• Tidak ada hasil yang ditemukan

INNOVATING JOGJA KUBASI BISNIS BIDANG BATIK. Program by:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "INNOVATING JOGJA KUBASI BISNIS BIDANG BATIK. Program by:"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

INNOVATING JOGJA 

2018

KUBASI BISNIS BIDANG BATIK

Program by:

(2)

Meningkatkan daya saing komersial dan produktifitas sektor industri batik, kulit dan kerajinan, termasuk potensi ekspor melalui pendekatan inovasi.

Menghasilkan perusahaan start-up dan spin-out baru dari bisnis yang ada dan yang sedang berkembang melalui pengembangan inovasi.

Membantu mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat melalui budaya inovasi di Kota Yogyakarta.

Memperkuat kepemimpinan dan kapasitas untuk mendukung inovasi di antara sektor publik dan swasta di Kota Yogjakarta (individual dan perusahaan).

Memperkuat hubungan antar pemangku kepentingan, terutama antara sektor publik dan swasta serta sektor mikro, untuk menemukan mekanisme dan cara terbaik mendorong dan mendukung inovasi guna mendorong daya saing dan pertumbuhan ekonomi lokal.

TUJUAN KOMPETISI

P E N G E N A L A N P R O G R A M

Tahun 2015 hingga awal tahun 2016, EU-Indonesia Trade Cooperation Facility (TCF) melakukan studi inovasi di Bogor, Bandung dan Yogyakarta untuk melihat potensi pendirian pusat inovasi bisnis di ketiga kota tersebut. Di Yogyakarta, TCF melakukan konsultasi dengan para pemangku kepentingan industri dan para produsen, termasuk juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan Rektor Universitas Gadjah Mada.

Hasil studi menunjukkan, tantangan utama yang dihadapi adalah menemukan cara terbaik untuk mendorong inovasi bisnis yang potensial dan akurat sekaligus memperkuat peran pemangku kepentingan, seperti balai-balai besar industri di bawah Kementerian Perindustrian. Namun inovsi bisnis harus tetap

mempertimbangkan nilai-nilai lokal Yogyakarta serta visi dari Sri Sultan HB X untuk membangun ekonomi yang bermanfaat bagi semua.

Berdasar studi tersebut, maka diadakanlah Kompetisi “Innovating Jogja” pada sektor industri batik, kulit dan kerajinan.

“Innovating Jogja” menjadi pintu bagi ide-ide terbaik melalui proses identifikasi untuk mengembangkan potensi terbaik sesuai  kebutuhan. “Innovating Jogja”

diharapkan dapat menjadi motor penggerak untuk memelihara budaya inovasi di Yogyakarta.

OVERVIEW TENTANG INNOVATING JOGJA

SISTEM

Pencarian start up berbasis inovasi dilaksanakan melalui sistem kompetisi

(3)

P E N G E N A L A N P R O G R A M

Program Innovating Jogja 2018:Inkubasi Bisnis Bidang Batik merupakan inisiasi Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) dalam mengimplementasikan Permen 46 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Kerajinan dan Batik Pasal 24 butir (3) yang menyatakan bahwa Seksi Alih Teknologi dan Inkubasi mempunyai tugas untuk melakukan penyiapan bahan inkubasi.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan Innovating Jogja yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016, perbedaannya terletak pada fokus pelaksanaan dimana kegiatan ini akan lebih fokus pada penumbuhan usaha yang bergerak pada bidang batik, sesuai dengan misi Balai Besar Kerajinan dan Batik yang akan menjadi Pusat Unggulan Iptek Batik.

Kegiatan ini secara umum akan menggabungkan fungsi Innovating Jogja yang bertujuan menghasilkan start up berbasis inovasi dengan BBKB sebagai organisasi yang melaksanakan fungsi alih teknologi dan inkubasi industri.

Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan akan mampu menghasilkan wirausaha baru (tenant) pada bidang batik yang mandiri dalam melanjutkan usahanya secara kontinu setelah dinyatakan siap untuk dilepas dari inkubator.

INNOVATING JOGJA 2018:

INKUBASI BISNIS BIDANG BATIK

TUJUAN

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan Innovating Jogja 2018:Inkubasi Bisnis Bidang Batik adalah sebagai berikut:

Menciptakan dan mengembangkan usaha baru dalam bidang batik dengan sentuhan inovasi yang mempunyai nilai ekonomi serta memiliki daya saing khususnya yang berhubungan dengan litbangyasa di BBKB 

Mengoptimalkan pemanfaatan SDM terdidik dalam menggerakkan perekonomian melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi

Melaksanakan alih teknologi sebagai bagian dari diseminasi dan implementasi hasil liitbangyasa BBKB

(4)

P E N G E N A L A N P R O G R A M

Keluaran yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan Innovating Jogja 2018:Inkubasi Bisnis Bidang Batik adalah sebagai berikut:

Bagi Inkubator:

Tumbuhnya wirausaha muda bidang batik/kerajinan batik yang tangguh dan mandiri

Penyerapan tenaga kerja pada lapangan kerja baru yang dihasilkan Bagi Tenant

Mampu menghasilkan produk yang standar

Mampu mengakses jaringan permodalan secara mandiri

Mampu membangun jaringan pemasaran bagi produk yang dihasilkan

KELUARAN

BIDANG INKUBASI

Bidang usaha yang dipersyaratkan bagi tenant dalam kegiatan Innovating Jogja 2018:Inkubasi Bisnis Bidang Batik adalah usaha di bidang batik atau kerajinan yang mendukung batik (kerajinan batik). Batasan usaha yang akan menjadi fokus adalah sebagai berikut:

1.Inovasi Bahan/Material dan Desain Produk Kerajinan Batik

Definisi Inovasi Bahan/Material adalah Inovasi Batik pada media selain kain, atau inovasi bahan pendukung industri batik. 

Sedangkan Inovasi Desain Produk Batik adalah inovasi produk batik yang ditekankan dari mulai penyiapan motif sampai dengan produk jadi.

2.Inovasi Peralatan/Teknologi Pendukung Industri Batik

Definisi Inovasi Peralatan/Teknologi Pendukung Industri Batik adalah inovasi dibidang peralatan/teknologi pendukung industri batik, termasuk juga inovasi Teknologi Pengolahan Limbah Batik.

(5)

T A H A P A N

I N N O V A T I N G J O G J A 2 0 1 8 : I N K U B A S I B I S N I S

B I D A N G B A T I K

Kegiatan Innovating Jogja 2018:Inkubasi Bisnis Bidang Batik akan dibagi menjadi 4 (empat) tahap, yaitu sebagai berikut:

TAHAPAN PELAKSANAAN

RINCIAN TAHAPAN

Tahap Persiapan  Tahap Pra Inkubasi Tahap Inkubasi Tahap Paska Inkubasi

Tahap Persiapan

Merupakan tahapan yang dilakukan untuk menentukan pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan

Tahapan ini terdiri dari:

Studi literatur tentang pelaksanaan inkubasi 

Penyusunan konsep pelaksanaan kegiatan (bentuk, tema, petunjuk teknis, pembagian kerja, materi publikasi)

Konsultasi dan koordinasi dengan pihak terkait

Tahap Pra Inkubasi

Merupakan tahapan persiapan yang dilakukan untuk menyeleksi tenant

Tahapan ini terdiri dari:

Publikasi dan sosialisasi pelaksanaan kegiatan Pengumuman pelaksanaan seleksi tenant Seleksi Administratif

Presentasi Proposal Tes Psikotest

Bootcamp (Pelatihan dasar dan pemaparan ide bisnis)  Pengumuman tenant terpilih

(6)

Tahap Paska Inkubasi

Merupakan tahapan monitoring dan evaluasi atas keberlangsungan tenant dalam menjalankan usahanya

Tahapan ini terdiri dari:

Pembangunan jejaring dengan alumni 

Monitor dan evaluasi perkembangan usaha tenant dalam rentang waktu 2 (dua) tahun paska kelulusan

Pemberian konsultasi 

Merupakan tahapan pelaksanaan kegiatan inkubasi kepada tenant yang terpilih Tahapan ini terdiri dari:

Pembuatan kontrak tertulis dengan tenant yang terpilih 

Pelatihan dan pengembangan keterampilan yang dibagi menjadi tahapan sebagai berikut:

      1) Tahap I: Penguatan Teknis Produksi       2) Tahap II: Pembangunan Bisnis       3) Tahap III: Pengembangan Bisnis

Bimbingan teknis Konsultasi

Pendampingan Proses Produksi Uji Produk

Pemasaran Produk Pameran

Administrasi Bisnis Pembuatan Jejaring Tahap Inkubasi

(7)

P E R S Y A R A T A N

M E N J A D I T E N A N T

Persyaratan umum untuk menjadi Tenant Innovating Jogja 2018:Inkubasi Bisnis Bidang Batik  adalah sebagai berikut:

Warga Negara Republik Indonesia

Masyarakat umum, mahasiswa, alumni SMA/SMK yang berdomisili di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta atau memiliki Kartu Tanda Penduduk di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta

Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan, yang dibuktikan dengan surat pernyataan

Maksimal berusia 40 tahun pada saat pendaftaran Mampu mengoperasikan MS Office atau program sejenis Mempunyai kecakapan, keterampilan dan jiwa wirausaha

Mempunyai visi dan keinginan berwirausaha yang dibuktikan dengan proposal wirausaha

Memiliki ide inovasi sesuai fokus usaha yang dipilih

(8)

C A R A M E N D A F T A R M E N J A D I T E N A N T

Pelamar masuk ke website https://bbkb.kemenperin.go.id/ atau https://innovatingjogja.com/

Download dan isi formulir registrasi

Kirim melalui website BBKB atau serahkan formulir dan berkas pendaftaran ke kantor Balai Besar Kerajinan dan Batik Jl. Kusumanegara No. 7 Yogyakarta Berkas pendaftaran terdiri dari:

Periode pendaftaran tanggal 25 Juni s.d 22 Juli 2018 Formulir pendaftaran 

Proposal usaha yang meliputi:

   a) Pendahuluan (latar belakang dilengkapi dengan state of the art),    b) Tujuan

   c) Output usaha

   d) Gambaran detil konsep dan deskripsi

   e) Rancangan konsep prototipe (detil/spesifikasi dengan gambar 2D/3D);

Legalitas usaha (jika ada)

Surat Pernyataan keaslian/orisinalitas ide

Surat Pernyataan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan

berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, bermaterai Rp 6.000,- dan telah ditandatangani;

Pas foto 4x6 berwarna 2 lembar;

Fotokopi KTP;

(9)

T A H A P A N S E L E K S I

Tahapan seleksi yang harus dilalui oleh calon tenant adalah sebagai berikut:

Gambar 1. Tahapan Seleksi Tenant Innovating Jogja 2018:Inkubasi Bisnis Bidang Batik

(10)

P E N J E L A S A N

T A H A P A N S E L E K S I

Tahapan seleksi yang wajib diikuti oleh calon tenant terdiri dari 4 (empat) bagian, yaitu:

Seleksi Administrasi, Presentasi Proposal, Bootcamp, dan Presentasi Business Plan.

Keputusan juri tim seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Penjelasan tahapan tiap seleksi adalah sebagai berikut:

Seleksi Administrasi Berkas Pendaftaran

Berkas pendaftaran akan diverifikasi oleh Panitia secara tertutup. Panitia tidak melayani konfirmasi dan klarifikasi dengan calon tenant;

Panitia akan melakukan seleksi administrasi dengan sistem gugur sesuai dengan persyaratan yang ditentukan;

Hanya calon tenant yang telah melakukan pendaftaran dan memenuhi seluruh persyaratan pendaftaran, yang akan diluluskan dalam tahapan Seleksi Administrasi;

Berkas lamaran yang diterima panitia menjadi milik panitia dan tidak dapat diminta kembali oleh pelamar;

Calon tenant tidak diperkenankan melampirkan dokumen-dokumen lain selain kelengkapan berkas yang dipersyaratkan secara khusus;

Berkas pendaftaran calon tenant yang memenuhi persyaratan administrasi akan diumumkan melalui website https://bbkb.kemenperin.go.id/ atau

https://innovatingjogja.com/ pada tanggal 25 Juni 2018;

Calon tenant yang dinyatakan lulus Tahapan Seleksi Administrasi akan diundang untuk melakukan presentasi proposal.

