commit to user i
PENGGUNAAN LETTER OF CREDIT DAN TELEGRAPHIC
TRANSFER SEBAGAI METODE PEMBAYARAN
INTERNASIONAL PADA CV SOLO ETHNIC
DI SURAKARTA
TUGAS AKHIR
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Persyaratan Guna Mencapai Gelar Ahli Madya pada Program DIII Bisnis Internasional
Fakultas Ekonomi Sebelas Maret Surakarta
Oleh :
Muhammad Barkah Winata F3109044
PROGRAM STUDI DIPLOMA III BISNIS INTERNASIONAL
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2012
commit to user ii
ABSTRAKSI
PENGGUNAAN LETTER OF CREDIT DAN TELEGRAPHIC TRANSFER SEBAGAI METODE PEMBAYARAN INTERNASIONAL PADA CV
SOLO ETHNIC DI SURAKARTA MUHAMMAD BARKAH WINATA
F3109044
Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam dan pemahaman mengenai sistem pembayaran yang diterapkan oleh CV Solo Ethnic Furniture. Dalam melakukan transaksi ekspor impornya CV
Solo Ethnic menggunakan metode pembayaran Letter of Credit dan Telegraphic
Transfer.
Penelitian ini menggunakan dasar metode analisis Deskriptif, yaitu data-data yang ada diuraikan atau dijelaskan secara verbal. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung
dari pengamatan langsung dan interview pada staff dan pejabat CV Solo Ethnic
Furniture. Sedangkan data sekunder diperoleh sumber pustaka berupa modul dan literatur juga mengambil referensi dari sumber situs online.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa CV Solo Ethnic
dalam melakukan transaksi dengan client di luar negeri menggunakan metode
Telegraphic Transfer dengan Advance Payment dan menggunakan Letter of
Credit jenis irrevocable. Hambatan yang sering ditemui adalah pemeriksaan L/C
yang terkadang menemui kesalahan serta teknis dalam produksi yang sangat bergantung pada cuaca, begitu pula dengan jadwal kapal yang sering mundur juga karena keadaan cuaca yang terkadang kurang bersahabat.
Berdasarkan hambatan yang ditemui, saran yang dapat diberikan antara lain CV Solo Ethnic sebaiknya menggunakan jasa ahli dalam menggunakan Letter of Credit mengingat apabila terjadi kesalahan penulisan akan berakibat merugikan. Untuk hambatan teknis berupa cuaca yang berpengaruh pada ketepatan waktu pengiriman barang, ada baiknya CV Solo Ethnic melakukan booking moda transportasi barang jauh hari sebelum late date of shipment di L/C. Persiapan stok kayu untuk order berikutnya juga dapat meminimalisir resiko keterlambatan.
Kata kunci: Sistem Pembayaran, Letter of Credit, Telegraphic Transfer, Advance Payment.
commit to user iii ABSTRACT
THE APPLICATION OF LETTER OF CREDIT AND TELEGRAPHIC TRANSFER AS INTERNATIONAL PAYMENT METHOD
AT CV SOLO ETHNIC IN SURAKARTA
MUHAMMAD BARKAH WINATA F3109044
This final project writing aims to obtain a more in-depth description and comprehension about the applied payment system in CV Solo Ethnic Furniture. For export-import transaction, CV Solo Ethnic has been using Letter of Credit and Telegraphic Transfer as its payment instruments.
This research used descriptive analysis method, namely the existing data was elaborated and explained verbally. This research used two data sources; they are primary data and secondary ones. The primary data was obtained directly from direct observation and interview to staffs and managers of CV Solo Ethnic. Meanwhile, the secondary data was obtained from book or other source relevant to the subject matter studied.
Based on the result of this research, conclusions that can be made are CV Solo Ethnic in order to settle the transaction with foreign client has been using Telegraphic Transfer with Advance Payment based and Irrevocable Letter of Credit as their payment instruments. Some problems that usually found are some miss spelling in “L/C checking” and bad weather that make the date of finishing production should be postponed. The weather problem also impacted the date of shipment.
Based on the problems, some advices that can be given are hiring some experts in handling Letter of Credit to avoid errors on miss spelling L/C, booking ship space a week before the late date of shipment also necessary. To avoid the risk of the arriving late of goods, CV Solo Ethnic better prepare the stock of logs to handle the next order.
Keywords: Payment system, Letter of Credit, Telegraphic Transfer, Advance Payment
commit to user iv
Surakarta, 6 Juni 2012
Telah disetujui oleh dosen pembimbing
Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si NIP.196705231994031002
commit to user v
commit to user vi MOTTO
“Seek knowledge from the cradle to the grave”
Muhammad SAW
“Beri aku sesuatu yang paling sulit, aku akan belajar!” Andrea Hirata
PERSEMBAHAN
Tugas Akhir ini penulis persembahkan untuk :
1. Bapak dan ibu yang tak pernah kehilangan
semangat untuk menyekolahkan anaknya.
2. Pakde Dindut dan Bude, terima kasih telah
banyak sekali membantu saya.
commit to user vii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan dengan baik Tugas Akhir dengan judul “PENGGUNAAN LETTER OF CREDIT DAN
TELEGRAPHIC TRANSFER SEBAGAI METODE PEMBAYARAN
INTERNASIONAL PADA CV SOLO ETHNIC DI SURAKARTA”.
Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk melengkapi dan memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar Ahli Madya Program Studi Diploma III Bisnis Internasional pada Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Penulis menyadari proses penyusunan Tugas akhir ini dapat berjalan lancar tentunya karena bantuan, dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Dr. Wisnu Untoro, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas
Sebelas Maret Surakarta.
2. Bapak Drs. Hari Murti, M.Si selaku Ketua Program Studi D III Bisnis
Internasional Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.
3. Bapak Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si selaku dosen pembimbing yang
telah menyediakan waktunya dalam membimbing dan mengarahkan penulis selama penyusunan Tugas Akhir ini.
commit to user viii
4. Seluruh dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret
Surakarta.
5. Bapak Samsudin serta seluruh staff karyawan CV Solo Ethnic Furniture.
6. Keluargaku tercinta yang selalu mendampingi dan berkorban segalanya.
7. Arum Citra, terima kasih.
Penulis menyadari dalam penulisan Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran sangat diharapkan dari berbagai pihak untuk kesempurnaan penulisan Tugas Akhir ini.
Surakarta, 6 Juni 2012
commit to user ix DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ... i ABSTRAKSI ... ii PERSETUJUAN ... iv PENGESAHAN... v MOTTO... vi PERSEMBAHAN ... vi
KATA PENGANTAR... vii
DAFTAR ISI... ix
DAFTAR TABEL ... xi
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Perumusan Masalah ... 4
C. Tujuan Penelitian ... 4
D. Manfaat Penelitian ... 4
E. Metode Penelitian ... 5
BAB II LANDASAN TEORI A. Prosedur Ekspor ... 7
B. Pengertian Sistem Pembayaran Ekspor ... 11
C. Jenis-jenis Pembayaran Ekspor... 13
BAB III DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Obyek Penelitan ... 27
1. Sejarah Berdirinya Perusahaan ... 27
2. Lokasi Perusahaan ... 28
3. Struktur Organisasi ... 29
commit to user x
5. Produk yang Dihasilkan ... 35
6. Proses Produksi ... 36
7. Pemasaran Produk ... 37
8. Pengembangan Produk ... 39
9. Negara Tujuan Ekspor ... 40
B. Pembahasan ... 41
1. Sistem Pembayaran di CV Solo Ethnic ... 41
2. Hambatan-Hambatan yang Dihadapi ... 49
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan... 52
B. Saran ... 53 DAFTAR PUSTAKA
commit to user xi
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Jumlah Karyawan ... 34
commit to user xii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Prosedur Ekspor ... 9
Gambar 3.1 Struktur Organisasi ... 29
Gambar 3.2 Bagan Proses Produksi ... 36
Gambar 3.3 Mekanisme pembuatan Sale’s Contract ... 41
Gambar 3.4 Pembayaran dengan Letter of Credit ... 43
commit to user xiii
DAFTAR LAMPIRAN
1. Surat Pernyataan
2. Surat Keterangan Magang
3. Payment Term 4. Invoice 5. Packing List 6. Bill of Lading 7. Inspection Certificate 8. SIUP 9. TDP
10.Keputusan Dewan Pengurus Badan Revitalisasi Industri Kehutanan
commit to user ii
ABSTRAKSI
PENGGUNAAN LETTER OF CREDIT DAN TELEGRAPHIC TRANSFER SEBAGAI METODE PEMBAYARAN INTERNASIONAL PADA CV
SOLO ETHNIC DI SURAKARTA MUHAMMAD BARKAH WINATA
F3109044
Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam dan pemahaman mengenai sistem pembayaran yang diterapkan oleh CV Solo Ethnic Furniture. Dalam melakukan transaksi ekspor impornya CV
Solo Ethnic menggunakan metode pembayaran Letter of Credit dan Telegraphic
Transfer.
Penelitian ini menggunakan dasar metode analisis Deskriptif, yaitu data-data yang ada diuraikan atau dijelaskan secara verbal. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung
dari pengamatan langsung dan interview pada staff dan pejabat CV Solo Ethnic
Furniture. Sedangkan data sekunder diperoleh sumber pustaka berupa modul dan literatur juga mengambil referensi dari sumber situs online.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa CV Solo Ethnic
dalam melakukan transaksi dengan client di luar negeri menggunakan metode
Telegraphic Transfer dengan Advance Payment dan menggunakan Letter of
Credit jenis irrevocable. Hambatan yang sering ditemui adalah pemeriksaan L/C
yang terkadang menemui kesalahan serta teknis dalam produksi yang sangat bergantung pada cuaca, begitu pula dengan jadwal kapal yang sering mundur juga karena keadaan cuaca yang terkadang kurang bersahabat.
Berdasarkan hambatan yang ditemui, saran yang dapat diberikan antara lain CV Solo Ethnic sebaiknya menggunakan jasa ahli dalam menggunakan Letter of Credit mengingat apabila terjadi kesalahan penulisan akan berakibat merugikan. Untuk hambatan teknis berupa cuaca yang berpengaruh pada ketepatan waktu pengiriman barang, ada baiknya CV Solo Ethnic melakukan booking moda transportasi barang jauh hari sebelum late date of shipment di L/C. Persiapan stok kayu untuk order berikutnya juga dapat meminimalisir resiko keterlambatan.
Kata kunci: Sistem Pembayaran, Letter of Credit, Telegraphic Transfer, Advance Payment.
commit to user iii ABSTRACT
THE APPLICATION OF LETTER OF CREDIT AND TELEGRAPHIC TRANSFER AS INTERNATIONAL PAYMENT METHOD
AT CV SOLO ETHNIC IN SURAKARTA
MUHAMMAD BARKAH WINATA F3109044
This final project writing aims to obtain a more in-depth description and comprehension about the applied payment system in CV Solo Ethnic Furniture. For export-import transaction, CV Solo Ethnic has been using Letter of Credit and Telegraphic Transfer as its payment instruments.
This research used descriptive analysis method, namely the existing data was elaborated and explained verbally. This research used two data sources; they are primary data and secondary ones. The primary data was obtained directly from direct observation and interview to staffs and managers of CV Solo Ethnic. Meanwhile, the secondary data was obtained from book or other source relevant to the subject matter studied.
Based on the result of this research, conclusions that can be made are CV Solo Ethnic in order to settle the transaction with foreign client has been using Telegraphic Transfer with Advance Payment based and Irrevocable Letter of Credit as their payment instruments. Some problems that usually found are some miss spelling in “L/C checking” and bad weather that make the date of finishing production should be postponed. The weather problem also impacted the date of shipment.
Based on the problems, some advices that can be given are hiring some experts in handling Letter of Credit to avoid errors on miss spelling L/C, booking ship space a week before the late date of shipment also necessary. To avoid the risk of the arriving late of goods, CV Solo Ethnic better prepare the stock of logs to handle the next order.
Keywords: Payment system, Letter of Credit, Telegraphic Transfer, Advance Payment
commit to user
1
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Tidak ada satupun negara yang dapat memenuhi semua kebutuhan baik pangan maupun kebutuhan sampingan untuk dirinya sendiri. Terkadang juga didapati produksi suatu komoditi di suatu negara berlebih sehingga perlu menemukan konsumen yang membutuhkan komoditi tersebut di luar negaranya. Karena itu sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu negara-negara telah bertransaksi jual-beli melewati batas negaranya. Hal ini jelas memberikan keuntungan kepada negara-negara yang terlibat dengan kegiatan jual-beli tersebut. Menjual barang dari wilayah batas kepabeanan disebut ekspor, sedangkan membeli barang di luar batas kepabeanan dan menjual di dalam wilayah batas kepabeanan disebut impor. Perdagangan melintasi batas wilayah kepabeanan negara Indonesia disebut ekspor-impor. Perlahan-perlahan mengikuti arah kemajuan zaman, perlu ada sistem yang mengatur berlangsungnya kegiatan ini.
Sistem perdagangan internasional tidak lepas dari proses transaksi yang di dalamnya terdapat tata cara penyelesaian pembayaran
internasional. Beberapa sistem pembayaran antara lain dengan Letter of
Credit (Documentary Credit) dan Non Letter of Credit yang terdiri dari
pembayaran di muka (Advance Payment), secara perhitungan kemudian (Open Account), secara konsinyasi (Consignment) dan cara pembayaran lainnya.
Pemahaman dan pengetahuan eksportir mengenai pemilihan sistem pembayaran yang akan digunakan sangat berpengaruh pada keberhasilan transaksi yang akan dilakukan. Maka sebelum menentukan jenis pembayaran sebaiknya eksportir merundingkan terlebih dahulu rincian yang mesti dilakukan mulai dari jenis pengiriman hingga jenis pembayaran. Agar kedua belah pihak terhindar dari resiko kerugian maka dibuat suatu kebijakan yaitu melalui perjanjian jual-beli (Sale’s Contract). Sale’s Contract adalah kesepakatan antara kedua belah pihak yang akan melakukan perdagangan sesuai persyaratan-persyaratan yang telah disepakati bersama, serta masing-masing pihak harus melakukan semua kewajiban yang telah disepakati.
Setiap negara mempunyai peraturan serta sistem perdagangan yang berbeda-beda, karena itu, mereka yang terlibat dalam transaksi ekspor-impor tersebut, baik para pengusaha atau petugas-petugas bank, sangat perlu mengikuti perkembangan-perkembangan serta sistem perdagangan luar negeri, baik yang berlaku di Indonesia maupun di pelbagai negara lain (Roselyne Hutabarat, 1992:2).
CV Solo Ethnic merupakan perusahaan furniture yang berorientsi ekspor. Sebagian besar produknya diekspor ke negara-negara Eropa. Sistem pembayaran yang digunakan dalam transaksi perdagangan ekspor
lebih banyak menggunakan Letter of Credit dan Telegraphic Transfer.
Kedua jenis pembayaran ini dinilai yang paling banyak diminta oleh buyer. Namun untuk menghindari kesalahan pengetikan dalam L/C yang
commit to user
mengakibatkan diulurnya pembayaran dari bank importir maka buyer
biasanya juga memilih sistem pembayaran Advance Payment melalui
Telegraphic Transfer. Tentunya penggunaan Advance Payment
diperuntukkan bagi buyer yang telah menjalin hubungan bisnis cukup
lama dengan perusahaan dan telah sepenuhnya dipercaya.
Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini akan mengungkapkan berbagai masalah tentang metode pembayaran dengan mengambil judul “PENGGUNAAN LETTER OF CREDIT DAN TELEGRAPHIC TRANSFER SEBAGAI METODE PEMBAYARAN INTERNASIONAL PADA CV SOLO ETHNIC DI SURAKARTA”
B. Perumusan Masalah
Perumusan masalah bertujuan sebagai pedoman bagi penulis agar tetap berada dalam pembahasan yang dipetakan dalam point-point berikut sehingga pembahasan kemudian tidak melenceng dari masalh yang diteliti.
Adapun perumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana penerapan sistem pembayaran ekspor yang dilakukan di
CV Solo Ethnic?
2. Hambatan-hambatan apa yang ditemui dalam penerapan sistem
pembayaran ekspor pada CV Solo Ethnic?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui penerapan sistem pembayaran ekspor yang dilakukan di CV Solo Ethnic.
2. Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dialami dalam penerapan
sistem pembayaran ekspor pada CV Solo Ethnic.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat bagi eksportir
Diharapkan para pelaku ekspor yang baru memulai atau memerlukan pengetahuan mengenai sistem pembayaran dapat menjadikan penelitian ini sebagai referensi.
2. Manfaat bagi perusahaan
Sebagai masukan bagi perusahaan tentang hal-hal baru yang harus diterapkan dalam mengambil kebijakan untuk meningkatkan volume ekspor.
3. Manfaat bagi mahasiswa
Sebagai bacaan dan tambahan referensi bagi mahasiswa khususnya jurusan Bisnis Internasional yang sedang menyusun Tugas Akhir dengan pokok permasalahan yang sama.
E. Metode Penelitian
Metode penelitian yang dipakai penulis pada penelitian ini adalah metode penelitian secara deskriptif yang menggambarkan suatu obyek permasalahan yang dalam hal ini adalah permasalahan tentang pengembangan proses produksi furniture kualitas ekspor.
commit to user
1. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini dilakukan secara langsung terhadap obyek permasalahn yang diangkat penulis mengenai penerapan sistem pembayaran.
2. Jenis dan Alat Pengumpul Data
a. Jenis Data
1) Data Primer
Data primer dalam penelitian ini adalah Sejarah Perusahaan, Struktur Organisasi, Dokumen-dokumen yang digunakan, proses pembayaran ekspor yang dilakukan CV Solo Ethnic.
2) Data Sekunder
Data yang diperolah secara tidak langsung melalui studi kepustakaan yang meliputi dokumen-dokumen, peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sumber-sumber tertulis lainnya.
b. Alat Pengumpul Data
1) Observasi
Metode ini dilakukan dengan mempelajari dan mengamati kegiatan produksi hingga proses pengiriman yang dilakukan CV Solo Ethnic
2) Wawancara
Merupakan teknik pengumpulan data yang secara langsung diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak-pihak yang terkait langsung dengan kegiatan produksi.
3) Studi Pustaka
Merupakan teknik pengumpulan data yaitu dengan mempelajari buku referensi, catatan, dokumen maupun arsip yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
commit to user
7
BAB II
LANDASAN TEORI A. Prosedur Ekspor
Prosedur ekspor adalah tata cara yang harus ditempuh dalam memenuhi ketentuan peraturan pemerintah serta kelaziman yang berlaku dalam pelaksanaan suatu transaksi ekspor.
Proses perdagangan internasional terasa berbelit-belit, menurut Amir M. S. (2000:5) hal ini disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1. Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan (geo-politik)
2. Barang yang dikirim, atau diangkut dari suatu negara ke negara lainnya
melalui bermacam peraturan pabean yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah.
3. Antara suatu negara dengan negara yang lainnya beda sehingga
terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang, tarakan dan hubungan, hukum dan usance dalam perdagangan dan lain-lain.
Pelaku ekspor sebaiknya mempelajari terlebih dahulu prosedur ekspor guna meminimalisasi kesalahan prosedur saat melakukan perdagangan internasional.
Gambar 2.1 Prosedur Ekspor Sumber: Amir M. S. (2000:5)
commit to user
Keterangan:
1. Eksportir menerima order (pesanan dari langganan luar negeri (B-A)
2. Bank memberitahukan telah dibukanya suatu L/C untuk dan atas nama
eksportir (H-A)
3. Eksportir menempatkan pesanan kepada leveransir maker pemilik
barang atau produsen (A-C)
4. Eksportir menyelenggarakan pengepakan barang khusus untuk
diekspor (sea-worthy packing) (A)
5. Eksportir memesan ruang kapal (booking) dan mengeluarkan shipping
order pada maskapai pelayaran (A-D)
6. Eksportir menyelesaikan semua formulir eksportir dengan semua
instansi ekspor yang berwenang (A-E)
7. Eksportir menyelenggarakan pemuatan barang ke atas kapal dengan
atau tanpa menggunakan perusahaan ekspedisi (A-D)
8. Eksportir mengurus bill of lading dengan maskapai pelayaran (A-D)
9. Eksportir menutup asuransi laut deangan maskapai asuransi (A-F)
10.Menyiapkan faktur dan dokumen-dokumen pengapalan lainnya (A)
11.Mengurus consular-invoice dengan trade counselor kedutaan Negara
importir (A-G)
12.Menarik wesel kepada opening bank dan menerima hasilnya dari
13.Negotiating bank mengirimkan shipping-document kepada principalnya di negara importir (H-I)
14.Eksportir mengirimkan shipping-advice dan copy shipping document
kepada importir (A-B)
B. Pengertian Sistem Pembayaran Ekspor
Sistem Pembayaran merupakan sistem yang berkaitan dengan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain. Media yang digunakan untuk pemindahan nilai uang tersebut sangat beragam, mulai dari penggunaan alat pembayaran yang sederhana sampai pada penggunaan sistem yang kompleks dan melibatkan berbagai lembaga
berikut aturan mainnya. (http://www.bi.go.id)
Sistem pembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga dan mekanisme yang digunakan untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu
kegiatan ekonomi. (http://id.wikipedia.org)
Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa sistem pembayaran ekspor merupakan metode pemindahan nilai atau dana yang terjadi dalam transaksi lintas negara.
Perdagangan internasional berkaitan erat dengan transaksi pembayaran, sebagai akibat adanya bermacam-macam transaksi ekonomi, seperti jual beli barang maupun jasa, pemberian dan perluasan fasilitas kredit dalam rangka impor maupun ekspor. Untuk itu perbankan
commit to user
mempunyai peran penting sebagai lembaga mediasi/perantara dalam rangka lalu-lintas transaksi perdagangan internasional (Bimo Rizky Samudro, Tetuko Rawidyo Putro, Sarjiyanto, 2007:1)
Peranan perbankan sebagai mediator lalu-lintas pembayaran dan dokumen perdagangan internasional harus mengacu pada peraturan serta ketentuan-ketentuan yang berlaku secara internasional:
1. Uniform Customs and Practice for Documentary Credits (1993
Revision)
2. International Chamber of Commerce Uniform Rules for Bank to Bank
Rembusement under Documentary Credit. Publication No.525 (URR
525). Ketentuan seragam antar bank yang menyangkut bank to bank
reimbusement yang diterbitkan ICC (International Chamber of Commerce) berlaku sejak 1 Januari 1996.
3. International Chamber of Commerce Uniform Rules for Collection
(URC: 525) Publication No. 522. Ketentuan seragam dalam transaksi
bisnis internasional yang menyangkut documentary collection
(inkaso) yang berlaku mulai 1 Januari 1996.
4. Incoterms 2000 (International Commercial Terms) Publication No.
560. Ketentuan seragam dalam hal penyerahan barang dan pembayaran serta perpindahan tanggung jawab resiko dalam transaksi internasional. Berlaku mulai 2000.
commit to user
5. IKPI (Iktisar Ketentuan Perbankan Indonesia) berisi
ketntuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia khususnya jilid III, tentang transaksi devisa dan perdagangan internasional.
Hubungan antar bank yang bersifat korespondensi biasa dapat ditingkatkan menjadi bentuk kerjasama dengan adanya rekening koran
(deposit account) yang dimiliki masing-masing bank. Jenis rekening
koran tersebut dalam transaksi perdagangan internasional terdiri dari:
a. Nostro Account
Nostro account adalah rekening koran bank nasional dalam bentuk
mata uang asing yang dibuka di negara lain
b. Vastro Account
Vastro account adalah rekening koran dalam mata uang nasional di
bank nasional yang dibuka atau dimiliki oleh bank-bank luar negeri.
C. Jenis-jenis Pembayaran Ekspor
Sejalan dengan penjelasan Roselyne Hutabarat (1992:10) sistem pembayaran internasional dapat diklasifikasi sebagai berikut:
1. Advance Payment (Pembayaran di muka)
Advance payment adalah sistem pembayaran di mana pembeli (importir) membayar di muka (pay in advance) kepada penjual (eksportir) sebelum barang-barang dikirim oleh penjual tersebut. Ini
commit to user
pembayaran di muka maka berarti eksportir mempunyai baik barang-barang maupun uang. Sistem pembayaran ini menunjukkan bahwa di dalamnya terdapat faktor-faktor berikut:
a. Kepercayaan importir yang penuh terhadap eksportir bahwa ia
akan menerima barang-barang yang dipesan
b. Keyakinan importir bahwa negara eksportir tidak akan
melarang ekspor barang yang bersangkutan setelah adanya pembayaran
c. Keyakinan importir bahwa pemerintah di negara importir
mengizinkan adanya pembayaran di muka; kebanyakan negara tidak mengizinkannya
d. Bahwa importir mempunyai likuiditas yang cukup atau dapat
memperoleh modal kerja melalui fasilitas impor.
