• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Waktu dan Tempat Penelitian 3.1.1. Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di MTs N Karangsembung yang berada di desa Karangsembung kecamatan Karangsuwung kabupaten Cirebon. Objek penelitiannya adalah kelas VIII semester genap tahun ajaran 2015/2016

3.1.2. Waktu Penelitian

Waktu pelaksanaan penelitian yang diperlukan mulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap penulisan laporan diperkirakan sampai dengan empat bulan.

Dengan perincian dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.1

Jadwal Kegiatan Penelitian

No Kegiatan Penelitian

Bulan

Januari Februari Maret Apr Juni Juli

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 1 2 3 1 2 3 1 Persiapan

2 Uji Coba Instrumen 3 Proses KBM

4 Postes dan Angket 5 Pengumpulan Data 6 Analisis Data dan

Penyusunan Laporan 3.2. Metode dan Desain Penelitian

3.2.1. Metode Penelitian

Metode penelitian ini yaitu menggunakan data kuantitatif dengan sifat Eksperimen. Dalam penelitian ini, bentuk desain eksperimen yang digunakan adalah quasi experimental. Quasi Experimental adalah jenis eksperimen dimana peneliti

(2)

2

memerlukan kelompok eksperimen tetapi tidak memungkinkan diadakannya pengambilan subjek penelitian secara acak dari populasi yang ada karena subjek secara alami telah terbentuk dalam satu kelas (dalam Sugiono, 2010: 77). Quasi experimental tidak mengambil subjek secara acak dari populasi tetapi menggunakan seluruh subjek dalam kelompok yang utuh untuk diberi perlakuan. Tujuan dari penelitian eksperimen yaitu untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dengan kondisi terkendali. Oleh karena itu, penelitian in bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Possing dalam Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematika Siswa.

3.2.2. Desain Penelitian

Desain adalah sebuah istilah yang diambil dari kata “design”yang berarti perancangan atau rancangan. Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perancangan atau pelaksanaan penelitian, desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk control group post test-only design (dalam Azwar, 2012:

117). Bentuk desain penelitian tersebut yaitu : Ge – X1 O2

Gt – X2 O2 Gk – X3 O2 keterangan :

Ge = grup atau kelompok eksperimen 1 Gt = grup atau kelompok eksperimen 2 Gk = grup atau kelompok eksperimen 3 R = prosedur randomisasi kelompok

X1 = selalu diberikan perlakuan model pembelajaran problem possing X2 = tidak selalu diberikan perlakuan model pembelajaran problem possing X1 = selalu diberikan perlakuan model pembelajaran problem possing O2 = pengukuran terhadap variabel dependen

Sesuai dengan desain penelitian yang digunakan, penelitian ini melibatkan tiga kelas. Ketiga kelas ini dipilih dengan prosedur rendomisasi karena setara. Dalam hal ini, kelas VIII A sebagai kelas eksperimen akan selalu mendapat perlakuan berupa penerapan model pembelajaran problem possing, kelas VIII B jarang mendapatkan

(3)

3

perlakuan model pembelajaran problem possing, dan kelas VIII D tidak samasekali mendapat perlakuan model pembelajaran problem possing .

Desain penelitian merupakan semua proses yang diperlukan dalam perancangan atau pelaksanaan penelitian. Sehingga langkah-langkah penelitian yang digunakan menurut Suharsimi Arikunto (Toto Syatori Nasehuddien, 2008:21-22) terdapat 11 langkah yang digambarkan dalam bagan sebagai berikut :

Langkah 4

Merumuskan Anggapan Dasar Langkah 1

Memilih Masalah Langkah 2 Studi Pendahuluan

Langkah 3 Merumuskan Masalah

Langkah 4a Hipotesis Langkah 5

Memilih Pendekatan/metode

Langkah 6a Menentukan Variabel

Langkah 6b Menentukan Sumber

Data Langkah 7

Menentukan dan menyusun instrumen

Langkah 8 Mengumpulkan Data

Langkah 9 Analisis Data

Langkah 10 Menarik Kesimpulan

Langkah 11 Menyusun Laporan

(4)

