• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan Perundangan PP NO 28 TH 1990

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peraturan Perundangan PP NO 28 TH 1990"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

NOMOR 2 8 TAHUN 1 9 9 0 TENTANG

PENDIDIKAN DASAR

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan ket ent uan Pasal 13 Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 t ent ang Sist em Pendidikan Nasional dipandang perlu mengat ur syarat -syarat dan t at a cara pendirian, bent uk sat uan, lama pendidikan dan penyelenggaraan pendidikan dasar dengan Perat uran Pemerint ah;

Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;

2. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 t ent ang Sist em Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3390);

MEMUTUSKAN :

Menet apkan : PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANGPENDIDIKAN DASAR.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Perat uran Pemerint ah ini yang dimaksud dengan:

(2)

2. Sekolah Dasar adalah bent uk sat uan pendidikan dasar yang menyelenggarakan program enam t ahun.

3. Sekolah Lanj ut an Tingkat Pert ama adalah bent uk sat uan pendidikan dasar yang menyelenggarakan program t iga t ahun.

4. Siswa adalah pesert a didik pada sat uan pendidikan j enj ang pendidikan dasar di j alur pendidikan sekolah.

5. Orang t ua adalah ayah dan/ at au ibu at au wali siswa yang bersangkut an.

6. Ment eri adalah Ment eri yang bert anggung j awab di bidang pendidikan nasional.

Pasal 2

Pendidikan dasar merupakan pendidikan Sembilan t ahun, t erdiri at as program pendidikan enam t ahun di Sekolah Dasar dan program pendidikan t iga t ahun di Sekolah Lanj ut an Tingkat Pert ama.

BAB II

TUJUAN PENDIDIKAN DASAR

Pasal 3

(3)

BAB III

BENTUK SATUAN DAN LAMA PENDIDIKAN

Pasal 4

(1) Bent uk sat uan pendidikan dasar yang menyelenggarakan pendidikan program enam t ahun t erdiri at as:

1. Sekolah Dasar;

2. Sekolah Dasar Luar Biasa.

(2) Bent uk sat uan pendidikan dasar yang menyelenggarakan pendidikan program t iga t ahun sesudah program enam t ahun t erdiri at as:

1. Sekolah Lanj ut an Tingkat Pert ama;

2. Sekolah Lanj ut an Tingkat Pert ama Luar Biasa.

(3) Sekolah Dasar dan Sekolah Lanj ut an Tingkat Pert ama yang berciri khas agama Islam yang diselenggarakan oleh Depart emen.

Agama masing-masing disebut Madrasah Ibt idaiyah, Madrasah Tsanawiyah.

(4) Pelaksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2), diat ur oleh Ment eri, sedangkan ayat (3) diat ur oleh Ment eri set elah mendengar pert imbangan Ment eri Agama.

BAB IV

SYARAT DAN TATA CARA PENDIRIAN

Pasal 5

(4)

masyarakat harus memenuhi persyarat an t ersedianya:

1. sekurang-kurangnya sepuluh siswa;

2. t enaga kependidikan t erdiri at as sekurang-kurangnya seorang guru unt uk set iap kelas bagi Sekolah Dasar dan seorang guru unt uk masing-masing mat a pelaj aran bagi Sekolah Lanj ut an Tingkat Pert ama, sert a perbandingan j umlah guru dengan j umlah murid sebanyak-banyaknya 1 : 40;

3. kurikulum berdasarkan kurikulum nasional yang berlaku;

4. sumber dana t et ap yang menj amin kelangsungan penyelenggaraan pendidikan dan t idak akan merugikan siswa;

5. t empat belaj ar;

6. buku pelaj aran dan peralat an pendidikan yang diperlukan.

(2) Pendirian Sekolah Dasar dan Sekolah Lanj ut an Tingkat Pert ama yang diselenggarakan oleh masyarakat selain memenuhi ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus pula memenuhi persyarat an penyelenggaranya berbent uk yayasan at au badan yang bersif at sosial.

(3) Pelaksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diat ur oleh Ment eri set elah mendengar pert imbangan Ment eri lain yang t erkait .

