• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan " FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN"

Copied!
105
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI KEGIATAN GERAK DAN LAGU PADA KELOMPOK B DI TAMAN

KANAK-KANAK TERATAI UNM

GITA RIZKY AWALIYAH 104 904 110

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2014

(2)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Strata Satu Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Makassar

Oleh :

GITA RIZKY AWALIYAH 104 904 110

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2014

i

(3)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Alamat: Jl. Tamalate I Kampus Tidung Fax (0411) 883076, (0411) 884457 Makassar

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi dengan judul “Peningkatan Motorik Kasar Anak Melalui Kegiatan Menari Pada Usia 5-6 Tahun Di Taman Kanak-kanak Teratai UNM Kota Makassar”

Atas nama:

Nama : Nurfaisa

NIM : 104 904 085

Prodi : Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas : Ilmu Pendidikan

Setelah diperiksa dan diteliti, naskah skripsi ini telah memenuhi syarat untuk diujikan.

Makassar, Oktober 2014

Pembimbing I Pembimbing II

Dra. Sri Sofiani, M.Pd Dra. Hj. Sumartini, M.Pd NIP. 19530202 198010 2 001 NIP. 19491228 197803 2 002

Mengetahui,

Ketua Prodi PG-PAUD FIP UNM

Syamsuardi, S.Pd, M.Pd 19830210 200812 1 002

ii

(4)

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Saya yang bertandatangan di bawah ini : Nama : Nurfaisa

Nim : 104 904 085

Jurusan/Prodi : Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG.PAUD)

Judul : Peningkatan Kemampuan Motorik kasar Anak Melalui Kegiatan Menari Pada Usia 5-6 Tahun Di Taman Kanak-kanak Teratai UNM Kota Makassar.

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya buat ini benar merupakan hasil saya sendiri dan bukun merupakan pengambilan alihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pikiran sendiri.

Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan bahwa skripsi ini hasil jiplakan atau mengandung unsur plagiat, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut ketentuan yang berlaku.

Makassar, Oktober 2014 Yang membuat pernyataan

Gita Rizky Awaliyah NIM.104 904 110

iii

(5)

MOTTO

Jika ingin berhasil, maka kita harus berani bertindak, berani melangkah dan memastikan serta memperjuangkan hal-hal yang menjadi target dan impian kita, hingga mencapai kesuksesan. Dan hendaklah kita selalu mengingat allah, agar allah memudahkan jalan

dan segala urusan kita.

(GITA RIZKY AWALIYAH, 2014)

Karya ini ku peruntukkan kepada ayahanda dan ibunda tercinta, keluarga serta sahabat-sahabatku tersayang. Yang selalu berikan motivasi dan dukungan berupa materi dan doa untuk

menyelesaikan karya ini.

iv

(6)

ABSTRAK

Gita Rizky Awaliyah. 2014 Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Kegiatan Gerak dan Lagu Pada Kelompok B di Taman Kanak-Kanak Teratai UNM Kota Makassar. Skripsi ini di bimbing oleh Dr. Parwoto, M. Pd selaku pembimbing pertama dan Herman, S. Pd,M.Pd selaku pembimbing kedua. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar.

Masalah dari penilitian ini adalah bagaimanakah meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan gerak dan lagu pada kelompok B di Taman Kanak-kanak Teratai UNM Kota Makassar. Tujuan penilitian ini untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan gerak dan lagu pada kelompok B di Taman Kanak-kanak Teratai UNM Kota Makassar. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Fokus penelitian ini mengkaji tentang motorik kasar anak dan kegiatan gerak dan lagu. Subjek penelitian yaitu anak kelompok B2 dengan jumlah anak didik sebanyak 15 orang, terdiri dari 3 laki-laki dan 12 perempuan serta 2 guru. Pelaksanaan tindakan terdiri dari dua siklus, tiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan melalui tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Data yang dikumpulkan di analisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil pada siklus I peningkatan motorik kasar anak melalui kegiatan gerak dan lagu masih berada pada kategori belum berkembang. Kemudian dilanjutkan pada siklus II terjadi peningkatan dan berada pada kategori sudah berkembang. Dengan demikian kegiatan gerak dan lagu efektif digunakan dalam peningkatan kemampuan motoirik kasar anak pada kelompok B Taman Kanak-kanak Teratai UNM Kota Makassar.

v

(7)

PRAKATA

Puji syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan izin-Nya, penulis dapat menyusun skripsi ini, Alhamdulillaahirabbil'alamiin. Dan juga kepada Rasulullah SAW. "Ya Allah, sampaikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah sampaikan shalawat-Mu kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah berikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia." Skripsi ini berjudul “Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Kegiatan Gerak Dan Lagu Pada Kelompok B Di Taman Kanak-Kanak Teratai UNM Kota Makassar”.

Hasil penelitian ini diajukan untuk memenuhi sebagian syarat dalam menyelesaikan Program Studi Strata 1 Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.

Dalam penulisan hasil penelitian ini, penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, terutama dari Dr. Parwoto, M. Pd dan Herman, S.Pd., M.Pd. sebagai pembimbing pertama dan pembimbing kedua, yang telah memberikan bimbingan, saran dan dorongan kepada penulis, sejak penyusunan proposal hingga penyelesaian hasil penelitian ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan kerendahan hati, penulis menyampaikan banyak terima kasih yang setulus-tulusnya.

Dalam kesempatan kali ini penulis juga mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat:

1. Prof. Dr. H. Arismunandar, M.Pd, sebagai Rektor Universitas Negeri Makassar yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti proses perkuliahan pada jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini pada Fakultas Ilmu Pendidikan.

2. Prof. Dr. H. Ismail Tolla, M.pd. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Drs. Ali Latif Amri, M.Pd selaku Pembantu dekan I, Drs. Andi Mappincara, M.Pd selaku Pembantu dekan II, Drs. Muh. Faisal, M.Pd

(8)

selaku pembantu dekan III yang telah mengizinkan, memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian dan menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan selama pendidikan Program S1 FIP UNM.

3. Syamsuardi, S.Pd. M.Pd. selaku ketua Jurusan/Prodi PGPAUD dan Arifin Manggau, S.Pd. M.Pd.

selaku Sekretaris Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini yang selalu memberikan dorongan dan pengarahan dalam bidang akademik Universitas Negeri Makassar yang telah memberikan bimbingan dan bantuannya kepada penulis selama kuliah dan pada saat penelitian.

4. Bapak/ibu Dosen Universitas Negeri Makassar khususnya dalam lingkup Prodi PGPAUD yang telah mendidik dan membekali dengan ilmu pengetahuan dan pemahaman selama di bangku kuliah.

5. Bapak dan Ibu Dosen serta Staf Administrasi pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar yang selama ini banyak memberikan bimbingan dan bantuan kepada penulis selama mengadakan penelitian.

6. Kepada Taman Kanak-kanak Teratai UNM Kota Makassar yang telah memberikan dorongan dan semangat serta mengijinkan peneliti mengadakan penelitian di Taman Kanak-kanak Teratai UNM Kota Makassar.

7. Teristimewa untuk keluarga tercinta Ayahanda Askin Singgih dan Ibunda Nur. Yainy Oddeng serta adik-adikku tersayang Shafira Sahara, Muh. Aswin Singgih, dan Alvian Nur Singgih. Beserta keluargaku yang tak sempat penulis sebutkan satu persatu, yang selalu memberikan motivasi berupa do’a semangat dan bimbingan dalam menyelesaikan skripsi ini.

8. Kepada Ayanda, Kakanda dan saudara-saudaraku di UKM Seni Aksara FIP UNM. Ayahanda Dg.Iping, Dg. Anca, Dg. Latri, Kak Uci, kak Mail, Kak Cillang, Kak Ewin, Kak Boel, Kak Malba, Kak Ayu, Kak Suthe, Kak Tadha, Kak Etty, Kak Rochil, Widhy, Whindi, Brigita, Dhani, Nena, Shandy, Acul, Arul dan semua teman yang tak sempat penulis sebutkan satu persatu. Terima kasih untuk semua kebersamaan, semangat dan dorongan selama berlembaga di Aksara FIP UNM.

(9)

9. Teman-teman PG.PAUD angkatan 2010 dan saudara-saudari seperjuangan ku yang selalu memberikan semangat, motivasi, dan bantuan sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini.

