• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan Dan Jenis Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Jenis Penelitian True Experimental Research, dengan desain The Post Test Only Control Group Desain.

Berikut skema desain penelitian The Pre Test Post Test Control Group Desain.

Gambar 3.1 Skema Desain Penelitian The Post Test Only Control Group Desain.

Keterangan:

R : Kelompok random sampling yang terdiri dari kelompok perlakuan dan kolompok kontrol

A : Perlakuan (kontrol) yaitu tidak diberikan limbah cair tahu B : Perlakauan dengan konsentrasi limbah cair tahu 25%

C : Perlakuan dengan konsentrasi limbah cair tahu 50%

D : Perlakuan dengan konsentrasi limbah cair tahu 75%

E : Perlakuan dengan konsentrasi limbah cair tahu 100%

Kelompok Random

(R)

Kelompok eksperimen

Kelompok eksperimen

Kelompok Eksperimen

2 Kelompok

kontrol Perlakuan

A O1

Perlakuan C

O2 Perlakuan

B

Perlakuan D

O3

O4

Kelompok eksperimen

Perlakuan

E O5

(2)

O1 : Observasi perlakuan A O2 : Observasi perlakuan B O3 : Observasi perlakuan C O4 : Observasi perlakuan D 05 : Observasi perlakuan E

3.2 Tempat Dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang, pada bulan Juli 2021.

3.3 Populasi, Sampel 3.3.1 Populasi

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah telur ikan lele dumbo (Clarias gariepinus Bruchell.)yang berwarna kuning transparan yang telah dibuahi.

3.3.2 Sampel

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah telur kan lele dumbo (Clarias gariepinus Bruchell.)yang telah dibuahi

3.3.3 Sampel Size

Menurut Dwiaristiwa (2015) penentuan menggunakan rumus sebagai berikut.

Keterangan : n = besar sampel

t = jumlah kelompok perlakuan r = jumlah ulangan

n = t x r = 5 x 5

= 25 unit eksperimen

Penentuan banyaknya ulangan masing-masing perlakuan dihitung dengan menggunakan rumus :

n = t x r

(t-1)(r-1) ≥15

(3)

(t-1)(r-1) ≥15 (5-1)(r-1) ≥15 4r ≥ 15 + 5 4r ≥ 20 r ≥ 5

Tiap unit penelitian terdapat 50 butir telur ikan lele dumbo (Clarias gariepinus Bruchell.) sehingga jumlah total telur ikan lele dumbo (Clarias gariepinus Bruchell.)yang digunakan adalah 1.250 butir.

3.3.4 Teknik Sampling

Teknik sampling pada telur ikan lele dumbo (Clarias gariepinus Bruchell.)yang digunakan pada penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel secara acak yaitu Simple Random Sampling.

3.4 Variabel Penelitian 3.4.1. Variabel bebas

Variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini adalah konsentrasi limbah cair tahu.

3.4.2. Variabel tergantung

Variabel tergantung yang digunakan pada ini adalah mortalitas telur ikan lele dumbo (Clarias gariepinus Bruchell.).

3.4.3. Variabel kontrol

Variabel kontrol yang digunakan pada penelitian ini adalah air medium, dan suhu, medium.

3.4.4. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel merupakan pengertian variabel, baik secara operasional, praktik, dan nyata dalam lingkup obyek penelitian/obyek yang diteliti.

Definisi operasional variabel disini meliputi:

1. Konsentasi limbah cair tahu yang digunakan dalam penelitian yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%.

2. Pengamatan mortalitas telur dilihat setelah 3x24 jam setelah perlakuan dengan menghitung jumlah telur ikan yang mati.

(4)

3. Medium yang digunakan dalam penelitian ini adalah air sumur dengan karakterisasi jernih, tidak berbau, dan tidak berasa.

4. Suhu medium yang digunakan pada penelitian ini sebesar 28 ֠C.

3.5 Prosedur Penelitian

Penelitian ini membutuhkan beberapa prosedur penelitian diantaranya yaitu.

Gambar 3.2 Prosedur Penelitian 3.5.1 Tahap Persiapan Alat dan Bahan Penelitian

Alat yang digunakan pada penelitian dapat dilihat pada Tabel 3.1, sedangkan bahan yang digunakan pada penelitian dapat dilihat pada Tabel 3.2 sebagai berikut.

Tabel 3.1 Alat Penelitian

No. Nama Alat Jumlah Fungsi

1. Pipet Tetes (10 ml) 1 buah Mengukur limbah cair tahu 2. Elenmeyer (250 ml) 1 buah Homogenitas limbah cair tahu dan

air

3. pH meter 1 pack Mengukur pH limbah cair tahu

4. Gelas ukur (10 ml) dan (100 ml)

2 buah Mengukur limbah cair tahu 5. Bak (20x20x10 cm) 6 buah Tempat sampel penelitian

6. Bulu Ayam 1 buah Mengaduk telur ikan

7. Kain Filter/ tile 1 meter Tempat telur ikan 8. Pompa Aerator Resun Air-

3000

4 buah Aerasi limbah cair tahu

Mempersiapkan alat dan bahan

Membagi kelompok konsentrasi perlakuan Mempersiapkan media penetasan telur

Melakukan pengamatan mortalitas telur ikan lele dumbo

Analisis

Mengambil telur pada indukan ikan lele dumbo

Meletakkan telur ikan pada setiap perlakuan

(5)

9. Cawan petri (20 mm x100mm)

30 buah Media pengamatan telur ikan 10. Pipa (3 inch) 2 meter Tempat telur ikan

11. Digital Mikroscope 4.3 inch

1 buah Mengamati telur ikan 12 Pinset (15 cm) 1 buah Mengambil telur ikan

13. Kakaban Media menempelnya telur ikan

14. Kamera digital (Vivo Y17) 1 buah Mengambil gambar

15. Termometer 1 buah Mengukur suhu air

Tabel 3.2 Bahan penelitian

No. Nama Bahan Keterangan Fungsi

1

2 3

Telur ikan lele dumbo (Clarias gariepinus Bruchell.)

Limbah cair tahu Air

1.250 ekor 2 liter 6 liter

Telur ikan yang digunakan penelitian Media hidup telur ikan

Media hidup telur ikan

3.5.2 Rancangan Percobaan

Pada penelitian ini menggunakan rancangan percobaan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada racangan ini, perlakuan dilakukan secara acak pada setiap percobaan, sehingga semua unit percobaan memiliki peluang yang sama dalam memberikan perlakuan (Sukmadinata, 2012). Denah RAL terdiri dari 5 kelompok perlakuan dengan 5 kali ulangan. Penempatan pada setiap petak unit eksperimen dilakukan pengundian secara acak.

A1 B1 C1 A2

D3 D4 B2 D2

A4 B3 E4 D1

C2 E2 A3 C3

E4 B4 C4 E2

Gambar 3.3 Denah Rancangan Acak Lengkap Keterangan:

A : Perlakuan (kontrol) yaitu tanpa menggunakan limbah cair tahu B : Perlakuan dengan konsentrasi limbah cair tahu 25%

C : Perlakuan dengan konsentrasi limbah cair tahu 50%

D : Perlakuan dengan konsentrasi limbah cair tahu 75%

E : Perlakuan dengan konsentrasi limbah cair tahu 100%

1 : Ulangan 1

(6)

2 : Ulangan 2 3 : Ulangan 3 4 : Ulangan 4 5 : Ulangan 5

3.5.3 Pelaksanaan Penelitian

Adapun pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan, sebagai berikut:

