• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. PERANCANGAN BANGUNAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. PERANCANGAN BANGUNAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

3.1. Program Dasar Perencanaan

3.1.1. Lingkup Perencanaan

Proyek Graha Opera di Surabaya ini merupakan tempat di kota Surabaya dengan ruang lingkup propinsi Jawa Timur sebagai alternatif tempat rekreasi dan pendidikan bagi masyarakat Surabaya. Fasilitas-fasilitas yang ada direncanakan dalam proyek ini antara lain :

Fasilitas Pertunjukan :

- Tempat pertunjukan opera : tempat melihat pertunjukan opera (drama musikal) yang merupakan gabungan antara pertunjukan seni peran dengan seni musik.

- Tempat pertunjukan drama : tempat untuk melihat pertunjukan drama. Gedung pertunjukan drama ini lebih memiliki hubungan yang akrab antara pemain dengan penonton.

Fasilitas Pengelola :

- Tempat untuk menjalankan kegiatan serta aktivitas gedung tanpa terganggu oleh kegiatan pengunjung.

- Tempat mengelola segala administrasi dari segala kegiatan serta keperluan dari gedung.

Fasilitas Pendidikan :

- Fasilitas ini menyediakan pendidikan yang berhubungan dengan pertunjukan opera.

- Sebagai wadah untuk menampung dan menyalurkan bakat dari peminat seni peran di Surabaya.

- Menghasilkan karya-karya baik opera maupun drama yang memiliki kualitas yang baik.

- Untuk mengembangkan dan mengenalkan akan pertunjukan seni peran pada masyarakat Surabaya.

(2)

Fasilitas Umum :

- Restoran : sebagai fasilitas untuk menyediakan makanan dan minuman bagi pengunjung.

- Cafe : sebagai fasilitas penunjang untuk menyediakan makanan dan minuman bagi pengunjung, sekaligus dapat meningkatkan sosialisasi antar pengunjung - Toko : sebagai fasilitas penunjang yang menyediakan keperluan pengunjung,

souvenir-souvenir, dan barang-barang yang lain.

- Ruang serbaguna : sebagai salah satu fasilitas yang dapat untuk digunakan untuk berbagai macam aktivitas seperti : pameran.

Fasilitas servis :

- Ruang pegawai : sebagai ruang persiapan dilengkapi dengan WC dan loker.

- Ruang mesin : sebagai penunjang gedung seperti : ruang mesin AC, ruang genset, ruang trafo, ruang pompa.

- Tandon : sebagai tempat menyimpan cadangan air baik untuk pengunjung, pegawai, maupun kebakaran.

Fasilitas-fasilitas tersebut di atas adalah ditujukan agar pengunjung merasa nyaman dan tidak terganggu privasinya oleh kegiatan-kegiatan gedung lainnya, selain itu pengelola juga dapat menjalankan tugas dan pekerjaannya dengan baik tanpa mengganggu aktivitas pengunjung.

3.1.2. Sasaran dan Batasan Proyek

Sasaran dan batasan proyek ini lebih difokuskan kepada warga Surabaya yang ingin berekreasi dan menikmati pertunjukan seni peran. Selain menikmati rekreasi dan fasilitas pertunjukan, gedung Graha Opera ini juga menyediakan fasilitas pendidikan pada masyarakat. Sehingga minat dan bakat masyarakat akan seni peran dapat ditampung dan dikembangkan. Proyek ini juga ditujukan untuk meningkatkan hubungan sosial antar masyarakat di sekitar Gedung Graha Opera.

Karena pada umumnya masyarakat di daerah tersebut memiliki tingkat hubungan sosial yang relatif rendah. Mereka cenderung untuk menutup diri. Dengan adanya Graha Opera ini diharapkan agar dapat memperbaiki hubungan antar masyarakat di daerah tersebut. Karena kurangnya tempat pertunjukan seni peran yang memadai di Surabaya, maka proyek Graha Opera ini dapat menjadi salah satu

(3)

fasilitas yang dapat turut serta mengembangkan seni peran di Indonesia khususnya Surabaya.

3.1.3. Struktur Organisasi

Dalam usaha yang bersifat komersial, suatu sistem pengelolaan yang tepat dan efektif sangat diperlukan untuk menunjang tercapainya suatu pelayanan yang baik. Akan tetapi untuk menentukan sistem pengelolaannya yang sesuai, sangat tergantung oleh kelengkapan sarana dan fasilitasnya. Dari data yang ada, kemudian dianalisa sehingga menghasilkan struktur organisasi yang baik, yaitu :

Publikasi Pemasaran B. Keuangan B. Personalia B. Makanan B.pendidikan B. Teknik B.Logistik - kantor - Sales Pro- - Cashier - Administra- - Restautant - peran - Mecha- - B. Pene- motion - Book Keeper tion Payment - kitchen - kostum & nical rimaan Office - Gen. Control -Time Keeper - Coffe Shop rias - Electric - B. Pem-

- Café - latar, layar, - Trans- belian - cahaya portasi -K.Gudang

Gambar 3.1. Struktur Organisasi Pengelola

3.1.4. Pola Sirkulasi Ruang

Pola-pola sirkulasi yang terjadi antar ruang-ruang dalam tiap fasilitas bangunan. Sirkulasi Pengunjung :

Gambar 3.2. Sirkulasi Pengunjung

Sekretaris

Direktur Utama

Wakil Direktur

Parkir basement Main Entrance Parkir (gedung)

Hall Lobby opera Gedung opera

Restaurant Cafe Lobby drama

Studio pendidikan R. serbaguna

Gedung drama

(4)

Sirkulasi Karyawan :

Gambar 3.3. Sirkulasi Karyawan Distribusi makanan dan minuman :

Gambar 3.4. Distribusi Makanan dan Minuman

3.1.5. Identifikasi Kebutuhan Ruang

Tabel 3.1. Identifikasi Kebutuhan Ruang

Pelaku Kegiatan Kebutuhan Ruang Kriteria

a. pengunjung (pertunjukan)

melihat pertunjukan (opera, drama)

gedung opera gedung drama

nyaman, luas,visual, pencahayaan,akustik, ruang persiapan, ruang kontrol

menunggu pertunjukan lobby ruang tunggu

santai, nyaman, cahaya, privasi

melihat pameran ruang serbaguna cahaya, mudah dilihat

makan, minum, santai restoran, coffee shop, bar ,café

intim, santai, cahaya, bersih

b. pengunjung (fas. Pendidikan)

proses belajar studio pendidikan Nyaman, privasi, lengkap, cahaya

Karyawan Security (time keeper) Working Area

R. Makan Karyawan

KM / WC

Locker/R. Ganti

Loading dock

Receiving Office

Gud. Makanan Gud. Minuman

Gud. Furniture

Gud. Bahan Bakar

(5)

Tabel 3.1. Identifikasi Kebutuhan Ruang (sambungan)

c. pengelola pengelolahan dan pengawasan

kantor pengelola privasi, nyaman, cahaya

d. karyawan bekerja di bidangnya masing-masing

ruang karyawan bersih, cahaya, nyaman

WC bersih, cahaya

3.2. Konsep Perancangan

Pada dasarnya bangunan Graha Opera yang direncanakan selain sebagai tempat pertunjukan juga sebagai tempat pendidikan bagi masyarakat Surabaya.

Sebagai tempat pertunjukan Graha Opera ini ditujukan untuk masyarakat dengan golongan ekonomi menengah ke atas. Oleh karena itu salah satu faktor yang sangat mempengaruhi adalah kenyamanan setiap pengunjung. Sebagai tempat pendidikan, bangunan ini juga harus dapat menyediakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan dengan lengkap agar setiap proses pendidikan dapat berjalan dengan lancar.

Karena bangunan Graha Opera ini adalah bangunan komersial, maka bentuk, penampilan dan pelayanannya memegang peranan yang sangat penting guna menarik minat pengunjung, sehingga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor di bawah ini :

- Privasi, dengan pembagian yang jelas antara daerah semi privat (tempat pertunjukan) dan daerah publik akan membuat privasi pengunjung lebih terjamin.

- Kenyamanan, dengan adanya suasana yang menyenangkan juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai dan pelayanan yang baik pada setiap pengunjung akan membuat setiap pengunjung menjadi nyaman dan senang.

- Kedinamisan, dengan pengaturan bentuk yang dinamis (bentuk, massa) dan pengaturan ruang yang dinamis akan membuat para pengunjung tidak mudah jenuh.

- Keamanan. Sistem keamanan yang baik perlu diperhatikan, untuk memenuhi tuntutan pengunjung. Dengan tersedianya sistem keamanan yang memadai akan membuat pengunjung merasa aman.

(6)

Selain hal diatas, faktor yang perlu diperhatikan antara lain :

- Gedung pertunjukan (opera dan drama) harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai tempat pertunjukan yang baik.

- Setiap pertunjukan harus berkualitas baik. Sehingga pengunjung yang datang tidak merasa kecewa.

Bangunan Graha Opera ini juga harus dapat menjadi suatu wadah untuk bersosialisasi, agar tingkat sosialisasi antar masyarakat dapat ditingkatkan.

Sebagai bangunan komersil yang bersifat publik, bangunan Graha Opera ini harus bersifat terbuka. Tetapi dengan tidak melupakan tujuan dan sasaran.

Dalam perancangan bangunan Graha Opera ini, mengambil tema dari kota Surabaya. Tema tersebut sesuai dengan letak bangunan Graha Opera dibangun. Tema yang digunakan adalah pertarungan antara ikan Sura dan Buaya.

Bentukan ikan Sura mengarah diagonal dari utara menuju ke selatan sedangkan bentukan Buaya mengarah diagonal dari arah selatan menuju utara. Bentukan tersebut diambil dari penggabungan antara karakteristik setiap individu dengan konsep urban yang ada pada tapak tersebut. Karakter ikan adalah dinamis → sebelah utara tapak merupakan daerah yang berkembang (seperti PTC, Supermall, Sekolahan), sehingga banyak terdapat pergerakan manusia. Oleh karena itu bentukan ikan Sura ini mengarah diagonal dari utara menuju selatan tapak.

Karakter buaya adalah cenderung statis → sebelah selatan tapak merupakan daerah yang masih belum berkembang, sehingga belum banyak terdapat pergerakan manusia dan cenderung statis. Oleh karena itu bentukan Buaya mengarah diagonal dari arah selatan tapak menuju utara tapak.

Gambar 3.5. Pola Penataan Massa Bangunan Sura

Buaya

(7)

3.3. Pola Massa dan Bentuk Tampilan Bangunan

Bangunan Graha Opera ini merupakan bangunan dengan massa tunggal.

Pada bentukan massa bangunan Graha Opera ini mengambil bentukan dari pertarungan antara ikan Sura dan Buaya. Selain mengambil bentuk pertarungan antara ikan Sura dan Buaya, karakteristik dari kedua individu tersebut.

Gambar 3.6. Pola Penataan Fasilitas Bangunan

Pada gambar di atas dapat dilihat karakteristik ikan Sura dan Buaya. Ikan yang lebih dinamis terdapat pada bagian bangunan yang banyak terdapat pergerakan manusia seperti gedung pertunjukan, selasar-selasar pertokoan, restoran. Bentukan ikan yang aerodinamis juga diterapkan yaitu dengan bentukan- bentukan lengkung.

Buaya yang lebih statis terdapat pada bagian bangunan yang pergerakan manusia tidak begitu banyak seperti fasilitas pendidikan yang terdiri dari studio peran, studio latar, studio dekor, studio cahaya, studio kostum, studio rias, studio pelatihan, ruang audio visual. Bentukan buaya yang cenderung lebih kaku juga diterapakan yaitu dengan bentukan simetri persegi panjang.

Pada bagian tengah bangunan dirancang dengan bentukan lingkaran karena :

Fasilitas Pendidikan

Gedung Drama Kantor

Ruang serbaguna

Toko Gedung Parkir

Toko Gedung Opera

Restoran Cafe Toko

(8)

Akibat pertemuan antara ikan Sura dan Buaya menyebabkan suatu pusaran yang menjadi pusat. Pada bangunan ini hall utama yang terletak di bagian tengah merupakan pusat yang membagi sirkulasi menuju fasilitas-fasilitas seperti gedung pertunjukan opera, gedung pertunjukan drama, ruang serbaguna, fasilitas studio- studio pendidikan, gedung parkir.

Bentukan lingkaran merupakan bentukan simetri yang terpusat dan cenderung kuat. Hal ini menggambarkan bahwa pertemuan antara ikan Sura dan Buaya yang masing-masing individu memiliki karakter yang kuat bertemu di satu titik.

Demikian juga fungsi dari bangunan Graha Opera, yaitu menjadi suatu wadah untuk bertemunya masyarakat dengan kondisi karakter yang berbeda, agar dapt bersosialisasi. Masyarakat yang memiliki hubungan sosial yang baik akan menghasilkan suatu masyarakat yang sehat dan kokoh.

Gambar 3.7. Massa Bangunan Pada tampak massa bangunan :

Bentukan massa dengan konsep ikan Sura lebih dinamis. Perancangan ketinggian atap yang berbeda ini membuat bentukan massa menjadi lebih dinamis. Selain karakter dinamis, karakter ikan Sura yang memiliki bentuk badan yang aerodinamis juga dimunculkan dengan cara menggunakan bentukan kurva/lengkung.

Ikan Sura

Buaya

(9)

Bentukan massa dengan konsep buaya lebih cenderung statis. Perancangan bentukan atap yang relatif datar memunculkan bentukan massa yang statis. Selain itu karakter Buaya yang lebih kaku, ditampilkan pada bentukan massa yang simetri.

Gambar 3.8. Tampak Bangunan Sebelah Barat dan Timur

Gambar 3.9. Tampak Bangunan Sebelah Utara dan Selatan

(10)

3.4. Sistem Struktur dan Bahan

Dalam hal ini secara umum dipergunakan struktur rangka dengan pertimbangan :

- kemudahan dalam mengadakan pembukaan (view)

- kemungkinan pengaturan ruang (fleksibilitas) yang lebih besar dalam pengaturan ruang

- kekakuan dan stabilitas struktur yang baik

Gambar 3.10. Axonometri Struktur

Bangunan diletakkan lebih tinggi dari tanah 1 meter, agar bangunan lebih mudah dilihat. Bangunan ini terbagi menjadi dua lantai yaitu lantai basement dan lantai satu. Lantai basement digunakan sebagai area parkir VIP dan area servis. Dengan menggunakan sistem struktur rangka maka kolom yang digunakan dari bahan beton bertulang berdiameter 70 cm, sedangkan balok yang digunakan dari bahan beton bertulang dengan ukuran 40 x 60 cm. Untuk pondasi, bangunan ini menggunakan pondasi mini pile. Karena keadaan tanah yang cenderung turun maka pondasi harus dapat disesuaikan dengan tepat.

Pada bangunan ini struktur atap menggunakan space truss, dengan menggunakan rangka pipa dengan diameter 15 cm dan pengaku berdiameter 8 cm.

Penggunaan sistem struktur ini dengan pertimbangan agar bentang yang didapat cukup lebar, sehingga ruangan menjadi bebas kolom seperti gedung pertunjukan opera dan drama. Untuk gording menggunakan besi C dengan ukuran 5 x 12 cm.

(11)

Bahan penutup atap yang digunakan pada bangunan terdiri dari dua macam yaitu penutup atap tegola dan penutup atap beton. Penutup atap tegola digunakan pada bentukan ikan Sura dan bagian tengah bangunan yang berbentuk kerucut terpotong dengan kemiringan 12° – 15° sedangkan bahan penutup atap dari beton digunakan pada bentukan Buaya dengan kemiringan 2°. Penggunaan bahan penutup atap yang berbeda ini dikarenakan karena sudut kemiringan yang diperlukan untuk setiap penutup atap berbeda. Pada bentukan Buaya diperlukan bahan penutup atap dengan kemiringan yang kecil. Oleh karena itu digunakanlah bahan beton sebagai penutup atap.

3.5. Sistem Utilitas

3.5.1. Sistem Distribusi Air Bersih

Pada bangunan ini menggunakan distribusi air bersih menggunakan sistem up feed. Air bersih dari PDAM masuk ke tandon basement melalui meteran. Dari tandon basement air bersih langsung dipompa menuju ruang-ruang yang membutuhkan persediaan air bersih.

