• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pada era globalisasi dan persaingan yang dihadapkan pada kondisi pasar yang semakin kompetitif, seluruh perusahaan dituntut agar dapat bersaing satu sama lain agar tujuan dan pencapaian yang telah ditetapkan perusahaan dapat tercapai. Berbagai cara dilakukan oleh perusahaan agar dapat mencapai tujuan perusahaan. Dalam mencapai keunggulan bersaing, perusahaan tidak hanya melihat dari faktor – faktor eksternal perusahaan saja, melainkan harus dapat melihat faktor internal perusahaan. Faktor internal perusahaan dalam pencapaian pencapaian keunggulan bersaing adalah memiliki sumber daya manusia yang unggul agar dalam menjalankan aktifitas yang ada di dalam perusahaan dapat terlaksana dengan efektif dan efisien.

Persaingan bisnis saat ini mengakibatkan kompetisi antar perusahaan semakin ketat. Salah satunya adalah perusahaan yang bergerak di bidang oleh – oleh yang terletak di kota Batu. Kota Batu atau terkenal dengan sebutan kota wisata merupakan salah satu kota pariwisata terbesar di Jawa Timur. Dengan banyaknya wisatawan dari berbagai kota menyebabkan persaingan bisnis di bidang oleh – oleh semakin tinggi. Salah satu tempat yang menjadi pusat pembelian oleh – oleh di kota Batu adalah PT. Brawijaya Lestari atau Istana Oleh – Oleh Brawijaya.

Pada PT. Brawijaya Lestari masalah sumber daya manusia menjadi pusat perhatian bagi perusahaan. Dengan memiliki sumber daya manusia yang unggul maka mampu membawa perusahaan untuk mencapai keberhasilan atau tujuan perusahaan. Keberhasilan perusahaan dapat dipengaruhi oleh sikap karyawan, salah satunya loyalitas. Karyawan perusahaan yang loyal akan melakukan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab, manjaga nama baik perusahaan dan mempertahankan keberadaannya di perusahaan. Mereka akan mendedikasikan diri sepenuhnya untuk kemajuan perusahaan. Mereka akan maju dan berkembang bersama perusahaan. Bagi karyawan yang memiliki

(2)

2

loyalitas tinggi, kemajuan perusahaan adalah yang utama dan harus selalu diusahakan dengan sebaik – baiknya. Sebaliknya, karyawan yang tidak loyal akan bekerja dengan semangat yang rendah, tingkat ketidakhadiran tinggi dan tidak ada keinginan untuk mempertahankan keberadaannya di perusahaan.

Oleh karena itu, loyalitas karyawan yang rendah sangat membahayakan bagi keberlangsungan perusahaan.

Melihat fenomena yang pernah terjadi di PT. Brawijaya Lestari pada saat weekend dengan banyaknya kunjungan dari wisatawan, terlihat antrian panjang dari pengunjung di bagian packing karena beberapa karyawan yang mengundurkan diri dari perusahaan dan belum melakukan recruitment karyawan lagi.

Tingkat perpindahan karyawan yang tinggi akan mengganggu jalannya aktivitas kerja, sebab setiap karyawan menempati posisi dan memiliki pekerjaannya masing – masing sehingga kekosongan terhadap suatu posisi akan memperlambat jalannya pelaksanaan pekerjaan. Selain itu, hal tersebut juga merugikan perusahaan sebab harus melakukan penarikan karyawan batu, menyeleksi, melatih dan mengembangkan karyawan tersebut yang nantinya akan menggantikan posisi karyawan sebelumnya.

Tingkat perpindahan karyawan yang relatif tinggi dalam hal ini karyawan yang keluar juga dirasakan oleh PT. Brawijaya Lestari dalam kurun waktu lima tahun.

Tabel 1. 1 Jumlah Karyawan Keluar

Sumber: HRD PT. Brawijaya Lestari

No. Tahun Karyawan Keluar Total Karyawan Presentase

1. 2017 5 90 5,56%

2. 2018 5 93 5,38%

3. 2019 2 96 2,08%

4. 2020 9 73 12,3%

5. 2021 17 61 27,87%

(3)

3

Berdasarkan tabel 1.1 dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2021, selalu terdapat karyawan yang mengundurkan diri dari PT. Brawijaya Lesatari dengan berbagai macam alasan. Presentase tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 27,87 persen. Meskipun di tahun – tahun sebelumnya mengalami penurunan, namun tingkat perpindahan karyawan karyawan di PT. Brawijaya Lestari masih cukup tinggi. Dengan tingkat perpindahan karyawan di PT.

Brawijaya Lestari tersebut menunjukkan indikasi kurangnya kesetiaan karyawan atau bisa dikatakan tingkat loyalitas karyawannya rendah.

Loyalitas seorang karyawan terhadap organisasinya tentu tidak tumbuh begitu saja pada diri seorang karyawan. Dibutuhkan kondisi dan perlakuan tertentu yang mempu menstimulasi hadirnya rasa loyal tersebut. Begitupun sebaliknya, karyawan dengan tingkat loyalitas yang renda juga tidak tumbuh begitu saja melainkan terjadi karena adanya faktor – faktor yang mempengaruhinya.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi loyalitas karyawan.

salah satunya adalah gaya kepemimpinan. Menurut Kurniawan (2019) loyalitas akan muncul jika seorang pemimpin mampu menjaga hubungan yang baik antara pemimpin dengan karyawan. Peran kepemimpinan yang baik adalah pemimpin yang dapat menciptakan visi dan misi perusahaan dan memberikan inspirasi serta motivasi kepada bawahannya.

PT. Brawijaya Lestari sempat mengalami dampak dari pandemi pada masa PSBB dan PPKM beberapa waktu lalu. Dengan berkurangnya jumlah kunjungan wisatawan di Istana Oleh – Oleh Brawijaya pada saat pandemi berdampak pada perusahaan. Peran pemimpin dalam hal ini sangat penting agar karyawan tetap bertahan dan tidak keluar dari perusahaan. Berdasarkan pre- survei yang dilakukan peneliti terhadap beberapa karyawan di PT. Brawijaya Lestari, pemimpin selalu memberikan semangat, motivasi, masukan dan perhatian kepada karyawan agar tetap semangat dalam menjalankan pekerjaan di masa pandemi saat itu. Pemimpin adalah sosok yang memberi inspirasi kepada semua karyawan agar bekerja sebaik – baiknya untuk mencapai hasil

(4)

4

dan tujuan yang diharapkan. Salah satu gaya kepemimpinan yang mampu memberikan inspirasi serta motivasi agar tujuan perusahaan dapat tercapai adalah kepemimpinan transformational. Kepemimpinan transformational mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi karyawan dengan memberikan masukan yang positif sehingga karyawan akan merasa nyaman dan berakibat terhadap kesetiaan kerja atau loyalitas karyawan akan meningkat.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Muliati (2020) menemukan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan mempengaruhi loyalitas karyawan. Artinya kepemimpinan transformasional yang dilakukan pada perusahaan dapat meningkatkan loyalitas karyawan begitupun sebaliknya jika kepemimpinan transformasional tidak dilakukan maka karyawan tidak akan memiliki loyalitas pada perusahaan. Keputusan yang diambil oleh pemimpin, dukungan yang diberikan kepada karyawan oleh pemimpin, komunikasi yang baik dan sikap pemimpin yang dapat mempengaruhi loyalitas karyawan. Pemimpin yang mampu memberikan kenyamanan kepada karyawannya berpengaruh positif terhadap loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Marzuki (2018), Pratama et al., (2019), Fitriyani (2018) dan Siagian (2016) menemukan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan. Dimana kepemimpinan transformasional merupakan faktor yang mempengaruhi loyalitas karyawan, artinya jika kepemimpinan transformasional yang dierapkan semakin baik maka tingkat loyalitas karyawan semakin tinggi pula dan perusahaannya begitu juga sebaliknya jika kepemimpinan transformasional semakin buruk maka tingkat loyalitas karyawan semakin rendah.

Untuk menjaga karyawan agar memiliki kualitas kerja yang baik dan tetap mengabdi kepada perusahaannya, selain dengan menciptakan karyawan yang loyal maka perusahaan harus meningkatkan employee engagement, karena keteribatan karyawan (employee engagement) terjalin sangat penting

(5)

5

dengan hasil bisnis. Berdasarkan pre-survei yang dilakukan penulis di PT.

Brawijaya Lestari Kota Batu, melalui wawancara singkat dengan HRD dan beberapa karyawan bagian staff, camilan dan packing, karyawan sering lupa waktu dalam bekerja, karyawan merasa sangat antusias untuk datang bekerja dan karyawan juga merasa menyatu dengan pekerjaan. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa setiap karyawan memiliki employee engagement yang tinggi.

Karyawan yang engaged tidak hanya memberikan kontribusi lebih kepada perusahaan tetapi juga lebih loyal karena itu lebih kecil kemungkinannya untuk secara sukarela meninggalkan perusahaan. Sebaliknya, jika karyawan yang not engaged maka hanya berfokus pada tugas harian karena yang terpenting bagi karyawan yang not engaged adalah menyelesaikan pekerjaan tanpa adanya kontribusi dan loyalitas karyawan kepada perusahaan.

Salah satu faktor pendorong utama terbentuknya employee engagement adalah kepemimpinan. Komunikasi dua arah antara pemimpin dan karyawan dapat meningkatkan employee engagement. Pemimpin bisa meningkatkan employee engagement melalui gaya kepemimpinan transformational.

Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Yulianti et al., (2018), Mufeed (2018) dan Widjaja et al., (2019) menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara kepemimpinan transformational terhadap employee engaged, artinya semakin tinggi kepemimpinan transformational yang diterapkan pemimpin maka semakin tinggi pula employee engagement.

Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan (2019) mengemukakan bahwa kepemimpinan transformational tidak berpengaruh terhadap employee engagement. Artinya, kurangnya pemimpin dalam melibatkan karyawan di perusahaan dalam pencapaian tujuan perusahaan.

Dari fenomena kepemimpinan transformational, loyalitas dan employee engagement pada PT. Brawijaya Lestari tersebut dan dari berbagai penjelasan di atas serta didasarkan pada penelitian – penelitian terdahulu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul

“Pengaruh Transformational Leadership terhadap Loyalitas Karyawan dengan

(6)

6

Employee Engagement Sebagai Variabel Intervening Pada Karyawan PT.

Brawijaya Lestari Kota Batu”.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana transformational leadership, loyalitas karyawan dan employee engagement pada PT. Brawijaya Lestari Kota Batu

2. Apakah transformational leadership berpengaruh terhadap loyalitas karyawan

3. Apakah transformational leadership berpengaruh terhadap employee engagement

4. Apakah employee engagement berpengaruh terhadap loyalitas karyawan 5. Apakah variabel employee engagement mampu memediasi

transformational leadership terhadap loyalitas karyawan C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui transformational leadership, loyalitas karyawan dan employee engagement pada PT. Brawijaya Lestari Kota Batu

2. Untuk mengetahui pengaruh transformational leadership terhadap loyalitas karyawan

3. Untuk mengetahui pengaruh transformational leadership terhadap employee engagament

4. Untuk mengetahui pengaruh employee engagement terhadap loyalitas karyawan

5. Untuk mengetahui variabel employee engagement mampu memediasi transformational leadership terhadap loyalitas karyawan

D. Manfaat Penelitian a. Manfaat Teoritis

Dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teori dan menambah referensi literatur yang berkaitan mengenai pengaruh transformational leadership terhadap loyalitas karyawan dengan employee engagement sebagai variabel intervening.

(7)

7 b. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi perusahaan yang berupa masukan terhadap pemimpin PT. Brawijaya Lestari untuk meningkatkan loyalitas karyawan dan employee engagement. Sehingga dengan adanya informasi ini perusahaan dapat menjadikan pertimbangan faktor – faktor yang mempengaruhi loyalitas karyawan dan employee engagement.

E. Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur ilmiah, namun demikian masih memiliki keterbatasan penelitian yaitu:

1. Pengukuran pada setiap divisi menggunakan instrumen yang sama, padahal mungkin setiap divisi memiliki karakteristik sendiri.

2. Dalam proses pengambilan data, informasi yang diberikan responden melalui kuesioner terkadang tidak menunjukkan pendapat responden yang sebenarnya, hal ini terjadi karena kadang perbedaan pemikiran, anggapan dan pemahaman yang berbeda tiap responden, juga faktor lain seperti faktor kejujuran dalam pengisian pendapat responden dalam kuesionernya.

Gambar

Tabel 1. 1 Jumlah Karyawan Keluar

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Margaretta dan Soepriyanto (2012) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan pada ukuran perusahaan terhadap keterlambatan

Dalam penelitiannya Nur Hakiki (2018) menyimpulkan bahwa secara parsial saham syariah berpengaruh positif dan tidak signifikan, sukuk berpengaruh positif dan

Bedasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh dari hasil tersebut menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa - Gaya kepemimpinan transaksional dan gaya kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan pada kepuasan

Sedangkan hasil penelitian Bambang Saputra (2014) menyimpulkan bahwa, ROA memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap Pangsa Pasar; CAR berpengaruh signifikan

Peneliti (Aprillia et al., 2015)mengemukakan bahwa variabel kesempatan yang diukur atau diproksikan dengan keoemilikan komisaris independen memiliki pengaruh yang

Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Saputra (2009) menunjukkan Variabel kualitas produk atas harga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan yang dilakukan oleh Mahardika, dkk, 2019 berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan