JURNAL
TUMBUHAN OBAT INDONESIA p-ISSN : 1979-892X e-ISSN : 2354 - 8797
THE JOURNAL OF INDONESIA MEDICINAL PLANT
Volume 14, No. 2, Desember 2021
Penanggung Jawab
Akhmad Saikhu, MSc.PH
Editor in Chief
Dr. Ir. Yuli Widiyastuti, MP
Editorial Members
Dr. Sari Haryanti, M.Sc., Apt Dr. Harto Widodo, M.Biotech.
Dyah Subositi, M.Sc.
Nuning Rahmawati, M.Sc., Apt.
Ika Yanti Marfu’atus S, M.Sc.
Fauzi, MP Mery Budiarti S, M.Si.
Rohmat Mujahid, M.Sc., Apt
Peer Reviewers
Prof. Dr. Andria Agusta (LIPI)
Dr. rer.nat. Nanang Fakhrudin, MSi, Apt (UGM) Zakky Cholisoh, M.Clin. Pharm., Ph.D (UMS) Dra. Lucie Widowati, M.Si. Apt. (Badan Litbangkes)
Dr. Sri Handayani, M.Si., Apt (LIPI) Dr. Nurainas (UNAND) Dr. Rika Hartati, M.Sc., Apt (ITB)
Windri Handayani, M.Si. (UI)
Dr. Ir. Amalia Tetrani Sakya, MP., M.Phil (UNS) Dr. Ir. Nurliani Bermawie (Balitro)
Secretariat
Tri Widayat, MSc Fitri Handayani, SIP
Antonius Febrian Pulung Nugroho, S.I.Kom
BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT DAN OBAT TRADISIONAL
Jln. Raya Lawu No.11, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah 57792 Email: [email protected]; [email protected]
http://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/toi
EDITORIAL
Salam sehat dengan Tanaman Obat,
Puji dan syukur senantiasa kami haturkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas perkenan dan rahmat-Nya, Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia Vol. 14, No. 2 dapat terbit di penghujung tahun 2021. Penerbitan kali ini masih dalam kondisi Pandemi Covid-19 yang nampaknya belum dapat diatasi secara paripurna. Meskipun Indonesia dalam 2 bulan terakhir mengalami penurunan kasus, namun beberapa Negara dihadapkan pada persoalan kasus dari varian Covid-19 baru yang lebih mudah transmisinya dan sulit pengendaliannya. Untuk itu, membuat masyarakat sehat melalui peningkatan daya tahan tubuh menjadi solusi jitu dimana obat- obatan dan vaksin belum sepenuhnya dapat diakses oleh semua penduduk dunia. Riset tanaman obat dan herbal menjadi penting artinya dalam menyediakan informasi yang reliable dan dapat digunakan sebagai pedoman pemanfaatan herbal yang aman dan berkhasiat.
Edisi jurnal TOI volume 14 No. 2 ini menyajikan artikel dengan topik riset dari hulu ke hilir, mulai dari riset terkait hasil studi etnomedisin, riset fisiologi benih, validasi metode standarisasi ekstrak, biotransformasi kandungan senyawa, dan review serta studi farmakologi tumbuhan obat.
Artikel pertama menyampaikan hasil studi etnomedisin penggunaan tumbuhan obat untuk permasalahan seksual di suku Tengger. Artikel kedua merupakan hasil studi karakterisasi fisiologi benih dan pertumbuhan tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa) komersial. Pada artikel ketiga disampaikan hasil validasi metode penetapan kadar katekin dalam fraksi etil asetat ekstrak gambir (Uncaria gambir Roxb.) secara spektrofotometri. Artikel keempat merupakan hasil riset biotransformasi kandungan senyawa kimia minyak gurjun balsam menggunakan Aspergilus niger.
Artikel kelima dan keenam merupakan hasil riset farmakologi yang menguji aktivitas kombinasi ekstrak dan simplisia tumbuhan obat sebagai penurun tekanan intraokulus dan sebagai antidermatitis. Sebagai penutup disampaikan artikel ketujuh berupa hasil review teh hijau (Camellia sinensis (L.) Kuntze) untuk kemoprevensi kanker payudara dari aspek fitokimia, khasiat dan keamanannya.
Meskipun masih terus menemui berbagai kendala dalam penggalangan artikel bermutu, namun pengelola dan editor senantiasa tetap berkomitmen untuk menerbitkan jurnal tepat waktu.
Kepada seluruh kontributor, mitra bestari, tim editor, serta tim administrasi yang telah membantu terbitnya Jurnal TOI volume 14 nomor 2 ini kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Pada kesempatan ini pengelola mengharapkan masukan konstruktif dari semua pihak untuk perbaikan jurnal di waktu yang akan datang. Semoga informasi yang kami sampaikan melalui terbitan pada nomor ini dapat memberikan solusi informatif untuk pemecahan masalah dalam pengembangan dan pemanfaatan tumbuhan obat.
Salam,
Dewan Redaksi
JURNAL
TUMBUHAN OBAT INDONESIA
THE JOURNAL OF INDONESIAN MEDICINAL PLANT
Daftar Isi
ABSTRAK VOLUME 14 NO.2
Pendekatan Etnobotani Tumbuhan Obat untuk Permasalahan Seksual Suku Tengger di Desa Argosari, Lumajang, Indonesia
Ethnobotanical Study of Tengger Tribe Sexual Medicinal Plant in Argosari Village, Lumajang, Indonesia
W. Sidha Bhagawan, U Abdel Barsyaif, M Amrun Hidayat ……...
Karakterisasi Fisiologi Benih Dan Pertumbuhan Tanaman Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Komersial
Seed Physiology and Plant Growth Characterization of Commercial Roselle (Hibiscus sabdariffa L.)
N. Sri Hartati, E. Sri Mulyaningsih, Hartati, N. Rahman, Y. Galih Dyan A, N. Taryana Rustama, Nawawi, E. Sudarmonowati ...
Validasi Metode Spektrofotometri untuk Penetapan Kadar (+)-Katekin Dalam Fraksi Etil Asetat Ekstrak Gambir (Uncaria Gambir Roxb)
Validation of Spectrophotometry Method For Determination of (+)-Catechin In Ethyl Acetate Fraction of Gambir Extract (Uncaria gambir Roxb.)
Nanang Yunarto, Uud Nourma R, Indah Sulistyowati , I, Oliffia Prameswari, Q.
Linggar Pinanditi, T. Madesa Patadungan ...
Biotransformasi Kandungan Senyawa Kimia Minyak Gurjun Balsam Menggunakan Aspergillus niger
Biotransformation of Gurjun Balsam Oil Chemical Contents by Aspergillus niger Khoirun Nisyak, A’yunil Hisbiyah, Lilik Nurfadlilah……...
Aktivitas Penurunan Tekanan Intraokular Kombinasi Ekstrak Etanol Buah Delima (Punica granatum) dan Lidah Buaya (Aloe vera L.)
Lowering Intraocular Pressure Activities Combination of Ethanol Extracts of Pomegranate and Aloe vera
Novi Irwan Fauzi, Irma Mardiah………...
Uji Aktivitas Anti-Dermatitis Ramuan Sembung (Blumea Balsamifera), Jahe (Zingiber officinale), Rumput Teki (Cyperus rotundus), dan Cabe Jawa (Piper retrofractum) pada Tikus Model Induksi Ovalbumin dan Uji Toksisitas Akutnya
Anti-dermatitis Activity of Sembung (Blumea balsamifera), Jahe (Zingiber officinale), Rumput Teki (Cyperus rotundus), and Cabe Jawa (Piper retrofractum) Formula in Ovalbumin-induced Rat Model and Its Acute Toxicity
Galuh Ratnawati, Ika Yanti M.S, Nuning Rahmawati, Asri wuryani……….
Phytochemistry Profile, Efficacy, and Safety of Green Tea (Camellia sinensis (L.) Kuntze) for Breast Cancer Chemoprevention: a Systematic Review
Review Sistematik: Profil Fitokimia Khasiat dan Keamanan Teh Hijau (Camellia sinensis (L.) Kuntze) untuk Kemopreventif Kanker Payudara
Siti Rofida, Dwi Hartanti……….
99-110
111-126
127-136
137-146
147-155
156-163
164-173
JURNAL
TUMBUHAN OBAT INDONESIA p-ISSN : 1979-892X e-ISSN : 2354 - 8797
THE JOURNAL OF INDONESIA MEDICINAL PLANT DDC: 305.8/BHA/e
Ethnobotanical Study of Tengger Tribe Sexual Medicinal Plant in
Argosari Village, Lumajang, Indonesia
Weka Sidha Bhagawan1*), Ubaidillah Abdel Barsyaif2), Mochammad Amrun Hidayat3)
1 Departemen Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains, Universitas PGRI Madiun, Jl. Setia Budi
No. 85 Madiun Indonesia
2 Departemen Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Jl. Gajayana No. 50
Malang Indonesia
3 Departemen Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Jember, Jl. Kalimantan 1 No. 2 Jember
Indonesia
*e-mail: [email protected]
ABSTRACT
The people of Tengger in Argosari receive their knowledge of traditional medicine from their ancestors. This traditional knowledge is inherited and subsequently preserved across generations.
This ethnobotanical medicinal plant study began with the participation observatory method and interviewed 28 local Tenggerese people who were selected by purposive sampling and snowball sampling. Ethnobotanical data were analyzed to understand the proportion of cited plants. The analysis was calculated to obtain species use-value (SUV), family use-value (FUV), and fidelity level (FL). We have inventoried 16 species of plants belonging to 9 families to treat five types of sexual problems. The result showed that Piper betle L. had the highest SUV (1.21). Zingiberaceae was recorded as the largest family (6 plant species) with high FUV (0.69). Rhizome (47.06%) and leaves (41.18%) are the most dominant parts used as ingredients in traditional medicine. The majority of Argosari villagers prepare medicinal plants by decoction techniques (94.12%), then use them orally (94.12%). Pimpinella pruatjan Molkenb. (purwoceng) that is used for anaphrodisiac has the highest FL value (78.57%).
So it has the potential to be developed related to its pharmacological effects and the content of its active secondary metabolites. Since P. pruatjan
including the rare and endangered species., the tissue culture technique is an alternative solution to preserve the plants without reducing their use in the community.
Keywords: Ethnobotany, Medicinal plants, Sexual problems, Tengger tribe, Argosari Village.
DDC: 582.12/HAR/s
Seed Physiology and Plant Growth Characterization of Commercial
Roselle (Hibiscus sabdariffa L.)
N. Sri Hartati*, Enung Sri Mulyaningsih, Hartati, Nurhamidar Rahman, Yuliana Galih Dyan Anggraheni, Nanang Taryana Rustama,
Nawawi, Enny Sudarmonowati Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Jl. Raya Bogor
KM46 Cibinong 16911 - Indonesia
* e-mail: [email protected] ABSTRACT
Roselle flower petals are plant organs that are popularly used as herbal drinks and natural dyes.
As a raw material for herbal medicine, dried roselle flower petals contain vitamin C and antioxidants.
The primary pigment of hibiscine was identified as daphniphylline, which is used to treat hypertension, pyrexia, and liver damage. To obtain high quality herbal raw materials, it is necessary to use characterized seeds sources. In addition, information on the tolerance of roselle plants to abiotic environmental stresses is also needed to develop roselle cultivation on marginal land. Seed physiology studies by stress induction at seed level, and the growth of roselle plants from commercial germplasm were carried out. The aim of this study was to determine the best method for breaking seed dormancy, tolerance level to stimulated abiotic stress on seeds, and to determine plant growth character in the field. Based on the rapid test, the viability of the seeds used was 98%, whilst significant different in breaking the dormancy in terms of vigor index character with the highest index value obtained by immersion in water at 50ºC for 10 minutes and 250 ppm GA3 (85.33%).
The dormancy of roselle seed breaking could be carried out chemically (250 ppm GA3 and 0.3%
KNO3) or physically (wound, hot and cold water).
There were significant differences in the characters of hypocotyl length, root length, and wet weight of sprouts depending on the dormancy seed breaking
JURNAL
TUMBUHAN OBAT INDONESIA p-ISSN : 1979-892X e-ISSN : 2354 - 8797
THE JOURNAL OF INDONESIA MEDICINAL PLANT
treatments. The results of the abiotic stress test on roselle seeds sprouts showed significant differences on the germination rate, hypocotyl length, and root length. Tested roselle seeds were tolerant to Al3+ and NaCl stresses that are potential to be developed in acid soil due to aluminum and in saline soil. Based on the results of field observations, in general, each individual plant had different growth character and yield. The results of the principal component analysis showed that the six observed characters i.e plant height, branch number, stem diameter, leaves number, early fruit bolls number and fresh fruit weight contributed to the total variability. Based on the total fresh fruit weight, ten plants were then selected for further study.
Keywords: Roselle, seeds, physiology, stresses, growth
DDC: 580.5/YUN/v
Validation of Spectrophotometry Method For Determination Of (+)- Catechin in Ethyl Acetate Fraction of
Gambir Extract (Uncaria gambir Roxb.)
Nanang Yunarto1*), Uud Nourma R.1), Indah Sulistyowati1) , Indhira Oliffia Prameswari2), Qotrunnada Linggar Pinanditi2), Tri Madesa
Patadungan3)
1 Center for Research and Development of Biomedical and Basic Health Technology, Jalan Percetakan Negara No. 23, Jakarta 10560
Indonesia
2 Bogor Vocational High School of Chemical Analyst, Jalan Binamarga 1 No. 19 kel. Baranangsiang, Kota Bogor 16143 Indonesia
3 Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University, Jalan Raya Kampus Unud Jimbaran kec. Kuta Selatan kabupaten Badung, Bali 80361
Indonesia
*e-mail: [email protected]
ABSTRACT
Gambir leaves (Uncaria gambir Roxb.) is a plant that has been widely used by people in traditional medicine. The main compound of gambir extract is a (+)-catechin that has been proven to be an anti- dental plaque, antioxidant, antibacterial, and
antihyperlipidemic. This study aims to validate a method for the quantitative determination of catechin in ethyl acetate fraction of gambir extract based on spectrophotometry. The validation was conducted by measuring the linearity, accuracy, and ruggedness of the method that fulfills the requirements along with the limit of detection (LoD) and limit of qualification (LoQ) determination. Determining the precision (based on %RSD and CV), 100 ppm of catechin were made to 7 replicates while accuracy was evaluated by calculating the recovery. The ruggedness of the method is determined by analyzing it on a different day. The linearity was determined by assessing the r-value on the relation between the absorbance curve and standard series concentration. Based on the standard curve equation, the LoD and LoQ could be calculated. The results showed the method fulfilled the linearity requirement with R 0.9996;
had precision in 1.23% RSD; had accuracy in the range of 100.80% to 101.64%; the method ruggedness was not significantly different; had 3.85 ppm of LoD; and 12.84 ppm of LoQ. The validation showed a valid result, and the method can be used for routine analysis on the measurement of catechin in ethyl acetate fraction of gambir extract.
Keywords: Catechin, Uncaria gambir, Method Validation, Spectrophotometry
DDC: 582.12/NIS/b
Biotransformation of Gurjun Balsam Oil Chemical Contents by
Aspergillus niger
Khoirun Nisyak*), A’yunil Hisbiyah, Lilik Nurfadlilah
STIKES Rumah Sakit Anwar Medika, Jalan Raya By Pass Krian KM. 33 Balongbendo Sidoarjo
*e-mail: [email protected]
ABSTRACT
Gurjun balsam oil is one of the essential oils from Indonesia isolated from Dipterocarpus turbinatus resin. Gurjun balsam oil has a fragrant aroma and has benefits as a traditional medicine in the Indochina region. The main chemical content of balsam gurjun oil is alfa-copaena and several other sesquiterpenes (C15H24) class compounds. In
JURNAL
TUMBUHAN OBAT INDONESIA p-ISSN : 1979-892X e-ISSN : 2354 - 8797
THE JOURNAL OF INDONESIA MEDICINAL PLANT
this study, biotransformation of the gurjun balsam oil with Aspergillus niger was carried out at room temperature with an agitation speed of 130 rpm and avariation of the incubation time of 24, 48, 72, and 96 hours. The biotransformation of balsam gurjun oil produced some main products as follows: alfa-copaene (60.53%), beta- caryophyllene (22.76%), humulene (3.87%), and alpha-cadinene (12.83%). The optimum incubation time with the highest copaena product was 72 hours. Biotransformation of gurjun balsam oil by Aspergillus niger does not produce new derivatives but increases the yield of the alpha-copaena.
Αlpha-copaena in gurjun balsam oil has strong potential as anti-eczematic in treating skin problems.
Keywords: biotransformation, gurjun balsam oil, alpha-copaena, and Aspergillus niger
DDC: 582.12/FAU/l
Lowering Intraocular Pressure Activities Combination of Ethanol Extracts of Pomegranate and Aloe
vera
Novi Irwan Fauzi*), Irma Mardiah Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Jl. Soekarno Hatta 354 (Parakan Resik), Bandung, Indonesia
*)e-mail: [email protected]
ABSTRACT
Glaucoma is the second leading cause of blindness in the world. One of many strategies for controlling intraocular pressure to prevent blindness due to glaucoma is by inhibiting the production and/or increasing drainage of fluid in the eyeball. One of the potential natural remedies for such control is pomegranate (Punica granatum L.) and aloe vera (Aloe vera L.). This study aimed to evaluate the activity of lowering intraocular pressure of pomegranate and Aloe vera combination ethanol extracts in rats with ocular hypertension.
Pomegranate and aloe vera were extracted by maceration method using 70% ethanol. Thirty rats were randomly divided into six groups, namely normal control group, rats with ocular hypertension control, drug control (acetazolamide 25 mg/kg BW p.o), pomegranate extract 500 mg/kg BW p.o, Aloe vera extract 500 mg/kg BW p.o, and extract combination p.o (each extract 500
mg/kg BW). Induction of ocular hypertension was performed by administering twelvedrops of 1%
prednisolone acetate to the right eye. Intraocular pressure was measured using the schiotz tonometer before induction, after induction, and one hour after treatment. The combination of pomegranate and aloe vera extract given to rats with ocular hypertension showed a better potential to reduce intraocular pressure than a single administration of each extract, the percentage of reduction in intraocular pressure was 33.6±9.1%, 28.2±13.8%, and 29.9±8.1%, respectively. However, the combination of the two extracts did not show additive or synergistic effects and the potential of reducing intraocular pressure was lower than the acetazolamide drug.
Keywords: Intraocular pressure, pomegranate, Aloe vera
DDC: 580.5/RAT/a
Anti-dermatitis Activity of Sembung, Jahe, Rumput Teki, and Cabe Jawa Formula in Ovalbumin-induced Rat
Model and Its Acute Toxicity
Galuh Ratnawati*), Ika Yanti M.S., Nuning Rahmawati, Asri wuryani
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Jl. Raya Lawu No. 11 Tawangmangu, Karanganyar, Jawa
Tengah, Indonesia
*e-mail: [email protected]
ABSTRACT
Atopic dermatitis or eczema is a chronic inflammatory skin disease characterized by pruritic inflamed skin lesions and dry skin (xerosis). The effectiveness of currently available treatments is considered insufficient. Medicinal plants are one of the potential alternatives to be developed in the treatment of eczema. This study aimed to investigate the anti-dermatitis activity and acute toxicity of herbal medicine formulation consisting of sembung (Blumea balsamifera), ginger (Zingiber officinale), rumput teki (Cyperus rotundus), and cabe jawa (Piper retrofractum).