4

Bagan 3.1 Arus Kegiatan Penelitian

Adapun Proses tersebut meliputi tahapan-tahapan sebagai berikut : a. Tahapa persiapan meliputi :

1) Memilih masalah dan judul penelitian 2) Studi pendahuluan yang tujuannya untuk :

a) Mengetahui penelitian yang pernah dilakukan dan beberapa variabelnya sama dengan variabel yang akan diteliti dan nantinya sebagai bahan penelitian yang relevan; dan

b) Mengetahui teori-teori/konsep-konsep/pendapat para pakar di bidang yang akan diteliti. Data-data tersebut nantinya akan dijadikan bahan penelitian tentang deskripsi teoritik.

3) Menyusun proposal, daftar seminar, seminar, revisi proposal sesuai arahan narasumber kemudian meminta ACC kepada narasumber 4) Daftar untuk meminta SK penunjukan pembimbing dan penelitian

5) Konsultasi dengan pembimbing beserta pengajuan IPD untuk uji coba, revisi IPD, dan ACC

6) Mendatangi Lembaga sasaran penelitian, dengan maksud menyerahkan surat pengantar pada pihak lembaga MTs N Karangsembung, dan

7) Mengolah data menguji validitas dan reliabilitas IPD, konsultasi dengan pembimbing, revisi, dan ACC pembimbing;

b. Tahap pelaksanaan/pengumpulan data, yaitu melaksanakan proses pembelajaran matematika pada pokok bahasan Lingkaran di kelas VIII A, VIII B, dan VIII D sebagai kelas eksperimen yang dalam pembelajarannya mendapat perlakuan berupa penerapan model pembelajaran problem possing, jarang mendapatkan perlakuan model pembelajaran problem possing, dan tidak samasekali mendapat perlakuan model pembelajaran problem possing. Kemudian melaksanakan tes akhir (post test) serta mengumpulkan data hasil tes tersebut.

c. Tahap pengolahan data, menghitung data baik manual/computerize (Excel, SPSS, dsb) dan menarik kesimpulan sementara. Dikatakan sementara karena kesimpulan pada tahap ini hanya mencocokkan dan memeriksa kesesuain hasil perhitungan dengan rumus-rumus yang telah disebutkan pada Bab III (teknik analisis data). Selain itu juga untuk mengetahui kesesuaian dengan rumusan masalah.

(5)

5

d. Tahap penyusunan, yaitu tahap terakhir dalam penalitian yakni menyusun laporan secara lengkap dari Bab I sampai dengan Bab V beserta lampiran-lampirannya.

3.3. Populasi dan Sempel 3.3.1. Populasi

Menurut Sudjana (1996: 6) populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran kuantitatif maupun kualitatif maengenai karakteristik tertentu dari semua angota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya. Populasi juga diartikan sebagai keseluruhan objek penelitian (dalam Arikunto, 2010: 173).

Populasi dibedakan menjadi dua macam yaitu populasi target dan populasi terjangkau. Populasi target adalah keseluruhan dari objek penelitian sedangkan populasi terjangkau adalah bagian dari populasi target (dalam Nasehuddien, 2011: 121).

Berdasarkan definisi tersebut maka populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs di seluruh Indonesia. Sedangkan populasi terjangkaunya adalah seluruh siswa kelas VIII MTs N Karangsembung Cirebon yang berada di Desa Karangsembung kecamatan Karangsuwung kabupaten Cirebon Tahun Ajaran 2015/2016 yang terdiri dari rombongan belajar, yaitu:

Tabel 3.2

Jumlah Siswa Kelas VIII

NO KELAS JUMLAH SISWA

1 VIII A 45

2 VIII B 47

3 VIII C 44

4 VIII D 45

5 VIII E 45

6 VIII F 46

7 VIII G 44

JUMLAH 316

Sumber: TU MTs N Karangsembung Tahun Ajaran 2015 / 2016

(6)

6 3.3.2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi (Riduwan, 2005: 56). Sempel merupakan bagian dari populasi dan memiliki ciri-ciri yang dimiliki oleh populasinya.

