• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini penyusun akan menjelaskan pembahasan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dengan demikian menghasilkan pembahasan yang dapat menjawab permasalahan pada penelitan ini.

A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Berdirinya Mezora

Mezora berasal dari bahasa Bosnia yang artinya Fajar “Menyambut Mentari Pagi dengan penuh Semangat. Mezora Busana Gamis & Hijab adalah sebuah retail busana muslim dari Perusahaan Busana Muslim Terbesar Di Indonesia yaitu Shafira Corporation. Sudah hampir setahun didirikan sejak 2013, hingga pada tahun 2014 Mezora telah sukses membuka toko resminya kurang lebih 30 toko yang tersebar diseluruh penjuru tanah air. Rencananya, Mezora juga masih akan terus mengembangkan sayapnya dengan membuka toko-toko baru di tahun mendatang sebagai alternatif busana muslim yang terjangkau dan berkualitas baik.

Mezora merupakan salah satu brand yang dikelola oleh Shafco Enterprise, sebuah holding company yang bergerak dalam bidang Muslim fashion sejak tahun 1989 dengan brand pertamanya Shafira.

Menurut pendiri PT Shafco Enterprise yang memayungi brand Mezora Zoya, Shafira, serta Encyclo, Feny Mustafa adalah wanita di balik sukses merek busana muslimah modern Shafira selama 25 tahun mengembangkan sayapnya dengan 24 gerai di berbagai wilayah di Indonesia. Feny yang pandai bergaul alias supel ini pun meyakini hal penting lainnya sebagai pondasi awal bisnis, yaitu networking atau jaringan. Hubungan yang akrab dengan keluarga maupun teman- temannya diakui Feny turut menjadi soko guru keberhasilan bisnisnya hingga seperti sekarang Kini, para pencinta busana muslim pasti cukup akrab dengan merek Shafira. Berangkat dari kepedulian manajemen dan keluarga besar Shafira Grup, pada tahun 2002 dibuatlah Program Shafira Peduli Anak Bangsa yang dikelola oleh Departemen HRD. Program beasiswa, santunan anak yatim-piatu dan bantuan kemanusiaan menjadi perhatian utama program ini.

(2)

Keunggulan lain dari Mezora adalah memiliki Brand Ambassador yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, yaitu Annisa Tri Hapsari. Annisa memang memilih Mezora untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Menurutnya, busana dan hijab Mezora sangat nyaman, terlebih saat cuaca panas, bahannya sangat menyerap keringat. Mezora sebagai salah satu brand busana muslim favorit di Indonesia, meluncurkan koleksi kerudung segi empat terbarunya. Terinspirasi dari beberapa kota di Indonesia, Mezora menampilkan motif-motif unik dengan warna yang cantik dan unik.

Salah satunya adalah Koleksi yang terinspirasi dari Kota Kembang, Bandung. Koleksi ini menampilkan motif bunga-bunga cantik dengan berbagai bentuk dan warna. Tersedia dalam 5 warna yang berbeda koleksi kerudung Mezora terbaru ini dijual hanya dengan Rp 50.000 Serta berbagai produk pakaian muslim dan muslimah dengan harga terjangkau. Mulai dari hijab, atasan, dan bawahan untuk wanita, serta koko untuk para pria. Koleksi yang tersedia antara lain : gamis, bergo, jaket, hijab, inner, dan tunik. Untuk harga sebuah bergo berkisaran mulai dari Rp 50.000 hingga Rp. 80.000. Tak hanya itu, beragam ciput dan aksesori lain pun kemudian ikut diproduksi. Sedangkan manset, ciput, dan aksesori lain mulai Rp 10.000 Rp 70.000.

Pada saat ini toko atau store Mezora sudah banyak di buka di seluruh kota- kota besar Indonesia seperti Medan, Jakarta, Depok, Tangerang, Bogor, Bandung, Balikpapan, Banjarmasin, Garut, Surabaya, Makassar, Purwakarta, Samarinda, Tegal, dan Yogyakarta. Selain membuka toko/store offline di kota tersebut, Mezora juga membuka toko online atau online store/shop untuk dapat menjangkau pelanggan-pelanggan sehingga pelanggan tersebut dapat membelinya secara online.

Mezora juga memposisikan diri sebagai brand yang menjadi solusi bagi pemakai hijab. Saat awal berjilbab, perempuan biasanya khawatir wajahnya akan jadi terlihat tua, gemuk, tidak modis, dan tak cantik lagi. Untuk menjawab tantangan itu, Mezora mengeluarkan kerudung instan yang mampu mengakomodasi semua bentuk wajah. Jadi masing-masing bentuk wajah ada bergonya sendiri serta dapat dipadu padan dengan gaya kesukaan.

Memproduksi kerudung instan yang up to date, kerudung besar dengan konsep instan yang didesain secara modis dan modern, kerudung segi empat, serta selendang. Selain menerapkan konsep ringan baik secara desain maupun pilihan

(3)

bahan, pilihan warnanya pun lebih beragam.Awalnya, sebagian besar bahan baku masih mengimpor. Mezora memberikan produk yang nyaman, berkualitas, tapi harganya terjangkau. Kelebihan Mezora antara lain terletak pada kainnya. Kain ini ia buat sendiri dan diuji coba selama bertahun-tahun, sampai akhirnya didapatkan bahan kain yang disukai pasar. ((https://www.mezora.co.id) diaskes pada tanggal 15 November 2017)

2. Visi dan Misi Mezora “Busana & Hijab” Yogyakarta A. Visi

a. Menjadi organisasi filantropi kelas dunia yang fokus pada upaya pembangunan masyarkat mandiri dan berdaya melalui aktivitas pendidikan, kewirausahaan dan keuangan

b. Menjadi penjual pakaian dan perlengkapan muslimah terlengkap di Indonesia dan memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen.

B. Misi

a. Melakukan pemberdayaan masyarakat prasejahtera melalui program- program pendidikan, kewirausahaan dan keuangan

b. Menciptakan lingkungan yang aman, menghargai, dan kondusif bagi optimalnya peran, fungsi, perkembangan dan kedudukan (eksistensi) Ibu, wanita, anak dan warga senior

c. Menjalin relasi dan bersinergi dengan lembaga sejenis, organisasi bisnis, pemerintah dan masyarakat luas untuk mewujudkan visi Shafira Foundation & visi bersama

((https://www.mezora.co.id) diaskes pada tanggal 15 November 2017) 3. Tujuan, Sasaran serta Struktur Organisasi Mezora Yogyakarta

Dalam menjalankan usahanya Mezora mempunyai Tujuan dalam mendirikan usahanya, adapun tujuan didirikan Mezora, dalam hasil penelitian dilapangan ditemukan informasi dalam wawancara sebagai berikut “Tujuan didirikan Mezora sampai sekarang ini gak cuma mencari keuntungan, karena kami bisnis islam. Disini juga semuanya halal dan berkah, Karena banyak ya diluar sana bisnis yang tidak berdasarkan nilai-nilai islami dan akhirnya terjerat riba, saya sih meyakini bahwa rezeki sudah ada yang mengatur ko”

(4)

Sasaran dan Stuktur Organisasi Mezora diungkapkan Oleh Mas Putera selaku CO yang memahami betul kebutuhan pelanggannya, adapun dalam wawancara menuturkan “Untuk sasaran kita tidak hanya untuk kalangan remaja puteri atau anak muda saja, tapi disini juga banyak pilihannya untuk bapak-bapak dan Remaja Putera seperti baju koko juga ada disini, jadi siapapun bisa datang, selain itu struktur organisasi di Mezora terdiri dari CEO, General Manager, Sales Manager, Supervisor Area, CO, dan MPV mba, kalau tugas CEO itu sendiri mengawasi jalannya perusahaan, misalnya kalau ada kendala ya pasti CEO yang ngurus ini”.

