• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI ( 1 )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI ( 1 )"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

Komunikasi dalam

Organisasi

(2)

Komunikas

i

Komunikas

i

Pertukaran informasi antara pengirim dan penerima, dan kesimpulan (persepsi)

makna antara individu-individu yang terlibat.

Proses pertukaran

informasi dua arah yang berisi elemen-elemen yang dihubungkan

(3)

Proses Penyampaian Informasi Proses Penyampaian Gagasan Proses Penciptaan Arti

Komunikas

i

(4)

4 KOMUNIKATO R KOMUNIKATO R Gangguan PESAN

PESAN SALURANSALURAN KOMUNIKA

N

KOMUNIKA N

Ya, saya mengerti

O… dia mengerti Umpan balik

(5)

Komunikasi organisasi diberi batasan

sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya

saling bergantung satu sama lain meliputi arus komunikasi

vertikal dan horisontal.

(6)

Komunikasi organisasi adalah suatu sistem yang mapan

dari mereka yang bekerja

sama untuk mencapai tujuan bersama, melalui jenjang kepangkatan dan

pembagian tugas. (Everet M. Rogers)

       

(7)

Komunikasi organisasi adalah sarana

dimana manajemen

mengoordinasikan

sumber bahan

dan sumber daya manusia melalui

pola

struktur formal dari

tugas-tugas dan wewenang

.

(8)

Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan

organisasi didalam kelompok fomal

maupun informal dari suatu organisasi.

(Wiryanto, 2005)

(9)

Jenis Komunikasi Organisasi

Jenis Komunikasi Organisasi

Komunikasi lisan dan tertulis

Komunikasi verbal dan non verbal

(10)

Dasar penggolongan komunikasi lisan dan tertulis ini adalah bentuk pesan

yang akan disampaikan. Banyak bentuk komunikasi: terutama

komunikasi antar pribadi (interpersonal communication), disampaikan secara

lisan maupun tertulis.

(11)

Komunikasi verbal dan

non verbal

Komunikasi verbal dan

non verbal

Jika dua orang berinteraksi,

maka informasi mengenai

perasaan dan gagasan atau

ide yang timbul akan

dikomunikasikan.

Perasaan seseorang juga dapat

dinyatakan melalui berbagai

(12)

Komunikasi verbal dan

non verbal

Komunikasi verbal dan

non verbal

• Dalam percakapan tatap muka

langsung, perasaan, keadaan jiwa, atau suasana hati seseorang

dinyatakan melalui gerakan

isyarat(gesture), ekspresi wajah, posisi dan gerakan badan, postur, kontak fisik, kontak pandangan

(13)

Penggolongan komunikasi kebawah,

keatas, dan kesamping (lateral) ini

didasarkan pada

arah aliran

pesan-pesan dan informasi

didalam suatu

organisasi.

Komunikasi kebawah,

keatas, dan kesamping

(14)

Komunikasi Kebawah

Komunikasi Kebawah

Aliran informasi dlm komunikasi kebawah mengalir dr tingkatan manajemen

puncak ke manajemen menengah, manajemen yang lebih rendah, dan akhirnya sampai pada karyawan

operasional.

Komunikasi ini juga mempunyai fungsi

pengarahan, perintah,

(15)

Komunikasi ke bawah terjadi jika pimpinan melakukan kegiatan alih pesan kepada bawahan secara terstruktur dan tidak insidental

(16)

Komunikasi Kebawah

Komunikasi Kebawah

Tujuannya adalah membantu mengurangi terjadinya komunikasi desas-desus

(rumor) agar dapat menumbuhkan

suasana kerja yang menyenangkan,

dan secara tidak langsung meningkatkan produktivitas dan keuntungan

(17)

Komunikasi Kebawah

Komunikasi Kebawah

Jika komunikasi ke bawah berjalan lancar, biasanya motivasi bawahan untuk bekerja menjadi lebih baik dan

efisien.

(18)

Komunikasi Ke atas

Komunikasi Ke atas

Komunikasi ke atas dalam sebuah

organisasi berarti bhw informasi mengalir

dari tingkat yang lebih rendah

(bawahan) ke tingkat yang lebih tinggi (penyelia). Bentuknya antara lain dalam

pelaporan kegiatan, penyampaian gagasan, dan penyampaian

informasi yang menyangkut

(19)

Komunikasi Ke atas

Komunikasi Ke atas

Komunikasi ke atas adalah pesan yang

mengalir dari bawahan kepada atasan

atau dari tingkat yang lebih rendah kepada tingkat yang lebih tinggi.

Tujuan dari Komunikasi ini adalah untuk

memberikan balikan, memberikan saran dan mengajukan pertanyaan

Komunikasi ini mempunyai efek pada

penyempumaan moral dan sikap

(20)

Komunikasi Ke atas

Komunikasi Ke atas

Alirannya dalam hirarki wewenang

yang lebih rendah ke lebih tinggi

biasanya mengalir disepanjang rantai komando.

Fungsi utamanya adalah untuk

memperoleh informasi mengenai kegiatan, keputusan dan

(21)

Komunikasi Kesamping

Komunikasi Kesamping

Terjadi antara dua pejabat atau pihak yang berada dalam tingkatan hirarki wewenang yang sama (komunikasi horizontal) atau antara orang atau juga pihak pada tingkatan yang berbeda yang tidak mempunyai wewenang langsung

(22)

Gaya Komunikasi Organisasi

Gaya Komunikasi Organisasi

The Controlling Style The Equalitarian Style The Structuring Style

The Dynamic style

The Relinguishing Style The Withdrawal Style

Steward L.Tubbs dan Sylvia Moss

(23)

Ditandai dengan adanya satu

kehendak atau maksud untuk

membatasi, memaksa dan

mengatur perilaku, pikiran dan

tanggapan orang lain.

Orang-orang yang menggunakan

gaya komunikasi ini dikenal dengan

nama komunikator satu arah atau

one-way communications

.

Gaya Komunikasi Mengendalikan

Gaya Komunikasi Mengendalikan

(24)

Pihak - pihak yang memakai controlling style of communication ini, lebih memusatkan perhatian kepada

pengiriman pesan dibanding upaya mereka untuk berharap pesan. Mereka tidak mempunyai rasa

ketertarikan dan perhatian

untuk berbagi pesan. .

(25)

Lanjutan ...

Lanjutan ...

tidak berusaha ‘menjual’ gagasan agar

dibicarakan bersama namun lebih pada usaha

menjelaskan kepada orang lain apa yang dilakukannya.

sering dipakai untuk mempersuasi orang lain

supaya bekerja dan bertindak secara efektif, dan pada umumnya dalam bentuk kritik. tidak jarang bernada negatif sehingga

(26)

Komunikasi dilakukan secara terbuka.

Setiap anggota organisasi dapat mengungkapkan gagasan ataupun

pendapat dalam suasana yang rileks, santai dan informal.

memungkinkan setiap anggota organisasi mencapai kesepakatan dan pengertian bersama.

Aspek penting gaya komunikasi ini ialah adanya landasan kesamaan.

(27)

The equalitarian style of communication

ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan-pesan verbal

secara lisan maupun tertulis yang bersifat

dua arah (two-way communication).

(28)

The Equalitarian Style ini akan memudahkan tindak komunikasi dalam organisasi, sebab gaya ini efektif dalam memelihara

empati dan kerja sama, khususnya dalam situasi untuk mengambil keputusan terhadap suatu permasalahan yang kompleks.

Gaya komunikasi ini pula yang menjamin

berlangsungnya tindak berbagi informasi

di antara para anggota dalam suatu organisasi.

(29)

Gaya Komunikasi Berstruktur

Gaya Komunikasi Berstruktur

(The Structuring Style)

Gaya komunikasi ini, memanfaatkan

pesan-pesan verbal secara tertulis maupun lisan

guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan, penjadwalan tugas dan

pekerjaan serta struktur organisasi.

Pengirim pesan (sender) lebih memberi

perhatian kepada keinginan untuk

memengaruhi orang lain dengan jalan

berbagi informasi tentang tujuan organisasi, jadwal kerja, aturan dan prosedur yang

(30)

Gaya Komunikasi Dinamis

Gaya Komunikasi Dinamis

(The Dynamic Style)

Memiliki kecenderungan agresif,

karena pengirim pesan atau sender memahami bahwa lingkungan pekerjaannya berorientasi pada tindakan (action-oriented).

Sering dipakai oleh para juru

kampanye ataupun supervisor

(31)

Tujuan utama adalah mestimulasi atau

merangsang pekerja/karyawan untuk bekerja dengan lebih cepat dan lebih

baik.

Gaya komunikasi ini cukup efektif

digunakan dalam mengatasi

persoalan-persoalan yang bersifat kritis, namun dengan persyaratan

bahwa karyawan atau bawahan

mempunyai kemampuan yang cukup untuk mengatasi masalah yang kritis tersebut.

(32)

The Relinguishing Style

The Relinguishing Style

Gaya komunikasi ini lebih

mencerminkan kesediaan untuk

menerima saran, pendapat ataupun gagasan orang lain, daripada

(33)

Pesan-pesan dalam gaya komunikasi ini akan efektif ketika pengirim pesan atau sender sedang bekerja sama dengan orang-orang yang berpengetahuan luas, berpengalaman, teliti serta

bersedia untuk bertanggung jawab

atas semua tugas atau pekerjaan yang dibebankannya.

(34)

Horizontal Communication

Yaitu komunikasi yang

berlangsung di antara para

karyawan ataupun bagian yang

(35)

Fungsi Arus Komunikasi Horisontal

Memperbaiki koordinasi tugas Upaya pemecahan masalah Saling berbagi informasi

(36)

The Withdrawal Style

The Withdrawal Style

Akibat yang muncul jika gaya ini digunakan adalah melemahnya tindak komunikasi, artinya tidak ada keinginan dari orang-orang yang

memakai gaya ini untuk berkomunikasi dengan orang lain, karena ada beberapa persoalan

(37)

Fungsi Komunikasi dalam Organisasi

Fungsi Komunikasi dalam Organisasi

Fungsi Informatif

Fungsi Regulatif

Fungsi Persuasif

(38)

Organisasi dapat dipandang sebagai suatu system proses informasi

(information-processing system).

Maksudnya, seluruh naggota dalam suatu organisasi berharap dapat

memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik, dan tepat

waktu.

(39)

Fungsi regulatif ini berkaitan

dengan

peraturan-peraturan yang berlaku

dalam suatu organisasi

.

(40)

Fungsi Persuasif

Fungsi Persuasif

Dalam mengatur suatu organisasi,

kekuasaan dan kewenangan tidak akan

selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan.

Adanya kenyataan ini maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk memersuasi

bawahannya daripada memberi perintah.

Sebab pekerjaan yang oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering

(41)

Fungsi Integratif

Fungsi Integratif

Setiap organisasi berusaha untuk menyediakan

saluran yang memungkinkan karyawan dapat

melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik.

Ada dua saluran komunikasi formal, seperti

penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter, bulletin) dan laporan kemajuan

organisasi; juga saluran komunikasi informal,

seperti perbincangan antarpribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga, ataupun kegiatan darmawisata.

Pelaksanaan aktivitas ini menumbuhkan

(42)

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur atas ke hadirat Allah yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga dengan izinnya-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi

dan penghambat dalam proses pembentukan nilai- nilai akhlakul karimah siswa Penelitian ini membahas tentang pendeketan yang dilakukan oleh guru aqidah akhlak serta

Berdasarkan penelusuran mandat dan misi serta analisis SWOT yang dilakukan, terdapat beberapa isu strategis, yaitu , (1) Pengembangan perencanaan pembangunan secara

1) UNEP ( United Nations Environment Programme ) adalah organisasi internasional yang memiliki sifat peranan dengan fungsi sebagai fasilitator, mediator, komunikator

• Jika pemantauan bersifat kontinyu: pemilihan lokasi harus mempertimbangkan perubahan kondisi peruntukan pada masa datang.. PENENTUAN LOKASI PENGAMBILAN SAMPEL EMISI CEROBONG.

Data hasil pree-test dapat diketahui bahwa kemampuan menulis puisi tanpa menggunakan media blog (jurnal online) dapat diketahui nilai rata-rata siswa berjumlah 65,12 dari jumlah

Dari hasil tersebut, diduga konsentrasi 7 mL/100 mL dan 8 mL/100 mL infusa daun sirih secara statistik merupakan konsentrasi optimal dan paling efektif untuk membunuh

Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan adanya pengaruh kedisiplinan dan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII Mts Al Huda Bandung, maka