10. Sahabat-sahabat di prodi PG.PAUD Kelas C angkatan 2010, teruntuk Ghita, Amel, Surahmi, S.Pd, Masdaini S.Pd, Andi Atirah Nurdin, S.Pd, Indah Ramdhani S.Pd, Ismatul Auliyah Ya’la, S.Pd dan semua teman yang tak sempat penulis sebutkan satu persatu. Terima kasih untuk semua kebersamaan, dorongan semangat dan kerjasamanya dalam penyelesaian studi ini.

11. Dan kepada semua pihak yang tidak sempat saya sebutkan namanya satu persatu, namun telah membantu penulis dalam penyelesaian penilitian ini. Terimah kasih banyak.

Makassar, Oktober 2014 Penulis,

Gita Rizky Awaliyah NIM.104 904 110

(10)

DAFTAR ISI HALAMAN

JUDUL ...

... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ... . ii

KEASLIAN SKRIPSI... iii

MOTTO... iv

ABSTRAK... v

PRAKATA... vi

DAFTAR ISI ... ... vii

DAFTAR BAGAN... viii

DAFTAR TABEL... ix

DAFTAR LAMPIRAN... x

BAB I PENDAHULUAN ... .1

A. Latar Belakang Masalah...1

B. Rumusan Masalah ... ...4

C. Tujuan Penelitian ... ...5

D. Manfaat Penelitian ... ...5

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS ... 7

A. Kajian Pustaka ... 7

1. Motorik Anak ... 7

a. Pengertian Motorik kasar ... 7

b. Tujuan Motorik Kasar ... 9

c. Manfaat Motorik Kasar ... ... 13

d. Indikator Peningkatan Motorik Kasar Anak ... ... 14

2. Kegiatan Gerak dan Lagu ...15

a. Pengertian Kegiatan Gerak dan Lagu ...15

(11)

b. Karakteristik Kegiatan Gerak dan Lagu……… ...

17

c. Manfaat Kegiatan Gerak dan Lagu ... .... 18

d. Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Kegiatan Lagu………...19

e. Langkah-langkah Kegiatan Gerak dan Lagu ...20

B. Kerangka

Pikir ... 21 C. Hipotesis

Tindakan ... 24 BAB III METODE

PENELITIAN ... 25 A. Pendekatan dan Jenis

Penelitian ... 25 B. Fokus

Penelitian ...

... 26 C. Subjek

Penelitian ...

... 27 1. Setting Penelitian... 27 2. Subjek Penelitian... 27 D. Prosedur

penelitian ... 28 1. Perencanaan ...

... 30

2. Pelaksanaan ...

... 30

E. Teknik Pengumpulan

Data ... 32 F. Teknik Analisis Data dan Sumber

Data ... 33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN

PEMBAHASAN... 35 A. Deskripsi Umum Lokasi

Penelitian... 35 B. Hasil

Penelitian...

38

1. Perencanaan...

.... 38

2. Pelaksanaan...

.... 39

C. Pembahasan Hasil

Penelitian... 94

(12)

BAB V KESIMPULAN DAN

SARAN... 98

A. Kesimpulan...

... 98

B. Saran...

....

DAFTAR

PUSTAKA...

.... 100

LAMPIRAN...

... 103 RIWAYAT

HIDUP...

... 104

(13)

DAFTAR BAGAN

Bagan 1.1 ……… Kerangka Pikir 23

Bagan 1.2 ……… Alur PTK 27

(14)

DAFTAR TABEL

Nomor Judul Halaman

Tabel 1.1 Data Keadaan Organisasi Pelaksanaan TK Teratai UNM Kota Makassar Pada Tahun

Ajaran 2013/2014 ……… 34

Tabel 1.2 Hasil Observasi Pembelajaran siklus I ……… 53

Tabel 1.3 Hasil Evaluasi Pembelajaran Siklus I ………. 56

Tabel 1.4 Hasil Observasi Pembelajaran Siklus II ………. 81

Tabel 1.5 Hasil Evaluasi Pembelajaran Siklus II ……… 85

(15)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Isi Halaman

1. Kisi- kisi Instrumen ……… 97

2. Instrumen Observasi Guru ………. 98

3. Instrumen Observasi Anak ……… 99

4. Validasi Instrumen ……… 100

5. Permohonan Izin Melakukan Penilitian ……… 101

6. Rekomendasi Penilitian dari BKPMD Sul-Sel ………. 102

7. Rencana Kegiatan Harian ………. 103

8. Hasil Observasi Guru ……… 116

9. Hasil Observasi Anak ……….. 128

10. Dokumentasi Penilitian ……… 140

11. Surat Keterangan Telah Melakukan Penitian ………. 144

12. Riwayat Hidup ………. 145

(16)

BAB I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memilki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, non formal dan informal.

Menurut (Hasan, 2012:15) mengemukakan bahwa :

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar kebeberapa arah berikut ini: 1)Pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar).

2)Kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual). 3)Sosioemosional (sikap dan perilaku serta agama).

Menurut Undang-undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa, “Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang

(17)

dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. Menurut (Permen No.58 Tahun 2009) “Tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak adalah membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi lingkup perkembangan nilai agama dan moral, fisik/motorik, kognitif, bahasa, serta sosial emosional kema

Anak usia 5-6 tahun memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan aspek-asek perkembangannya. Anak mulai sensitif menerima segala rangsangan dari luar. Salah satu aspek perkembangn yang memilki potensi yang sangat besar yakni perkembangan fisik motorik.

Perkembangan fisik motorik menjadi suatu hal yang sangat penting karena perkembangan fisik motorik sangat berhubungan erat dan mempengaruhi perkembangan yang lain.

Menurut Depdiknas (2007:11) “peningkatan fisik/motorik merupakan salah satu peningkatan kemampuan dasar di TK”. Bahan kegiatan pengembangan fisik/motorik mencakup kegiatan yang mengarah pada kegiatan untuk melatih motorik kasar dan halus yang terdiri atas gerakan- gerakan jalan, lari, lompat, senam, keterampilan dengan bola, keterampilan menggunakan peralatan, menari,latihan ritmik dan gerak gabungan.

Gerakan-gerakan dasar dilatihkan sedemikian rupa secara bertahan sehinggadikuasai oleh anak didik. Guru harus mencontohkan setiap gerakan dan anak didik diberi kesempatan untuk melakukannya bersama guru. Guru

(18)

tidak hanya memberikan instruksi dan anak yang melakukan, akan tetapi kegiatan tersebut dilakukan bersama-sama. Gerakan juga harus bervariasisehingga suatu permainan terdiri dari beberapa elemen gerakan dasar.

Agar kegiatan pengembangan fisik/motorik dapat terlaksana dengan baik, maka anak didik dituntut memiliki perhatian dan daya tangkap yang baik pula, seperti kecepatan bereaksi, kesanggupan kerjasama, disiplin, jujur, dan lain-lain, sesuai dengan kemampuan anak didik.

Menurut Suyadi (2009) kemungkinan besar perkembangan fungsi otak berjalan beriringan dengan keterampilan motorik pada usia dini. Oleh sebab itu, motorik menjadi perkembangan yang penting untuk dilatih dan dikembangkan pada anak usia dini.Menurut Susanto (2012:163)”yang dimaksud dengan motorik kasar adalah gerakan yang dilakukan melibatkan sebagian besar bagian otot dan biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot-otot yang lebih besar”.

Anak usia 5-6 tahun lebih banyak melakukan aktivitas gerak yang melibatkan motorik kasarnya. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat digunakan yaitu melalui gerak dan lagu. Menurut Widhianawati (2011) pembelajaran gerak dan lagu adalah bernyanyi dan latihan gerak tubuh yang sangat berhubungan erat, irama lagu dapat mempengaruhi dan mengendalikan pusat syaraf. Dari pendapat tersebut gerak dan lagu merupakan salah satu kegiatan yang cocok digunakan dalam kegiatan pembelajaran motorik, karena gerak dan lagu merupakan aktivitas yang

(19)

menuntut anak-anak untuk bergerak seperti halnya kegiatan senam maupun olahraga.

