• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PENGUNGKAP SUMBER-SUMBER STRES DAN PROSES KOPING BAGI MAHASISWA KEPERAWATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR PENGUNGKAP SUMBER-SUMBER STRES DAN PROSES KOPING BAGI MAHASISWA KEPERAWATAN"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Endeh Nurgiwiati,1999, Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping

DAFTAR PENGUNGKAP SUMBER-SUMBER STRES DAN

PROSES KOPING BAGI MAHASISWA KEPERAWATAN

OLEH :

ENDEH NURGIWIATI

1999

(2)

Endeh Nurgiwiati,1999. Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping Page i

ABSTRAK

Faktor pendidikan , keluarga dan tugas perkembangan berkontribusi terhadap stress dan proses koping mahasiswa. Insidensi kasus tahun 1996 di Akper dr Otten Bandung sebesar 3% dan kecenderungan akan terjadi di Akper lainnya jika tidak dilakukan pencegahan. Saat ini belum ada daftar pengungkap (Inventory) bersifat diagnostik berdasarkan kultur Indonesia dan penelitian ini mengembangkan Daftar Pengungkap Sumber-sumber stress dan Proses Koping bagi mahasiswa keperawatan merupakan studi lanjutan dilakukan tahun 1996 berjudul The Indonesian Nursing Students Stress – Coping Inventory (INSSCI) memiliki reliabilitas 0.65 – 0.77 untuk Stress Inventory dan 0.72 - 0.83 untuk Coping Inventory.

Studi ini menggunakan metodologikal desain dan sampel berjumlah 1255 mahasiswa keperawatan , bertujuan meningkatkan reliabilitas ≥ 0.80 dan validitas memadai. Pengumpulan data menggunakan Stress Inventory terdiri 45 pertanyaan dan 31 pertanyaan Coping Inventory.

Nilai reliabilitas menggunakan analisis Cronbach dan factor analisis untuk validitas konstruk sedangkan validitas konten melalui 3 orang judgement .

Hasil penelitian menunjukan Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres memiliki reliabilitas antara 0.87-0.88 , validitas konstruk dengan faktor loading 0.34 – 0.83 dan validitas konten 0.98, sedangkan Proses Koping memiliki reliabilitas antara 0.80-0.81 , validitas konstruk dengan faktor loading berkisar 0.41 – 0.84 dan validitas konten 0.90. Daftar pengungkap diharapkan dapat membantu pembimbing akademik dalam bimbingan kepada mahasiswa keperawatan di Indonesia.

(3)

Endeh Nurgiwiati,1999. Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping Page ii

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah dipanjatkan kepada Ilahi Robbi, berkat pertolonganNya telah selesai alat ukur dengan judul : Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping . Alat ukur ini merupakan lanjutan dari hasil penelitian pengembangan alat ukur berupa Pilot Studi yang dilaksanakan pada tahun 1996 dengan Judul The Indonesian Nursing Students Stress – Coping Inventory (INSSCI) yang dikembangkan berdasarkan kultur Indonesia dan – konsep-konsep yang berkontribusi terhadap terjadinya stress yaitu Pendidikan, Keluarga, Tugas Perkembangan serta konsep yang menunjukan proses koping dalam mengatasi masalah yang dihadapi mahasiswa diantaranya strategi Problem-focused, Emotion-focused, Behavior and mental disengagement, dan Stress management

Alat ukur ini terbagi 2 (dua) yaitu Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping. Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres terdiri dari 45 item meliputi 17 item (No 1- 17) berasal dari konsep pendidikan klinik , 18 item ( No 18-35) berasal dari konsep pendidikan non klinik, 6 item ( No 36-41) berasal dari konsep keluarga , dan 4 item (No 42- 45) berasal dari konsep tugas perkembangan dan alat ukur ini memiliki reliabilitas antara 0.87-0.88 , validitas konstruk dengan faktor loading 0.34 – 0.83. dan validitas konten sebesar 0.98

Daftar Pengungkap Proses Koping sebelumnya memiliki 31 item dan setelah dianalisis serta direvisi berubah jumlahnya menjadi 25 item terdiri dari 17 item (No 1-17) yang berasal dari Konsep Problem-focused Coping, 5 item (No 18-22) berasal dari Konsep Emotion-focused Coping, dan 3 item (No 23-25) berasal dari Konsep Stress management dan alat ukur ini memiliki reliabilitas antara 0.80-0.81 , validitas konstruk dengan faktor loading berkisar 0.41 – 0.84 dan validitas konten 0.90.

Alat ukur ini mudah untuk diaplikasikan karena mahasiswa hanya memilih apa yang dialaminya dan usaha-usaha yang biasa dilakukan untuk mengatasi masalah dan hanya memerlukan waktu antara 45- 60 menit. Hasil pengukuran tidak bisa ditarik kesimpulan umum akan tetapi harus berdasarkan kepada bagian /konsep mana yang ada kelemahan dan dirasakan oleh mahasiswa dan apa yang harus ditingkatkan oleh mahasiswa yang dibantu oleh pembimbing akademik .

(4)

Endeh Nurgiwiati,1999. Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping Page iii

Dengan adanya alat ukur ini akan membantu para pembimbing akademik di institusi pendidikan keperawatan dalam membimbing mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar disebabkan adanya stress berkaitan dengan proses belajar, masalah keluarga dan masalah tugas perkembangan pada diri mahasiswa tersebut serta cara-cara yang biasa dilakukan untuk mengatasi masalah oleh mahasiswa

Pengembangan alat ukur ini dapat terlaksana berkat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu saya mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat :

1. Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan DepKes R.I

2. Para Konselor dari IKIP Bandung Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan diantaranya Prof Dr H. Moh Surya, Dr. Furqon, MPd dan Dr.H. KarnoTo,Mpd

3. Teman sejawat staf pengajar dan karyawan Akademi Keperawatan dr Otten Bandung

4. Para Direktur dan mahasiswa keperawatan Akper Depkes dan DAS wilayah Jawa Barat yang telah berpartisipasi dalam penelitian pengembangan alat ukur ini.

5. Semua pihak yang telah memberi bantuan kepada peneliti, semoga amal dan ibadahnya mendapat imbalan dari ALLAH SWT .Amin

Bandung, 15 Februari 1999

Peneliti Endeh Nurgiwiati

(5)

Endeh Nurgiwiati,1999. Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping Page iv

DAFTAR ISI Halaman

ABSTRAK i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iv

DAFTAR TABEL vi

DAFTAR DIAGRAM vii

DAFTAR LAMPIRAN viii

BAB I PENDAHULUAN

Latar belakang masalah 1

 Tujuan penelitian 2

 Manfaat penelitian 3

Kerangka konsep dalam penelitian 3

BAB II METODOLOGI PENELITIAN

 Desain Penelitian 4

 Populasi dan Sampel 4

 Instrument 4

 Cara pengumpulan data 5

 Lokasi dan waktu penelitian 5

 Analisis data 5

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

 Reliabilitas Daftar Pengungkap Sumber-sumber stres

 Reliabilitas Daftar Pengungkap Proses Koping

6 8

 Validitas Konstruk Daftar Pengungkap Sumber-sumber stress

 Validitas Konstruk Daftar Pengungkap Proses Koping

10 16

 Validitas Isi Daftar Pengungkap Sumber-sumber stress

 Validitas Isi Daftar Pengungkap Proses Koping

18 18

(6)

Endeh Nurgiwiati,1999. Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping Page v

Pembahasan

 Reliabilitas Daftar Pengungkap Sumber-sumber stress

 Reliabilitas Daftar Pengungkap Proses Koping

19 20

 Validitas Konstruk Daftar Pengungkap Sumber-sumber stress

 Validitas Konstruk Daftar Pengungkap Proses Koping

21 21

 Validitas Isi Daftar Pengungkap Sumber-sumber stress

 Validitas Isi Daftar Pengungkap Proses Koping

22 22 BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

 Kesimpulan

 Rekomendasi

23 23

Daftar Pustaka 24

Lampiran

(7)

Endeh Nurgiwiati,1999. Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping Page vi

DAFTAR TABEL

Nama Tabel Halaman

Tabel 1. Mean dan standar deviasi Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres 6 Tabel 2. Hasil analisis reliabilitas Cronbach (Alpha) setiap item 7 Tabel 3. Nilai mean dan standar deviasi Daftar Pengungkap Proses Koping 8 Tabel 4. Hasil analisis reliabilitas Cronbach (Alpha) untuk setiap item

