkepentingan lainnya dapat setiap saat memanfaatkan informasi dan

layanan pemerintah secara optimal.1

E-government sebagai salah satu wujud pemanfaatan ICT oleh pemerintah tentunya memberikan banyak manfaat. Satu diantaranya ialah dapat meningkatkan

partisipasi masyarakat.2 Menurut Cohen dan Uphoff, salah satu bentuk partisipasi

masyarakat dapat kita lihat dari masyarakat yang mengemukakan pendapatnya

untuk menilai, mengkritik, bertanya atau memberikan masukan pada suatu

rencana atau program yang akan ditetapkan serta pada suatu keputusan atau

kebijakan yang sedang berjalan.3 Dengan adanya e-government masyarakat kini dapat dengan mudah menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah. Salah

satu bentuk kemudahan dari manfaat yang diberikan e-government ialah tata cara yang lebih sederhana dalam menyalurkan aspirasi tanpa perlu mendatangi kantor

pemerintahan secara langsung. Masyarakat kini hanya perlu mengakses layanan

melalui website pemerintah yang telah disediakan. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap jalur birokrasi yang lebih singkat, penghematan biaya serta waktu yang

dibutukan masyarakat.

Menurut Sorin Kertesz, e-government memiliki berbagai manfaat yang dapat dilihat dari tiga perspektif: 4

      

1 Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government

2

The World Bank, The E-government Handbook For Developing Countries, 2002 3 http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/130295-T+27161-Partisipasi+masyarakat-Literatur.pdf diakses pada tanggal 22 April 2015 pukul 14.08

(20)

• Warga/pelanggan: keuntungan dari segi waktu, meningkatkan kepuasan

terhadap pelayanan, meningkatkan kontrol terhadap operasi/kegiatan.

• Pemerintah: meningkatkan efisiensi pekerjaan, proses yang otomatis,

menerima sedikit kritikan, pengurangan pegawai.

• Manfaat umum: transparansi, insentif untuk meningkatkan jumlah

penduduk yang dapat mengakses internet, meningkatkan interaksi antara

pemerintah dan warga.

Selain manfaat di atas, transformasi pemerintah menuju e-government

diharapkan mampu memenuhi dua tuntutan masyarakat, sebagaimana yang

tertuang di Lampiran I Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun

2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government,

yakni: 5

a. Masyarakat menuntut pelayanan publik yang memenuhi kepentingan

masyarakat luas di seluruh wilayah negara, dapat diandalkan dan

terpercaya, serta mudah dijangkau secara interaktif.

b. Masyarakat menginginkan agar aspirasi mereka didengar dengan demikian

pemerintah harus memfasilitasi partisipasi dan dialog publik di dalam

perumusan kebijakan negara.

Bentuk pemanfaatan ICT oleh pemerintah secara nyata dapat dilihat dari adanya website pemerintah dan layanan publik secara online. Dalam hal ini Pemerintah Kota Bandung memanfaatkan ICT dalam memfasilitasi partisipasi dan

      

(21)

dialog publik, salah satunya ialah melalui penggunaan aplikasi Layanan Aspirasi

Dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!). Pada mulanya, program LAPOR!

dipelopori oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian

Pembangunan (UKP4) dan dikelola secara koordinatif bersama dengan

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

(KemenPANRB). Selain itu, program LAPOR! juga melibatkan seluruh instansi

pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik yang akan menindaklanjuti

setiap aspirasi dan pengaduan masyarakat. Kemudian dalam perkembangannya,

Kota Bandung menjadi salah satu kota yang menyambut baik adanya aplikasi ini,

hal ini tercermin dari keikutsertaan Kota Bandung bekerjasama dengan UKP4

dalam menggunakan program LAPOR! sebagai media untuk memfasilitasi

aspirasi masyarakat.

Program LAPOR! memudahkan warga Bandung dalam memberikan

aspirasi atau keluhan dengan menyertakan kode pengenal “BDG” sebelum

mengisi laporan. Setelah itu, sistem LAPOR! akan mengenali asal laporan

tersebut dari Kota Bandung dan mendisposisikannya ke Pemerintah Kota

Bandung. Laporan tersebut kemudian dianalisa oleh admin LAPOR! Kota

Bandung yang selanjutnya disampaikan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah

(SKPD) terkait. Sistem LAPOR! didukung oleh sistem SMS ke 1708, melalui

website (lapor.go.id) serta mobile apps.6

LAPOR! merupakan salah satu bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, khususnya Peraturan

      

(22)

Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik. Perpres itu juga telah ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Secara Nasional.7

LAPOR! sebagai Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik

Nasional (SP4N), dapat dijadikan sebagai wadah masyarakat untuk berinteraksi

dengan pemerintah secara lebih mudah, sekaligus dapat secara aktif berpartisipasi

dalam mengawasi pembangunan dan pelayanan publik. Pada saat bersamaan,

pemerintah memiliki sarana untuk menjaring partisipasi masyarakat sekaligus

mencarikan solusi atas permasalahan yang ada.

Semenjak Pemerintah Kota Bandung resmi mengadopsi program LAPOR!

sekitar pertengahan Oktober 2013 lalu, program ini dapat terbilang mampu

menghasilkan hal-hal yang positif bagi pemerintah dan masyarakat. Hal ini

berdasarkan pernyataan Ridwan Kamil yang mengatakan bahwa respon

pemerintah Kota Bandung sebesar 88% yang dilihat dari jumlah laporan yang

terselesaikan.8 Selain Ridwan Kamil, salah satu staf Dinas Komunikasi dan

Informasi Kota Bandung bagian pengelolaan LAPOR! juga mengatakan bahwa

program LAPOR! berhasil dalam menghilangkan kekakuan birokrasi pemerintah

yang bersekat sehingga mampu meningkatkan kedekatan pemerintah dengan

      

7 http://www.menpan.go.id/berita-terkini/2929-kementerian-panrb-ukp4-kelola-lapor diakses pada tanggal 29 Maret 2015 pukul 10.35 

(23)

masyarakat.9 Sejalan dengan pernyataan Ridwan Kamil, laporan evaluasi

pelaksanaan LAPOR! tahun 2013 – 2014 juga menunjukkan bahwa per

September 2014 sebanyak 4104 atau sebesar 86% laporan sudah diselesaikan,

sedangkan 228 laporan atau sebesar 5% masih dalam proses penyelesaian dan 412

laporan atau sebesar 9% belum ditindaklanjuti.10 Pada bagian penutup laporan ini

juga tertulis bahwa dengan adanya program LAPOR! terjadi keselarasan

pemahaman dan kerjasama positif antara pemerintah dan masyarakat. Selain itu,

hubungan komunikasi yang terjalin juga dapat memperdekat jarak antara

pemerintah dan masyarakatnya.

      

9 Wawancara dengan Ibu Hanna, staf Diskominfo Pemerintah Kota Bandung pada tanggal 17 Maret pukul 11.00 

(24)
(25)
(26)

Dampak yang timbul dari tingkat responsif pemerintah yang tinggi ialah

masyarakat merasa suara mereka didengar dan dipedulikan, terlebih lagi ketika

keluhan tersebut diselesaikan secara baik. Kinerja pemerintah yang baik seperti

ini akan berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.11 Hal

ini sesuai dengan penelitian Fard & Rostamy yang mengatakan bahwa kinerja

pemerintah berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Apabila kinerja pemerintah itu baik maka masyarakat akan menaruh kepercayaan

yang besar kepada pemerintah dan sebaliknya apabila kinerja pemerintah itu

buruk maka kepercayaan masyarakat kepada pemerintah akan menurun.

Jika dilihat dari bentuk tindak lanjut pemerintah terhadap masukan

masyarakat melalui program LAPOR!, hal ini mencerminkan tingkat transparansi

dan akuntabilitas pemerintah yang baik yang dapat meningkatkan kepercayaan

publik kepada pemerintah. Karena pada dasarnya masyarakat akan percaya

kepada pemerintah apabila mereka merasa puas dengan pelayanan pemerintah.

Kepuasan tersebut akan diperoleh apabila dalam pelaksanaannya pemerintah

memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat sehubungan

dengan pelayanan dan capaian kinerja pemerintah.12 Untuk mencapai kepuasan

masyarakat maka salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah

laporan keuangan dan laporan kinerja pemerintah yang berguna untuk menjaga

akuntabilitas dan transparansi pemerintah, karena apabila pemerintah tidak

      

11 Novi Eka Rahmawati. Pengaruh Akuntabilitas dan Transparansi Pemerintah Daerah Terhadap Kepuasan dan Kepercayaan Masyarakat, (Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada, 2013), Hlm. 1 12

(27)

akuntabel dan transparan akan menimbulkan dampak negatif kepada masyarakat

seperti kurangnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.13

Selanjutnya, setelah adanya program LAPOR! jumlah keluhan masyarakat

terkait penyampaian aspirasi atau pengaduan berkurang.14 Pasalnya, sebelum

program LAPOR! ada, banyak masyarakat yang mengeluh mengenai kesulitan

mereka dalam memberikan pengaduan. Namun setelah program LAPOR! ada,

keluhan masyarakat terkait penyampaian aspirasi menjadi berkurang. Selain itu,

program LAPOR! juga mampu dalam menyelaraskan pemahaman dan kerjasama

positif antara pemerintah dan masyarakat. Ketika pemahaman dan kerjasama

antara warga dan pemerintah sejalan, hal-hal yang diinginkan dapat terselesaikan

dengan lebih cepat dan lebih baik dibandingkan apabila terdapat kesenjangan

antara pemahaman dan kerjasama tersebut. Kemudian hubungan komunikasi yang

memperdekat jarak antara pemerintah dan masyarakat menyebabkan warga tidak

merasa dihalang – halangi lagi oleh birokrasi yang rumit dan kepercayaan mereka

terhadap pemerintah pun ikut meningkat.

Faktor yang mendorong program LAPOR! ini lebih efektif dibandingkan

dengan media lain diantaranya ialah program LAPOR! bisa langsung diakses oleh

warga secara mudah melalui email, sms, telepon dan media sosial. Jika

dibandingkan dengan media lain, misalnya media cetak, tentu terbatas baik secara

space maupun finansial. Tapi melalui LAPOR! yang notabene milik sendiri, pemerintah bisa lebih leluasa menampung aspirasi warganya.

       13 Ibid

(28)

Berdasarkan pada indikasi yang telah dibahas di depan, yaitu (1) tingkat

responsif pemerintah pada program LAPOR! tinggi, (2) pernyataan staf

Diskominfo yang mengatakan bahwa program LAPOR! mampu menghilangkan

sekat birokrasi antara pemerintah dan masyarakat dan (3) berkurangnya jumlah

keluhan masyarakat terkait proses penyampaian aspirasi menunjukkan bahwa

pemanfaatan e-government dalam program LAPOR! di Kota Bandung mampu menimbulkan hal – hal positif bagi pemerintah dan masyarakat.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan sebuah penelitian untuk

mencari tahu faktor yang memengaruhi keberhasilan program LAPOR!

Pemerintah Kota Bandung yang diharapkan akan menghasilkan rekomendasi

untuk digunakan pada program pemerintahan daerah lain khususnya di bidang e-government agar pelayanan publik berjalan lebih baik dan mampu memuaskan masyarakat. Maka berdasarkan latar belakang tersebut, penulis bermaksud untuk

melakukan penelitian ilmiah dengan judul “ Elemen Sukses E-Government:

Studi Kasus Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat Kota Bandung

(LAPOR!). “

1.2 Rumusan Penelitian

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber

mengindikasikan bahwa e-government yang berbentuk program LAPOR! mampu meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik. Hal ini dilihat dari

(29)

keluhan masyarakat yang berkurang. Secara khusus penelitian ini ditujukan

menjawab pertanyaan sebagai berikut:

“ Apa sajakah elemen sukses yang memengaruhi keberhasilan program LAPOR! Kota Bandung? “

   

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain:

Menganalisa elemen sukses yang memengaruhi keberhasilan program LAPOR!

Kota Bandung.

1.4 Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini nantinya diharapakan akan memberikan manfaat

sebagai berikut:

1. Manfaat Akademis

Penelitian ini bermaksud untuk menyumbangkan pemahaman ilmiah

mengenai elemen sukses apa saja yang memengaruhi keberhasilan

program LAPOR! Kota Bandung.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi berbagai pihak,

(30)

menambah wawasan serta dapat dijadikan sebagai bahan referensi

terhadap penelitian yang sejenis.