Menurut Fitriyanti & Reza (2013) kegiatan gerak dan lagu yang dinyanyikan baik secara langsung ataupun menggunakan media seperti kaset atau CD, gerak yang dilakukan anak didik mengikuti lagu yang dicontohkan oleh guru di kelas dapat menambah pengetahuan baru untuk anak. kegiatan gerak dan lagu akan memberikan pengalaman langsung kepada anak mengenai gerak sehingga dapat menambah pengalaman gerak anak.

Oleh sebab itu aktivitas yang dilakukan melalui gerak dan lagu diharapkan akan menyenangkan anak sekaligus menyentuh perkembangan bahasa, kepekaan akan irama musik, perkembangan motorik dan rasa percaya diri.

Berdasarkan fenomena di atas, maka peneliti menemukan di Taman Kanak-kanak Teratai UNM yaitu, terdapat beberapa anak yang masih kurang, terutama dalam melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan, dan kelincahan. Dan juga terdapat beberapa anak yang belum berkembang maksimal melakukan koordinasi gerakan kaki, tangan, dan kepala dalam melakukan gerak dan lagu.

Oleh karena itu,kegiatan gerak dan lagu merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Dari fenomena yang ada di atas maka penulis tertarik untuk mengkaji “Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Kegiatan Gerak Dan Lagu Pada Kelompok B Di Taman Kanak-Kanak Teratai UNM”.

(20)

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan gerak dan lagu pada kelompok B di Taman Kanak-kanak Teratai UNM?”.

C. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah yang diajukan, maka tujuan penelitian ini yaitu “Untuk mengetahui strategi dalammeningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan gerak dan lagu pada kelompok B di Taman Kanak-kanak Teratai UNM”.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah:

1. Manfaat Teoritis

Hasil dari penilitian ini di harapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran yang cukup signifikan sebagai masukan pengetahuan atau literatur ilmiah yang dapat dijadikan bahan kajian bagi para insan akademik yang sedang mempelajari ilmu pendidikan anak, khususnya mengenai peningkatan motorik kasar anak melalui kegiatan gerak dan lagu pada kelompok B di Taman Kanak-kanak Teratai UNM.

2. Manfaat Praktis

(21)

a. Bagi sekolah diharapkan tulisan ini sekiranya mendapat masukan bagi peningkatan Taman Kanak-kanak ke arah yang lebih baik.

b. Bagi guru diharapkan bisa menjadi bahan pemasukan dalam membimbing anak untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui kegiatan menari.

c. Bagi orang tua dan masyarakat, sekiranya tulisan ini dapat dijadikan sebagai masukan dalam melaksanakan perannya masing-masing sehingga dapat mencapai hasil yang optimal sesuai dengan tujuan yang ditetapkan pada Taman Kanak-kanak tersebut.

d. Bagi anak didik, untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan gerak dan lagu.

(22)

BAB. II

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

A. Kajian Pustaka 1. Motorik Kasar

a. Pengerian Motorik Kasar

Menurut Kuhlen dan Thomshon (Fikriyati, 2013:21) mengemukakan bahwa:

Perkembangan fisik individu meliputi empat aspek, yaitu: 1) sistem syaraf yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi. 2) otot-otot yang memengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik. 3) kelenjar Endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru, seperti pada remaja berkembanga perasaan senang untuk aktif dalam suatu kegiatan yang sebagian anggotanya terdiri atas lawan jenis. 4) struktur fisik/tubuh yang meliputi tinggi, berat dan proporsi

Menurut Fikriyati (2013) Perkembangan fisik sangat berkaitan dengan erat dengan perkembangan motorik anak. motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan terkoordinir antara susunan syaraf, otot, otak dan spinal cord. Pertumbuhan fisik tidak dapat dikatakan mengikuti pola ketetapan yang tertentu. Pertumbuhan tersebut terjadi secara bertahap atau dengan kata lain seperti naik turunnya gelombang adakalanya cepat dan adakalanya lambat.

Perkembangan anak usia dini awal pertumbuhannya perlu mendapatkan perhatian yang serius. Hal ini disebabkan kuarang optimalnya dapat menghambat pertumbuhan-pertumbuhan yang lainnya. Diantara

7

(23)

perkembangan fisik yang perlu dicermati adalah besar kecilnya ukuran tubuh, tinggi tubuh, berat tubuh, proporsi tubuh, tulang, otot dan lemak, serta pertumbuhan gigi.

Menurut Hurlock (Fikriyati 2013:26-27) ”Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan”.

Beberapa pengaruh perkembangan motorik menurut Hurlock (Fikriyati, 2013) terhadap konstelasi perkembangan individu yaitu : 1) Melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan senang. Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan memainkan boneka, melempar dan menangkap bola atau memainkan alat-alat mainan. 2) melalui keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari kondisi tidak berdaya pada bulan-bulan pertama dalam kehidupannya ke kondisi yang independent. Anak dapat bergerak dari suatu tempat ke tempat lainnya dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya. Kondisi ini akan menunjang perkembangan rasa percaya diri. 3) melalui perkembangan motorik, anak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah. 4) melalui perkembangan motorik yang normal memungkinkan anak dapat bermain/bergaul dengan teman sebayanya, sedangkan yang tidak normal akan menghambat anak untuk dapat bergaul dengan teman sebayanya bahkan dia akan terkucilkan. 5) perkembnagn keterampilan motorik sangat penting bagi perkembangan self-concept atau kepribadian anak.

(24)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Alwi, dkk 2003:356) kata motor dan movement diterjemahkan “sebagai gerak atau gerakan tanpa mengandung perbedaan di dalamnya”. Sesungguhnya pengertian kedua kata ini berbeda. “Movement adalah gerak yang bersifat eksternal atau dari luar dan mudah diamati”, sedangkan motor adalah gerak yang bersifat internal atau dari dalam, konstan dan sukar diamati”.

Menurut (Depdiknas, 2007:3) :

Gerak merupakan kemampuan yang penting di dalam kehidupan sehari-hari terutama yang berhubungan dengan aktivitas jasmani”. Konsep tentang gerak manusia tidak lepas dari konsep tentang gerak pada umumnya. Gerak dapat dijelaskan sebagai aksi atau proses perubahan letak atau posisi ditinjau dari suatu titik tertentu sebagai pedomannya.

Berdasarkan dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan motorik kasar adalah kemampuan gerak yang bersifat eksternal atau dari luar dan mudah diamati sehingga sangat penting dalam kehidupan sehari-hari terutama yang berhubungan dengan aktivitas jasmani.

Menurut Fikriyati (2013) “Motorik kasar adalah gerakan fisik yang membutuhkan keseimbangan dan terkoordinasi antar anggota tubuh, dengan menggunakan otot-otot besar, sebagian atau seluruh anggota tubuh”.

Menurut Sunardi dan Sunaryo (2007:113-114) mengemukakan bahwa :

Motorik kasar adalah kemampuan gerak tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh motorik kasar diperlukan agar anak dapat duduk, menendang, berlari, naik turun tangga dan sebagainya.

Perkembangan motorik kasar anak lebih dulu daripada motorik

(25)

halus, misalnya anak akan lebih dulu memegang benda-benda yang berukuran besar dari pada ukuran kecil. Karena anak belum mampu mengontrol gerakan jari-jari tangannya untuk kemampuan motorik halusnya seperti meronce, menggunting, dan lain-lain.

Menurut Sujiono (2007:13) “gerakan motorik kasar adalah kemampuan yang membutuhkan koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak”. gerakan motorik kasar melibatkan aktivitas otot-otot besar seperti otot tangan, otot kaki dan seluruh tubuh anak.

Menurut Fikriyati (2013:22) mengemukakan bahwa :

Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, naik turun tangga dan sebagainya.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa motorik kasar adalah kemampuan gerak tubuh yang menggunakan otot-otot besar yang membutuhkan koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak. sehingga motorik kasar sangat dibutuhkan untuk aspek perkembangan motorik anak karena anak lebih dulu menggunakan mengenal motorik kasar dibanding motorik halusnya.

Menurut Sumantri(2005:72) “aktivitas yang menggunakan otot-otot besar diantaranya gerakan keterampilan non lokomotor, gerakan lokomotor dan gerakan manipulatif”. Perkembangan motorik merupakan proses memperoleh keterampilan dan pola gerakan yang dapat dilakukan anak, misalnya dalam kemampuan motorik kasar anak belajar menggerakkan

(26)

seluruh tubuh, kemudian metode yang digunakan yakni metode kegiatan yang dapat memacu semua kegiatan motorik kasar yang perlu dikembangkan anak. seperti anak dapat menangkap bola, menendang, meloncat dan lain sebagainya.