Gambar 1.1

Struktur Organisasi Mezora Yogyakarta

Penentuan struktur organisasi di Mezora sangat penting untuk memperjelas dan mempertegas. Bila digambarkan dalam bagian organisasi. Jadi dengan struktur organisasi akan terarah dari masing-masing bagian sekaligus dapat mengetahui tugas- tugas yang menjadi tanggung jawab pada setiap pegawai.

CEO

General Manager (GM)

Sales Manajer (SM)

Supervisor Area (SPV)

Chiff Operation (CO)

Muslim Fashion Advision (MFA)

(5)

Sumber : Dokumentasi Mezora Yogyakarta

Dalam setiap usaha perlu adanya pembagian tugas atau tanggung jawab dari masing-masing divisi. Dengan tujuan untuk melaksanakan tugas secara efektif dan efisien sesuai dengan keahlian dan kemampuan masing masing manusia.

Pembagian tugas di Mezora adalah sebagai berikut:

1. CEO (Chief Executive Officer)

a. Merencanakan, mengelola segala aktivitas fungsional bisnis b. Mengelola perusahaan sesuai dengan tujuan strategi perusahaan

c. Mengidentifikasi dan meningkatkan performa operasional perusahaan dengan cara memotivasi berbagai divisi pada perusahaan

d. Membuat kebijakan, prosedur dan standar pada organisasi perusahaan 2. General Manager (GM)

a. Merencanakan dan mengontrol kebijakan perusahaan agar dapat berjalan dengan maksimal

b. Merencanakan dan meneksekusi rencana strategis perusahaan jangka menengah dan jangka panjang

c. Memastikan setiap divisi melakukan strategi perusahaan dengan efektif dan optimal

3. Sales Manajer (SM)

a. Menyusun rencana personalia

b. Menyusun rencana merchandising & promosi

c. Mendelegasikan tugas dan wewenang secara jelas kepada bawahan 4. Supervisor Area (SPV)

a. Membuat Job Deskription untuk Staf bawahannya b. Memberi motivasi atas hasil kerja staf

c. Membuat jadwal kegiatan kerja untuk karyawan 5. Chiff Operation Officer (CO)

a. Mengatur jalannya perusahaan

b. Bertindak sebagai penghubung antara karyawan dan CEO c. Mengatur bisnis inti

(6)

6. Muslim Fashion Advision (MFA)

a. Mengontrol dan mengecek barang yang baik ataupun rusak b. Membantu pelanggan dalam kegiatan pembelian

c. Menjaga barang dari tindakan merugikan usaha d. Memberikan pelayanan yang sopan dan ramah

(Hasil wawancara dengan CO Outlet Mezora Yogyakarta)

B. Peran Agen Terhadap Peningkatan Penjualan Perspektif Ekonomi Islam

Pada bagian ini akan dipaparkan jawaban atas pembahasan pertanyaan penelitian atau rumusan masalah. Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang usaha busana muslim, Mezora menggunakan Agen untuk mengoptimalkan operasional perusahannya, disisi lain Mezora juga menerapkan pemasaran Islami dalam setiap prosesnya yang berdasarkan karakteristik pemasaran Islami.

Berdasarkan dari hasil wawancara kepada informan yaitu, Manager serta Agen Mezora Yogyakarta, terdapat fungsi agen terhadap perusahaan yang meliputi fungsi pembelian, fungsi penjualan, fungsi pengambilan resiko, fungsi pengumpulan, fungsi penyimpanan, fungsi pengangkutan, fungsi pelayanan, penyebaran informasi serta bukti fisik berupa data penjualan mezora pada tahun 2015-2016. Hasil wawancara yang dilakukan pada tanggal 30 September 2017, berdasarkan hasil wawancara didapat informasi mengenai peran agen terhadap peningkatan penjualan Mezora Yogyakarta antara lain:

1. Fungsi Pembelian (Produk Mezora “Busana & Hijab”) Nama Informan 1 : Putera

Jabatan : CO Mezora Yogyakarta Nama Informan 2 : Ibu Indra Setiawati

Jabatan : Agen Mezora

Subjek pembahasan : mebahas tentang fungsi pembelian produk Mezora meliputi produk yang tersedia dan produk yang ditawarkan.

Fungsi pembelian merupakan usaha memilih barang – barang yang dibeli tersebut untuk dijual lagi atau untuk digunakan sendiri dengan harga, pelayanan

(7)

dari penjual dan kualitas tertentu. Produk yang ditawarkan Mezora sangat beragam hal ini dan berinovasi, hal ini bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan atau keinginan konsumen dalam mencari serta memenuhi kebutuhannya. Hal ini diketahui dalam hasil wawancara penyusun dengan mas putra (2017)

“Produk yang ditawarkan semuanya mba, ada busana muslim dari mulai gamis, tunik, pashmina, baju outer baju dalam, baju koko untuk pria, sarung, bahkan nanti akan ada peci, kerudung, bergo, kosmetik juga ada mba, dalaman kerudung, inner, banyak pilihan warna, model, panjang atau pendek juga lengkap. bisa custome model, kalo disini kualitasnya bagus bahan nya adem, nyaman dan enak dipake buat sehari-hari terus pilihan warnanya juga banyak dan cerah ada merah, pink, ungu atau hijau muda, ya biar memudahkan pelanggan sih”

Hal ini diperjelas oleh informan lain, Produk Mezora memiliki keunggulan dalam segi bahan dan kualitas berikut hasil wawancara penyusun dengan ibu (setiawati, 2017)

“produk dari Mezora itu kualitas nya bagus dan macam-macam, ada kerudung, pashmina, gamis, bergo, baju koko juga ada, daleman kerudung, tunik dan masih banyak lagi, harga juga murah terjangkau gak mahal terus desainnya juga banyak modelnya mengikuti tren masa kini jadi gak ketinggalan jaman, dan karena pilihan produk nya banyak jadi kalau belanja nggak itu-itu aja pilihannya”

Dari kesimpulan yang telah dipaparkan diatas Produk Mezora sangat bervariasi dan inovasi dari remaja hingga orang tua. Hal ini untuk memudahkan pelanggan dalam mencari dan memilih barang yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Selain itu keunggulan produk Mezora sangat mengedepankan kualitas bahan maupun model yang nyaman bagi pelanggan. Disamping itu Mezora juga menyediakan size yang lengkap untuk kebutuhan pelanggan.