1.5 Sistematika Penulisan

Dalam penelitian ini membahas mengenai elemen sukses yang

memengaruhi keberhasilan program LAPOR! Kota Bandung dilihat dari 5 elemen

kunci yang memengaruhi keberhasilan pelaksanaan e-government yakni

Reformasi Proses, Kepemimpinan, Investasi Strategis, Kolaborasi dan Keterlibatan Masyarakat. Untuk itu, sistematika penulisan dalam penelitian ini terdiri atas enam bab, yaitu Bab I Pendahuluan, Bab II Kajian Pustaka, Bab III

Metodologi Penelitian, Bab IV Profil Penelitian, Bab V Pembahasan, Bab VI

(31)

BAB II

Kajian Pustaka

2.1 Pengertian E - Government

E-government secara singkat merupakan penerapan teknologi informasi dan komunikasi untuk sektor publik agar menjadi lebih baik. Kemudian, sejumlah

lembaga internasional telah mengemukakan penjelasan mengenai e-government, diantaranya ialah World Bank yang mengatakan bahwa e-government merupakan: ‘... The use by government agencies of information technologies (such as Wide

Area Networks, the Internet, and mobile computing) that have the ability to

transform relations with citizens, businesses, and other arms of government. ‘15

Definisi yang dikemukakan World Bank menjelaskan bahwa e-government

merupakan penggunaan teknologi dan informasi oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan hubungan yang lebih efektif antara masyarakat, sektor bisnis dan pemerintah.

Lembaga lainnya yang mengemukakan definisi mengenai e-government

ialah United Nation dan OECD (Organisation for Economic Co-operation and

Development). E-government menurut United Nation merujuk pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi – seperti Wide Area Networks, internet dan komputasi mobile – oleh agensi pemerintah. Sedangkan menurut OECD

e-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, dan

      

(32)

terutama internet, sebagai alat untuk mencapai pemerintahan yang lebih baik.16

Definisi yang dikemukakan United Nation dan OECD menjelaskan bahwa e-government merupakan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi terutama internet oleh agensi pemerintah agar pemerintahan berjalan lebih baik.

Pemikiran lainnya datang dari beberapa ahli, diantaranya ialah Imed

Boughzala, Marijn Janssen dan Said Assar yang berpendapat bahwa e-government

sering dikaitkan dengan pilihan kebijakan dan mengacu pada penggunaan

teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mengoptimalkan fungsi internal

dan eksternal dari organisasi sektor publik.17

Menurut Indarjit, setidaknya ada tiga kesamaan karakteristik dari setiap

definisi e-government, yaitu masing-masing adalah: 18

• Merupakan suatu mekanisme interaksi baru (moderen) antara pemerintah

dengan masyarakat dan kalangan lain yang berkepentingan (stakeholder);

dimana

• Melibatkan penggunaan teknologi informasi (terutama internet); dengan tujuan

• Memperbaiki mutu (kualitas) pelayanan publik.

      

16http://www.unpan.org/Library/MajorPublications/UNEGovernmentSurvey/PublicEGovernanceS urveyintheNews/tabid/651/mctl/ArticleView/ModuleId/1555/articleId/20840/Default.aspx diakses pada tanggal 25 April 2015 pukul 21.18

17 Imed Boughzala dan Marijn Janssen. Case Studies in e-Government 2.0. (Switzerland : Springer, 2015), Hlm. 2

(33)

Sedangkan definisi formal dari Pemerintah Republik Indonesia,

sebagaimana diatur oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Keminfo)

adalah pelayanan publik yang diselenggarakan melalui situs pemerintah dimana

domain yang digunakan juga menunjukkan domain Pemerintah Indonesia yakni

go.id. Sehingga berdasarkan definsi formal ini, walaupun ada website yang secara real dikelola oleh pemerintah dan digunakan untuk pelayanan publik namun

apabila tidak ber-domain go.id maka tidak masuk klasifikasi e-government.19 Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi

Nasional Pengembangan e-government menjelaskan bahwa pengembangan e-government merupakan upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis (menggunakan) elektronik dalam rangka

meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien. Melalui

pengembangan e-government dilakukan penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimasikan pemanfaatan teknologi

informasi.

Dari beberapa uraian di atas, dapat dijelaskan bahwa e-government

merupakan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses

pemerintahan dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang efektif, efisien,

transparan, akuntabel serta mudah diakses oleh semua pihak.

   

      

(34)

2.2 Tujuan dan Manfaat E-Government

Pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem manajemen dan proses

kerja di lingkungan pemerintah mencakup dua aktivitas yang berkaitan, yaitu:20

1. Pengolahan data, pengelolaan informasi, sistem manajemen dan proses

kerja secara elektronis;

2. Pemanfaatan kemajuan teknologi informasi agar pelayanan publik dapat

diakses secara mudah dan murah oleh masyarakat di seluruh wilayah

negara.

Untuk melaksanakan maksud tersebut pengembangan e-government

diarahkan untuk mencapai 4 (empat) tujuan, yaitu :

1. Pembentukan jaringan informasi dan transaksi pelayanan publik yang

memiliki kualitas dan lingkup yang dapat memuaskan masyarakat luas

serta dapat terjangkau di seluruh wilayah Indonesia pada setiap saat tidak

dibatasi oleh sekat waktu dan dengan biaya yang terjangkau oleh

masyarakat.

2. Pembentukan hubungan interaktif dengan dunia usaha untuk

meningkatkan perkembangan perekonomian nasional dan memperkuat

kemampuan menghadapi perubahan dan persaingan perdagangan

internasional.

      

(35)

3. Pembentukan mekanisme dan saluran komunikasi dengan

lembaga-lembaga negara serta penyediaan fasilitas dialog publik bagi masyarakat

agar dapat berpartisipasi dalam perumusan kebijakan negara.

4. Pembentukan sistem manajemen dan proses kerja yang transparan dan

efisien serta memperlancar transaksi dan layanan antar lembaga

pemerintah dan pemerintah daerah otonom.

Fakta bahwa pemerintah perlu menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) tidak lagi dipertanyakan. ICT diakui secara global telah mempromosikan pemerintahan yang baik dan bersih. Melihat dampak implementasi ICT di Bidang Pemerintah, berikut beberapa uraian manfaat ICT

menurut OECD:21

E-Government meningkatkan efisiensi: ICT membantu meningkatkan

efisiensi tugas pemrosesan massal dan operasi administrasi publik. Aplikasi berbasis internet dapat menyebabkan penghematan pengumpulan dan transmisi data, serta penyediaan informasi dan komunikasi dengan pelanggan. Efisiensi yang signifikan di masa mendatang dilakukan melalui proses berbagi data antara pemerintah.

E-Government meningkatkan layanan: Mengadopsi fokus pelanggan adalah

inti dari agenda reformasi saat ini. Layanan yang berhasil adalah yang dibangun atas pemahaman kebutuhan pelanggan. Fokus pelanggan menyiratkan bahwa pengguna tidak perlu memahami struktur dan hubungan

      

(36)

pemerintah untuk berinteraksi dengan pemerintah. Internet dapat membantu mencapai tujuan ini dengan memunculkan pemerintah sebagai organisasi terpadu yang memberikan layanan online dengan lancar. Sama dengan semua layanan, layanan e-government juga harus dikembangkan berdasarkan permintaan dan nilai pengguna.

E-Government membantu mencapai hasil kebijakan tertentu: ICT dapat membantu pemangku kepentingan berbagi informasi dan ide, untuk kemudian berkontribusi dalam menentukan hasil kebijakan. Misalnya, informasi dapat mendorong penggunaan program pelatihan dan pendidikan serta proses berbagi informasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memfasilitasi kebijakan lingkungan. Meskipun demikian, proses berbagi informasi pada individu, akan memunculkan isu perlindungan privasi, serta kompromi harus dipertimbangkan secara cermat.

E-Government berkontribusi terhadap tujuan kebijakan ekonomi:

E-Government membantu mengurangi korupsi, meningkatkan keterbukaan dan kepercayaan terhadap pemerintah, serta berkontribusi terhadap tujuan kebijakan ekonomi. Dampak spesifik mencakup penurunan pengeluaran pemerintah melalui program yang lebih efektif, efisiensi serta peningkatan produktivitas bisnis melalui penyederhanaan administrasi yang dimungkinkan oleh ICT dan peningkatan informasi pemerintah.

E-Government adalah kontributor reformasi utama: Mayoritas negara

(37)

ICT telah mendukung reformasi di banyak wilayah, misalnya dengan meningkatkan transparansi, memfasilitasi proses berbagi informasi dan menyoroti inkonsistensi internal.

E-Government membantu membangun kepercayaan antara Pemerintah

dan warganya: Membangun kepercayaan antara pemerintah dan warganya sangat fundamental bagi pemerintahan yang baik. ICT dapat membantu membangun kepercayaan dengan memungkinkan keterlibatan warga dalam proses kebijakan, mempromosikan pemerintah yang terbuka dan bertanggung jawab serta membantu mencegah korupsi. Selain itu, jika batasan dan tantangan diatasi dengan baik, e-government dapat membantu memperdengarkan suara rakyat agar diperdebatkan dengan lebih luas. Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan ICT untuk mendorong warga agar dapat memberikan saran yang membangun mengenai isu publik dan menilai dampak penerapan teknologi untuk membuka proses kebijakan.

E-Government meningkatkan transparansi dan tanggung jawab: ICT

(38)

E-government memiliki banyak manfaat dalam menunjang efektivitas dan efisiensi pelayanan publik. Ada tiga dimensi dalam melihat manfaat dari

penerapan e-government, yaitu dimensi, ekonomi, sosial, dan pemerintahan:22

(1) Dimensi ekonomi

Dalam hal ekonomi, manfaat e-government di antaranya yaitu mengurangi biaya transaksi untuk kapasitas yang lebih baik dengan target pelayanan,

peningkatan cakupan dan kualitas penyampaian pelayanan, meningkatkan

kapasitas respon dalam mengatasi permasalahan isu-isu kemiskinan dan

meningkatkan pendapatan.

(2) Dimensi sosial

Dalam hal sosial, manfaat e-government cukup beragam mulai dari penciptaan lapangan kerja di sektor ketiga, peningkatan sistem pendidikan dan

kesehatan, penargetan yang lebih baik atas pelayanan pemerintah, peningkatan

kapasitas dalam penyediaan keselamatan dan keamanan.

(3) Dimensi pemerintahan

Dalam hal pemerintahan, manfaat e-government dapat meningkatkan tercapainya good governance dalam hal peningkatan keterbukaan, transparansi, akuntabel atau demokratis dibandingkan pemerintahan yang konvensional. E-government juga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sehingga dapat mengokohkan sistem demokrasi yang ada.

      

(39)

Apabila berkaca pada dua negara besar dalam mengimplementasikan

konsep e-government, yaitu Amerika dan Inggris melalui Al Gore dan Tony Blair, telah secara jelas dan terperinci menggambarkan manfaat yang diperoleh dengan

diterapkannya konsep e-government bagi suatu negara, antara lain:23

• Memperbaiki kualitas pelayanan pemerintah kepada para stakeholder-nya (masyarakat, kalangan bisnis, dan industri) terutama dalam hal kinerja

efektivitas dan efisiensi di berbagai bidang kehidupan bernegara;

• Meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan

pemerintahan dalam rangka penerapan konsep Good Corporate Governance;

• Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi, dan interaksi

yang dikeluarkan pemerintah maupun stakeholder-nya untuk keperluan aktivitas sehari-hari;

• Memberikan peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber

pendapatan baru melalui interaksinya dengan pihak-pihak yang

berkepentingan; dan

• Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat secara cepat dan

tepat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi sejalan dengan

berbagai perubahan global dan trend yang ada.