The herbs was prepared in the form of infusion 10% w/v. The activity assay was carried out on rat model of atopic dermatitis induced with ovalbumin. Measurement of IL-4 and IgE levels
JURNAL
TUMBUHAN OBAT INDONESIA p-ISSN : 1979-892X e-ISSN : 2354 - 8797
THE JOURNAL OF INDONESIA MEDICINAL PLANT
was carried out by spectrophotometric method.
The skin tissue histology was examined to count the number of mast cells. The acute toxicity test was performed to determine LD50 of the herbs and its effect on urea levels, creatinine, SGOT, and SGPT blood samples. The herbs 1.350 and 10.800 mg/kg bw significantly reduced IL-4 levels, but did not affect IgE levels. All doses of the herbs decreased the number of mast cells in the rat skin tissue. The acute toxicity test showed that the herbs did not cause clinical symptoms and death in rats. Jamu ingredients significantly reduce SGOT levels but do not affect the levels of urea, creatinine, and SGPT.
As a result, the herbs applied in this study could be developed further for the treatment of atopic dermatitis.
Keywords: atopic dermatitis, IL-4, IgE, mast cell, jamu ingredients
DDC: 580.5/ROF/p
Phytochemistry Profile, Efficacy, and Safety of Green Tea (Camellia
sinensis (l.) kuntze) for Breast Cancer Chemoprevention: a
Systematic Review
Siti Rofida1), Dwi Hartanti2*)
1 Department of Pharmacy, Faculty of Health Science, University of Muhammadiyah Malang Jl. Bendungan Sutami No.188, Kota Malang, Jawa
Timur 65145, Indonesia
2 Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah
Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO Box 202, Banyumas, Jawa Tengah 53182, Indonesia
*e-mail: [email protected]
ABSTRACT
The consumption of tea (Camellia sinensis (L.) Kuntze), mainly green tea, is famous for various health benefits. This review summarizes the potential use of green tea and epigallocatechin gallate (EGCG) for breast cancer chemoprevention.
The data were retrieved from the online publication on the Pubmed database and covered the phytochemistry, preclinical study, and clinical trial of green tea related to its use as a breast cancer chemopreventive agent. Catechins,
particularly EGCG, are the chemopreventive bioactive constituents of green tea. Preclinical studies demonstrated that the anti-proliferative and induction of apoptosis potentials of green tea are mediated through several different mechanisms. However, no association between green tea intake and a lowered breast cancer risk in human studies, but it might be favorable for secondary cancer prevention.
Keywords: green tea, epigallocatechin gallate, chemopreventive, breast cancer.
JURNAL
TUMBUHAN OBAT INDONESIA p-ISSN : 1979-892X e-ISSN : 2354 - 8797
THE JOURNAL OF INDONESIA MEDICINAL PLANT
DDC: 305.8/BHA/e
PENDEKATAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT UNTUK PERMASALAHAN SEKSUAL SUKU
TENGGER DI DESA ARGOSARI, LUMAJANG, INDONESIA
Weka Sidha Bhagawan1*), Ubaidillah Abdel Barsyaif2), Mochammad Amrun Hidayat3)
1 Departemen Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains, Universitas PGRI Madiun, Jl. Setia Budi
No. 85 Madiun Indonesia
2 Departemen Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Jl. Gajayana No. 50
Malang Indonesia
3 Departemen Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Jember, Jl. Kalimantan 1 No. 2 Jember
Indonesia
*e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Masyarakat suku Tengger di desa Argosari mendapatkan ilmu pengobatan tradisional dari nenek moyang mereka. Pengetahuan tumbuhan obat ini diwariskan dan selanjutnya dilestarikan dari generasi ke generasi. Pendekatan etnobotani tumbuhan obat ini dimulai dengan metode participation observatory dan mewawancarai 28 masyarakat lokal suku Tengger yang diseleksi secara purposive sampling dan snowball sampling.
Analisis data etnobotani digunakan untuk memahami proposi tumbuhan yang tersitasi, yaitu: species use-value (SUV), family use-value (FUV), dan fidelity level (FL). Kami telah menginventarisasi 16 spesies tumbuhan yang termasuk dalam 9 famili untuk pengobatan 5 jenis penyakit permasalahan seksual. Spesies tumbuhan sirih (Piper betle L.) memiliki SUV tertinggi yaitu 1.21, sedangkan Zingiberaceae terdata sebagai famili terbanyak (6 spesies tumbuhan) dengan FUV tinggi (0.69). Rimpang (47.06%) dan daun (41.18%) merupakan bagian yang dominan digunakan sebagai bahan obat tradisional. Mayoritas masyarakat desa Argosari mempreparasi tumbuhan obat tersebut dengan tehnik dekokta (94.12%), selanjutnya menggunakannya secara oral (94.12%).
Pimpinella pruatjan Molkenb. (purwoceng) yang berfungsi sebagai tumbuhan afrodisiak memiliki nilai FL tertinggi (78.57%), sehingga sangat
berpotensi dikembangkan terkait efek farmakologis dan kandungan metabolit sekunder aktifnya. Walaupun demikian, P. pruatjan termasuk dalam spesies langka dan dilindungi.
Tehnik kultur jaringan menjadi solusi alternatif agar kelestarian tumbuhan dapat terjaga tanpa mengurangi pemanfaatannya di masyarakat.
Kata kunci: Etnobotani, Tumbuhan obat, Permasalahan seksual, Suku Tengger, Desa Argosari.
DDC: 582.12/HAR/s
KARAKTERISASI FISIOLOGI BENIH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) KOMERSIAL
N. Sri Hartati*, Enung Sri Mulyaningsih, Hartati, Nurhamidar Rahman, Yuliana Galih Dyan Anggraheni, Nanang Taryana Rustama,
Nawawi, Enny Sudarmonowati Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Jl. Raya Bogor
KM46 Cibinong 16911 - Indonesia
* e-mail: [email protected] ABSTRAK
Kelopak bunga rosela memiliki kandungan vitamin C dan antioksidan, yang bermanfaat sebagai bahan baku obat herbal dan pewarna alami. Pigmen utama hibiscine diidentifikasi sebagai daphniphylline, yang digunakan untuk obat hipertensi, pireksia dan kerusakan hati.Untuk mendapatkan bahan baku obat herbal berkualitas perlu digunakan sumber benih bermutu. Selain itu untuk mengetahui potensi budidaya pada lahan sub optimal, tingkat toleransi tanaman rosela terhadap cekaman lingkungan abiotik perlu diketahui. Penelitian ini terdiri dari empat bagian: (1) uji cepat dengan tetrazolium; (2) pematahan dormansi benih secara fisik dan kimia, (meliputi pelukaan dengan menggunting sedikit kulit benih, perendaman dalam 50ºC air selama 10 menit, dalam 250 ppm GA3 selama 30 menit, dalam 250 ppm GA3 + 0.3%
KNO3 selama 30 menit, dalam 0.3% KNO3 selama 30 menit, dan dalam aquades selama 30 menit sebagai kontrol); (3) uji toleransi cekaman lingkungan meliputi salinitas, kekeringan, dan keasaman (menggunakan larutan NaCl 2000 dan 4000 ppm, larutan PEG 10% dan 20% serta larutan AlCl3 30 ppm dan 60 ppm); dan (4)
JURNAL
TUMBUHAN OBAT INDONESIA p-ISSN : 1979-892X e-ISSN : 2354 - 8797
THE JOURNAL OF INDONESIA MEDICINAL PLANT
karakterisasi pertumbuhan dan daya hasil tanaman rosela di lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik pematahan dormasi benih, toleransi terhadap cekaman abiotik yang distimulasi pada benih serta mengetahui karakter pertumbuhan tanaman di lapang. Berdasarkan uji cepat benih yang digunakan memiliki viabilitas lebih dari 98%, sedangkan pada metoda pematahan dormasi indeks vigor tertinggi diperoleh pada perlakuan perendaman air 50ºC selama 10 menit dan 250 ppm GA (85,33%). Hasil uji cekaman abiotik pada kecambah rosela menunjukkan perbedaan nyata untuk daya berkecambah, panjang hipokotil, dan panjang akar. Benih rosela yang diuji memiliki toleransi terhadap cekaman Al3+ dan NaCl sehingga potensial dikembangkan pada lahan masam dan salin. Hasil analisis komponen utama diketahui bahwa enam karakter yang diamati berkontribusi terhadap keragaman yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, diameter batang, jumlah daun, jumlah bakal buah dan bobot basah buah. Berdasarkan bobot basah buah total, berhasil diseleksi 10 tanaman yang dapat diuji lebih lanjut.
Kata kunci: Rosela, benih, karakterisasi, fisiologi, cekaman abiotik, pertumbuhan
DDC: 580.5/YUN/s
VALIDASI METODE
SPEKTROFOTOMETRI UNTUK PENETAPAN KADAR (+)- KATEKIN DALAM FRAKSI ETIL
ASETAT EKSTRAK GAMBIR (Uncaria gambir Roxb)
Nanang Yunarto1*), U. Nourma Reswandaru1), Indah Sulistyowati1), I. Oliffia Prameswari2), Q.
Linggar Pinanditi2), Tri Madesa Patadungan3)
1 Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Jl. Percetakan Negara 23, Jakarta, Indonesia
2 Sekolah Menengah Kejuruan Bogor, Jl. Binamarga 1 No. 19
Kel. Baranangsiang, Kota Bogor Indonesia
3 Jurusan Kimia, FMIPA, Univ. udayanan, Jl. Raya Kampus Unud Jimbaran Kec. Kuta Selatan
kabupaten Badung, Bali Indonesia
*e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Daun gambir (Uncaria gambir Roxb.) merupakan tanaman yang telah banyak dimanfaatkan masyarakat dalam pengobatan tradisional.
Senyawa utama ekstrak gambir adalah (+)- katekin yang telah terbukti sebagai anti plak gigi, antioksidan, antibakteri, dan antihiperlipidemia.
Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi suatu metode penentuan kuantitatif katekin dalam fraksi etil asetat ekstrak gambir secara spektrofotometri. Validasi dilakukan dengan mengukur linearitas, akurasi, dan kekasaran metode yang memenuhi persyaratan beserta penetapan limit of detection (LoD) dan limit of Qualification (LoQ). Penentuan presisi (berdasarkan %RSD dan CV), 100 ppm katekin dibuat 7 ulangan sedangkan akurasi dievaluasi dengan menghitung perolehan kembali.
Kekasaran metode ditentukan dengan menganalisisnya pada hari yang berbeda.
Linearitas ditentukan dengan menilai nilai r pada hubungan antara kurva absorbansi dan konsentrasi seri standar. Berdasarkan persamaan kurva standar, maka LoD dan LoQ dapat dihitung.
Hasil penelitian menunjukkan metode memenuhi syarat linearitas dengan R 0.9996; memiliki presisi di 1,23% RSD; memiliki akurasi pada kisaran 100,80% sampai dengan 101,64%;
kekasaran metode tidak berbeda nyata; memiliki 3,85 ppm LoD; dan LoQ 12,84 ppm. Validasi menunjukkan hasil yang valid, dan metode tersebut dapat digunakan untuk analisis rutin pada pengukuran katekin dalam fraksi etil asetat ekstrak gambir.
Kata kunci: Catechin, Uncaria gambir, Validasi Metode, Spektrofotometri
JURNAL
TUMBUHAN OBAT INDONESIA p-ISSN : 1979-892X e-ISSN : 2354 - 8797
THE JOURNAL OF INDONESIA MEDICINAL PLANT
DDC: 582.12/NIS/b
BIOTRANSFORMASI
KANDUNGAN SENYAWA KIMIA MINYAK GURJUN BALSAM MENGGUNAKAN Aspergillus
niger
Khoirun Nisyak*), A’yunil Hisbiyah, Lilik Nurfadlilah
STIKES Rumah Sakit Anwar Medika, Jalan Raya By Pass Krian KM. 33 Balongbendo Sidoarjo
*e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Minyak gurjun balsam merupakan salah satu minyak atsiri asal Indonesia yang diisolasi dari resin tanaman Dipterocarpus turbinatus. Minyak gurjun balsam memiliki aroma yang harum dan digunakan sebagai obat tradisional di daerah Indocina. Kandungan kimia utama minyak balsam gurjun adalah alfa-kopaena dan beberapa senyawa golongan seskuiterpen (C15H24) lainnya.
Pada penelitian ini dilakukan biotransformasi minyak gurjun balsam dengan Aspergillus niger.
Proses biotransformasi dilakukan pada suhu kamar dengan kecepatan agitasi 130 rpm dan variasi waktu inkubasi 24, 48, 72, dan 96 jam.
Produk yang ditransformasi kemudian dianalisis dengan Gas Chromatography-Mass Spectrometer (GC-MS). Produk utama yang dihasilkan dari biotransformasi minyak balsam gurjun adalah alfa-kopaena (60,53%), beta-karyofilena (22,76%), humulena (3,87%), dan alfa-kadinena (12,83%). Waktu inkubasi optimum dengan produk kopaene tertinggi adalah 72 jam.
Biotransformasi minyak gurjun balsam oleh Aspergillus niger tidak menghasilkan turunan baru tetapi meningkatkan rendemen alfa- kopaena. Alfa kopaena memiliki potensi sebagai anti eksim yang kuat untuk mengatasi masalah kulit.
Kata kunci: biotransformasi, minyak gurjun balsam, alfa-copaena, dan Aspergillus niger
DDC: 582.12/FAU/a
AKTIVITAS PENURUNAN TEKANAN INTRAOKULAR KOMBINASI EKSTRAK ETANOL
BUAH DELIMA DAN LIDAH BUAYA
Novi Irwan Fauzi*), Irma Mardiah Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Jl. Soekarno Hatta 354 (Parakan Resik), Bandung, Indonesia
e-mail: [email protected] ABSTRAK
Glaukoma merupakan penyebab kebutaan terbanyak ke dua di dunia. Strategi pengendalian tekanan intraokular untuk mencegah kebutaan akibat glaukoma dapat dilakukan dengan cara menghambat produksi dan atau melancarkan drainase cairan dalam bola mata. Salah satu sumber bahan baku alami yang potensial untuk pengendalian tersebut adalah buah delima (Punica granatum L.) dan lidah buaya (Aloe vera L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi efek penurunan tekanan intraokular kombinasi buah delima dan lidah buaya pada tikus yang mengalami hipertensi okular. Buah delima dan lidah buaya diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%.
Secara acak, 30 ekor tikus dibagi kedalam 6 kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kontrol tikus yang mengalami hipertensi okular, kontrol obat (asetazolamid 25 mg/kgBB p.o), ekstrak buah delima 500 mg/kgBB p.o, ekstrak lidah buaya 500 mg/kgBB p.o., kombinasi ekstrak p.o (masing – masing ekstrak 500 mg/kgBB).
Induksi hipertensi okular dilakukan dengan pemberian 12 tetes prednisolon asetat 1% pada mata kanan. Tekanan intraokular diukur menggunakan tonomoter schiotz sebelum induksi, setelah induksi dan satu jam setelah pemberian perlakuan. Kombinasi ekstrak buah delima dan lidah buaya yang diberikan pada tikus yang mengalami hipertensi okular menunjukkan potensi yang lebih baik dalam menurunkan tekanan intraokular dibandingkan pemberian tunggal masing–masing ekstrak, persentase penurunan tekanan intra okular berturut-turut 33,6±9,1%, 28,2±13,8% dan 29,9±8,1%. Namun, pemberian kombinasi kedua ekstrak tersebut tidak menunjukkan efek aditif ataupun sinergis serta potensi dalam menurunkan tekanan intraokular masih dibawah obat asetazolamid.
JURNAL
TUMBUHAN OBAT INDONESIA p-ISSN : 1979-892X e-ISSN : 2354 - 8797
THE JOURNAL OF INDONESIA MEDICINAL PLANT
Kata kunci: Tekanan intraokular, buah delima, lidah buaya
DDC: 580.5/RAT/u
UJI AKTIVITAS ANTI- DERMATITIS RAMUAN SEMBUNG, JAHE, RUMPUT TEKI,
DAN CABE JAWA PADA TIKUS MODEL INDUKSI OVALBUMIN DAN UJI TOKSISITAS AKUTNYA
Galuh Ratnawati*), Ika Yanti M.S., Nuning Rahmawati, Asri wuryani
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Jl. Raya Lawu No. 11 Tawangmangu, Karanganyar, Jawa
Tengah, Indonesia
*e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Dermatitis atopik atau eksim adalah penyakit kulit kronis, ditandai dengan inflamasi lesi kulit pruritus dan kulit kering (xerosis). Efikasi pengobatan yang tersedia saat ini dipandang belum memuaskan. Tanaman obat merupakan salah satu alternatif yang potensial dikembangkan dalam pengobatan eksim.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas anti-dermatitis dan toksisitas akut ramuan jamu sembung (Blumea balsamifera), jahe (Zingiber officinale), rumput teki (Cyperus rotundus), dan cabe jawa (Piper retrofractum). Ramuan jamu disiapkan dalam bentuk infusa 10% b/v. Uji aktivitas dilakukan pada tikus model dermatitis atopik dengan induksi ovalbumin. Kadar IL-4 dan IgE diukur dengan spektrofotometri. Histologi jaringan kulit diperiksa untuk menghitung jumlah sel mast. Uji toksisitas akut dilakukan untuk mengetahui LD50, kadar ureum, kreatinin, SGOT, dan SGPT. Ramuan jamu dosis 1350 dan 10800 mg/kg BB secara signifikan menurunkan level IL- 4, namun tidak mempengaruhi level IgE. Ramuan jamu semua dosis menurunkan jumlah sel mast dalam jaringan kulit tikus uji. Uji toksisitas akut menunjukkan ramuan jamu tidak menyebabkan gejala klinis dan kematian hewan uji. Ramuan jamu signifikan menurunkan kadar SGOT, namun tidak berpengaruh pada kadar ureum, kreatinin,
dan SGPT. Dengan demikian, ramuan jamu yang digunakan dalam penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mengatasi dermatitis atopik.
Kata kunci: dermatitis atopik, IL-4, IgE, sel mast, ramuan jamu
DDC: 580.5/ROF/r
REVIEW SISTEMATIK: PROFIL FITOKIMIA KHASIAT dan KEAMANAN TEH HIJAU (Camellia
sinensis (L.) Kuntze) untuk KEMOPREVENTIF KANKER
PAYUDARA
Siti Rofida1), Dwi Hartanti2*) 1 Jurusan Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Bendungan Sutami No.188, Kota Malang, Jawa
Timur 65145, Indonesia
2 Jurusan Farmasi Biologi, Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. Raya Dukuhwaluh PO Box 202, Banyumas,
Jawa Tengah 53182, Indonesia
*e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Konsumsi teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze), terutama teh hijau, terkenal dengan berbagai manfaat kesehatannya. Ulasan ini merangkum potensi penggunaan teh hijau dan epigallocatechin gallate (EGCG) untuk kemoprevensi kanker payudara. Data diambil dari publikasi online di database Pubmed dan mencakup fitokimia, studi praklinis, dan uji klinis teh hijau terkait dengan penggunaannya sebagai agen kemopreventif kanker payudara. Katekin, khususnya EGCG, adalah konstituen bioaktif kemopreventif teh hijau. Studi praklinis menunjukkan bahwa teh hijau memiliki potensi anti-proliferatif dan induksi apoptosis yang dimediasi melalui beberapa mekanisme yang berbeda. Namun, tidak ada hubungan antara asupan teh hijau dan penurunan risiko kanker payudara dalam penelitian pada manusia, tetapi
JURNAL
TUMBUHAN OBAT INDONESIA p-ISSN : 1979-892X e-ISSN : 2354 - 8797
THE JOURNAL OF INDONESIA MEDICINAL PLANT
mungkin menguntungkan untuk pencegahan kanker sekunder.
Kata kunci: teh hijau, epigallocatechin gallate, kemopreventif, kanker payudara.