• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Perdagangan Internasional terha

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Perdagangan Internasional terha"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Perdagangan Internasional terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Ade Fitria Ningsih

Jurusan Administrasi Niaga – Politeknik Negeri Bandung Abstract

In an increasingly integrated world economy it appears that the State is successful in the economy is the country that successfully promote and sustain the existence of the trade quickly. Indonesian economic system is an open system (open economic system), therefore it is an economy open to abroad have far-reaching consequencs on the economy dalamnegeri. These consequences include aspects of economic and non-economic for increasingly rapid, non-economic relations between countries become intertwining and leading to increased trade flows of goods and money between countries. International economic developments One way to improve the country's economic growth, ie international trade. In international trade, one of the things that should be done in foreign relations is to perform a treaty. The stages in international treaties, namely: negotiations (Negotiatio), signature (Signature), validation (Ratifacation). After these steps may be fulfilled, workable international agreement. The treaty may be bilateral, regional and international levels. International trade is a trade that is made by a resident suatunegara with residents of other countries on the basis of mutual agreement.

(2)

Pengertian perdagangan internasional

Menurut Sukirno (2004) Perdagangan internasional adalah perdagangan yang

dilakukan oleh penduduk antar satu negara dengan negara lain yang berlandaskan

kepada kesepakatan. Perdagangan internasional ini dapat dilakukan antara individu

dengan pemerintah Negara yang satu negara dengan pemerintah negara lain. Pedapat

lain dikemukan dalam wikipedia bahasa indonesia bahwa Perdagangan

internasional merupakan kegiatan perdagangan yang dilakukan antara penduduk dalam

negeri dengan penduduk luar negeri yang berdasarkan atas kesepakatan diantara

keduanya. Yang dimaksud dengan penduduk dalam konteks ini dapat berupa transaksi

antar perorangan yaitu individu dengan individu, dan antara perintah dari suatu Negara.

Dalam pengertian lainnya Sutedi (2014:3) menjelaskan bahwa perdagangan

internasional merupakan transaksi jual beli yang dilakuan lintas negara, yang

melibatkan dua pihak serta melintasi batas kenegaraan.

Jika diperbandingkan dengan pelaksanaan perdagangan yang ada di dalam negeri,

perdagangan internasional lebih rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut disebabkan

karena adanya batas-batas politik serta kenegaraan yang menghambat perdagangan,

misalnya dengan adanya, tarif, quota barang impor dan bea (Amir, 2003).

Ekspor dan Impor

Dalam perdagangan internasional tentunya tidak terlepas dengan kegiatan ekspor dan

impor, karena kedua hal ini merupakan nadi dalam perdagangan internasional. Adapun

pengertian Ekspor yang dikemukan oleh Mankiw (2004:240) adalah suatu barang dan

atau jasa yang diproduksi didalam negara dan dijual diluar negeri. Pendapat lain

dikemukan pula oleh Djauhari (2002:1) ekspor adalah perdagangan yang dilakukan

dengan cara mengirim barang keluar negeri dari dalam negeri dan telah melintasi

wilayah pabean.

Ekspor impor pada hakikatnya adalah suatu transaksi yang sederhana dan tidak lebih

(3)

bertempat di negara yang berbeda. Namun dalam konteks pertukaran barang serta jasa

yang menyeberangi laut dan darat tidak jarang timbul berbagai masalah yang cukup

kompleks antar pengusaha yang mempunyai kebudayaan, adat istiadat, bahasa, dan

cara yang berbeda-beda” Hutabarat (1989:1). Sedangkan pengertian impor dikemukan

oleh Sutedi (2014:7) ialah memasukkan barang dari luar negeri kedalam Indonesia.

Menurut Sutedi (2014:3) mengemukakan pada hakekatnya ekspor dan impor adalah

suatu transaksi sederhana yang tidak lebih dari sekadar membeli serta menjual barang

antar pengusaha- yang bertempat tinggal atau berdomisili di negara yang berbeda.

Manfaat Perdagangan Internasional

Suatu Negara melakukan kegiatan perdagangan internasional dikarenakan banyaknya

manfaat yang akan diperoleh dari kegiatan tersebut terutama bagi negara. Adapun

manfaat perdagangan internasional menurut Alam (2007:90) diantaranya:

 Memperoleh devisa

Manfaat ini tentu akan diperoleh oleh Negara karena jika Negara mengekspor suatu

komoditas keluar negeri tentu Negara akan memperoleh pembayaran menggunakan

mata uang asing baik dollar maupun mata uangan lainnya. Dan mata uang asing ini

disebut devisa.

 Memperluas kesempatan kerja

Hal ini dapat terjadi jika komoditas ekspor memerlukan tenaga kerja yang cukup

banyak, contohnya untuk ekspor gerabah atau rotan tentunya diperlukannya tenaga

kerja pengrajin pada bidang tersebut, sehingga secara otomatis dapat menyerap

tenaga kerja cukup banyak.  Menstabilkan harga-harga

Jika harga barang dalam negeri mengalami kenaikan atau mahal dan jumlah

barang atau jasa terbatas sehingga hal ini menyebabkan tidak terpenuhinya

permintaan pasar, maka barang mau tidak mau tersebut harus diimpor. Hal ini

(4)

 Meningkatkan kualitas konsumsi

Melalui perdagangan internasional, penduduk mampu membeli barang yang belum

dapat dihasilkan didalam negeri atau mutunya belum sebaik produk dalam negeri.

Perdagangan internasional dapat memacu industry dalam negeri untuk

meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar

internasional. Di Indonesia barang seperti itu beragam, antara lain televise, pakaian,

sepatu, dan perabotan.  Mempercepat alih teknologi

Agar dapat menggunakan barang impor dari luar negeri yang dirasa cukup asing

bagi masyarakat, maka diperlukannnya pengetahuan atau keterampilan dalam

penggunaan barang tersebut. Sehingga penjual perlu untuk mengadakan pelatihan

penggunaan barang tesebut. Hal ini akan mempercepat alih teknologi dengan

demikian memungkinkan untuk suatu Negara mempelajari teknolgi baru.

Pertumbuhan ekonomi

Jika sebelumnya telah dijelaskan pengertian perdagangan internasional tentunya saat

ini perlu diketahui pula pengertian dari pertumbuhan ekonomi menurut Putong

(2010:141) pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan pendapatan nasional secara berarti

(dengan peningkatan pendapatan perkapita masyarakat) dalam perhitungan suatu

periode tertentu. Menurut Schumpeter, pertumbuhan ekonomi merupakan suatu

pertambahan pendapatan nasional yang disebabkan oleh pertambahan secara alami dari

tingkat pertambahan penduduk atau masyarakat yang diimbangi dengan tingakat

tabungan yang meningkat pula. Dan menurut pakar ekonomi pembangunan,

pertumbuhan ekonomi merupakan bag Negara yang telah maju untuk menyebut keberhasilan pembangunan negaranya, sementara Negara yang berkembang

digunakan sebuah istilah pembangunan ekonomi.

Factor yang Mempengaruhi Pertumbuhan ekonomi

(5)

 Faktor Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia adalah faktor terpenting dalam mempengaruhi

pertumbuhan ekonoi, mengapa demikan? Hal ini dikarekan SDM merupakan

subjek yang menjalankan atau melaksanakan proses pembangunan, sehingga

tercapai atau tidaknya suatu pembangunan Negara tergantung pada potensi

yang dimiliki oleh Negara tersebut.  Faktor Sumber Daya Alam

Saat ini Negara berkembang banyak bertumpu pada sumber daya alam yang

dimiliki oleh negaranya untuk melakukan pembangunan. Namun sumber daya

yang melimpah pun tidak menjamin akan keberhasilan pembangunan jika tidak

didukung oleh SDM yang mumpuni dalam pengelolaannya.

 Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan IPTEK yang semakin maju saat ini memberikan dorongan yang

cukup kuat terhadap percepatan pembangunan, perubahan pola kerja dari

tradisional (menggunakan tenaga manusia) mengarah kepada pola yang lebih

modern (menggunakan mesin-mesin). Sehingga hal ini berpengaruh pula pada

percepatan pertumbuhan ekonomi bangsa.

