Lampiran 1
Mekanisme Pencatatan di Bursa Efek Jakarta
Sejak Juli 2000, BEJ mengeluarkan peraturan pencatatan yang baru yang memuat ketentuan umum, persyaratan dan prosedur pencatatan di Bursa. Diterbitkannya peraturan ini untuk merespon kondisi yang ada saat ini dan sebagai salah satu upaya memulihkan kepercayaan publik terhadap Bursa melalui pengaturan tentang tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Peraturan ini juga merupakan bagian dari upaya BEJ dalam mengantisipasi perkembangan bursa lainnya sehingga dapat meningkatkan daya saing BEJ diantara bursa-bursa regional.
Di samping itu, peraturan ini juga untuk meningkatkan penyelenggaraan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), menekankan adanya kepastian hukum yang lebih jelas dalam proses listing/delisting di BEJ, serta pengetatan tingkat kepatuhan emiten dalam melakukan keterbukaan informasi (disclosure).
Peraturan ini memiliki dampak positif bagi emiten antara lain; timing delisting dapat diketahui dengan pasti saat emiten memenuhi kriteria delisting, sedangkan pada peraturan pencatatan yang lama tidak ada ketentuan yang pasti kapan efektif delisting bagi emiten yang telah terkena kriteria delisting.
Selain itu informasi peringatan kepada emiten yang akan didelist lebih cepat disampaikan (early warning announcement). Pada peraturan yang baru ini emiten sudah diberitahu sejak kondisinya mengarah pada salah satu atau lebih kriteria delisting. Bandingkan dengan peraturan yang lama, emiten didelist jika telah terkena salah satu atau lebih kriteria delisting.
Bagi pemodal saham, dengan adanya peraturan baru ini, pihaknya masih diberi kesempatan untuk mentransaksikan saham emiten yang akan didelist di Pasar Negosiasi karena pada dasarnya saham-saham yang telah didelist dari bursa bukan berarti tidak bernilai. Bahkan masih terbuka untuk Relisting sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Hal ini tentunya memperkecil kerugian bagi pemodal.
Proses Pencatatan di Bursa Efek Jakarta
1. Calon Perusahaan Terbuka (Emiten) mengajukan permohonan pencatatan ke Bursa dan kemudian BEJ akan mengevaluasi permohonan tersebut apakah sesuai dgn ketentuan pencatatan di Bursa. Setelah itu calon emiten diminta untuk mempresentasikan kinerja perusahaannya.
2. Jika memenuhi syarat, BEJ memberikan surat persetujuan prinsip pencatatan yang dikenal dengan istilah Perjanjian Pendahuluan.
3. Calon emiten mengajukan Pernyataan Pendaftaran ke BAPEPAM.
4. Apabila telah mendapat Pernyataan Efektif dari BAPEPAM, maka calon emiten melakukan proses penawaran umum (Initial Public Offering atau IPO).
5. Emiten membayar biaya pencatatan (lihat bagian biaya).
6. BEJ mengumumkan pencatatan efek tersebut di bursa.
Persyaratan Pencatatan.
Klasifikasi Papan Pencatatan
Pencatatan diklasifikasikan dalam 2 papan pencatatan yaitu Papan Utama dan Papan Pengembangan dimana penempatan dari emiten dan calon emiten yang disetujui pencatatannya di dasarkan pada pemenuhan persyaratan pencatatan awal pada masing-masing papan pencatatan.
Papan Utama ditujukan untuk calon emiten atau emiten yang mempunyai size besar dan mempunyai track record. Sementara Papan Pengembangan dimaksudkan untuk perusahaan-perusahaan yang belum dapat memenuhi persyaratan pencatatan di Papan Utama, termasuk perusahaan yang prospektif namun belum menghasilkan keuntungan, dan merupakan sarana bagi perusahaan yang sedang dalam penyehatan sehingga diharapkan pemulihan ekonomi nasional dapat terlaksana lebih cepat.
Persyaratan Umum
Calon emiten bisa mencatatkan sahamnya di Bursa, apabila telah memenuhi syarat berikut :
1. Pernyataan Pendaftaran emiten telah efektif
2. Calon emiten tidak sedang dalam sengketa hukum yang diperkirakan dapat mempengaruhi kelangsungan perusahaan
3. Bidang usahanya baik langsung atau tidak langsung tidak dilarang oleh perUU yang berlaku di Indonesia
4. Khusus calon emiten pabrikan, tidak dalam masalah pencemaran lingkungan (ini dibuktikan dengan sertifikat AMDAL) dan calon emiten industri kehutanan harus memiliki sertifikat ecolabeling (ramah lingkungan).
5. Khusus Calon emiten bidang pertambangan harus memiliki ijin pengelolaan yg masih berlaku minimal 15 tahun; memiliki minimal 1 kontrak karya atau Kuasa Penambangan atau Surat Ijin Penambangan Daerah; minimal salah satu Anggota Direksinya memiliki kemampuan teknis dan pengalaman di bidang pertambangan; calon emiten sudah memiliki cadangan terbukti (proven deposit) atau yang setara.
6. Khusus calon emiten yang bidang usahanya memerlukan ijin pengelolaan (seperti jalan tol, penguasaan hutan) harus memiliki ijin tersebut minimal untuk 15 tahun.
7. Calon emiten yang merupakan anak perusahaan dan/atau induk perusahaan dari emiten yg sudah listing di BEJ dimana calon emiten memberikan kontribusi pendapatan kepada emiten yg listing tersebut lebih dari 50%
dari pendapatan konsolidasi, tidak diperkenankan tercatat di Bursa.
8. Persyaratan pencatatan awal yang berkaitan dengan hal finansial didasarkan pada laporan keuangan Auditan terakhir sebelum mengajukan permohonan pencatatan.
Persyaratan Pencatatan Awal
Papan Utama
Calon Perusahaan Tercatat akan dicatatkan untuk pertama kalinya di Papan Utama apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Telah memenuhi persyaratan umum pencatatan saham.
2. Telah berdiri minimal 36 bulan (jangka waktu berdirinya dihitung sejak Akta Pendirian perusahaan mendapat pengesahan dari instansi yang berwenang).
3. Sampai dengan diajukannya permohonan pencatatan, telah melakukan kegiatan operasional dalam bisnis utama yang sama minimal 36 bulan berturut-turut.
4. Menyampaikan Laporan Keuangan Auditan 3 tahun terakhir, dengan ketentuan Laporan Keuangan Auditan 2 tahun buku terakhir dan Laporan Keuangan Auditan interim terakhir (jika ada) memperoleh pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
5. Memiliki total aktiva minimal Rp 300.000.000.000,-(tiga ratus miliar rupiah).
6. Berdasarkan Laporan Keuangan Auditan 2 tahun buku terakhir, perusahaan memperoleh laba usaha dan laba sebelum pajak dengan ketentuan laba sebelum pajak untuk tahun terakhir minimal Rp 20.000.000.000,- (dua puluh miliar rupiah) dan akumulasi laba sebelum pajak untuk 2 tahun buku terakhir minimal Rp 30.000.000.000,- (tiga puluh miliar rupiah).
7. Arus kas operasional (operational cash flow) tahun terakhir menunjukkan angka positif dan perseroan tidak gagal melakukan pembayaran (default) atas kewajiban pembayaran hutang.
8. Bidang usaha utamanya memberikan kontribusi pendapatan/penjualan minimal 60% dari total pendapatan/penjualannya.
9. Jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham minor (bukan majority shareholders) yang telah melakukan penawaran umum atau sudah tercatat di bursa efek lain minimal memiliki 100.000.000 (seratus juta) saham atau 35% dari modal disetor (mana yang lebih kecil).
10. Bagi calon emiten yang telah melaksanakan penawaran umum perdana harus memiliki minimal 1000 pemegang saham, atau bila calon emiten tersebut telah tercatat di bursa lain maka harus memiliki minimal 1000 pemegang saham yang dihitung dari Daftar Pemegang Saham 5 hari bursa terakhir sebelum mengajukan permohonan pencatatan ke BEJ.
11. Harga perdana saham calon emiten pada saat penawaran umum minimal 100 × fraksi atau bila perusahaan telah tercatat di bursa efek lain, memiliki harga pasar minimal 100x berdasarkan harga rata-rata penutupan saham selama 25 Hari Bursa Terakhir.
Papan Pengembangan
1. Telah memenuhi persyaratan umum pencatatan saham.
2. Telah berdiri minimal selama 12 bulan (jangka waktu berdirinya perusahaan dihitung sejak Akta Pendirian perusahaan memperoleh pengesahan dari instansi yang berwenang).
3. Sampai dilakukannya pencatatan, calon emiten telah melakukan kegiatan operasional dalam bisnis utama minimal 6 bulan berturut-turut.
4. Laporan Keuangan Auditan tahun buku terakhir (minimal 12 bulan) dan Laporan Keuangan Interim terakhir memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
5. Memiliki total aktiva minimal Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah).
6. Jika calon emiten mengalami rugi usaha, maka kerugian tersebut menunjukan kecenderungan menurun secara signifikan atau berdasarkan proyeksi dari pihak independen menunjukan prospek yang baik.
7. Jumlah saham yang dimiliki pemegang saham minor (bukan majority shareholders) minimal 50.000.000 (lima puluh juta) saham atau 35% dari modal disetor (mana yang lebih kecil).
8. Bagi calon emiten yang telah melaksanakan penawaran umum perdana harus memiliki minimal 500 pemegang saham, atau bila calon emiten tersebut telah tercatat di bursa lain maka harus memiliki minimal 500 pemegang saham yang dihitung dari Daftar Pemegang Saham 5 hari bursa terakhir sebelum mengajukan permohonan pencatatan ke BEJ.
9. Harga perdana saham calon emiten pada saat penawaran umum minimal 20 × fraksi atau bila perusahaan telah tercatat di bursa efek lain, memiliki harga pasar minimal 20 × berdasarkan harga rata-rata penutupan saham selama 25 Hari Bursa Terakhir.
10. Khusus calon emiten yang ingin melakukan IPO, perjanjian penjaminan emisinya harus menggunakan prinsip kesanggupan penuh (full commitment).
Proses Perpindahan Papan
Dari Papan Pengembangan ke Papan Utama (Promosi)
Perpindahan dari Papan Pengembangan ke Papan Utama dapat dilakukan apabila : 1. Perusahaan telah tercatat di Papan Pengembangan minimal 12 bulan.
2. Berdasarkan laporan Keuangan Auditan terakhir, memiliki total Aktiva minimal Rp. 300.000.000.000,- (tiga ratus miliar rupiah).
3. Telah berdiri minimal 36 bulan (jangka waktu berdirinya dihitung sejak Akta Pendirian disahkan oleh pihak yang berwenang).
4. Telah melakukan kegiatan operasional dalam bisnis utama yang sama minimal 3 tahun berturut-turut.
5. Berdasarkan Laporan Keuangan Auditan 2 tahun buku terakhir, perusahaan memperoleh laba usaha dan laba sebelum pajak dengan ketentuan laba sebelum pajak tahun terakhir minimal Rp 20.000.000.000,- (dua puluh miliar) dan akumulasi laba sebelum pajak untuk 2 tahun terakhir minimal Rp 30.000.000.000,- (tiga puluh miliar).
6. Jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham minor (bukan majority shareholders) minimal 100.000.000,- (seratus juta) saham atau minimal 35% dari modal disetor dalam jangka waktu 6 bulan terakhir berturut-turut (mana yang lebih kecil).
7. Jumlah pemegang saham yang memiliki minimal 1 satuan perdagangan,paling sedikit 800 (delapan ratus) pemegang saham dalam jangka waktu 6 bulan terakhir berturut-turut.
8. Berdasarkan Laporan Keuangan Auditan tahun buku terakhir, arus kas operasional (operational cash flow) menunjukkan angka positif dan perusahaan tidak gagal melakukan pembayaran (default) atas kewajiban pembayaran hutang.
9. Laporan Keuangan Auditan memperoleh pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 2 tahun terakhir berturut-turut.
10. Frekuensi transaksi di Pasar Reguler selama jangka waktu 6 bulan terakhir berturut-turut minimal 10 kali untuk setiap bulannya.
11. Rata-rata volume transaksi bulanan di Pasar Reguler selama jangka waktu 6 bulan terakhir minimal 1.000.000.- (satu juta) saham setiap bulan.
12. Harga rata-rata penutupan saham yang terjadi di Pasar Reguler selama 6 bulan terakhir minimal Rp 600,-(enam ratus rupiah).
13. Berdasarkan Laporan Keuangan Auditan tahun buku terakhir, bidang usaha utamanya memberikan kontribusi pendapatan/penjualan minimal 60
% dari total pendapatan/penjualannya.
14. Tidak mengalami kondisi dan atau peristiwa yang secara material diperkirakan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup emiten.
15. Tidak menghadapi gugatan/perkara yang secara material diperkirakan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup emiten.
16. Ijin usaha atau kegiatan usaha yang secara material memberikan kontribusi penjualan/pendapatan utama emiten tidak sedang dicabut atau dihentikan.
Dari Papan Utama ke Papan Pengembangan (Degradasi)
Perpindahan dari Papan Utama ke Papan Pengembangan dilakukan apabila Emiten sekurang-kurangnya mengalami satu kondisi dibawah ini :
1. Berdasarkan Laporan Keuangan Auditan terakhir, memiliki total aktiva kurang dari Rp 300.000.000.000,-(tiga ratus miliar rupiah);
2. Berdasarkan Laporan Keuangan Auditan tahunan, perusahaan mengalami rugi usaha atau rugi sebelum pajak untuk 2 tahun terakhir;
3. Jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham minor (bukan majority shareholders) kurang dari 20 % dari Modal Disetor dan kurang dari 80.
000.000 (delapan puluh juta) saham dalam jangka waktu 6 (enam) bulan terakhir berturut-turut;
4. Jumlah pemegang saham yang memiliki minimal 1 satuan perdagangan, kurang dari 500 pemegang saham dalam jangka waktu 6 bulan terakhir berturut-turut;
5. Laporan Keuangan Auditan memperoleh pendapat Disclaimer untuk tahun buku terakhir atau pendapat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) untuk 2 tahun buku terakhir dengan ketentuan Bursa-berdasarkan saran Komite Pencatatan Efek- berwenang memindahkan pencatatan sahamnya meskipun belum memenuhi 2 tahun buku terakhir;
6. Tidak ada transaksi di Pasar Reguler selama jangka waktu 3 bulan terakhir berturut-turut;
7. Rata-rata volume transaksi bulanan di Pasar Reguler selama jangka waktu 6 bulan terakhir kurang dari 1.000.000 (satu juta) saham setiap bulan;
8. Harga rata-rata penutupan saham yang terjadi di Pasar Reguler selama 6 bulan terakhir kurang dari Rp 500,- (lima ratus rupiah);
9. Mengalami kondisi dan atau peristiwa yang menurut pertimbangan Bursa secara material diperkirakan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup emiten;
10. Menghadapi gugatan/perkara yang menurut pertimbangan Bursa secara material diperkirakan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup emiten;
11. Dicabut ijin usaha dari bidang usaha atau tidak melakukan kegiatan usaha yang memberikan kontribusi penjualan/pendapatan utama sehingga diperkirakan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup emiten,
12. Harga teoritis saham hasil tindakan stock split, saham bonus dan atau saham dividen, atau saham hasil pelaksanaan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham, kurang dari 100×fraksi, namun tidak lebih rendah dari 20×fraksi.
13. Tidak menyampaikan laporan keuangan 10 Hari Bursa setelah berakhirnya batas waktu kewajiban penyampaian laporan keuangan.
Prosedur Perpindahan Papan
a. Bursa melakukan pemantauan atas kondisi dan kinerja emiten di Bursa yang berkaitan dengan persyaratan perpindahan papan pencatatan.
b. Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, apabila emiten memenuhi persyaratan di Papan Utama, maka Bursa memindahkan pencatatan sahamnya dari Papan Pengembangan ke Papan Utama.
c. Sebaliknya berdasarkan hasil pemantauan apabila emiten tidak memenuhi salah satu persyaratan di Papan Utama atau mengalami salah satu kondisi degradasi maka bursa memindahkan pencatatan sahamnya dari Papan Utama ke Papan Pengembangan.
d. Bursa menyampaikan pemberitahuan kepada emiten dan mengumumkan di Bursa tentang perpindahan papan pencatatan tersebut.
e. Perpindahan papan pencatatan menjadi efektif sesuai dengan pengumuman Bursa.
Lampiran 2
INDEKS HARGA SAHAM Pengertian Umum
Indeks Harga Saham merupakan indikator yang menggambarkan pergerakan harga-harga saham. Saat ini Bursa Efek Jakarta memiliki lima macam indeks harga saham, yaitu :
• Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), menggunakan semua saham tercatat sebagai komponen penghitungan indeks
• Indeks Sektoral, menggunakan semua saham yang termasuk dalam masing-masing sektor
• Indeks LQ45, menggunakan 45 saham yang terpilih setelah melalui beberapa macam seleksi
• Jakarta Islamic Index (JII), menggunakan 30 Saham yang masuk dalam kriteria Syariah dan termasuk saham yang likuid
• Indeks Individual, yaitu indeks harga masing-masing saham terhadap harga dasarnya
Indeks Harga Saham Gabungan (Composite Stock Price Index)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pertama kali diperkenalkan pada tanggal 1 April 1983 sebagai indikator pergerakan harga saham yang tercatat di Bursa, baik saham biasa maupun saham preferen. Hari dasar penghitungan indeks adalah tanggal 10 Agustus 1982 dengan nilai 100, sedangkan jumlah saham yang tercatat pada waktu itu adalah sebanyak 13 saham.Indeks Sektoral
Indeks Sektoral BEJ adalah sub indeks dari IHSG. Semua saham yang tercatat di BEJ diklasifikasikan kedalam sembilan sektor menurut klasifikasi industri yang telah ditetapkan BEJ, yang di beri nama JASICA (Jakarta Stock Exchange Industrial Classification). Kesembilan sektor tersebut adalah:
Sektor-sektor Primer (Ekstraktif) : Pertanian, sektor 1
Pertambangan, sektor 2
Sektor-sektor Sekunder (Industri Pengolahan/Manufaktur):
Industri Dasar dan Kimia, sektor 3 Aneka Industri, sektor 4
Industri Barang Konsumsi, sektor 5
Sektor-sektor Tersier (Jasa):
Properti dan Real Estate, sektor 6 Transportasi dan Infrastruktur, sektor 7 Keuangan, sektor 8
Perdagangan, Jasa dan Investasi, sektor 9
Hari Dasar dan Evaluasi Indeks
Indeks sektoral diperkenalkan pada tanggal 2 Januari 1996 dengan nilai awal indeks 100 untuk setiap sektor dan menggunakan hari dasar tanggal 28 Desember 1995. Selain sembilan sektor tersebut BEJ juga menghitungan Indeks Industri Manufaktur (Industri Pengolahan) yang merupakan indeks gabungan dari saham- saham yang terklasifikasikan dalam sektor tiga, sektor empat dan sektor lima.