Gambar 3.11. Sistem Distribusi Air Bersih Perhitungan kebutuhan air bersih adalah :

Jumlah karyawan : 30 orang Kebutuhan air/orang/hari : 30 liter/orang Kebutuhan air karyawan : 900 liter Jumlah pengunjung : 1000 orang Kebutuhan air/orang/hari : 10 liter/orang/jam

PDAM

Meteran

Tandon Utama Pompa

Restoran Wc pengelola

Wc pegawai

Wc pengunjung

(12)

Kebutuhan air pengunjung: 10000 liter

Total kebutuhan : 10900 liter = 10,9 m³ Untuk cadangan 100% : 10,9 m³

Untuk kebakaran : 72 m³

Total besaran tandon : 10,9 + 10,9 + 72 = 93,8 m³

Gambar 3.12. Utilitas Air Bersih

3.5.2. Sistem Pembuangan

Sistem pembuangan terdiri dari pembuangan air kotor dan kotoran, air hujan, sampah.

3.5.2.1. Air kotor dan kotoran

Kotoran dari semua toilet dan kamar mandi disalurkan ke STP yang terletak di basement pada area servis. Peletakan STP di basement ini ditujukan agar tidak mengganggu pengunjung yang datang. Selain itu peletakan ini ditujukan agar tidak mengganggu pemandangan, sehingga kenyamanan pengunjung dapat tetap terjaga.

Gambar 3.13. Sistem Pembuangan Air Kotor dan Kotoran

Air Kotor Kotoran

STP

(13)

3.5.2.2. Air Hujan

Pada bagian atap yang memiliki talang kantung, air hujan pada bidang- bidang atap tersebut ditampung di talang atap yang kemudian langsung disalurkan ke bak-bak kontrol dibawahnya, dengan menggunakan sebuah pipa yang terletak di dekat kolom-kolom. Bak kontrol tersebut berupa saluran air yang ditutupi dengan lantai keramik. Sedangkan pada atap yang tidak memiliki talang kantung, air hujan dapat turun secara langsung tanpa memerlukan saluran air.

Gambar 3.14. Utilitas Air Kotor dan Air Hujan

3.5.2.3. Sampah

Bangunan ini merupakan bangunan massa tunggal. Sampah-sampah dalam bangunan ini dikumpulkan oleh karyawan servis dalam kantong-kantong sampah yang kemudian dikumpulkan di suatu tempat yang nantinya akan diangkut ke truk sampah secara berkala. Tempat pengumpulan sampah dirancang peletakannya tersembunyi dari pengunjung. Hal ini ditujukan agar bau dari sampah tidak mengganggu pengunjung dan tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.

Gambar 3.15. Sistem Pembuangan Sampah

Sampah-sampah Tempat Sampah Tempat Pengumpulan Sampah

Diangkut Keluar Bangunan Karyawan Servis

(14)

3.5.2.4. Lemak

Dalam site ini terdapat bangunan restoran dan cafe yang pasti akan terdapat sampah lemak dari makanan yang diolah terutama dari dapur umum oleh karena itu digunakan perangkap lemak yang berfungsi untuk mengolah sampah lemak dari dapur umum dan kemudian disalurkan ke STP.

Gambar 3.16. Sistem Pembuangan Lemak

3.5.3. Sistem Proteksi Kebakaran

Sistem proteksi kebakaran pada bangunan ini cukup sederhana mengingat bentuk massa tunggal, cukup dengan pemberian sprinkler dan hydrant gedung dengan jangkauan untuk tiap hydrant 40 meter. Dan untuk detector menggunakan detector asap untuk mendeteksi sebelum kebakaran menyebar.

Selain itu, pada bagian luar bangunan digunakan hydrant halaman yang dipasang dengan jarak setiap kurang lebih 60 meter di taman yang mengelilingi lahan.

3.5.4. Sistem Penghawaan

Sistem penghawaan pada bangunan ini menggunakan sistem penghawaan aktif dengan menggunakan sistem AC central. Pada sisitem ini bangunan dibagi menjadi 3 zone berdasar jam penggunaan yaitu : zone 1 (gedung pertunjukan opera), zone 2 (gedung pertunjukan drama), zone 3 (fasislitas pendidikan, restoran, café, kantor pengelola, toko-toko). Untuk sistem AC central digunakan sistem udara penuh, dimana pipa tembaga dari ruang mesin AC disalurkan menuju AHU, kemudian dari ruang AHU udara yang dihasilkan didistribusikan ke ruang- ruang yang memerlukan penghawaan. Disediakan ruang sebesar 50 cm di atas plafon untuk ducting AC. Saluran-saluran pipa dari ruang mesin AC menuju ruang-ruang AHU menggunakan shaft, agar apabila terjadi kerusakan dapat dengan mudah untuk diperbaiki. Peletakan ruang AHU diletakan tersembunyi dari pengunjung agar tidak menggangu kenyamanan pengunjung.

Lemak dari Dapur Perangkap Lemak STP

(15)

Gambar 3.17. Sistem Penghawaan

Gambar 3.18. Gambar Sistem Zona

3.5.5. Sistem Listrik

Pada bangunan ini menggunakan sumber daya listrik yang didapat dari PLN dengan back-up genset. Sumber daya tegangan menengah yang diambil dari gardu di luar bangunan diubah menjadi tegangan rendah yaitu 220 V dengan menggunakan travo. Setelah tegangan diubah, listrik disalurkan ke panel utama untuk didistribusikan ke panel cabang. Pendistribusian ini menggunakan kabel- kabel yang disalurkan melalui shaft agar apabila terjadi kerusakan dapat dengan mudah diperbaiki.

Genset digunakan sebagai cadangan sumber daya apabila listik dari PLN padam. Mesin genset diletakan dalam suatu ruang yang memiliki sirkulasi udara yang baik. Selain itu peletakan ruang genset ini dirancang diletakan pada area servis di basement, agar tidak menggangu kenyamanan pengunjung.

Ruang mesin AC di basement

Ruang AHU Distribusi Distribusi

Distribusi

(16)

Gambar 3.19. Sistem Listrik

3.6. Pendalaman Akustik Ruang

Untuk sebuah gedung pertunjukan opera yang terpenting adalah bagaimana setiap penonton dapat melihat ke arah panggung dengan jelas dan dapat mendengarkan setiap dialog yang berasal dari panggung, tanpa menggunakan alat bantu microphone dan sound system. Oleh karena itu diperlukan perancangan akustik yang baik dan perancangan interior yang baik.

Beberapa hal yang menjadi faktor yang penting dalam perancangan sebuah gedung pertunjukan opera antara lain :

- Sebuah gedung pertunjukan harus kedap suara. Artinya suara dari luar gedung tidak dapat terdengar, demikian juga suara dari dalam gedung tidak dapat terdengar dari luar gedung.

- Penonton dapat melihat ke arah panggung dengan baik dan jelas tanpa ada penghalang seperti kolom. Jadi ruangan untuk gedung pertunjukan harus bebas kolom.

- Jarak pandang antara panggung dengan tempat duduk terjauh ± 30 meter.

- Tinggi kursi bagian depan dengan bagian belakangnya atau tinggi tanjakan setiap anak tangga adalah 20-30 cm.

Gardu PLN

Meter PLN

Panel PLN

Automatic transfer switch di Ruang Panel

Panel utama di Ruang Panel

Panel Lantai

Panel Lantai Panel Lantai Panel Genset

Genset

Trafo

(17)

- Pengaturan tata letak kursi penonton agar tidak sejajar dengan kursi yang ada di depannya, melainkan berselang-seling.

- Pengaturan sudut kemiringan dinding agar penonton pada bagian sisi samping dapat melihat dengan baik ke arah panggung.

- Dinding pada bagian belakang panggung merupakan dinding pantul (terbuat dari lapisan yang memantulkan suara). Hal ini ditujukan untuk memperkuat suara pemain yang ada di panggung menuju penonton.

- Dinding pada bagian samping merupakan dinding difusi (dinding yang menyebarkan suara). Pada dinding ini ada permukaan yang menyerap suara dan ada permukaan yang memantulkan suara. Dinding ini difungsikan agar penyebaran suara yang berasal dari panggung dapat menyebar merata ke setiap bagian gedung.