Presentasi Proposal

Calon tenant yang dinyatakan lolos ke tahapan ini wajib untuk mempresentasikan proposal sesuai dengan yang dikirimkan kepada panitia;

Agar isi proposal mudah untuk dipahami maka setiap calon tenant disarankan untuk menuangkannya dalam bentuk file presentasi;

Presentasi proposal akan dinilai oleh Tim Juri yang independen dan ahli di bidangnya;

Calon tenant yang dinyatakan lulus seleksi proposal akan diundang untuk mengikusi seleksi Bootcamp.

(11)

Bootcamp

Calon tenant yang dinyatakan lolos ke tahapan ini wajib untuk mengikuti seleksi Bootcamp sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh panitia;

Bootcamp merupakan seleksi yang dilaksanakan simultan selama 4 (empat) hari dengan didahului oleh pemberian materi penunjang pendirian usaha, dan pada hari terakhir masing-masing calon tenant diwajibkan untuk mempresentasikan Business Plan yang akan dilakukan;

Presentasi Business Plan akan dinilai oleh Tim Juri yang independen dan ahli di bidangnya; 

Pada tahapan ini juga akan dilakukan psikotest, untuk mengetahui tingkat kesiapan calon tenant dalam menjalankan usaha;

Dua calon tenant dengan hasil penilaian Business Plan terbaik dan lulus psikotest akan ditetapkan menjadi pemenang dan akan menjadi tenant Innovating Jogja 2018:Inkubasi Bisnis Bidang Batik.

Pelaksanaan Inkubasi

Tenant terpilih akan menandatangani kontrak dan wajib mengikuti seluruh rangkaian program Innovating Jogja 2018:Inkubasi Bisnis Bidang Batik;

Kontrak berisi tentang hak dan kewajiban tenant serta BBKB selaku lembaga inkubator dalam pelaksanaan inkubasi termasuk penggunaan berbagai jenis layanan sarana dan prasarana yang disediakan oleh BBKB;

Seluruh pihak yang terkait dalam pelaksanaan ini wajib mentaati semua ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(12)

C O N T A C T P E R S O N

1. Harnandito Paramadharma     087839173041

    [email protected]

2. Titis Phiranti Rahayu Ningsih     085645609567

    [email protected]

3. Demas YogoPranoto     085640200291

    [email protected]

Sekretariat Panitia:

Balai Besar Kerajinan dan Batik Jl. Kusumanegara No. 7, Yogyakarta 0274 - 546111

[email protected]

Tambahkan sedikit teks isi

Gambar

Gambar 1. Tahapan Seleksi Tenant Innovating Jogja 2018:Inkubasi Bisnis Bidang Batik

Referensi

Dokumen terkait

a) Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Persaudaraan Setia Hati Terate bukanlah organisasi Pencak Silat yang berlandaskan ajaran agama namun lebih menekankan pada aspek

Sedangkan dalam strategi penjualan, pengusaha kerupuk melinjo menggunakan komunikasi tidak langsung dengan konsumen dari luar daerah, komunikasi yang terjadi melalui telpon

belum memadai seperti kerusakan pada komputer yang bisa menghambat proses penerbitan surat persetujuan berlayar, kerusakan dan kurangnya fasilitas yang memadai di

Dimana pewawancara boleh saja mengajukan pertanyaan secara meloncat-loncat dari waktu kewaktu yang lain, atau dari topik yang satu ke topik yang lainnya karena

Berikut cara pengeditan Video pada software Ulead VideoStudio yang dugunakan dalam pembuatan aplikasi Multimedia Pada DASAR – DASAR MESIN KENDARAAN BERMOTOR 4

Setiap Oarang atau Badan yang menjalankan kegiatan Usaha Jasa Konstruksi yang telah dicabut Izin Operasionalnya berdasarkan ketentuan sebagaiamana diatur dalam

1) Media padat/solid, diperoleh dengan cara menambahkan agar-agar. Agar berasal sari ganggang/alga yang berfungsi sebagai bahan pemadat. Alga digunakan karena bahan ini

Dominasi karyawan dengan jabatan non managerial (79,7%) kemungkinan menjelaskan mengapa kelelahan yang dirasakan menjadi rendah, karena jabatan yang semakin tinggi akan