• Tidak ada hasil yang ditemukan

Christianingtyas Ari Pramono Putri¹, T.t. Sipayung², Drs.³

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Christianingtyas Ari Pramono Putri¹, T.t. Sipayung², Drs.³"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM TAMBAHAN PENGHASILAN (INSENTIF) 2011 BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KINERJA PEGAWAI DISKOMINFO JABAR (SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN PROGRAM

TAMBAHAN PENGHASILAN 2011)

Christianingtyas Ari Pramono Putri¹, T.t. Sipayung², Drs.³

¹Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika), Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Telkom

¹[email protected]

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(2)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Tinjauan Terhadap Obyek Studi 1.1.1 Profil Organisasi

Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat adalah adalah kelanjutan dari organisasi sejenis, yang semula sudah ada di lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat, dengan nama Pusat Pengolahan Data (PUSLAHTA) Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat. Keberadaan PUSLAHTA di Jawa Barat dimulai pada tahun 1977, yaitu dengan adanya Proyek Pembangunan Komputer Pemerintah Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat. Proyek tersebut dimaksudkan untuk mempersiapkan sarana prasarana dalam rangka memasuki era komputer. Pada tanggal 8 April 1978 diresmikan pembentukan/pendirian PUSLAHTA Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat yang berkedudukan di Jalan Tamansari No. 57 Bandung.

PUSLAHTA Provinsi Jawa Barat kemudian dikembangkan menjadi Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) tanggal 29 Juni 1981. Pada tanggal 12 Desember 2000, dilakukan lagi perubahan menjadi Badan Pengembangan Sistem Informasi dan Telematika Daerah (BAPESITELDA) sebagai pengembangan dari KPDE.

Akhirnya, berdasarkan Perda Nomor 21 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Barat, BAPELSITELDA diganti menjadi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat.

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(3)

2

Berikut adalah logo dari Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat.

GAMBAR 1.1

LOGO DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA JAWA BARAT

Perubahan yang dilakukan memberikan ruang lingkup, cakupan kerja, serta tanggung jawab yang lebih luas. Sasarannya tidak hanya persoalan teknis, tapi juga kebijakan internal maupun eksternal yang menyentuh kepentingan publik khususnya di bidang teknologi informasi. Dengan platform dinas, maka Diskominfo dapat mengeluarkan regulasi demi kepentingan Provinsi Jawa Barat, terutama pencapaian Jabar Cyber Province 2012.

1.1.2 Visi, Misi, Tugas Pokok, dan Fungsi a. Visi

Terwujud masyarakat informasi Jawa Barat, melalui penyelenggaran komunikasi dan informatika yang efektif dan efisien.

b. Misi

1) Meningkatkan saran dan prasarana dan profesionalisme sumber daya aparatur bidang komunikasi dan informatika.

2) Mengoptimalkan pos dan telekomunikasi

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(4)

3

3) Mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan komunikasi dan informasi pemerintah dan masyarakat, serta melaksanakan diseminasi informasi.

4) Mewujudkan layanan online dalam penyelanggaran pemerintah berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.

c. Tugas Pokok

Melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah bidang komunikasi dan informatika berdasarkan asas otonomi, dekonsentrasi, dan tugas perbantuan.

d. Fungsi

1) Penyelenggaraan perumusan, penetapan pengaturan serta pelaksanaan kebijakan teknis urusan teknis pos dan telekomunikasi, sarana komunikasi dan diseminasi, telematika, serta pengolahan data elektronik;

2) Penyelenggaraan fasilitas dan pengendalian komunikasi dan informatika meliputi pos dan telekomunikasi, sarana komunikasi dan diseminasi informasi, telematika, serta pengolahan data elektronik;

3) Penyelenggaraan koordinasi dan pembinaan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas).