Menurut Jamaris (2004) “motorik kasar merupakan kecerdasan jamak yang berkaitan erat dengan kecerdasan kinestetik pada anak”. kemampuan anak dalam kepekaan dan keterampilan dalam mengontrol dan mengkoordinasi gerakan-gerakan tubuh. serta terampil dalam menggunakan peralatan-perlatan tertentu yang dimanfaatkan anak dalam aktivitas bermainnya.

Pertumbuhan anak diikuti oleh pertumbuhan otak, rangka otot, sistem syaraf dan perkembangan kepribadian. Sistem rangka dan otot sangat mempengaruhi kemampuan motorik anak dalam melakukan tugas. Sistem otot adalah kumpulan otot-otot yang mempengaruhi motorik anak dalam melakukan tugas. Sistem otot adalah kumpulan otot-otot yang mempengaruhi gerak manusia sehari-hari. Sistem otot ini merupakan rangkaian kelompok otot-otot besar dan kecil yang memiliki tugas bergerak sesuai dengan rangsangan (stimulus) yang dilihat oleh manusia dan direspon oleh sistem syaraf yang kemudian memerintahkan kelompok otot bekerja melakukan tugas tertentu.

Menurut Bambang Sujiono (2008) adapun perkembangan kemampuan gerakan motorik kasar yaitu: “ 1) Usia4-5 tahun, 2) Usia 5-6 tahun”

1) Usia 4-5 tahun

(27)

a) Berjalan mundur dengan tumit berjalan mundur dengan tumit berjingkat.

b) Melompat dengan dua kaki bersama-sama kedepan dan kebelakang ke kiri dan ke kanan dengan alat atau tanpa alat.

c) Menaiki, menuruni dan berjalan di atas papan titian.

d) Berlari lurus, berjingkat, angkat tumit.

e) Meloncat dari ketinggian 20 cm.

f) Melempar dan menangkap kantong biji.

2) Usia 5-6 tahun

a) Anak usia 5-6 tahun adalah anak yang imajinatif. Mereka tiadanya hentinya bergerak dan berbuat sesuatu mengguanakan gerakan tubuhnya secara kreatif, terutama dalam mengguanakan kedua belah tangannya. Perekembangan kemampaun gerakan motorik kasarnya anatara lain.

b) Merangkak dengan berbagai variasi.

c) Berjalan lurus, berjingkat, mengangkat tumit menyamping, bergantungan, membawa cangkir berisi air, dan lain-lain.

d) Berlari lurus, berjingkat, angkat tumit dan sebagainya

e) Berjalan di atas papan titian dengan membawa cangkir berisi air tanpa tumpah, merentangkan tangan, tangan memegang beban di atas kepala dan setiap tiga langkah dan diselingi jongkok.

f) Meloncat dari ketinggian 20-30 cm sambil menghadap ke arah tertentu.

(28)

g) Melompat dengan menggunakan satu kaki (engklek) dengan alat atau tanpa alat.

Menurut (Depdiknas, 2008: 6) mengemukakan bahwa :

Perkembangan motorik pada setiap anak mengalami perbedaan, ada anak yang mengalami perkembangan motoriknya sangat baik seperti yang dialami para atlet, tetapi ada anak yang mengalami keterbatasan. Selain itu juga dipengaruhi adanya jenis kelamin. Pengembangan motorik anak prasekolah yang adalah bahwa suatu perubahan, baik fisik maupun psikis, sesuai dengan masa pertumbuhannya, keberadaan perkembangan motorik anak juga dipengaruhi hal lain di antaranya asupan gizi, status kesehatan dan perlakuan motorik sesuai dengan masa perkembangan

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa motorik kasar merupakan keterampilan gerak tubuh dan kecerdasan jamak yang berkaitan erat dengan kecerdasan kinestetik atau gerak tubuh secara harmonis pada anak yang menggunakan otot-otot besar diantaranya gerakan keterampilan non lokomotor, gerakan lokomotor dan gerakan manipulatif yang mempunyai peran untuk mencapai keseimbangan yang menunjang gerak anak.

b. Tujuan Motorik Kasar

Menurut Depdiknas (2007:6)”tujuan peningkatan fisik/motorik di Taman Kanak-kanak adalah untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi,serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapatmenunjang pertumbuhan jasmani yang sehat, kuat dan terampil”.

(29)

Seorang pendidik atau guru di taman kanak-kanak melakukan program kegiatan belajarnya maka terlebih dahulu perlu memperhatikan tujuan atau manfaat program kegiatan belajar di taman kanak-kanak.Dalam standar kompetensi kurikulum Taman kanak-kanak tercantum bahwa tujuan pendidikan di taman kanak-kanak adalah membantu mengembangkan berbagai potensi anak, baik potensi psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian ini untuk memasuki pendidikan dasar bagi anak sejak dini.

Untuk pengembangan kemampuan dasar anak dapat dilihat dari kemampuan pada motorik kasar anak, maka guru-guru di taman kanak- kanak akan membantu dalam meningkatkan keterampilan motorik kasar, meningkatkan kemampuan mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan tubuh dan cara hidupsehat pada anak sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat, sehat, dan terampil.

c. Manfaat Motorik Kasar

Menurut Depdiknas (2008:2) mengemukakan bahwa :

1)Melatih kelenturan dan koordinasi otot jari dan tangan. 2) Memacu pertumbuhan dan pengembangan fisik/motorik, rohani dan kesehatan anak. 3) Membentuk, membangun, dan memperkuat tubuh anak. 4) Melatih keterampilan/ketangkasan gerak dan berpikir anak.5)Meningkatkan perkembangan emosional anak, 6) Meningkatkan perkembangan sosial anak. 7) Menumbuhkan perasaan menyenangi dan memahami manfaat kesehatan pribadi.

Menurut Depdiknas (2007:8) mengemukakan bahwa adapun aspek Peningkatan kemampuan fisik motorik terdiri dari:

(30)

1) Sejumlah kemampuan persepsi motorik yang akan dikembangkan termasuk didalamnya koordinasi mata-tangan atau kaki-tangan (eye-hand eye-foot coordination) seperti menggambar, menulis, memanipulasi obyek, visual track, melempar, menangkap, dan menendang. 2) Kemampuan gerakan motorik (locomotor skill) seperti menggerakkan tubuh melalui ruang, berjalan, melompat, berbaris, berlari, meloncat, berlari cepat, berguling, merangkak, bergerak dengan pelan. 3) Keterampilan gerak statis (non locomotor skill) seperti diam di tempat, bergiliran, berputar, menjangkau, bergoyang, berjongkok, duduk, dan berdiri; 4) Manejemen atau pengendalian tubuh (body management and control) seperti kesadaran tubuh, kesadaranruang, ritme, keseimbangan dan kemampuan untuk memulai, berhenti danmengubah arah.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat motorik kasar adalah meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat, sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang sehat, kuat dan terampil. Kompetensi anak TK yang diharapkan dapat di kembangkan guru saat anak memasuki lembaga pra sekolah atau Taman Kanak-kanak adalah anak mampu melakukan aktivtas motorik secara terkoordinasi dalam rangka kelenturan dankesiapan untuk menulis, keseimbangan, dan melatih keberanian pada diri anak.

d. Indikator Peningkatan Motorik Kasar Anak

Menyederhanakan lingkup kurikulum dan menghindar tumpang tindih, serta memudahkan guru menyusun program pembelajaran yang sesuai dengan pengalaman anak, maka aspek-aspek perkembangan anak perlu dipadukan dalam bidang pengembangan yang perlu dikembangkan (Kurikulum, 2010) yaitu:

(31)

1) Mengekspresikan gerakan tangan dan kaki sesuai dengan irama musik/ritmik dengan lentur.

2) Bergerak menurut musik yang didengar.

2. Kegiatan Gerak dan Lagu

a. Pengertian Kegiatan Gerak dan Lagu

Menurut Saputra (2005)“gerak adalah sebuah unsur utama dalam peningkatan motorik anak”. Banyakmanfaat yang dapat diperoleh ketika anak mulai terampil dalam menguasai gerakan yakni badan akan semakin sehat, lebih mandiri, percaya diri serta sosial emosionalnya juga akan berkembang dengan baik. Dengan gerak anak dapat mengekspresikan dirinya.