Dari populasi yang ada maka perlu diambil sampel untuk memudahkan penelitian. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Cluster random sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan tidak memilih-milih individu sebagai populasi melainkan rumpun atau cluster. Adapun yang menjadi rumpun populasi adalah setiap rombongan belajar diambil peneliti adalah kelas VIII semester genap tahun ajaran 2014/2015, dan kemudian akan dipilih tiga rombongan belajar dengan cara diundi, didapat tiga kelas sebagai kelas eksperimen.

Kelas yang dijadikan sampel penelitian yaitu kelas VIII-A dengan jumlah siswa 45 orang, kelas VIII –B dengan jumlah siswa 47 orang, dan kelas- VIII-D dengan jumlah siswa 45 orang.

3.4. Teknik Pengumpulan Data 3.4.1. Instrumen penelitian

Instrumen penelitian menurut Suharsimi Arikunto (2010: 160) adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data agar digunakan oleh peneliti pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis.

Berdasarkan judul proposal ini tentang Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Possing dalam Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematika Siswa (Studi Eksperimen di MTs N Karangsembung Cirebon), dapat diketahui bahwa penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu : Penerapan Model Pembelajaran Problem Possing variabel (X) dalam Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematika Siswa (Studi Eksperimen di MTs N Karangsembung Cirebon) (Y).

a) Variabel sikap siswa terhadap penerapan Model Pembelajaran Problem Possing (X) Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang diberikan kepada kelas eksperimen untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap

(7)

7

pembelajaran matematika dengan menggunakan model Pembelajaran Problem Possing. Pelaksanakan tes dilakukan di akhir pertemuan setelah kelas eksperimen selesai mendapat perlakuan penerapan model Pembelajaran Problem Possing.

b) Variabel Kemampuan Penalaran Matematika Siswa (Y)

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan tes objektif yang digunakan untuk mengukur kemampuan penalaran matematika siswa di semua kelas eksperimen. Pelaksanakan tes dilakukan di akhir pertemuan setelah kelas eksperimen selesai mendapat perlakuan.

3.4.2. Definisi Konseptual

1. Efektivitas penerapan Model Pembelajaran Problem Possing (X)

Problem Possing merupakan suatu suatu model pembelajaran yang mewajibkan para siswa untuk pengajuan soal atau pembentukan soal yang dilakukan oleh siswa dengan cara membuat soal tidak jauh beda dengan soal yang diberikan oleh guru ataupun dari situasi dan pengalaman siswa itu sendiri.

2. Kemampuan Penalaran Matematika Siswa (Y)

Penalaran merupakan salah satu kompetensi dasar matematik disamping pemahaman, komunikasi dan pemecahan masalah. Penalaran adalah proses berfikir yang dilakukan dengan satu cara untuk menarik kesimpulan. Materi matematika dan penalaran matematika merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Materi matematika dipahami melalui penalaran, dan penalaran dipahami dan dilatihkan melalui belajar matematika.

3.4.3. Definisi Operasional

1. Efektivitas penerapan Model Pembelajaran Problem Possing (X)

Pengaruh metode Problem Possing merupakan skor total yang diperoleh dari hasil pengisian angket yang dilakukan secara tertulis.

2. Kemampuan Penalaran Matematika Siswa (Y)

Cara untuk mengukur kemampuan Penalaran Matematis siswa ini yaitu dengan menyebarkan tes soal-soal Penalaran yang objektif kepada kelas eksperimen.

3.4.4. Kisi-kisi Instrumen

Kisi-kisi instrumen merupakan pandangan untuk menyelesaikan penyusunan instrumen pengumpulan data. Kisi-kisi instrumen digunakan untuk menyusun instrumen pengumpulan data dan penyusunan tersebut meliputi teori dan indikator.

(8)

8

Kisi-kisi instrumen disusun sebagai acuan peneliti dalam menyusun instrumen pengumpulan data. Penyusunan tersebut berdasarkan pada teori yang melandasinya dan aspek/indikator yang telah diuraikan pada Bab II. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran B halaman 140

a) Variabel Model Pembelajaran Problem Possing

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis atau pernyataan yang harus digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi Arikunto, 2010 : 151), maka pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan Model Pembelajaran Problem Possing yaitu dengan menyebarkan angket. Dalam hal ini, pokok-pokok masalah diuraikan ke dalam 20 item pernyataan dengan lima pilihan alternatif jawaban yang disajikan dalam bentuk checklist dengan menggunakan skala likert (Azwar, 2012:

99) yang terdiri dari lima option yaitu : a. Sangat setuju (SS)

b. Setuju (S) c. Netral (N)

d. Tidak setuju (TS)

e. Sangat tidak setuju (STS).

Adapun cara pemberian skor skala likert (Mardapi, 2008: 163) terhadap pilihan jawaban adalah sebagai berikut:

1. Pernyataan positif

a. Untuk jawaban Sangat setuju (SS) diberi nilai 5 b. Untuk jawaban Setuju (S) diberi nilai 4

c. Untuk jawaban Netral (N) diberi nilai 3

d. Untuk jawaban Tidak setuju (TS) diberi nilai 2

e. Untuk jawaban Sangat tidak setuju (STS) diberi nilai 1 2. Pernyataan negatif

a) Untuk jawaban Sangat setuju (SS) diberi nilai 1 b) Untuk jawaban Setuju (S) diberi nilai 2

c) Untuk jawaban Netral (N) diberi nilai 3

d) Untuk jawaban Tidak setuju (TS) diberi nilai 4

e) Untuk jawaban Sangat tidak setuju (STS) diberi nilai 5

(9)

9 Tabel 3.3

Kriteria Indikator Angket

No. Prosentase Kriteria

1 0-20 Sangat Rendah

2 21-40 Rendah

3 41-60 Cukup

4 61-80 Tinggi

5 81-100 Sangat Tinggi

b) Variabel Kemampuan Penalaran Matematika Siswa

Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa dilakukan dengan melaksanakan tes (evaluasi) terhadap seluruh responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Tes disini digunakan untuk mengukur kemampuan penalaran matematika siswa. Instrumen tes hasil belajar yang dibuat sebanyak 10 butir soal dalam bentuk essay yang mengukur aspek kognitif dengan kategori pengetahuan (C1), pemahaman (C2) dan aplikasi (C3).

Tabel 3.4

Interpretasi Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Prosentase Kriteria

90-100 Baik Sekali

80-89 Baik

70-79 Lebih dari Cukup

60-69 Cukup

50-59 Kurang

40-49 Kurang Sekali

0-39 Gagal

(dalam Arikiunto 2006: 249) 3.4.5. Uji Validitas

Menurut Arikunto (2010 : 72) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu intrumen. Dan suatu intrumen

(10)

10

dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara cepat. Validitas tes dan angket ditentukan dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment angka kasar yang menurut Suherman dengan rumus:

= ∑ (∑ )(∑ )

√( ∑ (∑ ) )( ∑ (∑ ) )

Keterangan:

N = banyaknya peserta tes (Responden) X = skor item

Y = skor total

= koefisien korelasi antara variabel X dan Y

Klasifikasi interpretasi koefisien korelasi adalah sebagai berikut:

Tabel 3.5

Klasifikasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,90 – 1,000 Sangat baik

0,70 – 0,90 Baik

0,40 – 0,70 Cukup

0,20 – 0,40 Rendah

0,00 – 0,20 Sangat Rendah

< 0,00 Tidak Valid

Perhitungan validitas instrumen dalam penelitian ini dengan jumlah uji coba sebanyak 38 siswa dengan taraf signifikansi 5% didapat rtabel = 0,320. Hasil perhitungan rxy dibandingkan dengan rtabel Product Moment dengan taraf signifikansi 5% jika rxy >

rtabel maka item tersebut valid. Untuk menguji perhitungan validitas instrumen peneliti menggunakan bantuan program Microsoft Excel 2007.

Berdasarkan perhitungan hasil uji validitas instrumen tes hasil belajar matematika siswa diketahui bahwa 10 butir soal essay yang diajukan, ternyata didapat 2 butir soal

(11)

11

yang dinyatakan tidak valid yaitu nomor 4 dan 6. Butir soal yang dianggap valid terdapat 8 butir, yaitu 1, 2, 3, 5, 7, 8, 9 dan 10

(untuk lebih jelas lihat pada lampiran C.2 halaman 160

3.4.6. Uji Reliabilitas

Realibilitas menunjukan pada suatu suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Arifin mengungkapkan bahwa reliabilitas adalah derajat konsistensi dari suatu instrumen (2009:258). Hasil pengukuran itu harus tetap sama (relatif sama) jika pengukurannya diberikan pada subjek yang sama meskipun dilakukan oleh orang yang berbeda, dan tempat yang berbeda pula, tidak terpengaruh oleh situasi, pelaku dan kondisi. Untuk mengukur reliabilitas tes bentuk essay dan angket menggunakan formula Alpha Cronbachsebagai berikut :

r11 = 

 

 





2

2

1 1 t

i

S S n

n (Siregar, 2011 : 176)

Keterangan :

r11 = koefisien reliabilitas n = banyaknya soal

2

Si

 = jumlah varian skor St2 = varians skor total

Sedangkan untuk menghitung varians item digunakan rumus :

=

( )

(Ating Somantri, 2006:48) Keterangan:

xi = skor tiap butir soal N = banyaknya sampel

Menurut Erman Suherman (2005:139), Klasifikasi interpretasi derajat reliabilitas menurut Guilford adalah sebagai berikut :

Tabel 3.6

Klasifikasi Koefisien Reliabilitas

(12)

12

Nilai Kriteria

0,81 < rhitung ≤ 1,00 Sangat Tinggi 0,61 < rhitung ≤ 0,80 Tinggi

0,41 < rhitung ≤ 0,60 Sedang 0,21 < rhitung ≤ 0,40 Rendah

0,00 < rhitung ≤ 0,20 Sangat Rendah

Nilai uji reliabilitas r11 selanjutnya akan dibandingkan dengan rtabel. Jika nilai hitung r11 lebih besar dari rtabel maka instrumen dinyatakan reliabel dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data. Dalam perhitungan ini, penulis menggunakan SPSS versi 20.0.

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh bahwa reliabilitas soal tes yang diuji cobakan bernilai 0,731. Dengan demikian taraf kepercayaan dari soal memiliki reliabilitas/taraf kepercayaan tinggi.

Untuk selengkapnya dapat dilihat pada lampiran C.3 halaman 162 3.4.7. Indeks Kesukaran

Untuk mengetahui tingkat kesukaran butir soal dilakukan dengan cara melihat proporsi yang benar untuk soal tersebut. Tingkat kesukaran bias dinyatakan dalam bentuk angka yang disebut indeks kesukaran.

Menurut Arifin (2009 : 266), perhitungan indeks kesukaran adalah pengukuran seberapa besar drajat kesukaran suatu soal. Bilangan yang menunjukan sukar dan mudahnya suatu soal disebut indeks kesukaran (difficulty index). Soal dengan indeks kesukaran 0,0 menunjukan bahwa soal itu terlalu sukar, sebaliknya indeks 1,0 menunjukan bahwa soal itu terlalu mudah. Rumus mencari indeks kesukaran adalah sebagai berikut :

M =

dilanjutkan dengan IK = Keterangan :

IK = Indeks Kesukaran B = Jumlah skor siswa JS = Jumlah peserta tes

(13)

13 M = Mean / rata-rata

S = Bobot skor soal

Kriteria indeks kesukaran yang digunakan adalah :

Tabel 3.7

Klasifikasi Koefisien Indeks Kesukaran No. Nilai Daya

Pembeda Interpretasi

1 IK = 0,00 Sangat sukar

2 0,00 < IK≤ 0,30 Sukar 3 0,30 < IK ≤ 0,70 Sedang 4 0,70 < IK ≤ 1,00 Mudah

5 IK = 1,00 Sangat mudah

Peneliti menguji indeks kesukaran dengan menggunakan bantuan program Microsoft Excel 2007. Dari hasil perhitungannya diperoleh beberapa kriteria soal, yaitu untuk soal nomor 1, 2, 6, 8 dan 10 dengan kategori mudah, untuk soal nomor 3, 5, 7 dan 9 dengan kategori sedang dan soal nomor 4 untuk kategori sukar.

(Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran C4 halaman 164)

3.4.8. Daya Pembeda

Perhitungan daya pembeda adalah pengukuran sejauh mana suatu butir dapat membedakan peserta didik yang sudah menguasai kompetensi dengan peserta didik yang belum/kurang menguasai kompetensi (Arifin, 2009 : 273) Untuk menentukan daya pembeda suatu soal harus diurutkan dari siswa yang menjawab paling sedikit sampai ke yang paling banyak, setelah itu membagi jawaban siswa tersebut kedalam dua kelompok, yaitu kelompok atas dan kelompok bawah. Setelah terurut maka dapat di tentukan daya pembeda soal itu dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

DP =

(Suherman,2009 : 160) Keterangan :

DP = Daya Pembeda

(14)

14

JBA = Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal benar JBB = Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal benar JSA = Skor maksimal ideal

Klasifikasi interpretasi yang digunakan untuk menentukan daya pembeda adalah:

Tabel 3.8

Klasifikasi Koefisien Daya Pembeda No. Nilai Daya Pembeda Interpretasi

1 0,00 ≤ DP ≤ 0,20 Jelek

2 0,20 ≤ DP ≤ 0,40 Sedang

3 0,40 ≤ DP ≤ 0,70 Baik

4 0,70 ≤ DP ≤ 1,00 Baik sekali

Peneliti menggunakan daya pembeda dengan menggunakan bantuan program Microsoft Excel 2007. Dari hasil perhitungannya diperoleh daya pembeda untuk soal nomor 1, 5 dan 7 dengan kriteria soal baik, untuk soal nomor 2, 3, 8 dan 10 dengan kriteria soal cukup, untuk soal nomor 6 dan 9 dengan kriteria soal jelek dan untuk soal nomor 4 dengan kriteria soal sangat jelek. (Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran C.5 halaman 165

Tabel 3.9

Rekapitulasi Hasil Analisis Uji Coba Instrumen Tes

No Validitas Indeks

kesukaran Daya Pembeda

Keterangan rxy Kriteria IK Kategori DP Kategori

1 0,676 Valid 0,732 Mudah 0,54 Baik Diterima 2 0,663 Valid 0,805 Mudah 0,32 Cukup Diterima 3 0,5 Valid 0,811 Mudah 0,36 Cukup Diterima 4 0,275 Tidak

Valid

0,205

Sukar 0,08 Sangat

Jelek Ditolak 5 0,57 Valid 0,695 Sedang 0,42 Baik Diterima 6 0,267 Tidak

Valid

0,358

Sedang 0,12 Jelek Ditolak 7 0,787 Valid 0,611 Sedang 0,42 Baik Diterima 8 0,498 Valid 0,726 Mudah 0,34 Cukup Diterima 9 0,458 Valid 0,542 Sedang 0,18 Jelek Diterima 10 0,619 Valid 0,742 Mudah 0,34 Cukup Diterima

(15)

15 3.4.9. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data ialah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data (Riduwan, 2005: 52). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua teknik, yaitu :

a. Angket

Angket (Questionnaire) adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yeng bersedia memberikan respons (responden) sesuai dengan permintaan peneliti (Erman Suherman, 2005:52). Adapun angket atau kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup, yaitu kuesioner yang sudah ada jawabannya, sehingga responden tinggal memilih jawaban yang sudah tersedia.

Dalam hal ini, penulis membuat sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang pengaruh metode guided discovery dengan menggunakan teknik tournament belajar.

b. Tes

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Suharsimi Arikunto, 2006 : 150). Tes ini dibuat sendiri oleh peneliti pada pokok bahasan trigonometri dalam bentuk uraian.

Tes dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data mengenai hasil belajar matematika siawa sebagai variabel Y, dengan jumlah soal sebanyak 7 soal uraian

3.5. Teknik Analisis Data

Setelah semua data terkumpul, maka tahapan selanjutnya adalah menganalisis data untuk mencari hasil dari keefektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Possing dalam Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematika Siswa. Adapun langkah-langkah untuk menganalisis data sebagai berikut :

3.5.1. Uji Prasyarat Analisis

(16)

16 a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menentukan apakah sampel yang dipilih berdistribusi normal atau tidak. Untuk mengetahuinya diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Perumusan hipotesis

Ho : data berasal dari populasi normal Ha : data bukan berasal dari populasi normal

2) Statistik uji

Dalam penelitian ini, statistik uji yang digunakan adalah uji Kolmogorov-Smirnov menggunakan bantuan program SPSS 20 dengan taraf signifikasi 5%.

3) Kriteria Pengujian

Jika nilai probabilitas (sig.) < 0,05 maka H0 ditolak Jika nilai probabilitas (sig.) > 0,05 maka H0 diterima 4) Pengambilan Keputusan

Dengan mengambil taraf signifikasi α sebesar 5% maka H0 ditolak jika nilai probabilitas (sig.) < 0,05. H0 diterima jika probabilitas (sig.) > 0,05.

5) Kesimpulan

H0 diterima atau ditolak b. Uji Homogenitias

Untuk melakukan pengujian homogenitas diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Perumusan hipotesis

Ho : varian tiga populasi adalah sama (homogen) Ha : varian iga populasi tidak sama (heterogen) Secara matematik ditulis

Ho : = homogen Ha : ≠ heterogen 2) Statistik uji

Dalam penelitian ini, statistik uji yang digunakan adalah statistik Leven’s menggunakan bantuan program SPSS 20 dengan taraf signifikasi 5%.

(17)

17 3) Kriteria Pengujian

Jika nilai probabilitas (sig.) < 0,05 maka H0 ditolak Jika nilai probabilitas (sig.) > 0,05 maka H0 diterima 4) Pengambilan Keputusan

Jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima, artinya varian dua populasi homogen. Jika signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak, artinya varian dua populasi heterogen.

5) Kesimpulan

H0 diterima atau ditolak a. Uji F atau ANOVA.

Statistik uji yang digunakan adalah uji F atau ANOVA. Asumsi normalitas dan homogenitas varians data diabaikan karena ANOVA memiliki sifat “robust”. Tidak menjadi masalah serius jika normalitas dan homogenitas varians tidak ditunjukkan, untuk ukuran sample pada setiap kelompok sama ( n1 = n2 = n3

3.6. Hipotesis Statistik

Menurut Siregar (2010: 156), hipotesis statistik adalah hipotesis operasional yang diterjemahkan ke dalam bentuk angka-angka statistik sesuai dengan alat ukur yang dipilih oleh peneliti. Hipotesis statistik yang diajukan dalam penelitian ini adalah : Ho : µa = µb = µc

Ha :Tidak semua µ sama Keterangan :

µa = Rata-rata hasil beajar siswa yang dalam proses pembelajarannya selalu menggunakan model pembelajaran problem possing.

µb = Rata-rata hasil beajar siswa yang dalam proses pembelajarannya kadang-kadang menggunakan model pembelajaran problem possing.

µc = Rata-rata hasil beajar siswa yang dalam proses pembelajarannya tidak pernah menggunakan model pembelajaran problem possing.

Referensi

Dokumen terkait

Perhitunga tebal lapis perkerasan menggunakan metode Bina Marga 1987 dan ASSHTO 1986 ( American Association of State Highway Traffic Officials ) dengan umur

[r]

Simpulan: Ekstrak daun kemangi ( Ocimum sanctum L.) memiliki efektivitas dalam menghambat pertumbuhan Neisseria gonorrhoeae secara in vitro pada konsentrasi 80%

Berdasarkan uraian tersebut maka masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah “Apakah elemen ekuitas merek yang terdiri dari kesadaran merek, kesan kualitas, asosiasi

[r]

Hal ini terlihat dari masih terdapat beberapa guru yang terlambat mengikuti upacara pagi, guru yang telat masuk kelas walaupun jam pelajaran telah di mulai, guru

Sehingga akhirnya dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di dalam Microsoft Visual Basic 6.0 maka, dapat dibuat sebuah program sederhana yang

PENERAPAN MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN PENGENALAN ANGKA 0-9 UNTUK ANAK USIA DINI DI TK BAYANGKARA SERANG BANTEN.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu