• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAMPAK PELAKSANAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BANYAN TREE RESORT DALAM MENDUKUNG KONSEP SUSTAINABLE TOURISM DEVELOPMENT DI DESA UNGASAN BALI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DAMPAK PELAKSANAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BANYAN TREE RESORT DALAM MENDUKUNG KONSEP SUSTAINABLE TOURISM DEVELOPMENT DI DESA UNGASAN BALI."

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

DAMPAK PELAKSANAAN CORPORATE SOCIAL

RESPONSIBILITY (CSR) BANYAN TREE RESORT DALAM

MENDUKUNG KONSEP SUSTAINABLE TOURISM

DEVELOPMENT DI DESA UNGASAN BALI

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pariwisata Program Studi Manajemen Resort dan Leisure

Oleh:

MOLINDA HOTMAULY BR. MANIK 1001927

PROGRAM STUDI MANAJEMEN RESORT DAN LEISURE

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2014

(2)

DAMPAK PELAKSANAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BANYAN TREE RESORT DALAM MENDUKUNG KONSEP

SUSTAINABLE TOURISM DEVELOPMENT DI DESA UNGASAN BALI

Oleh:

Molinda Hotmauly Br. Manik

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pariwisata Program Studi Manajemen Resort dan Leisure pada

Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

© Molinda Hotmauly Br. Manik 2014 Universitas Pendidikan Indonesia

Juni 2014

Hak cipta dilindungi undang-undang.

(3)

MOLINDA HOTMAULY BR MANIK

DAMPAK PELAKSANAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BANYAN TREE RESORT DALAM MENDUKUNG KONSEP SUSTAINABLE

TOURISM DEVELOPMENT DI DESA UNGASAN BALI

disetujui dan disahkan oleh pembimbing:

Pembimbing I

Prof. Dr. H. Darsiharjo, M.S. NIP. 19620921 198603 1 005

Pembimbing II

Fitri Rahmafitria, SP.,M.Si. NIP. 19741018 200812 2 001

Mengetahui

Ketua Program Studi Manajemen Resort & Leisure

(4)
(5)

“DAMPAK PELAKSANAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BANYAN TREE RESORT DALAM MENDUKUNG KONSEP

SUSTAINABLE TOURISM DEVELOPMENT DI DESA UNGASAN BALI

MOLINDA HOTMAULY BR. MANIK 1001927

ABSTRAK

Peningkatan kunjungan wisatawan ke pulau Bali di khawatirkan akan membawa dampak buruk seperti kerusakan lingkungan, sehingga sebagian dari masyarakat masih ada yang memiliki pemikiran negatif terhadap pembangunan pariwisata saat ini. Mereka beranggapan bahwa pariwisata akan merusak lingkungan dan membawa dampak buruk bagi kebudayaan yang sudah mereka pegang selama ini. Dampak tersebut juga di khawatirkan akan merusak keberlangsungan masa yang akan datang. Dalam mengatasi hal-hal negatif seperti disebutkan di atas maka saat ini beberapa perusahaan memiliki departemen yang bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan atau kewajiban sosial perusahaan yang kita kenal sebagai program Corporate Social Responsibility (CSR). Penelitian ini akan meneliti dampak pelaksanaan CSR terhadap suistainibility di Desa Ungasan Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Terdapat dua variabel dalam penelitian yaitu CSR dan Sustainable Tourism Development. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis t-test dengan metode paired sample test. Responden dalam penelitian ini yaitu masyarakat Banjar Kelod Desa Ungasan Bali sebanyak 90 responden. Berdasarkan hasil penelitian, tanggapan masyarakat terhadap program CSR yang dilaksanakan oleh Banyan Tree Ungasan Resort di desa Ungasan Bali adalah sangat baik dan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sustainable Tourism Development di Desa Ungasan, Bali sebelum dan sesudah dilaksanakannya program corporate social responsibility Banyan Tree Ungasan Resort menurut tanggapan masyarakat mengalami peningkatan. Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan atau perubahan secara signifikan atau nyata sebelum dan sesudah pelaksanaan program corporate social responsibility Banyan Tree Ungasan Resort.

(6)

iii

“THE IMPACT OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) OF

BANYAN TREE RESORT IN SUPPORTING THE CONCEPT OF SUSTAINABLE TOURISM DEVELOPMENT IN DESA UNGASAN BALI”

MOLINDA HOTMAULY BR. MANIK 1001927

ABSTRACT

The increase in tourist visits to the island of Bali in fear will bring adverse effects such as damage to the environment, so most of the people are still there who have negative thoughts towards the development of tourism today. They thought that would damage the environment and tourism bring harm to their culture that they have been held so far. The impact would also tend to undermine the sustainability of the future. In overcoming such negative things mentioned above, today some companies have a department that is responsible for carrying out an activity or social obligations that we know as the company's Corporate Social Responsibility (CSR). This study will examine the impact of CSR on the village sustainability Ungasan Bali. The method used in this research is descriptive quantitative method. There are two variables in the study of CSR and Sustainable Tourism Development. The analysis used in this study is the analysis of t-test with paired sample method. Respondents in this study are the communities Kelod Banjar Bali Ungasan village 90 respondents. Based on the research results, the public response to the corporate social responsibility program that is implemented by Banyan Tree Ungasan Ungasan Village Resort in Bali is very good and gave benefit to society. Sustainable Tourism Development in the village of Ungasan, Bali prior to the implementation of corporate social responsibility program Banyan Tree Ungasan Resort or before 2010 according to public response and after 2010 until now has increase. This study shows that there are significant differences or changes or real before and after the implementation of corporate social responsibility program Banyan Tree Ungasan Resort.

(7)

DAFTAR ISI

Halaman

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... i

ABSTRAK ... ii

KATA PENGANTAR ... iv

UCAPAN TERIMAKASIH ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian ... 1

1.2 Rumusan Masalah Penelitian ... 7

1.3 Tujuan Penelitian ... 8

1.4 Manfaat Penelitian ... 8

1.5 Sistematika Penelitian ... 9

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka ... 10

2.1.1 Corporate Social Responsibility ... 10

2.1.2 Sustainable Tourism Development ... 16

2.1.3 Corporate Social Responsibility Terhadap Sustainable Tourism Development ... 22

2.2 Kerangka Pemikiran ... 22

2.3 Hipotesis ... 23

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian ... 25

3.2 Metode dan Desain Penelitian ... 26

3.2.1 Metode Penelitian... 26

3.2.2 Operasionalisasi Variabel... 26

3.3 Populasi, Sampel dan Teknik Sampling ... 29

3.3.1 Populasi ... 29

(8)

3.3.3 Teknik Sampling ... 31

3.4 Jenis dan Sumber Data ... 31

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 33

3.6 Instrumen Penelitian... 33

3.6.1 Pendekatan Skala Likert ... 34

3.6.2 Method of Successive Interval (MSI) ... 35

3.6.3 Garis Kontinum ... 37

3.7 Pengujian Instrumen Penelitian... 38

3.7.1 Uji Validitas ... 38

3.7.2 Uji Reliabilitas ... 39

3.7.3 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas ... 40

3.8 Rancangan Analisis Data ... 43

3.8.1 Analisis Deskriptif ... 44

3.8.2 Uji Persyaratan Analisis ... 44

3.8.3 Hasil Uji Persyaratan Analisis ... 44

3.8.4 Analisis Paired Sample T test ... 45

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum ... 48

4.2 Profil Masyarakat Banjar Kelod Desa Ungasan Bali ... 54

4.2.1 Karakteristik Masyarakat Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin . 54 4.2.2 Karakteristik Masyarakat Berdasarkan Tingkat Pendidikan, Pekerjaan dan Tingkat Penghasilan ... 55

4.3 Program CSR Banyan Tree Ungasan Resort ... 58

4.3.1 Economic Responsibilities ... 59

4.3.2 Legal Responsibilities ... 61

4.3.3 Ethical Responsibilities ... 63

4.3.4 Philantropic Responsibilities ... 65

4.3.5 Rekapitulasi Tanggapan Masyarakat Terhadap Pelaksanaan CSR Banyan Tree Ungasan ResortI ... 68

4.4 Sustainable Tourism Development Desa Ungasan Bali ... 71

(9)

ix

4.4.2 Cultural Sustainability ... 76

4.4.3 Economic Sustainability ... 80

4.4.4 Local Sustainability ... 84

4.4.5 Rekapitulasi Tanggapan Masyarakat Terhadap Sustainable Tourism Development di Desa Ungasan Bali ... 89

4.5 Dampak Pelaksanaan Corporate Social Responsibility dalam Mendukung Konsep Sustainable Tourism Development di Desa Ungasan Bali ... 93

4.5.1 Paired Sample Statistics ... 93

4.5.2 Paired Samples Correlations... 94

4.5.2 Pengujian Hipotesis ... 95

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 98

5.2 Saran ... 99

DAFTAR PUSTAKA ... 101

(10)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1.1 Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Provinsi Bali ... 2

Tabel 1.2 Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Indonesia Melalui Pintu Masuk Bandara ... 2

Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel ... 27

Tabel 3.2 Jenis dan Sumber Data ... 32

Tabel 3.3 Skor Pernyataan Skala Likert ... 35

Tabel 3.4 Tabel Klasifikasi Kelompok Interval ... 38

Tabel 3.5 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Pelaksanaan CSR Banyan Tree Resort ... 41

Tabel 3.6 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Sustainable Tourism Development ... 42

Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Sustainable Tourism Development ... 43

Tabel 3.8 Uji Normalitas ... 45

Tabel 4.1 Tanggapan Masyarakat Terhadap Economic Responsibilities ... 59

Tabel 4.2 Tanggapan Masyarakat Terhadap Legal Responsibilities ... 61

Tabel 4.3 Tanggapan Masyarakat Terhadap Ethical Responsibilities ... 63

Tabel 4.4 Tanggapan Masyarakat Terhadap Philantropic Responsibilities ... 66

Tabel 4.5 Tanggapan Masyarakat Terhadap Program CSR Banyan Tree Ungasan Resort ... 68

Tabel 4.6 Tanggapan Masyarakat Terhadap Ecological Sustainability Sebelum Pelaksanaan CSR Banyan Tree Ungasan Resort ... 71

Tabel 4.7 Tanggapan Masyarakat Terhadap Ecological Sustainability Sesudah Pelaksanaan CSR Banyan Tree Ungasan Resort ... 74

Tabel 4.8 Tanggapan Masyarakat Terhadap Cultural Sustainability Sebelum Pelaksanaan CSR Banyan Tree Ungasan Resort ... 77

(11)

xi

Tabel 4.10 Tanggapan Masyarakat Terhadap Economic Sustainability Sebelum

Pelaksanaan CSR Banyan Tree Ungasan Resort ... 81

Tabel 4.11 Tanggapan Masyarakat Terhadap Economic Sustainability Sesudah Pelaksanaan Banyan Tree Ungasan Resort ... 83

Tabel 4.12 Tanggapan Masyarakat Terhadap Local Sustainability Sebelum Pelaksanaan CSR Banyan Tree Ungasan Resort ... 85

Tabel 4.13 Tanggapan Masyarakat Terhadap Local Sustainability Sesudah Pelaksanaan CSR Banyan Tree Ungasan Resort ... 87

Tabel 4.14 Tanggapan Masyarakat Terhadap Sustainabile Tourism Development Sebelum dan Sesudah Pelaksanaan CSR Banyan Tree Ungasan Resort ... 89

Tabel 4.15 Paired Sample Statistics ... 93

Tabel 4.16 Paired Samples Correllations ... 94

Tabel 4.17 Tabel Korelasi Pearson ... 94

(12)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Carroll’s pyramid of CSR ... 15

Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran ... 23

Gambar 3.1 Denah Lokasi Desa Ungasan Bali ... 25

Gambar 4.1 Presidential Villa... 50

Gambar 4.2 Main Swimming Pool ... 50

Gambar 4.3 Main Bedroom ... 50

Gambar 4.4 Banyan Tree Beach ... 50

Gambar 4.5 Lobby ... 50

Gambar 4.6 Ju-Ma-Na Restaurant ... 50

Gambar 4.7 Diagram Profil Masyarakat Berdasarkan Jenis Kelamin ... 54

Gambar 4.8 Diagram Profil Masyarakat Berdasarkan Usia ... 55

Gambar 4.9 Diagram Profil Masyarakat Berdasarkan Pendidikan Terakhir ... 56

Gambar 4.10 Diagram Profil Masyarakat Berdasarkan Tingkat Pekerjaan ... 57

Gambar 4.11 Diagram Profil Masyarakat Berdasarkan Tingkat Penghasilan .... 58

Gambar 4.12 Garis Kontinum Economic Responsibilities ... 60

Gambar 4.13 Garis Kontinum Legal Responsibilities ... 62

Gambar 4.14 Garis Kontinum Ethical Responsibilities ... 65

Gambar 4.15 Garis Kontinum Philantropic Responsibilities ... 67

Gambar 4.16 Garis Kontinum Rekapitulasi Corporate Social Responsibility .... 70

Gambar 4.17 Garis Kontinum Ecological Sustainability ... 73

Gambar 4.18 Garis Kontinum Ecological Sustainability ... 76

Gambar 4.19 Garis Kontinum Cultural Sustainability ... 78

Gambar 4.20 Garis Kontinum Cultural Sustainability ... 80

Gambar 4.21 Garis Kontinum Economic Sustainability ... 82

Gambar 4.22 Garis Kontinum Economic Sustainability ... 84

Gambar 4.23 Garis Kontinum Local Sustainability ... 86

Gambar 4.24 Garis Kontinum Local Sustainability ... 88

Gambar 4.25 Garis Kontinum Sustainabile Tourism Development ... 91

(13)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Penelitian

Indonesia memiliki keanekaragaman dalam hal kebudayaan dan sumber daya alamnya. Hal ini merupakan daya tarik yang sangat kuat yang dimiliki oleh

Indonesia untuk dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung maupun mengelilingi Indonesia untuk menelusuri keindahan alam dan budayanya.

Industri perhotelan ataupun pariwisata di Indonesia semakin berkembang pesat dan menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan. Hal ini pun dapat didukung dengan penentuan lokasi yang strategis maupun banyaknya fasilitas dan sarana hiburan yang terdapat di kota tersebut, sehingga menambah daya tarik bagi hotel maupun kota wisata tersebut. Hal ini pun menyebabkan banyaknya pengusaha yang membangun chain hotel maupun resort serta berbagai macam restoran dan destinasi yang beragam. Namun tidak semua pihak melakukan tanggung jawab sepenuhnya.

Tak lepas dari keindahan pulau-pulau yang dimiliki oleh Indonesia, Bali yang dikenal juga sebagai pulau dewata merupakan salah satu destinasi wisata menarik yang memiliki banyak pengunjung baik domestik maupun mancanegara dikarenakan keindahan pantai dan kebudayaan serta adat istiadat dan keagamaan yang dimiliki oleh masyarakat Bali. Bali memiliki banyak sekali hotel maupun resort dari bintang lima hingga hotel-hotel melati, dan banyaknya restaurant maupun destination dining yang sangat menarik untuk dikunjungi, berbagai

pertunjukkan budaya seperti tari kecak atau tari legong, serta berbagai destinasi wisata selain pantai seperti kebun binatang ataupun rafting.

(14)

2

Tabel 1.1

Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Provinsi Bali

Tahun Wisatawan

Mancanegara

Wisatawan

Domestik

Jumlah

Wisatawan

2008 1.968.892 2.898.794 4.867.686

2009 2.229.945 3.521.135 5.751.080

2010 2.493.058 4.646.343 7.139.401

2011 2.756.579 5.675.121 8.431.700

2012 2.892.019 6.063.558 8.955.577

Sumber: Dinas Pariwisata Pemerintahan Provinsi Bali

Melihat banyaknya jumlah kunjungan wisatawan ke provinsi Bali dapat menyimpulkan bahwa Prov. Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang paling diminati di Indonesia, hal ini dapat dibuktikan dengan tabel informasi data yang diinformasikan oleh Badan Pusat Statistik pada tabel 1.2.

Tabel 1.2

Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Indonesia Melalui Pintu Masuk

Bandara

Pintu Masuk 2012 2013

Soekarno-Hatta 2.053.850 2.240.502

Ngurah Rai 2.902.25 3.241.889

Batam 1.219.608 1.335.430

Kualanamu/Polonia 205.845 225.550

Tanjung Pinang 103.785 99.593

Tanjung Uban 336.547 318.514

(15)

3

Melihat dari banyaknya kunjungan ke pulau Bali ini di khawatirkan akan membawa dampak buruk seperti kerusakan lingkungan, sehingga sebagian dari masyarakat masih ada yang memiliki pemikiran negatif terhadap pembangunan pariwisata saat ini. Mereka beranggapan bahwa pariwisata akan merusak lingkungan dan membawa dampak buruk bagi kebudayaan yang sudah mereka pegang selama ini seperti banyaknya wisatawan mancanegara

yang datang ke Indonesia dan yang dipercaya dapat mengubah kultur dan budaya masyarakat sekitar yang menganggap bahwa kebudayaan bebas yang dibawa oleh wisatawan mancanegara dapat merusak kebudayaan masyarakat sekitar.

Namun tidak salah bila masyarakat memiliki pemikiran seperti itu. Berkembangnya pariwisata di suatu daerah akan mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat, yaitu secara ekonomis, sosial dan budaya, namun jika pengembangannya tidak dipersiapkan dan dikelola dengan baik, justru akan menimbulkan berbagai permasalahan yang menyulitkan atau bahkan merugikan masyarakat, seperti permasalahan dimana masyarkat memperebutkan air dikarenakan pihak hotel atau resort yang menggunakan banyak asupan air sehingga mengurangi sumber air masyarakat, ataupun juga seperti pembuangan limbah sembarangan.

Undang-Undang R.I. No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan mengamanatkan agar sumber daya dan modal kepariwisataan dimanfaatkan secara optimal melalui penyelenggaraan kepariwisataan yang ditujukan untuk meningkatkan pendapatan nasional, memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah,

memperkenalkan dan mendayagunakan daya tarik wisata dan destinasi di Indonesia serta memupuk rasa cinta tanah air dan mempererat persahabatan

antar bangsa.

Dalam peraturan daerah provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2012 tentang kepariwisataan budaya bali dalam bab 1 pasal 1 point 14 mengatakan:

(16)

4

Tri Hita Karana sebagai potensi utama dengan menggunakan kepariwisataan

sebagai wahana aktualisasinya, sehingga terwujud hubungan timbal-balik

yang dinamis antara kepariwisataan dan kebudayaan yang membuat

keduanya berkembang secara sinergis, harmonis dan berkelanjutan untuk

dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, kelestarian budaya dan

lingkungan “.

Menurut Anom pengembangan kepariwisataan di Bali diharapkan dapat meningkatkan kesempatan berusaha, kesempatan kerja, pendapatan negara, daerah, dan masyarakat secara umum, khususnya masyarakat lokal dengan terus mewujudkan pelestarian lingkungan dan revitalisasi sosial budaya masyarakat. Sektor pariwisata merupakan salah satu lokomotif perekonomian Bali dan merupakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya dari pajak hotel dan restauran, untuk itu harus terus diupayakan peningkatan sektor pariwisata sesuai dengan potensi daerah bersinergi dengan sektor lain maupun dengan koordinasi yang baik antar kabupaten/kota di Bali serta semua stakeholders pariwisata agar pembangunan kepariwisataan Bali bisa berkelanjutan.

Dalam mengatasi hal-hal negatif seperti disebutkan di atas maka saat ini beberapa perusahaan memiliki departemen yang bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan atau kewajiban sosial perusahaan yang kita kenal sebagai program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. Dalam beberapa perusahaan ada yang memiliki departemen Corporate Social Responsibility (CSR) langsung, ada juga yang ditangani oleh

Public Relation Department dan ada juga yang ditangani oleh bagian Human

Resources. Definisi Corporate Social Responsibility menurut World Business

Council on Sustainable Development adalah komitmen dari bisnis/perusahaan

untuk berperilaku etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, seraya meningkatkan kualitas hidup karyawan dan keluarganya, komunitas lokal dan masyarakat luas.

(17)

5

program ini sebagai ajang promosi untuk meningkatkan citra perusahaan mereka di mata masyarakat, namun tak dapat dipungkiri bahwa ada kemungkinan beberapa perusahaan yang sudah menerapkan program ini tetap saja tidak berhasil. Pada saat ini pembangunan pariwisata sebagian besar sudah menerapkan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) yaitu pembangunan yang menerapkan tanggung jawab sosial,

dimana perusahaan tidak hanya mencari keuntungan untuk pribadi melainkan keuntungan yang didapatkan perusahaan dapat menjadi keuntungan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

World Tourism Organization (WTO) mengungkapkan bahwa

pembangunan berkelanjutan harus menganut empat prinsip yaitu Ecological Sustainability, Cultural Sustainability, Economic Sustainability dan Local

Sustainability baik untuk generasi sekarang maupun untuk generasi yang akan

datang. Di samping keberlanjutan sumber daya alam dan ekonomi, maka keberlanjutan kebudayaan merupakan sumber daya yang sangat penting dalam pembangunan kepariwisataan. Pariwisata berkelanjutan akan tercapai bilamana ada kesinambungan pemanfaatan sumber daya alam, sumber daya budaya, sumber daya manusia, serta keberlanjutan ekonomi secara adil dan merata. Diharapkan hubungan di antara tiga elemen pariwisata, yaitu masyarakat setempat, wisatawan, dan sumber daya dapat berjalan secara seimbang dan harmonis serta terjaga kualitasnya.

Penggalian sumber kekayaan alam harus diusahakan tidak merusak lingkungan, sehingga harus dilaksanakan dengan kebijakan menyeluruh dan dengan memperhitungkan kebutuhan generasi yang akan datang. Untuk dapat

menciptakan pembangunan berkelanjutan, pengelolaan sumber alam harus memperlihatkan keseimbangan lingkungan dan kelestarian kemampuannya,

(18)

6

dan Pembangunan (World Commision on Environment and Development) pada tahun 1987 dalam laporannya yang berjudul “Hari Depan Kita Bersama” (Our Common Future). Sebagai program nasional, maka menjadi kewajiban setiap orang untuk menyukseskannya dengan jalan berpikir berperilaku maupun berkarya yang didasarkan pada prinsip-prinsip hukum lingkungan (Putra, dkk, 2003, hlm. 151-152).

Diharapkan pelaksanaan program Corporate Social Responsibility memiliki konsep pembangunan yang berkelanjutan, sehingga hasilnya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan itu sendiri melainkan dapat dirasakan juga oleh masyarakat sekitar dan juga berdampak positif bagi lingkungan sehingga keberlanjutan lingkungan dapat tetap terjamin sekalipun dengan adanya pembangunan dalam bidang pariwisata.

Banyan Tree Ungasan Bali merupakan salah satu resort bintang lima di

Pulau Bali yang merupakan resort terbaik dengan mendapatkan penghargaan Indonesia Villa of the Year 2011/2012 oleh Indonesia Travel and Tourism

Foundation. Selain itu Banyan Tree memiliki banyak cabang di berbagai

negara seperti Cina, Korea Selatan, Thailand, Mexico, dll. Dengan adanya penghargaan ini tentu saja resort ini memiliki manajemen dan program yang baik, salah satunya dapat kita lihat melalui program corporate social responsibility yang mereka miliki. Ditambah dengan diraihnya penghargaan

Tri Hita Karana 2013 dan juga Silver Certified 2014 oleh Earthcheck, yang dapat membuktikan bahwa Banyan Tree Resort Ungasan Bali merupakan salah satu resort bintang lima yang menerapkan konsep pelestarian lingkungan dan berjalan sesuai dengan ajaran agama Hindu sebagaiamana yang tercantum

dalam peraturan daerah Prov. Bali mengenai kepariwisataan budaya.

Beberapa program corporate social responsibility yang sedang dilakukan

(19)

7

kecak dan legong di resort dengan menggunakan seniman lokal Desa Ungasan, kemudian melakukan acara keagamaan sesuai dengan adat setempat seperti pelaksanaan upacara memperingati hari jadi pura di resort. Program CSR yang dilakukan oleh Banyan Tree Ungasan Resort ini telah dilaksanakan dari tahun 2010 sesudah satu tahun resort ini beroperasi hingga saat ini dan juga Banyan Tree Resort memiliki program Green Imperative Fund yaitu

program pengumpulan dana untuk program sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kegiatan perusahaan dalam menyediakan dukungan keuangan untuk lingkungan yang tak layak dan proyek berbasis masyarakat yang didapatkan dari sumbangan tamu yang menginap di Banyan Tree Resort yang dipatok dengan harga USD 2 setiap malamnya, tetapi itu berdasarkan kemauan dari tamu tersebut jika memang ingin menyumbang lebih atau tidak menyumbang sama sekali, tanpa adanya paksaan. Hal ini merupakan tindakan sosial yang dilakukan juga atau sudah ditetapkan oleh Banyan Tree Global atau beberapa chain resort Banyan Tree.

Melihat pentingnya pembangunan yang berkelanjutan dalam bidang pariwisata maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Dampak Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) Banyan Tree

Resort dalam Mendukung Konsep Sustainable Tourism Development di

Desa Ungasan Bali”.

1.2Identifikasi dan Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah yang berkaitan dengan dampak program corporate social responsibility dalam mendukung

konsep sustainable tourism development yang dibatasi hanya untuk masyarakat di Banjar Kelod desa Ungasan. Rumusan masalah dari judul tersebut yaitu:

1. Bagaimana program Corporate Social Responsibility (CSR) Banyan Tree Ungasan Resort?

(20)

8

sesudah pelaksanaan program Corporate Social Responsibility Banyan Tree Ungasan Resort?

3. Adakah perbedaan secara signifikan terhadap kondisi Sustainable Tourism Development di Banjar Kelod, Desa Ungasan Bali sebelum dan sesudah

pelaksanaan program Corporate Social Responsibility Banyan Tree Ungasan Resort?

1.3Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini yaitu:

1. Menganalisis program Corporate Social Responsibility Banyan Tree Ungasan Bali.

2. Menganalisis pembangunan pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism Development) di Desa Ungasan Bali sebelum dan sesudah pelaksanaan

program Corporate Social Banyan Tree.

3. Menganalisis perubahan atau perbedaan secara signifikan terhadap Sustainable Tourism Development di Banjar Kelod, Desa Ungasan Bali

sesudah pelaksanaan program Corporate Social Responsibility Banyan Tree Ungasan Resort.

1.4Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini yaitu: 1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan wacana dan pengetahuan bagi mahasiswa dalam bidang disiplin ilmu Manajemen Resort

& Leisure Universitas Pendidikan Indonesia Bandung mengenai pelaksanaan program Corporate Social Responsibility dan Sustainable Tourism

Development.

2. Manfaat Praktis

(21)

9

1.5Sistematika Penulisan

BAB I : PENDAHULUAN

Berisi mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian yang akan diangkat, manfaat penelitian serta sistematika penulisan.

BAB II : KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN

HIPOTESIS

Berisi mengenai kajian mengenai corporate social responsibility dan sustainable tourism development. Serta berisi uraian kerangka pemikiran, dan hipotesis sementara penelitian ini.

BAB III : METODE PENELITIAN

Berisi mengenai pembahasan metode penelitian yang digunakan, analisis, dan operasional konsep.

BAB IV : HASIL PENELITIAN

Berisi ulasan pokok mengenai pelaksanaan corporate social responsibility Banyan Tree Ungasan Resort dan dampaknya dalam

mendukung konsep sustainable tourism development di desa Ungasan Bali.

BAB V : SIMPULAN DAN SARAN

(22)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian

Banjar Kelod, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung merupakan daerah berbukit, berbatasan dengan Kelurahan Jimbaran di sebelah

utara, dan desa Pecatu di sebelah barat. Ditempuh hanya 40 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai dan hanya 20 menit dari kawasan Nusa Dua. Desa Ungasan berdekatan dengan pantai Pandawa, Dreamland, maupun Pantai Balangan. Dapat kita lihat denahnya pada gambar 3.1.

Gambar 3.1

Denah Lokasi Desa Ungasan Bali

(23)

26

3.2 Metode dan Desain Penelitian

3.2.1 Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, yaitu hasil penelitian yang kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya, artinya penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numeric (angka) dan analisisnya

menggunakan statistik, dengan menggunakan metode penelitian ini akan diketahui hubungan yang signifikan antara variabel yang diteliti, sehingga menghasilkan kesimpulan yang akan memperjelas gambaran mengenai objek yang diteliti. Sugiyono (2011, hlm. 7) memberikan pendapat mengenai metode deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.

Selain itu menurut Wardiyanta penelitian deskriptif (Descriptive Research) adalah penelitian yang bertujuan membuat deskripsi atas suatu fenomena sosial/alam secara sistematis, faktual, dan akurat. Di samping itu, penelitian ini sering juga digunakan untuk menguji suatu hipotesis atau untuk menjawab pertanyaan mengenai berbagai peristiwa yang sedang terjadi di masyarakat (2006, hlm. 5).

Sementara, metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data

bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Dari pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa metode kuantitatif

adalah metode yang digunakan untuk analisis data yang bersifat kuantitatif juga, dan bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

3.2.2 Operasionalisasi Variabel

(24)

27

variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Variabel penelitian merupakan kondisi-kondisi yang oleh peneliti dimanipulasikan, dikontrol atau diobservai dalam suatu penelitian (Sugiyono, 2011, hlm. 38). Variabel dari penelitian ini adalah CSR dan sustainable tourism development di Desa Ungasan Banjar Kelod, Bali.

Penjabaran operasional dari variabel-variabel yang diteliti dapat dilihat pada

tabel 3.1.

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

Variabel Sub Variabel Indikator Skala

(25)

28

(26)

hewan-29

Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti April 2014

3.3 Populasi, Sampel dan Teknik Sampel

3.3.1 Populasi Penelitian

Menurut Sugiyono (2011, hlm 80) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Desa Ungasan memiliki 13 Banjar, namun hanya salah satu

banjar yang lebih didominasikan pelaksanaan program tanggung jawab sosial oleh Banyan Tree Resort yaitu Banjar Kelod, dengan hal tersebut maka yang dijadikan

populasi adalah masyarakat yang tinggal di Banjar Kelod, desa Ungasan, Bali.

3.3.2 Sampel Penelitian

Dalam kegiatan penelitian ada kalanya populasi terlampau luas, oleh karena itu peneliti harus dapat mempertimbangkan sampel yang akan diambil. Arikunto (1998) menyatakan bahwa banyaknya sampel tergantung pada:

(27)

30

2. Sempit dan luasnya pengamatan setiap sampel, karena menyangkut banyak sedikitnya data.

3. Besar kecilnya resiko yang ditanggung peneliti.

Teknik pengambilan sampel dari populasi agar diperoleh sampel yang presentative dan mewakili maka diupayakan setiap subjek dalam populasi mempunyai peluang yang sama untuk menjadi sampel. Menurut Sugiyono (2011,

hlm. 81) yang dimaksud dengan sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tertentu. Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel dari populasi harus benar-benar mewakili.

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2006, hlm. 109). Berkaitan dengan pengertian tersebut sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat daerah Ungasan yang terkena dampak program pelaksanaan Corporate Social Responsibility Banyan Tree Ungasan Bali.

Penelitian ini dalam menentukan jumlah sampelnya (n), digunakan teknik Slovin dengan rumus sebagai berikut:

Dimana: n = ukuran sampel N = ukuran populasi

e = kesalahan sampel yang dapat ditolelir

Melalui website resmi pemerintahan Desa Ungasan, Bali pada tahun 2013 menyediakan data jumlah penduduk Banjar Kelod Desa Ungasan, Bali pada tahun

(28)

31

Berdasarkan rumus Slovin, maka ukuran sampel adalah sebagai berikut:

N =

=

=

= 90

Berdasarkan perhitungan di atas jumlah sampel (n) minimal yang digunakan dalam penelitian adalah 90 orang. Dengan tingkat kesalahan yang dapat ditolerir sebesar 10%.

3.3.3 Teknik Sampling

Dalam menentukan teknik sampling peneliti mengacu pada teori Sugiyono (2011:81), “Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel, untuk menentukan teknik sampel yang akan digunakan dalam penelitian”, dengan menggunakan nonprobability sampling yaitu teknik pengumpulan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Peneliti menggunakan sampling incidental yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan insidental bertemu dengan peneliti yang kemudian dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2011, hlm. 85). Teknik sampling ini digunakan peneliti karena dalam penelitian tidak semua unsur populasi bersifat heterogen terlebih agar penelitian ini sesuai objek yang diteliti dibutuhkan masyarakat lokal Banjar Kelod Desa Ungasan Bali yang merasakan atau menerima dampak dari pelaksanaan program corporate social responsibility Banyan Tree Ungasan Resort.

3.4 Jenis dan Sumber Data

Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data. Jenis dan sumber data dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian

(29)

32

a. Data Primer

Data primer atau data tangan pertama adalah data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian dengan menggunakan alat pengukuran atau alat pengambilan data langsung pada subjek sebagai sumber data

yang dicari. Untuk memperoleh data primer, penulis menggunakan metode kuisioner dan wawancara untuk mengetahui dampak dari program tanggung jawab sosial Banyan Tree di Desa Ungasan Bali.

b. Data Sekunder

Data sekunder atau data tangan kedua adalah data yang diperoleh dari pihak lain, tidak langsung diperoleh oleh peneliti dari subjek penelitiannya. Data sekunder biasanya berwujud data dokumentasi atau data laporan yang telah tersedia. Agar lebih jelas lagi berikut tabel 3.2 yang menjelaskan tentang jenis dan sumber data yang didapatkan penulis selama proses penyusunan penelitian ini.

Tabel 3.2

Indonesia melalui pintu masuk bandara 2013

Desa Ungasan Website (2013) Sekunder

4 Peta lokasi Banjar Kelod Desa Ungasan Bali

Desa Ungasan Website (2013) Sekunder

5 Program Corporate Social

Responsibility Banyan Tree Ungasan Resort

Human Resources Banyan Tree Ungasan Resort (2013)

Sekunder

6 Persepsi masyarakat terhadap program CSR Banyan Tree Ungasan Resort

Kuisioner masyarakat Banjar Kelod, Desa Ungasan, Bali (2014)

Primer

7 Persepsi masyarakat terhadap kondisi sustainable tourism development di Desa Ungasan Bali sebelum dan sesudah pelaksanaan CSR Banyan Tree

Kuisioner masyarakat Banjar Kelod, Desa Ungasan, Bali (2014)

(30)

33

Ungasan Resort

Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti April (2014)

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah sebagai berikut:

a. Studi Pustaka

Mengumpulkan berbagai data dari berbagai buku sumber yang memiliki hubungan dengan penelitian ini, seperti sustainability in the hospitality industry, tourism sustainable development, pembangunan yang berkelanjutan

dan lain sebagainya. b. Wawancara

Pedoman wawancara adalah pedoman yang digunakan untuk melakukan survei dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung tentang pelaksanaan program Corporate Social Responsibility Banyan Tree Ungasan kepada Human Resources Department Banyan Tree Ungasan Bali.

c. Penyebaran Kuisioner

Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2011, hlm. 142). Angket ini disebar kepada 90 responden yaitu masyarakat yang terkena dampak dari pelaksanaan program corporate social responsibility Banyan Tree Ungasan Bali.

d. E-literatur

Mengumpulkan data dari berbagai sumber di internet mengenai penelitian ini.

3.6 Instrumen Penelitian

Menurut Sugiyono (2010:102) “instrumen penelitian adalah suatu alat untuk

(31)

34

literatur, website, serta data di Banyan Tree Ungasan Resort. Alat yang digunakan peneliti dalam melakukan penelitian yaitu kuisioner. Dalam penelitian ini, kuisioner yang digunakan adalah kuisioner tertutup yaitu model pertanyaan dimana pertanyaan tersebut telah disediakan jawabannya, sehingga responden hanya memilih dari alternatif jawaban yang sesuai dengan pendapat atau pilihannya. Cara pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan

prosedur:

1) Responden diberi kuisioner.

2) Setelah responden mengisi kemudian jawaban tersebut ditabulasi, diolah, dianalisis dan disimpulkan.

3.6.1 Pendekatan Skala Likert

Menurut Sugiyono (2010, hlm 93), skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang/sekelompok orang tentang fenomena sosial. Menyusun setiap item instrumen dapat berupa pertanyaan maupun pernyataan. Jawaban dari setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negative yang dapat berupa kata-kata serta setiap jawaban diberi bobot sesuai dengan urutannya.

Data mentah yang terkumpul dari kuisioner diolah agar memperoleh makna yang berguna. Setiap variabel yang dinilai diklasifikasikan ke dalam 5 kriteria skor. Digunakan skala pengukuran sikap, pendapat, dan persepsi seseorang dengan skala likert untuk kedua variabel. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat

berupa pertanyaan atau pernyataan. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat

(32)

35

Tabel 3.3

Skor Pernyataan Skala Likert

No Pernyataan Skor

1 Sangat Setuju (SS) 5

2 Setuju (S) 4

3 Kurang Setuju (KS) 3

4 Tidak Setuju (TS) 2

5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti April 2014

Selain itu instrumen penelitian yang menggunakan skala likert dapat dibuat dalam bentuk checklist ataupun pilihan ganda. Dalam penelitian ini digunakan tabel dengan bentuk checklist. Setelah mendapatkan data hasil kuisioner atau angket dari responden berdasarkan sampel penelitian maka dilakukanlah tahap selanjutnya yaitu memeriksa kembali kelengkapan jawaban angket responden yang sudah terkumpul, menerjemahkan hasil pernyataan responden ke dalam skor yang telah ditentukan, kemudian selanjutnya data tersebut digunakan sebagai bahan untuk melakukan uji validitas dan reliabilitas. Selain itu karena hasil data skala likert adalah data ordinal sedangkan analisis data menggunakan paired sample t-test yang membutuhkan data interval. Maka perlu mengkonversikan

terlebih dahulu data yang didapat. Dalam penelitian ini alat untuk mengkonversikan data ordinal menjadi interval adalah Method of Successive Interval (MSI).

3.6.2. Method of Successive Interval (MSI)

Menurut Riduwan dan Kuncoro (2008, hlm. 30) mentransformasikan data interval bertujuan untuk memenuhi sebagian dari syarat analisis parametrik, di mana data setidaknya berskala interval. Teknik transformasi yang paling

(33)

36

MSI merupakan metode yang digunakan untuk mentransformasikan data dari ordinal menjadi interval dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Perhatikan setiap butir jawaban responden dari angket yang disebarkan.

2. Pada setiap butir, ditentukan jumlah orang yang mendapat skor 1,2,3,4, dan 5 yang disebut dengan frekuensi.

3. Setiap frekuensi dibagi dengan banyaknya responden dan hasilnya disebut

proporsi.

4. Tentukan nilai proporsi kumulatif dengan menjumlahkan nilai proporsi secara berurutan per kolom skor.

5. Gunakan tabel distribusi normal, hitung nilai Z untuk setiap proporsi kumulatif yang diperoleh.

6. Tentukan nilai tinggi densitas untuk setiap nilai Z yang diperoleh (dengan menggunakan tabel tinggi densitas).

7. Tentukan nilai skala dengan menggunakan rumus:

NS =

8. Tentukan nilai transformasi dengan rumus:

Nilai hasil transformasi : score = scale value minimum + 1

Data yang telah terbentuk skala interval kemudian ditentukan persamaan yang berlaku untuk pasangan variabel tersebut.

Untuk mengubah data skala ordinal menjadi skala interval digunakan aplikasi komputer Microsoft Excel. Berikut merupakan langkah-langkah untuk

mentransformasikan data ordinal menjadi interval melalui Microsoft Excel, yaitu: 1. Input data skor jawaban yang diperoleh pada lembar kerja (worksheet) Excel. 2. Klik “Analize” pada menu bar

3. Klik “Successive Interval” pada menu Analize, hingga muncul kotak dialog Method of Succesive Interval

(34)

37

5. Checklist (v) Input Label in Fairst now dalam kotak dialog tersebut

6. Pada “Option min value” isikan/pilihan 1 dan Max value ganti dengan skor tertinggi dalam angket/ kuisioner

7. Pada output, tentukan Cell Output, hasilnya akan ditempatkan di sel selanjutnya, lalu klik “Ok”.

3.6.3. Garis Kontinum

Untuk mengklasifikasikan kelompok interval pada olahan data kuisioner, maka dibuat garis kontinum. Menurut Sudjana (2005, hlm. 79) rumus untuk menentukan jenjang interval adalah sebagai berikut:

NJI (Nilai Jenjang Interval) =

Dimana nilai NJI adalah interval untuk menentukan skor variabel yang akan diteliti berada pada posisi sangat tinggi, tinggi, cukup tinggi, rendah, dan sangat

rendah dari suatu variabel. Jika diumpamakan jumlah pernyataan suatu variabel adalah dua pernyataan dengan skor pernyataan terbesar adalah lima dan skor

pernyataan terendah adalah satu dengan 90 responden, maka perhitungan garis kontinum adalah sebagai berikut:

Jumlah kriteria pernyataan : 5

Nilai tertinggi secara keseluruhan : (2 x 5 x 90) = 900 Nilai terendah adalah : (2 x 1 x 90) = 180

Selanjutnya dapat diketahui interval untuk mengklasifikasikan penilaian adalah:

NJI = 900 – 180

5

= 144

(35)

38

Tabel 3.4

Tabel Klasifikasi Kelompok Interval

No Pernyataan Skor

1 Sangat Tinggi/Sangat Baik 756 - 900

2 Tinggi/Baik 612 - 755

3 Cukup Tinggi/Cukup Baik 468 - 611

4 Rendah/Buruk 324 - 467

5 Sangat Rendah/Sangat Buruk 180 - 323 Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti Juni 2014

Sehingga garis kontinum akan berbentuk seperti Gambar 3.2 berikut ini :

SR/SBR R/BR CT/CB T/B ST/SB

180 324 468 612 756 900

(total skor)

Gambar 3.2

Garis Kontinum Variabel Penelitian Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti Juni 2014

3.7 Pengujian Instrumen Penelitian

3.7.1 Uji Validitas

(36)

39

Keterangan:

r = koefisien korelasi butir/item n = jumlah subyek/ responden Ʃx = jumlah skor x

(Ʃx)2

= kuadrat jumlah skor x Ʃy = jumlah skor y

(Ʃx)2

= kuadrat jumlah skor y Ʃxy = jumlah hasil skor x dan y

Nilai r kemudian dikonsultasikan dengan ( ). Bila dari rumus

di atas lebih besar dari maka butir tersebut valid dan sebaliknya.

Keputusan pengujian validitas instrumen adalah sebagai berikut:

1. Jika rhitung> rtabel, maupun nilai probabilitas statistik < (level of significant 5 %

= 0,05) maka instrumen diakatakan valid.

2. Jika rhitung> rtabel, maupun nilai probabilitas statistik > (level of significant 5 %

= 0,05) maka instrumen diakatakan tidak valid.

3.7.2 Uji Realibilitas

(37)

40

Rumus Alpha Cronbach sebagai berikut:

Keterangan:

r11 = reliabilitas yang dicari

n = Jumlah item pertanyaan yang di uji Σσ t2 = jumlah varians skor tiap-tiap item σ t2 = varians total

Keputusan uji reliabilitas ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Jika nilai koefisien reliabilitas > 0,60 maka item pertanyan dinyatakan reliabel.

b. Jika nilai koefisien reliabilitas < 0,60 maka item pertanyan dinyatakan tidak reliabel.

3.7.3 Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

(38)

41

Tabel 3.5

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

Pelaksanaan Program Corporate Social Responsibility Banyan Tree Ungasan

Resort

0,784146 0,60 Reliabel

2 0,546148 0,361 Valid

Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti dengan Microsoft Excel Mei 2014

Berdasarkan tabel 3.4 bahwa dari 10 pernyataan dinyatakan bahwa semua pernyataan valid. Dimana semua pernyataan memenuhi persyaratan dengan nilai koefisien validitas lebih dari 0,361. Nilai koefisien reliabilitas variabel ini lebih dari titik kritis 0,60 atau dapat dibilang memenuhi syarat dan termasuk reliabel. Pada tabel 3.5 dan 3.6 menjelaskan validitas dan reliabilitas untuk variabel

(39)

42

Tabel 3.6

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel

Sustainable Tourism Development

0,984089 0,60 Reliabel

2 0,856412 0,361 Valid

Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti dengan Microsoft Excel Mei 2014

(40)

43

Tabel 3.7

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel

Sustainable Tourism Development

Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti dengan Microsoft Excel Mei 2014

Berdasarkan tabel tabel 3.7 diatas semua pernyataan yaitu sebanyak 12 pernyataan dalam variabel ini nilai koefisien validitas nya lebih dari 0,361 dan dinyatakan valid semua. Begitu pula dengan nilai koefisien reliabilitasnya, dengan melebihi nilai titik kritis 0,60 maka dinyatakan pula reliabel.

3.8 Rancangan Analisis Data

(41)

44

ditemui, dan rumusan hipotesis yang akan diuji telah dibuat. Untuk menjawab semua rumusan masalah tersebut dibutuhkan rancangan analisis data tertentu.

3.8.1 Analisis data Deskriptif

Analisis data dengan metode deskriptif yaitu gunanya untuk menggambarkan atau menganalisis data suatu penelitian. Rumusan masalah

mengenai pelaksanaan program Corporate Social Responsibility Banyan Tree dan bagaimana pembangunan pariwisata yang berkelanjutan di desa Ungasan sebelum dan sesudah adanya pelaksanaan program tanggung jawab sosial Banyan Tree Resort akan dianalisis dengan metode deskriptif.

3.8.2 Uji Persyaratan Analisis

Analisis paired sample t test memiliki beberapa persyaratan statistik yang harus dipenuhi. Teknik analisis paired sample t test dilakukan dengan prosedur kerja sebagai berikut:

1. Uji Normalitas

Uji Normalitas adalah untuk menentukan apakah sampel data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas distribusi data dalam penelitian ini menggunakan Uji Kolmogorov–Smirnov. Untuk itu penulis melakukan uji normalitas kedua variabel tersebut dengan menggunakan bantuan software SPSS statistics 20 for Window. Uji Kolmogorov–Smirnov berdasar pada kriteria

pengambilan keputusan sebagai berikut :

a. Jika nilai probabilitas <0,05 maka distribusi tidak normal. b. Jika nilai probabilitas >0,05 maka distribusi normal.

3.8.3 Hasil Uji Persyaratan Analisis

1. Uji Normalitas

(42)

45

Normal Parametersa,b Mean 41.7418 38.5148 Std. Deviation 7.66134 7.07197

Most Extreme Differences

Absolute .165 .143

Positive .143 .129

Negative -.165 -.143

Kolmogorov-Smirnov Z 1.569 1.355

Asymp. Sig. (2-tailed) .015 .051

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti Mei 2014

Sesuai dengan hasil pengolahan SPSS 20 diatas menunjukkan bahwa data yang diolah berdistribusi normal (poin a). Nilai signifikansi yang ditunjukkan sebesar 0,51 yang berarti nilanya lebih besar dari 0,05. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa persyaratan normalitas bisa dipenuhi.

3.8.4 Analisis Paired Sample T Test

Paired-Sample T Test adalah analisis dengan melibatkan dua pengukuran pada subjek yang sama terhadap suatu pengaruh atau perlakuan tertentu. Apabila suatu perlakuan tidak memberi pengaruh, maka perbedaan rata-rata adalah nol.

Paired Sampel t-test merupakan perhitungan statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis beda dua rata-rata sampel untuk data yang berbentuk interval atau rasio. Statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif (hubungan antar variabel) dalam kaitannya untuk menghitung nilai r (kolerasi antara dua

(43)

46

terhadap kondisi sustainable tourism development di Desa Ungasan Bali sesudah dilaksanakannya program CSR Banyan Tree Ungasan Resort dari tahun 2010 hingga sekarang seperti penanaman pohon, seedlings, perekrutan karyawan lokal, pelaksanaan Tri Hita Karana baik dari segi kebudayaan dan adat istiadat, mengikuti program earthcheck mengenai penjagaan dan pemeliharaan kualitas lingkungan, dan pelaksanaan kursus bahasa Inggris akan dianalisis dengan

menggunakan metode analisis paired sample t test. Rumus Paired Sample T-test adalah sebagai berikut:

Keterangan:

= Rata-rata sampel 1

= Rata-rata sampel 2

= Deviasi standar sampel 1

= Deviasi standar sampel 2

= Varians sampel 1

= Varians sampel 2

t = korelasi antara dua sampel

Analisis ini digunakan untuk menguji hipotesis yang telah disusun oleh peneliti. Untuk menguji hipotesis parsial yang tersirat dari hipotesis penelitian, seperti dikemukakan oleh Sugiyono (2009, hlm. 250) adapun perhitungannya adalah sebagai berikut:

Keterangan :

t = distribusi student dengan derajat kebebasan (dk) = n-2

= koefisien korelasi

(44)

47

Ketentuan dari uji hipotesis ini yaitu:

Ho: Tidak ada perbedaan secara nyata pada kondisi Sustainable Tourism

Development di Desa Ungasan Bali sebelum dan sesudah pelaksanaan

program CSR Banyan Tree Ungasan Resort.

Ha: Ada perbedaan secara nyata pada kondisi Sustainable Tourism Development

di Desa Ungasan Bali sebelum dan sesudah pelaksanaan program CSR Banyan Tree Ungasan Resort.

Kriteria penolakan hipotesisnya adalah:

a. Jika t hitung ≥ t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima.

(45)

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan pada Bab IV, sesuai dengan tujuan penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan yaitu

bahwa:

1. Tanggapan masyarakat terhadap program corporate social responsibility yang dilaksanakan oleh Banyan Tree Ungasan Resort di Desa Ungasan Bali adalah sangat baik dengan skor sebesar 3965. Dilihat dari hasil data yang sudah diolah bahwa setiap sub variabel, baik dari economic, legal, ethical dan philanthropic responsibilities semua mendapatkan skor atau nilai di posisi sangat baik

dikarenakan keseluruhan masyarakat menilai dengan baik program-program CSR Banyan Tree Ungasan Resort. Hal ini membuktikan bahwa program corporate social responsibility yang dilaksanakan berjalan dengan baik dan

masyarakat merasakan pelaksanaan program-program CSR tersebut dalam kehidupan mereka.

2. Sustainable Tourism Development di Desa Ungasan, Bali sebelum dilaksanakannya program corporate social responsibility Banyan Tree Ungasan Resort atau sebelum tahun 2010 menurut tanggapan masyarakat adalah sangat tinggi dengan skor 4624. Dilihat dari ecological, cultural, economic, dan local sustainability nya semua berada di posisi tinggi. Begitu

pula hal nya dengan sesudah dilaksanakannya program corporate social responsibility Banyan Tree Ungasan Resort atau dari tahun 2010 hingga

sekarang semua sub variabel mendapatkan skor sangat tinggi dari tanggapan masyarakat. Dilihat dari jumlah keselurahan nilai terjadi peningkatan dari

(46)

99

3. Pada penelitian ini terdapat perbedaan secara signifikan atau nyata sebelum dan sesudah pelaksanaan program corporate social responsibility Banyan Tree Ungasan Resort. Atau bisa dikatakan Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya pelaksanaan program corporate social responsibility Banyan Tree Ungasan Resort memberikan dampak dalam mendukung konsep sustainable tourism

development di Desa Ungasan Bali.

5.2 Saran

Berdasarkan simpulan dan pembahasan penelitian ini, maka dapat diambil beberapa saran yang mendukung, yaitu:

1. Ethical responsibilities yang dilaksanakan oleh Banyan Tree Ungasan seperti Banyan Tree melaksanakan acara atau upacara keagamaan secara rutin sesuai

dengan adat istiadat setempat, melibatkan masyarakat dan menggunakan desain atau ornament sesuai dengan kebudayaan setempat mendapatkan nilai tinggi namun memperoleh skor atau nilai terendah jika dibandingkan dengan tanggung jawab lainnya. Seperti yang kita ketahui bahwa adat istiadat dan kebudayaan masyarakat Bali sangatlah kuat dan masih dipegang hingga saat ini dan tidak terpengaruh oleh modernisasi. Hal ini sebaiknya dapat memicu setiap usaha yang bergerak di industri pariwisata untuk lebih mengangkat kebudayaan setempat, dan menghilangkan pemikiran atau konsep bahwa sedikit mengangkat nilai-nilai budaya itu sudah cukup daripada tidak ada sama sekali, karena kebanggan masyarakat terletak pada kebudayaan dan adat istiadat mereka, sehingga akan terjalin hubungan yang baik antara masyarakat dengan perusahaan tersebut.

2. Masyarakat Desa Ungasan Bali menilai bahwa kondisi local sustainability di

desa mereke sebelum tahun 2010 atau sebelum pelaksanaan program CSR mendapatkan nilai terendah dibandingkan dengan variabel lainnya sedangkan

pada tahun 2010 hingga sekarang masyarakat menilai bahwa kondisi economic sustainability di desa mereka rendah daripada sustainable di bidang lainnya.

(47)

100

mendatang, seperti lebih banyak memberikan beasiswa bagi anak-anak berprestasi, mengadakan pelatihan kerja, memberikan bantuan dana usaha bagi usaha atau bisnis lokal, bekerjasama dengan usaha lokal seperti menggunakan bahan-bahan baku dari usaha mereka.

3. Perusahaan harus mampu untuk tidak melakukan eksploitasi sumberdaya alam yang ada di tempat perusahaan beroperasi. Karena sering terjadi bahwa

masyarakat mengalami kesusahan dalam mendapatkan air dan listrik dikarenakan perusahaan tersebut membutuhkan energi yang besar. Dan alangkah baiknya jika perusahaan turut serta dalam meningkatkan kualitas lingkungan daerah setempat, bukan hanya sekedar menanam pohon dan tidak membuang limbah secara sembarangan, tetapi juga turut serta dalam kegiatan gotong royong atau kebersihan yang dilakukan oleh masyarakat, sehingga masyarakat setempat tidak merasa dibedakan dan dapat bersatu dengan orang yang bukan berasal dari daerahnya.

4. Kesadaran akan pentingnya kesenian daerah pada saat ini masih kurang,

walaupun sudah mulai banyak komunitas-komunitas yang melestarikan kesenian daerah. Alangkah baiknya jika bukan hanya komunitas yang berusaha untuk mempertahankan kesenian daerah tersebut tetapi juga perusahaan perusahaan yang bergerak di bidang industri pariwisata, karena tidak semua industri pariwisata yang menyelenggarakan kesenian daerah. Jadikan kesenian daerah ini bukan hanya menjadi nilai jual untuk mendapatkan keuntungan tetapi jadikan kesenian daerah yang kita miliki menjadi kekayaan yang tak ternilai harganya, sehingga kita dapat terus menjaga kekayaan yang berharga ini.

5. Diharapkan penelitian selanjutnya yang membahas corporate social responsibility (CSR) maupun sustainable tourism development dapat

(48)

Molinda Hotmauly, 2014

DAFTAR PUSTAKA

Anom, I.P. (2010). Pembangunan Pariwisata yang Berkelanjutan. [Online].

Tersedia:http://balisustain.blogspot.com/2010/08/pembangunan-kepariwisataan.html [Diakses 19 Maret 2014].

Arikunto, S. (1998). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineke Cipta.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian: suatu pengantar praktik. Jakarta: Rineke Cipta.

Badri, M. (2009). Peran PR dalam Membangun Citra Perusahaan melalui

Program CSR. [Online]. Tersediadi:

http://ruangdosen.wordpress.com/2009/01/15/peran-pr-dalam-membangun-citra-perusahaan-melalui-program-csr/. [ Diakses 06 Maret 2014].

Berita Resmi Statistik (2014). Perkembangan Pariwiata dan Transportasi Nasional Desember 2013. : Badan Pusat Statistik.

Deni. (2008). T-Test. [Online]. Tersedia di: http://ineddeni. wordpress.com/2007/10/11/t-test/ [Diakses 13 Maret 2014.

Dinas Pariwisata Provinsi Bali. (2013). Statistik. [Online]. Tersedia: http://www.disparda.baliprov.go.id/id/Statistik2. [Diakses 15 Maret 2014].

Desa Ungasan. (2013). Informasi Jumlah Penduduk. [Online]. Tersedia: http://www.desaungasan.badungkab.go.id/?page_id=590. [Diakses 8 Maret 2014].

Edgell, D. L. (2006). Managing Sustainable Tourism. Canada: The Haworth Press.

Hadi, N. (2011). Corporate Social Responsibility. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Liburd, J.J dan Edward, D. (2010). Understanding The Sustainable Development of

(49)

Molinda Hotmauly, 2014

Mowforth, M. dan Munt, I. (2003). Tourism and Sustainability. London: Routledge.

Nicolau, J.L. (2008). Corporate Social Responsibility. Worth Creating Activities. Annals of Tourism Research. 35 (4), hlm. 900-1006. Great Britain: Elsevier.

Putra, I.B. dkk. (2003). Hukum Bisnis Pariwisata. Bandung: PT. Refika Aditama.

Rahmatullah dan Kurniati, T. (2011). Panduan Praktis Pengelolaan CSR (Corporate Social Responsibility). Yogyakarta: Samudra Biru.

Riduwan dan Kuncoro, E.A. (2008). Cara Menggunakan Path Analysis (ed.4). Bandung: Alfabeta.

Riduwan dan Kuncoro, E.A. (2012). Cara Menggunakan Path Analysis (ed.4). Bandung: Alfabeta.

Sheldon, P.J., dan Park, S.Y. (2011). An Exploratory Study of Corporate Social Responsibility in the U.S. Travel Industry. Journal of Travel Research. 50(4),

hlm. 392-407. Sage Publications.

Sloan, Philip. dkk. (2009). Sustainability in the Hospitality Industry. Oxford: Elsevier.

Sudjana. (2005). Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Sujarweni, V.W. dan Endrayanto, P. (2011). Statistika Untuk Penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

(50)

Molinda Hotmauly, 2014

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan (Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan RD. Bandung : Alfabeta.

Gambar

Tabel 1.1
Denah Lokasi Desa Ungasan BaliGambar 3.1
Tabel 3.1
Tabel 3.2 Jenis dan Sumber Data
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pusat budaya desa sangeh bertujuan untuk mengenalkan desa sangeh secara lebih detail, dan dapat meningkatkan esensi dari pengalaman ruang yang akan didapat dalam

Sebutan “Bank XXX” dipersingkat menjadi “XXX”, sedangkan tahun pendirian –“46”-digunakan dalam logo perusahaan untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertama

PERTAMA : Menetapkan cara untuk menyepakati waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan yang mencerminkan kesepakatan bersama dengan masyarakat (melalui

This research aims at finding out the correlation between the mastery of present tense and the ability I writing descriptive text of the eighth grade students of SMP N

atau pujian dari masyarakat mengenai kinerja pelayanan yang di berikan, baik melalui media masa maupun melalui kotak saran yang di sediakan. Kotak saran yang

(3) Jalan kelas III A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf c, merupakan jalan arteri atau kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan

Pemberian pelayanan yang secara berkelanjutan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Kabupaten Bone perlu terus diupayakan untuk meningkatkan kualitas layanan

Pembuatan Website Elektronik Online Dengan Menggunakan Macromedia Dreamweaver MX, PHP dan MySQL merupakan sebuah aplikasi WWW yang berisi informasi mengenai penjualan