2. Fungsi Penjualan (Produk Mezora “Busana & Hijab”) Nama Informan 1 : Putera

Jabatan : CO Mezora Yogyakarta Nama Informan 2 : Ibu Fatkhiyah Anaroh

Jabatan : Agen Mezora

(8)

Subjek pembahasan : mebahas tentang Fungsi Penjualan Produk dan sistem penjualan produk untuk agen.

Penjualan dilakukan oleh agen sebagai alat pemasaran bagi produsennya.

Fungsi penjualan ini sangat penting karena bertujuan menjual barang atau jasa yang diperlukan sebagai sumber pendapatan untuk menutup semua ongkos guna memperoleh laba. agen harus mengetahui sasaran-sasaran penjualannya, Jika barang-barang dibeli untuk dijual, maka harus ditentukan bahwa barang-barang tersebut akan terjual. Jadi, sebagai seorang penjual, perantara merupakan suatu yang penting dalam saluran distribusi.

Sedangkan sistem penjualan yang dilakukan oleh Mezora yaitu sebagaimana hasil wawancara yang dilakukan penyusun dengan mas (Putera, 2017)

“kalau sistem penjualan untuk agen itu, minimal pembelanjaan Rp 1.000.000,- net mendapatkan diskon 30% all item, itu diskon 30% hanya dikhususkan untuk agen saja mba, jadi setiap para agen belanja produk itu ya sudah otomatis mendapatkan diskon 30%, kalau untuk macam-macam produk yang dibeli oleh para agen biasanya tergantung kebutuhan masing-masing mba, jadi antara agen satu dengan yang lainnya pasti beda-beda belanjanya, biasanya disesuaikan dengan sasaran konsumennya masing-masing”.

Hal ini diperjelas oleh informa lain, berikut hasil wawancara penyusun dengan ibu (Anaroh, 2017)

“setiap pembelanjaan untuk agen itu pasti dikasih diskon 30% untuk all item mba, dengan minimal pembelanjaan Rp 1.000.000,- net, saya si seringnya belanja bergo, kerudung segi empat, ciput, pashmina, kadang mukena kalau model nya cocok, baju juga, tapi yang laku keras itu seringnya kerudung segi empat, saya juga belanja menyesuaikan permintaan konsumen dan yang paling sering dibeli/dicari oleh para konsumen”

kemudian ketika ditanyakan mengenai peran agen tersebut dalam meningkatkan penjualan mas (Putera, 2017) selaku CO Mezora mengatakan

“dengan adanya para agen ini sangat membantu perusahaan dalam peningkatan penjualan nya mba, karena kira-kira 60% penjualan outlet ini ya dari berasal dari para agen, kalau perbandingannya dengan perusahaan kira- kira bisa 70:30 atau 60:40 porsi nya, karena seiring berjalannya waktu, dan

(9)

banyak nya agen-agen baru perusahaan pun mengalami peningkatan penjualan terus menerus”

dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi penjualan produk mezora yaitu sebagai sumber untuk mencari keuntungan dan melayani kebutuhan para konsumen, berdasarkan kesimpulan dari hasil wawancara penyusun dengan CO Outlet Mezora Yogyakarta bahwa 60%-70% pendapatan outlet perbulannya berasal dari agen, hal ini berarti mezora sudah memaksimalkan fungsi penjualannya dengan baik. Selain itu pentingnya menyesuaikan sasaran penjualan agar tercipta nya pencapaian pendapatan yang optimal juga harus diperhatikan, guna tercapainya target penjualan yang telah ditentukan sebelumnya agar dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan.

3. Fungsi Pengambilan Resiko Nama Informan 1 : Putera

Jabatan : CO Mezora Yogyakarta Nama Informan 2 : Ibu Indra Setiawati

Jabatan : Agen Mezora

Subjek pembahasan : mebahas tentang fungsi pengambilan resiko yang dilakukan oleh pihak mezora terhadap masalah penyaluran barang kepada Agen.

Pengambilan resiko merupakan fungsi menghindari dan mengurangi resiko terhadap semua masalah dalam pemasaran, sehingga akan melibatkan beberapa fungsi yang lain. Dalam penyaluran barang-barang biasanya produsen ikut bertanggung jawab dalam pemindahan barang – barang dari produsen sampai kepada pengecer. Untuk itu, ia harus memelihara persediaan yang memadai agar pengecer selalu terlayani kebutuhannya. Sering juga pedagang besar mengambil hak milik atas barang – barang dan menawarkan kredit kepada pembelinya.

Dengan demikian ia menanggung segala resiko kerusakan dan keusangan barang.

Sebagaimana hasil wawancara penyusun dengan mas (Putera, 2017)

“ketika ada barang ditangan agen yang rusak atau cacat kami bertanggung jawab untuk menggantinya dengan yang baru kok mba, selagi ada stok nya di outlet, kalau ga ada biasanya nunggu sampai barangnya ada lagi”

(10)

Hal ini diperjelas oleh informa lain, berikut hasil wawancara penyusun dengan ibu (setiawati, 2017)

“biasanya kalau ada barang yang rusak itu langsung diganti dengan yang baru kok mba sama mezora nya, kita tinggal ngehubungin pihak sana nanti biasanya diganti dengan yang baru, tapi kalau kebetulan stok di outlet nya lagi kosong ya nunggu sampai barang nya ada, tapi ga lama ko mba biasanya”

Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa perusahaan mezora turut bertanggung jawab atas pengambilan produk rusak yang ada di tangan agen untuk kemudian di ganti dengan yang baru, hal tersebut termasuk fungsi pengambilan resiko dimana perusahaan menanggung segala resiko kerusakan barang yang dimiliki oleh agen tersebut.

4. Fungsi pengumpulan

Nama Informan 1 : Putera

Jabatan : CO Mezora Yogyakarta Nama Informan 2 : Ibu Fatkhiyah Anaroh

Jabatan : Agen Mezora

Subjek pembahasan : mebahas tentang fungsi pengumpulan, yaitu pengumpulan beberapa macam barang dari Mezora.

Fungsi pengumpulan sebagai alat penyaluran perantara melakukan fungsi pengumpulan barang-barang dari beberapa sumber, atau beberapa macam barang dari sumber yang sama. Fungsi pengumpulan yang dilakukan perantara ini sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi penyaluran, sebagaimana hasil wawancara penyusun dengan mas (Putera, 2017)

“untuk sistem pengumpulan barang itu disetiap outlet pasti memiliki gudang penyimpanan, fungsi nya ya untuk menjaga persediaan barang yang akan digunakan, serta barang yang sudah disimpan tersebut agar aman sampai ke tangan perantara hingga konsumen”

Hal ini diperjelas oleh informa lain, berikut hasil wawancara penyusun dengan ibu (Anaroh, 2017) “Kalau untuk sistem pengumpulan barang saya punya ruangan kecil itu khusus untuk barang-barang yang baru datang saya kumpulkan disitu semua untuk kemudian ditata di rak untuk dijual ke konsumen”

(11)

Sebagaimana yang dapat dilihat berdasarkan hasil wawancara penyusun dengan mas Putera selaku CO outlet mezora cabang yogyakarta bahwa fungsi pengumpulan barang yang dilakukan oleh mezora yaitu untuk penyimpanan barang dimana tujuannya yaitu untuk menjaga barang agar tetap aman sampai ke tangan Konsumen. Mezora menggunakan gudang penyimpanan sebagai tempat pengumpulan barangnya.

5. Fungsi penyimpanan

Nama Informan : Putera

Jabatan : CO Mezora Yogyakarta

Subjek pembahasan : mebahas tentang fungsi Penyimpanan barang/produk.

Fungsi penyimpanan ini menciptakan faedah atau kegunaan waktu karena melakukan penyesuaian antara penawaran dengan permintaannya. Apabila untuk barang-barang yang sifatnya mudah rusak perlu tempat penyimpanan khusus, misalkan buah-buahan, perlu disimpan dalam ruangan pendingin. Dengan penyimpanan memungkinkan bagi penjual untuk mengatur pemasaran sampai kondisi pasar menguntungkan. Penyimpanan dapat dilakukan dengan menggunakan gudang (tempat penyimpanan) sendiri atau menyewa gedung umum. Sebagaimana hasil wawancara penyusun dengan mas (Putera, 2017)

“kami mengelompokkan barang sesuai dengan jenis barang yang sama, misalkan untuk kerudung punya rak khusus kerudung, untuk busana juga punya rak khusus busana, aksesoris juga kami tempatkan di rak berbeda, dan kosmetik juga punya rak tersendiri, alasan kami mengelompokkan barang sesuai dengan jenisnya ya supaya lebih mudah dicari, jadi tidak tercampur dengan barang lainnya juga, selain itu tujuan lainnya juga supaya barang tetap dalam kondisi aman karena barang dalam kondisi tunggu untuk di distribusi kan”

“kami juga punya sistem penyimpanan barang tertentu atau sangat khusus, biasanya barang dengan kualitas tinggi kami simpan di tempat yang disiapkan khusus karena barang tersebut sifatnya lebih ringkih dan sensitif”

Dari hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa fungsi utama penyimpanan barang yaitu menempatkan barang dalam kondisi tunggu untuk di distribusikan dimana penyimpanan nya disesuaikan dengan karakteristik barang

(12)

tersebut. Mezora sebagai perusahaan busana dan hijab mengelompokan barangnya sesuai jenis dan kondisi masing-masing hal tersebut agar memudahkan untuk mencari barang agar tidak tercampur dengan yang lainnya dan agar barang tersebut tetap dalam kondisi yang aman selain itu mezora juga mempunyai tempat penyimpanan khusus biasanya untuk barang premium karena bahan yang digunakan biasanya rentan terhadap kerusakan.

6. Fungsi pengangkutan

Nama Informan 1 : Putera

Jabatan : CO Mezora Yogyakarta Nama Informan 2 : Ibu Indra Setiawati

Jabatan : Agen Mezora

Subjek pembahasan : mebahas tentang fungsi pengangkutan yaitu pemindahan barang/produk dari tempat barang dihasilkan sampai ke tempat barang di konsumsikan.

Pengangkutan merupakan fungsi pemindahan barang dari tempat barang dihasilkan ke tempat barang dikonsumsikan. Pengangkutan yang baik memungkinkan perluasan pasar dan memungkinkan pula spesialisasi dalam industri yang akan berakibat produksi secara besar-besaran. Kemajuan dalam pengangkutan telah meningkatkan macam ragam barang yang tersedia untuk konsumsi serta telah mengurangi biaya penyebarang barang, sehingga distribusi barang dapat dilakukan lebih cepat. Sebagaimana hasil wawancara penyusun dengan mas (Putera, 2017)

“untuk sistem pengangkutan di mezora kami menggunakan sistem mobile, dimana sistem mobile tersebut mengangkut barang-barang yang dipesan oleh para agen mengunakan mobil sampai toko masing-masing, biaya antar disesuaikan dengan jarak antara outlet dengan tujuan toko agen tersebut”

“selain itu sebetulnya ada yang dinamakan sistem online, dimana para agen memesan barang nya melalui online dan dikirim melalui jasa kirim seperti pos indonesia, jne dll, biaya ongkos kirim juga ditanggung penuh oleh agen, serta yang belanja langsung ke outlet tidak kami angkut sampai ke toko masing-masing,

(13)

paling kita hanya membantu menaikkan barang ke kendaraan pribadi nya masing-masing”

Hal ini diperjelas oleh informa lain, berikut hasil wawancara penyusun dengan ibu (setiawati, 2017)

“kalau sistem pengangkutan barang sampai toko itu namanya sistem mobile mba, jadi kita pesan barang lalu diantar outlet sampai toko, biaya kirim nya kita tanggung sendiri tapi mba, selain itu ada juga yang namanya sistem online dan beli langsung ke outlet,kalau yang sistem online kita pesan lewat online diantar nya pake jasa kirim barang kaya pos indonesia, atau jne ongkos kirim nya juga ditanggung sendiri, kalau yang beli langsung ke outlet ya bawa sendiri, tapi biasanya dibantuin bawain sampai mobil kok”

Berdasarkan hasil wawancara, penyusun dapat menyimpulkan bahwa pengangkutan berfungsi memindahkan barang (produk) dari suatu tempat ke tempat lainnya, dengan maksud meningkatkan daya guna dan nilai. proses pemindahan barang di Mezora dilakukan melalui kendaraan darat berupa mobil yang mengangkut barang sampai ke toko/tangan Agen tersebut serta di beban kan biaya antar dihitung dari jarak tempuh outlet sampai ke alamat agen tersebut, menurut pendapat penyusun sistem ini cukup efektif karena pihak mezora ikut bertanggung jawab atas pengiriman barang yang dipesan oleh agen, serta biaya ongkos kirim relatif karena disesuaikan dengan jarak tempuh masing-masing alamat.

7. Fungsi Pelayanan sesudah pembelian Nama Informan 1 : Putera

Jabatan : CO Mezora Yogyakarta Nama Informan 2 : Ibu Fatkhiyah Anaroh

Jabatan : Agen Mezora

Subjek pembahasan : mebahas tentang fungsi pelayanan sesudah pembelian, yaitu tentang pelayanan yang diberikan Mezora kepada para agen yang telah berbelanja.