Pasal 6

(5)

1. pengaj uan permohonan pendirian yang disert ai persyarat an pendirian;

2. penelaahan t erhadap permohonan t ersebut pada but ir 1;

3. penet apan pendirian.

(2) Pelaksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diat ur oleh Ment eri dan khusus unt uk sat uan pendidikan dasar di lingkungan Depart emen Agama diat ur oleh Ment eri Agama set elah mendengar pert imbangan Ment eri.

BAB V

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

Pasal 7

(1) Sekolah Dasar dan Sekolah Lanj ut an Tingkat Pert ama menyelenggarakan kegiat an belaj ar-mengaj ar berdasarkan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5;

(2) Unt uk membant u penyelenggaraan kegiat an pendidikan dasar pada set iap Sekolah Dasar dan Sekolah Lanj ut an Tingkat Pert ama dibent uk badan pembant u penyelenggara pendidikan.

(3) Pembent ukan, susunan, t ugas, dan f ungsi sert a pembinaan badan pembant u penyelenggara pendidikan diat ur oleh Ment eri.

BAB VI PENGELOLAAN

Pasal 8

(6)

Pasal 9

(1) Pengadaan, pendayagunaan dan pengembangan t enaga kependidikan, kurikulum, buku pelaj aran, dan peralat an pendidikan dari sat uan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerint ah adalah t anggung j awab Ment eri.

(2) Pengadaan, pemeliharaan dan perbaikan gedung, sert a penyediaan t anah unt uk Sekolah Dasar yang diselenggarakan oleh Pemerint ah adalah t anggung j awab Pemerint ah Daerah.

(3) Pengadaan, pemeliharaan dan perbaikan gedung, sert a penyediaan t anah unt uk Sekolah Lanj ut an Tingkat Pert ama yang diselenggarakan oleh Pemerint ah adalah t anggungj awab Ment eri.

(4) Pengadaan dan pendayagunaan t enaga kependidikan, buku pelaj aran, peralat an pendidikan, t anah dan gedung besert a pemeliharaannya pada sat uan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat adalah t anggung j awab yayasan at au badan yang menyelenggarakan sat uan pendidikan yang bersangkut an.

(5) Pelaksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (3), dan ayat (4) diat ur oleh Ment eri.

(6) Pelaksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diat ur oleh Ment eri Dalam Negeri set elah mendengar pert imbangan Ment eri.

Pasal 10

(7)

(2) Pengadaan, pendayagunaan dan pengembangan t enaga kependidikan, kurikulum, buku pelaj aran dan peralat an pendidikan dari sat uan pendidikan yang diselenggarakan oleh Depart emen Agama diat ur oleh Ment eri Agama set elah mendengar pert imbangan Ment eri.

Pasal 11

(1) Sat uan pendidikan dasar yang didirikan oleh Pemerint ah diselenggarakan oleh Ment eri at au Ment eri lain.

(2) Sat uan pendidikan dasar yang didirikan oleh masyarakat diselenggarakan oleh yayasan at au badan yang bersif at sosial.

(3) Pelaksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diat ur oleh Ment eri dan khusus unt uk sat uan pendidikan dasar di lingkungan Depart emen Agama diat ur oleh Ment eri Agama set elah mendengar pert imbangan Ment eri.

Pasal 12

(1) Kepala Sekolah bert anggung j awab at as penyelenggaraan kegiat an pendidikan, administ rasi sekolah, pembinaan t enaga kependidikan lainnya dan pendayagunaan sert a pemeliharaan sarana dan prasarana.

(2) Kepala Sekolah Lanj ut an Tingkat Pert ama dapat dibant u oleh seorang Wakil Kepala Sekolah dat a rangka melaksanakan ket ent uan ayat (1).

(8)

Pasal 13

(1) Kepala Sekolah dari sat uan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerint ah bert anggung j awab at as penyelenggaraan kegiat an pendidikan, administ rasi sekolah, pembinaan t enaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan sarana dan prasarana kepada Ment eri.

(2) Kepala Sekolah dari sat uan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat bert anggung j awab t ent ang penyelenggaraan

kegiat an pendidikan, administ rasi sekolah, pembinaan t enaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan sarana dan prasarana kepada badan yang menyelenggarakan sat uan pendidikan yang bersangkut an dan kepada Ment eri.

(3) Kepala Sekolah dari Madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerint ah bert anggung j awab t ent ang penyelenggaraan kegiat an pendidikan, administ rasi sekolah, pembinaan t enaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan sarana dan prasarana kepada Ment eri Agama.

(4) Kepala Sekolah Dasar yang diselenggarakan oleh Pemerint ah bert anggung j awab at as pemeliharaan dan perbaikan gedung sert a pemeliharaan t anah kepada Gubernur/ Kepala Daerah Tingkat I.

(5) Kepala Sekolah Lanj ut an Tingkat Pert ama yang diselenggarakan oleh Pemerint ah bert anggung j awab at as pemeliharaan dan perbaikan gedung sert a pemeliharaan t anah kepada Ment eri.

(9)

BAB VII KURIKULUM

Pasal 14

(1) Isi kurikulum pendidikan dasar merupakan susunan bahan kaj ian dan pelaj aran unt uk mencapai t uj uan pendidikan dasar.

(2) Isi kurikulum pendidikan dasar waj ib memuat sekurang-kurangnya bahan kaj ian dan pelaj aran:

a. pendidikan Pancasila;

b. pendidikan agama;

c. pendidikan kewarganegaraan;

d. bahasa Indonesia;

e. membaca dan menulis;

f . mat emat ika (t ermasuk berhit ung);

g. pengant ar sains dan t eknologi;

h. ilmu bumi;

i. sej arah nasional dan sej arah umum;

j . keraj inan t angan dan kesenian;

k. pendidikan j asmani dan kesehat an;

l. menggambar;

m. bahasa Inggeris.

(10)

pendidikan nasional.

(4) Sat uan pendidikan dasar dapat menj abarkan dan menambah bahan kaj ian dari mat a pelaj aran sesuai dengan kebut uhan set empat .

BAB VIII SISWA

Pasal 15

(1) Unt uk dapat dit erima sebagai siswa Sekolah Dasar seseorang harus berusia sekurang-kurangnya enam t ahun.

(2) Unt uk dapat dit erima sebagai siswa Sekolah Lanj ut an Tingkat Pert ama seseorang harus t elah t amat Sekolah Dasar at au sat uan pendidikan dasar yang sederaj at dan set ara.

(3) Pelaksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diat ur oleh Ment eri.

Pasal 16

(1) Siswa mempunyai hak:

1. mendapat perlakuan sesuai dengan bakat , minat , dan kemampuannya;

2. memperoleh pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianut nya;

(11)

kemampuan diri maupun unt uk memperoleh pengakuan t ingkat pendidikan t ert ent u yang t elah dibakukan;

4. mendapat bant uan f asilit as belaj ar, bea siswa, at au bant uan lain sesuai dengan persyarat an yang berlaku;

5. pindah ke sekolah yang sej aj ar at au yang t ingkat nya lebih t inggi sesuai dengan persyarat an penerimaan siswa pada sekolah yang hendak dimasuki;

6. memperoleh penilaian hasil belaj arnya;

7. menyelesaikan program pendidikan lebih awal dari wakt u yang dit ent ukan;

8. mendapat pelayanan khusus bilamana menyandang cacat .

(2) Pelaksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diat ur oleh Ment eri.

Pasal 17

(1) Set iap siswa berkewaj iban unt uk:

1. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali siswa yang dibebaskan dari kewaj iban t ersebut sesuai dengan ket ent uan perat uran perundang-undangan yang berlaku;

2. memat uhi ket ent uan perat uran yang berlaku;

3. menghormat i t enaga kependidikan;

(12)

(2) Pelaksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diat ur oleh Ment eri.

BAB IX PENILAIAN

Pasal 18

(1) Penilaian pendidikan dasar diselenggarakan unt uk memperoleh ket erangan t ent ang proses belaj ar-mengaj ar dan upaya pencapaian t uj uan pendidikan dasar dalam rangka pembinaan dan pengembangannya, sert a unt uk penent uan akredit asi sat uan pendidikan dasar yang bersangkut an.

(2) Penilaian pendidikan dasar mencakup:

a. kegiat an dan kemaj uan belaj ar siswa;

b. pelaksanaan kurikulum;

c. guru dan t enaga kependidikan lainnya;

d. sat uan pendidikan sebagai sat u keseluruhan.

Pasal 19

(1) Penilaian kegiat an dan kemaj uan belaj ar siswa dilakukan unt uk menget ahui perkembangan dan hasil belaj ar siswa.

(2) Penilaian hasil belaj ar siswa pada akhir pendidikan dasar dilakukan unt uk memberi Surat Tanda Tamat Belaj ar.

(13)

t ent ang mut u pendidikan dasar secara nasional.

(4) Penilaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan berdasarkan t uj uan dan isi kurikulum yang berlaku.

Pasal 20

Penilaian pelaksanaan kurikulum dilakukan unt uk menget ahui kesesuaian kurikulum pendidikan dasar dengan dasar, f ungsi, dan t uj uan pendidikan nasional, kemampuan siswa, dan kesesuaiannya dengan t unt ut an perkembangan yang t erj adi dalam masyarakat .

Pasal 21

(1) Penilaian t erhadap guru dan t enaga kependidikan lainnya dilakukan unt uk menget ahui kemampuan dan kewenangan prof esional.

(2) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) digunakan unt uk:

1. pembinaan dan pengembangan guru dan t enaga kependidikan lainnya;

2. penyempurnaan kurikulum dan pengelolaan program pendidikan guru dan t enaga kependidikan lainnya.

Pasal 22

(14)

(2) Penilaian sat uan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliput i segi-segi:

1. kelembagaan;

2. kurikulum,

3. siswa;

4. guru dan t enaga kependidikan lainnya;

5. sarana dan prasarana;

6. administ rasi;

7. keadaan umum sat uan pendidikan yang bersangkut an.

(3) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) digunakan unt uk menent ukan akredit asi dan pembinaan sat uan pendidikan yang bersangkut an.

(4) Pelaksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diat ur oleh Ment eri.

Pasal 23

(1) Penilaian dilaksanakan oleh Guru, Kepala Sekolah, Penilik, Pengawas dan t enaga kependidikan lainnya sert a aparat st rukt ural/ f ungsional yang berkait an.

(2) Guru berkewaj iban menilai kegiat an dan kemauan belaj ar siswa sert a pelaksanaan kurikulum yang berada dalam wewenang dan t anggung j awabnya.

(15)

t anggung j awabnya.

(4) Pengawas berkewaj iban menilai segi t eknis pendidikan dan administ rasi sat uan pendidikan dasar yang berada dalam wewenang dan t anggung j awabnya.

(5) Tenaga kependidikan lainnya yang t erkait berkewaj iban menilai pelaksanaan kegiat an di bidang yang menj adi t anggung j awab masing-masing.

(6) Pej abat st rukt ural/ f ungsional berkewaj iban menilai perencanaan dan pelaksanaan pendidikan yang berkait an dengan pembinaan dan pengembangan sat uan-sat uan pendidikan dasar yang berada dalam wewenang dan t anggungj awabnya.

Pasal 24

(1) Pelaksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19, Pasal 20, Pasal 21, dan Pasal 23 diat ur oleh Ment eri.

(2) Pelaksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19, Pasal 20, PasaI 21, Pasal 22, dan Pasal 23, khusus t ent ang pendidikan agama dan guru pendidikan agama diat ur oleh Ment eri set elah mendengar pert imbangan Ment eri Agama.

(16)

BAB X BIMBINGAN

Pasal 25

(1) Bimbingan merupakan bant uan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan.

(2) Bimbingan diberikan oleh guru pembimbing.

(3) Pelaksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diat ur oleh Ment eri.

BAB XI PEMBIAYAAN

Pasal 26

(1) Pemerint ah at au badan yang menyelenggarakan sat uan pendidikan dasar harus membiayai penyelenggaraan pendidikan dari sat uan pendidikan yang bersangkut an.

(2) Pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliput i:

1. gaj i guru, t enaga kependidikan lainnya, sert a t enaga administ rasi;

2. pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana;

(17)

Pasal 27

Pengelola sat uan pendidikan dapat bekerj a sama dengan masyarakat , t erut ama dunia usaha dan para dermawan, unt uk memperoleh sumber dana dalam rangka perluasan kesempat an belaj ar dan peningkat an mut u pendidikan.