      

(40)

2.3 Tipe Relasi E-Government

Seperti halnya di dalam dunia aplikasi e-Commerce yang kerap diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu tipe B-to-B dan B-to-C, di dalam konsep

e-government dikenal pula empat jenis klasifikasi, yaitu: G-to-C, G-to-B, G-to-G, dan G-to-E.24

Government to Citizens

Tipe G-to-C ini merupakan aplikasi e-government yang paling umum, yaitu dimana pemerintah membangun dan menerapkan berbagai portofolio

teknologi informasi dengan tujuan utama untuk memperbaiki hubungan interaksi

dengan masyarakat. Dengan kata lain, tujuan utama dari dibangunnya aplikasi e-government bertipe G-to-C adalah untuk mendekatkan pemerintah dengan rakyatnya melalui kanal-kanal akses yang beragam agar masyarakat dapat dengan

mudah menjangkau pemerintahnya untuk pemenuhan berbagai kebutuhan

pelayanan sehari-hari. Contoh aplikasinya adalah sebagai berikut:

• Kepolisian membangun dan menawarkan jasa pelayanan perpanjangan

Surat Ijin Mengemudi (SIM) atau Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)

melalui internet dengan maksud untuk mendekatkan aparat administrasi

kepolisian dengan komunitas para pemilik kendaraan bermotor dan para

pengemudi, sehingga yang bersangkutan tidak harus bersusah payah

datang ke Komdak dan antre untuk memperoleh pelayanan;

• Kantor Imigrasi bekerja sama dengan Bandara Udara Internasional

       24

(41)

Soekarno-Hatta dan sejumlah bank-bank swasta membangun jaringan

teknologi informasi sehingga para turis lokal yang ingin melanglang buana

dapat membayar fiskal melalui mesin-mesin ATM sehingga tidak perlu

harus meluangkan waktu lebih awal dan antre di bandara udara.

Government to Business

Salah satu tugas utama dari sebuah pemerintahan adalah membentuk

sebuah lingkungan bisnis yang kondusif agar roda perekenomian sebuah negara

dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dalam melakukan aktivitas sehari-harinya,

entiti bisnis semacam perusahaan swasta membutuhkan banyak sekali data dan

informasi yang dimiliki oleh pemerintah. Disamping itu, yang bersangkutan juga

harus berinteraksi dengan berbagai lembaga kenegaraan karena berkaitan dengan

hak dan kewajiban organisasinya sebagai sebuah entiti berorientasi profit.

Diperlukannya relasi yang baik antara pemerintah dengan kalangan bisnis

tidak saja bertujuan untuk memperlancar para praktisi bisnis dalam menjalankan

roda perusahaannya, namun lebih jauh lagi banyak hal yang dapat

menguntungkan pemerintah jika terjadi relasi interaksi yang baik dan efektif

dengan industri swasta. Contoh dari aplikasi e-government berjenis G-to-B ini adalah sebagai berikut:

• Para perusahaan wajib pajak dapat dengan mudah menjalankan aplikasi

(42)

• Proses tender proyek-proyek pemerintahan yang melibatkan sejumlah

pihak swasta dapat dilakukan melalui website (sehingga menghemat biaya transportasi dan komunikasi), mulai dari proses pengambilan dan

pembelian formulir tender, pengambilan formulir informasi TOR (Term of

Reference), sampai dengan mekanisme pelaksanaan tender itu sendiri yang

berakhir dengan pengumuman pemenang tender.

Government to Governments

Di era globalisasi ini terlihat jelas adanya kebutuhan bagi negara- negara

untuk saling berkomunikasi secara lebih intens dari hari ke hari. Kebutuhan untuk

berinteraksi antar satu pemerintah dengan pemerintah setiap harinya tidak hanya

berkisar pada hal-hal yang berbau diplomasi semata, namun lebih jauh lagi untuk

memperlancar kerjasama antar negara dan kerjasama antar entiti-entiti negara

(masyarakat, industri, perusahaan, dan lain-lain) dalam melakukan hal-hal yang

berkaitan dengan administrasi perdagangan, proses-proses politik, mekanisme

hubungan sosial dan budaya, dan lain sebagainya. Berbagai penerapan e-government bertipe G-to-G ini yang telah dikenal luas antara lain:

• Hubungan administrasi antara kantor-kantor pemerintah setempat dengan

sejumlah kedutaan-kedutaan besar atau konsulat jenderal untuk membantu

penyediaan data dan informasi akurat yang dibutuhkan oleh para warga

negara asing yang sedang berada di tanah air;

(43)

bank-bank asing milik pemerintah di negara lain dimana pemerintah

setempat menabung dan menanamkan uangnya.

Government to Employees

Pada akhirnya, aplikasi e-government juga diperuntukkan untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan para pegawai negeri atau karyawan

pemerintahan yang bekerja di sejumlah institusi sebagai pelayan masyarakat.

Berbagai jenis aplikasi yang dapat dibangun dengan menggunakan format G-to-E

ini antara lain:

• Sistem pengembangan karir pegawai pemerintah yang selain bertujuan

untuk meyakinkan adanya perbaikan kualitas sumber daya manusia,

diperlukan juga sebagai penunjang proses mutasi, rotasi, demosi, dan

promosi seluruh karyawan pemerintahan;

• Aplikasi terpadu untuk mengelola berbagai tunjangan kesejahteraan yang

merupakan hak dari pegawai pemerintahan sehingga yang bersangkutan

dapat terlindungi hak-hak individualnya;

2.4 Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan E-Government

Menurut Mohsen A. Khalil, Bruno D. Lanvin, dan Vivek Chaudry, terdapat

5 elemen yang menyebabkan keberhasilan program e-government. Elemen tersebut ialah Reformasi Proses, Kepemimpinan, Investasi Strategis, Kolaborasi

(44)

2.4.1 Reformasi Proses

Reformasi menurut Branko Dimeski ialah melakukan langkah-langkah dan

kegiatan yang serius untuk memperkuat profesionalisme administrasi publik,

menghilangkan kepegawaian partai politik, meningkatkan efisiensi dan kualitas

sektor publik, serta mengurangi korupsi.25 Reformasi muncul disebabkan oleh

adanya kebutuhan untuk memperkenalkan pelayanan baru dan untuk menyediakan

pelayanan yang telah ada dengan cara yang baru, mudah dan hemat biaya dari

sudut pandang masyarakat.26

Hal yang perlu diperhatikan dalam keberhasilan transformasi e-government

ialah pemahaman bahwa e-government bukan hanya tentang otomatisasi proses dan inefisiensi yang telah ada. Sebaliknya, e-government berbicara tentang penciptaan proses baru dan hubungan baru antara masyarakat dan pemerintah.27