Untuk barang-barang tahan lama seperti mobil, almari es dan sebagainya memerlukan adanya pelayanan atau jaminan setelah barang tersebut dibeli.

(14)

Misalnya pelayanan reparasi, pemeliharan ataupun penyediaan suku cadangnya.

Lebih-lebih untuk barang industri besar yang berharga mahal (seperti instalasi) sangat diperlukan adanya fungsi tersebut. Banyak sedikitnya pelayanan yang diberikan oleh penjual sesudah pembelian akan mempengaruhi keputusan dalam pembeliannya. Karena Mezora nerupakan suatu perusahaan busana, maka fungsi pelayanan yang diberikan oleh Mezora kepada para agen yang telah berbelanja yaitu berupa hadiah atau souvernir. berikut sebagaimana wawancara penyususun dengan mas (Putera, 2017)

“Selain diskon 30% yang selalu kami berikan kepada para agen yang berbelanja, kami juga selalu memberikan Free katalog Mezora, spanduk dengan tulisan Agen Resmi Mezora, kemudian terkadang Mezora juga memberikan souvernir khusus untuk para agen yang belanja, serta Polybag, polybag ini bertujuan agar konsumen yang membeli produk di agen juga menggunakan polybag yang sama ketika konsumen membeli di outlet”.\

Hal ini diperjelas oleh informa lain, berikut hasil wawancara penyusun dengan ibu (Anaroh, 2017)

“Selain diskon 30% yang saya dapatkan ketika belanja, saya juga dapat spanduk dengan tulisan Agen Resmi Mezora, kemudian dapat Free katalog mezora, polybag mezora, dan kadang ada souvernir khusus untuk agen nya mba”

Dari kesimpulan yang telah di paparkan diatas, pelayanan yang diberikan Mezora kepada para agen yang telah berbelanja selain mendapatkan diskon, para agen juga mendapatkan free Spanduk bertulisan Agen Resmi Mezora, Free katalog, polybag dan terkadang mezora juga memberikan souvernir khusus untuk para agen yang berbelanja, serta manfaat atas pelayanan mezora tersebut kepada para agen yaitu selain memberikan image positif bagi perusahaan juga sebagai sarana untuk mempertahankan loyalitas terhadap para agen tersebut.

8. Penyebaran Informasi

Nama Informan 1 : Putera

Jabatan : CO Mezora Yogyakarta Nama Informan 2 : Ibu Indra Setiawati

(15)

Jabatan : Agen Mezora

Subjek pembahasan : mebahas tentang penyebaran informasi, yaitu tentang pemberitahuan berbagai macam informasi yang dimiliki Mezora.

Berbagai macam informasi sangat diperlukan dalam penyaluran barang- barang, karena dapat membantu untuk menentukan sumbernya. Dengan sejumlah informasi, dapat diukur seberapa jauh kepentingan pembeli, penjual atau lembaga lain dalam saluran distribusi. Berikut wawancara penyusun dengan mas (Putera, 2017)

“Biasanya kami menggunakan social media untuk update informasi seputar produk, yang aktif ada istagram, facebook, kemudian ada yang namanya sms member, sms member ini kita pihak mezora meng sms para member yang terdaftar di mezora untuk pemberitahuan terkait produk dan diskon biasanya, lalu khusus untuk para agen, karena kami punya grup WA dengan para agen, jadi semua informasi ter update dan produk terbaru pasti kami informasikan lewat grup itu”

Hal ini diperjelas oleh informa lain, berikut hasil wawancara penyusun dengan ibu (setiawati, 2017)

“kalau ada informasi misal produk baru, dll pasti selalu diberitahukan d grup WA kok mba, jadi kami langsung tahu informasi-informasi baru dari mezora, bahkan d chat personal juga sering kok mba tanya-tanya langsung gitu, pokonya mezora kalau ada informasi baru selalu update ke para agen kok mba”

Dari hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa Mezora menggunakan Media komunikasi dengan grup chat WA sebagai perantara penyampaian informasi-informasi yang ingin disampaikan kepada para Agen.

Menurut pendapat penyusun hal ini sangat efektif, karena dengan memanfaatkan social media grup WA pihak mezora dapat dengan mudah dan cepat menyabarkan informasi yang akan disampaikan.

Pada zaman Rasulullah, salah satu sistem pemasaran yang pernah dilakukan oleh Rasulullah yaitu beliau menggunakan konsep distribusi dimana dalam hal ini yang ingin ditekankan oleh Muhammad SAW adalah bahwa sebuah proses distribusi harus sesuai dengan peraturan yang telah disepakati bersama dan tidak ada pihak yang

(16)

dirugikan baik dari pihak produsen, distributor, agen, penjual eceran dan konsumen.

Adapun karakteristik Agen dalam prinsip islami (simsar) yaitu sebagai berikut:

9. Orang yang berakad

Nama Informan 1 : Putera

Jabatan : CO Mezora Yogyakarta Nama Informan 2 : Ibu Fatkhiyah Anaroh

Jabatan : Agen Mezora

Subjek pembahasan : mebahas tentang Akad yang dilaksanakan/dilakukan oleh pihak Mezora dengan calon agen yang hendak bergabung menjadi agen resmi Mezora

Menurut M Ali Hasan (2004) Mu’jir adalah orang yang menggunakan jasa atau tenaga orang lain untuk mengerjakan suatu pekerjaan tertentu. Musta’jir adalah orang yang menyumbangkan tenaganya atau orang yang menjadi tenaga kerja dalam suatu pekerjaan dan mereka menerima upah dari pekerjaannya itu.

Dimana agen mezora berarti berperan sebagai Musta’jir dan pihak Mezora sebagai Mu’jir. Dalam hal ini akad yang dilakukan antara pihak mezora dengan agen adalah akad jual beli. Akad jual beli dalam islam sendiri diartikan sebagai kemauan seseorang untuk melakukan jual beli yang dari dalam hatinya sendiri dan juga diartikan sebagai ikatan ijab Kabul antara penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli yang sesuai dengan syariat dalam agama islam., berikut hasil wawancara penyusun dengan (Putera, 2017)

“untuk akad itu dilakukan diawal ketika calon agen setuju bergabung jadi agen mezora mba, jadi calon agen itu mengisi form data lengkap dan perjanjian, persyaratan lainnya itu menyertakan photo copy kartu identitas diri (KTP) dan akadnya itu jual beli, karena disini sistemnya semua agen membeli produk dari outlet untuk dijual kembali ke konsumen”

Hal ini diperjelas oleh informa lain yaitu ibu Fathiya (agen mezora) berikut hasil wawancaranya:

“pas awal mau gabung jadi agen mezora itu ada perjanjiannya mba, isinya dituliskan di kertas, saya diminta untuk mengisi form data lengkap sama

(17)

tanda tangan perjanjian persyaratan lainnya paling photo copy KTP aja, kalo bentuk akadnya si akad jual beli soalnya untuk semua agen kan sistemnya beli produk dari outlet mezora”

Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap calon agen yang setuju untuk bergabung menjadi agen, antara pihak mezora dengan agen melakukan perjanjian/kontrak tertulis, dimana bisa ditarik kesimpulan bahwa agen mezora memenuhi salah satu syarat simsar yaitu melakukan akad, sedangkan bentuk akadnya termasuk akad jual beli, karena sistem untuk semua agen yaitu membeli produk di outlet mezora.