BAB XII PENGAWASAN

Pasal 28

(1) Pengawasan t erhadap sat uan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh Pemerint ah at au masyarakat dalam rangka pembinaan, pengembangan, pelayanan dan peningkat an mut u, sert a perlindungan bagi sat uan pendidikan dilakukan oleh Ment eri.

(2) Pengawasan meliput i segi t eknis pendidikan dan administ rasi sat uan pendidikan dasar yang bersangkut an.

(3) Pelaksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diat ur oleh Ment eri dan khusus unt uk sat uan pendidikan di lingkungan Depart emen Agama diat ur oleh Ment eri Agama set elah mendengar pert imbangan Ment eri.

Pasal 29

(18)

BAB XIII PENGEMBANGAN

Pasal 30

(1) Sat uan pendidikan dasar dapat melakukan uj i-coba unt uk mengembangkan gagasan baru yang diperlukan dalam rangka peningkat an pendidikan.

(2) Sat uan pendidikan dasar dapat memberi peluang kepada para penelit i dan pengembang unt uk melakukan penelit ian dan/ at au uj i-coba dalam rangka penyempurnaan sist em pendidikan nasional.

(3) Kegiat an sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan dengan t idak mengurangi kelangsungan penyelenggaraan pendidikan pada sat uan pendidikan dasar yang bersangkut an.

(4) Pelaksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) diat ur oleh Ment eri dan khusus unt uk sat uan pendidikan di lingkungan Depart emen Agama diat ur oleh Ment eri Agama set elah mendengar pert imbangan Ment eri.

BAB XIV KETENTUAN LAIN

Pasal 31

(19)

(2) Pelaksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diat ur oleh Ment eri set elah mendengar pert imbangan Ment eri lain yang t erkait .

Pasal 32

(1) Pihak asing dapat mengadakan dan menyelenggarakan sat uan dan/ at au kegiat an pendidikan dasar sej auh t idak bert ent angan dengan kepent ingan nasional.

(2) Sat uan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilarang menerima siswa warga negara Indonesia.

(3) Syarat -syarat dan t at a cara pendirian sert a bent uk sat uan, lama pendidikan dan penyelenggaraan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diat ur oleh Ment eri set elah mendengar pert imbangan Ment eri lain yang t erkait .

BAB XV

KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 33

(20)

BAB XVI

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 34

Perat uran Pemerint ah ini mulai berlaku pada t anggal diundangkan.

Agar set iap orang menget ahuinya, memerint ahkan pengundangan Perat uran Pemerint ah ini dengan penempat annya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Dit et apkan di Jakart a pada t anggal 10 Juli 1990

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA t t d

SOEHARTO

Diundangkan di Jakart a pada t anggal 10 Juli 1990

MENTERI/ SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA t t d

(21)

PENJELASAN ATAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 8 TAHUN 1 9 9 0

TENTANG PENDIDIKAN DASAR

UMUM

Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 t ent ang Sist em Pendidikan Nasional menet apkan bahwa pendidikan dasar diselenggarakan unt uk mengembangkan sikap dan kemampuan sert a memberikan penget ahuan dan ket erampilan dasar yang diperlukan unt uk hidup dalam masyarakat sert a mempersiapkan pesert a didik yang memenuhi persyarat an unt uk mengikut i. pendidikan menengah.

Berkenaan dengan pembedaan j alur dan sist em pendidikan nasional dalam j alur pendidikan sekolah dan j alur pendidikan luar sekolah, pendidikan dasar dapat diselenggarakan baik pada j alur pendidikan sekolah maupun pada j alur pendidikan luar sekolah.

Berkenaan dengan pemanf aat an perkembangan t eknologi, pendidikan dasar diselenggarakan dalam bent uk kegiat an belaj ar-mengaj ar di sekolah

maupun dalam bent uk program pendidikan j arak j auh.

Perat uran Pemerint ah ini dibuat unt uk mengat ur syarat dan t at a cara pendirian, bent uk sat uan, lama pendidikan dasar dan penyelenggaraan pendidikan dasar sebagaimana dit et apkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 t ent ang Sist em Pendidikan Nasional.