Menurut Rasyid (2010:147) “lagu adalah salah satu bentuk dari musik, lagu tidak dapat dipisahkan dengan musik, lagu dan musik merupakan suatu kesatuan yang apabila digabungkan akan tercipta sebuah karya seni yang indah”. Musik ataupun lagu dapat digunakan sebagai sarana dalam sebuah proses pembelajaran yang efektif untuk anak-anak, sehingga lagu atau nyanyian dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran motorik.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gerak dan lagu adalahsebuah unsur utama dalam meningkatkan motorik anak, sehingga anak akan mulai terampil dalam menguasai gerakan kasar karena dengan gerak anak akan dapat mengekspresikan dirinya sehingga anak akan lebih percaya diri. Sedangkan lagu adalah bagian dari musik karena lagu dan

(32)

musik merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan bila digabungkan akan tercipta sebuah karya seni yang indah.

Menurut Widhianawati (2011) gerak dan lagu adalah bernyanyi dan latihan gerak tubuh yang sangat berhubungan erat, karena irama lagu daat mempengaruhi dan mengendalikan pusat syaraf. Pembelajaran melaui gerak dan lagu yang dilakukan sambil bermain akan membantu anak untuk lebih mengembangkan kecerdasannya tidak hanya pada aspek pengembangan seni, bahasa dan fisiknya saja tetapi juga pada pengembangan emosional dan kognitif anak.

Kegiatan gerak dan lagu sangat melekat erat dan tidak dapat dipisahkan terutama dalam memberikan pembelajaran kepada anak usia dini. Pembelajaran gerak dan lagu merupakan sebuah kegiatan dalam bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain, aktivitas yang dilakukan melalui gerak dan lagu diharapkan akan menyenangkan anak sekaligus menyentuh perkembangan bahasa, kepekaan akan irama musik, perkembangan motorik, rasa percaya diri, serta keberanian mengambil resiko. Karena itu perlu adanya suatu kegiatan yang dapat melatih para pendidik anak usia dini dalam memberikan perangsangan pada anak melalui gerak dan lagu.

b. Karakteristik Kegiatan Gerak dan Lagu di Taman Kanak-Kanak Menurut Fitrianti & Reza (2013)Anak usia dini belajar melalui pengalaman langsung. Melalui lagu anak akan memperoleh pengalaman secara langsung. Dengan kegiatan gerak dan lagu yang dinyanyikan baik

(33)

secara langsung ataupun menggunakan media seperti kaset atau CD, gerak yang dilakukan anak didik mengikuti lagu yang dicontohkan oleh guru dikelas dapat menambah pengetahuan baru untuk anak. kegiatan gerak dan lagu akan memberikan pengalaman langsung kepada anak mengenai gerak sehingga dapat menambah pengalaman gerak anak.

Melalui pengalaman itulah yang nantinya dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Selain itu pada anak usia dini merasa senang mengulang-ulang sesuatu kegiatan keterampilan melalui latihan- latihan tertentu, sampai anak benar-benar menguasainya. Oleh sebab itu kegiatan gerak dan lagu cocok digunakan sebagai pilihan kegiatan untuk anak, hal ini karena lagu merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari anak sehingga apabila dilakukan pengulangan anak tidak mudah merasa bosan.

Menurut Widhianawati (2011) adapun karakteristik pada kegiatan gerak dan lagu diharapkan akan menyenangkan anak sekaligus menyentuh semua aspek perkembangan. Oleh sebab itu, adanya suatu kegiatan yang dapat melatih guru dan anak didik dalam memberikan rangsanga pada anak melalui gerak dan lagu.

Menurut Setyowati (2007:35) mengemukakan bahwa :

pada usia 4-6 tahun anak masuk dalam kelompok usia bermain, maka kemampuan dalam menyerap materi gerak juga masih bersifat main-main belum bisa berlatih secara serius, gerakan-gerakan yang diberikan harus sederhana, praktis dan dinamis. Sehingga anak tidak merasa kesulitan dan bersemangat dalam melakukan kegiatan.

(34)

Menurut Fitrianti & Reza (2013) “gerak yang dipilih dalam kegiatan gerak dan lagu adalah gerakan yang sesuai untuk anak yaitu sederhana, praktis dan dinamis”. Gerakan-gerakan yang digunakan merupakan gerakan anak sehari-hari seperti melompat, meloncat, berjalan, bertepuk tangan dan melambaikan tangan.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan gerak dan lagu pada anak harus disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini yaitu sederhana, praktis dan dinamis sehingga anak tidak merasa kesulitandan bersemangat dalam melakukan kegiatan begitupun dengan lagu serta gerak yang digunakan juga harus sesuai dengan karakter anak.

c. Manfaat Kegiatan Gerak dan Lagu di Taman Kanak-kanak

Menurut Kamtini (2005) “beberapa manfaat gerak dan lagu adalah meningkatkan motorik kasar, meningkatkan kreativitas, belajar bersosialisasi dan bekerjasama, melatih kedisiplinan dan melatih konsentrasi anak”.

Menurut Risnawati (2012:6) mengemukakan bahwa:

Kegiatan gerak dan lagu dapat mempengaruhi kecerdasan anak yaitu: 1) Merangsang pikiran, memperbaiki konsentrasi dan ingatan, 2) membuat anak lebih pintar, 3) meningkatkan aspek kognitif, 4) membangun kecerdasan emosional, 5) mengembangkan fungsi otak kanan dan kiri yang berarti mengembangkan perkembangan aspek intelektual dan emosional, 6) menjadi manusia yang berpikiran logis, cerdas, kreatif dan mampu mengambil keputusan dan mempunyai empati, 7) dapat mempengaruhi dan mengendalikan pusat syaraf membantu anak untuk lebih mengembangkan kecerdasannya tidak hanya pada aspek pengembangan kognitf, bahasa dan emosionalnya saja tetapi juga pada pengembangan seni dan fisik anak, 8) meningkatkan kecerdasan musikal dan kecerdasan kinestetik.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perkembangan motorik kasar anak pada umumnya sangat aktif, mereka telah memilki penguasaan terhadap

(35)

gerakantubuh dan dengan demikian gerak dan lagu adalah suatu metode pengembangan fisik/motorik.

d. Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Kegiatan Gerak dan Lagu

Menurut Ahmad Susanto (2010) perkembangan keterampilan motorik kasar anak pada umumnya sangat aktif, mereka telah memiliki penguasaan terhadap tubuhnya dan sangat menyukai kegiatan yang dilakukannya sendiri. Keterkaitan antara kemampuan motorik kasar anak dengan kecerdasan jamak (multiple intelegence) cukup relevan pada aspek kecerdasan kinestetik tubuh, dengan potensi yang cenderung tampak adalah kelancaran anak dalam melakukan gerakan-gerakan tertentu seperti naik dan turun tangga dengan mudah, bergelantungan dan berayuntanpa mengalami kesulitan dan kemampuan berjalan maju mundur dengan penuh kemudahan.

Menurut Sujiono (2007) “gerakan motorik kasar adalah kempuan yang membutuhkan koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak”. gerakan motorik kasar melibatkan aktivitas otot- otot besar seperti otot tangan, otot kaki dan seluruh tubuh anak. sehingga dalam proses kegiatan gerak dan lagu sangat menunjang dalam perkembangan mtorik kasar anak karena melibatkan semua gerakan kasar anak.

(36)

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gerakan motorik kasar anak adalah kemampuan yang membutuhkan seluruh anggota tubuh anak untuk bergerak karena pada usia ini anak sangat aktif sehingga pada masa ini anak sering disebut sebagai golden age yaitu masa dimana anak memilki potensi yang besar dalam mengembangkan aspek-aspek perkembangannya sehingga kegiatan gerak dan lagu merupakan kegiatan yang menunjang aspek motorik kasar anak. Oleh sebab itu, motorik menjadi perkembangan yang penting untuk dilatih dan dikembangkan pada anak usia dini.

e. Langkah-langkah Kegiatan Gerak dan Lagu

MenurutDepdiknas (2007:18) adapun langkah-langkah dalam kegiatan gerak dan lagu, yaitu :

1) Guru mengajak anak melakukan kegiatan pemanasan. 2) Guru mengatur pembagian kelompok. 3) Guru mendemonstrasikan dalam kegiatan gerak dan lagu.

4) . Guru memberikan bimbingan dan motivasi pada anak yang belum mau mengikuti kegiatan gerak dan lagu.

1) Guru mengajak anak melakukan kegiatan pemanasan. Sebelum kegiatan gerak dan lagu dilaksanakan terlebih dahulu guru hendaknya mengarahkan dan membimbing anak dalam kegiatan pemanasan, agar tubuh anak menjadi lentur.

(37)

2) Guru mengatur pembagian kelompok. Guru melakukan pembagian kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 5 orang anak.

3) Guru mendemonstrasikan dalam kegiatan gerak dan lagu. Guru memberi contoh gerakan kepada anak lalu anak mengikuti gerakan yang dicontohkan oleh guru.

4) Guru memberikan bimbingan dan motivasi pada anak yang belum mau mengikuti kegiatan gerak dan lagu. Guru memberikan bimbingan kepada anak cara menirukan gerakan yang baik dan benar.

B. Kerangka Pikir

Motorik kasar menggunakan gerak tubuh yang menggunakan otot-otot besar yang membutuhkan koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak.

Sehingga motorik kasar sangat dibutuhkan untuk aspek perkembangan motorik anak karena anak lebih dulu menggunakan mengenal motorik kasar dibanding motorik halusnya. Keterampilan gerak tubuh dan kecerdasan jamak yang berkaitan erat dengan kecerdasan kinestetik atau gerak tubuh secara harmonis pada anak yang menggunakan otot-otot besar diantaranya gerakan keterampilan non lokomotor, gerakan lokomotor dan gerakan manipulatif yang mempunyai peran untuk mencapai keseimbangan yang menunjang gerak anak. Oleh karena itu masa kanak-kanak merupakan saat yang tepat untuk mengajarkan anak dalam keterampilan motorik kasarnya, salah satu kegiatan yang menunjang motorik kasar anak yaitu dengan kegiatan gerak dan lagu.

(38)

Gerak dan lagu, sebuah unsur utama dalam meningkatkan motorik anak, sehingga anak akan mulai terampil dalam menguasai gerakan kasar karena dengan gerak anak akan dapat mengekspresikan dirinya sehingga anak akan lebih percaya diri. Dengan adanya kegiatan gerak dan lagu maka dapat membantu dalam meningkatkan motorik kasar pada anak.

Dalam kegiatan gerak dan lagu guru hendaknya memberikan gerakan yang sesuai untuk usia anak yaitu sederhana, praktis dan dinamis sehingga tidak menyulitkan anak dalam bergerak mengikuti irama lagu. Sehingga dengan kegiatan gerak dan lagu disekolah khususnya di Taman Kanak-kanak dapat meningkatkan semua aspek perkembangan anak, salah satunya yaitu peningkatan keterampilan motorik kasar anak.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari kerangka pikir di bawah ini:

Kemampuan motorik kasar anak rendah 1) Anak masih kurang dalam mengekspresikan gerakan tangan

dan kaki sesuai dengan irama musik/ritmik dengan lentur.

2) Anak masih kurang dalam gerak dan lagu menurut musik yang didengar.

(39)

Gambar Bagan Kerangka Pikir 2.1

Gambar 2.1 BaganKerangkaPikir

C. Hipotesis Tindakan

Langkah-langkah Kegiatan Gerak dan Lagu yaitu:

1. Guru mengajak anak melakukan kegiatan pemanasan.

2. Guru mengatur pembagian kelompok.

3. Guru mendemonstrasikan dalam kegiatan gerak dan lagu.

4. Guru memberikan bimbingan dan motivasi pada anak yang belum mau mengikuti kegiatan gerak dan lagu.

Meningkatkankemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan gerak dan lagu:

1. Anak sudah mampu dalam mengekspresikan gerakan tangan dan kaki sesuai dengan irama musik/ritmik dengan lentur.

2. Anak sudah mampu dalam gerak dan lagu menurut musik yang didengar.

(40)

Hipotesis tindakan yang digunakan dalam penilitian ini yaitu: jika kegiatan gerak dan lagu diterapkan maka motorik kasar anak di Taman Kanak-kanak Teratai UNM akan meningkat.

(41)

BAB. III

METODE PENILITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

1. Pendekatan

Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan Menurut Sukmadinata (2007: 60) penelitian kualitatif adalah “suatu metode penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis suatu fenomena, peristiwa, aktivitassosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupunkelompok”, bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang dihadapi dan untuk mengumpulkan data atau informasi untuk disusun.

2. Jenis Penelitian

Jenispenelitian yang digunakanadalahpenelitiantindakankelas (Classroom Action Research), dalammeningkatkan kemampuan motorik kasar anak.MenurutArikunto (2012:9) penelitiantindakankelasadalah

“penelitian yang diselenggarakan dengan menerapkansiklus yang terdir idari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi”.

B. Fokus Penelitian

Yang menjadi fokus penilitian dalam masalah ini yaitu :

1. Kegiatan gerak dan lagu adalah kemampuan anak dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar di Taman Kanak-kanak Teratai UNM.

(42)

2. Kemampuan motorik kasar adalah kemampuan anak dalam mengekspresikan gerakan tangan dan kaki sesuai dengan irama musik/ritmik dengan lentur dan kemampuan dalam bergerak menurut musik yang didengar.

C. Setting Dan Subjek Penelitian 1. Setting penilitian

Penilitian ini akan di laksanakan di Taman Kanak-kanak Teratai UNM. TK ini terdiri dari 3 kelas A dan 5 kelas B. Setiap kelas terdiri dari 2 orang guru.

2. Subjek penelitian

Penitian ini adalah anak kelompok B di Taman Kanak-kanak Teratai UNM pada semester 2 tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah guru 2 orang dan jumlah anak sebanyak 20 orang yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 12 anak perempuan.

D. Prosedur Penelitian

Penelitiantindakankelasinidirencanakanpada semester 2 tahunajaran 2013/2014 yang terbagidalamduasiklus, denganperinciansebagaiberikut:

1. Siklus I dilaksanakan selama 2 kali pertemuan 2. Siklus II dilaksanakan selama 2 kali pertemuan

Tiap siklus, dilaksanakan sesuai denganperubahan yang ingin dicapai, seperti yang telah di desain dalamfaktor yang di teliti.Untukdapat mengetahui kemampuan kegiatan motorik kasar anak pada kelompok B di

(43)

Taman Kanak-Kanak, maka diterapkan kegiatan gerak dan lagu yang berguna untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak.

Berdasarkan rencana pembelajaran di atas, maka penelitian tindakan kelas ini meliputi empat tahap yaitu: tahap perencanaan (planning) tahap pelaksanaan (action), tahap observasi (observasion), tahap refleksi (reflection).

Prosedur penelitian yang digunakan mengikuti spiral penelitian tindakan kelas yaitu:

perencanaan

SIKLUS

Pengamatan

Pelaksanaan Refleksi

SIKLUS N

(44)

Gambarbagan 3.1 Model PTK Arikunto (2012:6)

Secara terperinci pelaksanaan siklustersebut diatas akan diuraikan sebagai berikut:

1. Perencanaan

Pada tahap ini dilakukan pemantauan keadaan anak yang akan diteliti dan mempersiapkan semua instrumen sebagai berikut:

a. Menyusun Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang sesuai dengan tema gerak dan lagu yang akan diajarkan untuk anak.

b. Membuat lembaran observasi guru dan anakdalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan gerak dan lagu.

c. Menyusun waktu pembelajaran tiga kali pertemuan.

d. Menyiapkan lagu/musik sesuai dengan tema gerak dan lagu anak didik, guru yang memandu dan membimbing anak.

2. Pelaksanaan

Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RKH yang telah disiapkan oleh peneliti.

Langkah-langkahdalam melaksanakan gerak dan lagu adalah sebagai berikut:

a) Guru mengajak anak melakukan kegiatan pemanasan.

b) Guru mengatur pembagian kelompok.

c) Guru mendemonstrasikan dalam kegiatan gerak dan lagu

d) Guru memberikan bimbingan dan motivasi pada anak yang belum mau mengikuti kegiatan gerak dan lagu.

3. Observasi

(45)

Observasi dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan.

Aspek-aspek yang diamati adalah apakah anak dan guru sudah mampu bergerak dengan lentur sesuai dengan irama musik/ritmik.

4. Refleksi

Hasil yang didapat dalam tahap observasi dikumpulkan serta dianalisis, sehingga diperoleh hasil refleksi kegiatan yang telah dilakukan.

Untuk memperkuat hasil refleksi kegiatan yang telah dilakukan digunakan data yang berasal dari data observasi.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu pengamatan langsung dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan:

1. Lembar observasi

Lembar observasi yang digunakan adalah model checklist yang digunakan untuk mengetahui penguasaan gerak dan lagu anak didik dan meningkatnya perkembangan motoric kasar anak dengan kegiatan gerak dan lagu. Kegiatan observasi dilakukan dengan cara mengamati langsung kondisi yang sebenarnya tentang guru dan anak.

2. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan data tambahan yang diperoleh dalam penelitian dari hasil lembar observasi yang didokumentasikan dalam bentuk gambar ataupun tulisan yang berhubungan dengan kegiatan

(46)

pembelajaran pada penelitian selama proses kegiatan pembelajaran.

Dokumentasi berupa foto-foto kegiatan pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus.

F. Teknik Analisis Data dan Standar Pencapaian 1. Teknik Analisis Data

Menurut Muslich Masnur (2012:91) analisis data adalah upaya memilih, memilah, membuang, dan menggolongkan data untuk menjawab dua hal pokok: (1) Tema apa yang ditemukan pada data yang telah dikumpulkan, (2) seberapa jauh data tersebut dapat mendukung tema penelitian.

Menurut Ghony (Muslich, 2012:91) Secara teknis, langkah yang dilakukan adalah (1) mengidentifikasi data yang ditemukan, (2) menentukan pola data yang ada, dan (3) menginterpretasikannya.

Penilaian hasil belajar penilaian ini didasarkan pada buku pedoman penelitian di Taman Kanak-kanak oleh (Depertemen Pendidikan Nasional 2007) secara kualitatif dalam table sebagai berikut:

a. ● = Anak sudah berkembang, penilaian ini yang diperoleh anak didik apabila anak mampu melaksanakan kegiatan atau indikator penilaian yang terdapat pada lembar observasi dengan baik. Misalnya kemampuan berhitung anak sudah bisa dilakukan.

b. √ = Berkembang dengan bantuan, penilaian ini diperoleh anak didik apabila anak mampu melaksanakan kegiatan atau indikator penilaian

(47)

yang terdapat pada lembar observasi, walaupun masih kurang dan memerlukan bantuan.

c. ○ = Belum berkembang penilaian ini diperoleh anak yang tidak mampu melakukan kegiatan atau indikator penilaian yang pada lembar observasi.

Anak didik yang mendapat penilaian ini perlu diberi perhatian dan bimbingan khusus dari guru.

2. Standar Pencapaian

Indikator pencapaian merupakan acuan standar pencapaian kempuan belajar anak didik. Adapun yang menjadi standar pencapain dalam penelitian tindakan ini adalah kelas sudah ditanggap tuntas apabila 75% anak didik telah mampu menyimak dengan baik dan dengan penelitian:

● : Sudah berkembang

√ : Berkembang

○ : Belum berkembang

BAB IV

HASIL PENELITIAN DANPEMBAHASAN A. Deskripsi Umum Lokasi Penelitian

Taman kanak-kanak Teratai UNM berkedudukan di Makassar dan didirikan pada tahun 1981, pendiriannya adalah salah satu bentuk partisipasi ibu-ibu Dharma Wanita IKIP Ujung

(48)

Pandang yang pada waktu itu ketua Unit Dharma Wanita IKIP Ujung Pandang adalah ibu Parawansa selaku istri Rektor. Dalam berpartisipasi menyediakan fasilitas pendidikan taman kanak-kanak. Semula taman kanak-kanak ini bernama TK Teratai Unit Dharma Wanita IKIP Ujung Pandang. Kemudian dengan berubahnya Institusi Keguruan dan ilmu Pendidikan (IKIP) menjadi Universitas Negeri Makassar (UNM) maka berubahlah juga TK Terati UDW IKIP Ujung Pandang menjadi TK Teratai UNM sampai sekarang ini. Sedangkan Ketua Pengelola TK Teratai UDW IKIP Ujung Pandang diganti dengan Ketua Yayasan Pendidikan Teratai UNM yaitu dari Prof. Dr. Hj. Sugirah Wahid, MS (almarhunah) diganti oleh Dra.Hj. Rahmatiah Kadir sampai sekarang. Dan penggantian Kepala Taman Kanak-kanak telah terganti empat kali, yaitu:

1.Dra. Hj. Faizah Hasyim, M.Pd 1. Dra. Hj. Amalius, M.Pd

2. Dra. Martonoes, M.Pd 3. Hj. Syamsiah M

4. Hj. Nurniah, S.Pdi (2011 sampai sekarang)

TK Teratai UNM memiliki tenaga pengajar 12 orang, TU 1 orang dan Bujang TK 2 orang. Tk Teratai UNM adalah lembaga pendidikan yang program kegiatannya mengacu pada KBK 2004 yang dipadukan dengan SKM (Satuan Kegiatan Mingguan) dan SKH (Satuan Kegiatan Harian) yang mengacu pada pembelajaran tematik dengan tema-tema yang terlaksana di TK Teratai UNM pada semester I terdiri dari: diri sendiri, lingkungan, kebutuhanku, binatang, tanaman, sedangkan tema pada semester 2 antara lain: rekreasi, pekerjaan, air udara dan api, alat komunikasi, alam semesta, tanah airku. Di TK Terati UNM terdapat 9 kelas yang terdiri dari 1 kelompok bermain, 2 Kelompok A dan 5 kelompok B yaitu, B1, B2, B3, B4, dan B5 yang

(49)

terealisasikan dalam berbagai macam area antara lain: area balok, area seni, area bahasa, area berhitung, area agama dan area IPA.

Adapun struktur organisasi TK Teratai UNM Kota Makassar terdiri dari Kepala Taman Kanak-kanak, Guru, kelompok dan Bujang Taman Kanak-kanak yang dapat dilihat secara rinci pada tabel sebagai berikut:

Tabel 1.1. Data Keadaan Organisasi Pelaksanaan TK Teratai UNM Kota Makassar Pada Tahun Ajaran 2013/2014

O

NA MA

NIP

S TAT

JA BATAN

(50)

US

0

1

Hj.

Nurniah, S.

Pd.I

ST.

Hafsah, S.Pd Zesn i

Asnimar,S.Pd Indo tang, S.Pd

Hj.K urdiah, S.Pd

Suri ani S, S.Pd

A.Te nri Pada, S.Pd

Caha ya, S.Pd

Muli ana, A.Ma

Ram lah, S.Pd

1954123119 80432033

- -

1960071119 87032002

1961123198 4032077

1966060620 07012037

1961060119 83122004

1980071120 08012013

1984120520 11012012

- -

PN S

PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS HO NORER

HO NORER

KE PALA TK

Gur u Kelompok B1

Gur u Kelompok B2

Gur u Kelompok B3

Gur u Kelompok B4

Gur u Kelompok B5

Gur u Kelompok A1

Gur u Kelompok A2

(51)

Berd je

Gur u Kelompok A3

Gur u Kelompok A2

Buj ang

Sumber : Arsip Taman Kanak-Kanak Teratai UNM Kota Makassar 2014

B. Hasil Penelitian

Siklus I Pertemuan 1

Pada tahap ini penelitian melakukan kegiatan sebagai berikut : 1. Perencanaan

Sebelum peneliti melaksanakan tindakan lebih lanjut, peneliti terlebih dahulu menyusun rencana kegiatan harian yang terkait dengan kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan gerak dan lagu pada kelompok B di Taman Kanak-kanak Teratai UNM yang dilakukan di Kelompok B2 yang terdiri atas 15 orang anak. Adapun langkah-langkah yang peneliti lakukan pada tahap perencanaan ini meliputi :

a. Menyusun dan membuat RKH (Rencana Kegiatan Harian)

b. Menyusun RKH(Rencana Kegiatan Harian) yang akan digunakan dalam proses pembelajaran dengan Tema/SubtemaDiri sendiri/Tubuhku. Kegiatan yang dilakukan terdiri

(52)

dari 3 (tiga) tahap, yaitu kegiatan awal yang berlangsung selama ± 30 menit, kegiatan inti berlangsung ± 60 menit, dan kegiatan akhir berlangsung selama ± 30 menit (terlampir).

c. Memilih gerakan yang mudah sehingga dapat diikuti anak didik, serta memilih jenis musik atau irama yang ceria dan sesuai dengan tema.

d. Pengamatan anak dan guru, observasi merupakan pengamatan yang dilakukan terhadap objek yang diamati. Observasi ini dilaksanakan pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung dan mencatat semua kejadian yang terjadi pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.

2. Pelaksanaan

Pelaksanaan pembelajaran mengenai kemampuan motorik kasar anak dalam kegiatan Gerak dan Lagu pada anak kelompok B2 di Taman Kanak-kanak Teratai UNM selama dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada siklus I pertemuan 1. yang dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 26 Agustus 2014 yang dihadiri oleh 15 orang anak didik.

Proses pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan rencana kegiatan yang telah dibuat (lampiran) dan dibagi atas tiga kegiatan yaitu : kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Hal tersebut akan diuraikan sebagai berikut:

Kegiatan guru pada hari pertama a. Kegiatan Awal (± 30 Menit)

1) Guru menyambut kedatangan anak didik didepan pintu kelas dengan mengucapkan salam, menyapa anak dan mempersilahkan anak meletakkan tasnya di tempat yang sudah disediakan.

2) Guru dan anak berbaris dilapangan sambil bernyanyi

3) Guru mempersilahkan anak masuk kedalam kelas dengan tertib

(53)

4) Guru menuntun anak sebelum belajar

5) Guru mengabsen anak satu persatu dengan menyebut nama lengkap

6) Guru bercakap-cakap dengan anak tentang menyayangi ciptaan-ciptaan Allah SWT

“merawat tubuh”.

7) Guru menuntun anak untuk selalu mengucapkan “Terima kasih”

8) Sebelum melakukan kegiatan gerak dan lagu bersama anak didik, terlebih dahulu guru memperhatikan langkah-langkah berikut:

a) Guru mengajak anak melakukan kegiatan pemanasan. Dimana kegiatan pemanasan ini dilakukan agar ketika anak melakukan kegiatan gerak dan lagu badan anak tidak kaku dan lebih lentur dalam bergerak. Kegiatan ini dilakukan dengan cara merentangkan tangan kemudian mengarahkan anak untuk menghitung 1-8. Setelah merentangkan tangan anak diarahkan mengangkat tangan sambil mengepalkan jari, menoleh kekanan kekiri, jinjit, menggoyangkan pinggul dan lari ditempat.

b) Guru mengatur pembagian kelompok, dimana sebelum melakukan kegiatan gerak dan lagu guru membagi anak menjadi 3 kelompok yang dimana kelompok tersebut terdiri atas 5 orang anak.

c) Guru mendemonstrasikan dalam kegiatan gerak dan lagu. Setelah pembagian kelompok guru memulai kegiatan tersebut dengan mulai mengajarkan gerakan dasar kepada anak, seperti menoleh ke kanan ke kiri, menunjuk jari ke mata, hidung, telinga dan lain sebagainya sambil menggoyangkan kepala dan kaki.

d) Guru memberikan bimbingan dan motivasi pada anak yang belum mau mengikuti kegiatan gerak dan lagu. Seperti yang kita ketahui bahwa tugas seorang pendidik selain mengajar guru juga memberikan bimbingan kepada anak berupa motivasi

(54)

agar anak mau mengikuti kegiatan gerak dan lagu. Setelah melakukan kegiatan ini guru lalu memberikan evaluasi yakni anak bergerak tanpa bimbingan dari gru, ini dilakukan agar guru dapat mengetahui kemampuan anak dalam melakukan kegiatan tersebut.

b. Kegiatan Inti (± 60 Menit)

1) Mewarnai gambar anak yang mau bekerjasama dengan teman 2) Menghubungkan titik-titik menjadi bentuk

3) Membuat bentuk-bentuk geometri c. Kegiatan Istirahat (± 30 Menit)

1) Guru menuntun anak untuk mengucapkan syair cuci tangan 2) Guru menyebut anak untuk mencuci tangan

3) Guru menuntun anak membaca doa sebelum makan

4) Guru mempersilahkan anak untuk makan bersama selanjutnya membaca doa setelah makan.

d. Kegiatan Akhir (±30 Menit)

1) Guru mengarahkan anak mengurutkan gambar seri “Mandi pagi”

2) Guru menuntun anak untuk melakukan pesan berantai “Tubuhku bersih dan sehat”.

3) Guru mengarahkan anak untuk bernyanyi lagu “Pulang Sekolah”

4) Guru mengarahkan anak untuk berdoa sebelum pulang dan mengucapkan salam.

Kegiatan anak pada pertemuan pertama

(55)

a. Kegiatan Awal (± 30 Menit)

1) Anak didik disambut oleh didepan pintu kelas dengan mengucapkan salam, anak dipersilahkan masuk kelas kemudian meletakkan tasnya di tempat yang sudah disediakan.

2) Anak berbaris dilapangan sambil bernyanyi 3) Anak masuk kedalam kelas dengan tertib 4) Anak berdoa sebelum belajar

5) Anak diabsen oleh guru satu persatu dengan menyebut nama lengkap

6) Anak bercakap-cakap dengan guru tentang menyayangi ciptaan-ciptaan Allah SWT

“Merawat tubuh”.

7) Anak dituntun oleh guru untuk selalu mengucapkan ‘Terima kasih”

8) Anak didik melakukan kegiatan gerak dan lagu.

Sebelum melaksanakan kegiatan gerak dan lagu, anak dituntun dan deberikan bimbingan oleh guru melakukan kegiatan pemanasan. Dimana kegiatan pemanasan ini dilakukan agar ketika anak melakukan kegiatan gerak dan lagu badan anak tidak kaku dan lebih lentur dalam bergerak. Kegiatan ini dilakukan dengan cara merentangkan tangan kemudian mengarahkan anak untuk menghitung 1-8. Setelah merentangkan tangan anak diarahkan mengangkat tangan sambil mengepalkan jari, menoleh kekanan kekiri, jinjit, menggoyangkan pinggul dan lari ditempat.

Anak dibagi menjadi 3 kelompok, dimana dalam setiap kelompok terdiri dari 5 orang anak. ini dilakukan agar ketika melakukan kegiatan gerak dan lagu anak dapat leluasa dalam bergerak dan ruang gerak anak lebih luas. Anak juga dapat mengetahui teman sekelompoknya agar lebih kompak dan saling bekerjasama dalam kegiatan tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Surat Setoran Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat dengan SSRD, adalah surat yang oleh Wajib Retribusi digunakan untuk melakukan pembayaran atau setoran retribusi

Inda Jaya sebagai alternatif pemecahan masalah yang bisa digunakan untuk membantu mengoptimalkan waktu pemrosesan produksi dengan menggunakan ant colony algorithm,

Jumlah jenis tumbuhan pada tiga lokasi meliputi perkebunan, pemukiman, dan hutan kota ditemukan 14 suku yang termasuk kedalam 16 jenis tumbuhan, bila dibandingkan dengan

Hasil penelitian ini sejalan dengani penelitian yang dilakukan Sasana (2005), Wawan (2017) dan Hasniar (2014) bahwai dalam penelitiannya menunjukan bahwa luas

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan, disiplin kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan di PT Agro Rejeki

3.2.2 Komponen Komponen Peralatan Peralatan Penunjang Penunjang Rangkaian Rangkaian Pengontrol Pengontrol Dari Dari Dua Dua Tempat Tempat Dalam membuat rangkaian pengontrol

Yang pertama dilakukan adalah uji normalitas dengan Kolmogorov – Smirnov kemudian akan di lakukan uji korelasi dengan Pearson untuk melihat data signifikan yang lebih baik, sehingga

Pembagian shar ing dalam kemitr aan/ KSO ini tidak akan diubah baik selama masa penaw ar an maupun sepanjang masa kontr ak, kecuali dengan per setujuan tertulis ter lebih