1.1.3 Unit-Unit dalam Diskominfo Jabar

Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 72 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok, Fungsi, dan Rincian Tugas Unit dan Tata Kerja Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, berikut adalah unit-unit dalam Diskominfo Jabar:

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(5)

4 a. Kepala

b. Sekretariat, membawahi:

1) Subbagian Perencanaan dan Program;

2) Subbagian Keuangan;

3) Subbagian Kepegawaian dan Umum;

c. Bidang Pos dan Telekomunikasi, membawahi:

1) Seksi Pos dan Telekomunikasi;

2) Seksi Monitoring dan Penertiban Spektrum Frekuensi;

3) Seksi Standarisasi Pos dan Telekomunikasi;

d. Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi, membawahi:

1) Seksi Komunikasi Sosial;

2) Seksi Komunikasi Pemerintahh dan Pemerintah Daerah;

3) Seksi Penyiaran dan Kemitraan Media;

e. Bidang Telematika, membawahi:

1) Seksi Pengembangan Telematika;

2) Seksi Penerapan Telematika;

3) Seksi Standarisasi dan Monitoring Evaluasi Telematika;

f. Bidang Pengolahan Data Elektronik, membawahi:

1) Seksi Kompilasi Data 2) Seksi Integrasi Data

3) Seksi Penyajian Data dan Informasi

g. Balai LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) 1) Tata Usaha LPSE

2) Layanan Informasi LPSE

3) Dukungan dan Pendayagunaan TIK LPSE

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(6)

5 1.2 Latar Belakang Penelitian

Setiap organisasi memerlukan sumber daya untuk mencapai tujuannya. Sumber daya tersebut antara lain terdiri dari sumber daya keuangan, sumber daya manusia, sumber daya pengetahuan, dan sumber daya teknologi. Sumber daya yang paling penting adalah sumber daya manusia (SDM), karena tanpa adanya sumber daya manusia, maka sumber daya yang lain menjadi sia-sia. Dengan alasan tersebut, maka setiap organisasi pun berusaha meningkatkan pengelolaan sumber daya manusianya.

Peranan sumber daya manusia di organisasi sangat dominan, karena manusia menjadi perencana, pelaku, dan penentu terwujudnya tujuan organisasi, termasuk di Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat.

Dinas Pemerintahan juga memberikan perhatian khusus kepada sumber daya manusianya. Terdapat program-program yang dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja dari para Pegawai Negeri Sipil, termasuk pemberian insentif.

Menurut Mangkunegara (2009:89), insentif adalah suatu penghargaan dalam bentuk uang yang diberikan oleh pihak pemimpin organisasi kepada karyawan agar mereka bekerja dengan motivasi yang tinggi dan berprestasi dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi. Dengan kata lain, insentif merupakan pemberian uang di luar gaji yang dilakukan organisasi sebagai pengakuan terhadap prestasi kerja dan kontribusi karyawan kepada organisasi.

Pemberian insentif yang diberlakukan di Diskominfo Jawa Barat adalah Program Tambahan Penghasilan (dengan Pengukuran Kinerja) Bagi Pegawai Negeri Sipil dan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2011 berdasarkan

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(7)

6

Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 83 Tahun 2010 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 119 tahun 2009. Dalam peraturan tersebut diinformasikan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas kerja pegawai.

Dalam implementasi program tersebut, setiap satu bulan sekali diadakan pengukuran kinerja pegawai Diskominfo Jabar sebagai dasar penghitungan besaran tambahan penghasilan (insentif), untuk memenuhi kebutuhan hidup layak, meningkatkan kinerja, motivasi, inovasi, disiplin dan penghargaan terhadap kinerja pegawai berdasarkan perilaku kerja dan prestasi kerja.

Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 83 Tahun 2010 menjabarkan bahwa pengukuran aspek perilaku kerja dilaksanakan dengan memberikan penambahan terhadap besaran tambahan penghasilan bagi pegawai yang menunjukkan perilaku kerja sebagai berikut: a) Hadir sesuai dengan ketentuan mengenai jam kerja; b) Pulang tepat waktu sesuai dengan ketentuan mengenai jam kerja; c) Mentaati ketentuan mengenai masuk kerja; d) Melaksanakan tugas dan/atau perintah kedinasan dari atasan dengan baik; dan e) Tidak sedang dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sedangkan pengukuran aspek prestasi kerja didasarkan pada pelaksanaan tugas pokok dan tugas tambahan oleh masing-masing pegawai. Tugas pokok adalah tugas utama yang merupakan penjabaran langsung dari fungsi tugas organisasi, sebagaimana dinyatakan dalam rincian tugas jabatan yang bersangkutan. Tugas tambahan adalah tugas yang pada dasarnya tidak dinyatakan dalam rincian tugas jabatan, tetapi memberikan manfaat bagi unit kerja tempat pegawai yang bersangkutan ditugaskan atau apabila pegawai masih melaksanakan tugas pokok

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(8)

7

minimal 3 (tiga) jam setelah melaksanakan tugas pokok selama 7 (tujuh) jam dalam 1 (satu) hari.