10. Objek transaksi (manfaat) Nama Informan 1 : Putera

Jabatan : CO Mezora Yogyakarta Nama Informan 2 : Ibu Indra Setiawati

Jabatan : Agen Mezora

Subjek pembahasan : mebahas tentang objek serta manfaat dari objek yang akan di transaksikan, dimana objek harus jelas dan bukan barang yang diharamkan.

Menurut Juhaya S. Pradja (2014, hal. 116) Pekerjaan dan barang yang akan dijadikan objek kerja harus memiliki manfaat yang jelas seperti mengerjakan pekerjaan proyek, membajak sawah dan sebagainya. Sebelum melakukan sebuah akad hendaknya manfaat yang akan menjadi objek simsara harus diketahui secara jelas agar terhindar dari perselisihan dikemudian hari baik jenis, sifat barang yang akan disewakan ataupun pekerjaan yang akan dilakukan.

Sebagaimana hasil wawancara yang dilakukan penyusun dengan mas (Putera, 2017)

“untuk semua bahan dan produk yang kami gunakan insya allah semuanya halal mba, walaupun kami belum memiliki sertifikat label halal tetapi karena kami berada dibawah naungan Shafira Corporation yang sudah memiliki label halal (untuk produk Zoya dan Shafira sudah ada sertifikat halal) untuk

(18)

mezora karena merk mezora paling muda, jadi untuk label halal kami masih proses”

Hal ini diperjelas oleh informa lain yaitu ibu Indra (agen mezora) berikut hasil wawancara dengan ibu (setiawati, 2017)

“Insya allah semua produk mezora sudah halal semuanya mba, kalau label halal si saya belum lihat, pernah lihat nya di katalog nya zoya malahan, tapikan zoya produk adik nya dari zoya jadi insya allah semuanya halal”

Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa semua produk dan bahan yang digunakan oleh mezora sudah dipastikan kehalalannya walaupun label halal produk mezora masih dalam tahap proses, tetapi karena mezora termasuk dalam perusahaan Shafira Corporation yang sudah memiliki label halal dapat disimpulkan bahwa mezora telah memenuhu salah satu persyaratan simsarah, dimana barang yang dijual bukan barang yang diharamkan menurut hukum islam misalnya Khimar, babi, narkoba, dan lain sebagainya.

11. Imbalan/upah

Nama Informan 1 : Putera

Jabatan : CO Mezora Yogyakarta Nama Informan 2 : Ibu Indra Setiawati

Jabatan : Agen Mezora

Subjek pembahasan : mebahas tentang upah yang diberikan pihak Mezora kepada para agen.

Upah sebagaimana terdapat dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah uang dan sebagainya yang di bayarkan sebagai pembalas jasa atau sebagai pembayar tenaga yang sudah dikeluarkan untuk mengerjakan sesuatu. Jadi upah merupakan imbalan dari suatu pekerjaan yang telah dilakukan. Pembayaran upah ini boleh berupa uang dan boleh berupa benda. Dapat kita ketahui bersama bahwa simsarah adalah sebuah akad yang mengambil manfaat dari barang atau jasa yang tidak bertentangan dengan hukum syara’ yang berlaku. Oleh sebab itu, sewa atau imbalan mesti jelas dengan ketentuan awal yang telah disepakati. Berikut hasil wawancara penyusun dengan mas (Putera, 2017)

(19)

“Kalau untuk imbalan/upah pihak mezora memberikan imbalan berupa diskon sebesar 30% setiap para agen berbelanja produk all item. Hal ini sudah ada di isi perjanjian awal calon agen ketika memutuskan untuk bergabung menjadi agen resmi mezora ko mba, yang lainnya paling kami kadang memberikan souvernir khusu untuk para agen”

Hal ini diperjelas oleh informa lain yaitu ibu (setiawati, 2017)berikut hasil wawancara penyusun dengan ibu Indra

“kalau imbalan/upah yang diberikan pihak mezora itu ya berupa diskon 30% setiap saya belanja barang aja mba, kadang juga suka dikasih souvernir khusus buat agen nya”

Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa mezora telah memenuhi salah satu persyaratan simsarah yaitu pemberian upah kepada agen, dimana mezora memberikan upah/imbalan berupa diskon 30% setiap pembelanjaan produk all item di mezora.

12. Adanya Sighat yaitu ijad dan kabul Nama Informan 1 : Putera

Jabatan : CO Mezora Yogyakarta Nama Informan 2 : Ibu Indra Setiawati

Jabatan : Agen Mezora

Subjek pembahasan : mebahas tentang ijab dan qabul yang dilakukan antara pihak Mezora dengan agen.

Menurut Juhaya S. Pradja (2014, hal. 116) Sighat pada akad merupakan suatu hal yang penting sekali karena sighat merupakan suatu bentuk persetujuan dari kedua belah pihak untuk melakukan transaksi. Dalam sighat ada ijab dan kabul. Ijab merupakan pernyataan dari pihak pertama (mu’jir) untuk menyewakan barang atau jasa sedangkan kabul merupakan jawaban persetujuan dari pihak kedua untuk menyewakan barang atau jasa yang dipinjamkan oleh mu’jir.

Misalnya, anda bersedia bekerja pada proyek ini dalam waktu dua bulan dengan upah perharinya Rp.20.000,- dan jenis pekerjaannya yaitu pekerjaan jalan?

(20)

kemudian buruh menjawab “ya”, saya bersedia. Berikut hasil wawancara penyusun dengan mas (Putera, 2017)

“Untuk bentuk persetujuan diantara pihak mezora dengan calon agen yang hendak bergabung menjadi agen, kami pihak mezora memberikan pernyataan atau penjelasan mengenai tata cara dan proses untuk menajdi agen dimana ada sebuah surat perjanjian yang harus di tandatangani oleh calon agen yang hendak bergabung menjadi agen mezora, ketika calon agen menandatangani surat perjanjian tersebut berarti calon agen tersebut otomatis sudah setuju dan bersedia atas semua perjanjian yang tertulis dalam surat tersebut”

Hal ini diperjelas oleh informa lain, yaitu ibu Indra (agen mezora) berikut hasil wawancara penyusun dengan (setiawati, 2017)

“Ketika memutuskan untuk jadi agen mezora saya menandatangani surat perjanjian dari mezora mba, itu sebagai bentuk persetujuan saya bergabung menjadi agen mezora dan mematuhi segala perjanjian yang tertera di surat perjanjiannya”

Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa Mezora memenuhi salah satu syarat ijarah yaitu adanya sighat yaitu ijab dan kabul dimana pihak mezora memberikan pernyataan didalam lembar surat yang harus di tandatangani oleh calon agen sebagai bentuk persetujuan atas segala ketentuan dan perjanjian yang tertulis di dalam surat tersebut.

