Dewasa tak menjamin sifat kekanak-kanakan didalam diri ini Masih ada rasa iri, dalam artian yang positif yang kurasa.
Apalagi saat di angkutan umum..
Aku sering melihat ayah /ibu dan anak, satu angkutan dengan ku
Itu bahkan hal yang wajar, saat kamu bepergian bersama ibu atau ayah kamu dalam angkutan umum.
Diam-diam aku sering memperhatikan hal kecil itu.
Mereka terlihat manis bersama..
Padahal, momen itu mungkin ketika anak TK yang sedang diantar ayah / ibunya ke sekolah.
Aku merasakan keberuntungan di diri mereka,
Masih bisa memanggil ayah dan ibu dengan getaran yang masih bisa dikeluarkan dari pita suara mereka, sehingga bisa terdengar nyaring ditelinga.
Hal seperti itu yang membuat iri di dalam hati.
Kadang aku sering tersenyum dalam tutupan masker di wajah, melihat momen kecil itu.
Tanpa kusadari, ada besitan di hati kecil andai aku bisa mengulang waktu.
Mungkinkah aku ke masa kecil saat bisa bersentuhan dengan ayah dan ibu?
Seperti saat aku TK dulu.
ayah selalu membagi waktu paginya untuk ku.
Setiap pagi ayah selalu mengantar ku sekolah.
Saat gerbang sekolah itu belum terbuka, aku ingat dia menunggu sampai ada guru yang datang baru ayah beranjak pergi bekerja.
Kalau aku pikir-pikir sekarang, mungkin dulu ayah sering telat saat ada momen- momen tak terduga seperti itu.
Aku juga ingat saat pulang sekolah, ibuku pasti telah berada di posisi gerbang tempat mengajarnya untuk menunggu kepulanganku.
Aku rindu hal hal seperti itu.
Rinduku tanpa batas yang tetap kutanam di hati terdalam.
Irma Sitepu
#30DJ
#30DJ5
#30DJ5Day25
#30DJ5Cluster2
#ceritaklasterDUA