(22)

masyarakat , dalam hal ini yayasan at au badan yang bersif at sosial, Perat uran Pemerint ah ini j uga mengat ur pembagian wewenang dan t anggung j awab at as penyelenggaraan pendidikan dasar, di ant ara para penyelenggara pendidikan dasar yang bersangkut an.

Pendidikan dasar yang diat ur dalam Perat uran Pemerint ah ini merupakan pendidikan yang diselenggarakan selama sembilan t ahun sebagaimana diat ur dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 t ent ang Sist em Pendidikan Nasional yang t erdiri at as program enam t ahun di Sekolah Dasar dan program t iga t ahun di Sekolah lanj ut an Tingkat Pert ama. Sekolah Lanj ut an Tingkat Pert ama dimaksud bukan merupakan j enj ang dalam pendidikan di j alur sekolah t et api merupakan bagian dalam j enj ang pendidikan dasar. Disamping it u, Perat uran Pemerint ah ini j uga memberi peluang baik bagi sat uan pendidikan dasar maupun bagi penelit i dan pengembang di bidang pendidikan unt uk melakukan penelit ian dan/ at au uj i-coba unt uk mengembangkan gagasan baru at au dalam rangka penyempurnaan sist em pendidikan nasional dengan t idak mengurangi kelangsungan penyelenggaraan pendidikan pada sat uan pendidikan dasar yang bersangkut an.

a. Pengembangan kehidupan siswa sebagai pribadi sekurang-kurangnya mencakup upaya unt uk :

(23)

2. membiasakan unt uk berperilaku yang baik;

3. memberikan penget ahuan dan ket erampilan dasar;

4. memelihara kesehat an j asmani dan rohani.

5. memberikan kemampuan unt uk belaj ar;

6. membent uk kepribadian yang mant ap dan mandiri.

b. Pengembangan kehidupan pesert a didik sebagai anggot a masyarakat sekurang-kurangnya mencakup upaya unt uk :

1. memperkuat kesadaran hidup beragama dalam masyarakat ;

2. menumbuhkan rasa t anggungj awab dalam lingkungan hidup;

3. memberikan penget ahuan dan ket erampilan dasar yang diperlukan unt uk berperansert a dalam kehidupan bermasyarakat .

c. Pengembangan kehidupan pesert a didik sebagai warga negara sekurang-kurangnya mencakup upaya unt uk :

1. mengembangkan perhat ian dan penget ahuan t ent ang hak dan kewaj iban sebagai warga negara Republik Indonesia;

2. menanamkan rasa ikut bert anggungj awab t erhadap kemaj uan bangsa dan negara;

3. memberikan penget ahuan dan ket erampilan dasar yang diperlukan unt uk berperansert a dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

d. Pengembangan kehidupan pesert a didik sebagai anggot a umat manusia mencakup upaya unt uk :

1. meningkat kan harga diri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat ;

2. meningkat kan kesadaran t ent ang hak asasi manusia;

(24)

4. meningkat kan kesadaran pent ingnya persahabat an ant ar bangsa.

e. mempersiapkan pesert a didik unt uk mengikut i pendidikan menengah dalam menguasai isi kurikulum yang disyarat kan.

Pasal 4

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Ayat (3)

Cukup j elas

Ayat (4)

Cukup j elas

Pasal 5

Ayat (1)

Angka 1

Cukup j elas

Angka 2

Bilamana dalam penyelenggaraan kegiat an belaj ar-mengaj ar digunakan modul at au cara lain, dibenarkan perbandingan j umlah guru dan j umlah murid melebihi 1 : 40.

Angka 3

Cukup j elas

Angka 4

(25)

Angka 5

Cukup j elas

Angka 6

Cukup j elas

Ayat (2)

Khusus bagi daerah-daerah yang t idak dimungkinkan unt uk memenuhi persyarat an yang berlaku, sepert i daerah t erpencil, Ment eri dapat mempert imbangkan kemungkinan pemberian dispensasi sehingga sekolah dapat didirikan meskipun belum dapat memenuhi persyarat an yang berlaku.