 Faktor Budaya

Factor kebudayaan cukup memiliki andil dalam pertumbuhan ekonomi dan

pembangunan ekonomi, factor ini mampu memberikan dorongan positif dan

juga negatif, dorongan positif dari factor ini ialah jika disertai dengan adanya

sikap kerja keras, cerdas, jujur serta ulet. Namun factor ini akan memberikan

dorongan negatif apabila disertai dengan budaya KKN, sikap yang anarkis,

egois serta boros.

(6)

Sumber daya modal merupakan sumber daya yang dibutuhkan dalam pengolah

SDA serta meningkatkan kemujuan dalam bidang IPTEK. Hal ini menjadi

penting karena sumber daya modal dapat meningkatkan produktivitas.

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Ada begitu banyak teori tentang pertumbuhan ekonomi yang dikemukan oleh para

pakar ekonomi. Berikut ini merupakan teori-teori pertumbuhan ekonomi

(Ahman:2007)

1. Teori pertumbuhan ekonomi historis

Tokoh yang memperkarsai teori ekonomi historis yaitu Federich List, Karl Bucher,

Werner Sombar dan Walt Whiteman Rostow.  Frederich List (1789-1846)

Ekonom berkebangsaan Jerman ini, membagi setiap tahap pertumbuhan

ekonomi yang dialami suatu Negara berdasarkan pada teknik produksi dan cara

masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Tahap pertumbuhan ekonomi

menurut Frderich List digambarkan dalam tingkatan layaknya tangga dan inilah

yang melatar belakangi terori ini dikenal dengan sebutan Stuffen Theorien (teori tangga). Tahapan tersebut digambarkan:

 Karl Bucher (1847-1930)

Dalam teorinya Karl Bucher membagai tahap pertumbuhan ekonomi

(7)

pemenuhan kebutuhan hidupnya. Tahap pertumbuhan ekonomi menurut Karl

Bucher dibagi sebagai berikut:

- Rumah tangga tertutup, yaitu kehidupan masyarakat pada tahap ini masih dalam keadaan yang sangat sederhana dan tertutup. Pada masa ini

masyarakat memproduksi barang hanya untuk kebutuhan pribadi. Dalam

pada masa ini juga belum dikenal adanya transaksi jual beli. Atau dalam

bahasa yang lebih sederhana apa yang mereka hasilkan adalah untuk

kebutuhan pribadi.

- Rumah tangga kota, yaitu bertambahnya jumlah penduduk akan berimplikasi pada peningkatan kebutuhan masyarakat dan akan terjadi

secara berkelanjutan dan hal ini kebutuhan pribadi atau antarkelompok

mulai sulit untuk terpenuhi sendiri. Ssehingga hal ini menyebabkan mau

tidak mau mereka harus saling berhbungan satu dengan lainnya dalam satu

kota. Pada masa ini pertukaran barang antarkelompok sudah mulai dikenal.

Dan mereka pada masa ini telah menyepakati suatu tempat untuk dijadikan

tempat bertransaksi atau saat ini sering dikatakan sebagai pasar.

- Rumah tangga bangsa, yaitu rumah tangga kota yang telah berkembang sehingga pertukaran yang terjadi antar penduduk satu kota tidak dapat

saling memenuhi. Hal ini akan menuntut pertukaran antarkota dalam satu

Negara. Dengan demikian, akan terbentuk kesatuan masyarakat yang akan

melakukan pertukaran antar kota dalam satu Negara. Pertukaran itu

mengakibatkan ruang lingkup pertukaran mencakup bagian pasar yang

lebih luas yaitu pasar nasional.

- Rumah tangga dunia, pada tahap ini katakana sebagai rumah tangga dunia karena kegiatan ekonomi yang semakin berkembang bahkan telah melewati

(8)

 Werner Sombart (1863-1947)

Werner Sombart membagi pertumbuhan ekonomi menjadi empat tahap, yaitu

sebagai berikut:

- Prakapitalisme (vorkapitalismus), pada tahap ini disebut bahwa pertumbuhan ekonomi kapitalis purba. Pada zaman ini, belum dikenal

adanya kamu kapitals. Dan kehidupan masyarakat terbilang statis.

Dimasa ini mereka hanya terpaku pada pemenuhan kebutuhan sendiri

dan dalam masa ini pula merka hidupa dengan rasa kekeluargaan yang

tinggi dan mereka juga hanya mengandalkan pertanian sebagai media

pemenuhan kebutuhannya.

