Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021 iii DAFTAR ISI
KEPUTUSAN SEKRETARIS DAERAH ... ii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... vi
DAFTAR GAMBAR... vii BAB I PENDAHULUAN... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Landasan Hukum... 2
1.3. Maksud dan Tujuan... 4
1.6. Sistematika Penulisan... 6
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PANGADARAN……… 8
2.1. Tugas, Fungsi Struktur Organisasi Sekretariat Daerah………... 9
2.2. Sumber Daya Sekretariat Daerah... 14
2.3. Pencapaian Kinerja Pelayanan Sekretariat Daerah... 16
2.4. Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan... 14
BAB III PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN... 19
3.1. Permasalahan…... 19
3.2. Telaahan visi, misi, dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih terkait dengan tugas dan fungsi pelayanan ... 26
3.3. Isu-isu Strategis ... 28
BAB IV TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN... 28
A. Visi ... 28
B. Misi ... 29
C. Tujuan dan Sasaran... 29
D. Strategi dan Kebijakan ……... 31
BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN ... 38
BAB VI PENETAPAN INDIKATOR KINERJA ... 57
BAB VII PENUTUP ... 87
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021 iv DAFTAR TABEL
Tabel II.1 Revisi Pencapaian Kinerja Pelayanan Sekretariat Daerah Tahun 2011 – 2015 ... 13 Tabel II.2 Rekapitulasi Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Sekretariat Daerah Tahun 2015 ... 14 Tabel II.3 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul Tahun 2011 – 2015 ... 15 Tabel II.4 Rasio dan Rata-Rata Pertumbuhan Pendanaan Pelayanan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul Tahun 2011 – 2015 ... 15 Tabel IV.1 Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul
...
.. 29 Tabel IV.2 Strategi dan Kebijakan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul ... 34 Tabel V.1 Rencana Program dan Kegiatan yang disertai Kebutuhan Pendanaan ... 39 Tabel VI.1 Cascading Indikator Kinerja Utama Sekretariat Daerah terhadap Indikator Kinerja Utama Daerah
... 58 Tabel VI.2 Cascading Indikator Kinerja Program Eselon III (Bagian) terhadap Indikator Kinerja Utama Sekretariat Daerah (Setda) ... 59 Tabel VI.3 Cascading Indikator Kinerja Kegiatan Eselon IV (Sub Bagian) terhadap Indikator Kinerja Program (Bagian) ... 64 [vii]
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
1 BAB I
PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Dalam upaya mewujudkan keterpaduan dan berkelanjutan pembangunan di Kabupaten Pangandaran, maka Rencana Strategis (Renstra) yang merupakan dokumen perencanaan Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran perlu dilakukan perubahan untuk mensinergikan dengan perubahan Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pangandaran Tahun 2016 - 2021 (nomor perda nya disebutkan) sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun secara sistematis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi, peluang, dan kendala yang ada. Perubahan Renstra memuat perubahan tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, dan program/kegiatan serta indikator keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaannya yang dituangkan setiap tahunnya dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran. Hasil pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan akan dilaporkan melalui Laporan Kinerja Instansi Pemerintah setiap tahun.
Permasalahan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan adalah terwujudnya penyelengaraan pemerintahan yang baik (good govermance), antara lain ditandai dengan adanya tuntunan transparansi dan akuntabilitas kinerja serta keterlibatan seluruh stakeholder pembangunan. Good govermance merupakan prasyarat mutlak bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai cita-cita dan tujuan.
Perencanaan strategis merupakan kebutuhan nyata untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi. Perencanaan Strategis merupakan suatu proses sistematis yang berkelanjutan dari pembuatan keputusan dan pelaksanaan keputusan tersebut dan mengukur. Perencanaan strategis merupakan langkah awal yang harus dilaksanakan untuk melakukan pengukuran kinerja.
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
2 Kegiatan perumusan perubahan Renstra Sekretariat Daerah dilakukan secara simultan (bersamaan waktunya) dengan proses penyusunan perubahan RPJMD Kabupaten Pangandaran tahun 2016-2021.
Untuk mendapatkan masukan guna penajaman dan penyempurnaan substansi rancangan Renstra Sekretariat Daerah dilaksanakan Forum SKPD yang melibatkan para pemangku kepentingan pelayanan Sekretariat Daerah, kesepakatan yang dihasilkan Forum SKPD menjadi acuan untuk penyempurnaan rancangan perubahan Renstra Sekretariat Daerah menjadi rancangan akhir perubahan Renstra Sekretariat Daerah.
1.2. Landasan Hukum
Penyusunan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran dilandasi oleh :
1. Undang-Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003, nomor 47, (tambahan lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4287);
2. Undang-Undang No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 nomor 104, tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
4. Undang-Undang nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang (lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007);
5. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pembentukan Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat;
6. Undang – Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
7. Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
3 8. Peraturan pemerintah No 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah;
9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;
10. Peraturan Pemerintahan Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Derah Tahun 2015;
13. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2005-2025;
14. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029;
15. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018;
16. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 83 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Keuangan Kepada Kabupaten/Kota dan Desa;
17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;
19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
4 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;
20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 08 tahun 2014 tentang Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD);
21. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 26 Tahun 2013 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Pangandaran;
22. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 15 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2016- 2025;
23. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran nomor ... Tahun ...
Tentang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pangandaran; Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 31 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pangandaran;
24. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 44 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi serta Tata Kerja Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran;
25. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 48 Tahun 2016 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas, dan Tata Kerja Sekretariat Daerah.
1.3. Maksud dan Tujuan
Penyusunan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 pada dasarnya dimaksudkan untuk komitmen dan konsistensi perencanaan serta pelaksanaan kegiatan yang dioperasionalisasikan secara konsekuen berdasarkan pada prioritas yang telah ditetapkan sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan daerah dengan sistem pengawasan dan pengendalian yang efektif dan efisien. Maksud penyusunan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016 - 2021 ini dijabarkan sebagai berikut :
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
5 1. Merupakan penjabaran secara operasional visi, misi dan program Kepala Daerah terpilih yang digambarkan dalam bentuk program, kegiatan Sekretariat Daerah selama 5 (lima) tahun sesuai masa periode kepemimpinan Kepala Daerah.