Penggunaan ICT tidak hanya berbicara soal penghematan biaya atau tenaga kerja, melalui pemberian komputer kepada pejabat pemerintah atau

mengotomatisasi catatan manual. Sebaliknya, jika disusun dan dirancang dengan

benar, e-government merupakan solusi yang benar-benar dapat merevolusi proses pemerintahan itu sendiri. Oleh karena itu, pemimpin pemerintahan dalam

merencanakan proyek e-government harus memeriksa fungsi atau operasi yang mereka inginkan terhadap penerapan ICT. Misalnya, pemerintah menggunakan

      

25 Branko Dimeski, Public Administration Reform Process In Macedonia: Between Politics And Good Governance, (Macedonia: St. Kliment Ohridski University, 2011) Hlm. 8

26

J. Satyanarayana, e-Government The Science of Possible, (New Delhi: Prentice-Hall of India Private Limited, 2004), Hlm. 112

27 A Project of InfoDev and The Center for Democracy and Technology, The E-Government Handbook for Developing Countries, (Washington DC: The Universal Copyright

(45)

ICT untuk membawa transparansi pada suatu masalah, di mana transparansi merupakan cara baru mengatasi masalah.28

Manfaat yang dijanjikan dari e-government tidak terjadi hanya dengan digitalisasi informasi dan menempatkannya secara online. Layanan e-government

terus tertanam dalam lingkungan administrasi publik saat ini dan karena itu tetap

dibatasi oleh kemampuan pemerintah untuk melakukannya. Istilah " e-government" diartikan sebagai penggunaan ICT sebagai alat untuk mencapai pemerintahan yang lebih baik. Dengan demikian, e-government bukan tentang bisnis biasa, tetapi harus lebih fokus pada menggunakan ICT untuk mengubah struktur, operasi dan, yang paling penting, budaya pemerintah.29

E-government merupakan komponen penting dari agenda reformasi saat ini karena: i) berfungsi sebagai alat untuk reformasi; ii) memperbaharui minat

reformasi manajemen publik; iii) menyoroti inkonsistensi internal, dan iv)

menegaskan komitmen untuk tujuan pemerintahan yang baik. Sebagai alat

reformasi, penggunaan ICT di pemerintahan membuat lebih mudah untuk memantau efisiensi dan efektivitas pelayanan. ICT juga telah digunakan untuk menyederhanakan dan membuat keuangan lebih transparan, manajemen kasus

yang lebih transparan dan proses manajemen sumber daya manusia. Alat tersebut

akan efektif jika dikaitkan dengan tujuan manajemen publik dan digunakan

sebagai bagian dari strategi manajemen perubahan secara keseluruhan.30

       28 Ibid

29 The OECD E-Government Task Force, The Case for E-Government: Excerpts from the OECD Report “The E-Government Imperative, (France: OECD Journal on Budgeting) Hlm. 79 

(46)

Dalam kaitannya dengan program LAPOR!, pemerintah kini memudahkan

masyarakat dalam menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah. Sebelum

program LAPOR! ada, masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan harus

mendatangi kantor pemerintahan terlebih dahulu yang memakan waktu, biaya dan

tenaga. Namun setelah diadopsinya program LAPOR!, terjadi sebuah reformasi

proses di mana masyarakat kini tidak perlu repot lagi untuk mengadukan

keluhannya. Melalui 3 kanal yakni SMS, website, dan aplikasi handphone masyarakat bisa dengan mudah melapor ke pemerintah mengenai apapun, di mana

pun dan kapan pun.

2.4.2 Kepemimpinan

Kepemimpinan menurut Northouse ialah proses dimana seorang individu

memengaruhi sekelompok individu untuk mencapai tujuan bersama.31 Pengertian

lain menurut Stephen Covey dalam bukunya yang berjudul Principle-Centred Leadership ialah kepemimpinan lebih berfokus pada orang dari pada hal-hal; pada jangka panjang daripada jangka pendek; pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip daripada kegiatan; pada misi, tujuan dan arah bukan pada metode, teknik dan kecepatan.32 Kepemimpinan juga memainkan peran penting dalam pelaksanaan reformasi karena melibatkan dua aspek yang paling penting dari reformasi:

perubahan dan orang-orang. Mengubah organisasi berarti mengubah perilaku

      

31 Northouse dalam Global Journal of Management and Business Studies, Leadership

Management: Principles, Models and Theories, (India: Research India Publications, 2013) Hlm. 310

(47)

orang, sehingga organisasi dalam menjalani reformasi membutuhkan

kepemimpinan. Pemimpin dapat membantu menyebar dan mempertahankan

nilai-nilai baru yang diperlukan untuk reformasi sektor publik.33

Dalam program e-government dibutuhkan political will yang kuat dari pemimpin untuk menyukseskan segala kebijakan maupun program e-government. Kepemimpinan yang kuat dapat memastikan komitmen jangka panjang dari

sumber daya yang ada dan dapat mendorong inisiatif e-government melalui semua langkah yang diperlukan.34

Ruang lingkup dari kepemimpinan dalam sebuah proyek e-government

bermuara pada kemampuan untuk mengelola tiga hal, yaitu:35

• Beragam tekanan politik yang terjadi terhadap proyek e-government yang berlangsung baik dari kalangan yang optimis maupun yang pesimis;

• Bermacam-macam sumber daya yang dibutuhkan dan dialokasikan oleh

proyek e-government yang bersangkutan, seperti misalnya sumber daya manusia, finansial, informasi, peralatan, fasilitas, dan lain sebagainya; dan

• Sejumlah kepentingan dari berbagai kalangan (stakeholders) terhadap keberadaan proyek e-government yang dijalankan.

       33

OECD Developing Public Service Leaders for the Future dalam Pavel Pavlov, Ph.D., Polya Katsamunska. The Relationship of Leadership and New Public Management in Central Government, (Bulgarian Specifics,2007).

34 A Project of InfoDev and The Center for Democracy and Technology, The E-Government Handbook for Developing Countries, (Washington DC: The Universal Copyright

Convention,2002), Hlm. 7

(48)

Dikarenakan fungsi pemimpin yang krusial pada suatu organisasi, ada

beberapa hal yang penting untuk dipahami mengenai atribut pribadi pemimpin

yang terdiri dari 4 elemen, yaitu: 36

1. Visi

Visi adalah komponen penting dalam kepemimpinan – dorongan

pemimpin, motivasi untuk memimpin, pengalaman dan kecerdasan

menyediakan mereka dengan kemampuan untuk:

• Mendefinisikan apa yang harus diperjuangkan yang menjadi cita –

cita organisasi;

• Mengartikulasikan visi yang singkat, padat dan jelas;

• Merumuskan visi strategis yang menentukan cara-cara visi akan

dicapai;

• Mempromosikan komitmen kepada para pengikut mereka dengan

berkomunikasi dengan cara yang jelas dan meyakinkan.