Daftar Pengungkap Proses Koping

9 Tabel 5. Hasil analisis reliabilitas Cronbach (alpha) setiap item

Daftar Pengungkap Proses Koping

10 Tabel 6. Faktor, Eigenvalue. Prosentase varian dan Kummunalitas

Daftar Sumber-sumber Stres

11 Tabel 7 . Hasil Rotasi dan factor Loading Daftar Pengungkap Sumber-sumber

Stres

12 Tabel.8.1. Nilai reliabilitas (Alpha) dan Factor Loading berdasarkan pendekatan

Konsep Pendidikan pada Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres

15 Tabel.8.2. Nilai reliabilitas (Alpha) dan Factor Loading berdasarkan pendekatan

Konsep Keluarga pada Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres

16 Tabel.8.3. Nilai reliabilitas (Alpha) dan Factor Loading berdasarkan pendekatan

Konsep Tugas Perkembangan pada Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres

16

Tabel 9. Faktor, Eigen value, prosentase varian dan kummunalitas Daftar Pengungkap Proses Koping

16 Tabel 10 . Hasil Rotasi dan factor Loading Daftar Pengungkap Proses Koping 17 Tabel 11.1. Nilai reliabilitas (Alpha) dan Factor Loading Daftar Pengungkap Proses

Kopingberdasarkan pendekatan Konsep Srategi Koping (Problem – focused coping)

18

Tabel 11.2. Nilai reliabilitas (Alpha) dan Factor Loading Daftar Pengungkap Proses Koping berdasarkan pendekatan Konsep Srategi Koping (Emotion – focused coping)

19

Tabel 11. 3. Nilai reliabilitas (Alpha) dan Factor Loading Daftar Pengungkap Proses Koping berdasarkan pendekatan Konsep Srategi Koping (Stress-

Management )

19

(8)

Endeh Nurgiwiati,1999. Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping Page vii

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 1. Kerangka Konsep Sumber-sumber Stres dan Proses Koping 3

(9)

Endeh Nurgiwiati,1999. Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping Page viii

DAFTAR LAMPIRAN

No Nama Lampiran

Lampiran 1 Kuisioner Daftar Pengungkap Sumber-sumber stress dan Proses Koping Lampiran 2 Daftar Institusi Keperawatan dan Jumlah Responden

(10)

Endeh Nurgiwiati,1999 Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stress dan Proses Koping

Page 1 BAB I

PENDAHULUAN

Latar belakang masalah

Perguruan Tinggi merupakan masa transisi kearah penentuan pendidikan yang bersifat profesional , salah satunya adalah profesi keperawatan. Penentuan jalur pendidikan keperawatan tidak jarang menimbulkan stress yang dapat mempengaruhi proses belajar dan pencapaian prestasi akademik serta berkontribusi terhadap insidensi mahasiswa gagal dalam studi pada tahun pertama (Farnill dan Robertson,1990)

Mahasiswa keperawatan menunjukan gejala kecemasan sedang dan berat yang berkaitan dengan stress program pendidikan keperawatan diantaranya di Akper Depkes dr Otten Bandung pada tahun 1997 menunjukan angka 3 % dengan manifestasi gejala-gejala yang diperlihatkan seperti penampilan kerja yang buruk atau kegagalan dalam ujian-ujian dan sering kali menujukan gejala stress dan manifestasi fisik. Kondisi ini disebabkan mahasiswa tidak mampu mengidentifikasi sumber-sumber stress yang spesifik, hal ini tidak menutup kemungkinan akan terjadi di Akademi Keperawatan lainnya yang ada di Indonesia yang ada pada saat ini berjumlah 231 institusi .

Stress pada mahasiswa keperawatan dapat berasal dari program pendidikan keperawatan, lingkungan keluarga mahasiswa dan tugas perkembangan mahasiswa itu sendiri yang sedang dijalani yaitu pada masa dewasa awal. Stress yang berasal dari program pendidikan keperawatan berupa pengalaman belajar di klinik dan non klinik. Di klinik stress yang dirasakan mahasiswa adalah seperti ketakutan membuat kesalahan dalam praktek keperawatan (Kleehammer, Hart dan Keck, 1990), merawat klien dalam kondisi kritis dan sakaratul maut (Lees dan Ellis, 1990). Sedangkan stress dari non klinik yaitu beban studi yang berat, terakumulasinya mata kuliah dengan tingkat kesulitan yang tinggi dalam satu semester, tugas-tugas dan ujian dalam satu semester (Hunter & Hougton, 1993, Greenberg, 1993).

Masalah kehidupan keluarga mahasiswa juga akan menimbulkan stress seperti masalah keuangan sehingga mengganggu dalam proses belajar mengajar (Greenberg, 1993).

Selain itu konflik hubungan antar pribadi dalam keluarga seperti perceraian, pertengkaran akan menimbulkan stress pada mahasiswa (Taylor, 1986).

