Dampak Pembuangan Sampah Sembarangan Oleh : Putra Prawira S
terakhir yaitu dampak terhadap keadaan sosial dan keadaan ekonomi Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal yang terpenting adalah meningkatnya pembiayaan (untuk mengobati kerumah sakit).
Penyebab sampah itu di timbulkan karena aktivitas manusia suatu benda yang sudah tidak dipakai atau benda buangan yang dibuang, menjadi tumpukan barang yang tidak berguna sehingga dapat disebut sebagai sampah atau kata lainnya sampah itu terjadi karena penumpukan benda buangan yang tidak ada nilainya dan sampah itu dapat berupa dari bahan organik (alami) misalnya dari daun-daunan yang berguguran dari pohon dan dari bahan anorganik (buatan) misalnya plastik bekas yang sudah tidak dipakai. Memang sudah banyak tempat sampah yang disediakan dengan fungsinya yang berbeda untuk jenis-jenis sampah yang berbeda pula. Namun, keberadaan tempat sampah tersebut masih terbatas pada tempat-tempat yang ramai di kota-kota besar saja. Sehingga masih banyak tempat sampah yang masih berupa satu tempat untuk berbagai macam sampah. Akan lebih baik jika pemerintah lebih memperhatikan keberadaan tempat sampah organik dan anorganik dengan menambah keberadaan tempat sampah tersebut hingga ke perumahan sekalipun.
dihasilkan secara benar harus dimulai dengan contoh dan tindakan nyata. Gerakan pengendalian sampah harus dimulai dari pusat-pusat kegiatan masyarakat seperti kawasan pendidikan, perkantoran, pasar, dan pemukiman. Semuanya hanya akan berhasil dengan baik apabila kebijakan pemerintah benar-benar diarahkan bagi pelayanan publik yang baik dan berkeadilan. Upaya untuk mewujudkan clean land, clean water dan clean air di daerah perkotaan perlu terus dilakukan, karena kualitas lingkungan yang buruk telah menimbulkan dampak serius bagi kehidupan manusia.
Didaerah pedesaan banjir tidak sering terjadi karena masih banyak daerah resapan air. Namun masyarakat di pedesaan kurang sadar sehingga lingkungan kurang terlihat nyaman dan sejuk. Permasalahan sampah di desa pun menjadi lebih rumit. Hal ini dikarenakan pengelolaan sampah diserahkan pada masyrakat desa itu sendiri, sedangkan pemahaman tentang sampah oleh masyarakat desa masih minim. Dengan tingkat pendidikan yang rendah masyarakat pedesaan belum memhami sampah dan akibat yang ditimbulkan. Bahwa sampah membawa akibat yang buruk bagi kesehatan karena menjadi sumber berbagai penyakit dan secara estetika akan terlihat jorok dan kumuh jika terlihat sampah yang berserakan. Kebanyakan orang pedesaan Cara yang paling sederhana yang bisa dilakukan oleh masyarakat desa adalah dengan membakar sampah itu. Pola pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebaiknya dilakukan secara sinergis (terpadu) dari berbagai elemen (Desa, Pemerintah, Pengusaha, Sekolah, dan Komponen lain yang terkait) dengan menjadikan komunitas lokal sebagai objek dan subjek pembangunan, khususnya dalam pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan bersih, aman, sehat, asri, dan lestari.
Kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan setiap tahunnya selalu meningkat. Pemerintah pun perlu mengambil andil dalam memperbaiki kerusakan lingkungan. Meskipun pada kenyataannya memang memperbaiki itu tidaklah mudah. Namun upaya untuk mencegah agar tidak semakin parah masih bisa dilakukan. Maka, perlu bagi kita dan pemerintah menjadi bagian dalam menjaga kelestarian bumi untuk hari ini dan dimasa mendatang.
Daftar Pustaka :
Rizal, Muhammad. 2011. Analisis Pengelolaan Persampahan Perkotaan (Sudi Kasus pada Kelurahan Boya Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala). Jurnal SMARTek Vol. 9, No.2, Sulawesi Tengah, Hal: 155-172.