PENGARUH PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI
PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PADA KINERJA INDIVIDU DI BPKAD KABUPATEN SIKKA
THERESA YULIANA JAENG
1.1 Latar Belakang
Pemerintah memacu kecepatan peningkatan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk pembentukan generasi Smart ASN demi terwujudnya birokrasi berkelas dunia. Generasi ini juga diharapkan dapat mengantisipasi tantangan disrupsi era revolusi industri 4.0.
Digitalisasi birokrasi akan menciptakan pelayanan masyarakat yang semakin optimal, efisien, dan cepat.
Berpedoman pada Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah, Pemerintah Kabupaten Sikka sejak tahun 2012 telah menerapkan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD). Pengukuran keberhasilan SIPKD dalam penelitian ini yaitu kualitas kolaborasi, kualitas informasi, kualitas sistem, penggunaan, dan kinerja individu.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka dapat dirumuskan beberapa masalah penelitian, yaitu sebagai berikut : 1. Apakah kualitas kolaborasi berpengaruh pada penggunaan
SIPKD?
2. Apakah kualitas informasi berpengaruh pada penggunaan SIPKD?
3. Apakah kualitas sistem berpengaruh pada penggunaan SIPKD?
4. Apakah penggunaan SIPKD berpengaruh pada kinerja individu ?
Kajian Teoritis :
1. Theory of Reasoned Action
2. D&M IS Success Model (2003)
3. Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) 4. Kualitas Kolaborasi
5. Kualitas Informasi 6. Kualitas Sistem
7. Penggunaan SIPKD 8. Kinerja Individu
Kualitas Kolaborasi
Kualitas Informasi
Kualitas Sistem
Penggunaan
SIPKD Kinerja Individu
3.3 Hipotesis
H1 :Kualitas kolaborasi berpengaruh positif pada penggunaan SIPKD
H2 :Kualitas informasi berpengaruh positif pada penggunaan SIPKD
H3 :Kualitas sistem berpengaruh positf pada penggunaan SIPKD
H4 :Penggunaan SIPKD berpengaruh positif pada kinerja individu.