Evaluasi klasifikasi industri perusahaan yang tercatat di BEJ dilakukan setahun sekali setiap bulan Juni yang hasilnya efektif berlaku untuk periode Juli s/d Juni tahun berikutnya. Bila evaluasi ini mengakibatkan perubahan klasifikasi industri suatu saham sehingga dipindahkan sektor industri lainnya, penyesuaian juga akan dilakukan pada indeks sektoral yang bersangkutan.
Indeks LQ45
Indeks ini terdiri dari 45 saham dengan likuiditas (LiQuid) tinggi, yang diseleksi melalui beberapa kriteria pemilihan. Selain penilaian atas likuiditas, seleksi atas saham-saham tersebut mempertimbangkan kapitalisasi pasar.
Kriteria Pemilihan Saham Untuk Indeks LQ45
Untuk dapat masuk dalam pemilihan, suatu saham harus memenuhi kriteria- kriteria berikut ini:
1. Masuk dalam urutan 60 terbesar dari total transaksi saham di Pasar Reguler (rata-rata nilai transaksi selama 12 bulan terakhir).
2. Urutan berdasarkan kapitalisasi pasar (rata-rata nilai kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir)
3. Telah tercatat di BEJ selama paling sedikit 3 bulan.
4. Kondisi keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan, frekuensi dan jumlah hari transaksi di pasar Reguler.
Evaluasi Indeks dan Penggantian Saham
Bursa Efek Jakarta secara rutin memantau perkembangan kinerja komponen saham yang masuk dalam penghitungan Indeks LQ45. Setiap 3 bulan riview pergerakan ranking saham akan digunakan dalam kalkulasi Indeks LQ45.
Penggantian saham akan dilakukan setiap enam bulan sekali, yaitu pada awal bulan Februari dan Agustus. Apabila terdapat saham yang tidak memenuhi kriteria
seleksi Indeks LQ 45, maka saham tersebut dikeluarkan dari penghitungan indeks dan diganti dengan saham lain yang memenuhi kriteria.
Hari Dasar Indeks LQ45
Indeks LQ45 pertama kali diluncurkan pada tanggal 24 February 1997. Hari dasar untuk penghitungannya adalah 13 Juli 1994 dengan nilai dasar 100. Untuk seleksi awal digunakan data pasar dari Juli 1993 - Juni 1994, hingga terpilih 45 emiten yang meliputi 72% dari total kapitalisasi pasar dan 72,5% dari total nilai transaksi di pasar reguler.
Jakarta Islamic Index
Dalam rangka mengembangkan pasar modal syariah, PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) bersama dengan PT Danareksa Invesment Management (DIM) telah meluncurkan index saham yang dibuat berdasarkan Syariah Islam, yaitu Jakarta Islamic Index (JII).
Jakarta islamic Index terdiri dari 30 jenis saham yang dipilih dari saham-saham yang sesuai dengan Syariah Islam. Penentuan kriteria pemilihan saham dalam Jakarta Islamic Index melibatkan pihak Dewan Pengawas Syariah PT Danareksa Invesment Management.
Jakarta Islamic Index dimaksudkan untuk digunakan sebagai tolok ukur (benchmark) untuk mengukur kinerja suatu investasi pada saham dengan basis syariah. Melalui index diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk mengembangkan investasi dalam ekuiti secara syariah.
Pemilihan Saham untuk Indeks
Untuk menetapkan saham-saham yang akan masuk dalam perhitungan indeks dilakukan dengan urutan seleksi sebagai berikut:
1. Memilih kumpulan saham dengan jenis usaha utama yang tidak
bertentangan dengan prinsip syariah dan sudah tercatat lebih dari 3 bulan (kecuali termasuk dalam 10 kapitalisasi besar).
2. Memilih saham berdasarkan laporan keuangan tahunan atau tengah tahun berakhir yang meiliki rasio Kewajiban terhadap Aktiva maksimal sebesar 90%.
3. Memilih 60 saham dari susunan saham diatas berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar (market capitalization) terbesar selama satu tahun terakhir.
4. Memilih 30 saham dengan urutan berdasarkan tingkat likuiditas rata-rata nilai perdagangan reguler selama satu tahun terakhir.
Pengkajian ulang akan dilakukan 6 bulan sekali dengan penentuan komponen index pada awal bulan Januari dan Juli setiap tahunnya. Sedangkan perubahan
pada jenis usaha emiten akan dimonitoring secara terus menerus berdasarkan data- data publik yang tersedia.
Perhitungan Indeks
Perhitungan JII dilakukan oleh Bursa Efek Jakarta dengan menggunakan metode perhitungan indeks yang telah ditetapkan oleh Bursa Efek Jakarta, yaitu dengan bobot kapitalisasi pasar (market cap weighted). Perhitungan indeks ini juga mencakup penyesuaian-penyesuaian (adjustment) akibat berubahnya data emiten yang disebabkan oleh corporate action. JII menggunakan tanggal awal
perhitungan 1 Januari 1995 dengan nilai awal sebesar 100.
Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan
Dengan maksud untuk menyediakan suatu indikator untuk memantau perkembangan saham-saham yang masuk dalam masing-masing papan
pencatatan, pada tanggal 8 April 2002, BEJ meluncurkan dua indeks baru yaitu:
Indeks Papan Utama dan Indeks Papan Pengembangan. Kedua indeks ini adalah indeks yang dihitung dengan metode yang sama dengan penghitungan indeks BEJ lainnya, yaitu indeks yang menggunakan rata-rata tertimbang dari nilai pasar (market value weighted average index). Penghitungan Indeks dilakukan setiap hari bursa mulai pada saat perdagangan saham dibuka pukul 9.30 hingga akhir perdagangan saham pukul 16.00.
Hari Dasar Indeks Papan Utama dan Indeks Papan Pengembangan
Hari dasar untuk penghitungan Indeks Papan Utama dan Indeks Papan
Pengembangan adalah 28 Desember 2001 dengan nilai dasar 100. Pada hari itu, 34 saham tercatat pada Papan Utama dan 287 saham tercatat pada Papan
Pengembangan dengan komposisi kapitalisasi pasar untuk indeks masing-masing 62% dan 38% dari total keseluruhan.
Penyesuaian Jumlah Saham
Untuk mengeliminasi pengaruh faktor-faktor yang bukan perubahan harga saham, jumlah saham dan nilai dasar selalu disesuaikan bila terjadi corporate action seperti stock split, deviden/bonus saham, penawaran terbatas dan lain-lain.
Dengan demikian, indeks akan benar-benar mencerminkan pergerakan harga saham.
Lampiran 3
Tabel Intensitas Penggunaan Long-Short Investment Perusahaan Besar (Papan Utama)
No Melakukan Long Short 1 Aneka Tambang
2 Charoen pokphand 3 Asahimas Flat Glass 4 Astra Otoparts 5 Bank BCA 6 Bank Mandiri 7 Bank Mega
8 Dankos Laboratories 9 Dynaplast
10 Gudang Garam 11 HM Sampoerna 12 Humpuss Intermoda 13 Indofood Sukses Makmur 14 Indorama Syntetics 15 Indosat
16 Komatsu Indonesia 17 Makindo
18 Matahari Putra Prima 19 Modern Photo 20 Samudera Indonesia 21 Selamat Sempurna 22 Semen Gresik 23 Surya Citra
24 Telekomunikasi Indonesia 25 Tempo Scan
26 Tunas Baru Lampung 27 Tunas Ridean 28 Ultrajaya Milk
No Hanya Melakukan Short 1 Alfa Retailindo
2 Astra Argo Lestari 3 Apexindo
4 Hero Supermarket 5 INCO
6 Petrosea
7 Ramayana Lestari Sentosa 8 Tambang Batubara Bukit Asam 9 Unilever
Lampiran 4
Tabel Intends Penggunaan Long-Short Investment Perusahan Kecil (Papan Pengembangan)
APAC CITRA CENTERTEX TBK.
Hanya Melakukan Short No. Nama Emiten
1 ABDI BANGSA TBK
2 ADINDO FORESTA INDONESIA TBK 3 AKBAR INDO MAKMUR
4 ALTER ABADI TBK
5 ALUMINDO LIGHT METAL INDTRY.
TBK.
6 ANDHI CHANDRA AUTOMOTIVE PRODUCTS TBK
7 ANTA EXPRESS TOUR & TRAVEL SERVICE TBK
8 ANUGRAH TAMBAK PERKASINDO TBK
9 AQUA GOLDEN M.
10 ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY 11 ARGO PANTES TBK
12 ARONA BINASEJATI TBK 13 ARWANA CITRAMULIA T6K 14 ASIA INTISELERA TBK
15 ASIANA INTERNATIONAL TBK.
16 ASlAPlAST INDUSTRIES TBK 17 BAHTERA ADIMINA SAMUDRA TBK 18 BANK BUMIPUTERA INDONESIA
TBK
19 BANK CIC INTERNATIONAL TBK.
20 BANK DANPAC TBK
21 BANK EKSEKUTIF INTERL TBK 22 BANK GLOBAL INTL TBK 23 BANK KESAWAN TBK
24 BANK MAYAPADA INTERNATIONAL 25 BANK NUSANTARA PARAHYANGAN
TBK
26 BANK SWADESI TBK 27 BAT INDONESIA
28 BAYER INDONESIA 29 BAYER INDONESIA
30 BENTOEL INTERNATIONAL INVESTAM
31 BETONJAYA MANUNGGAL TBK 32 BFI FINANCE INDONESIA TBK.
33 BINA DANATAMA FINANCE TBK 34 BRISTOL-MYERS SQUIBB
INDONESIA
35 BRISTOL-MYERS SQUIBB INDONESIA
36 BUKAKA TEKNIK UTAMA 37 BUMI RESOURCES TBK 38 CENTEX
39 CENTRAL KOPORINDO INTERNASIONAL TBK 40 CIPTA PANELUTAMA TBK 41 CIPTOJAYA KONTRINDOREKSA
TBK
42 CIPUTRA SURYA TBK 43 COLORPAK INDONESIA TBK 44 DAEYU ORCHID INDONESIA TBK 45 DANASUPRA ERAPACIFIC TBK 46 DAVOMAS ABADI
47 DELTA DJAKARTA
48 DUTA ANGGADA REALTY 49 DYVIACOM INTRABUMI TBK 50 EQUITY DEVELOPMENT INVEST 51 EVER SHINE TEXTILE I.
52 FAJAR SURYA WISESA TBK 53 FAST FOOD INDONESIA
54 FATRAPOLINDO NUSA INDUSTRI TBK
55 FISHINDO KUSUMA SEJAHTERA TBK
56 FORTUNE INDONESIA TBK 57 FORTUNE MATE INDONESIA TBK 58 GEMA GRAHASARANA TBK 59 GOODYEAR INDONESIA
1 60 1 DUTA PERTIWI NUSANTARA 1 61 EKADHARMA TAPE INDUS.
62 ENSEVAL PUTERA M.T. TBK 63 ERATEX DJAJA LIMITED TBK 64 ETERINDO WAHANATAMA
I ~~~~
65 GAJAH TUNGGAL TBK -766 GLOBAL (MTFN)
67 GREAT RIVER INTERNATIONAL 68 HANSON INDUS. UTAMA TBK 69 HEXINDO ADIPERKASA
70 HOTEL SAHID JAYA INT’L TBK 71 INDAH KIAT PULP & PAPER
CORPORATION
72 INDAL ALUMUNIUM INDUST 73 INDOCEMENT T.P.
74 INDOFARMA TBK
75 INDOMOBIL SUKSES IN-I-L TBK 76 INDONESIA PRIMA PROPERTI TBK 77 INDOSIAR VISUAL MANDIRI TBK 78 INTANWIJAYA INTERNASIONAL
TBK.
79 INTER DELTA I
80 INTER PACIFIC BANK TBK
81 INTIKERAMIK ALAMASRI INDUSTRI TBK
4
83 JAKARTA INTERNATIONAL HOTELu4 LIMITED TBK
85 JAKARTA SETIABUDI INTERNASIONAL
86 JAPFA COMFEED INDON.
87 JAYA PARI STEEL TBK 88 JAYA REAL PROPERTY
89 JEMBO CABLE COMPANY TBK
190 I
KALBE FARMA91 KARWELL INDONESIA
60 GOWA MAKASSAR TOURISM DEVELOPMENT TBK
61 GT KABEL INDONESIA TBK 62 GT PETROCHEM IND. TBK.
63 IGAR JAYA
67 INFOASIA TEKNOLOGI GLOBAL TBK
1 68 1 INTEGRASi TEKNOLOGI TBrl 69 INTI INDAH KARYA PLASINDO TBK 70 INTRACO PENTA
71 JASUINDO TIGA PERKASA TBK 72 KABELINDO MURNI TBK
173 I KARKA YASA PROFILIA TBK 74 KASOGI INT’L TBK
75 KEDAWUNG SETIA IND 176
1
LAMICITRA NUSANTRA TBK79 LIMAS STOKHOMINDO TBK 80 LION METAL WORKS 81 LIONMESH PRIMA
82 MANDOM INDONESIA TBK.
83 MAYORA INDAH
84 MEDCO ENERGI INTERNASIONAL TBK.
85 MERCK TBK
86 METRO SUPERMARKET REAL TBK 87 MILLENNIUM PHARMACON
INTERNATI
88 MITRA RAJASA TBK
I I
92 MULTI BINTANG IND.193 I
MULTIBREEDER ADIRAMA I194 I
MUSTIKA RATU1 9 5 1 NIPRESS I
95 KIMIA FARMA TBK
96 KOPITIME DOT COM
I
96I
PABRIK KERTAS TJIWI KIMIAI97 I
PAN BROTHERS TEX 97 KRESNA GRAHA SEKURINDO TBK98 KRIDAPERDANA INDAHGRAHA
TBK
I I
98 PANASIA FILAMENT INTI TBK.I--- I
99 KURNIA KAPUAS UTAMA TBK II99 I
PANCA WIRATAMA SAKTI I1 100 1 PELANGI INDAH CANINDO 1 100 LAUTAN LUAS TBK
101 LIPPO BANK TBK 1 102 I LIPPO CIKARANG TBK 1 103 1 LIPPO E-NET TBK
I
101 PElAYARAN (TMAS)I
1 102 1 PERDANA BANGUN PUSAKA
1 103 1 PLASTPACK PRIMA INDUSTRI TBK I ElzEGENERAL INSURANCE TBK 1 1 104 1 PLAZA INDONESIA REALTY
105 LIPPO KARAWACI TBK 105 POLYSINDO EKAPERKASA TBK
106 LIPPO LAND DEVELOPMENT TBK PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL lo6 T B K .
/zzipsr
109 MAS MCRNI INDONESIA (MAMIP) 110 MASKAPAI REASURANSi IND. TBK 111 METAMEDIA TECHNOLOGIES TBK
I
109 PUTRA SURYA PERKASAI ----I
110 PYRIDAM FARMA TBK
111 RICKY PUTRA GLOBALINDO TBK
~[~METRODATA E L E C T R O N I C S T B K I 112 RIM0 CATUR LESTARI TBK
RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI
‘.I3 T B K
I I
113 MULTI AGRO PERSADAI- I
114 MULTI PRIMA SEJAHTERA II
114 RODA PANGGON HARAPANI
115 MULTIPOLAR CORPORATION 116 PACIFIC UTAMA TBK
115 RYANE ADIBUSANA TBK 116 SARASA NUGRAHA
I
117 SCHERING PLOUGH IND.I
I 117 I PAKUWON JATI
118 PANASIA INDOSYNTEX 119 PANIN INSURANCE
I I-~
120 PANIN LIFE I 121 PANIN SEKURITAS TBK.122 PANORAMA SENTRAWISATA TBK PIONEERINDO GOURMET
123 INTERNATIO
124 POOL ASURANSI INDONESIA
I
120 SIANTAR TOP TBK.I
121 SILOAM HEALTH CARE TBK.
122 SIWANI MAKMUR TBK.
123 SONA TOPAS TOURISM I.
124 SORINI CORP. TBK
125 1 PP LONDON SUMATERA TBK 125 1 STEADY SAFE 1 126 PRASIDHA ANEKA NIAGA
127 PUDJIADI AND SONS ESTATE 128 PUDJIADI PRESTIGE LTD 129 RIG TENDERS INDONESIA 130 RODA VIVATEX
131 SARI HUSADA TBK 132 SEMEN CIBINONG 133 SIERAD PRODUCE TBK
I- I ~~~~
134 SINAR MAS MULTIARTHA -1 135 SIWANI TRIMITRA TBK.136 SMART TBK 1 137 1 SUCACOTBK
138 SUMALINDO LESTARI JAYA 139 SUMI INDO KABEL
1 140 1 SUMMARECCON AGUNG 141 SUMMITPLAST TBK 142 SURYA DUMAI INDUSTRI
I
143 SURYA HIDUP SATWAI
144 SURYA INTIRINDO MAKMUR TBK.
145 SURYA SEMESTA INTERNUSA TBK 1 146 1 SURYAINTI PERMATA TBK
147 SURYAMAS DUTAMAKMUR 148 TEMBAGA MULIA SEMANAN 149 TEMPO INTI MEDIA TBK
TEXMACO PERKASA ENGENERING
“’ T B
151 1 TIGARAKSA SATRIA 152 TIMAH TBK
153 TIRA AUSTENITE
1 154 1 TIRTA MAHAKAM PLYWOOD TBK t 155 TOKO GUNUNG AGUNG TBK
1 5 6 TRIMEGAH
1 126 1 SUBAINDAH
1 127 1 SUGI SAMAPERSADA
I
, 28 SUNSON TEXTILE MANUFACTURER TBK 129 SUPARMA
130 SURABAYA AGUNG INDUSTRY PULP
131 SURYA TOT0 INDONESIA 132 TEXMACO JAYA TBK
TRUST FINANCE INDONESIA TBK 136 VOKSEL ELECTRIC
137 WAHANA JAYA PERKASA
1 138 1 WAHANA PHONIX MANDIRI TBK 1 139 ZEBRA NUSANTARA
~ 157 UNGGUL INDAH CAHAYA TBK.
158 UNITED CAPITAL INDONESIA TBK
I
159 UNITED TRACTORSI
,60 WICAKSANA OVERSEAS INTERNATIONAL
Lampiran 5
Tabel Data Input SPSS Perusahaan Besar (Papan Utama)
No. Nama perusahaan 2001 2002
ROA Long-short ROA Long-short
1 Aneka Tambang 14.02 32.58 8.12 27.05
2 Asahimas Flat Glass 7.67 19.38 13.74 11.00
3 Astra Otoparts 14.46 42.38 14.05 43.65
4 Dankos Laboratories 10.38 31.95 14.10 26.76
5 Dynaplast 6.9 16.34 8.90 15.31
6 Gudang Garam 15.52 1.82 13.51 3.05
7 HM Sampoerna 10.09 9.64 17.02 12.81
8 Indofood Sukses Makmur 5.75 6.62 5.26 9.13
9 Indo-Rama Syntheti -6.43 12.18 2.06 17.33
10 Indosat 6.5 22.99 1.53 14.84
11 Komatsu Indonesia 9.14 44.79 5.05 43.97
12 Makindo 4.15 82.83 6.56 82.76
13 Matahari Putra Prima 3.71 23.67 3.18 29.25
14 Modern Photo Film 0.16 5.12 2.26 4.14
15 Semen Gresik (persero) 3.62 27.34 3.87 8.43
16 Telekomunikasi Ind 13.09 12.89 19.72 16.43
17 Tempo Scan Pacific 19.05 46.83 17.41 47.01
18 Tunas Ridean 7.13 3.17 6.62 3.93
19 Ultrajaya Milk Ind 3.13 8.93 1.86 3.60
No. Tahun Pengurangan Long-short
Resiko
1 1998 23.50
2 1999 -1.80 24.12
3 2000 -0.08 23.47
4 2001 -2.05 23.76
5 2002 -0.01 22.13
Lampiran 6
Tabel Data Input SPSS Perusahaan Kecil (Papan Pengembangan)
No. Nama perusahaan 2001 2002
ROA Long-short ROA Long-short
1 Aneka Kimia Raya 182.73 30.41 7.73 26.44
2 Astra Graphia 3.18 20.33 9.92 24.87
3 Barito Pasific Timber -23.14 11.39 4.03 12.61
4 Branta Mulia 3.93 10.39 6.68 8.98
5 Citra Marga Nusapala -30.62 26.13 7.87 19.97
6 Daya Sakti -9.32 4.22 7.15 2.09
7 Duta Pertiwi Nusantara 8.2 18.12 2.11 14.84
8 Ekadharma Tape Industri 10.01 51.49 10.68 47.76
9 Gajah Tunggal -8.16 3.35 30.8 2.16
10 Great River Internasion -30.09 1.08 93.74 0.81
11 Indocement Tunggal Prak -0.53 5.01 9.08 2.93
12 Indomobil Sukses -2 15.25 42.16 26.02
13 Japfa Comfeed -14.16 10.65 36.72 14.05
14 Kalbe Farma 1.74 25.14 13.24 21.82
15 Multipolar Corporation 9.78 80.70 1.13 75.08
16 Sari Husada 28.22 37.16 18.95 41.23
17 Tigaraksa Satria 7.26 21.51 4.23 19.29
18 Timah 1.91 11.71 0.58 9.87
19 Toko Gunung Agung 0.19 7.18 -7.06 7.10
No. Tahun Pengurangan Long-short
Resiko
1 1998 20.03
2 1999 -17.11 26.25
3 2000 6.79 22.33
4 2001 24.35 20.59
5 2002 -18.82 19.89
Lampiran 7
Output SPSS ROA Perusahaan Besar (Papan Utama) Tahun 2001
Descriptive Statistics
Mean Std. Deviation N
PROFTBLS 7.7916 6.0011 19
LONGSHRT 23.7605 20.0847 19
Correlations
PROFTBLS LONGSHRT Pearson Correlation PROFTBLS 1 .ooo .I99
LONGSHRT .199 1 .ooo
Sig. (l-tailed) PROFTBLS .207
LONGSHRT .207
N PROFTBLS 19 19
LONGSHRT 1Q 1Q
Model Summa$
Adjusted Std. Error of Model R R Square R Square the Estimate
1 .199a -040 -.017 6.0515
a. Predictors: (Constant), LONGSHRT b. Dependent Variable: PROFTBLS
Coefficient9
Standardi zed Unstandardized Coefficien
Coefficients ts
Model B Std. Error Beta t
1 (Constant)
Sig.
6.378 2.185 2.919 .OlO
LONGSHRT 5.949E-02 .071 .I99 .838 .414
a. Dependent Variable: PROFTBLS
Lampiran 8
Output SPSS ROA Perusahaan Besar (Papan Utama) Tahun 2002
Descriptive Statistics
PROFTBLS LONGSHRT
Mean Std. Deviation N
8.6747 5.9853 19
22.1289 20.2983 19
Correlations
PROFTBLS LONGSHRT Pearson Correlation PROFTBLS 1 .ooo .133
LONGSHRT .133 1 .ooo
Sig. (i-tailed) PROFTBLS ,293
LONGSHRT .293 .
N PROFTBLS 19 19
LONGSHRT 19 19
Model Summa+
Model 1
Adjusted Std. Error of R R Square R Square the Estimate
.133a .018 -.040 6.1040
a. Predictors: (Constant), LONGSHRT b. Dependent Variable: PROFTBLS
CoefficienW
Standardi zed Unstandardized Coeficien
Coefficients ts
Model B Std. Error Beta l * t Sig.
1 (Constant) 7.806 2.103 3.712 .002
LONGSHRT 3.925E-02 .071 .133 .554 .587 a. Dependent Variable: PROFTBLS
Lampiran 9
Output SPSS ROA Perusahaan Kecil (Papan Pengembangan) Tahun 2001
Descriptive Statistics
PROFTBLS LONGSHRT
Mean Std. Deviation N
7.3226 44.8780 19
20.5905 19.3802 19
Correlations
PROFTBLS LONGSHRT Pearson Correlation PROFTBLS 1 .ooo .267
LONGSHRT .267 1 .ooo
Sig. (1 -tailed) PROFTBLS .135
LONGSHRT .135
N PROFTBLS 19 19
LONGSHRT 19 19
Model Summarf’
I I
Model 1
I
1 Adjusted 1 Std. Error cf 1 R 1 R Square 1 R Square I the Estimate 1 I .267a 1 .071 1 .017 1 44.5056a. Predictors: (Constant), LONGSHRT b. Dependent Variable: PROFTBLS
CoefficientC
Standardi zed Unstandardized Coefficien
Coefficients ts
Model B Std. Error Beta t Sii:
1 (Constant) -5.397 15.115 -.357 .725
LONGSHRT .618 .541 .267 1.141 .270
a. Dependent Variable: PROFTBLS
Lampiran 10
Output SPSS ROA Perusahaan Kecil (Papan Pengembangan) Tahun 2002
Descriptive Statistics
PROFTBLS
Mean Std. Deviation N
15.7758 22.6934 19
LONGSHRT 1 19.8905 1 18.5082 1 19
Correlations
PROFTBLS LONGSHRT Pearson Correlation PROFTBLS 1 .ooo -.226
LONGSHRT -.226 1.000
Sig. (1 -tailed) PROFTBLS .I76
LONGSHRT .I76
N PROFTBLS 19 19
LONGSHRT 19 19
Model Summa+
Adjusted Std. Error of Model R R Square R Square the Estimate
1 .226a .051 -.005 22.7444
a. Predictors: (Constant), LONGSHRT b. Dependent Variable: PROFTBLS
CoefGcient$
Standardi Unsta?;dardized
zed Coeffkien Coefficients ts
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 21.300 7.773 2.740 .014
LONGSHRT -.278 .290 -.226 -.959 .351
a. Dependent Variable: PROFTBLS
Lampiran 11
Output SPSS Pengurangan Resiko Perusahaan Besar (Papan Utama) Tahun 1998 - 2002
Descriptive Statistics
Mean Std. Deviation N
RISK -.9850 1.0906 4
LONGSHRT 23.3700 .8684 4
Correlations
Pearson Correlation RISK 1 .ooo -.755 LONGSHRT -.755 1 .ooo
Sig. (l-tailed) RISK .I22
LONGSHRT .I22
N RISK 4 4
I
LONGSHRT 4 4Model Summa+
Model 1
Adjusted Std. Error of R R Square R Square the Estimate
.755a .570 .355 .8758
a. Predictors: (Constant), LONGSHRT b. Dependent Variable: RISK
Coefficients”
Standardi zed.
Unstandardized Coeffkien Coefficients ts
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 21.175 13.615 1.555 .260
LONGSHRT -.948 .582 -.755 -1.628 .245
a. Dependent Variable: RISK
Lampiran 12
Output SPSS Pengurangan Resiko Perusahaan Kecil (Papan Pengembangan) Tahun 1998 - 2002
Descriptive Statistics
4 Mean Std. Deviation N
RISK -1.1975 20.6578 4
LONGSHRT 22.2650 2.8478 4
Correlations
RISK LONGSHRT Pearson Correlation RISK 1 .ooo -.362 LONGSHRT -.362 1 .ooo
Sig. (l-tailed) RISK .319
LONGSHRT .319
N RISK 4 4
LONGSHRT 4 4
Model Summa+
Adjusted Std. Error of Model R R Square R Square the Estimate
1 .362a .131 -.304 23.5879
a. Predictors: (Constant), LONGSHRT b. Dependent Variable: RISK
Coefficient*
Standardi zed
. Unstandardized Coefficien
. Coefficients ts
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 57.214 107.123 .534 .647
LONGSHRT -2.623 4.782 -.362 -.549 .638
a. Dependent Variable: RISK
Lampiran 13
Tabel Komposisi Long - short Perusahaan Besar (Papan Utama)
No. Nama perusahaan
Shrt Long Shrt Long Shrt Long Shrt Long Shrt Long
1 Aneka Tambang 1 1 1 1 1
2 Asahimas Flat Glass 1 1 1 1 1
3 Astra Otoparts 1 1 1 1 1
4 Dankos Laboratories 1 1 1 1 1
5 Dynaplast 1 1 1 1 1
6 Gudang Garam 1 1 1 1 1
7 HM Sampoerna 1 1 1 1 1
8 Indofood Sukses Makmur 1 1 1 1 1
9 Indo-Rama Syntheti 1 1 1 1 1
10 Indosat 1 1 1 1 1
11 Komatsu Indonesia 1 1 1 1 1
12 Makindo 1 1 1 1 1
13 Matahari Putra Prima 1 1 1 1 1
14 Modern Photo Film 1 1 1 1 1
15 Semen Gresik (persero) 1 1 1 1 1
16 Telekomunikasi Ind 1 1 1 1 1
17 Tempo Scan Pacific 1 1 1 1 1
18 Tunas Ridean 1 1 1 1 1
19 Ultrajaya Milk Ind 1 1 1 1 1
Total Perusahaan 18 1 19 0 18 1 16 3 15 4
2002
1998 1999 2000 2001
Lampiran 14
Tabel Komposisi Long - short Perusahaan Kecil (Papan Pengembangan
No. Nama perusahaan
Shrt Long Shrt Long Shrt Long Shrt Long Shrt Long
1 Aneka Kimia Raya 1 1 1 1 1
2 Astra Graphia 1 1 1 1 1
3 Barito Pasific Timber 1 1 1 1 1
4 Branta Mulia 1 1 1 1 1
5 Citra Marga Nusapala 1 1 1 1 1
6 Daya Sakti 1 1 1 1 1
7 Duta Pertiwi Nusantara 1 1 1 1 1
8 Ekadharma Tape Industr 1 1 1 1 1
9 Gajah Tunggal 1 1 1 1 1
10 Great River Internasion 1 1 1 1 1
11 Indocement Tunggal Prak 1 1 1 1 1
12 Indomobil Sukses 1 1 1 1 1
13 Japfa Comfeed 1 1 1 1 1
14 Kalbe Farma 1 1 1 1 1
15 Multipolar Corporation 1 1 1 1 1
16 Sari Husada 1 1 1 1 1
17 Tigaraksa Satria 1 1 1 1 1
18 Timah 1 1 1 1 1
19 Toko Gunung Agung 1 1 1 1 1
Total Perusahaan 17 2 15 4 16 3 14 5 15 4
2002
1998 1999 2000 2001