Pembayaran di muka adalah lazim dalam saat kondisi pasar yang baik bagi penjual (seller’s market).
Berdasarkan penjelasan di atas apat disimpulkan bahwa dalam sistem pembelian ini importir menanggung segala resiko baik tentang pembayaran yang telah dilakukan maupun tentang kemungkinan tidak dikirimkannya barang-barang yang dipesan.
2. Open Account
Sistem pembayaran ini adalah kebalikan dari sistem advance
sedangkan yang mendapat fasilitas kredit atau penangguhan bayaran adalah importir.
Disebutkan open account karena belum dilakukan pembayaran
apa-apa oleh importir kepada eksportir sebelum barang-barang dikapalkan atau tiba dan diterima importir atau sebelum waktu tertentu yang telah disepakati. Eksportir setelah melakukan pengapalan barang akan mengirimkan invoice kepada importir, dan takkan ada dikirimkan wesel atau instrumen lain oleh eksportir kepada importir.
Open account terjadi apabila:
a. Ada kepercayaan penuh antara importir dan eksportir
b. Barang-barang dan dokumen akan langsung dikirim ke pembeli
c. Eksportir kelebihan dana
d. Eksportir yakin tidak ada peraturan di negara importir yang
melarang transfer pembayaran impor tersebut ke dalam rekening eksportir.
Dalam transaksi ini terdapat resiko-resiko sebagai berikut:
a. Eksportir tidak mendapat perlindungan/kepastian apakah
importir akan membayar
b. Karena tidak ada bukti, maka dalam hal importir tidak
membayar, eksportir sulit membuktikan di pengadilan bahwa ia mempunyai tagihan kepada importir.
commit to user
c. Penyelesaian-penyelesaian perselisihan akan menimbulkan
ongkos bagi eksportir terutama bila ia harus datang ke tempat importir.
Jaminan apakah yang mungkin dapat diperoleh eksportir
dengan syarat-syarat pembayaran open account ini? Di antaranya
adalah:
a. Pengetahuan bahwa pembeli mempunyai nama/reputasi baik.
b. Pengetahuan bahwa keadaan ekonomi dan politik negara
pembeli adalah stabil. Laporan perekonomian tersebut dapat diperoleh dari bank.
c. Asuransi kredit yang ada.
3. Collection Draft
Sistem pembayaran ini lebih besar kekuatannya dibanding open
account, sebab eksportir (penjual) mempunyai hak dalam pengawasan barang-barang sampai draft/weselnya diaksep atau dibayar. Eksportir atau si penarik wesel (drawer) mengapalkan barang-barang ekspornya yang ditujukan kepada importir dan sementara itu dokumen-dokumen pemilikan/penguasaan atas pengiriman barang-barang tersebut secara langsung atau melalui banknya di dalam negeri dikirim ke bank importir di luar negeri yang merupakan pihak tertarik dari wesel yang bersangkutan (drawee).
Pemilikan atas dokumen-dokumen yang diperlukan oleh importir untuk mengeluarkan barang-barang tersebut tidak dilepaskan sampai
persyaratan-persyaratan penagihan wesel tersebut telah dipenuhi. Dokumen–dokumen tersebut dapat diserahkan kepada importir atas dasar:
1. D/P (Documents againts Payment)
Penyerahan dokumen kepada importir dilakukan apabila importir telah membayar.
2. D/A (Document againts Acceptance)
Penyerahan dokumen kepada importir apabila importir telah mengaksep wesel yang bersangkutan.
Dalam sistem pembayaran ini pihak importir berada di pihak yang beruntung oleh karena:
a. Tidak perlu menyetor sejumlah uang untuk menjamin pembukaan
L/C
b. Tidak perlu membayar biaya bank yang besar
c. Tidak perlu membayar sebelum menerima dokumen-dokumen
pemilikan barang.
Pada lain pihak eksportir tetap menanggung sejumlah resiko atau masalah-masalah yakni:
a. Resiko ekonomi dan politik negara importir.
b. Importir mengulur-ulur waktu pembayaran.
c. Importir tidak mengambil alih dokumen-dokumen tersebut.
commit to user
e. Pembayaran tidak dilakukan importir. (Wesel tidak diaksep atau
wesel yang diaksep tidak dibayar importir).
f. Mencari pembeli barang.
g. Demurrage (lewat wajtu untuk bongkar muat kapal).
h. Ongkis-ongkos pengapalan dan pengapalan kembali.
i. Kerugian-kerugian yang disebabkan oleh perubahan-perubahan
pasar yang berkaitan dengan harga barang ekspor tersebut.
j. Tersedia tidaknya foreign exchange (devisa) di negara tersebut.
k. Izin impor jatuh waktu.
4. Consignment (Konsinyasi)
Consignment (konsinyasi) adalah pengiriman barang-barang ekspor pada importir di luar negeri di mana barang-barang tersebut dikirim oleh eksportir sebagai titipan untuk dijualkan oleh importir dengan harga yang ditetapkan oleh eksportir. Barang-barang tersebut dikumpul dan dijual oleh importir yang merupakan agen dari eksportir tersebut dan segera setelah barang-barang tersebut dijual maka pembayarannya akan dilakukan kepada eksportir. Bilamana barang-barang tersebut tidak terjual, maka akan dikembalikan kepada eksportir.
Dalam sistem konsinyasi ini eksportir tetap memegang hak milik atas barang, sedang importir hanya merupakan pihak yang dititipi barang untuk dijual. Dengan demikian maka eksportirlah yang menanggung resiko yang mungkin terjadi, yakni antara lain:
a. Modal terlalu lama tertimbun pada barang yang diperdagangkan.
b. Tidak ada kepastian eksportir akan menerima pembayaran.
c. Eksportir dapat menjadi korban kenakalan importir yang
melaporkan barang telah terjual pada saat harga belum naik, padahal pada saat tersebut barang tersebut belum dijual, sehingga hasil ekspor yang diterima eksportir tidak sesuai dengan yang seharusnya diterima.
d. Bila importir tidak membayar, tidak ada bukti yang diperoleh
untuk menuntut importir di pengadilan.
5. Letter of Credit
a. Pengertian letter of credit
Letter of credit atau biasa disingkat dengan L/C adalah suatu surat yang dikeluarkan oleh suatu bank devisa atas permintaan importir langganan bank tersebut yang diajukan kepada eksportir di luar negeri yang menjadi relasi importir itu, yang memberikan hak kepada eksportir itu untuk menarik wesel-wesel atas bank dari importir bersangkutan untuk sejumlah uang yang disebutkan dalam surat itu.
Seterusnya bank bersangkutan menjamin untuk mengakseptir atau menghonorir wesel yang ditarik itu asal saja sesuai dan memenuhi semua syarat yang tercantum dalam surat itu.
Pembukaan suatu L/C adalah atas permintaan dan untuk keperluan
importir dalam hal ini lazimnya disebut opener dari L/C itu. Bank
commit to user
atau melalui salah satu korespondennya di negara atau di kota di mana eksportir yang dimaksud berada.
Bank yang melakukan pembukaan L/C itu disebut opening bank.
Kantor cabang dari opening bank di luar negeri atau salah satu dari
koresponden bank yang menerima pembukaan L/C tersebut disebut advising bank, sedangkan eksportir yang menerima pembukaan L/C itu disebut beneficiary (Amir M. S., 2000:32).
b. Mekanisme Penerbitan L/C
1) Importir meminta kepada bank devisanya untuk membuka
sebuah letter of credit sebagai dana yang dipersiapkan untuk
melunasi hutangnya kepada eksportir, sejumah yang disepakati
dalam sale’s contract dan sesuai dengan syarat-syarat
pencairan yang disebut dalam sale’s contract dan merujuk pada
ketentuan The Uniform Customs and Practice of Documentary
Letter of Credit dari Kamar Dagang Internasional, Paris no. 500 atau UCP-DC-500. L/C yang dibuka adalah untuk atas nama eksportir atau orang atau badan usaha lain yang
ditentukan oleh eksportir, sesuai kesepakatan dalam sale’s
contract.