Seharusnya, dengan penerapan program Pemberian Tambahan Penghasilan ini, terdapat peningkatan kinerja pegawai Diskominfo Jabar sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Panggabean (2004:90) bahwa pemberian insentif dapat meningkatkan kinerja karyawan, sesuai pula dengan hasil penelitian Condly, dkk (2003: 56) bahwa insentif memiliki pengaruh positif dalam tujuannya untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas kinerja, dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 83 Tahun 2010. Pada kenyataannya terdapat fenomena bahwa muncul indikator penurunan kinerja pegawai berupa kenaikan rata-rata tingkat keterlambatan dan kepulangan lebih awal pegawai Diskominfo. Indikator penurunan tersebut sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa kinerja organisasi dinyatakan dalam tiga jenis dimensi kerja, antara lain adalah hasil kerja dan perilaku kerja (Wirawan, 2009:54) dan dalam Peraturan Gubernur Nomor 83 Tahun 2010, perilaku kerja di Diskominfo Jabar diukur dengan ketepatan waktu hadir dan kepulangan pegawai.

Data kenaikan rata-rata tingkat keterlambatan Pegawai Diskominfo Jabar disajikan dalam tabel di bawah ini.

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(9)

8 Tabel 1.1

Perbandingan Rata-Rata Jumlah Keterlambatan Pegawai Diskominfo Jabar Tahun 2010 dan 2011

2010 2011

Bulan Rata-Rata Tingkat

Keterlambatan Bulan Rata-Rata Tingkat Keterlambatan

Agustus 0,00 Januari 0,02

September 0,08 Februari 0,15

Oktober 0,00 Maret 0,39

November 0,00 April 0,31

Desember 0,00 Mei 0,21

Rata-rata 0,02 Rata-rata 0,22

Sumber : SDM Diskominfo Jabar (November 2011)

Tabel 1.1 menginformasikan bahwa dapat disimpulkan bahwa rata- rata tingkat keterlambatan sebelum penerapan program Tambahan Penghasilan 2011 adalah 0,02 dan rata-rata tingkat keterlambatan setelah penerapan program Tambahan Penghasilan 2011 adalah 0,22. Terdapat peningkatan rata-rata tingkat keterlambatan pegawai sebesar 0,20 yang menunjukkan indikasi penurunan tingkat kinerja pegawai Diskominfo Jabar.

Selain data rata-rata tingkat keterlambatan pegawai, ternyata rata- rata tingkat kepulangan pegawai sebelum waktunya juga meningkat, seperti disajikan dalam Tabel 1.2.

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(10)

9 Tabel 1.2 Perbandingan Rata-Rata Tingkat Kepulangan Lebih Awal

Pegawai Diskominfo Jabar Tahun 2010 dan 2011

2010 2011

Bulan Rata-rata Tingkat

Kepulangan Lebih Awal Bulan Rata-rata Tingkat Kepulangan Lebih Awal

Agustus 0,00 Januari 0.05

September 0,01 Februari 0,33

Oktober 0,00 Maret 0,77

November 0,00 April 0,55

Desember 0,00 Mei 0,60

Rata-rata 0,00 Rata-rata 0,56

Sumber : SDM Diskominfo Jabar (November 2011)

Tabel 1.2 menginformasikan bahwa dapat disimpulkan bahwa rata- rata tingkat kepulangan lebih awal sebelum penerapan program Tambahan Penghasilan 2011 adalah 0,00 dan rata-rata tingkat kepulangan lebih awal setelah penerapan program Tambahan Penghasilan 2011 adalah 0,56. Terdapat peningkatan rata-rata tingkat kepulangan lebih awal pegawai sebesar 0,56 yang menunjukkan indikasi penurunan tingkat kinerja pegawai Diskominfo Jabar.