2. Sebagai landasan operasional secara resmi bagi seluruh bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran dalam menentukan prioritas program dan kegiatan tahunan yang akan diusulkan untuk dibiayai dari APBD Kabupaten Pangandaran, sehingga menjadi terarah pada pencapaian hasil sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
3. Dipergunakan sebagai tolok ukur kinerja Sekretariat Daerah Kabupaten pangandaran, melalui perencanaan, pengukuran dan evaluasi kinerja terhadap kebijaksanaan, program dan kegiatan yang dilaksanakan.
4. Memberikan informasi kepada pemangku kepentingan (stakeholders) tentang rencana kegiatan tahunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran
Sedangkan tujuan penyusunan Perubahan Rencana Strategis Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 ini antara lain :
1. Menjamin keselarasan antara visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan pemerintah Kabupaten Pangandaran dengan Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran, sehingga akan bermanfaat bagi proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pertanggungjawaban bagi Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 kedalam tujuan, sasaran dan program kerja serta kegiatan Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran;
2. Untuk pedoman cara kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran terhadap pencapaian hasil yang diinginkan;
3. Untuk menyediakan dokumen rencana pembangunan jangka menengah sebagai acuan penyusunan rencana kerja atau rencana kinerja tahunan;
4. Bahan evaluasi perencanaan tugas-tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran berikutnya.
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
6 1.4. Sistematika Penulisan
Dokumen Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran tahun 2016-2021 disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang 1.2 Landasan hukum 1.3 Maksud dan tujuan 1.4 Sistematika penulisan
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN
2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Sekretariat Daerah
2.2 Sumber Daya Sekretariat Daerah 2.3 Kinerja Pelayanan Sekretariat Daerah
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Sekretariat Daerah
BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU SEKRETARIAT DAERAH 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan
Fungsi Pelayanan Sekretariat Daerah
3.2 Telaahan visi, misi dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih
3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
3.5 Penentuan isu-isu strategis
BAB IV TUJUAN DAN SASARAN 4.1 Tujuan
4.2 Sasaran
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
7 BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN
BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN BAB VIII PENUTUP
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
8 BAB II
GAMBARAN PELAYANAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PANGADARAN
Penyusunan Revisi Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran tahun 2016-2021 bersamaan dengan pembentukan kelembagaan serta tugas pokok dan fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran dengan berpedoman pada Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 48 Tahun 2016 Tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas Dan Tata Kerja Sekretariat Daerah serta Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas Dan Tata Kerja Staf Ahli . Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran yang merupakan unsur staf pada Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pangandaran.
Berdasarkan Konsep dasar organisasi tentang pembagian kerja sebagaimana diimplementasikan melalui bagian-bagian dan hubungan kewenangan yang sepadan, Bagian-bagian lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran dan hubungan kewenangan harus dipadukan sedemikian rupa dalam pembentukan suatu struktur organisasi yang mampu mencapai tujuan-tujuan organisasi. Jelas dan tepatnya jalur kewenangan termasuk ketepatan departemenisasi akan mendukung kemantapan dasar struktur organisasi. Dalam suatu Organisasi yang relatif besar seperti Organisasi Pemerintahan, maka bantuan staf menjadi sangat penting.
Fungsi-fungsi staf adalah memberi memberikan telaahan mengenai penyelenggaraan dan permasalahan pemerintahan daerah meliputi bidang pemerintahan, hukum dan politik, pembangunan, ekonomi dan keuangan serta kemasyarakatan dan sumber daya manusia (SDM). Fungsi staf pada umumnya adalah spesialisasi di Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 dengan kewenangan memberikan pembantuan dan komunikasi kepada unsur pelaksana operasional dalam organisasi serta fungsi koordinatif atas pelaksana urusan pemerintahan daerah oleh Sekretariat Daerah di Kabupaten Pangandaran
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
9 Dalam melaksanakan fungsi-fungsi staf sebagaimana diuraikan diatas, dasar hukum, kedudukan, susunan organisasi, tugas pokok dan fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran beserta satuan organisasinya adalah sebagai berikut:
2.1. Tugas, Fungsi Struktur Organisasi Sekretariat Daerah
Dasar hukum pembentukan Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran pada saat ini adalah Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah yang telah ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 44 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi Susunan Organisasi Serta Tata Kerja Perangkat Daerah Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Dan Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 48 Tahun 2016 Tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas Dan Tata Kerja Sekretariat Daerah serta Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas Dan Tata Kerja Staf Ahli.
2.1.1 Tugas Pokok
Tugas pokok Sekretariat Daerah adalah membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan pengkoordinasian Organisasi Perangkat Daerah.
2.1.2 Fungsi
Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud diatas Sekretariat Daerah mempunyai fungsi:
a. Penyusunan kebijakan pemerintahan daerah;
b. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas organisasi perangkat daerah;
c. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintahan daerah;
d. Pembinaan administrasi dan aparatur pemerintah daerah; dan
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
10 2.1.3 Kedudukan
Sekretariat Daerah merupakan unsur staf Pemerintah Kabupaten Pangandaran dipimpin oleh seorang Sekretaris Daerah yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati.
2.1.4 Susunan Organisasi
Sebagai daerah otonomi baru maka bentuk Kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pangandaran masih perlu dibenahi, asas desentralisasi perlu disikapi secara arif dan bijaksana, khususnya dalam merumuskan kebijakan dalam pengembangan kapasitas organisasi perangkat daerah, pemerintahan, hokum, umum, perekonomian, pengendalian pembangunan, kesra, humas, pengadaan barang dan jasa, dan organisasi,sesuai dengan Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 48 Tahun 2016 Tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas Dan Tata Kerja Sekretariat Daerah serta Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas Dan Tata Kerja Staf Ahli adalah terdiri dari:
1. Sekretaris Daerah 2. Staf Ahli Bupati
a. Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik;
b. Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan;
c. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM).
3. Asisten Sekretaris Daerah :
A. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat ( Asda 1 ) membawahi:
a. Kepala Bagian Pemerintahan
- Sub Bagian Pemerintahan Umum dan Desa ; - Sub Bagian Pertanahan dan Perbatasan; dan - Sub Bagian Otonomi Daerah dan Kerjasama b. Kepala Bagian Hukum
- Sub Bagian Produk Hukum Daerah dan Perundang-Undangan;
- Sub Bagian Evaluasi dan Dokumentasi; dan
- Sub Bagian Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
11 c. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat
- Sub Bagian Kesejahteraan dan Fasilitasi Pelayanan Dasar;
- Sub Bagian Bina Mental dan Rohani; dan - Sub Bagian Sosial dan Budaya.