13. Pelaku/Agen (hendaknya orang yang amanah) Nama Informan : Putera

Jabatan : CO Mezora Yogyakarta

Subjek pembahasan : mebahas tentang pelaku/agen yang di rekrut oleh Mezora hendaknya orang yang amanah agar segala sesuatunya dapat dipercaya oleh pihak Mezora.

amanah bermakna: menunaikan apa-apa yang dititipkan atau dipercayakan. Itulah makna yang terkandung dalam firman Allah swt.:

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah-amanah kepada pemiliknya; dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia

(21)

hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” (An-Nisa: 58) sebagaimana hasil wawancara penyusun dengan mas (Putera, 2017) yaitu sebagai berikut:

“Alhamdulillah 90% agen-agen saya mah insya allah baik-baik dan jujur semua mba, ga pernah bermasalah cuman pernah ada beberapa yang bermasalah tapi alhamdulillah permasalahannya bisa diselesaikan dengan baik, jadi ya intinya jarang ada permasalahan atau perselisihan antara pihak agen dengan pihak Mezora, karena mereka semua sudah mengerti dengan baik segala peraturan dan perjanjian yang telah ditentukan Mezora”

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa hampir semua agen mezora memiliki sifat yang baik dan jujur, otomatis mereka selalu melaksanakan segala sesuatu yang dititipkan atau dipercayakan oleh pihak Mezora.

(22)

Tabel 4.1Tabel Identifikasi kesesuaian Teori Peran Agen Terhadap Peningkatan Penjualan Perspektif Islam

No Aspek No Jawab Klasifikasi Teori

A Syarat 1-2 1. Pengisian form perjanjian, foto copy ktp, serta minimal pembelanjaan Rp. 3.000.000,- net dipotong diskon 30%.

2. kami membuka lowongan bagi siapapun yang mau dan bekerja keras tapi sejauh ini yang menjadi agen semuanya beragama islam

Untuk seluruh persyaratan yang dibuat oleh pihak Mezora sudah sesuai dengan teori rukun dan syarat simsarah.

Fungsi Pembelian Produk

3-5 3,4. Produk yang ditawarkan bermacam macam, dari mulai kerudung, busana, baju koko, sarung, mukena, aksesoris kerudung bahkan sekarang sudah ada make up. Untuk bahan karudung segi empat kami menggunakan bahan import dari turki 100 % polyster, dimana bahan tersebut nyaman digunakan dan berkualitas, untuk busana kami desain sendiri.

Untuk keunggulan penjualan nya segi empat paling banyak diminati hingga saat ini.

5. Ada tiga macam sistem pembelian produk bagi agen, yang pertama sistem online, sistem online ini menggunakan jasa kirim seperti pos, JNE, dll.

Sesuai dengan teori Fungsi pembelian produk, dimana fungsi pembelian merupakan usaha untuk memilih-milih barang untuk dijual kembali, dan mezora memiliki berbagai macam varian produk untuk dipilih.

(23)

Agen yang menggunakan sistem online ini menanggung biaya ongkos kirim nya sendiri.

Yang kedua sistem Mobile, sistem mobile ini yaitu dengan mengirimkan barang langsung ke tempat para agen dengan membayar biaya kirim.

Yang ketiga belanja langsung ke outlet, dimana agen langsung berbelanja di outlet.

Fungsi penjualan

6-9 Peran agen terhadap peningkatan penjualan sangat penting, karena 60% penjualan outlet itu ya berasal dari Agen.

Agen sangat membantu terhadap perkembangan peningkatan penjualan perusahaan, perbandingannya bisa

70:30 60:40

Sudah sesuai teori Fungsi penjualan, dimana fungsi penjualan ini sangat penting, karena bertujuan menjual barang atau jasa yang diperlukan sebagai sumber pendapatan, dimana perolehan perbandingan keuntungan yang dimiliki oleh mezora dengan agen bisa mencapai 60:40 atau 70:30

Fungsi Pengambilan resiko

10- 11

Ketika ada barang yang rusak di tangan agen, kami bertanggung jawab sepenuhnya untuk menggantinya dengan yang baru.

Sudah sesuai teori fungsi pengambilan resiko, dimana perusahaan menghindari dan mengurangi resiko terhadap semua masalah dalam pemasaran

Fungsi 12 Setiap outlet pasti selalu memiliki gudang Sudah sesuai denga teori fungsi

(24)

pengumpulan penyimpanan untuk barang. pengumpulan, tujuannya yaitu untuk alat penyaluran barang melakukan fungsi pengumpulan barang-barang tersebut

Fungsi penyimpanan

13 Ya, setiap barang kami kelompokkan dengan jenis yang sama, misalnya rak khusus kerudung, rak khusus busana, dll

Sudah sesuai dengan teori fungsi

penyimpanan, mezora menggunakan rak sebagai tempat penyimpanan barang Fungsi

Pengangkutan

14 Untuk pengangkutan barang, hanya untuk sistem mobile yang kita angkut sampai ke toko agen, untuk sistem belanja lainnya seperti online menggunakan jasa kirim lainnya, dan yang belanja langsung ke outlet tidak kami angkut ke tempat agen (bawa sendiri)

Sudah sesuai dengan teori fungsi pengangkutan, mezora menggunakan sistem mobile untuk pemindahan produk dari outlet sampai ke tangan agen

Pelayanan sesudah pembelian

15 Untuk agen pelayanan yang kami berikan yaitu Diskon 30% untuk semua jenis pembelian produk minimal Rp 1.000.000 net, kemudian free katalog, spanduk, dan polybag

Sudah sesuai dengan teori pelayanan sesudah pembelian

Penyebaran Informasi

16- 17

Biasanya kami menggunakan social media instagram, untuk update produk-produk baru dan informasi diskon, kemudian ada sms member, yaitu sms kepada para member mezora tentang

Sudah sesuai denga teori penyebaran informasi karena penyebaran informasi sangat diperlukan untuk memudahkan konsumen dan Agen mengetahui

(25)

informasi terkini diskon produk dan produk baru, untuk agen, karena kami memiliki grup chat di W.A jadi biasanya semua hal pasti langsung di infokan di grup chat W.A

informasi terkini yang dimiliki mezora

B Perjanjian/akad 1 Calon agen mengisi form data dan perjanjian ketika memutuskan menjadi agen

Sudah sesuai dengan teori rukun dan syarat simsarah, pihak mezora

memberika surat pernyataan perjanjian yang harus diisi calon agen

Objek

transaksi/manfaa t

2 produk dan bahan yang kami gunakan semuanya halal

Sudah sesuai dengan teori rukun dan syarat simsarah, dimana objek transaksi bukan hal yang haram

Sistem pemberian upah/imbalan

3 Upah yang diberikan kepada pihak agen berupa diskon 30% setiap pembelanjaan minimal Rp.

1.000.000,- net

Sudah sesuai dengan teori rukun dan syarat simsarah, dimana pihak mezora diharuskan memberikan upah/imbalan kepada agen

Ijab&Qabul 4 Bentuk persetujuan antara agen dan pihak mezora yaitu ketika calon agen menandatangani surat perjanjian, itu berarti pihak agen setuju atas keputusan dan ketentuan yang dinyatakan oleh pihak mezora

Sudah sesuai dengan teori rukun dan syarat simsarah, dimana ijab dan qabul adalah bentuk persetujuan diantara kedua belah pihak atas transaksi yang akan dilakukan

Pelaku 5 Dari 90% agen mezora insya allah semuanya jujur Sudah sesuai dengan teori rukun dan

(26)

(hendaknya orang yang amanah)

dan amanah, pernah sesekali ada permasalahan tapi bisa diselesaikan dengan baik

syarat simsarah bahwa pelaku hendaknya orang yang amanah.

Sumber: Hasil wawancara penyusun dengan CO Outlet Mezora cabang Yogyakarta dan Agen Mezora

(27)

Gambar 1.2 Data Analisisa penjualan Tahunan Mezora Periode 2015-2016

Sumber: Hasil wawancara penyusun dengan CO Outlet Mezora cabang Yogyakarta

308.742.925 514.571.541

411.657.233 360.200.079

257.285.771 668.943.004

874.771.620

231.557.193 334.471.502

283.014.348 180.100.039

720.400.158

0 100.000.000 200.000.000 300.000.000 400.000.000 500.000.000 600.000.000 700.000.000 800.000.000 900.000.000 1.000.000.000

Analisa Penjualan Tahun 2015

Analisa Penjualan

1.335.398.384

620.006.393 763.084.791

572.313.593 906.163.189

1.430.783.983

953.855.989

524.620.795

381.542.396 333.849.596 476.927.994

1.240.012.785

0 200.000.000 400.000.000 600.000.000 800.000.000 1.000.000.000 1.200.000.000 1.400.000.000 1.600.000.000

Analisa Penjualan Tahun 2016

Analisa Penjualan

(28)

Analisis & pembahasan peningkatan penjualan Agen Mezora periode 2015-2016:

Data analisa penjualan periode 2015-2016 diperoleh dari hasil wawancara penyusun dengan CO Outlet Mezora Cabang Yogyakarta, beliau mengatakan bahwa setiap bulannya 60%-70%

dari total pendapatan toko berasal dari agen. Selanjutnya dapat dilihat bahwa total penjualan tahunan antara periode 2015 dengan 2016 cukup meningkat dengan total penjualan periode 2015 sebesar Rp. 5.145.715.413,- sedangkan total penjualan tahunan periode 2016 sebesar Rp. 9.538.559.888,-. Peningkatan penjualan tahunan antara periode 2015 dengan periode 2016 yaitu sebesar Rp. 4.392.844.475,- atau meningkat sekitar 85,3% dari total pendapatan tahunan pada periode 2015. Hal ini merupakan peningkatan yang sangat drastis dimana peningkatan nya lebih dari 50% dari total penjualan pada periode 2015. Peningkatan penjualan ini juga merupakan pengaruh dari hasil kinerja para agen dan peningkatan jumlah agen dari tahun 2015 hingga 2016 yaitu sebanyak 15 agen yang tersebar di wilayah DIY Yogyakarta dan sekitarnya. Kemudian informasi lainnya yang didapatkan penyusun dari hasil wawancara dengan CO Outlet Mezora cabang Yogyakarta, beliau mengatakan bahwa ada bulan-bulan tertentu Mezora mengalami kenaikan penjualan yang drastis jika dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, yaitu ada di bulan juni, juli dan desember. Penjualan bulan juni pada periode 2015 yaitu sebesar Rp. 668.943.004,- penjualan bulan juli periode 2015 yaitu sebesar Rp. 874.771.620 dan penjualan bulan desember periode 2015 yaitu sebesar Rp.

720.400.158. penjualan tersebut merupakan penjualan tertinggi jika dibandingkan dengan penjualan di bulan-bulan lainnya yang memiliki rata-rata penjualan sekitar Rp. 300.000.000,-.

Sedangkan untuk periode 2016 penjualan di bulan juni yaitu sebesar Rp. 1.430.783.983,- penjualan di bulan juli yaitu sebesar Rp. 953.855.989,- sedangkan penjualan di bulan desember yaitu sebesar Rp. 1.240.012.785. penjualan tersebut juga merupakan penjualan tertinggi jika dibandingkan dengan penjualan di bulan-bulan lainnya yang memiliki rata-rata penjualan sekitar Rp. 600.000.000,-. Peningkatan penjualan di bulan juni-juli karena libur akhir semester penjualan menjadi meningkat sampai 2 kali lipat bahkan lebih, sedangkan di bulan desember penjualan meningkat karena libur semseter dan libur tahun baru peningkatan minat belanja juga meningkat sekitar 2 kali lipat bahkan lebih.

Gambar

Tabel 4.1Tabel Identifikasi kesesuaian Teori Peran Agen Terhadap Peningkatan Penjualan Perspektif Islam
Gambar 1.2 Data Analisisa penjualan Tahunan Mezora Periode 2015-2016

Referensi

Dokumen terkait

22) The Upper Semarang Land Conservation and Poverty Allevation Project (PMR) pada Kementerian Dalam Negeri PPID Deputi  Perekonomian Dirwas 4 Jakarta    Juni 

Sintering adalah pemanasan yang lebih tinggi dari pada tahap kalsinasi yang bertujuan agar butiran- butiran (grains) dalam partikel – partikel yang berdekatan dapat

[r]

Fungsi bangunan kemudian tidak hanya sigap sebagai tempat evakuasi akhir, namun dapat berubah menjadi bangunan komersi l dan publik yang dapat digunakan oleh

Menurut Fitri dkk., (2013), menentukan kelas umur simpai dapat dilakukan dengan mengetahui ukuran tubuh dan warna rambut simpai yaitu pada individu dewasa

“Diharamkan atas kalian (memakan) bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembilih atas nama selain Allah; yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang

Sedangkan upaya sekolah yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam kegiatan tidak terprogram (kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan keteladanan) yaitu; (a)

Sistem informasi perpustakaan sekarang ini sangatlah penting untuk sekolah, instansi maupun pihak lainnya, dengan menggunakan sistem informasi perpustakaan, proses peminjaman,