Ayat (3)

Cukup j elas

Pasal 6

Ayat (1)

Angka 1

Cukup j elas

Angka 2

Cukup j elas

Angka 3

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Pasal 7

Ayat (1)

(26)

Ayat (2)

Cukup j elas

Ayat (3)

Cukup j elas

Pasal 8

Cukup j elas

Pasal 9

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Ayat (3)

Cukup j elas

Ayat (4)

Cukup j elas

Ayat (5)

Cukup j elas

Ayat (6)

Cukup j elas

Pasal 10

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

(27)

Pasal 11

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Ayat (3)

Cukup j elas

Pasal 12

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Ayat (3)

Cukup j elas

Pasal 13

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Ayat (3)

Cukup j elas

Ayat (4)

Cukup j elas

(28)

Cukup j elas

Ayat (6)

Cukup j elas

Pasal 14

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Ayat (3)

Yang dimaksud dengan kurikulum yang berlaku secara nasional adalah kurikulum yang harus dij adikan pedoman bagi pembuat an kurikulum unt uk pengat uran kegiat an belaj ar mengaj ar yang lebih disesuaikan dengan kenyat aan-kenyat aan di daerah yang bersangkut an. Tuj uan, isi, dan st rukt ur kurikulum yang berlaku secara nasional diat ur Ment eri at au Ment eri lain berdasarkan pelimpahan wewenang dari Ment eri.

Ayat (4)

Cukup j elas

Pasal 15

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Ayat (3)

Cukup j elas

(29)

Ayat (1)

Angka 1

Cukup j elas

Angka 2

Cukup j elas

Angka 3

Cukup j elas

Angka 4

Cukup j elas

Angka 5

Cukup j elas

Angka 6

Cukup j elas

Angka 7

Cukup j elas

Angka 8

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Pasal 17

Ayat (1)

Angka 1

(30)

Angka 2

Cukup j elas

Angka 3

Cukup j elas

Angka 4

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Pasal 18

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Pasal 19

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Ayat (3)

Cukup j elas

Ayat (4)

Cukup j elas

Pasal 20

(31)

Pasal 21

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Pasal 22

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Ayat (3)

Cukup j elas

Ayat (4)

Cukup j elas

Pasal 23

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Ayat (3)

Cukup j elas

Ayat (4)

Cukup j elas

(32)

Cukup j elas

Ayat (6)

Cukup j elas

Pasal 24

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Ayat (3)

Cukup j elas

Pasal 25

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Ayat (3)

Cukup j elas

Pasal 26

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Pasal 27

(33)

Pasal 28

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Ayat (3)

Cukup j elas

Pasal 29

Cukup j elas

Pasal 30

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Ayat (3)

Cukup j elas

Ayat (4)

Cukup j elas

Pasal 31

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

(34)

Ayat (1)

Cukup j elas

Ayat (2)

Cukup j elas

Ayat (3)

Cukup j elas

Pasal 33

Cukup j elas

Pasal 34

Referensi

Dokumen terkait

Faktor- faktor yang meningkatkan kecemasan pada ibu hamil diantaranya pendidikan, pendapatan, dukungan sosial, kekerasan selama kehamilan, kekhawatiran yang

Sehubungan dengan Pelelangan Paket Peker jaan PENGADAAN MESIN PENGGILING JAGUNG pada BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KABUPATEN ACEH TENGGARA Sumber Dana APBK -OTSUS Tahun Anggar an

Hence, the goal of this research is to identify the relation between the cage temperature and the width of beak opening of gelatik jawa ( Padda oryzivora ), and their body

UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG DAN JASA POKJA PENGADAAN JASA KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI. TAHUN

Obligasi (utang) – Pembayaran bunga kepada pemegang saham merupakan beban yang dapat mengurangi besarnya pajak penghasilan.. Saham (modal) – Pembayaran deviden berasal

Sawah yaiku palemahan sing ditanduri pari nganggo dielebi banyu saka bendungan utawa kali- kali, kanthi pangedume banyu liwat luangan lan kalen-kalen.. Pengeduming banyu sing

Peserta yang diundang menghadiri tahap Pembuktian yaitu pimpinan perusahaan yang tertera di dalam Akte.. / staff yang diberikan kuasa oleh

[r]