- Zaman kapitalis madya (Fruhkapitalismus), tahap ini kehidupan masyarakat mulai memikirkan keuntungan serta keinginan untuk

memiliki kekayaan. Kehidupan pada era ini sudah mulai dinami,

individualis, dan telah mengenal alat tukar uang.

- Zaman kapitalis raya (Hochkapitalismus), saat ini kehidupan masyarakat telah mengarah untuk mencari laba setinggi-tinginya (Pure

profit motive). Dimana setiap usaha yang dilakukan ditujuakan untuk

memperoleh keuntungan. Ciri-ciri masyarakat pada masa ini ditandai

dengan kemunculan kaum kapitalis yang mulai beruhasa untuk

menguasai alat produksi serta mulai munculnya perburuhan.

- Zaman kapitalis akhir (Spatkapitalismus) pada zaman ini, mulai muncul kaum sosialis yang berkeiinginan untuk sejahtera bersama-sama. Ciri

perekonomian pada masa ditandai dengan adanya campur tangan atau

peran serta pemerintah dalam kegiatan perekonomian dan setiap usaha

yang dijalankan merupakan kepentingan bersama sehingga tidak ada

lagi peran majikan besar. Hal ini menyebabkan tidak terpinggirkannya

(9)

 Walt Whiteman Rostow (1916-1979)

Rostow ialah seorang ekonom Amerika. Ia mengemukakan teori pertumbuhan

ekonomi dalam buku miliknya yang berjudul The Stages Of Economic Growth. Menurut Rostow pertumbuhan ekonomi dapat dibagi menjadi lima,

diantaranya:

- Masyarakat Tradisional (The Traditional Society), kehidupan masyarakat pada tahap ini dapat dikatakan sangat sederhana. Dan

dalam kegiatan produksi pada zaman ini masih menggunakan peralatan

tradisional yang digunakan secara turun temurun. Pada zaman ini

mereka belum mengenal teknologi, terikat dengan adat istiadat, serta

tingkat menghasilkan sesuatu atau produktivitas masih sangat rendah.

- Persyaratan untuk lepas landas (Precondition for take off), pada masa ini masyarakat sadar akan pentingnya pembaruan. Dan telah mengenal

teknologi serta menerima inovasi baru. Serta melakukan perubahan

proses produksi. Dan pada tahap ini sering disebut juga dengan istilah

masa transisi

- Lepas landas (take off), perekonomian pada tahap ini menunjukkan pertumbuhan yang dapat dikatakan cepat, hal ini ditandai dengan

penermuan baru pada cara produksi. Dan munculnya investasi hal ini

ditandai dengan peningkatan penanaman modal pada sector neto

industry yang berkisar antara 5%-10% dari pendapatan nasional.

- Perekonomian yang matang atau dewasa (maturity of economic), pada masa ini masyarakat terbilang sudah selektif dalam penggunaan

teknologi modern sehingga penggunaannya berjalan efektif dan efisien.

Perekonomian ang bergerak mengarah kepada kedewasaan adalah suatu

keadaan perekonomian yang sudah tidak terpengaruh oleh keadaan atau

peristiwa perekonomian yang terjadi di belahan Negara lain. Sehingga

(10)

keadaan ekonomi yang paling stabil. Dan ciri lain dari perekonomian

dewasa ialah struktur kerja dari keahlian tenaga kerja mulai bergeser

kearah tengah profesional.

- ekonomi konsumsi tinggi (High mass consumption), berdasarkan teori ekonomi yang diungkapkan oleh Rostow masa ekonomi konsumsi

tinggi merupakan masa pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi.

Kaena pada masa ini pola fikir masyarakat cenderung sudah

memikirkan konsumsi dan memikirkan cara untuk mengalokasikan

uang yang dimiliki dari penghasilan yang mereka peroleh. Dan ciri dari

perekonomian ini yaitu dengan munculnya tingkat konsumsi yang

cukup tinggi hal ini diimbangi pula oleh tingkat perndapatan perkapita

rill yang cukup tinggi pula.

Pengaruh Perdagangan Internasional terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Perdagangan internasional memiliki konstribusi yang cukup tinggi terhadap

pertumbuhan ekonomi Negara Indonesia hal ini dapat dilihat dari beberapa dampak

positif perdagangan internasional terhadap pertumbuhan perkonomian Indonesia yang

dikemukan oleh pemerintahan kabupaten Pekalongan, diantaranya:

 Terpenuhinya kebutuahan akan berbagai macam kebutuhan barang dan jasa dalam negeri

 Penduduk di Negara yang bersangkutan dapat memperoleh barang dan jasa dengan mudah dan murah sebagai akibat dari efisiensi dan spesialiasai

 Adanya peningkatan devisa Negara  Peluang kerja lebih besar

(11)

Selain itu pengaruh perdaganan internasional terhadap pertumbuhan ekonomi

Indonesia juga dapat dilihat Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi edisi 72 pada bulan

Mei 2016 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat stastistik, adapun hasil laporan tersebut

ialah:

 Inflasi

Pada bulan April 2016 terjadi deflasi sebesasr 0,45 % yang terdiri dari 82 kota,

dan tercatat 77 kota mengalami deflasi dan 8 (delapan) kota mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi dialami oleh kota Sibolga sebesar 1,79 % dan deflasi terendah

dialami oleh kota Singaraja yang hanya sebesar 0,06 %. Namun meskipun

demikian tingkat deflasi pada tahun 2016 sebesar 0,45% lebih rendah

disbanding tahun sebelumnya yaitu pada 2015 yang mengalami inflasi sebesar

0,36%. Dan untuk inflasi di tahun kalender 2016 sebesar 0,16% dan tingkat

inflasi tahun ke tahun (april 2016 terhadap terhadapt 2015) sebesar 3,60%. Dan

untuk tingkat inflasi bulan ke bulan, tahun kalender, dan tahun ke tahun dapat

dilihat pada grafik berikut:

(12)

 PDB dan pertumbuhan ekonomi triwulan I-2016

Jika dilihat dari triwulan I-2016 dibandingan dengan triwulan I-2015 (y-on-y) terjadi pertumbuhan sebesar 2,92 persen namun jika dibandingkan degnan

triwulan IV-2015 q-to-q) mengalami kontraksi 0,34 %. Dan dilihat dari sisi produksi pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2016 hampir terjadi diseluruh

lapangan usaha kecuali pertambangan dan penggalian yang mengalami

kontraksi 0,66 persen, dan untuk pertumbuhan ekonomi tertinggi berada pada

lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi yang mengalami pertumbuhan

sebesar 9,10 persen.

Bila dibandingkan degnan triwulan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi yang

dilihat dari sisi produksi dipengaruhi oleh factor musiman lapangan usaha

pertanian, kehutanan dan perikanan, khususnya pada komoditas padi yang

berada pada tahap panen raya hal ini menyebabkan tumbuhnya ekonomi

mencapai 14,43 persen. Selain itu pertumbuhan juga dipengaruhi oleh beberapa

lapangan usaha lainnya seperti Real estate, jasa keuangan dan penyediaan akomodasi dan makan minum.

(13)

 Ekspor maret 2016 naik mencapai US$11,79 miliar, naik 4,25%

Nilai ekspor pada maret 2016 mengalami kenaikan sebesar 4,25% namun

dibandinkan maret tahun sebelumnya , ekspor turun 13,51%.

Sumber: Laporan bulanan data sosial ekonomi BPS

Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan ekspor non migas maaret 2016 terhadap

februari 2016 yang terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$105,9 juta

(10,10%). Hal ini tentunya memberikan dampak pada perekonomian Indonesia

karena dangan adanya peningkatan ekspor terhadap beberapa komoditi tertentu

akan memberikan devisa Negara. Tentunya secara otomatis perekonomian akan

tumbuh kearah yang jauh lebih baik, seperti yang dilangsir oleh Badan Pusat

Statistik bahwa ditahun 2016 terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9 persen.

Selain IHPB non migas naik pertumbuhan ekonomi 2016 juga di pengaruhi oleh

(14)

KESIMPULAN

Perdagangan internasional merupakan perdagangan yang dilakukan antar Negara, dan

pertumbuhan internasional adalah kenaikan pendapatan nasional secara berarti (dengan

meningkatnya pendapatan perkapita) dalam suatu periode perhitungan tertentu.

Perdagangan internasional dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dikarenakan

beberapa faktor diantaranya keadaan sumber daya alam, sumber daya manusia, IPTEK,

dan faktor terpenting yaitu karena adanya pendapatan dari kegiatan ekspor impor yang

mendorong perekonomian suatu Negara semakin meningkat, jika kegiatan ekspor

meningkat dalam suatu komoditas maka secara otomatis pendapatan Negara akan

meningkat. Pada tahun 2016 ini perekonomian Indonesia meningkat 4,9 persen

(15)

Daftar Pustaka

Ahman, Eeng & Epi Indriani. 2007. Membina Kompetensi Ekonomi. Bandung:

Alam, S, Drs. 2007. Ekonomi jilid 2 untuk SMA dan MA kelas XI. Jakarta: ESIS Imprint Erlangga

Amir, M.S. 2003. Seluk Beluk dan Teknik Perdagangan Luar Negeri Seri Umum No. 2. PT. Pustaka Binaman Pressindo. Jakarta.

BPS.2016. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi edisi 72 Mei 2016. Jakarta: Badan Pusat Statistik

Djauhari Ahsar, Amirullah. 2002. Teori dan Praktek Ekspor Impor, Yogja: Graha Ilmu Grafindo Media Pratama

https://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi

https://m.tempo.co/read/news/2016/05/04/092768397/ekonomi-indonesia-triwulan-i-tumbuh-4-92-persen

Mankiw, Gregory N. 2004. Principles of macroeconomics. Third edition. The Driyden Press

Putong, Iskandar & Andjaswati, Nuring, Dyah. 2010. Pengantar Ekonomi Makro. Jakarta: Mitra Wacana Media

Sukirno, Sadono, 2004. Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

(16)

LAMPIRAN

Laporan hasil uji journal menggunakan plagiarism checker

http://smallseotools.com/plagiarism-checker/

untuk pengecekan journal ini dilakukan dengan 43tahap, hal ini dikarenakan aplikasi online plagiarism tidak dapat mengecek lebih dari 1000 kata. Dan berikut ini adalah hasil dari uji coba tersebut:

1. Tahap pertama

Perhitungan:

884 kata x 22% = 194 kata

2. Tahap kedua

Perhitungan:

796 kata x 5% = 39 kata

(17)

Perhitungan:

255 kata x 10% = 25 kata

4. Tahap keempat

Perhitungan:

691 kata x 10% = 69 kata

Kesimpulan:

Total kata dalam jurnal – total kata plagiarism = total kata unique

2730 kata – 327 kata =

Total menggunakan persentasi:

Referensi

Dokumen terkait

Ekspor adalah semua kegiatan memasarkan barang-barang atau jasa dari dalam negeri ke luar negeri atau dengan kata lain kegiatan menjual barang- barang atau jasa dari dalam negeri

Dalam transaksi perdagangan yang berskala internasional yang lebih dikenal dengan istilah ekspor impor, pada hakikatnya adalah suatu transaksi yang sederhana dan tidak lebih

Dalam transaksi perdagangan yang berskala internasional yang lebih dikenal dengan istilah ekspor impor, pada hakikatnya adalah suatu transaksi yang sederhana dan tidak lebih

Adalah pembatasan fisik secara kuantitatif yang dilakukan atas pemasukan barang (kuota impor) dan pengeluaran barang (kuota ekspor) dari/ ke suatu negara untuk melindungi

Banyak orang atau lembaga yang membeli barang dari luar negeri untuk dijual lagi di dalam negeri. Kegiatan ini disebut dengan impor, dan orang atau lembaga yang melakukan impor

Suatu negara yang mengadakan transaksi dengan luar negeri atau ekspor impor menimbulkan suatu pertanyaan: bagaimana cara melakukan pembayaran akibat perdagangan

Neraca kegiatan ekspor dan impor kitchen set Perancis yang defisit menunjukkan bahwa Perancis lebih banyak membeli daripada menjual kitchen set. Negara pemasok

Neraca kegiatan ekspor dan impor lantai kayu Perancis yang defisit menunjukkan bahwa Perancis lebih banyak membeli daripada menjual produk lantai kayu. Negara