- Dinding pada bagian belakang merupakan dinding yang menyerap suara.

Dengan merancang dinding penyerap yang baik maka sistem akustik pada gedung terhindar dari cacat suara yaitu gema. Dinding penyerap ini difungsikan agar suara asli dari pemain tidak tercampur dengan suara pantul.

- Plafon merupakan bagian yang memantulkan suara. Hal ini ditujukan untuk memperkuat suara pemain agar dapat didengar oleh penonton. Batasan yang perlu diperhatikan dalam perancangan tinggi plafon yaitu jarak total bunyi pantul harus lebih kecil atau sama dengan bunyi asli dari pemain, derajat bunyi pantul melalui plafon sama dengan derajat bunyi asli yang datang menuju permukaan plafon.

- Untuk daerah panggung memiliki ketinggian plafon harus tinggi. Hal ini difungsikan untuk peletakan layar yang digunakan dalam pertunjukan.

- Pencahayaan yang baik dengan pengaturan tata letak lampu dan didukung ruang kontrol yang dapat memantau ke arah panggung secara langsung, sehingga dapat menciptakan efek lampu yang tepat.

- Area pemain yang dilengkapi dengan ruang-ruang persiapan, ruang istirahat dan WC untuk membantu kelancaran suatu pertunjukan.

- Untuk sebuah gedung opera dengan volume tertentu harus memiliki RT (waktu reverberasi) yang tepat.

(18)

- Perhitungan RT (Reverberation Time) : Volume gedung pertunjukan : 14062,5 m3 RT yang baik adalah : 1 – 1,2 detik

Bahan Luas koef. a

lantai = 1125 m2

kursi tempat duduk empuk isi 75 %

229,5 m2 0,9 206,55

kosong 25 % 76,5 m2 0,56 42,84

sirkulasi karpet 644 m2 0,14 90,16

pit musik kursi + alat musik 62,5 m2 11,5 718,75

panggung kayu 106,25 m2 0,2 21,25

dinding = 664,125

m2 dinding bata

664,125

m2 0,63 418,4

rongga udara

Yumen Board

plafon = 1250 m2 Yumen Board 1250 m2 0,05 625 pelapis semen

Total 2122,95

RT = 0,16 x Volume a

RT = 1,059 ~ 1,1 (memenuhi)

Gambar

Gambar 3.1. Struktur Organisasi Pengelola
Tabel 3.1. Identifikasi Kebutuhan Ruang
Tabel 3.1. Identifikasi Kebutuhan Ruang (sambungan)
Gambar 3.5. Pola Penataan Massa Bangunan Sura
+7

Referensi

Dokumen terkait

18 Hospitalitas Pentakostal, melalui pembacaan reflektif Kisah Para Rasul 2:44-47, tidak sekadar menampilkan perilaku sosial atau diakonia, melainkan juga sebuah

Bagi usulan akreditasi ulang yang hasil akreditasi peringkatnya tetap dan telah memiliki sertifikat yang masih berlaku masa akreditasi, maka sertifikat baru tidak akan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan ketentuan pidana materil terhadap tindak pidana tanpa hak menguasai dan membawa senjata tajam yang dilakukan

Banyak guru mengalami kesulitan dalam mengajar anak bagaimana memecahkan permasalahan (sering disebut soal cerita) sehingga banyak anak juga kesulitan

Desentralisasi saat ini pada dasarnya terkait dengan aspek politik dan administrasi, di mana pemerintah pusat telah menyerahkan wewenang lebih kepada pemerintah

Rata-rata efisiensi ekonomis di Desa Mlorah adalah 85.1% (ukuran efisien adalah 100%) artinya petani masih berlebihan dalam menggunakan biaya produksi, sehingga untuk

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karet alam Indonesia memiliki daya saing dibandingkan negara lain dengan nilai pangsa pasar 32%, RCA 34.2, dan TSR 1.00

Jika pemberian berbagai konsentrasi ekstrak pisang raja pada media VW yang mengandung air kelapa 20% berpengaruh terhadap perkembangan tunas embrio anggrek