• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA, HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA, HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS

A. Tinjauan Pustaka Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Ujaran Kebencian Melalui Media Sosial

1. Pengertian Perlindungan Hukum

Perlindungan hukum antara lain bermakna segala upaya pemenuhan hak dan pemberian bantuan untuk memberikan rasa aman kepada saksi dan/atau korban. Perlindungan hukum korban merupakan bagian dari perlindungan masyarakat. Perlindungan hukum diwujudkan dalam berbagai bentuk. Misalnya melalui pemberian restitusi, kompensasi, pelayanan medis, dan bantuan hukum.1

Perlindungan hukum dalam skripsi ini hanya perlindungan oleh hukum saja. Perlindungan yang diberikan oleh hukum, terkait pula dengan adanya hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban dimaksud adalah yang dimiliki oleh manusia sebagai subyek hukum dalam interaksinya dengan sesama manusia serta lingkungannya. Sebagai subyek hukum, manusia memiliki hak dan kewajiban untuk melakukan suatu tindakan hukum.2

Menurut Philipus M. Hadjon perlindungan hukum adalah perlindungan akan harkat dan martabat, serta pengakuan terhadap hak-hak asasi manusia yang

1Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Ui Press, Jakarta, 1984, hlm 133.

2 C. S. T Kansil, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1980, hlm. 102

(2)

2

dimiliki oleh subyek hukum berdasarkan ketentuan hukum dari kesewenangan.3 Menurut Setiono, perlindungan hukum adalah tindakan atau upaya untuk melindungi masyarakat dari perbuatan sewenang-wenang oleh penguasa yang tidak sesuai dengan aturan hukum.

Perlindungan hukum ada untuk mewujudkan ketertiban dan ketentraman.

Perlindungan hukum memungkinkan manusia untuk menikmati martabatnya sebagai manusia.4 Menurut Muchsin, perlindungan hukum merupakan kegiatan untuk melindungi individu dengan menyerasikan hubungan nilai-nilai atau kaidah-kaidah yang menjelma dalam sikap dan tindakan dalam menciptakan adanya ketertiban dalam pergaulan hidup antar sesama manusia.5

Perlindungan hukum sebagai suatu gambaran dari fungsi hukum yaitu konsep dimana hukum dapat memberikan suatu keadilan, ketertiban, kepastian, kemanfaatan dan kedamaian. Perlindungan hukum yang adil dipahami adalah semua orang diberlakukan sama sebagai manusia lainnya. Hal ini mencakup dua hal. Pertama, penyamaan setiap orang di dalam hukum yang mendasari asas dan prinsip equality before the law dalam penegakkan hukum, yaitu apakah para penegak hukum telah mewujudkannya. Kedua, persamaan di dalam hukum atau equality in law sebagai pedoman untuk menganalisis apakah isi ketentuan peraturan perundang-undangan telah mengatur persamaan di depan hukum.6

3 Philipus M. Hadjon, Perlindungan Bagi Rakyat diIndonesia, Bina Ilmu, Surabaya, 1987, hlm. 1-2.

4 Setiono, Rule of Law Supremasi Hukum, Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 2004, hlm. 3.

5 Muchsin, Perlindungan dan Kepastian Hukum bagi Investor di Indonesia, Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta 2003, hlm. 14.

6 C. Maya Indah S, Perlindungan Korban Suatu Perspektif Viktimologi dan Kriminologi, Edisi Kedua, Prenadiamedia Group, 2014, hlm. 129.

(3)

3

2. Pengertian Korban Tindak Pidana dan Teori Perlindungan Korban

Korban adalah orang yang mengalami kerugian. Kerugian yang dimaksud adalah kerugian fisik, mental maupun kerugian finansial yang merupakan akibat dari satu tindak pidana sebagai akibat. Kerugian merupakan sebagai salah satu faktor timbulnya tindak pidana sebagai sebab. Korban diartikan sebagai seseorang yang telah menderita kerugian sebagai akibat tindak pidana dan rasa keadilan secara target atau sasaran tindakan pidana.7

Menurut Muladi, korban adalah orang-orang yang baik secara individual maupun kolektif telah menderita kerugian termasuk kerugian fisik atau mental, emosional, ekonomi atau gangguan substansial terhadap hak-haknya yang fundamental, melalui perbuatan atau komisi yang melanggar hukum pidana di masing-masing negara termasuk penyalahgunaan kekuasaan.8

Korban merupakan pihak yang merasakan langsung akibat dari suatu kejahatan selayaknya memperoleh perhatian khusus dalam sistem hukum di Indonesia. Penegakan hukum pidana memiliki kelemahan yaitu lebih berat meletakkan orientasi pada pelaku kejahatan. Kerugian, penderitaan dan upaya pemulihan atau restorasi terhadap korban kejahatan kurang mendapatkan perhatian.9

Tindak pidana merupakan salah satu bentuk dari perilaku menimpang yang selalu ada dan melekat pada tiap bentuk masyarakat. Tidak ada masyarakat

7 Sujoko, Implementasi Tuntutan Ganti Kerugian dalam Pasal 98 KUHP Terhadap Tindak Pidana Pemerkosaan, Universitas Dipenorogo, 2008, hlm. 1.

8 Muladi, Hak Asasi Manusia, Politik dan Sistem Peradilan Pidana, Basan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang, 1997, hlm. 108.

9 Wirawan Adi Ketut, Jurnal Advokasi Perlindungan terhadapa Korban sebegai Penyeimbangan Asas Legalitas, Vol 5. No 2, 2015, hlm. 173.

(4)

4

yang tidak melakukan kejahatan.10 Perspektif hukum memandang kejahatan sebagai suatu peristiwa hukum yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

Sehingga hukum dapat memberikan sanksi yang tegas terhadap pelakunya.

Kejahatan merupakan masalah kemanusiaan dan masalah sosial yang menimbulkan ancaman terhadap norma-norma sosial serta ketertiban masyarakat.

Kejahatan dalam konsep yuridis berarti tingkah laku manusia yang dapat diukum berdasarkan hukum pidana.11

Suatu tindakan atau kejadian dapat dikatakan sebagai suatu perbuatan pidana jika perbuatan itu memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:

1. Harus ada suatu perbuatan manusia;

2. Perbuatan manusia itu harus melawan hukum (wederrechtelijk);

3. Perbuatan itu diancam dengan pidana (strafbaar gesteld) dalam undang-undang;

4. Harus dilakukan oleh seseorang yang mampu bertanggung jawab (toerekeningsvatbaar);

5. Perbuatan itu harus terjadi karena kesalahan (schuld) si pembuat.12 Pada prinsipnya, setiap tindak pidana menimbulkan pihak yang disebut korban. Tindak pidana terhadap orang yang menimbulkan kerugian fisik maupun psikis dari korban. Selain itu juga tindak pidana dapat menimbulkan kerugian materi pada korban.

10 Abintoro Prakoso, Kriminologi dan Hukum Pidana, Laksbang Grafika, Yogyakarta, 2013, hlm. 155.

11 Rena Yulia, Victimologi: Perlindungan Hukum terhadap Korban Kejahatan, Graha Ilmu, Yogyakarta, hlm. 87.

12 Asmah, Pengantar Hukum Indonesia Suatu Pemahaman Awal Mengenal Hukum, Cetakan Pertama, UII Press, Yogyakarta, 2018, hlm. 68.

(5)

5

Perlindungan hukum yang diberikan kepada korban kejahatan sebagai bagian dari perlindungan kepada masyarakat yang menjadi korban dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk seperti, pertama, ganti rugi. Program pemberian ganti kerugian kepada korban seharusnya merupakan perpaduan usaha dari berbagai pendekatan, baik pendekatan dalam bidang kesejahteraan sosial, pendekatan kemanusiaan dan pendekatan sistem peradilan pidana. Kedua, restitusi. Restitusi diarahkan pada tanggungjawab pelaku terhadap akibat yang ditimbulkan oleh kejahatan. Sehingga sasaran utamanya adalah menaggulangi semua kerugian yang diderita korban. Ketiga kompensasi. Kompensasi merupakan bentuk satuan yang dapat dilihat dari aspek kemanusiaan dan hak-hak asasi. Kompensasi sebagai bentuk santunan yang sama sekali tidak tergantung bagaimana berjalannya proses peradilan dan putusan yang dijatuhkan. bahkan sumber dana untuk itu diperoleh dari pemerintah atau dana umum.13

Perlindungan terhadap korban diartikan apabila pelaku telah dipidana dan diproses. Padahal proses pemidanaan tidak hanya pada saat hakim mulai bekerja.

Namun dalam tingkat kepolisian pun proses pemidanaan tersebut telah dimulai dan korban terlibat didalamnya. Oleh karena itu, perlindungan korban perlu pula ditekankan perhatian terhadap bagaimana bekerjanya proses peradilan pidana tersebut dilangsungkan oleh aparat penegak hukum mulai dari kepolisian.14

Perlindungan korban dalam konsep luas meliputi dua hal yaitu, pertama bentuk perlindungan korban secara tidak langsung dalam kebijakan kriminal, yaitu untuk memperoleh hak hidup, keamanan dan kesejahteraan. Melalui

13 Rena Yulia, Op.cit, hlm. 59

14 C. Maya Indah S, Op. Cit, hlm. 113.

(6)

6

keterpaduan kebijakan kriminal dengan kebijakan sosial, maka perlindungan hukum terhadap korban mengindikasikan bahwa setiap perumusan kebijakan pembangunan harus mencakup upaya terhadap perlindungan masyarakat.15 Kedua, bentuk perlindungan korban secara langsung, yaitu hak korban untuk memperoleh santunan dan hak korban untuk acces to justice and fair treatment, compensation, restitution, and asisstance merupakan reaksi terhadap fokus

perhatian hukum pidana yang menempatkan korban sebagai forgotten person.16 Tujuan perlindungan korban adalah memberikan ketentraman rasa aman kepada korban khususnya pada saat memberikan keterangan pada setiap proses peradilan pidana, memberikan dorongan dan motivasi kepada korban agar tidak takut dalam menjalani proses peradilan pidana, memulihkan rasa percaya diri korban dalam hidup bermasyarakat, dan memulai rasa keadilan, bukan hanya kepada korban dan keluarga korban tapi juga kepada masyarakat.17

Perlindungan korban dalam peradilan pidana terkait dengan perlindungan korban sebagai bagian dari kebijakan perlindungan masyarakat dan kebijakan kesejahteraan sebagai bagian dari kebijakan sosial. Keterpaduan antara kebijakan kriminal dan kebijakan sosial berkonsekuensi pada perlunya perhatian terhadap korban.18

3. Pengertian Ujaran Kebencian

Ujaran kebencian adalah perkataan, perilaku, tulisan, ataupun pertunjukan yang dilarang karena bisa memicu terjadinya perbuatan kekerasan dan sikap

15 Ibid, hlm. 126.

16 Ibid, hlm. 128.

17 Pasal 4 UU No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

18 C. Maya Indah S, Op. Cit, hlm. 118.

(7)

7

prasangka, baik dari pihak pelaku pernyataan tersebut taupun korban dari perbuatan tersebut.19 Ujaran kebencian dapat berupa tindak pidana yang diatur dalam KUHP dan ketentuan pidana lainnya di luar KUHP yang terdiri dari tujuh bentuk seperti penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi, menghasut, dan penyebaran berita bohong.

Penghinaan adalah bentuk uujaran kebencian yang ditandai dengan empat unsur penting. Diatur dalam Pasal 310 ayat (1) KUHP. Adapun bentuk-bentuk tersebut, yaitu sengaja, menyerang kehormatan atau nama baik seseorang, menuduh suatu hal, dengan maksud diketahui umum. Unsur-unsur ini mutlak ada sehingga seseorang dapat dikenakan delik penghinaan. Ujaran kebencian penghinaan ini bertujuan untuk menyerang kehoramatan dan nama baik seseorang sehingga pihak yang bersangkutan akan merasa malu.

Bentuk kedua, yaitu, pencemaran nama baik. Pencemaran nama baik adalah bentuk ujaran kebencian yang ditandai dengan beberapa unsur. Adapun unsur-unsur tersebut yaitu adanya hal atau sesuau yang tidak benar yang dikomunikasikan lewat internet (fitnah/hoax), hal atau keadaan tersebut mengenai diri seseorang atau suatu badan, hal atau keadaan tersebut dipublikasikan kepada pihak lain, publikasi tersebut mengakibatkan kerugian bagi seseorang yang menjadi objek pencemaran nama baik. Fungsi dari ujaran kebencian kategori pencemaran nama baik ini bertujuan untuk menjatuhkan nama baik subjek hukum dan badan hukum. Sehingga, pihak-pihak yang bersangkutan merasa dirugikan dama hal moril maupun materil.

19 Sutan Remi Syahdeini, Kejahatan dan Tindak Pidana Konputer, Pustaka Utama Grafiti, Jakarta, 2009, hlm. 38.

(8)

8

Bentuk ketiga, yaitu, penistaan. Penistaan adalah bentuk ujaran kebencian ditandai dengan unsur-unsur. Dalam unsur-unsur tersebut terdapat adanya hal atau sesuatu yang dikomunikasikan lewat internet. Hal atau keadaan tersebut mengenai diri seseorang ataupun kelompok orang. Hal atau keadaan tersebut dipublikasikan kepada pihak lain. Publikasi tersebut mengakibatkan pihak yang terkait merasa tersinggung.

Penistaan yang paling banyak terjadi adalah penistaan agama. Penistaan agama tergolong dua jenis. Pertama, verbal dengan kata-kata mengolok, sindiran, tuduhan, ejekan dan candaan yang tidak pada tempatnya. Kedua, non verbal dengan tindakan, perilaku atau pandangan bahasa tubuh untuk mengotori ajaran agama masing-masing.

Bentuk keempat, yaitu, perbuatan tidak menyenangkan. Perbuatan tidak menyenangkan adalah bentuk ujaran kebencian yang ditandai dengan perbuatan tersebut melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan, membiarkan sesuatu dengan memakai kekerasan.

Bentuk kelima, yaitu memprovokasi. Memprovokasi adalah bentuk ujaran kebencian yang ditandai dengan beberapa unsur. Adapun unsur tersebut yaitu sengaja, hal atau keadaan tersebut mengenai diri seseorang atau suatu badan, menuduhkan suatu hal. Menuduh dengan maksud membangkitkan kemarahan dan berpikiran negatif.

Provokasi yang sering terjadi adalah provokasi politik. Provokasi politik ini bertujuan untuk memanas-manasi lawan politik, menjatuhkan citra lawan

(9)

9

politik serta untuk meningkatkan dukungan dan citra kandidat yang melancarkan aksi provokasi tersebut pada saat menjelang pemilu.

Bentuk keenam, yaitu, menghasut. Menghasut adalah ujaran kebencian yang ditandai dengan unsur-unsur. Adapun unsur tersbut yaitu sengaja, ditujukan kepada seseorang atau banyak orang, adanya maksud untuk membangkitkan semangat upaya berbuat sesuatu. Setelah itu yang terhasut akan melakukan perlawanan atau memberontak. Fungsi menghasut ini adalah membangkitkan hari orang lain supaya marah dan mau melakukan sesuatu dalam hal ini melawan atau memberontak.

Bentuk ketuju, yaitu, penyebaran berita bohong. Penyebaran berita bohong adalah bentuk ujaran kebencian yang ditandai dengan unsur-unsur. Unsur-unsur penyebaran berita bohong yaitu adanya hal atau sesuatu yang dikomunikasikan lewat internet. Berita yang disebarkan tidak lengkap, tidak jelas dan tidak diketahui kebenarannya. Hal atau keadaan tersebut mengenai badan hukum atau badan usaha. Hal atau keadaan tersebut dipublikasikan kepada pihak lain.

Publikasi tersebut mengakibatkan kerugian.20

Terkait dengan bentuk-bentuk ujaran kebencian tersebut bisa menjadi sorotan publik dan menimbulkan perpecahan hanya karena sebuah komentar dan postingan dari pengunggah dan/atau para netizen. Bentuk ujaran kebencian yang disebarkan melalui internet baik secara sengaja maupun tidak sengaja dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

20Dian Junita Ningrum, Suryadi, dan Dian Eka Chandra Wardhana, Jurnal Ilmiah Kajian Ujaran Kebencian di Media Sosial, Vol II, Nomor III, FKIP Universitas Bengkulu, 2018, hlm.

244-246.

(10)

10

Ujaran kebencian adalah sebuah ungkapan yang berupa pendapat yang disampaikan dengan lisan atau tulisan. Ujaran kebencian dapat mencemarkan kehormatan dan nama baik seseorang atau kelompok dalam hal agama, suku, ras, etnis bangsa dan lain-lain. ungkapan ini dapat menimbulkan kekerasan dan peperangan antara seseorang atau kelompok dengan yang lainnya.

Ujaran kebencian dapat digambarkan sebagai suatu perkataan yang bertujuan untuk membenci, malanggar, mendiskriminasi dengan cara menyinggung, mengancam atau menghina kelompok berdasarkan ras, warna kulit, agama, asal kebangsaan. Ujaran kebencian bukan merupakan suatu larangan mengenai gagasan atau memperbaiki emosi tetapi lebih kepada pembatasan bentuk komunikasi.

4. Pengertian Media Sosial

Pada hakikatnya setiap orang bebas berkomunikasi dan prosesnya berlangsung dalam berbagai konteks baik fisik, psikologis, maupun sosial, karena proses komunikasi tidak terjadi pada sebuah ruang kosong. Oleh karena itu, komunikasi sebagai sarana kehidupan memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai alat kendali, motivasi, informasi serta sebagai sarana pengungkapan emosional.

Sarana komunikasi ini dilakukan secara publik. Sifat keterbukaan informasi dimedia sosial inilah yang menjadi pemicu tingginya kecendrungan masyarakat untuk melakukan ujaran kebencian seperti ketersediaan kolom komentar kepada pembaca untuk mengomentari pada media yang berbasis elektronik.

Kecerdasan linguistik seseorang memperlihatkan kemampuannya dalam mengelola diksi dan emosi sesuai dengan konteks situasi. Media sosial tidak

(11)

11

hanya sebagai media penghubung dan berbagi. Media sosial juga mampu melakukan sebuah perubahan besar yang sering digunakan dalam bidang politik dan bidang yang lainnya.

Internet memberikan kemudahan akses warga dalam membuat akun di milis, situs jejaring sosial, web-blog hingga membuat situs sendiri yang pada kenyataannya menambah sumber untuk memproduksi dan mendistribusikan media. Proses produksi media pada dasarnya tidaklah berlangsung dalam isolasi.

Pada umumnya organisasi media beroperasi dalam lingkungan yang dikarakteristikkan oleh tingginya derajat tekanan dan tuntutan yang kadang kontradiktif. Bennet mengasumsi bahwa media dalam membangun realitas politik dipandang sebagai agen konstruksi sosial yang mendefinisikan realitas sesuai dengan kepentingannya.

Jika kebebasan media menganggap suatu peristiwa sebagai salah satu realitas sosial yang terjadi memiliki nilai penting sehingga harus disampaikan maka bersamaan dengan itu ada penekanan, penonjolan, argumentasi yang lebih dalam pemberitaan media bersangkutan terhadap suatu peristiwa itu. Sebaliknya, akan ada pula fakta yang dikesampingkan, disembunyikan, maupun diabaikan.

Tidak ada nilai atau aturan yang membentuk warga dalam memilah dan memilih peristiwa yang akan dipublikasikan. Dalam kondisi tertentu tidak ada kode etik yang mengikat warga untuk mempublikasikan segala sesuatu yang bisa menimbulkan konflik ata ketegangan antar agama, ras maupun suku karena warga bisa bersembunyi di dalam identitas virtual yang palsu.

(12)

12

Internet menciptakan berbagai peluang baru dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menciptakan peluang kejahatan yang baru. Secara garis besar, media sosial merupakan sebagai media online. Dimana lewat internet para penggunanya dapat berbagi, berpartisipasi dan membuat konten berupa blog, wiki, forum, jejaring sosial dan ruang dunia virtual oleh teknologi multimedia yang semakin canggih hingga kini. Internet, media sosial dan teknologi multimedia menjadi satu kesatuan dan sulit dipisahkan dan menjadikan munculnya hal-hal baru.

5. Pengaturan dan Penanganan Ujaran Kebencian

Pengaturan tentang uajaran kebencian terdapat dalam Pasal 28 ayat (2) UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik menyebutkan bahwa “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)”.

Pasal 45A ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaki Elektronik menyatakan “Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimakksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00”.

Pelaksanakan fungsi kepolisian, terkait dengan penanganan tindak pidana ujaran kebencian yang terjadi di masyarakat, kepolisian mengeluarkan Surat

(13)

13

Edaran Kapolri sebagai acuan sekaligus petunjuk atau pedoman bagi penanganan tindakan-tindakan yang terkait dengan ujaran kebencian untuk langkah-langkah pencegahan dan penegakkan hukum. Keberadaan Surat Edaran (SE) Kapolri No.

SE/6/X/2015 bukanlah bersifat pengaturan yang bisa mengikat masyarakat. SE hanya bersifat sebagai petunjuk teknis atau pedoman yang mengikat ke dalam agar setiap anggota Polri memiliki pemahaman dan pengetahuan atas ujaran kebencian yang merupakan salah satu hal yang penting yang harus dimiliki oleh personel Polri selaku aparat Negara. Hal ini dimaksudkan agar Polri dapat mengambil tindakan pencegahan sendini mungkin sebelum timbulnya tindak pidana sebagai akibat dari ujaran kebencian.

Surat Edaran Kapolri bukanlah dasar hukum yang menjadi landasan penanganan pidana. Kekuatan mengikat SE Kapolri berada jauh dibawah UU. UU merupakan dasar hukum pengaturan dari perbuatan-perbuatan ujaran kebencian.

SE Kapolri hanya berfungsi sebagai petunjuk teknis atau pedoman bagi pelaksanaan tugas-tugas anggota Polri dalam penanganan tindak pidana yang terkait dengan ujaran kebencian. Delik terkait dengan ujaran kebencian adalah termasuk delik aduan. Artinya, hanya pihak yang merasa dirugikan dan dapat mengadukan perbuatan pelaku untuk diproses oleh penegak hukum. Polisi tidak dapat serta merta memproses delik dimaksud tanpa aduan dari pihak yang merasa dirugikan terlebih dahulu.21

21 Zaqiu Rahman, RechtsVinding Online, Surat Edaran Kapolri tentang Ujaran Kebencian (Hate Speech), Akankaj Membelenggu Kebebasan Berpendapat?, 2015, hlm. 5-6.

(14)

14

B. Temuan Penelitian tentang Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Ujaran Kebencian Melalui Media Sosial

Temuan penelitian ini dapat digambarkan melalui suatu putusan dalam suatu perkara pidana khusus Telematika. Perkara bernomor 370/Pid.Sus/2018/PN Jkt.Sel. Perkara ini diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di Tingkat pertama. Acara pemeriksaan dalam pemeriksaan tersebut menggunakan acara pemeriksaan biasa. Gambaran putusan dikemukakan di bawah ini sebagai jawaban atas pertanyaan dalam rumusan masalah yaitu “Bagaimana Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Ujaran Kebencian Melalui Media Sosial?”.

1. Identitas Pelaku Ujaran Kebencian sebagai Temuan

Temuan dalam Putusan Pengadilan perkara yang menjadi hasil penelitian mengadili seorang Terdakwa bernama Dhani Ahmad Prasetyo. Terdakwa lahir di Jakarta 26 Mei 1972 berusia 45 tahun. Terdakwa berjenis kelamin laki-laki.

Terdakwa berkebangsaan Indonesia dan seorang yang beragama.. Terdakwa bertempat tinggal di Jalan Pinang Emas VII D.4 No.7 RT.008/003, Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pekerjaan yang ditekuni terdakwa adalah seniman. Pendidikan terakhir Terdakwa adalah tamatan SMA.

Terdakwa didampingi oleh Penasihat Hukum antara lain Hendarsam Marantoko, SH.C.L.A.C.R.A, Krist Ibnu Wahyudi SH, Muda Ramadhani Siregar SH, Dahlan Pido, SH.,MH, Y. Nurhayati, Sag, SH.,MH, Soraya, SH.,MH, Mendy Uthama, SH, Rubby Cahyadi, SH. Selain itu, ada juga Konsultan Hukum pada

(15)

15

Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) yang beralamat di Gedung ARVA Cikini Blok 60M Jakarta Pusat 10330.

2. Surat Kuasa Khusus dalam Perkara Ujaran Kebencian Surat kuasa khusus yang telah didaftarkan pada kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tanggal 12 april 2018 No. 295/SK/HKM/IV/2018 tanggal 16 April 2018. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menetapkan wakil ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 370/Pid.Sus//2018/PN.Jkkt.Sel tanggal 29 Maret 2018 tentang penunjukan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara Terdakwa. Menetapkan majelis hakim No. 370/Pid.Sus//2018/PN.Jkkt.Sel tanggal 4 april 2018 tentang penetapan hari sidang.

3. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum

Jaksa Penuntut Umum memperhatikan berkas perkara, keterangan Saksi, keterangan Ahli, Terdakwa, barang bukti yang diajukan di persidangan dan surat- surat lain. Jaksa Penuntut Umum menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Terdakwa melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak, menyuruh lakukan, menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, rasa, dan antargolongan (SARA). Diatur dalam Pasal 45A ayat (2) Jo. Pasal 28 ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-I KUHP. Terdakwa dijatuhkan pidana penjara selama dua tahun.

Terdakwa dibebabni biaya perkara sebesar Rp. 5000.

(16)

16

4. Barang Bukti Jaksa Penuntut Umum

Jaksa penuntut umum kemudian menetapkan barang bukti berupa satu buah flash disk Kingston data Traveler G3 8 GB, warna putih kuning, berisi Screenshoot unggahan twiter Dhani Ahmad Pasetyo @AHMADDHANIPRAST.

satu unit HP Merk Xiaomi Redmi Note 4 Warna putih silver beserta simcard Indosat Nomor: 085731922219 didalamnya dirampas untuk dimusnahkan. satu buah simcard HP provider XL dengan nomor 081760009999 Simcarrd dirampas untuk dimusnahkan dan nomor 081760009999 dinonaktifkan melalui Kementerian KOMINFO RI. Satu buah email dengan nama [email protected] beserta password. Satu buah akun twiter dengan nama pemilik Dhani Ahmad Prasetyo @AHMADDHAM PRAST beserta password dirampas untuk dimusnahkan dengan cara dinonaktifkan melalui Kementerian KOMINFO RI.

5. Pledoi

a. Penasihat Hukum Terdakwa

Pada tanggal 10 Desember 2018, Penasihat hukum Terdakwa menyampaikan pembelaannya. Dalam pembelaan tersebut, Terdakwa menolak adanya tindak pidana ujaran kebencian dan permusuhan kepada individu dan/atau kelompok masyarakat berdasarkan SARA. Terdakwa juga memohon putusan yang seringan-ringannya. Penasihat hukum Terdakwa meminta kepada Majelis Hakim untuk menerima pembelaan Terdakwa. Menyatakan Terdakwa tidak terbukti bersalah dan menyatakan Terdakwa bebas dari segala dakwaan dan tuntutan. Selain itu, memohon agar hak-hak Terdakwa dalam kemampuan,

(17)

17

kedudukan, harkat dan martabat dapat dipulihkan seperti semula. Penasihat hukum meminta agar putusan seadil-adilnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

b. Terdakwa

Pada tanggal 17 Desember 2018 Terdakwa menyampaikan pledoinya dalam bentuk politis dengan judul Indonesia di persimpangan menuju Negara para penista agama dan Negara para persekutor demokrasi. Pengadilan Negeri adalah gerbang terakhir yang bisa menghalangi NKRI terjerumus menjadi Negara para penista agama. Berkaca pada kasus Ahok, lihatlah bagaimana sulit dan rumit Kepolisian RI menjadikan Ahok tersangka, hingga umat pun akhirnya harus turun ke jalan dengan jumlah yang luar biasa. Padahal MUI juga sudah memberikan fatwanya soal penistaan agama oleh Ahok. Tersangka penista agama ditahan di sel. Tetapi Ahok tidak. Jika tidak ada tekanan umat, Ahok si Penista Agama akan lolos dari jeratan hukum. Kepolisian pun terpaksa menjadikan Ahok sebagai tersangka meskipun tidak ditahan.

Lihatlah bagaimana rezim ini mempertontonkan ketidakadilannya.

Lihatlah pula bagaimana Kejaksaan memberikan tuntutan kepada Ahok hanya satu tahun percobaan. Menurut terdakwa hal ini patut dicurigai karena Jaksa Agung adalah orang partai Nasdem dan partai pendukung Ahok. Jaksa Agung bisa seenaknya membuat sejarah baru penuntutan kepada Terdakwa penistaan agama.

Terdakwa berpandangan ini jelas tuntutan yang sangat politis, karena ada kepentingan partai di setiap kalimat yang menjadi tuntutannya.

(18)

18

Untung saja Pengadilan Negeri dan MA punya kedaulatannya sendiri sehingga bisa memutuskan vonis yang lebih berat dari tuntutan Jaksa. Ini sangat istimewa tentunya. Artinya, MA pun paham bahwa kasus penistaan agama ini ada intervensi politik yang berusaha membela si Penista Agama. Jelas sekali hukum di tahun politik bisa dipolitisir. Sejak tragedi Ahok dan Demo 212, mau tidak mau dan tidak bisa di pungkiri, saat ini masyarakat terbelah menjadi dua, yaitu mereka yang menolak penistaan agama dan mereka yang sakit hati atas dihukumnya Ahok.

Keterbelahan ini terjadi pada aparat Kepolisian, Kejaksaan, bahkan pada Ahli Pidana dan Ahli Bahasa. Meskipun mereka Akademisi, mereka pun punya alasan subyektif yang diam-diam juga mendukung (karena alasan seiman atau alasan subyektif lainnya). Mereka tidak bisa menyembunyikan dendam mereka kepada siapa saja aktivis yang melawan penistaan agama. Pada akhirnya tidak bisa berlaku adil terhadap pendapat hukum mereka sendiri. Terbukti, semua Ahli Pidana dan Bahasa ini sama orangnya jika Polisi menjadikan mereka sebagai Saksi Ahli untuk menghakimi para aktivis yang tidak pro rezim.

Terdakwa memberikan pandangan terhadap kasus Chat Palsu Habib Rizieq penetapan tersangkanya politis. Begitu juga dengan penetapan SP 3 nya. Lihatlah bagaimana rezim ini mengusir secara halus Habib Rizieq. Kini tidak bisa pulang ke tanah airnya. Rezim ini memamerkan kekuasaan dengan cara kampungan, norak, sekaligus (maaf) menjijikkan. Semua ini adalah dendam rezim kepada aktivis yang melakukan perlawanan kepada segala jenis penistaan agama. Bahkan salah satu partai besar berniat menghapuskan pasal 'Penistaan Agama' Twitt'

(19)

19

"Siapa Saja Pembela Penista Agama Adalah Bajingan Yang Perlu Di Ludahi MukaNya", bukanlah suatu 'Ujaran Kebencian'. Itu adalah suatu 'Ujaran Perlawanan', itu adalah 'Pernyataan Pendapat di Muka Umum'. Dan menyatakan pendapat di muka umum itu dilindungi oleh UUD 1945.

Terdakwa adalah rakyat yang sepatutnya curiga bahwa negara ini cenderung menjadi negara penista agama. Penista agama dibela mau dijadikan pemimpin. Siapa saja yang berbeda pendapat dan mau menyampaikan pendapatnya di muka umum, dipersekusi secara sistematis. Maka dari itu kepada Majelis Hakim yang terhormat, kasus ini kasus politik murni, bukan kasus hukum murni. Terdakwa mengemukakan bahwa dia dapat membuktikan jika JPU tidak dapat membuktikan suku mana yang dihina, agama mana yang dinistakan, ras mana yang dilecehkan dan antar golongan mana yang merasa diujari kebencian oleh Terdakwa.

JPU tidak dapat menyebut satu pun dari SARA yang dimaksud. Pasal 28 UU ITE harus melibatkan SARA, yaitu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan.

Menurut Terdakwa, JPU tidak dapat hanya melibatkan bara, yaitu: bara yang membakar dendam kesumat, bara yang menghanguskan obyektivitas hukum, bara yang melumat rasa ketidakadilan serta bara yang menyulut Negara menjadi Negara para penista agama yang mempersekusi Demokrasi Pancasila.

Dugaan Terdakwa bahwa apa yang didakwakan pihak JPU adalah kasus politik. Terdakwa memperkuat dugaannya itu dengan mengemukakan bahwa salah satu Polisi meminta maaf kepada dirinya. Polisi tersebut mengatakan bahwa dia hanya melakukan tugas dari atasan. Begitupun juga salah satu Jaksa, meminta

(20)

20

maaf dan mengaku bahwa kasus itu hanya politik. Selanjutnya, salah satu Ahli ITE dari KeMenKomlnfo salah satu dari tiga orang perumus UU ITE, dia berpendapat bahwa selama tidak ada Subyek hukum yang jelas, maka tidak ada kasus hukum. Itu isyarat dari UU ITE, agar jika ada dakwaan, Hakim bisa memutuskan hukuman dengan sah dan meyakinkan. Jika Subyek hukumnya tidak jelas, dikhawatirkan Hakim tidak bisa memberikan hukuman dengan sah dan meyakinkan (sayangnya Ahli Hukum ITE ini tidak diberi ijin oleh KeMenKomlnfo untuk hadir sebagai Saksi ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tanpa ada alasan yang jelas). Terdakwa menduga inilah politis.

Terdakwa, mengemukakan dalam forum Pengadilan tersebut, dugaan, jangan-jangan UU ITE, yaitu Pasal Ujaran Kebencian dibuat di tahun politik.

Maksud pembuatan itu hanya untuk memasung Aktivis dari kegiatan-kegiatan berdemokrasi. Karena hampir semua korbannya adalah Aktivis yang tidak pro rezim. Mereka yang pro rezim tidak tersentuh oleh UU ITE Ujaran Kebencian ini.

Pihak Terdakwa sudah melakukan riset di seluruh Pengadilan Negeri di Indonesia. Belum ada Terdakwa yang diputus bersalah atas dakwaan Ujaran Kebencian tanpa Subyek Hukum yang jelas. Ini adalah sebuah Pledoi Politik dari Terdakwa. terdakwa berharap Majelis Hakim dapat memahami situasi politik ini.

6. Dakwaan Jaksa Penuntut Umum

Berdasarkan surat dakwaan Penuntut Umum, Terdakwa diajukan ke persidangan karena didakwa telah melakukan perbuatan pidana. Terdakwa yakni Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani bersama-sama dengan Suryopratomo Bimo A T alias Bimo pada bulan Februari sampai Maret 2017 bertempat di Gg.

(21)

21

Edy IV No. 3 Rt. 005/006 Kel. Guntur, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan tanpa hak, menyebarkan infomasi yang ditujkan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Perbuatan ini diatur dalam Pasal 28 ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

7. Modus Operandi

Perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa awalnya Terdakwa dari tahun 2010 sampai tahun 2014 menggunakan dan mengoperasikan sendiri akun twitter

@AHMADDHANIPRAST. Terdakwa menggunakan computer PC di rumah.

Pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2017, Terdakwa menggunakan HP I Phone 6 dengan nomor HP 08176009999 yang digunakan khusus untuk medsos, whatsapp untuk mengirimkan kalimat kepada saksi Bimo. Kemudian saksi Bimo

unggah ke akun twitter milik Terdakwa. Saksi Bimo bekerja sebagai admin yang bertugas untuk mengunggah tulisan-tulisan Terdakwa yang dikirim melalui Whatsapp dari HP Terdakwa 08176009999 ke nomor HP saksi Bimo yaitu nomor

HP 085731922219. Saksi Bimo mendapat gaji per bulan sekitar Rp 2.000.000 dari terdakwa.

Pada tanggal 7 Februari 2017 Terdakwa mengirimkan tulisan melalui WA kepada saksi Bimo. Saksi Bimo bertempat di Gg. Edy IV No. 3 Rt. 005/006 Kel.

Guntur, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan, menyalin persis seperti apa yang dikirim

(22)

22

oleh Terdakwa dan menggunggah ke twitter @AHMADDHANIPRAST “Yg menistakan Agama si Ahok… Yang diadili KH Ma’ruf Amin…ADP”

(https://twitter.com/AHMADDHANIPRAST/status/828773795238326273?s=08.

Pada tanggal 6 Maret 2017 Terdakwa juga mengirimkan tullisan melalui WA kepada saksi Bimo. Bimo mengunggah kalimat “Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi muka nya–ADP”

(https://twitter.com/AHMADDHANIPRAST/status/838660282222178304?s=08).

Pada tanggal 7 Maret 2017 Terdakwa juga mengirimkan tullisan melalui WA saksi Bimo. Saksi Bimo mengunggah kalimat “Sila Pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur…kalian WARAS???–ADP”

(https://twitter.com/AHMADDHANIPRAST/status/838977634436460544?s=0) di akun twitter @AHMADDHANIPRAST dengan menggunakan HP Xiaomi Redmi Note 4 milik saksi Bimo.

Pada hari Rabu tanggal 8 Maret 2017 sekitar pukul 17.00 WIB di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, saksi Jack Boyd Lapian, Danick Danoko, M. Togar Binda P. Harahap, Retno Hendriastuti, yang tergabung dalam BTP (Bersih Transparan Profesional) Network yang merupakan Organisasi relawan pendukung Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM alias Ahok dan Drs. H. Djarot Syaiful Hidayat dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Mereka merasa keberatan atas isi twitter Terdakwa diatas, yang dapat menimbulkan kebencian dan perpecahan di masyarakat.

Postingan-postingan Terdakwa melalui admin yaitu saksi Bimo tersebut dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok

(23)

23

masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Dikarenakan postingan tersebut disebarkan yang bisa dibaca oleh orang- orang yang melihat twitter Terdakwa dan mendapat tanggapan tidak baik dari orang-orang yang membacanya. Perbuatan terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 45A ayat (2) jo. Pasal 28 ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

8. Pembuktian Perkara Ujaran Kebencian

Jaksa Penuntut Umum membuktikan dakwaannya dengan mengajukan sembilan orang saksi dan telah bersumpah untuk memberikan beberapa pernyataan dan keterangan. Saksi yang pertama, yaitu, saksi Jack Boyd Lapian.

Saksi diperiksa karena perbuatan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Menurut saksi, perbuatan tersebut terjadi pada hari senin 6 maret 2017 sekitar pukul 14.59 WIB di media sosial yaitu twitter. Saksi baru mengetahuinya pada hari Rabu tanggal 8 Maret 2017 sekitar pukul 17.00 WIB di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Saksi Jack adalah pendukung Ahok yang bergabung

dalam BTP. BTP adalah relawan resmi dan telah terdaftar di KPU. Jabatan saksi adalah sebagai ketua dan pendiri BTP Network.

Pada tanggal 9 Mei 2017 Ahok divonis bersalah di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Informasi yang disebarkan oleh akun twitter

@AHMADDHANIPRAST di media sosial twitter yaitu informasi elektronik.

(24)

24

Tanggal 7 februari 2017 pukul 08:14 WIB terdapat postingan Terdakwa yaitu

“Yang menistakan Agama si Ahok...Yang diadili KH Ma’ruf Amin...ADP”

(https://twitter.com/AHMADDHANIPRAST/status/828773795238326273?s=08).

Tanggal 6 Maret 2017 pukul 14:59 WIB “Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi mukanya–ADP” (https://twitter.com/

AHMADDHANIPRAST/status/838660282222178304?s=08). Tanggal 7 Maret 2017 pukul 12.00 WIB “Sila Pertama Ketuhanan YME, Penista Agama jadi Gubernur…kalian Waras???–ADP” (https://twitter.com/AHMADDHANIPRAST /status/838977634436460544?s=0). Narasi yang ada di twitter Terdakwa pada bulan Februari dan Maret 2017 masih dalam rangka Pilkada DKI Jakarta. Saksi Jack merasa tersinggung dan terserang karena Ahok belum divonis bersalah tetapi sudah dikatakan penista agama.. Pendukung Ahok adalah 42% dari pemilih Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Akibat dari twitter Terdakwa dapat menurunkan elektabilitas Ahok dalam Pilkada Jakarta 2017.

Saksi kenal dengan Terdakwa karena Terdakwa adalah public figure. Saksi mengetahui Terdakwa sebagai salah satu pendukung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilihan Gubernur DKI 2017. Dalam ketiga postingan Terdakwa, 90% komentar adalah tidak baik. Saksi mengikuti Terdakwa di twitter sejak 2 tahun sedangkan permasalahannya sejak Maret 2018. Pada tanggal 8 Maret 2017 sekitar pukul 17:00 WIB bertempat di Cilandak Town Square Jakarta Selatan. Dimana terdapat saudari Retno, saudara Togar dan saudara Danick. Pada saat itu, saksi Jack mengakses twitter yang saksi ikuti. Saksi Jack melihat postingan akun twitter @AHMADDHANIPRAST.

(25)

25

Menurutnya, kalimat dalam postingan tersebut adalah perbuatan menyebarkan informasi yang bertujuan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Postingan tersebut dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat. Saksi Jack mengetahui adanya beberapa postingan akun twitter @AHMADDHANIPRAST tersebut melalui akun twitter milik saksi @JackBoyLapian.

Saksi Jack menggunakan media elektronik yaitu HP Samsung miliknya pada saat melihat postingan akun twitter @AHMADDHANIPRAST. Saudari Retno Hendri Astuti, saudara Danick Danoko dan saudara M. Togar Binda P. H juga ikut membacanya. Barang bukti yang diajukan di pengadilan dibenarkan oleh saksi Jack yaitu print out postingan akun twitter @AHMADDHANIPRAST. Pada saat saksi Jack melaporkan kepada pihak kepolisian, Ahok belum dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Saksi Jack tidak pernah diludahi oleh Terdakwa. Saksi tidak pernah melihat Terdakwa mengetik langsung. Saksi hanya melihat hasilnya di akun twitter Terdakwa. Motif dari saksi adalah karena ada aksi maka ada reaksi. Jika

didiamkan maka dapat memecah belah persatuan. Ketiga kalimat dalam twitter dapat menyebabkan kebencian terhadap pendukung Ahok. Dampaknya jelas ada kebencian sampai ada di masyarakat dukung Ahok adalah Kafir. Saksi tidak membenci Terdakwa karena Terdakwa sebagai pendukung Anis dalam Pemilihan Kepada Daerah.

(26)

26

Laporan saksi Jack terhadap Terdakwa tidak ada kaitannya dengan kekalahan Ahok dalam Pemilihan Kepala Daerah tanggal 19 April 2017. Laporan saksi terkait dengan twitter Terdakwa. Pada tahun 2012 saksi Jack sebagai pendukung Ahok, tahun 2014 sebagai pendukung Jokowi dan JK dan tahun 2017 sebagai pendukung Ahok. Saksi Jack juga pernah melaporkan Rocky Gerung dalam kasus ITE, Anis dalam Carfreeday. Terdakwa mengakui bahwa Ia memiliki akun twitter yaitu @AHMADDHANIPRAST dan membenarkan adanya tulisan ADP. Berdasarkan keterangan saksi Jack, Terdakwa memberikan pendapat yang dilaporkan oleh saksi adalah aktivis yang tidak mendukung Jokowi.

Kedua, saksi Danick Danoko. Saksi mengetahui peristiwa tersebut pada bulan Maret 2017 kira-kira pukul 17:00 WIB. Saat itu saksi sedang berada di Tartine Resto di Mall Cilandak Town Square bersama dengan teman-teman

relawan Basuki dan Djarot. Saksi adalah anggota dari BTP Network. Saksi melihat twitter dari laptop Jack dan kemudian mengecek ke HP saksi sendiri.

Postingan terdakwa kemudian dibahas oleh BTP Network. Saksi meyakini bahwa Terdakwa adalah pemilik akun twitter @AHMADDHANIPRAST karena setiap menulis status di twitter ada tagar ADP (#ADP). Foto saudara Ahmad Dhani yang menjadi foto profil akun twitter tersebut. Pendukung Basuki dan Djarot sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur merasa terserang dan tersinggung.

Saksi mengetahui adanya kata-kata siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya-ADP dengan menggunakan HP milik saksi. Dalam HP saksi terdapat akun twitter @DDANOKO milik saksi.

Sejak bulan November 2016 saksi mengikuti akun twitter Terdakwa. Tujuan saksi

(27)

27

mengikuti terdakwa adalah karena ingin tahu kegiatan Terdakwa selaku kontestan PILBUP Bekasi.

Menurut saksi, ada tiga postingan twitter dengan kata-kata yang ditullis Terdakwa yakni pada tanggal 7 Februari 2017 pukul 08:14 WIB, 6 Maret 2017 pukul 14:59 WIB, dan 7 Maret 2017 pukul 12:00 WIB seperti yang terdapat pada keterangan saksi Jack. Pada postingan yang diunggah oleh akun twitter

@AHMADDHANIPRAST yang dimaksud dengan “Penista Agama” dalam kalimat “Siapa saja yang dukung Penista Agama adalah Bajingan yang perlu diludahi mukanya” adalah saudara Ahok. Kalimat “Bajingan yang perlu diludahi mukanya” adalah pendukung saudara Basuki Tjahaja Purnama.

Pada saat itu, saudara Ahok sedang maju dalam pemilihan kepada daerah DKI Jakarta 2017. Postingan tersebut menimbulkan kebencian dan keresahan warga DKI dan warga Indonesia pada umumnya. Akibat dari kebencian Terdakwa terhadap Ahok membuat elektabilitas para pendukung Ahok turun dan orang takut untuk mendukungnya. Ada juga teman saksi yang memberikan komentar dalam postingan tersebut bahwa yang mendukung Ahok adalah Penista Agama.

Pembahasan mengenai penista agama adalah kaitannya erat dengan moment pemilihan kepala daerah tahun 2017. Dimana Ahok maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Saksi lihat dan saksi teliti dengan benar konten tersebut.

Saksi lihat pada hari Rabu tanggal 8 Maret 2017 kira-kira pukul 17:00 WIB. Saksi mengetahui dan pernah melihat konten tersebut, melalui akun twitter saksi

@DDANOKO. Konten ketiga kalimat dalam akun twitter Terdakwa saling terkait.

(28)

28

Twitter Terdakwa tidak hanya khusus mengenai Pemilihan Kepala Daerah

DKI atau Khusus saudara Ahok. Setiap bulan mesti ada pembahasan mengenai Ahok, baik di Media atau Masyarakat. Ahok baru dinyatakan bersalah pada tanggal 19 Mei 2017. Di Cilandak Town Square (CITOS), tim BTP membahas mengenai langkah kedepan agar Ahok menang. Yang berada disana berjumlah 5 orang. Saksi tidak tahu ada penista agama selain Ahok pada saat itu. Selain pelaporan Terdakwa karena twitter Terdakwa adalah untuk menegakkan hukum.

Sepengetahuan saksi ada Akta Pendirian Notaris tapi saksi tidak pernah melihat langsung. Kegiatan BTP Network merupakan kegiatan umum. Tidak ada kegiatan yang berkaitan dengan lawan politik. Handpone saksi diperlihatkan dipenyidik tapi tidak disita oleh penyidik. Saksi tidak melihat Terdakwa pada saat mengetik twitter. Saksi tidak pernah mengalami diludahi langsung oleh twitter tersebut. Saksi Danick merasa dirugikan. Pada saat itu, saksi menjadi takut untuk memakai baju kotak-kotak yang menjadi baju ciri kas pendukung Ahok. Saksi ikut BTP Network karena kesadaran pribadi dan mengenal dengan Jack sejak 2014. Saksi Danick tidak mengikuti adanya fatwa MUI. Dari twitter Terdakwa, ada komentar-komentar yang memusuhi dan benci di dalam kolom komentar.

Terdakwa tidak memberikan tanggapan terhadap keterangan saksi tersebut.

Ketiga, saksi Retno Hendriastuti. Saksi adalah anggota BTP Network.

Perkara tindak pidana menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 6 Maret 2017 sekitar pukul.14:59 WIB.

Saksi mengetahui adanya peristiwa tersebut pada hari Rabu tanggal 8 Maret 2017 sekitar pukul 17:00 WIB. Saat itu saksi Retno sedang berada di Tartine Resto di

(29)

29

Mall Cilandak Town Square bersama teman-teman relawan Basuki dan Djarot.

Saksi yakin tulisan di twitter @AHMADDHANIPRAST adalah tulisan terdakwa.

Pada tanggal 7 Maret 2017 saksi Retno kumpul di CITO ada Jack, Danick dan lainnya. Pada tanggal 8 Maret 2017 sekitar pukul 17:00 WIB saksi Retno dan teman-teman saksi membaca status dari @AHMADDHANIPRAST di twitter.

Postingan tersebut ada tulisan “Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya-ADP”. Di akhir penulisan status tersebut ada tagar ADP (#ADP). Saksi menduga pemilik akun twitter tersebut adalah Ahmad Dhani Prasetyo.

Saksi mengetahui kalimat tersebut melalui akun twitter milik saksi. Saksi mengikuti akun twitter @AHMADDHANIPRAST. Kata–kata yang ditulis oleh Ahmad Dhani Prasetyo dengan akun @AHMADDHANIPRAST adalah “Yg menistakan Agama si Ahok…Yang diadili KH Ma’ ruf Amin…ADP”, “Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi muka nya–ADP”,

“Sila Pertama Ketuhanan Yme, Penista Agama jadi Gubernur…kalian Waras???–

ADP”. Saksi dan teman-teman merasa terhina dan mengalami perasaan yang terhina. Saksi Retno bersama Jack ikut melaporkan Terdakwa.

Saksi memiliki account twitter sejak tahun 2015. Saksi melihat twitter Terdakwa dari teman-teman saksi. Nada kata-kata Terdakwa adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya. Yang berada di Mall tersebut Lidya, Ferry dan saksi dan pelapor berjumlah enam orang. Lidya dan Ferry tidak mau menjadi saksi. Tidak ada pendukung Ahok yang diludahi. Pelapor adalah kader PDI-P yakni saksi Jack dan saksi mengetahui hal itu. Kalau hanya perbedaan itu bukan masalah tapi

(30)

30

karena Terdakwa mentweet perihal meludahi. Pelaporan Terdakwa ke Polisi tidak ada yang menyuruh dan merupakan keinginan sendiri. Saksi tidak mengetahui siapa yang membuat, tapi saksi yakin twitter tersebut milik Terdakwa. Saksi tidak mendapat imbalan dari siapun untuk menjadi saksi pelapor. Saksi Retno hanya mengetahui kasus penistaan agama bulan Peburari dan Maret 2017 adalah kasus Ahok.

Keempat, Saksi Natalia Dwi Lestari R.A.H. Alias Noni. Saksi mengenal saudara Jack Boyd Lapian sebagai pendiri BTP Network. Saksi kenal sejak tahun 2013 di Kemang dalam rangka pembukaan club B1 di Jakarta. Saksi tidak kenal dan belum pernah bertemu dengan Terdakwa. Perkara ini terjadi pada hari Senin tanggal 6 Maret 2017 sekitar pukul 14:59 WIB.

Saksi Natalia mengetahui adanya peristiwa tersebut pada sekitar bulan April 2017 dari Facebook saksi. Akun Facebook saksi adalah Natalia Hariyanto.

Jadi pada saat saksi sedang membuka akun facebook, saksi melihat adanya postingan capture akun twitter @AHMADDHANIPRAST dari Facebook milik Jack Lapian. Saksi mempunyai twitter tapi tidak aktif jadi saksi hanya melihat dari facebook.

Sekitar bulan April 2017 di Bekasi Jawa Barat melalui akun facebook Natalia Hariyanto saksi melihat adanya postingan yang menulis “Yg menistakan Agama si Ahok…Yang diadili KH Ma’ruf Amin…ADP dan “Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya-ADP”. Di akhir penulisan status tersebut ada tagar ADP (#ADP). Saksi duga pemilik akun twitter adalah Ahmad Dhani Prasetyo. Twitter itu untuk menghasut dan memecah

(31)

31

belah relawan Ahok, menimbulkan kebencian dan keresahan warga DKI dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Saksi lihat dan saksi teliti dengan benar konten twitter tersebut. Dari ketiga konten tersebut, saksi hanya melihat dua tulisan akun twitter

@AHMADDHANIPRAST. Tulisan-tulisan tersebut yakni “Yg menistakan Agama si Ahok…Yang diadili KH Ma’ruf Amin…ADP” pada tanggal 07 Februari 2017 pukul 08:14 WIB. “Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi mukanya–ADP” tanggal 06 Maret 2017 pukul 14:59 WIB. Saksi Natalia mengetahui dan pernah melihat konten tersebut, melalui akun twitter saksi @DDANOKO.

Menurut saksi, ketiga konten akun twitter terdakwa saling berkaitan.

Ketiga kalimat yang diunggah bertujuan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) terhadap saudara Ahok dan pendukungnya atau simpatisan. Saksi bukan relawan yang tergabung dalam BTP Network. Tidak bisa dipisahkan antara pendukung Ahok dan pendukung penista agama, karena yang menistakan agama saat itu adalah persidangan Ahok. Selain itu juga ada kaitannya dengan Pilkada DKI Jakarta.

Saksi tidak terima dengan hal negatif yang ditujukan kepada Ahok maupun pendukungnya. Saksi tidak hadir pada saat meeting di Citos. Saksi melihat twitter dirumah pada bulan April 2017. Saksi Natalia adalah pendukung secara moril. Saksi tidak membaca dan mendengar berita tentang fatwa MUI.

Saksi belum pernah diludahi secara fisik. Saksi mengetahui jika saksi Jack

(32)

32

merupakan kader PDI-P. Saksi tidak mengetahui kaitannya saksi Jack dengan Terdakwa. Saksi tidak ada iming-iming dari pelapor. Setelah melihat Facebook Jack, kemudian saksi Natalia ditelepon oleh Jack dan mengatakan bahwa Jack sudah melaporkan terdakwa ke Polisi. Saksi jack mengatakan dan menanyakan kesediaan saksi Natalia untuk siap menjadi saksi. Kemudian saksi Natalia menjawab siap untuk memberikan keterangan dan pernyataan atas pertanyaan yang diajukan.

Kelima, Saksi M. Togar Binda P. Harahap. Jabatan saksi di BTP Network sebagai anggota. Saksi Togar diajak Danick untuk masuk ke BTP Network. Saksi Togar masuk bergabung di BTP Network sejak September 2016. Saksi mengetahui adanya peristiwa tersebut pada hari Rabu tanggal 8 Maret 2017 sekira pukul 17:00 WIB. Pada saat itu, saksi sedang berada di Tartine Resto di Mall Cilandak Town Square bersama teman-teman relawan Basuki dan Djarot salah satunya adalah Retno. Saksi membaca status dari @AHMADDHANIPRAST di twitter.

Saksi menduga pemilik akun twitter tersebut adalah Ahmad Dhani Prasetyo. Saksi mengetahui adanya kata-kata “Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya-ADP” tersebut melalui akun twitter milik saudari Retno Hendriastuti. Postingan Terdakwa dapat menimbukan

kebencian dan keresahan warga DKI dan warga Indonesia disebabkan karena kebencian dari pemilik akun @AHMADDHANIPRAST terhadap Cagub dan Cawagub DKI Basuki Djarot. Saksi merasakan diludahi secara moral meskipun secara fisik tidak. Saksi merasakan ada perbedaan sebelum adanya twitter

(33)

33

Terdakwa dan seteleh adanya twitter Terdakwa tersebut, merasakan adanya perbedaan yang semakin menjadi.

Saksi juga membaca komentar-komentar dari ketiga kalimat dalam postingan Terdakwa. Terdapat banyak komentar yang negatif sehingga menimbulkan kebencian. Arah dari postingan terdakwa adalah untuk Ahok dan pendukungnya karena terkait dengan Pilkada DKI Jakarta. Saksi dan teman- temannya merasa terhina secara psikis.

Pada bulan Maret 2017 Terdakwa dilaporkan antara tanggal 9 atau 10 Maret 2017 saksi lupa. Tulisan terdakwa dalam twitter akan menggiring opini public bahwa Ahok adalah penista agama dan pendukung Ahok wajib diludahi

mukanya. Saksi merasakan ada teman yang tidak suka kepada saksi terkait dengan pendukung penista Agama. Akibat tulisan Terdakwa dalam twitter juga dapat menghasut orang. Saksi sebagai pendukung Ahok merasa dipandang sebelah mata. Motivasi saksi adalah untuk memenangkan Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta karena kagum.

Keenam, Saksi Waldiantoro alias Syawal. Saksi Syawal merupakan karyawan saudara Dhani Ahmad Prasetyo. Saksi bertugas sebagai editing video klip, asisten sutradara dan kru video. Saksi Syawal digaji dari RCM (Republik Cinta Management). Saksi mulai bekerja dengan Terdakwa sejak bulan Maret 2009. Pekerjaan awalnya sebagai editing TV Program RCM Midnight di stasiun televisi TPI (saat ini MNC TV). Sebagai karyawan, saksi tidak bertugas sebagai admin sosial media RCM yang bertanggung jawab atas akun twitter

@AHMADDHANIPRAST dan akun Youtube dari RCM.

(34)

34

Menurut saksi, saksi Bimo sebagai admin sosial media Terdakwa. Saksi Syawal mengenal saudara Bimo sejak tahun 2009 di acara televisi di TPI. Saksi mengenal saudara Bimo tahun 2017 sebagai admin sosial media Terdakwa. Saksi tidak mengetahui pekerjaan atau tugas saudara Bimo sebagai admin sosial media.

Saksi tidak pernah membaca akun twitter Terdakwa. Saksi Syawal mengetahui bahwa pemilik akun twitter @AHMADDHANIPRAST adalah saudara Dhani Ahmad Prasetyo. Selain Bimo ada orang lain yang bekerja untuk tim cyber. Akun Sosial Media Terdakwa untuk mengsukseskan Terdakwa menjadi Bupati Bekasi.

Ketujuh, Saksi Suryopratomo Bimo A T alias Bimo. Pada tahun 2011 saksi Bimo bekerja di RCM. Jabatan Terdakwa adalah sebagai Pimpinan. Saksi Bimo bekerja secara informal dan mendapat gaji dari Terdakwa. Saksi Bimo merupakan admin di social media instagram, facebook dan twitter milik saudara Terdakwa. Saksi memegang akun twitter @AHMADDHANIPRAST dan Dewa19 sejak tahun 2014. Tugas saksi adalah membuat promo-promo, maintenance, jadwal konser dan tidak ada tugas lainnya. Kalau ada follower tidak pernah dibalas. Kalau ada WhatsAap dari Terdakwa langsung diposting ke twitter.

Kalau di twitter Terdakwa @AHMADDHANIPRAST itu berupa kalimat.

Kalau di Instagram berupa gambar atau foto. Saksi membenarkan kalau ada kiriman WA dari Terdakwa yang bernuansa politis. Namun karena sudah menjadi tugas dari saksi Bimo kalau sudah ada WA pasti diposting ke twitter. Saksi Bimo menerima WA hanya dari satu nomor Terdakwa. Saksi Bimo tidak akan menambah atau mengurangi kata atau kalimat yang dikirim dari WA. Saksi

(35)

35

langsung posting ke twitter Terdakwa. Saksi Bimo mendapat gaji sebesar Rp 2.500.000 dari Terdakwa.

Barang bukti berupa HP Saksi Bimo, simcard benar yang disita. WA dikirim ke saksi Bimo dan diposting ke twitter Terdakwa. Saksi screenshoot postingan dan dikirimkan ke Terdakwa. Terdakwa tidak keberatan tentang postingan twitter. Saksi mengunggah Kalimat “Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi mukanya–ADP” pada hari Senin tanggal 6 Maret 2017 pukul 14:59 WIB. Bertempat di rumah saksi Bimo di Gg.

Edy IV No. 3 Rt. 005/006 Kel. Guntur, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan. Saksi mengunggah dengan menggunakan HP Xiaomi Redmi Note 4 milik saksi dan juga menerima WA dari Terdakwa.

Pada saat itu saksi menggunakan simcard Indosat dengan nomor HP 085731922219. Saksi bertugas mengunggah kalimat-kalimat yang ia kirimkan melalui pesan whatsapp dari nomor 08176009999 kepada saksi. Apa yang saksi unggah hanya meneruskan kalimat atau gambar yang dikirimkan Terdakwa kepada saksi. Saksi membenarkan ketiga kalimat yang diunggah atas pesan yang dikirimkan saudara Terdakwa.

Terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo tidak mengetahui email dan password akun twitter @AHMADDHANIPRAST. Sarana elektronik yang saksi gunakan adalah jaringan internet dari kartu simcard Indosat dengan nomor HP 085731922219. Pesan WA Terdakwa masih tersimpan di HP milik saksi. Saksi Bimo tidak tahu maksud dan tujuan Terdakwa menyuruh saksi menuliskan cuitan di twitter. Email akun twitter @AHMADDHANIPRAST adalah

(36)

36

[email protected]. Password akun twitter @AHMADDHANIPRAST adalah !TWITTERB000SE^.^ (tanpa garis bawah). Selain saksi, saudara Dhani Ahmad Prasetyo memiliki dua admin sosial media lain yaitu saudara Syawal dan saudara Rahmad.

Berikut ini adalah dengan isi percakapan saksi (085731922219) dengan saudara Dhani Ahmad Prasetyo (08176009999) di WA, terkait dengan postingan akun twitter terdakwa. Pada tanggal 6 Februari 2017 pukul 07:51 PM, saudara Ahmad Dhani Prasetyo mengirimkan pesan WA kepada saksi: “Seandainya CaGub yg sy dukung menistakan Agama Kristiani dan merendahkan Pendeta/Romo,…Sy sendiri yg gaplok kepalanya. ADP”. Pada tanggal 7 Februari 2017 pukul 08:07 AM, saudara Ahmad Dhani Prasetyo mengirimkan pesan WA kepada saksi: “Yg menistakan Agama si Ahok...yg di adili KH Maruf Amin…ADP”. Pada tanggal 7 Februari 2017 pukul 08:11 AM, saudara Ahmad Dhani Prasetyo mengirimkan pesan WA kepada saksi: “Cukup KH Maruf Amin melihat Video dan menyatakan Fatwa nya.Yg Lain tdk penting. Tdk perlu Tanya yg lain2. ADP”. Pada tanggal 7 Februari 2017 pukul 10:22 AM, saudara Ahmad Dhani Prasetyo mengirimkan pesan WA kepada saksi: “Islam jongos ahok segera tobat mumpung belum bongko (di obong nang neroko) ADP”. Pada tanggal 11 Februari 2017 pukul 09:44 AM, terdakwa mengirimkan pesan WA kepada saksi:

“Di Indonesia ada Terorist? Cius? Kok Ahok ga di bom? Artinya, gak ada Terorist dong? Miki…ADP”. Pada tanggal 11 Februari 2017 pukul 03:21 PM, saudara Ahmad Dhani Prasetyo mengirimkan pesan WA kepada saksi: “Memilih karena Agama itu Wajib…Ayat Suci di atas Ayat Konstitusi…Cuma Babi yg ga paham.

(37)

37

ADP”. Pada tanggal 12 Februari 2017 pukul 03:54 PM, saudara Ahmad Dhani Prasetyo mengirimkan pesan WA kepada saksi: “NKRI memang bukan negara Islam, taoi klo setiap sudut kota Jakarta jual Babi…Umat yg akan bongkar kios2 nya. ADP”. Pada tanggal 6 Maret 2017 pukul 11:41 AM, saudara Ahmad Dhani Prasetyo mengirimkan pesan WA kepada saksi: “Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi muka nya. ADP”.

Pada tanggal 7 Maret 2017 pukul 11:57 AM, saudara Ahmad Dhani Prasetyo mengirimkan pesan WA kepada saksi: “Sila Pertama Ketuhanan Yme, Penista Agama jd Gubernur…kalian Waras???.ADP”. Pada tanggal 7 Maret 2017 pukul 06:27 PM, saudara Ahmad Dhani Prasetyo mengirimkan pesan WA kepada saksi: “Mohon Maaf saksi kpd Majelis Penista Agama, jika cuitan sy di anggap menyakitkan. ADP”. Maksud postingan terdakwa dalam whatsapp adalah Ahok.

Pada tanggal 7 Februari 2017 pukul 08:07 AM, saudara Ahmad Dhani Prasetyo mengirimkan pesan WA kepada saksi: “Yg menistakan Agama si Ahok...yg di adili KH Maruf Amin…ADP?” adalah saudara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saksi ketahui sebagai Gubernur DKI Jakarta pada saat itu. Sedangkan

“Kh. Maruf Amin” adalah Kh. Maruf Amin yang saksi ketahui sebagai Ketua MUI pada saat itu.

Kalimat yang saksi posting di akun twitter tersebut terkait dengan proses sidang kasus tindak pidana menyatakan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap sesuatu atau golongan penduduk Negara Indonesia dan dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu

(38)

38

agama yang dianut di Indonesia. Tulisan yang saksi Bimo posting di akun twitter semuanya adalah atas perintah saudara Dhani Ahmad Prasetyo. Terdakwa tidak complain terkait postingan di twitter Terdakwa. Saksi posting di hari yang sama

dengan kalimat yang dikirim Terdakwa di WA.

Kedelapan, Saksi Wardoyo S.Kom alias Rahmat. Saksi Wardoyo merupakan karyawan Terdakwa. Saksi bertugas sebagai video shooting di RCM milik saudara Dhani Ahmad Prasetyo. Saksi Wardoyo hanya bekerja di RCM apabila ada panggilan kerja untuk editing dan shooting video klip. Selain itu saksi bekerja sendiri sebagai freelance. Saksi Wardoyo mulai bekerja dengan Terdakwa sejak tahun 2005. Pekerjaan awal saksi sebagai editor video di RCM. Sebagai karyawan saksi tidak bertugas sebagai admin sosial media RCM yang bertanggung jawab atas akun twitter @AHMADDHANIPRAST dan akun Youtube dari RCM.

Saksi Wardoyo mengenal saksi Bimo sebagai admin sosial media Terdakwa dan RCM. Waryono bertugas memposting, membalas dan mengoperasikan akun Instagram (lupa nama akun), facebook (seingat saksi AHMADDHANIPRAST) dan twitter (AHMADDHANIPRAST) milik terdakwa dan RCM. Saksi Wardoyo mengenal saudara Bimo sejak tahun 2007 di kantor RCM Pondok Indah dalam rangka pekerjaan. Sepengetahuan saksi, akun twitter

@AHMADDHANIPRAST dipergunakan sendiri oleh saudara Ahmad Dhani dan menggunakan admin yaitu saudara Bimo. Nomor Terdakwa yang saksi Wardoyo miliki adalah 081260020000, 08176009999 dan 0812117411. Biasa Terdakwa menghubungi saksi dengan menggunakan nomor HP 081260020000. Antara

(39)

39

bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2017, saksi masih bekerja dengan Terdakwa sebagai video shooting di RCM milik Terdakwa. Seingat saksi, pada hari Minggu tanggal 5 Februari 2017 saksi pernah sekali ikut Terdakwa dalam rangka Pilkada Kabupaten Bekasi 2017, dalam rangka kampanye akbar di Stadion Mini Tambun Bekasi. Saksi bertugas mendokumentasikan kegiatan Terdakwa.

Saksi Wardoyo tidak pernah bertugas untuk memegang HP milik Terdakwa. Seingat saksi Wardoyo, HP Terdakwa adalah Iphone. Saksi tidak tahu detail warna dan serinya. Saksi tidak pernah mengirim pesan WA ke saudara Bimo dengan menggunakan HP milik Terdakwa. Sampai saat ini saksi Wardoyo masih bekerja dengan saudara Ahmad Dhani di RCM sebagai video shooting dan editing video. Saksi bekerja hanya jika ada order kerjaan. Saksi mendapatkan gaji sebesar Rp. 2.000.000 tiap bulannya.

Kesembilan, Saksi Memet Indrawan alias Memet. Saksi merupakan karyawan Terdakwa. Saksi bertugas sebagai manajer saudara Dhani Ahmad Prasetyo yang berhubungan dengan acara musik, terkait event, kontrak dan pekerjaan. Saksi mulai bekerja dengan Terdakwa sejak tahun 2003. Pekerjaan awal saksi sebagai asisten manajer Terdakwa. Saksi tidak bertugas sebagai admin sosial media dan RCM.

Saksi Memet mengenal saksi Bimo sebagai admin sosial media yang bertugas mengunggah semua event saudara terdakwa dan artis-artis RCM ke akun facebook, twitter dan Instagram. Saksi Memet mengenal saksi Bimo sejak kurang lebih empat tahun yang lalu di event Dewa. Saksi Bimo menghadiri konser Dewa sebagai Baladewa (sebutan untuk fans Band Dewa).

(40)

40

Saudara Dhani Ahmad Prasetyo biasa menghubungi saksi dengan menggunakan nomor HP 081260020000. Antara bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2017, saksi masih bekerja dengan saudara Ahmad Dhani sebagai manajer. Saksi mengikuti kegiatan dalam Pilkada Kabupaten Bekasi 2017. Tugas saksi adalah mengatur jadwal kampanye. Saksi sering memegang HP milik saudara Ahmad Dhani pada saat kampanye Pilkada Bekasi 2017, karena Terdakwa sering lupa. Seingat saksi, HP milik saudara Ahmad Dhani adalah Iphone dan Nokia E90. Saksi tidak tahu detail warna dan serinya.

Saksi Memet tidak pernah mengirim pesan WA ke saudara Bimo dengan menggunakan HP milik Terdakwa sesuai dengan yang disampaikan penyidik.

Saksi tidak bisa memastikan bahwa yang selalu WA adalah Terdakwa. Sampai saat ini saksi masih bekerja sebagai manajer. Saksi tidak mendapatkan gaji tiap bulannya. Saksi mendapatkan fee per event yang diikuti Dewa. Saksi membenar HP milik Bimo adalah Xiaomi seperti yang ditunjukkan dipersidangan.

Selain mengajukan Saksi, Penuntut Umum juga mengajukan lima orang ahli dan bersumpah untuk memberikan keterangan di persidangan. Ahli yang pertama adalah Setyo Untoro, S.S., M.Hum. Ahli Setyo Untoro bekerja di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sejak 1 Desember 2001. Jabatan Setyo sekarang sebagai Penyuluh Kebahasaan Badan Bahasa. Setyo jelaskan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Di Indonesia bahasa dikelompokkan menjadi tiga, yaitu bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Bahasa

Gambar

koruptor yang dikutip dari google.com, diberi tanda bukti T-8. Gambar kampanye  dukungan  atas  gerakan  untuk  menghukum  mati  koruptor,  diberi  tanda  bukti  T-9

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pembelajaran PLH dengan strategi SETS, ciri-ciri yang perlu ditampilkan adalah guru tetap memberi pembelajaran tentang konsep yang diingin- kan; siswa diajak ke

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan oleh peneliti pada bab IV, maka dapat disimpulkan bahwa peneliti telah berhasil melakukan

Sesuai dengan kriteria diterima atau ditolaknya hipotesis maka dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa menerima hipotesis yang diajukan terbukti atau dengan kata lain variabel

CK-1 yang telah direkam diteliti oleh validator cukai untuk dibandingkan antara hardcopy dengan hasil perekaman penerima dokumen. Langkah- langkah untuk melakukan validasi

Sistem pendukung keputusan yang akan dibuat menggunakan Fuzzy MADM ( Multiple Attribute Decision Making ) dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk menentukan siapa

Sejalan dengan konsep Pengelolaan Hama Terpadu ( integrated pest management =IPM), pada bidang penyakit tanaman, Pengelolaan penyakit tanaman terpadu (PPTT) ( integrated

Voltmeter untuk mengukur tegangan antara dua titik, dalam hal ini adalah tegangan pada lampu 3, voltmeter harus dipasang secara paralel dengan beban yang hendak diukur, posisi

Pilihan ini lebih dianjurkan daripada kedua yang lain, karena mempunyai akar yang kuat di teori ekonomi (terutama welfare economics ). Penggunaan CBCA dapat diilustrasikan