Bank devisa yang diminta eksportir membuka L/C itu disebut
opening bank. Opening bank inilah yang bertanggung jawab
melakukan pembayaran atas L/C itu kepada eksportir penerima L/C. Importir yang meminta pembukaan LC disebut applicant.
2) Opening bank setelah menyelesaikan jaminan dan L/C dengan
importir, melakukan pembukaan L/C melalui bank
korespondennya di negara eksportir. Pembukaan L/C dilakukan dengan surat, kawat, teleks, faksimile, atau media elektronik lainnya yang sah. Penegasan pembukaan L/C dalam bentuk
tertulis itu disebut L/C confirmation yang diteruskan oleh
opening bank kepada bank korespondennya untuk disampaikan kepada penerima, yaitu eksportir yang disebut dalam surat itu.
Bank koresponden yang diminta opening bank untuk
menyampaikan amanat pembukaan L/C disebut advising bank.
3) Advising bank setelah meneliti keabsahan amanat pembukaan
L/C yang diterimanya dari opening bank meneruskan amanat
pembukaan L/C itu kepada eksportir yang berhak menerima dengan surat pengantar dari advising bank. Surat pengantar itu
disebut L/C advice, sedangkan eksportir penerima L/C disebut
beneficiary dari L/C itu. Bila advising bank diminta dengan
tertulis oleh opening bank untuk turur menjamin pembayaran
atas L/C tersebut, maka advising bank juga disebut sebagai
confirming bank.
Jadi dapat disimpulkan bahwa L/C itu adalah suatu alat yang memungkinkan importir untuk dapat melakukan pembayaran dan sebaliknya akan berusaha supaya penyediaan pembayaran ini tidak
commit to user
akan disalahgunakan oleh eksportir penerima L/C itu. (Amir M. S.,2000:35)
c. Jenis–jenis L/C
1) Revocable L/C
L/C yang sewaktu-waktu dapat ditarik kembali atau dibatalkan
oleh opener atau oleh opening bank (issuing bank) tanpa
memerlukan persetujuan dari beneficiary.
2) Irrevocable L/C
L/C yang tidak bisa dibatalkan selama jangka waktu
berlakunya yang ditentukan dalam L/C tersebut dan opening
bank tetap menjamin untuk mengakseptir atau untuk menghonorir wesel-wesel yang ditarik atas L/C tersebut.
3) Irrevocable & Confirmed L/C
L/C yang tidak dapat dibatalkan selama jangka waktu berlakunya dan pelunasan pembayaran dijamin bersama-sama oleh opening Bank dan advising bank
Dari ketiga L/C di atas maka sudah sewajarnya eksportir
menuntut pembukaan Irrevocable & Confirmed Letter of Credit
sebab akan merupakan jaminan atas pembayaran yang lebih sempurna.
Dari sudut lain dapat pula diadakan perbedaan L/C sebagai berikut:
L/C di mana penarikan wesel atau penerimaan uang dari L/C itu tidak mensyaratkan penyerahan dokumen apapun, bahkan pengambilan uang dari L/C itu dapat dilakukan dengan penyerahan kwitansi biasa.
b) Documentary Letter of Credit
L/C di mana penarikan wesel atau penerimaan uang dari L/C itu harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen yang diisyaratkan dalam L/C tersebut. Dokumen yang dimaksud
biasanya adalah dokumen pengapalan atau shipping
documents.
c) Documentary Letter of Credit dengan Red Clause
L/C yang memberi hak kepada beneficiary untuk menarik
sebagian tertentu dari jumlah L/C yang tersedia dengan penyerahan kwitansi biasa, atau dengan penarikan wesel tanpa memerlukan dokumen-dokumen lainnnya, sedangkan sisanya dilaksanakan seperti dalam hal documentary L/C. Red Clause dalam suatu L/C merupakan pembayaran di muka oleh pembuka L/C kepada penerima L/C yang seringkali diperlukan oleh penerima L/C untuk mengadakan persiapan-persiapan memulai suatu transaksi yang sedang dilakukannya.
commit to user
L/C di mana kredit yang tersedia dapat dipakai ulang tanpa mengadakan perubahan syarat khusus pada L/C tersebut.
e) Back to back L/C
L/C yang dibuka oleh supplier penerima L/C kepada
supplier kedua dengan jaminan L/C pertama. Dalam hal ini penerima L/C (Beneficiary) biasanya bukan pemilik barang; tetapi hanya perantara.
f) Standby L/C
L/C yang dibuka untuk menjamin pelaksanaan suatu
kontrak, dan dapat direalisasi (dicairkan) dengan
mengajukan pada issuing bank suatu Surat Pernyataan yang menyatakan bahwa pembuka kredit tidak memenuhi kontrak yang dibuatnya.
g) Usance L/C
L/C yang mewajibkan penerima L/C menarik wesel berjangka (Long Bill of Exchange) dan bukannya wesel unjuk (sight-draft).
Hal ini berarti penerima LC (pemilik barang/eksportir) memberi kredit jangka pendek kepada importir (pembeli) yang biasanya merupakan penundaan antara 90 hari sampai 180 hari.
L/C yang dibuka untuk memberi kemudahan khususnya bagi PMA (Penanaman Modal Asing). Pemerintah telah memberi izin kepada perusahaan yang ada di Indonesia untuk mengimpor bahan baku suku cadang bahkan mesin-mesin ke Indonesia dengan membuka merchant L/C kepada kantor induknya di luar negeri dengan tenggang waktu pembayaran (Deferred Payment)
6. Cara Pembayaran lain-lain
Cara pembayaran lain yang mungkin dilakukan dalam perdagangan internasional dengan kesepakatan pembeli dan penjual, adalah:
a. Barter
Di sini pembayaran harga barang yang diimpor dibayar dengan barang yang diekspor yang nilainya sama. Sistem barter ini
merupakan bentuk paling sederhana dari counter trade yang
merupakan pertukaran barang dengan barang secara langsung tanpa adanya pembayaran dalam bentuk uang, dan banyak ditempuh di negara-negara berkembang karena kesulitan meningkatkan volume dan mempromosikan barang ekspornya. Pertukaran barang ini didasarkan pada kepercayaan tanpa ada jaminan pembayaran dari bank.
commit to user
Sama dengan butir a, kecuali bahwa nilai barang ekspor
mungkin lebih tinggi dari barang impor sehingga selisih harga harus dibayar oleh importir luar negeri dengan cara transfer.
c. Advance payment kurang dari 100%
Pembayaran di muka bukan seluruh barang yang diekspor, tetap 10, 25 sampai dengan 95% dari harga barang ekspor. Sisanya ditagih dengan collection.
d. Pembayaran secara tunai
Pembayaran langsung tunai (cash) oleh pembeli (importir) kepada penjual (eksportir) dan biasanya pembeli mempunyai perwakilan (agen) di tempat penjual.
commit to user BAB III
DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Objek Penelitian
1. Sejarah Berdirinya Perusahaan
CV Solo Ethnic merupakan perusahaan berorientasi ekspor yang
bergerak di dalam bidang industri mebel. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2003. Sebelum menghasilkan produk mebel secara mandiri pada
tahun 2007, CV Solo Ethnic hanya sebatas perusahaan distributor
produk mebel dari perusahaan lain. Kemudian setelah memulai
memproduksi sendiri pada tahun 2007 CV Solo Ethnic mulai
mengembangkan sektor penjualannya sehingga memiliki pelanggan tetap di berbagai negara.
Dalam usaha pemasarannya, CV Solo Ethnic lebih banyak
mengekspor produknya ke daerah Eropa dan Asia. Perusahaan ini menerapkan sistem pre rder atau produce on demand yaitu perusahaan
menerima pesanan desain dari buyer terlebih dahulu sesuai keinginan
buyer baru kemudian desain tersebut mulai diproduksi. Gambar yang ditampilkan di katalog bukan merupakan barang ready stock.
Perintis perusahaan ini adalah Bp. AkhmadRowamussolikhin, SE. Perusahaan ini telah memiliki ijin pendirian badan usaha berbentuk
commit to user
persekutuan komanditer (CV) oleh notaris dengan SIUP nomor: 517/12/PM/II/2003 dan dengan NPWP nomor: 02.304.248.4-526.000
2. Lokasi Perusahaan
CV Solo Ethnic pada mulanya berlokasi di Jl. R.M Said No 242 Manahan Solo. Tempat ini dijadikan sebagai tempat produksi sekaligus showroom. Namun karena beberapa alasan lokasi perusahaan kemudian dipindahkan ke daerah Klegen Colomadu. Alasan perpindahan lokasi perusahaan berdasarkan pertimbangan sebagai berikut:
a. Wilayah
Daerah yang digunakan saat ini bukan di daerah padat penduduk sehingga memudahkan proses produksi mulai dari suplai bahan baku sampai kegiatan stuffing.
b. Material
Untuk mendapatkan bahan baku serta bahan pembantu, lokasi baru ini dipandang lebih strategis untuk melakukan pembelian kayu juga perbaikan pada bahan baku yang biasanya dilakukan di daerah Boyolali.
c. Tenaga Kerja
Tenaga kerja pabrik lebih banyak berdomisili di sekitar daerah Klegen sehingga para buruh lebih mudah menjangkau pabrik.
Pertimbangan ini masih berhubungan dengan poin c. Para
buruh dan suplier maupun buyer lebih leluasa menjangkau
daerah ini.
e. Lingkungan masyarakat
Sambutan dari masyarakat yang positif sehingga kegiatan pabrik tidak mengalami hambatan. Selain itu dengan dibukanya pabrik ini di lokasi baru secara otomatis membuka peluang kerja bagi penduduk di daerah sekitar.
3. Struktur Organisasi
Gambar 3.1 Struktur Organisasi Sumber: CV Solo Ethnic
Direktur
Wakil Direktur
Manager Operasional
QC Drawer Admin &
Keuangan
Bag. Produksi Bag.
Logistic
commit to user
Deskripsi Jabatan :
a. Direktur
1) Memimpin perusahaan supaya target perusahaan dapat
tercapai dengan baik.
2) Menentukan keputusan dan kebijakan menyangkut hal-hal
yang terjadi dalam perusahaan.
b. Wakil Direktur
1) Membantu dan mendampingi direktur dalam menangani
dan menjalankan tugas yang telah ditentukan perusahaan serta bertanggung jawab atas jalannya roda perekonomian perusahaan.
c. Manajer Operasional
1) Menguasai perencanaan penjualan/selling produk dengan
mempertimbangkan biaya produk dan kualitas produk.
2) Memburu peluang pasar/order/tren pasar yang sedang
berkembang pada saat ini.
3) Bersama dengan bagian administrasi dan keuangan untuk
melakukan negosiasi dengan supplier untuk pembayaran
dan hal teknis lain.
4) Memelihara komunikasi dan kekompakan antar pegawai
bawahan.
5) Menginformasikan ke accounting gaji yang tepat untuk
6) Memotivasi pegawai di unit operasional untuk bekerja dengan baik disiplin.
d. Quality Control (QC)
1) Melakukan pengecekan atas kualitas barang baik bahan
yang masih mentah maupun bahan yang telah dijadikan produk jadi yang dihasilkan oleh perusahaan.
e. Drawer
1) Membuat desain baru untuk perusahaan.
2) Merealisasikan desain produk pesanan sesuai dengan
pesanan pelanggan.
3) Mematok ukuran-ukuran baik untuk bahan maupun produk
yang akan diolah sesuai desain yang telah dibuat.
4) Memilih jenis kayu dan bahan penolong yang akan
digunakan untuk pembuatan suatu jenis produk yang akan dibuat.
5) Mengarahkan bagian produksi untuk menciptakan pola
desain yang sesuai dengan yang telah ditentukan
f. Administrasi & Keuangan
1) Membuat neraca dan laporan R/L setiap bulannya untuk
diserahkan ke pemimpin perusahaan.
2) Menentukan estimasi anggaran yang diperlukan dalam
commit to user
diperoleh, kebutuhan anggaran disampaikan ke pemimpin perusahaan.
3)Mengatur kas fisik perusahaan.
4)Menerbitkan packing list/invoice untuk ditagihkan pihak
pemasaran.
g. Bagian Logistic
1) Membuat data/laporan stok persediaan kayu, bahan
pembantu, bahan finishing, accessories dan bahan
pengemas.
2) Menyiapkan alat-alat kerja yang akan digunakan.
3) Mencatat keluar masuknya peralatan dari gudang.
4) Membeli bahan-bahan yang dibutuhkan untuk proses
produksi.
5) Perawatan/maintenance peralatan di gudang.
h. Bagian Produksi
1) Menguasai seluk-beluk data barang/order yang akan
diproduksi.
2) Menyiapkan hal-hal yang diperlukan selama proses
produksi.
3) Mengetahui dan menguasai seluk beluk mengenai jenis
4) Mengetahui dan menguasai mutu pekerjaan
(pembahanan, cutting, assembling/konstruksi dan
finishing).
5) Mempersiapkan/membuat data setiap hari (stok
komponen, stok barang jadi dan limbah hasil
produksinya) koordinasi dengan bagian logistik.
6) Mengamankan dan menjaga aset-aset perusahaan (bahan
baku, bahan pembantu, limbah kayu sisa hasil produksi)
7) Membantu proses input data ke bagian keuangan kantor
untuk pencatatan pembayaran tenaga borongan (bag. assembling, finishing dan packing)
8) Bertanggung jawab dengan menjaga “kecepatan dan
kualitas produk” yang sedang dilakukan dalam proses produksinya.
4. Personalia Perusahaan dan Jam Kerja
a. Penggolongan Karyawan dan Jumlah Karyawan
Pada CV Solo Ethnic penggolongan karyawan dibagi menjadi tiga golongan yaitu :
1) Karyawan Tetap
Karyawan yang telah resmi diangkat oleh
perusahaan dan menerima gaji setiap satu bulan sekali.
commit to user
Karyawan yang menerima upah terhitung
berdasarkan jumlah hari kerja dengan pemberian gaji setiap satu minggu sekali.
3) Karyawan Borongan
Karyawan yang diambil berdasarkan jumlah pesanan sesuai target dan berhak menerima gaji satu minggu sekali.
Untuk jumlah karyawan kantor, CV Solo Ethnic sebanyak 8 karyawan dan karyawan harian sebanyak 5 karyawan, sedangkan untuk karyawan borongan sebanyak 30 karyawan. Adapun jumlah karyawan CV Solo Ethnic dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.1 Jumlah Karyawan
No Bagian / Sub Bagian Jumlah
1 Direktur 1 orang
2 Wakil Direktur 1 orang
3 Manager Operasional 1 orang
4 QC / Quality Control 1 orang
5 Drawer 1 orang
6 Admin & Keuangan 1 orang
7 Bag. Logistik 1 orang
8 Bag. Produksi 1 orang
9 Assembling 1 orang
10 Finishing 1 orang
11 Packing 1 orang
b. Jam Kerja
CV Solo Ethnic menerapkan jam kerja mulai Senin sampai Sabtu dimulai pukul 08.00 – 16.00. Dan waktu istirahat kerja dimulai pukul 12.00 – 13.00. Khusus hari Minggu dan hari besar nasional karyawan diliburkan. Selain itu jam kerja dilakukan di luar jam kerja resmi yang berlaku, karyawan akan mendapatkan gaji tambahan karena bekerja lembur.
5. Produk yang Dihasilkan
CV. Solo Ethnic mengekspor sebagian besar produk yang diproduksi ke benua Eropa dan Asia, kerjasama yang telah berlangsung bertahun-tahun ini membuat produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini diterima dengan baik oleh konsumen Eropa dan Asia. Warga Eropa dan Asia yang cenderung suka dengan warna dan model furniture yang bersifat natural dan klasik membuat sebagian besar produk yang dihasilkan bersifat klasik dengan warna yang natural akan tetapi tetap terlihat modern dan simpel. Produk yang dihasilkan antara lain : a.Bed b.Bed Side c.Chair d.Dinning Table e.Coffee Table
commit to user
6. Proses Produksi
Karena CV Solo Ethnic adalah perusahaan manufacture, maka
kegiatan perusahaanpun berkaitan dengan suatu proses produksi yang berupa hasil mebel. Sehingga untuk menjaga mutu produk yang dihasilkan, maka perusahaan harus tetap fokus sejak proses produksi itu dimulai. Berikut ini adalah langkah-langkah produksi :
Gambar 3.2 Bagan Proses Produksi Sumber: CV Solo Ethnic
Komponen
Perakitan
Finishing / Amplas Revisi
Deskripsi Proses :
a. Komponen, yaitu pemotongan dan pembentukan kayu sesuai
dengan pola yang telah ditentukan.
b. Perakitan, yaitu merakit dan menyatukan komponen-komponen
yang telah disesuaikan dengan pola sehingga membentuk satu jenis produk yang ditentukan.
c. Revisi, yaitu memeriksa ulang mutu barang produksi yang sudah
jadi sebelum proses finishing.
d. Finishing/Amplas, yaitu mengamplas permukaan kayu yang telah
diproses agar lebih rapi dan halus.
7. Pemasaran Produk
Untuk Pemasaran, CV Solo Ethnic mempromosikan hasil produk meubelnya melalui website :www.soloethnic.com dan ikut sebagai peserta pameran di kota–kota besar yang bertaraf internasional yang diselenggarakan oleh event organizer yang telah memiliki nama dalam
penyelenggaraan eksibisi. Sedangkan untuk penjualan, calon buyer
dapat melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui email
:[email protected] atau juga dapat langsung memesan ke office
sekaligus showroom yang berada di Jl R.M Said No 242 Manahan,
Solo, Jawa Tengah. Untuk desain produk bisa dibuat sesuai desain
commit to user
desain dan ukuran yang diinginkan. Untuk menentukan kebijakan harga produk perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut ini :
a. Harga Bahan Baku
CV Solo Ethnic harus selalu meng-update pengetahuan tentang perubahan-perubahan harga bahan baku yang terjadi di pasar agar dalam menentukan harga tidak terjadi kesalahan, sehingga perusahaan tidak perlu menanggung kerugian akibat salah mematok harga produk.
b. Upah Tenaga Kerja
Dalam memberi upah tenaga kerja harus sesuai dengan standar UMR pada daerah yang dijadikan tempat produksi, kesejahteraan tenaga kerja jangan sampai terabaikan.
c. Biaya Pengiriman
Dilihat dari jauh dekatnya tempat tujuan pengiriman barang sangat memengaruhi besarnya ongkos yang harus ditanggung untuk shipping barang ke negara importir.
d. Biaya Lain-Lain
Biaya lain-lain yang dimaksud adalah biaya asuransi saat proses pengangkutan barang ke pelabuhan.
8. Pengembangan Produk
Bertambahnya perusahaan furniture yang berdiri secara otomatis
lagi. Promosi menjadi satu-satunya senjata dalam mengatasi ketatnya persaingan. Promosi merupakan arus informasi yang bertujuan untuk
menginformasikan, membujuk serta mengingatkan buyer akan suatu
produk yang dihasilkan CV Solo Ethnic.
Dalam hal ini CV Solo Ethnic hendaknya membuat rencana strategi promosi produk secara matang agar dapat mencapai target di pasaran internasional seperti :
a. Menciptakan berbagai macam desain furniture
Agar buyer tidak bosan dengan desain-desain yang sudah
ada, CV Solo Ethnic selalu melakukan update desain menurut
trend terbaru atau buyer dapat membuat desain-desainnya
sendiri.
b. Pemilihan pasar potensial
Dengan cara memilih pasar atau menentukan segmentasi pasar yang tepat untuk suatu produk, sehingga produksi pasar barang tersebut dijual servis atau pelayanan purna jual.
c. Kualitas produk yang baik
Dalam hal ini perusahaan lebih memperhatikan dan memperhitungkan terlebih dahulu barang yang diproduksi layak atau tidak dijual ke pasaran internasional sesuai kinerja manajemen.
commit to user
Menganalisis kondisi negara tujuan akspor CV Solo Ethnic meliputi:
a. Populasi
Tingkat kepadatan penduduk yang memiliki minat
menggunakan furniture, sehingga mempengaruhi volume
penjualan.
b. Sosial
Sebelum mengekspor biasanya perusahaan terlebih dahulu menganalisis minat masyarakat tersebut untuk memakai furniture dari Indonesia.
c. Politik
Perbedaan hukum dan politik antar negara akan menimbulkan peraturan dalam perdagangan suatu negara, maka CV Solo Ethnic perlu menyusun strategi pemasaran yang tepat dan matang untuk meningkatkan volume penjualan.
d. Ekonomi
CV Solo Ethnic melakukan penjualan ekspor barang cenderung diminati oleh kalangan menengah ke atas setiap negara-negara tersebut.
e. Transport
CV Solo Ethnic menggunakan pemasaran ekspor melalui darat dan laut.
commit to user
Tabel 3.2 Negara Tujuan Ekspor
No Tujuan Ekspor 1 Perancis 2 Inggris 3 Belgia 4 Belanda 5 Taiwan 6 Singapura 7 India
Sumber: CV Solo Ethnic
B. Pembahasan
1. Sistem Pembayaran yang Dilakukan CV Solo Ethnic
a. Proses Sale’s Contract
Gambar 3.3: Mekanisme pembuatan Sale’s Contract
Sumber: Amir M. S. (2000:106, 109)
1) Langkah pertama adalah CV Solo Ethnic melakukan hubungan
CV Solo Ethnic Importir/ Buyer Promosi Inquiry Offer sheet Order sheet Sale’s contract Sales
commit to user
lain dengan calon buyer di luar negeri. Hubungan ini
menyangkut order, buyer dapat menentukan sendiri model
furniture yang diinginkan atau memilih di katalog yang disediakan di situs Solo Ethnic. Penentuan harga barang
dilakukan setelah pihak Solo Ethnic selesai menghitung cost
yang diperlukan untuk memproduksi barang tersebut apabila buyer menginginkan model furniture custom.
2) CV Solo Ethnic kemudian memperhitungkan dan
mempertimbangkan harga yang dihabiskan untuk memproduksi furniture tersebut mulai dari jenis kayu hingga tingkat
kelembaban. Kemudian buyer menegosiasikan kembali harga
yang telah ditentukannya kepada buyer. Apabila buyer kurang
menyanggupi harga yang ditawarkan, pihak Solo Ethnic akan menawarkan alternatif lain seperti mengganti jenis kayu.
3) Setelah tercapainya kesepakatan masalah harga serta
biaya-biaya seperti biaya-biaya stuffing dan trucking maka pihak CV Solo
Ethnic menuangkan hasil rundingan tersebut ke sebuah kontrak tertulis untuk dikirim kepada buyer untuk ditandatangani.
4) Sale’s contract kemudian diteliti kembali apakah masih ada
kesalahan seperti kesalahan penulisan nama barang atau
penulisan nama buyer. Setelah dipandang bahwa sale’s
contract telah benar secara keseluruhan, barulah kemudian sale’s contract dikirim kepada buyer.
5) Pemeriksaan kembali dilanjutkan setelah sale’s contract diterima oleh buyer.
6) CV Solo Ethnic menerima kembali sale’s contract dari buyer.
Lalu CV Solo Ethnic membuat instruksi pembuatan kontrak.
7) Instruksi pembuatan kontrak kemudian dikirimkan ke divisi
produksi di perusahaan untuk memenuhi pesanan dari buyer
yang sesuai order.
b. Proses Sistem Pembayaran Menggunakan Letter of Credit (L/C)
Dalam Negeri Luar Negeri
Gambar 3.4: Proses sistem pembayaran dengan Letter of Credit
(L/C)
Sumber: Dikutip dari skema penerbitan L/C dan mekanisme Sales Contract Amir M. S. (2000:106, 109) CV Solo Ethnic Importir/ Buyer 1. Promosi 2. Inquiry 3. Offer sheet 4. Order sheet 5. Sale’s contract 6. Sales 9. L/C advice 7. Aplikasi L/C
commit to user
Gambar di atas menerangkan bahwa CV Solo Ethnic
menggunakan sistem pembayaran L/C dalam pembuatan sale’s
contract.
Keterangan:
1) CV Solo Ethnic mempromosikan komoditas yang akan
diekspornya melalui promosi seperti internet dan pameran dagang yang diadakan di dalam negeri maupun luar negeri.