1) Tahap pembuatan konsentrasi

Pembuatan konsentrasi 0%, 25%, 50%, 75%, 100%. Untuk mendapatkan takaran limbah cair tahu dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

a. Pembuatan konsentrasi 25%

𝑣 𝑣⁄ 100% = 𝑚𝑙 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡

𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛 x 100%

25% = 1000 𝑚𝑙𝑥 x 100% = 250 𝑚𝑙 𝑥 = 250 𝑚𝑙

Jadi 250 𝑚𝑙 limbah cair tahu 750 𝑚𝑙 air b. Pembuatan konsentrasi 50%

𝑣 𝑣⁄ 100% = 𝑚𝑙 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡

𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛 x 100%

50% = 1000 𝑚𝑙𝑥 x 100% = 500 𝑚𝑙 𝑥 = 500 𝑚𝑙

Jadi 500 𝑚𝑙 limbah cair tahu 500 𝑚𝑙 air c. Pembuatan konsentrasi 75%

𝑣 𝑣⁄ 100% = 𝑚𝑙 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡

𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛 x 100%

75% = 1000 𝑚𝑙𝑥 x 100% = 750 𝑚𝑙 𝑥 = 750 𝑚𝑙

Jadi 750 𝑚𝑙 limbah cair tahu 250 𝑚𝑙 air d. Pembuatan konsentrasi 100%

𝑣 𝑣⁄ 100% = 𝑚𝑙 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡

𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛 x 100%

𝑣 𝑣⁄ 100% = 𝑚𝑙 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡

𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛 x 100%

(7)

100% = 1000 𝑚𝑙𝑥 x 100% = 1000 𝑚𝑙 Jadi 1000 𝑚𝑙 limbah cair tahu 0 𝑚𝑙 air 3.5.4 Tahap Pelaksanaan Penelitian

a. Tahap Pembuatan konsentrasi Limbah Cair Tahu

Tahapan pembuatan konsentrasi limbah cair tahu dilakukan sebagai berikut : 1. Mengambil limbah cair tahu pada saluran pembuangan limbah

2. Menentukan variasi konsentrasi limbah cair tahu diantaranya : 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Untuk membuat konsentrasi 25% dengan cara mengukur limbah cair tahu sebanyak 250 ml kemudian ditambahkan air sampai 1 liter. Begitu juga selanjutnya dengan konsentrasi yang lain.

3. Menyiapkan limbah cair tahu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% dalam gelas ukur dengan menggunakan pipet volume.

4. Membuat medium dengan 4 variasi konsentrasi dan 1 medium kontrol.

b. Tahap Persiapan Tempat Ikan

Tahapan persiapan tempat ikan dilakukan sebagai berikut : 1. Menyiapkan 5 buah bak 20 x 20 x 10 cm

2. Mengisi bak dengan air medium dan limbah cair tahu sesuai dengan hitungan rumus masing-masing konsentrasi yang ditentukan hingga 2 Liter.

3. Menghomogenkan limbah cair tahu dengan air

4. Memasukkan 5 buah saringan pipa ke dalam masing-masing bak untuk tempat telur ikan lele dumbo (Clarias gariepinus Bruchell.)begitu seterusnya.

5. Memasukkan 50 butir telur ikan lele dumbo (Clarias gariepinus Bruchell.)ke dalam saringan

6. Memasang aerasi pada masing-masing bak perlakuan.

c. Tahap Pelaksanaan Penelitian

Tahapan pelaksanaan penelitian dilakukan sebagai berikut : 1. Mengamati perkembangan telur

2. Melakukan perhitungan terhadap telur yang menetaas dan yang tidak menetas.

(8)

3. Menyiapkan mikroskop dengan perbesaran 400x

4. Mengamati perkembangan telur di bawah mikroskop pada cawan petri

3.6 Tahap Pengumpulan Data

Tahapan pengumpulan data dilakukan sebagai berikut : 1. Mengamati telur ikan lele dumbo selama ±3x24 jam

2. Menghitung jumlah telur yang menetas dan yang tidak menetas 3. Mengamati perkembangan telur di bawah mikroskop

4. Mencatat hasil pengamaatan

5. Mendokumentasikan hasil pengamatan 6. Analisis perlakuan

3.6.1 Teknik Pengumpulan Data

Observasi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu observasi langsung untuk menghitung jumlah telur yang mati pada telur ikan lele dumbo (Clarias gariepinus Bruchell.), pengamatan tidak langsung untuk mengamati perkembangan telur dengan alat bantu mikroskop.

1. Untuk Menghitung Mortalitas Telur Ikan

Mortalitas telur ikan dihitung dengan menggunakan persamaan (Tondang, at all.