Fakta-fakta tersebut menunjukkan adanya penyimpangan antara teori yang ada dengan realita yang terjadi di lapangan, sehingga penulis tertarik untuk meneliti fenomena ini. Berdasarkan penjabaran yang telah disajikan, penulis ingin melakukan penelitian mengenai efektivitas Program Tambahan Penghasilan 2011 kepada Pegawai Diskominfo jabar

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(11)

10

dengan melihat perubahan tingkat kinerja pada Diskominfo Jabar sebelum dan setelah penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011.

Penulis mengajukan topik bahasan dengan judul “Analisis Efektivitas

Program Tambahan Penghasilan (Insentif) 2011 berdasarkan Perbandingan Tingkat Kinerja Pegawai Diskominfo Jabar (Sebelum dan Sesudah Penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011)”.

1.3 Perumusan Masalah

Perumusan masalah berdasar latar belakang penelitian di atas adalah sebagai berikut:

a. Bagaimana penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011 berdasarkan persepsi pegawai Diskominfo Jabar?

b. Bagaimana kinerja pegawai Diskominfo Jabar tahun 2010 (sebelum penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011) dan tahun 2011 (setelah penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011)?

c. Apakah Program Tambahan Penghasilan 2011 terbukti efektif berdasarkan hasil perbandingan kinerja Pegawai Diskominfo Jabar tahun 2010 (sebelum penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011) dan tahun 2011 (setelah penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011)?

1.4 Tujuan Penelitian

Mengacu pada rumusan permasalahan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Mengetahui penerapan Program Tambahan Penghasilan berdasarkan persepsi pegawai Diskominfo Jabar.

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(12)

11

b. Mengetahui kinerja pegawai Diskominfo Jabar tahun 2010 (sebelum penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011) dan tahun 2011 (setelah penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011).

c. Mengetahui efektif atau tidaknya Program Tambahan Penghasilan 2011 berdasarkan hasil perbandingan kinerja Pegawai Diskominfo Jabar tahun 2010 (sebelum penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011) dan tahun 2011 (setelah penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011).

1.5 Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, yaitu:

a. Kegunaan Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu wujud kontribusi akademik dalam mengembangkan konsep Manajemen Sumber Daya Manusia serta menambah penelitian di bidang tersebut sebagai referensi penelitian selanjutnya.

b. Kegunaan Praktis

Dapat digunakan sebagai literatur maupun bahan rujukan atau masukan bagi Diskominfo Jabar mengenai pemberian tambahan penghasilan serta peningkatan kinerja pegawai.

1.6 Sistematika Penulisan Tugas Akhir

Tugas akhir ini terdiri dari lima bab yang disertai oleh gambar, tabel, dan diberi pelengkap berupa judul, abstrak, daftar isi, serta daftar pustaka.

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(13)

12

Bab I berisi tentang pendahuluan, yang di dalamnya terdapat penjabaran tentang profil objek penelitian, termasuk logo organisasi, visi, misi, tugas pokok, fungsi, serta unit-unit yang berada dalam organisasi. Kemudian dilanjutkan dengan latar belakang penelitian yang membuat penulis mengangkat masalah dalam penelitian ini. Setelah itu, terdapat rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan dan tujuan penelitian yang merupakan bentuk kalimat pernyataan dari pertanyaan dalam rumusan masalah. Dilanjutkan dengan kegunaan penelitian serta sistematika penelitian.

Bab II berisi tentang tinjauan pustaka penelitian berupa rangkuman teori maupun penelitian-penelitian terdahulu yang menjadi dasar penyusunan kerangka pemikiran dan hipotesis. Kemudian penulis juga mencantumkan kerangka pemikiran penelitian dengan penjabarannya.

Terdapat pula hipotesis berdasarkan literatur yang sudah disertakan oleh penulis.

Bab III berisi tentang metode penelitian yang memiliki sub bab jenis penelitian, variabel operasional penelitian, tahapan penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik sampling yang digunakan dalam penelitian, data dan teknik pengumpulan data penelitian, uji validitas dan reliabilitas dari pertanyaan kuisioner, serta paired Z test (teknik analisis data).

Bab IV berisi tentang hasil dan pembahasan yang dijabarkan dalam sub-sub bab karakterisitik responden penelitian, hasil penelitian dan pembahasan.

Bab V berisi tentang kesimpulan dari penelitian ini serta saran yang diberikan penulis untuk penelitian sejenis yang akan datang dan bagi Diskominfo Jabar.

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(14)

90 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan yang diharapkan dapat memberikan jawaban terhadap permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini.

a. Penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011 berdasarkan Persepsi Pegawai Diskominfo Jabar

Rata-rata persepsi Pegawai Diskominfo Jabar terhadap Program Tambahan Penghasilan 2011 (insentif) berada dalam kategori tinggi, yaitu 67,75% dari tanggapan responden. Skor ini diperoleh dari populasi sebanyak 94 pegawai Diskominfo. Dari 16 item pernyataan, 14 pernyataan dalam kategori tinggi dan dua pernyataan dalam kategori rendah. Dua item yang berada dalam kategori rendah tersebut adalah item “insentif yang diberikan kepada saya telah dapat membuat saya menabung” dan item “insentif yang diberikan kepada saya telah dapat membuat saya melakukan kegiatan rekreasi”, yaitu indikator “sesuai dengan biaya hidup” dari sub variabel kriteria pemberian insentif. Menurut pegawai Diskominfo Jabar, besaran insentif yang diberikan dirasa kurang karena belum dapat memberikan kesempatan pada pegawai untuk menabung dan melakukan kegiatan rekreasi. Insentif yang diberikan digunakan bersamaan dengan gaji pegawai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka.

Meskipun rata-rata persepsi pegawai berada dalam kategori

“tinggi”, namun nilai tersebut mendekati ambang bawah kategori tinggi. Penerapan Program Tambahan Penghasilan harus diperbaiki

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(15)

91

supaya nilai tersebut bergeser ke kanan dan tidak bergeser ke kiri (mendekati atau masuk ke dalam kategori rendah).

b. Kinerja Pegawai Diskominfo Jabar tahun 2010 (sebelum penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011) dan tahun 2011 (setelah penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011) Nilai Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) seluruh Pegawai Diskominfo tahun 2010 (sebelum penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011) seluruhnya berada dalam kategori

“Baik” dan rata-rata nilainya adalah 82,607. Rata-rata tersebut masuk dalam kategori “Baik”. Nilai terendah adalah 78,738 dan nilai tertinggi adalah 89,812.

Nilai Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) seluruh Pegawai Diskominfo 2011 (setelah penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011) seluruhnya berada dalam kategori “Baik” dan rata-rata nilainya adalah 82,389. Rata-rata tersebut masuk dalam kategori “Baik”. Nilai terendah adalah 78,500 dan nilai tertinggi adalah 89,770.

c. Efektivitas Program Tambahan Penghasilan 2011 berdasarkan hasil perbandingan kinerja Pegawai Diskominfo Jabar tahun 2010 (sebelum penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011) dan tahun 2011 (setelah penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011)

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil z hitung adalah -0,874 dan z tabel adalah -1,650. Artinya, z hitung lebih kecil dari z tabel sehingga H

0

ditolak dan H

1

diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata tingkat kinerja Pegawai

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(16)

92

Diskominfo 2011 (setelah penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011) lebih kecil daripada rata-rata tingkat kinerja Pegawai Diskominfo 2010 (sebelum penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011), sehingga program Tambahan Penghasilan 2011 tidak terbukti efektif.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diajukan saran- saran sebagai berikut:

a. Bagi Diskominfo Jabar

1) Tidak efektifnya Program Tambahan Penghasilan 2011 dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, sehingga penulis memberikan alternatif solusi yaitu diadakannya penelitian oleh pihak Diskominfo Jabar terkait dengan analisis faktor penyebab tidak efektifnya Program Tambahan Penghasilan.

2) Diskominfo Jabar sebaiknya melakukan penelitian terkait besaran insentif yang diharapkan oleh pegawai berdasarkan kebutuhan-kebutuhan lain di luar kebutuhan pokok pegawai dan menjadikan hal tersebut sebagai pertimbangan dalam penentuan besaran insentif.

3) Diskominfo Jabar sebaiknya memperbaiki kriteria penilaian kinerja untuk memberikan besaran tambahan penghasilan yang berkaitan dengan pengukuran peningkatan kinerja. Langkah tersebut dilakukan supaya tujuan Program Tambahan Penghasilan untuk meningkatkan kinerja pegawai dapat tercapai.

4) Diskominfo Jabar sebaiknya memberikan peluang bagi para pegawai yang kinerjanya melampaui kinerja pegawai lain untuk

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(17)

93

memperoleh nominal insentif yang lebih besar (dibanding pegawai lain yang kinerjanya berada di bawah pegawai tersebut). Standar penilaian kinerja untuk pemberian insentif juga didasarkan pada kinerja pegawai pada umumnya, tidak hanya standar angka yang ditetapkan oleh organisasi.

b. Bagi Penelitian Selanjutnya

Penelitian ini hanya dilakukan di Diskominfo Jabar sehingga perlu dilakukan penelitian di dinas pemerintahan lain dalam lingkup Jawa Barat terdapat pencapaian tujuan pemberian insentif yang tercantum dalam Peraturan Gubernur Nomor 83 Tahun 2010.

Penelitian selanjutnya juga dapat membahas tentang faktor-faktor yang menyebabkan Program Pemberian Tambahan Penghasilan di Diskominfo Jabar tidak efektif.

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(18)

94

DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Lind, Douglas A. Et.al. (2007), Teknik-Teknik Statistika dalam Bisnis dan Ekonomi Menggunakan Kelompok Data Global, Buku 1, Edisi 13, Jakarta:

Salemba Empat.

Mangkunegara, A.A. Anwar Prabu. (2007), Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Panggabean, Mutiara S. (2004), Manajemen Sumber Daya Manusia, Bogor:

Ghalia Indonesia.

Riduwan. (2009), Metode dan Teknik Menyusun proposal Penelitian (untuk Mahasiswa S-1, S-2, dan S-3), Bandung: Alfabeta.

________(2010), Metode dan Teknik Menyusun Tesis, Bandung: Alfabeta.

Rivai, Veithzal. (2004), Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan: dari Teori ke Praktik, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sekaran, Uma. (2006), Research Methods For Business, Buku 1, Jakarta;

Salemba Empat.

Siagian, Sondang. (2006), Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta; Bumi Aksara.

Suwatno, Juni Priansa. (2011), Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi dan Bisnis, Bandung: Alfabeta.

Trihendradi, Cornelius. (2005), SPSS 13: Step By Step Analisis Data Statistik, Yogyakarta: Andi.

Wirawan. (2009), Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia, Jakarta: Salemba Empat.

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(19)

95 JURNAL

Condly, Steven J. et.al. (2003), The Effects of Incentives on Workplace Performance: A Meta-analytic Review of Research Studies, Performance Improvement Quarterly Journal.

Lewa, Eka Idham Iip K. Dan Subowo. (2005), Pengaruh Kepemimpinan, Lingkungan Kerja Fisik, dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan di PT Pertamina (PERSERO) Daerah Operasi Hulu Jawa Bagian Barat, Cirebon, Jurnal Sinergi.

Muljani, Ninuk. (2002), Kompensasi Sebagai Motivator Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan, Jurnal Manajemen dan Kwirausahaan Vol.4, No.2.

Nofrinaldi, dkk. (2006), Persepsi dan Pengaruh Sistem Pembagian Jasa Pelayanan terhadap Kinerja Karyawan di Rumah Sakit Jiwa Madani, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan.

Pambelum, Yohanes Joni dan Harmanto. (2005), Pengaruh Sistem Insentif terhadap Efektivitas Kinerja Dinas Pendapatan daerah Kota Palangka Raya, Jurnal Sosiosains.

Pass, Christopher et al. (2000), Performance Criteria of Corporate Option and Longterm Incentive Plans: A Survey of 150 UK Companies 1994- 1998, MCB University Press.

Stajkovic, Alexander D. and Fred Luthans. (2000), The Differential Engagement and Relative Effects of Incentive Motivators on Work Performance, In Press – Academy of Management Journal.

Stolovitch, Harold D., et al. (2002), Incentives, Motivation and workplace Performance: Research and Best Practices, International Society for Performance Improvement.

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

(20)

96 SKRIPSI DAN TESIS

Indudewi, Dian. (2009), Pengaruh Sasaran Jelas dan Terukur, Insentif, Desentralisasi, dan Pengukuran Kinerja terhadap Kinerja Organisasi, Tesis Program S2 Universitas Diponegoro Semarang: tidak diterbitkan.

Lucia, Diety. (2010), Analisis Perbedaan Kepuasan Kerja Karyawan Ditinjau dari Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional pada Kantor Divisi Regional I PT TELKOM Medan, Skripsi Program S1 Universitas Sumatera Utara Medan: tidak diterbitkan.

Setiawan, Mitra. (2009), Analisis Pengaruh Komunikasi, komitmen Organisasi, dan Insentif terhadap Kinerja Pegawai pada PT Bank Negara Indonesia (Persero), TBK di Medan, Tesis Program S2 Universitas Sumatera Utara Medan: tidak diterbitkan.

Surya, Ricko Bramada. (2010), Pengaruh Kompensasi Finansial terhadap Motivasi Kerja Karyawan PT. Kelompok Kompas Gramedia Sub Divisi Majalah Angkasa Jakarta Tahun 2010, Skripsi Program S1 IM Telkom Bandung: tidak diterbitkan.

Syahputra, Irwan. (2009), Analisis Pengaruh Pemberian Insentif dan Tunjangan Risiko terhadap Kinerja Petugas Pemasyarakatan Bagian Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Anak Medan, Skripsi Program S1 Universitas Sumatera Utara Medan: tidak diterbitkan.

Zebua, Juneta. (2009), Pengaruh Budaya Organisasi dan Insentif terhadap Kinerja Staf Rekam Medik Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan Tahun 2008, Tesis Program S2 Universitas Sumatera Utara Medan: tidak diterbitkan.

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

Gambar

Tabel 1.1 menginformasikan bahwa dapat disimpulkan bahwa rata- rata-rata  tingkat  keterlambatan  sebelum  penerapan  program  Tambahan  Penghasilan 2011 adalah 0,02 dan rata-rata tingkat keterlambatan setelah  penerapan  program  Tambahan  Penghasilan  20
Tabel 1.2 menginformasikan bahwa dapat disimpulkan bahwa rata- rata-rata  tingkat  kepulangan  lebih  awal  sebelum  penerapan  program  Tambahan  Penghasilan  2011  adalah  0,00  dan  rata-rata  tingkat  kepulangan  lebih  awal  setelah  penerapan  progra

Referensi

Dokumen terkait

Numerical Descriptive Measures Central Tendency Variation and Shape Exploring Numerical Data Numerical Descriptive Measures for a Population The Covariance and The

Chandra, S.Kom., M.Cs., selaku Ketua Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana, sekaligus selaku Dosen

Dengan mengetahui jenis diatom di Sungai Indragiri kawasan Air Molek pada penelitian ini maka dapat memperkuat diagnosis dan memperkirakan lokasi kematian, dengan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirikHubungan antara Persepsi Karyawan terhadap Quality of Work Life dengan Motivasi Kerja KaryawanPDAM Kota Semarang.

Instrumen hukum tersebut seperti PP Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan pada Pasal 2 menyatakan bahwa “setiap orang yang memproduksi atau menghasilkan  pangan yang

Keadaan yang demikian akan tetap selamanya dan tidak akan hilang, akan tetapi dapat tertutup atau terpengaruh oleh faktor lingkungan dan pengalaman pendidikan (Budiyanto,

Kedua variabel tersebut yang memiliki nilai signifikan terbesar adalah motif rasional yaitu sebesar 0,004 hal ini menunjukkan bahwa konsumen merasa menggunakan atau membeli ponsel

Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dari penelitian ini yaitu “Belum diketahuinya yang mana lebih efektif diantara penerapan pendekatan saintifik