2. Pelaksanaan Visi

Pelaksanaan visi merupakan persyaratan untuk keberhasilan

kepemimpinan. Sebuah visi yang tidak dilaksanakan tetap hanya menjadi

mimpi. Pemimpin yang efektif mengambil langkah untuk memastikan

bahwa visi tersebut diterjemahkan ke dalam tindakan tertentu, yang

biasanya dicapai dengan bantuan manajer dan bawahan mereka.

      

(49)

Tindakan pelaksanaan yang efektif jatuh pada enam kategori:

• Penataan;

• Seleksi, pelatihan dan akulturasi personil;

• Memotivasi;

• Mengelola informasi;

• Membangun tim;

• Mempromosikan perubahan.

3. Motif dan Karakteristik

Para pemimpin yang efektif adalah:

• Penuh dengan energi dan ambisi;

• Ulet dan pro-aktif dalam mengejar tujuan mereka;

• Ingin memimpin - mereka tidak menginginkan kekuasaan demi

mendominasi orang lain tapi demi mencapai tujuan menyeluruh;

• Jujur dan memiliki integritas;

• Memiliki tingkat rasa percaya diri yang tinggi, yang

memungkinkan mereka tidak hanya untuk mengambil tanggung

jawab dan menghasilkan kepercayaan orang lain tetapi untuk

mengatasi situasi yang penuh tekanan;

• Kreatif;

(50)

• Kadang-kadang karismatik.

4. Pengetahuan, Keterampilan dan Kemampuan

Pemimpin harus memiliki:

• Pengetahuan luas tentang disiplin, teknologi dan lingkungan

organisasi di mana mereka bekerja;

• Berbagai keterampilan. Karena sifat relasional kepemimpinan, "

keterampilan yang berhubungan dengan orang " ialah penting. Hal

ini termasuk mendengarkan, komunikasi, membangun jaringan,

manajemen konflik, dan penilaian diri dan orang lain. Pemecahan

masalah dan keterampilan pengambilan keputusan juga penting;

• Kemampuan kognitif, terutama kecerdasan untuk memproses

sejumlah besar informasi, mengintegrasikannya dan menarik

kesimpulan logis dari hal itu.

Selain itu, Gibson juga berpendapat bahwa terbentuknya kepemimpinan

yang ideal dan demokratis, tidak terlepas dari kompetensi tertentu. Menurutnya,

kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin setidaknya memenuhi tiga

unsur berikut: Inteligensi, Kemampuan Pengawasan, Kepribadian dan Karakter

Fisik.37

Dalam kaitannya dengan program LAPOR! Kota Bandung, peran Ridwan

Kamil sebagai pemimpin memiliki andil yang besar dalam berjalannya program

      

(51)

tersebut. Ridwan Kamil harus mampu mengartikulasikan dan melaksanakan

visinya terkait pemanfaatan ICT pada sektor administrasi publik yang dikombinasikan dengan motif dan karakteristik pribadinya sebagai individu yang

membantu meningkatkan kapasitas dirinya sebagai pemimpin yang efektif.

Ditambah lagi dengan pengetahuan, keterampilan dan kemampuannya dalam

berbagai hal. Mulai dari pemahaman mengenai teknologi, lingkungan organisasi

hingga keterampilannya yang berhubungan dengan orang seperti mampu

menempatkan diri di tengah – tengah orang lain, mampu berempati, mampu

mendengarkan, dll.

2.4.3 Investasi Strategi

Pencarian keuntungan efisiensi adalah pendorong utama penggunaan ICT

di pemerintahan. Penggunaan ICT dalam pemerintahan sering didorong oleh kebutuhan untuk mengurangi sumber daya, baik untuk mengurangi pengeluaran

keseluruhan atau untuk mengalokasikan dana ke daerah prioritas yang lebih

tinggi. Baru-baru ini, aplikasi berbasis internet telah dikerahkan dengan

menggunakan pengajuan online (filing online) untuk mengurangi biaya data masuk kembali dan pemeriksaan, untuk menghemat komunikasi biaya dengan

pelanggan dan dalam pemerintahan, untuk menggantikan proses aplikasi berbasis

kertas dan untuk mereformasi pembayaran dan pengadaan.38

      

(52)

Pemerintah harus memprioritaskan beberapa program diantara

program-program lainnya untuk memaksimalkan dana yang tersedia pada sumber daya

yang terbatas. Hal ini akan memerlukan tujuan program yang jelas dan rute yang

jelas untuk mencapai tujuan tersebut.39

Negara-negara berkembang harus memilih program e-government dengan hati-hati untuk mengoptimalkan investasi waktu dan sumber daya mereka.

Program harus memiliki nilai yang jelas dalam hal meningkatkan transparansi,

meningkatkan partisipasi warga dalam proses pemerintahan, dan memotong

birokrasi atau penghematan uang. Standar dan tolak ukur harus ditetapkan untuk

mengukur keberhasilan relatif dari program-progam ini. Misalnya, di Gujarat,

India, otomatisasi pos pemeriksaan tol menyebabkan peningkatan yang signifikan

dalam pendapatan yang sebelumnya pendapatan tol banyak dikorupsi oleh

pegawai pemerintahan di perbatasan, sehingga dalam setahun, pengeluaran biaya

untuk sistem ini telah balik modal.40

Dalam kaitannya dengan investasi strategis, Pemerintah Kota Bandung

mengadopsi program LAPOR! bertujuan untuk mendorong transparansi dan

akuntabilitas pemerintah dengan menjadikan media sosial sebagai platform dalam

menampung aspirasi dan pengaduan masyarakat menuju reformasi birokrasi dan

tata kelola.41 Dengan adanya pemerintahan yang terbuka dan bertanggung jawab,

      

39 A Project of InfoDev and The Center for Democracy and Technology, The E-Government Handbook for Developing Countries, (Washington DC: The Universal Copyright

Convention,2002), Hlm. 7 40 Ibid 

(53)

kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap pemerintah pun akan ikut

meningkat yang akan berimbas pada citra positif pemerintah di mata warganya.

2.4.4 Kolaborasi

Dalam memastikan kualitas dan aksesibilitas e-government, pemerintah harus mengeksplorasi hubungan baru di antara instansi pemerintah serta

kemitraan dengan sektor swasta dan LSM. Kolaborasi antara entitas pemerintah,

perusahaan swasta dan LSM dapat membantu pembuat kebijakan dalam

membentuk reformasi yang berarti dan dapat mempercepat pelaksanaan e-government. Kolaborasi merupakan keterlibatan individu-individu dalam upaya terkoordinasi untuk memecahkan masalah bersama-sama.42 Pengertian kolaborasi

lainnya ialah kolaborasi mencerminkan upaya bersama oleh semua pemain

didasarkan pada asumsi bahwa ada kepentingan politik yang sama yang dapat

diwujudkan melalui tindakan kolektif.43 Kolaborasi dipengaruhi dengan adanya

pembelajaran, pengalaman bersama, saling penyesuaian dan membangun

konsensus dan hubungan kepercayaan.44

      

42 Roschelle and Teasley dalam Lai R. Emily, Collaboration: A Literature Review. (Pearson,2011) Hlm. 4

43

Eran Vigoda Gadot, Collaboration Management In Public Administration, (Information Age Publishing, 2008), Hlm 49.

(54)

Menurut Thomas, ada 3 pemain utama dalam proses kolaboratif lintas

sektoral: 45

1. Pemerintah dan Administrasi Publik (P & AP) : P & AP adalah pemain

utama dalam arena sektor publik. Kategori ini mengacu pada semua

lembaga formal di tingkat lokal, negara bagian, atau federal. Badan-badan

ini sepenuhnya atau sebagian pemerintah atau milik pemerintah dan

mencakup semua departemen pemerintah, otoritas pemerintah, perusahaan

publik yang dimiliki pemerintah, atau lembaga lain di mana pemerintah

memegang saham besar dalam anggaran atau manajemen. P & AP juga

termasuk pemerintah daerah dan lembaga yang bekerja di bawah

pengawasan dan kontrol dari badan-badan ini. Selain itu, kategori meliputi

dewan manajemen proyek nasional yang dibuat ad hoc untuk tugas pada

tingkat lokal atau tingkat negara (misalnya di bidang transportasi, energi,

infrastruktur, kesejahteraan, dll). P & AP juga mewakili semua orang yang

bekerja untuk badan-badan ini dan dibayar oleh mereka secara langsung.

2. Bisnis dan Sektor Swasta: Kategori berikutnya dari pemain sosial yang

layak untuk mendapatkan perhatian khusus ketika mempelajari kolaborasi

adalah bisnis / swasta yang kuat. Ini mungkin yang terbesar dan paling

berpengaruh di setiap sektor demokrasi yang terbuka dan masyarakat pasar

bebas. Hal ini menyumbang sebagian besar kegiatan ekonomi dan

pertumbuhan di tingkat nasional dan berfungsi sebagai laboratorium untuk

      

(55)

banyak percobaan organisasi dan manajerial dan reformasi kemudian

diterapkan di organisasi lain dan di sektor publik.

Kaitannya dengan e-government, sektor swasta merupakan kiblat dari pemerintah dalam melaksanakan e-government. Hal ini dikarenakan sektor swastalah yang pertama kali memanfaatkan ICT dalam melayani pelanggan mereka melalui e-commerce. Maka dari itu, penting bagi pemerintah untuk bekerjasama dengan sektor swasta dalam hal e-commcerce, teknologi informasi, pemasaran dan manajemen yang selanjutnya akan menghasilkan saran-saran kebijakan bagi pemerintah.

Sektor swasta dianggap memiliki keahlian yang dapat membantu

pemerintah dalam memenuhi tantangan peningkatan efisiensi, kapasitas

dan kepuasan masyarakat.

3. Warga, Komunitas, dan "Sektor Ketiga": Masyarakat dan sektor ketiga

merupakan pemain penting ketiga dalam campuran ini. Dalam banyak hal,

kelompok ini lebih kompleks daripada kelompok pemerintah dan

administrasi publik karena kurangnya struktur formal dan orientasi massa.

Tiga bagian atau sub kelompok harus dibedakan dalam konteks ini: (1)

warga negara sebagai individu; (2) warga dalam kelompok kecil dan

terorganisir; dan (3) warga yang merupakan bagian dari kelompok yang

lebih besar atau komunitas yang biasanya lebih formal, bertahan lama, dan

dapat didefinisikan sebagai badan-badan sektor ketiga atau masyarakat

sipil. Sementara masyarakat sipil memiliki beberapa karakteristik formal,

Gambar

Gambar 4.1 Alur Kerja LAPOR!

Referensi

Dokumen terkait

Dan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Kota Manado masih kurang mandiri dalam membiayai daerah sendiri, namun Pemerintah Kota Manado masih

Hari ini saya tidak diminta untuk mengerjakan apa apa namun saya mengerjakan apa yang masih dalam proses pengerjaan seperti analisis helpdesk dan laporan untuk

Secara umum, apakah sejauh ini Ibu/Bapak sangat puas, cukup puas, kurang puas, atau tidak puas sama sekali dengan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi)?...?. KINERJA

Namun penamaan kartu grafis yang diberikan AMD lewat driver masih kurang jelas dan akurat, dikarenakan developer yang mengelola divisi driver AMD ini masih malas merubah nama

Namun demikian pada kenyataannya masih ada konsumen yang belum mau membentuk niat pembelian terhadap suatu produk My SnacksBangka karena kurang membangun brand tersebut

Namun masih terdapat beberapa kekurangan yang terjadi pada siklus II adalah guru masih kurang dalam mengelola kelas karena masih ada siswa yang melakukan

Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah masih terdapat beberapa karyawan di Borma Toserba cabang Kiara Condong yang merasa kurang puas dengan kompensasi finansial

Meskipun sebagian dari sampel masyarakat dalam penelitian ini merasa cukup puas dengan kinerja pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat, namun tidak sedikit responden yang masih