2019) sebagai berikut:

𝐶𝑜𝑟𝑟𝑒𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑀𝑜𝑟𝑡𝑎𝑙𝑖𝑡𝑦 (%) = 𝑀𝑜𝑟𝑡𝑎𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑜𝑏𝑠−𝑀𝑜𝑟𝑡𝑎𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙

𝑀𝑜𝑟𝑡𝑎𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 𝑥 100%

Tabel 3.3 Instrumen Pengumpulan Data Jumlah Mortalitas Telur Telur Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus Bruchell.)

Perlakuan Ulangan Total Rerata

1 2 3 4 5 A

B C D E

Tabel 3.4 Instrumen Hasil Pengamatan Parameter Kualitas Air

Perlakuan Parameter Pengamatan

Suhu (C) pH DO (mg/l)

A (Konsentrasi 0%)

(9)

B (Konsentrasi 25%) C (Konsentrasi 50%) D (Konsentrasi 75%) E (Konsentrasi 100%)

3.7 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Anova One Way namun sebelum uji Anova One Way dilakukan, perlu adanya uji asumsi yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas berfungsi untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Pengujian kenormalitasan residual dilakukan menggunakan Kolmogorov Smirnov, yang mempunyai kriteria apabila nilai signifikan >0,05 maka residual dinyatakan normal.

Jika hasil <0,05 (tidak menyebar normal) maka data dapat di transformasi log n.

Sedangkan uji homogenitas berfungsi untuk mengetahui apakah variasi data bersifat homogen dengan menggunakan Levene Test, apabila nilai signifikan >0,05 maka dinyatakan homogen.

Setelah dua uji tersebut dilakukan baru diteruskan dengan uji statistik Anova One Way. Uji Anova One Way dilakukan untuk mengetahui apakah berbagai konsentraasi limbah cair tahu mempengaruhi mortalitas telur ikan lele dumbo (Clarias gariepinus Bruchell.). Uji ini digunakan untuk menguji apakah Ho ditolak atau diterima dan untuk menguji efek, akibat atau pengaruh dari suatu variabel. Uji ini digunakan untuk menguji apakah Ho ditolak atau diterima dan untuk menguji efek, akibat atau pengaruh dari suatu variabel. Jika terdapat beda signifikan, maka dilakukan uji lanjutan menggunakan uji lanjut Duncans.

Gambar

Gambar 3.1 Skema Desain Penelitian The Post Test Only Control Group  Desain.
Gambar 3.2 Prosedur Penelitian  3.5.1 Tahap Persiapan Alat dan Bahan Penelitian
Tabel 3.2 Bahan penelitian

Referensi

Dokumen terkait

◦ Larutan tanah (sifatnya tersedia untuk diserap oleh akar tanaman) ◦ Bahan organik (mengalami proses perombakan).. ◦ Organisme tanah (komponen

Direktorat Jenderal Perkebunan Directorate General of Estate Crops.. Luas Areal dan Produksi Panili Perkebunan Rakyat Seluruh Indonesia Menurut Provins dan Keadaan Tanaman

5 ilmu sekarang ini yang mampu memahami sifat fisika dan kimia nanopartikel telah menarik perhatian peneliti untuk mengguna nanopartikel emas dalam kajian yang lebih luas,

untuk usaha pembudidaya di kolam terjadi peningkatan volume produksi karena tidak terpengaruh oleh kebijakan Menteri tentang moratorium tersebut, demikian halnya dengan budi daya

Pada tahap ini dilakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan, meliputi evaluasi mutu, jumlah dan waktu dari setiap jenis tindakan. Refleksi siklus bertujuan untuk

Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini yaitu: (1) Memberikan pre- test kepada seluruh kelas X SMA Negeri 1 Sengah Temila yaitu kelas XA, XB, XC, XD, XE, XF, XG, dan XH;

Pengertian Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa, fungsinya adalah menyediakan data kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat dari kesatuan usaha ekonomi yang dapat digunakan

Peneliti akan memperoleh pengetahuan yang lebih luas dan mendalam mengenai terobosan baru dalam dunia perbankan yaitu kegiatan layanan keuangan yang tidak dilakukan di