(11)

Endeh Nurgiwiati,1999 Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stress dan Proses Koping

Page 2 Tugas perkembangan mahasiswa pada masa dewasa awal adalah membentuk hubungan pribadi yang baru diantara sesama teman dan teman lawan jenis. Mendapatkan teman baru di Perguruan Tinggi juga dapat menimbulkan stress, selain itu juga mengembangkan rasa mencintai dan dicintai oleh seseorang tidak menutup kemugkinan akan menimbulkan stress karena adanya perbedaan dalam standar nilai diantara mereka (Greenberg, 1993).

Kemungkinan insidensi akan meningkat jika pihak institusi pendidikan tidak melakukan pencegahan dalam mengidentifikasi sumber-sumber stress dan proses koping yang dilakukan mahasiswa. Untuk itu perlu adanya alat psikometrik yang membantu mendeteksi sumber-sumber stress dan cara yang dilakukan mahasiswa dalam mengatasi stress.

Beberapa psikometrik telah dikembangkan berkaitan dengan pengukuran stress dan cara mengatasi stres yaitu oleh Holmes dan Rahel (1967) , Maslach dan Jackson (1981) serta Numeroff dan Abrams (1984), akan tetapi alat ini diproduksi oleh pakar Negara Barat dengan menggunakan kultur Barat yang bersifat individualism. Walaupun ada beberapa usaha dari para ahli dari Negara-negara Timur seperti Mesir, India dan Brazil (El-Zahlar dan Hocever, 1991) tetapi tetap akan berbeda dengan kultur di Indonesia.

Pada saat ini belum ada alat ukur/psikometrik yang mengukur sumber-sumber stress dan proses koping bagi mahasiswa keperawatan yang berdasarkan kultur Indonesia. Usaha yang telah dilakukan yaitu dengan membuat alat ukur/psikometrik sederhana yang mengukur sumber-sumber stress dan proses koping bagi mahasiswa keperawatan yang berdasarkan kultur Indonesia yaitu alat dengan nama The Indonesian Nursing Students Stress-Coping Inventory (INSSCI) hasil Pilot Study terhadap 400 sampel mahasiswa keperawatan di Akademi Perawatan di Provinsi Jawa Barat pada tahun 1996 yang terdiri dari dua inventory yaitu Stress Inventory dan Coping Inventory dengan hasil reliabilitas 0.65 - 0.77 untuk Sumber-sumber stress dan 0.72 – 0.83 untuk Coping Inventory dan beberapa sub skala memiliki reliabilitas yang rendah (Nurgiwiati, 1996). Untuk itu perlu dilakukan test ulang dengan jumlah sampel yang lebih besar dengan prioritas pada Akademi Perawatan di wilayah Jawa Barat sehingga dapat meningkatkan reliabilitas dan validitas alat tersebut.

Tujuan:

Penelitian ini bertujuan merevisi The Indonesian Nursing Students Stress-Coping

(12)

Endeh Nurgiwiati,1999 Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stress dan Proses Koping

Page 3 Inventory dan menjadi Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping bagi mahasiswa keperawatan dengan reliabilitas ≥ 0.80 dan validitas ≥ 0.30

Manfaat Penelitian :

Hasil dari penelitian ini adalah sebuat alat ukur/psikometrik yang dapat digunakan oleh para pembimbing akademik dalam membantu mahasiswa mengidentifikasi sumber- sumber stress dan proses koping yang biasa dilakukan sehingga dapat memprediksi mahasiswa yang mengalami masalah dalam proses belajar.

Kerangka konsep

Kerangka konsep dalam penelitian berasal dari konsep-konsep yang berkontribusi terhadap terjadinya stress yaitu Pendidikan, Keluarga, Tugas Perkembangan serta konsep yang menunjukan proses koping dalam mengatasi masalah yang dihadapi mahasiswa diantaranya strategi Problem-focused, Emotion-focused, Behavior and mental disengagement, dan Stress management yang dapat digambarkan pada diagram berikut ini :

Ket : = Yang diteliti

Diagram 1. Kerangka Konsep Sumber-sumber Stres dan Proses Koping Modifikasi dari Carver, Scheiveir and Weintraub (1991) dan Greenberg (1993

PENILAIAN PRIMER PENILAIAN SEKUNDER

STRATEGI COPING Problem-focuced Emotion-focuced Behavior and mental disengagement Stress Management PENDIDIKAN

Klinik Non Klinik

KELUARGA Keuangan Hubungan dalam keluarga

TUGAS

PERKEMBANGAN Persahabatan / teman

Hubungan dengan lawan jenis

(13)

Endeh Nurgiwiati,1999 Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stress dan Proses Koping

Page 4 BAB IV

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Kesimpulan

Penelitian ini telah menghasilkan satu perangkat alat ukur yang dapat mendeteksi sumber-sumber stres dan pola-pola koping yang dilakukan oleh mahasiswa keperawatan . Alat ini terdiri dari dua bagian yaitu :

Bagian pertama adalah alat yang disebut dengan Daftar Pengungkap Sumber- sumber Stres yang terdiri dari 45 item dengan memiliki reliabilitas Cronbach antara 0.87 – 0.88 dan Validitas konstruk dengan factor loading antara 0.34 – 0.83 dan Validitas konten adalah 0.98.

Bagian kedua adalah Daftar Pengungkap Proses Koping yang terdiri dari 25 item yang memiliki reliabilitas Cronbach antara 0.80 – 0.81 dan Validitas konstruk dengan factor loading antara 0.41 – 0.83 dan Validitas konten adalah 0.90.

Dengan adanya alat ukur ini akan membantu para pembimbing akademik di institusi pendidikan keperawatan dalam membimbing mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar yang disebabkan adanya stress yang berkaitan dengan proses belajar, masalah keluarga dan masalah tugas perkembangan pada diri mahasiswa tersebut serta cara-cara yang biasa dilakukan untuk mengatasi masalah oleh mahasiswa

Rekomendasi

Sebagai rekomendasi alat ini perlu dicoba ulang pada institusi keperawatan lainnya yang bersifat heterogen misalnya di luar Jawa Barat yang memiliki problematika lebih kompleks sehingga akan berbeda varian-varian dan diujikan dengan alat ukur lainnya yang sejenis.

(14)

Endeh Nurgiwiati,1999 Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stress dan Proses Koping

Page 5 DAFTAR PUSTAKA

Carver, C.S, Scheiver, M.F and Weintraub, J.K (1989) Assessing Coping Strategies : A Theoritically based on approach. Journal of Personality and Social Psychology.56(2):267-283.

De Vaus (1992) Survey in Social Research. Tird Edition. Allen and UNWN. London

Devellis, R.F (1991). Scale Development Theory and Applications.Sage Publication London El Zahlar, N and Hocevar, D (1991). Cultural and Sexual Differences in Test Anxiety and

Arousability : Egypt, Brasil and United States. Journal of Cross Cultural Psychology.22(2): 238-249.

Farnill,D and Robertson, M.F (1990) Sleep Disturbance, Tertiary transition-Stress and Psychological Symptoms among Young first-year Australian Students. Australian Psychologist, 25(2) : 178-188.

Greenberg, J.J (1993).Comprehensive Stress Management.Boulevard : Brown Communication Inc.

Haiz, J.F, Anderson, R.E, Tathan, R.L, Black, W.C (1992) Multivariate Analysis . Third Edition, Mc Milan. London

Hunter, P and Houghton, D.M (1993) Nurse teacher stress in Northern Ireland.Journal of Advanced Nursing, (18) : 1315-1323.

Kim, J, Mueller, C,W (1978). Introduction to Factor Analysis What it is and how t0 do it.

Sage Publication, London

KLeehammer, K, Hart and Keck, J,F (1990). Nursing Students perception on anxiety producing situation in the clinical setting.Journal of Nursing Education.29(4): 183-187.

Less, S and Ellis, N (1990). The design of stress management programmes, 15:946-996.

Maslah, C and Jackson, S,E (1981) Maslach Burnout Inventory (MBI), Palo Alto, California Numerof and Abrams (1984) Source of Stress among Nurses : An Empirical

Investigation.Journal of Human Stress:Research and Management.10(2): 88-100.

Nurgiwiati, E (1996) The Indonesian Nursing Students Stress-Coping Inventory( INSSCI) Thesis. University of Western Sydney McArthur.Unpublished.

Taylor S.E (1986) Health Psychology.New York: Randow house.

Waltz, C.F, Stricland, O,L, Lenz, E.R (1987) Measurement in Nursing Research, econd Edition, F.A Davis company, Philadelphia.

(15)

Endeh Nurgiwiati, 1999, Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping Lampiran 1.

DAFTAR PENGUNGKAP SUMBER-SUMBER STRES DAN

PROSES KOPING BAGI MAHASISWA KEPERAWATAN

Oleh :

ENDEH NURGIWIATI

1999

(16)

Endeh Nurgiwiati, 1999, Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping Penjelasan Istilah

Berikut ini ada beberapa penjelasan istilah yang biasa terjadi pada institusi keperawatan adalah:

1. Praktek klinik : Praktek keperawatan yang dilaksanakan mahasiswa di lahan praktek 2. Tindakan Keperawatan : Perasat/ kegiatan keperwatan untuk memenuhi kebutuhan pasien.

3. Dying : Pasien yang sedang dirawat pada saat menghadapi kematian/sakaratul maut

4. Tim kesehatan : Tim yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, ahli gizi, fisio terapis,psikiater, ahli jiwa, social worker yang memiliki kewajiban dalam mengasi masalah pasien

5. Laboratorium keperawatan : Tempat untuk mahasiswa melakukan latihan-latihan tindakan keperawatan sebelum praktek di lahan praktek

6. Minggu tenang : Liburan yang diberikan kepada mahasiswa sebelum dilkukan ujian tengah semester atau ujian akhir semester.

7. Liburan : Liburan yng diberikan kepada mahasiswa setelah selesai satu semester atau libur hari- hari besar yang ditetapkan pemerintah.

8. Pembimbing akademik : Seorang pengajar/dosen yang membimbing mahasiswa untuk membantu mengatasi masalah-masalah mahasiswa berkaitan dengan proses belajar.

Biasanya seorang pembimbing akademik membimbing mahasiswa antara 5-10 mahasiswa.

9. Biaya hidup : Biaya yang diperlukan mahasiswa untuk proses pembelajaran dan biaya hidup sehari-hari yang didapatkan dari orang tua mahasiswa, atau dari pemerintah/ tempat bekerja bagi mahasiswa dengan status tugas/izin belajar.

10. Pembimbing/ clinical instructor: Dosen yang mengajar di kelas/laboratorium dan membimbing di lahan praktek atau pembimbing yang berasal dari lahan praktek.

(17)

Endeh Nurgiwiati, 1999, Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping Nama mahasiswa : ……….

Bagian I : Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres

Petunjuk pengisian :

Jawablah pernyataan dibawah ini sesuai dengan pengalaman Saudara dan berikan tanda silang (X) pada kolom huruf jawaban yang telah disediakan diantaranya :

A. = Tidak tahu B. = Sangat setuju C. = Setuju

D. = Tidak setuju

E. = Sangat tidak setuju

No Pernyataan A B C D E

1. Saya merasa bingung saat pertama kali praktek di klinik / rumah sakit

2 Saya merasa cemas saat pertama kali praktek di klinik / rumah sakit 3 Saya merasa asing dengan lingkungan saat pertama kali praktek di

klinik / rumah sakit

4 Saya sering merasa bingung selama praktek di klinik / rumah sakit 5 Saya sering merasa cemas selama praktek di klinik / rumah sakit 6 Saya sering merasa asing dengan lingkungan praktek di klinik /

rumah sakit

7 Saya sering merasa tidak mampu dalam melaksanakan tindakan keperawatan

8 Saya sering takut salah jika melaksanakan tindakan keperawatan 9 Saya sering takut gagal dalam melaksanakan tindakan keperawatan 10 Saya merasa kurang pengetahuan bila merawat pasien-pasien yang

tidak memiliki harapan hidup / dying

11 Saya merasa kurang trampil dalam merawat pasien-pasien yang tidak memiliki harapan hidup / dying

12 Saya merasa kurang mampu menangani pasien-pasien agresif/

mengamuk

13 Saya merasa tertekan/kaku sewaktu berbicara dengan dokter 14 Saya merasa kurang mampu berkomunikasi dengan sesama

perawat

15 Saya merasa sulit bergaul dengan sesama teman anggota tim kesehatan

(18)

Endeh Nurgiwiati, 1999, Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping

Lanjutan ……… A B C D E

16 Saya merasa sering konflik dengan sesama perawat

17 Saya merasa sering konflik dengan sesama teman anggota tim kesehatan

18 Saya selalu merasa tidak puas bila catatan /bahan kuliah dari dosen kurang lengkap

19 Saya kesal bila topik-topik yang diterangkan oleh dosen sulit dimengerti

20 Saya kecewa karena kurangnya buku-buku keperawatan di perpustakaan

21 Saya kecewa karena buku-buku keperawatan sulit dimengerti (ditulis dalam bahasa asing)

22 Saya merasa pusing dengan banyaknya mata kuliah yang harus dipelajari dalam satu waktu tertentu

23 Saya merasa terlalu banyak mata kuliah yang sulit dipelajari 24 Saya merasa kelelahan karena banyaknya penugasan dari setiap

mata kuliah

25 Saya kecewa karena kurangnya alat-alat untuk praktikum di laboratorium keperawatan

26 Saya merasa kesal bila pembimbing tidak ada pada saat praktek di laboratorium keperawatan

27 Saya merasa tidak puas karena tidak mendapatkan bimbingan yang baik selama praktek di laboratorium keperawatan

28 Saya merasa tidak mampu mengerjakan ujian-ujian karena banyaknya mata kuliah yang harus dipelajari

29 Saya khawatir kurang waktu untuk menjawab pertanyaan dalam ujian

30 Saya merasa kecewa karena tidak ada liburan sebelum ujian (minggu- tenang)

31 Saya merasa tidak puas karena lamanya minggu tenang tidak mencukupi untuk persiapan ujian

32 Saya kecewa karena liburan sekolah sangat singkat

33 Saya ingin konsultasi tetapi pembimbing akademik jarang ada di tempat

34 Pembimbing akademik ada di tempat tetapi sangat sibuk sehingga tidak sempat membantu saya

35 Pembimbing akademik kurang memperhatikan permasalahan saya secara tuntas

36 Saya gelisah apabila sumber keuangan keluarga menurun 37 Saya kecewa jika uang sekolah dinaikan

38 Saya merasa terancam jika uang biaya hidup dari orang tua/

pemerintah dikurangi

(19)

Endeh Nurgiwiati, 1999, Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping

Lanjutan………….. A B C D E

39 Saya merasa kecewa bila terjadi konflik antara saya dengan orang tua

40 Saya merasa terganggu bila terjadi konflik hubungan antara saya dengan saudara saya

41 Saya resah dan khawatir apabila hubungan kedua orang tua saya tidak harmonis

42 Saya merasa kurang mampu untuk mendapatkan teman dekat / sahabat

43 Saya merasa diisolasi /dikucilkan oleh teman-teman

44 Saya sering merasa kesulitan berhubungan dengan teman-teman saya

45 Saya merasa canggung dan ragu berhubungan dengan teman lawan jenis kelamin

(20)

Endeh Nurgiwiati, 1999, Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping Nama mahasiswa : ………

Bagian II : Daftar Pengungkap Proses Koping

Petunjuk pengisian :

Jawablah pernyataan dibawah ini sesuai dengan pengalaman Saudara dan berikan tanda silang (X) pada kolom huruf jawaban yang telah disediakan diantaranya :

A. = Tidak pernah B. = Jarang C. = Sering D. = Sering sekali E. = Selalu

No Pernyataan A B C D E

1 Apabila saya mengalami kesulitan, saya meminta teman untuk membantu saya

2 Saya meminta saran kepada orang lain tentang apa yang harus saya lakukan untuk mengurangi stress

3 Saya meminta bantuan keluarga bila menghadapi masalah yang cukup berat

4 Saya menanyakan kepada orang lain yang memiliki masalah sama tentang cara untuk mengatasi masalah tersebut

5 Saya suka meminta bantuan kepada pembimbing/ Clinical Instructor jika saya mengalami masalah di tempat praktek

6 Teman-teman saya mencoba memberikan dukungan pada saat saya mendapatkan kesulitan

7 Keluarga saya membantu pada saat saya mendapatkan masalah 8 Saya senang Pembimbing/ Clinical Instructor mencoba membantu

saya dalam mengatasi masalah

9 Pembimbing akademik selalu membantu mengatasi kesulitan- kesulitan saya

10 Saya membuat rencana untuk mengurangi tingkatan stress

11 Saya mengkonsentrasikan diri untuk melakukan sesuatu terhadap stress yang sedang saya alami

12 Saya menghindari kegiatan lain yang dapat mengganggu dalam mengatasi masalah saya

13 Saya belajar menerima stres sebagi kenyataan yang sedang terjadi 14 Saya belajar sesuatu dari pengalaman dalam mengatasi stress 15 Saya menganggap masalah yang menimbulkan stres sebagai suatu

yang bernilai positif

(21)

Endeh Nurgiwiati, 1999, Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping

Lanjutan ……….. A B C D E

16 Saya mencoba mencegah pemikiran- pemikiran lain yang mengganggu dalam memecahkan masalah saya

17 Terhadap stress saya tidak melakukan apa-apa sampai saat yang tepat untuk bertindak

18 Saya suka mendiskusikan perasaan-perasaan saya tentang stress dengan orang lain

19 Saya menceritakan perasaan saya sehubungan dengan stress kepada teman dekat

20 Saya menceritakan perasaan saya sehubungan dengan stress kepada keluarga saya

21 Saya mencurahkan frustasi saya kepada teman dekat / sahabat saya 22 Saya suka mencurahkan frustasi saya kepada keluarga saya 23 Saya melakukan latihan-latihan fisik untuk menurunkan stress 24 Saya melakukan latihan relaksasi untuk menurunkan stress 25 Saya menambah kegiatan untuk mengurangi stress

(22)

Endeh Nurgiwiati, 1999, Daftar Pengungkap Sumber-sumber Stres dan Proses Koping Lampiran 2.

Daftar nama Institusi Keperawatan di Jawa Barat dan jumlah responden

No Nama Institusi Keperawatan Alamat Institusi Populasi Responden

1 Akademi Keperawatan dr Otten Bandung 382 95

2 Akademi Keperawatan Pajajaran Bandung 249 62

3 Akademi Keperawatan St Boromeus Bandung 184 46

4 Akademi Keperawatan Advent Bandung 160 40

5 Akademi Keperawatan Ahmad Yani Cimahi 240 60

6 Akademi Keperawatan PPNI Bandung 240 60

7 Akademi Keperawatan Bhakti Kencana Bandung 160 40

8 Akademi Keperawatan Bidara Mukti Bandung 140 35

9 Akademi Keperawatan Karsa Husada Garut 160 40

10 Akademi Keperawatan Pemda Garut Garut 120 30

11 Akademi Keperawatan Tasikmalaya Tasikmalaya 116 29

12 Akademi Keperawatan YBTH Tasikmalaya 211 53

13 Akademi Keperawatan Pemda Sumedang Sumedang 120 30

14 Akademi Keperawatan Cirebon Cirebon 140 35

15 Akademi Keperawatan Yapkesbi Cirebon 140 35

16 Akademi Keperawatan Buntet Cirebon 140 35

17 Akademi Keperawatan YPKM Darma Husada Cirebon 140 35

18 Akademi Keperawatan Pemda Indramayu Indramayu 120 30

19 Akademi Keperawatan Saifudin Zuhri Indramayu 140 35

20 Akademi Keperawatan Pemda Subang Subang 160 40

21 Akademi Keperawatan Pemda Cianjur Cianjur 120 30

22 Akademi Keperawatan Bogor Bogor 120 30

23 Akademi Keperawatan Wijaya Husada Bogor 140 35

24 Akademi Keperawatan Raflesia Bogor 180 45

25 Akademi Keperawatan YUM Pamulang Bogor 140 35

26 Akademi Keperawatan Kharisma Karawang 160 40

27 Akademi Keperawatan Bani Saleh Bekasi 160 40

28 Akademi Keperawatan As Syafiiyah Bekasi 240 60

29 Akademi Keperawatan Islamic Village Tangerang 140 35

30 Akademi Keperawatan Faletehan Serang 160 40

JUMLAH 5022 1255

Referensi

Dokumen terkait

Metode penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model 4-D (Four-D Models). Hasil penelitian 1) diperoleh instrumen penilaian Ulangan Harian Online yang

Slameto, Belajar dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta, 2010 Sudjana, Nana, Dasar- Dasar Proses Belajar Mengajar ,Bandung, Sinar Baru Alsindu, 2005

Tanggal 5 April 1989 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1986 tentang Dewan Hak Cipta. o Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1

Manfaat pada penelitian ini adalah menambah wawasan pembaca tentang komponen penyusun minyak atsiri kulit buah Lemo Cuco ( Citrus sp.) yang dapat berperan

Pada Gambar 2 terlihat bahwa secara umum pemlastis minyak jarak termodifikasi memberi sifat kuat tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan minyak parafinik pada berbagai

Dengan pemaparan hasil wawancara dan observasi yang didapatkan peneliti sebagaimana di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa seorang yang pertama kali

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PPKn siswa antara kelas eskperimen yang menerapkan kombinasi model cooperative learning tipe think

EPS perseroan diperkirakan akan berada di level Rp 11,37 perlembar saham dengan P/E 22,9 kali dari harga terendah yang di tawarkan Rp 260 perlembar saham; berbanding 44,42x dari