B. Asisten Perekonomian dan Pembangunan ( Asda 2 ) membawahi a. Kepala Bagian Perekonomian membawahkan:
- Sub Bagian Bina Pariwisata dan Promosi;
- Sub Bagian Sumber Daya Alam; dan
- Sub Bagian Pengembangan Lembaga Perekonomian, Investasi dan Dunia Usaha.
b. Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan membawahkan:
- Sub Bagian Pengendalian Pembangunan Daerah;
- Sub Bagian Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Daerah;
- Sub Bagian Analisis Data dan Pelaporan Pembangunan Daerah c. Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa membawahkan:
- Sub Bagian Pengadaan Barang;
- Sub Bagian Pengadaan Kontruksi; dan
- Sub Bagian Pengadaan Jasa Konsultasi dan Jasa lainnya
C. Asisten Administrasi Umum (Asda III) membawahi:
a. Kepala Bagian Umum membawahkan:
- Sub Bagian Kesekretariatan dan Kepegawaian;
- Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan - Sub Bagian Keuangan
b. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Keprotokolan membawahkan:
- Sub Bagian Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi ; - Sub Bagian Keprotokol;
- Sub Bagian Informasi.
c. Kepala Bagian Organisasi membawahkan:
- Sub Bagian Kelembagaan dan Analisis Jabatan;
- Sub Bagian Akuntabilitas dan Pemberdayaan Aparatur;
- Sub Bagian Tatalaksana dan Pelayanan Publik.
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
12 D. Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian fungsi Sekretariat Daerah sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
13 Gambar 2.1
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH
SEKRETARIS DAERAH
ASISTEN PEMERINTAHAAN DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT
&
ASISTEN PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN
BAGIAN PENGADAAN BARANG DAN
JASA
BAGIAN UMUM
BAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN
KEPROTOKOLAN BAGIAN
PEMERINTAHAN BAGIAN
HUKUM
BAGIAN KESEJAHTERAAN
RAKYAT
BAGIAN PEREKONOMIAN
BAGIAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN
STAF AHLI BUPATI
1. Staf Ahli bidang Pemerintahan, Hukum, & Politik 2. Staf Ahli bidang
Pembangunan, Ekonomi, &
Keuangan 3. Staf Ahli bidang
Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM)
1. Sub Bagian Pemerintahan Umum dan Desa ; 2. Sub Bagian
Pertanahan dan Perbatasan;
dan 3. Sub Bagian
Otonomi Daerah dan Kerjasama.
1. Sub Bagian Produk Hukum Daerah dan Perundang- Undangan;
2. Sub Bagian Evaluasi dan Dokumentasi;
3. Sub Bagian Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia
1. Sub Bagian Kesejahteraan dan Fasilitasi Pelayanan Dasar;
2. Sub Bagian Bina Mental dan Rohani; dan 3. Sub Bagian
Sosial dan Budaya.
1. Sub Bagian Bina Pariwisata dan Promosi;
2. Sub Bagian Sumber Daya Alam; dan 3. Sub Bagian
Pengembanga n Lembaga Perekonomian, Investasi dan Dunia Usaha.
1. Sub Bagian Pengendalian Pembangunan Daerah;
2. Sub Bagian Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Daerah;
3. Sub Bagian Analisis Data dan Pelaporan Pembangunan Daerah.
4.
1. Sub Bagian Pengadaan Barang;
2. Sub Bagian Pengadaan Kontruksi;
dan 3. Sub Bagian
Pengadaan Jasa Konsultasi dan Jasa lainnya
1. Sub Bagian Kesekretariata n dan Kepegawaian;
2. Sub Bagian Rumah Tangga dan
Perlengkapan 3. Sub Bagian
Keuangan.
1. Sub Bagian Hubungan Masyarakat dan
Dokumentasi ; 2. Sub Bagian
Keprotokolan;
3. Sub Bagian Informasi.
ASISTEN ADMINISTRASI UMUM
BAGIAN ORGANISASI
1. Sub Bagian Kelembagaan dan Analisis Jabatan;
2. Sub Bagian Akuntabilitas dan
Pemberdayaan Aparatur;
3. Sub Bagian Tatalaksana dan Pelayanan Publik.
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
14 2.2. Sumber Daya Sekretariat Daerah
1. Komposisi Pegawai
Jumlah Pegawai dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran pada Tahun 2018 adalah sebanyak 91 orang. Tabel 2.1, 2.2, 2.3 berikut ini menggambarkan komposisi pegawai dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran sebagai berikut :
Tabel 2.1
Daftar Pegawai Lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2018
NO UNIT KERJA PNS HONORER
DAERAH JML
1. Sekda 1 - 1
2. Asisten I ( Asisten Pemerintahan dan
Kesejahteraan Rakyat) 1 - 1
3. Asisten II ( Asisten Perekonomian dan
Pembangunan) 1 - 1
4. Asisten III ( Asisten Administrasi Umum) 1 - 1 5. Staf Ahli Bidang Pembangunan,
Perekonomian dan Keuangan 1 - 1
6. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM 1 - 1 7. Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum
dan Politik - - -
8. Bagian Pemerintahan 7 - 7
9. Bagian Hukum 6 - 6
10. Bagian Humas 9 - 9
11. Bagian Pembangunan 6 - 6
12. Bagian Perekonomian 11 - 11
13. Bagian Kesra 8 - 8
14. Bagian Umum 19 - 19
15. Bagian Organisasi 8 - 8
16. Bagian Pengadaan Barang dan Jasa 9 - 9
17. Dipekerjakan (DPK) KPU 2 2
Jumlah 91 91
Sumber: Sub Bagian Kepegawaian dan Kesekretariatan, Data Per Tanggal 21 Mei 2018
a. Pegawai Menurut Status, Pangkat dan Golongan
Lebih lengkapnya gambaran tentang kepegawaian dilingkungan Sekretariat Daerah menurut pangkat dan golongan adalah sebagaimana ditunjukan pada tabel sebagai berikut:
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
15 Tabel 2.2
Jumlah Pegawai Menurut Pangkat dan Golongan
Sumber : Sub Bagian Kepegawaian dan Kesekretariatan, Data Per Tanggal 21 Mei 2018
b. Pegawai Menurut Tingkat Pendidikan
Berdasarkan tingkat pendidikan, Komposisi secara lengkap tentang pegawai dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran menurut latar belakang pendidikan yang ditamatkan adalah sebagaimana ditunjukan Tabel 2.3 berikut ini:
Tabel 2.3
Jumlah Pegawai Menurut Status dan Tingkat Pendidikan
Sekda Asisten Staf Ahli Bagian Pemerintahan Bag. Hukum Bag.Organisasi Bag.Dalbang Bag. Perekonomian Bag.Kesra Bag. Umum Bag. Barjas Bag. Humas Total
1 PNS
- Pembina Utama Madya IV/d 1 1
- Pembina Utama Muda IV/c 3 2 5
- Pembina Tk.I IV/b 1 1 1 1 2 2 8
- Pembina IV/a 1 1 1 2 5
- Penata Tingkat I III/d 1 1 1 2 1 3 9
- Penata III/c 1 1 1 1 2 1 7
- Penata Muda Tk I III/b 1 1 2
- Pengatur Muda III/a 4 3 2 1 2 5 2 3 22
- Pengatur Tk I II/d 1 1
- Pengatur II/c 2 2 6 1 2 13
- Pengatur Muda Tk I II/b 1 1 1 1 1 5
- Pengatur Muda II/a 1 3 2 2 1 3 1 13
- Juru Tingkat I I/d 0
- Juru I/c 0
- Juru Muda Tk I I/b 0
- Juru Muda I/a 0
2 Honorer Daerah 0
1 3 2 7 6 8 6 11 8 21 9 91
No.
Total
Golongan / Ruang
Bagian-bagian di Lingkup Sekretariat Daerah
Status Pegawai
No. Tingkat Pendidikan Jumlah
1 Pegawai Negeri Sipil terdiri dari - Strata 3 ( S-3) berjumlah
- Strata 2 (S-2) berjumlah 17
- Strata 1 (S-1) berjumlah 39
- Diploma III/IV berjumlah 11
- SMA/Sederajat berjumlah 24
- SMP/Sederajat - SD/Sederajat
2 Honorer Daerah terdiri dari - Strata 1 (S-1) berjumlah
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
16
2017 2018 2019 2020 2021 2017 2018 2019 2020 2021 2017 2018 2019 2020 2021
1 Persentase Pelaksanaan Tupoksi Perangkat Daerah yang
sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di SKPD % 60 70 80 90 100 70 80 90 100
100 2 Nilai Kinerja Akuntabilitas OPD dangan Hasil Predikat 'Baik' Nilai C B BB A A B BB A A 3 Indeks Nilai (n-1) LPPD dan EDOB Nilai - - Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi - Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi 4 Persentase Jumlah Kebijakan umum mengenai pedoman pelaksanaan pengembangan dan penataan batas wilayah yang diterbitkan % 80 85 90 95 85 90 95
5 Jumlah Rancangan Produk Hukum Daerah yang disinkronisasi dan di Harmonisasi Buah 50 40 35 30 30 40 35 30 30
Jumlah Dokumen Kerjasama yang disetujui Buah 20 10 7 7 7 10 7 7 7
6 Persentase Realisasi Anggaran OPD yang di atas 90% % 0 70 80 90 95 70 80 90 95
7 Persentase Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik % 90 90 90 90 90 90 90 90 90 8 Jumlah OPD yang Telah Mengikuti Pembinaan Hukm OPD Seluruh
OPD Seluruh
OPD Seluruh
OPD Seluruh
OPD Seluruh
OPD
Seluruh OPD
Seluruh OPD
Seluruh OPD
Seluruh OPD SATUAN TARGET RENSTRA SETDA TAHUN KE-
NO INDIKATOR SASARAN REALISASI CAPAIAN KINERJA TAHUN KE-
RASIO CAPAIAN PADA TAHUN KE -
Sumber : Sub Bagian Kepegawaian dan Kesekretariatan, Data Per Tanggal 21 Mei 2018
2.3. Pencapaian Kinerja Pelayanan Sekretariat Daerah
Penyelenggaraan pelayanan Sekretariat Daerah mendasarkan pada Rencana Strategis Sekretariat Daerah Tahun 2016 – 2021. Renstra Sekretariat Daerah mengalami perubahan sebagai tindak lanjut perubahan RPJMD Kabupaten Pangandaran Tahun 2016 – 2021 dan perubahan Indikator KInerja Utama Pemerintah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016 – 2021. Perubahan terakhir Renstra tersebut sesuai dengan Keputusan Sekretaris Daerah Nomor …………/Kept/Sekda/2018 tentang Perubahan atas Keputusan Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor ……./Kept/Sekda/2014 tentang Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran. Kinerja pelayanan setelah mengalami perubahan/revisi Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 sebagaim berikut :
Tabel 2.4
Revisi Pencapaian Kinerja Pelayanan Sekretariat Daerah Tahun 2016 – 2021 - Diploma III/IV berjumlah
- SMA/Sederajat berjumlah - SMP/Sederajat
- SD/Sederajat
Jumlah Total 91
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
17 2.4. Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran, sumber daya keuangan merupakan salah satu faktor yang menentukan pencapaian target kinerja, disamping sumberdaya manusia maupun sarana prasarana. Anggaran dan realisasi pendanaan pelayanan Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran sebagaimana table berikut :
Tabel 2.5
Rekapitulasi Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran tahun 2017
Uraian Anggaran Realisasi %
Belanja 25.442.402.819,00 24.361.627.779,00 95,75 Belanja Langsung 14.941.005.000,00 14.184.900.233,00 94,94 Belanja Tidak Langsung 10.501.397.819,00 10.176.727.546,00 96,91
Anggaran dan Realaisasi Pendanaan Pelayanan Sekretariat Daeraah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
18
1 2 3 4 5 Anggaran Realisasi
Belanja 83,81 95,75 - 5.613.404.211 - 3.185.203.675
Belanja Langsung 89,36 94,94 - 2.982.527.850 - 2.248.285.555
Belanja Tidak Langsung 76,45 96,91 - 2.630.876.361 - 936.918.120
Uraian Rasio antara Raalisasi dengan Anggaran pada Tahun Ke- Rata-rata pertumbuhan Tabel 2.6
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016 – 2021
Tabel 2.7
Rasio dan Rata-Rata Pertumbuhan Pendanaan Pelayanan sekretariatbDaerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Belanja 36.669.211.241 25.442.402.819 30.732.035.128 24.361.627.779
Belanja Langsung 20.906.060.700 14.941.005.000 18.681.471.342 14.184.900.233 Belanja Tidak Langsung 15.763.150.541 10.501.397.819 12.050.563.786 10.176.727.546
Anggaran pada Tahun Ke-
Uraian Realisasi Anggaran pada Tahun Ke-
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
19 BAB III
PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN
3.1. Indentifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Sektretariat Daerah
Analisis isu-isu strategis ini merupakan bagian penting dalam dokumen Revisi Rencana Strategis karena menjadi dasar pemikiran dalam penajaman dan penyelarasan visi, misi dan arah pembangunan daerah. Uraian permasalahan pembangunan yang mengawali bagi analisis isu-isu strategis ini, dimaksudkan sebagai acuan untuk merumuskan isu-isu strategis yang akan menentukan kinerja Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran periode 2016- 2021.
3.1. Permasalahan
Identifikasi permasalahan pembangunan digunakan untuk menentukan program pembangunan daerah yang tepat sebagai solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Identifikasi dengan menggunakan kriteria tertentu harus dilakukan sehingga menghasilkan daftar permasalahan yang secara faktual dihadapi dalam pembangunan. Kriteria yang digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan yang akan diangkat adalah:
1. Cakupan masalah yang luas.
2. Permasalahan cenderung meningkat atau membesar di masa yang datang dan berdampak negatif.
3. Memerlukan upaya penanganan yang konsisten dari waktu ke waktu serta sinergitas berbagai pihak.
Berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan yang dilaksanakan oleh Sekretariat Daerah yang berkaitan dengan pelayanan kepada Kepala Daerah dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dapat diidentifikasi 3 (tiga) klasifikasi permasalahan pelayanan Sekretariat Daerah, yaitu permasalahan kebijakan, program dan kebutuhan teknis operasional pada kegiatan.
Pada tataran kebijakan Sekretariat Daerah dapat diidentifikasikan permasalahan sebagai berikut :
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
20 1. Belum optimalnya manajemen ASN dalam rangka peningkatkan kualitas kinerja dan menciptakan budaya kerja positif yang kondusif bagi terciptanya birokrasi yang bersih dan akuntabel, efektif, dan efisien serta mampu memberikan pelayanan yang berkualitas
2. Kualitas penerapan sistem akuntabilitas keuangan dan kinerja yang terintegrasi masih perlu ditingkatkan.
Pada tingkat implementasi program pada Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah dapat diidentifikasikan permasalahan pelayanan sebagai berikut :
1. Tata kelola pemerintahan yang belum efektif, efisien dan akuntabel;
2. Tata kelola administrasi pertanahan belum optimal;
3. Sistem tata kelola administrasi pemerintahan desa yang belum optimal;
4. Kapasitas SDM pamong desa yang masih perlu ditingkatkan;
5. Belum optimalnya penyelenggaraan pemerintahan desa;
6. Peran pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat masih belum optimal;
7. Penyusunan produk hukum daerah yang sesuai dengan kondisi daerah dan peraturan perundang-undangan yang diatasnya;
8. Kesadaran hukum aparatur dan masyarakat terhadap hukum masih perlu ditingkatkan;
9. Pelaksanaan pekerjaan yang belum sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan;
10. Peraturan perundang-undangan tentang pengadaan barang dan jasa yang dinamis;
11. Kebutuhan data dan informasi perekonomian dan pembinaan potensi daerah yang terbaru;
12. Keterbatasan sumber daya (modal, SDM) dalam pelaksanaan pembangunan daerah;
13. Pemberdayaan UMKM perlu ditingkatkan guna menghadapi persaingan global;
14. Kapasitas SDM komunikasi dan informasi perlu ditingkatkan;
15. Penyebarluasan informasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan;
16. Kelembagaan yang belum efektif dan efisien;
17. Penyelenggaraan persandian perlu ditingkatkan;
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
21 18. Penyelenggaraan pelayanan kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekda,
Asisten dan Staf Ahli Bupati;
19. Penyelenggaraan administrasi umum untuk mendukung pelaksanaan tugas di lingkungan Sekretariat Daerah;
20. Penyelenggaraan yang harus sesuai dengan standar keprotokolan.
Permasalahan teknis operasional kegiatan yang dapat diidentifikasi dari pelayanan Sekretariat Daerah, sebagai berikut :
1. Perlunya dokumen perencanaan yang sesuai dan selaras dengan dokumen perencanaan di atasnya;
2. Perlunya koordinasi berbagai pihak terkait dalam rangka penyelenggaaan pemerintahan daerah;
3. Batas wilayah Kabupaten Pangandaran dengan kabupaten lain sekitarnya masih belum jelas sehingga berpengaruh pada administrasi masyarakat;
4. Kepemilikan tanah yang digunakan sebagai pendukung sarana prasarana untuk kepentingan umum belum dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten;
5. Pelayanan masyarakat di bidang pertanahan perlu dijamin oleh pemerintah;
6. Belum adanya database kekayaan desa yang akuntabel;
7. Data dan informasi monografi desa yang belum optimal;
8. Pemahaman pamong desa tentang aturan perundang-undangan tentang keuangan masih belum optimal;
9. Peningkatan kualitas SDM BPD yang belum optimal;
10. Peraturan perundang-undangan tentang tanah kas desa mengalami perubahan;
11. Pemberdayaan masyarakat melalui lembaga RT belum optimal;
12. Masih banyak peraturan perundang-undangan di daerah yang pengaturannya tumpang tindih dan belum sesuai dengan peraturan perundang-undangan di atasnya;
13. Belum adanya pemahaman yang sama terkait dengan peraturan perundang-undangan tentang pengadaan barang dan jasa;
14. Data dan informasi yang berhubungan dengan perekonomian dan pembinaan potensi daerah masih belum optimal;
15. Belum semua OPD memahami mekanisme kerjasama daerah;
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
22 16. Kinerja BUMD yang belum optimal;
17. Belum sinkronnya calon mitra kerja pendukung pengembangan UMKM dengan pelaku UMKM;
18. Informasi yang diberitakan oleh mass media kurang berimbang;
19. Sarana penyebarluasan informasi kepada masyarakat kurang optimal;
20. Pelayanan informasi pada badan publik belum optimal;
21. Belum tersedianya SOP atau standar ketatalaksanaan di seluruh OPD;
22. Adanya kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan SDM;
23. Kapasitas sebagian SDM persandian belum memadai;
24. Perlu dukungan untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Asisten Sekretaris Daerah dan Staf Ahli Bupati;
25. Perlunya sistem pelaporan keuangan yang baik dan optimal di lingkungan Sekretariat Daerah;
26. Pengelolaan aset yang belum optimal;
27. Belum terlaksananya standar keprotokolan dalam acara resmi di seluruh OPD
28. Pelaksanaan acara kedinasan yang sesuai dengan standar keprotokolan belum optimal.
Faktor -faktor yang mempengaruhi pelayanan Sekretariat Daerah sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah yang memiliki tugas pokok membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan Dinas Daerah dan Lembaga Daerah adalah faktor internal dan eksternal Sekretariat Daerah, faktor internal yang mempengaruhi Sekretariat Daerah antara lain :
1. Jumlah dan kapasitas aparat belum seluruhnya memenuhi tuntutan tugas dan belum sesuai dengan beban kerja.
2. Masih lemahnya pemahaman Tupoksi para aparat pemerintah mengakibatkan tidak maksimalnya hasil koordinasi.
3. Pola pembinaan aparat yang belum terorientasikan pada peningkatan kinerja.
4. Mekanisme dan pola kerja pada setiap unit kerja belum tertata dalam suatu system yang terpadu, efektif dan efisien.
Sedangkan masalah eksternal yang mempengaruhi kinerja Sekretariat daerah Kabupaten Pangandaran adalah :
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
23 1. Adanya multi interpretasi terhadap otonomi daerah yang dapat
menimbulkan kesenjangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
2. Masih banyak terjadi konflik norma dan egosektoral Pemerintah Pusat sehingga berdampak ke Pemerintah Daerah.
3. Kebijakan Pemerintah Pusat yang tidak konsisten dan tidak proporsional dapat menimbulkan pengaruh terhadap kinerja Sekretariat Daerah.
4. Terlalu cepat dan sering berubahnya peraturan perundang-undangan oleh Pemerintah Pusat yang tidak diikuti dengan peraturan.
Berdasarkan data dan informasi tersebut di atas secara umum isu-isu strategis yang dihadapi oleh Sekretariat Daerah dalam kurun waktu 2016 – 2021, adalah sebagai berikut:
a. Belum optimalnya pelaksanaan reformasi birokrasi. Birokrasi Pemerintah Daerah merupakan faktor yang sangat menentukan berjalannya penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, oleh karena itu reformasi birokrasi pemerintah daerah sejak dicanangkan pada tahun 2005, senantiasa harus dilanjutkan secara terus menerus sehingga mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan di masa depan yang semakin kompleks dan beragam sejalan dengan perkembangan dan perubahan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan daerah, tuntutan masyarakat serta dinamika global yang senantiasa mempengaruhi manajemen penyelenggaraan pemerintahan daerah. Reformasi birokrasi pemerintah daerah yang harus dilakukan adalah restrukturisasi dan refungsionalisasi lembaga perangkat daerah, ketatalaksanaan (mekanisme dan standar operasional prosedur), pelayanan perijinan, sistem pengelolaan keuangan daerah, manajemen kepegawaian daerah, manajemen pelayanan kepada masyarakat, sistem pengawasan dan pengendalian internal serta artikulasi partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian penyelenggaraan pemerintah daerah.
Upaya untuk memperbaiki tata kepemerintahan juga dilakukan dalam seluruh aspek manajemen (perencanaan, kelembagaan dan ketatalaksanaan, pendayagunaan aparatur, pelaporan dan pertanggungjawaban).
b. Tuntutan peningkatan kualitas pelayanan public.
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
24 Tujuan diselenggarakannya pemerintahan dan pembangunan adalah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sehingga pemerintah dituntut untuk dapat menunjukkan kinerja terbaik yakni kemajuan pembangunan dan pelayanan yang dapat memuaskan publik. Berbagai kebijakan baru pemerintah telah dikeluarkan dan harus dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dalam rangka menyikapi tuntutan tersebut. Standar pelayanan (SPM, SPP, SOP) harus diterapkan, baik yang menyangkut sarana-prasarana, mekanisme/prosedur, SDM, keterbukaan informasi dan lainlain. Kemudahan perizinan, transparansi/kejelasan SOP, tidak adanya pungutan liar dan iklim yang kondusif, akan sangat menunjang kegairahan dalam berinvestasi.
c. Pendayagunaan sumber daya aparatur daerah
Tuntutan warga masyarakat terhadap kebutuhan pelayanan prima (services excelent) perlu diimbangi dengan citra birokrasi yang mempunyai kompetensi yang baik dalam bidang profesionalisme aparatur, penguasaan komunikasi dan presentasi serta pemahaman terhadap manajemen standar pelayanan minimal public services and public complaint. Sumber daya aparatur merupakan aset strategis dalam kerangka perwujudan good governance. Kata kunci dalam penataan sumber daya aparatur adalah budaya kerja aparatur yang lebih menekankan kepada semangat kerja dan menghidupkan kembali paradigma aparatur sebagai “pelayan masyarakat‟.
Selain hal itu sumber daya aparatur juga diarahkan kepada pelaksanaan tugas pokok dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, yang menekankan pada transparansi, manajemen pemerintahan yang lebih transparan, akuntabilitas, dan peningkatan efektivitas dan efisiensi serta ada upaya dan perhatian yang sungguh- sungguh terhadap penanganan dan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Pendayagunaan aparatur pemerintah Kabupaten dalam makna lain adalah juga pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang pada hakekatnya merupakan upaya pembinaan, penyempurnaan, penertiban, pengawasan dan pengendalian manajemen secara terencana, bertahap dan berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja seluruh aparatur pemerintah Kabupaten, melalui kerjasama secara terkoordinasi guna mengambil
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
25 langkah pembaharuan sektor penyelenggara Negara (public service reform) dalam rangka mewujudkan good govermance.
d. Restrukturisasi Organisasi dan Managemen Publik
Perwujudan penyelenggaraan pemerintah yang baik (good governance) diperlukan upaya-upaya penataan dan penyempurnaan kelembagaan (Institutional re-egineering) yang „ramping struktur, kaya fungsi‟.
Keberhasilan tujuan penataan organisasi tidak terlepas dari daya dukung penyelenggaraan manajemen publik yang baik. Penataan kelembagaan/organisasi menyangkut pembenahan seluruh alat-alat pemerintahan di daerah baik struktur maupun infrastrukturnya, sedangkan penyelenggaraan manajemen publik lebih kepada menata pada sistem peyelenggaraan layanan publik yang lebih responsif dan adaptif sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman.
Faktor kunci keberhasilan restrukturisasi kelembagaan ini terletak pada pemberdayaan masing-masing elemen di daerah, yaitu masyarakat umum sebagai stakeholder, Pemerintah Daerah sebagai eksekutif dan DPRD sebagai sebagai shareholder.
Jika demikian halnya, maka manajemen sektor publik perlu melakukan perubahan menuju profesionalisme birokrasi dan lebih menekankan langkah-langkah efisiensi dan profesionalisme birokrasinya, melalui penataan pegawai, meninjau kembali model pendidikan dan pelatihan pegawai, perbaikan kesejahteraan pegawai, serta mengubah kultur organisasi.
e. Manajemen Keuangan dan Aset Daerah
Keuangan dan aset daerah merupakan salah satu modal utama dalam penyelenggaraan pemerintah, oleh karena itu manajemen keuangan dan aset daerah menjadi sesuatu hal yang strategis dalam pencapaian keberhasilan pembangunan. Manajemen keuangan dan pengelolaan aset daerah lebih diarahkan kepada entreupreneurnal management yang pada intinya diarahkan pada pengelolaan keuangan dan aset daerah yang lebih berorientasi kinerja (Performance Budget), bukan pada kebijakan (Policy Budget).
Sistem manajemen keuangan daerah (financial management system) merupakan bagian penting dalam rangka mendukung terciptanya good
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
26 governance di daerah. Bagian-bagian lain yang sama pentingnya adalah menata sistem pembiayaan, sistem penganggaran, dan sistem akuntansi serta sistem pemeriksaan. Tuntutan pembaharuan sistem keuangan tersebut adalah agar pengelolaan dana masyarakat (public fund) dilakukan secara transparan dengan mendasarkan konsep value for money sehingga tercipta akuntabilitas publik (public accountability).
3.2. Telaahan Visi, Misi, Dan Program Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Terpilih Terkait Dengan Tugas Dan Fungsi Pelayanan
Visi dan Misi dalam pelaksanaan pembangunan Pemerintah Kabupaten Pangandaran pada lima tahun mendatang mendasarkan pada nilai-nilai yang terkandung di dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD tahun 2006-2025). Di dalam RPJPD ditegaskan bahwa arah pembangunan jangka panjang daerah menggunakan visi bersama yang menjadi etos kerja, yaitu Kabupaten Pangandaran Sebagai Tujuan Wisata Dunia Visi bersama dan etos kerja tersebut menjadi inspirasi dan acuan dalam penentuan visi misi pemerintahan selama periode jangka menengah serta menjadi daya dorong bagi pemerintah daerah dan seluruh jajaran aparatnya untuk melaksanakan program/kegiatan secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Dengan memperhatikan dokumen-dokumen perencanaan tersebut di atas, dan juga memperhatikan kondisi permasalahan dan tantangan pembangunan yang dihadapai sekaligus tertuang dalam isu-isu strategis, maka dirumuskan visi, misi tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 sebagai berikut :
1. Visi
Pengertian visi diartikan sebagai gambaran spesifik tentang apa yang ingin dicapai dan misi adalah bagaimana visi itu diwujudkan, kemudian berdasarkan visi dan misi tersebut kemudian dirumuskan tujuan serta sasaran-sasaran yang akan dicapai beserta indikatorindikatornya. Visi Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 adalah :
“Mewujudkan Kabupaten Pangandaran Sebagai Tujuan Wisata Berkelas Dunia”
Secara filosofis visi tersebut adalah cita-cita untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Pangandaran yang :
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
27 a. Sinergitas artinya suatu kondisi dimana seluruh komponen atau elemen pemerintah terjalin kerjasama yang kuat serta memiliki tekad yang sama untuk berperan dalam pelaksanaan pembangunan sesuai dengan tugas dan peran masing-masing.
b. Profesional artinya suatu kondisi yang harus ada dan dimiliki dalam melaksanakan kewenangan, tugas dan fungsi seperti kompetensi dalam arti mempunyai keterampilan dan pengetahuan serta sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap aparatur agar dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara berdayaguna dan berhasilguna serta memiliki komitmen, tanggung jawab, kritis dan cepat tanggap.
c. Pelayanan publik (public service) Secara umum pelayanan publik (public service) diartikan sebagai segala upaya untuk memenuhi kebutuhan (needs), keinginan (wants) dan harapan (expectation) masyarakat agar
“TERWUJUDNYA SINERGITAS PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH YANG PROFESIONAL,
2. Misi
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional menjelaskan bahwa misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Oleh karena itu, sebuah visi belum dapat dikatakan sempurna tanpa adanya serangkaian misi yang berfungsi untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Dengan memperhatikan seluruh aspek pembangunan yang dibutuhkan oleh Kabupaten Pangandaran dan dengan memperhatikan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai Visi pembangunan Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021, maka dirumuskan misi sebagai berikut :
a. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, bersih dan melayani;
b. Mewujudkan penataan ruang yang harmonis dan pengendalian pemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan;
c. Meningkatkan infrastruktur dan fasilitas yang berkualitas;
d. Memperkuat ketahanan nilai-nilai kearifan local;
e. Membangun sumber daya manusia yang mandiri, berkualitas dan berdaya saing;
f. Membangun Perekonomian yang tangguh, maju, berkeadilan dan berkelanjutan;
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
28 3.3. Isu-isu Strategis
Selama kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan, Sekretariat Daerah dituntut lebih responsif, kreatif dan inovatif dalam menghadapi perubahan- perubahan baik ditingkat lokal, regional dan nasional. Perencanaan pembangunan hendaknya selalu memperhatikan isu-isu dan permasalahan yang mungkin dihadapi kedepan oleh masyarakat sehingga arah pelaksanaan pembangunan menjadi lebih tepat sasaran. Untuk itu perlu diantisipasi dengan perencanaan yang matang dan konferensif sehingga arah pembangunan sesuai dengan tujuan pembangunan daerah. Memperhatikan isu– isu dan permasalahan pembangunan yang dihadapi diharapkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan menuju good governance and clean government sehingga akan berdampak pada kualitas pembangunan daerah.
Berkaitan dengan isu-isu dan masalah pembangunan yang akan dihadapi Kabupaten Pangandaran pada tahun 2016 – 2021 tidak bisa dilepaskan dengan permasalahan dan isu pembangunan provinsi dan nasional. Secara umum, isu dan permasalahan yang dihadapi antara lain :
1. Tuntutan masyarakat untuk memberikan pelayanan yang prima.
2. Adanya tuntutan akuntabilitas tata pengelolaan pemerintahan.
3. Perkembangan Iptek yang pesat tidak dibarengi dengan semangat SDM untuk meningkatkan kemampuannya.
4. Ekspektasi terhadap produk hukum daerah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
5. Dinamika pengorganisasian dan ketatalaksanaan perangkat daerah
6. Membangun komitmen seluruh aparatur dalam melaksanakan tupoksi untuk mewujudkan komitmen.
7. Meningkatkan komitmen aparatur dalam menyelenggarakan Pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Permasalahan tersebut memerlukan penanganan secara komprehensif melalui pendekatan spasial sebagaimana ditetapkan dalam RTRW Kabupaten Pangandaran yang mencakup arahan pemanfaatan ruang, indikasi program pemanfaatan ruang dan indikasi sumber pendanaan program pemanfaatan ruang. Implikasinya terhadap pelayanan tugas pokok dan fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran , sebagai berikut :
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
29 1. Membangun sistem pelayanan prima yang murah, aman, cepat, efisien, dan
transparan.
2. Membangun komitmen seluruh aparatur dalam melaksanakan tupoksi untuk mewujudkan akuntabilitas.
3. Meningkatkan komitmen aparatur dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat.
4. Menyusun kebijakan yang efektif untuk mewujudkan penyelenggaraan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat
5. Menerapkan kebijakan pola kerja, pola pembinaan aparat yang sesuai dengan potensi dan kondisi daerah sebagai bahan masukan kepada Pemerintah Pusat dalam menetapkan kebijakan Nasional yang strategis dengan memperhatikan kepentingan Daerah.
Isu -isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi SKPD adalah kondisi yang menjadi perhatian karena dampaknya yang signifikan bagi SKPD dimasa datang. Suatu kondisi/kejadian yang menjadi isu strategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau sebaliknya, dalam hal tidak dimanfaatkan, akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat dalam jangka panjang. Berdasarkan hasil analisis terhadap isu strategis Sekretariat Daerah diidentifikasi sebagai berikut :
1. Optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan desa, pemerintahan umum dan otonomi daerah;
2. Efektivitas penyelenggaraan tugas dan fungsi perangkat daerah;
3. Peningkatan kualitas koordinasi dalam komitmen pimpinan dan jajarannya dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat;
4. Peningkatan sumber daya aparatur didukung dengan sarana prasarana yang optimal;
5. Penyusunan kebijakan yang efektif dengan memperhatikan pelayanan masyarakat;
6. Penyiapan produk hukum daerah yang sesuai dengan peraturan perundangan di atasnya dan memperhatikan kebutuhan masyarakat.
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
30 BAB IV
TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN
4.1 Tujuan
Tujuan adalah merupakan implementasi atau penjabaran dari misi den menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai oleh organisasi dimasa mendatang.Tujuan adalah sesuatu (apa) yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahunan. Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi.
4.2 Sasaran
Sasaran adalah merupakan penjabaran dari tujuan, sasaran menggambarkan hasil yang ingin dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam rumusan spesifik, terukur, mudah dicapai, rasional, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Dalam sasaran dirancang pula indikator sasaran. Yang dimaksud dengan indikator sasaran adalah ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan. Setiap indikator sasaran disertai dengan rencana tingkat capaiannya (targetnya) masing-masing. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu/tahunan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan dalam rencana strategis.
Berdasarkan uraian diatas, maka tujuan dan sasaran jangka menengah Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran adalah sebagai berikut :
Draft Rancangan Perubahan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 2016-2021
31 Tabel T-C.25.
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Perangkat Daerah
TUJUAN, SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN
TAHUN 2018 S/D 2021
NO SKPD PENANGGUNG
JAWAB TUJUAN INDIKATOR
TUJUAN
SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR SASARAN
PROGRAM DAN KEGIATAN
INDIKATOR PROGRAM DAN
KEGIATAN
SATUA N
TARGET TARGET
AKHIR PERIODE 201
7 2018 2019 2020 2021
MISI PERTAMA : Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel, Bersih dan Melayani 1 SEKRETARIAT DAERAH Meningkatnya
kapasitas kelembagaan dan
ketatalaksana an Perangkat Daerah
Persentase Peningkatan kapasitas kelembagaan dan
ketatalaksana an Perangkat Daerah
Meningkatnya Pelaksanaan Tupoksi Perangkat Daerah yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di SKPD
Persentase Pelaksanaa n Tupoksi Perangkat Daerah yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di SKPD
Program Penataan Kelembagaan dan Katatalaksanaan Perangkat Daerah
Cakupan Program Penataan
Kelembagaan dan Katatalaksanaan Perangkat Daerah yang sesuai dengan SPM, NSPK dan SOP
% 60 70 80 90 100 100