• Tidak ada hasil yang ditemukan

potret konflik orangtua dan anak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "potret konflik orangtua dan anak"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

POTRET KONFLIK ORANG TUA -

ANAK

(2)

A. Pendahuluan

(3)

B. Gambaran Konflik Orang Tua -

Anak

1. Kedekatan Remaja dengan Orang Tua

(4)

b) Remaja yang berasal dari keluarga bermasalah

•Masalah dalam relasi orang tua – anak misalnya : ortu terlalu sering memarahi anak tanpa memberikan klarifikasi, mudah memberikan hukuman pada anak.

Anak akan merespons kemarahan orang tua dengan tidak betah dirumah dan melampiaskan kemarahannya diluar .

(5)

2. Area Konflik Remaja dengan Orang Tua

Tujuh area pemicu konflik remaja dan orang tua:

1. Terlambat pulang, baik dari sekolah maupun dari bermain.

2. Penampilan, terutama menyangkut cara berpakaian dan modelnya, serta gaya rambut.

3. Karakteristik teman sepergaulan.

4. Prestasi belajar.

5. Keterlibatan dalam tugas pekerjaan rumah.

6. Penggunaan telepon, terutama ponsel.

(6)

Respons Orang Tua terhadap Konflik dengan Remaja

Jika terjadi konflik terhadap remaja maka respon orang tua dan remaja adalah sebagai berikut :

MARAH : nada bicara tinggi, membentak, melotot,

mencubit, memukul, dsb

MARAH : nada bicara tinggi, membentak, melotot, mencubit, memukul, dsb

Orang tua remaja

Langsung pergi, membantah kemudian pergi, masuk kamar mengunci pinti lalu tidur, merasa sakit hati kemudianmembantah, pergi bermain dan kemudian dimarahi kembai

(7)

C.POTRET KONFLIK ORANG TUA-ANAK

DALAM MASYARAKAT

Dalam tahap ini terdapat 468 orang remaja yang berpartisipasi,terdiri dari 233 orang remaja laki-laki, dan 235 orang remaja perempuan.Remaja yang tergolong remaja awal(11-14 tahun) sebanyak 435 orang dan remaja tengah(15-14 tahun)sebanyak 33 orang.

(8)

Sumber konflik dengan orang

tua Remaja yang mengalami(%)

Prestasi belajar tidak sesuai harapan

83.80

Pemanfaatan waktu luang 59.28 Penggunaan telepon seluler 53.30 Ketertiban dalam membantu

tugas rumah 52.67

(9)

D.STRATEGI PENGELOLAKAAN KONFLIK

ORANG TUA-ANAK

•Hasil penelitian Barber karakteristik orang tua yang di inginkan remaja adalah:

1. Memiliki keterhubungan(connection)

2. Memberikan otonomi secara

psikologis(pyscho logical autonomy)

3. Memberikan regulasi yakni

(10)

E. Pembelajaran dari potret konflik

orang tua-anak dalam masyarakat

(11)

Menurut shek (2006)

kesediaan anak untuk bercerita menjadi salah satu indikator dari kualitas relasi indikator orang tua. Dua indikator lainnya adalah kepercayaan orang tua-anak dan keputusan anak terhadap kontrol orang tua. Dari sudut pandang teori domainsosial, unjuk

(12)

•Upaya orang tua ntuk mendisiplinkan anak agar berperilaku sesuai dengan yang diharapkan kebanyakan masih dilakukan dengan teknik ujuk kekuasaan.

•Padahal menurut teori domain sosial, teknik unjuk kekuasaan justru menghambat terjadinya internalisasi nilai oleh anak.

Referensi

Dokumen terkait

berbeda dengan tindikan pengasuhan, pendidikan pada anak usia remaja apalagi dengan

Dalam sebuah penelitian tentang perkembangan anak diperoleh kesimpulan bahwa para orang tua, sekolah, para penyedia jasa layanan masyarakarat dan berbagai pihak dapat

Model komunikasi yang digunakan oleh keluarga dalam menetapkan keputusan penting berbeda-beda, peda keluarga yang menggunakan cara otokratis itu disebabkan karena orang

Menurut hasil preobservasi penelitian remaja yang berperilaku kasar pada orang tua dengan latar belakang keluarga yang berbeda-beda di Desa Pegandikan Kecamatan

Karena berbeda-beda (heterogen) cara yang digunakan oleh para orang tua peserta didik dalam membimbing anak dalam lingkungan.. keluarga, maka anak-anak dalam satu kelas

Remaja yang berasal dari keluarga yang kacau biasanya lebih banyak mengalami kesulitan dalam hubungan social daripada remaja yang berasal dari keluarga yang utuh. Keadaan orang

Dengan tingkat usia sekolah yang berbeda-beda, latar belakang pendidikan yang berbeda-beda dan latar belakang keluarga yang berbeda ini maka ada beberapa anak pada usia 14 tahun sampai

Pengaruh dari keperibadiaan yang berbeda-beda ini disebabkan dengan orang tua yang mempunyai cara berbeda dalam memberikan pendidikan akhlak pada anaknya sehingga dalam keluarga disana