2) Importir yang berminat akan mengirimkan surat permintaan
harga (inquiry) kepada eksportir.
3) Eksportir memenuhi permintaan dari importir dengan
mengirimkan kembali surat penawaran harga yang disebut juga offer sheet.
4) Importir setelah mempelajari dengan seksama offer sheet dari
eksportir menempatkan surat pesanan dalam bentuk order sheet kepada eksportir.
5) Eksportir menyiapkan kontrak jual beli ekspor sesuai dengan
data-data dari offer sheet, order sheet dan ditambah
syarat-syarat yang lain. Ditandatangani oleh eksportir dan dikirimkan kepada importir untuk ditandatangani juga sebagai tanda
persetujuan sale’s contract, sale’s contract dibuat aslinya
dalam 2 rangkap (two original).
6) Importir mempelajari sale’s contract, dan bila dapat
commit to user
dikembalikan kepada eksportir. Satu copy original dibawa oleh importir sebagai dokumen asli transaksi.
7) Importir meminta kepada bank devisa untuk membuka L/C
sebagai dana yang dipersiapkan untuk melunasi hutangnya kepada eksportir.
8) Opening bank setelah menyelesaikan jaminan dana L/C dengan
importir, melakukan pembukaan L/C melalui korespondennya di negara eksportir.
9) Advising bank (dalam hal ini Bank yang ditunuk adalah bank
BNI 46) meneliti keabsahan amanat pembukaan L/C yang
diterima dari opening bank, meneruskan pembukaan L/C itu
kepada Eksportir yang berhak menerima dengan surat pengantar dari advising bank.
Dalam pembayaran menggunakan term L/C, CV Solo Ethnic memiliki beberapa aturan dan syarat sebagai berikut:
1) L/C yang dipakai adalah jenis irrevocable.
2) Pencairan dengan term at sight.
3) Pengiriman paling lambat dalam jangka 2,5 bulan.
4) Masa berlaku L/C adalah 3 bulan.
5) Negara tempat pencairan (Expiry Place) adalah di Indonesia.
6) Pengiriman sebagian (Partial Shipment) diperbolehkan.
commit to user
9) Advising bank yang ditunjuk adalah:
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Sriwedari Jl. Slamet
Riyadi No 294 Surakarta – Central Java – Indonesia – 13800
Phone: +62271-715455 Fax : +62 -271- 711888
Swift Code : BMRIIDJA854
c. Proses Sistem Pembayaran Menggunakan Non L/C
1 2 3 4 5 6 6 (payment) 7 8 (payment II) 9 (document)
Gambar 3.5: Mekanisme pembayaran dengan menggunakan Telegraphic Transfer
Sumber: CV Solo Ethnic
Berikut adalah proses mekanisme pembayaran dengan Term Advance Payment.
1) CV Solo Ethnic melakukan kegiatan promosi melalui internet
atau eksibisi tertentu sehingga menarik minat dari salah satu calon pembeli
2) Pembeli memberikan timbal balik dari umpan promosi berupa
melakukan negosiasi dengan CV Solo Ethnic melalui e-mail
atau atau faks.
Buyer
CV Solo Ethnic
3) CV Solo Ethnic kemudian melakukan pengecekan serta
mempelajari offer sheet yaitu surat keterangan sesuai dengan
permintaan dari pembeli.
4) Pembeli kemudian memberikan draft PO (Purchase Order)
melalui media faks atau e-mail
5) CV Solo Ethnic kemudian mempelajari order, jika kedua belah
pihak menyetujui CV Solo Ethnic mengirimkan kembali draft
PO kepada pembeli.
6) Jika proforma invoice telah disetujui oleh pembeli maka
pembeli mengirimkan uang muka.
7) CV Solo Ethnic mulai melakukan proses produksi hingga
barang diantar ke tujuan.
8) Pembeli kemudian membayar sisa uang yang belum dibayar
kepada CV Solo Ethnic
9) Ketika uang diterima, CV Solo Ethnic baru mengirimkan
dokumen-dokumen yang diperlukan kepada pembeli untuk mengambil barang di negara tujuan.
Dalam metode ini juga CV Solo Ethnic mempersyaratkan beberapa hal sebagai berikut:
1) Importir diwajibkan mengirim fax mengenai data importir dan
shipping line juga rekening bank yang akan digunakan.
2) Untuk memenuhi sebagian biaya produksi importir diwajibkan
commit to user
3) Balance Payment 50% berikutnya dibayarkan setelah dokumen
dikirimkan. Dokumen dokumen yang dikirim berupa Bill of
Lading, Weight List, Certificate of Origin, Certificate of
Fumigation dan Commercial Invoice.
d. Faktor yang mendorong CV Solo Ethnic memilih sistem
Pembayaran tersebut
1) Pembayaran yang dilakukan dengan Letter of Credit (L/C)
Pembayaran dengan menggunakan letter of credit
dipandang lebih aman dengan tingkat resiko keterlambatan pembayaran yang sangat kecil karena ada bank sebagai pihak ketiga yang menjamin pembayaran importir kepada eksportir. Dengan adanya L/C maka CV Solo Ethnic akan menerima pembayaran setelah syarat-syarat dalam L/C dipenuhi oleh perusahaan.
Jenis L/C yang digunakan oleh CV Solo Ethnic adalah irrevocable L/C. Ini merupakan cara pembayaran transaksi luar negeri yang paling aman digunakan dibanding L/C jenis lain. Selain itu L/C ini juga tidak memiliki resiko tidak dibayar (unpayment) karena apabila L/C sudah dibuka tidak dapat dibatalkan lagi.
Secara umum sistem pembayaran dengan menggunakan
telegraphic transfer lebih sering digunakan di CV Solo Ethnic
karena cara ini dipandang relatif mudah dan murah dibanding L/C yang perlu biaya untuk membukanya. Namun cara ini
memiliki nilai resiko unpayment yang cukup tinggi karena
tidak ada bank sebagai pihak ketiga yang menjamin pembayaran. Karenanya perlu tingkat kepercayaan yang tinggi juga keadaan negara pembeli yang normal (tidak sedang atau akan dilanda krisis dalam waktu dekat) dan biasanya dilakukan
dengan buyer yang sudah melakukan transaksi cukup lama
dengan CV Solo Ethnic. CV Solo Ethnic juga tetap menerima pembayaran dengan sistem tertentu tergantung keinginan buyer.
2. Hambatan-hambatan yang dialami dalam sistem pembayaran pada CV
Solo Ethnic
Terkadang dalam melakukan kegiatan transakasi meski telah dipersiapkan secara matang seringkali tetap menemui hambatan-hambatan entah itu secara teknikal atau insidental. Adapun permasalahan yang dihadapi CV Solo Ethnic dalam melakukan kegiatan ekspor adalah:
a. Pengecekan L/C
Pengecekan L/C membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi mulai dari penulisan alamat hingga nama barang. Jika
commit to user
terjadi kesalahan sedikit saja maka dapat dikenakan biaya yang cukup tinggi untuk melakukan perubahan. Dalam hal ini
biasanya L/C dikembalikan kepada buyer untuk diterbitkan
ulang.
b. Cuaca
Dalam mendapatkan kayu yang baik CV Solo Ethnic perlu melakukan penebangan di daerah tertentu dengan medan yang landai. Penarikan batang dari tengah hutan ke jalan tentunya akan menemui kesulitan. Hal ini bisa juga diperparah dengan cuaca yang tidak bersahabat. Apabila terjadi penebangan yang kemudian disusul cuaca hujan deras maka penarikan batang ke jalan akan ditunda. Hal ini tentunya akan mengulur waktu dan beresiko keterlambatan proses produksi dan tibanya barang ke tujuan.
c. Jadwal keberangkatan kapal
Pada L/C telah dicantumkan secara jelas jadwal pengiriman barang berupa tanggal dan sistem pengirimannya juga tanggal kedatangan di pelabuhan tujuan. Namun jika terjadi penundaan pengiriman karena jadwal kapal yang mundur mengakibatkan jadwal kedatangan mundur sehingga importir tidak menerima barang tepat waktu. Pihak importir tentu saja tidak mau melunasi pembayarannya sampai barangnya tiba. Penundaan
commit to user
juga sering diakibatkan oleh keadaan cuaca yang seringkali tidak bersahabat.