• Tidak ada hasil yang ditemukan

WALIKOTA KENDARI. U ndang-u ndang Nomor 33 T ahun 2004 tentang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "WALIKOTA KENDARI. U ndang-u ndang Nomor 33 T ahun 2004 tentang"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

WALIKOTA KENDARI

PERATURAN WALIKOTA KENDARI

NOMOR II TAHUN 2013 TENTANG

SISTEM TATA KELOLA KAS DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA KENDARI,

bahwa dalam upaya mewujudkan Sistem Pengelolaan Kas yang tertib, efektif, efisien, transparan dan akuntable berbasis Tehnologi Informasi, perlu diciptakan sistem yang komprehensip dan terintegrasi tentang Tata Kelola Kas Daerah;

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, m aka perlu m enetapkan Peraturan Walikota tentang Sistem Tata Kelola Kas Daerah.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1995 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Kendari (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 44, Tam bahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3602);

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jaw ab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tam bahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

(2)

7. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tam bahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4738) ;

[/ 9. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123, Tam bahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165);

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah dua kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah ;

r 11. Peraturan Daerah Kota Kendari Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah ( Lembaran Daerah Kota Kendari Nomor 12 Tahun 2007 ); 12. Peraturan Daerah Kota Kendari Nomor 7 Tahun 2012

tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Kendari Tahun Anggaran 2013 (Lembaran Daerah Kota Kendari Tahun 2012 Nomor 7);

13. Peraturan Walikota Kendari Nomor 28 Tahun 2012 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Kendari Tahun Anggaran 2013 (Berita Daerah Kota Kendari Tahun 2012 Nomor 28).

ikan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG SISTEM TATA KELOLA KAS DAERAH

IPeraturan Walikota ini yang dimaksud dengan : (pikota adalah Walikota Kendari.

as Daerah adalah tem pat penyimpanan Uang Daerah yang ditentukan [eh Walikota untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan l'embayar seluruh pengeluaran daerah.

pening Kas Umum Daerah adalah rekening tem pat penyimpanan Uang lerah yang ditentukan oleh Walikota untuk m enampung seluruh erierimaan daerah dan membayar seluruh pengeluaran daerah pada ank yang ditetapkan.

|n k Umum adalah bank yang m elaksanakan kegiatan usaha secara orivensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam Igiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran,

fetidahara adalah setiap orang atau badan yang diberi tugas untuk dan tas nam a daerah, menerima, menyimpan, dan m em bayar/m enyerahkan tang atau surat berharga atau barang-barang daerah.

M E M U T U S K A N

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

(3)

lahara Umum Daerah adalah pejabat yang diberi tugas untuk 'csanakan fungsi bendahara um um daerah,

lara Penerimaan adalah orang yang ditunjuk untuk menerima, lyimpan, menyetorkan, m enatausahakan dan mempertanggung ikan uang pendapatan daerah dalam rangka pelaksanaan APBD & Satuan Keija Perangkat Daerah.

Taahara Pengeluaran adalah orang yang ditunjuk untuk menerima, lyimpan, membayarkan, m enatausahakan, dan mempertanggung ibkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka

csanaan APBD pada satuan kerja perangkat daerah,

la Satuan Keija Pengelola Keuangan Daerah adalah kepala badan langan yang mempunyai tugas m elaksanakan pengelolaan APBD dan

nndak sebagai Bendahara Umum Daerah.

ig Daerah adalah uang yang dikuasai oleh Bendahara Umum Daerah, i’g Persediaan adalah sejumlah uang yang disediakan untuk satuan ja dalam m elaksanakan kegiatan operasional kantor sehari- hari.

Isa Bendahara Umum Daerah adalah pejabat yang diangkat oleh lahara Umum Daerah untuk m elaksanakan tugas kebendaharaan rangka pelaksanaan anggaran dalam wilayah keija yang telah ietapkan.

ngelolaan Uang adalah kegiatan pengelolaan yang m encakup lgelolaan kas dan surat berharga term asuk kegiatan untuk ianggulangi kekurangan kas atau m em anfaatkan kelebihan kas secara Smal.

BAB II

BENDAHARA UMUM DAERAH Pasal 2

¡>ala Satuan Keija Pengelola Keuangan Daerah bertindak sebagai idahara Umum Daerah.

jala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah selaku Bendahara Umum Daerah dapat m enunjuk Kuasa Bendahara Umum Daerah untuk laksanakan tugas-tugas kebendaharaan yang berkaitan dengan lgelolaan Uang Daerah dan surat berharga.

Pasal 3

ing Bendahara Umum Daerah dalam pengelolaan Uang Daerah berikan petunjuk teknis pelaksanaan sistem penerimaan dan ;eluaran Kas Daerah;

antau pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran APBD oleh bank atau lembaga keuangan lainnya yang telah ditunjuk;

ijusahakan dan m engatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan

r

impan Uang Daerah;

:sanakan penem patan Uang Daerah; gelola/ m enatausahakan investasi;

an pembayaran berdasarkan perm intaan pejabat Pengguna ;aran atas beban Rekening Kas Umum Daerah; dan

(4)

Pasal 4 ¡{¿Bendahara Umum Daerah bertugas :

Bnyiapkan anggaran kas;

snyiapkan surat penyediaan dana;

lenerbitkan surat perintah pencairan dana; dan Jenyimpan seluruh bukti asli kepemilikan daerah.

|k melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Kuasa Sahara Umum Daerah berwenang :

jtemantau pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran APBD oleh bank 3an/atau lembaga keuangan lainnya yang telah ditunjuk;

aengusahakan dan m engatur dana yang diperlukan dalam blaksanaan APBD;

lenyimpan Uang Daerah;

lelaksanakan penempatan Uang Daerah dan mengelola / m enata 'lakan investasi;

lelakukan pembayaran berdasarkan perm intaan pejabat Pengguna iggaran atas beban Rekening Kas Umum Daerah;

tielaksanakan pemberian pinjaman atas nam a pemerintah daerah; lelakukan pengelolaan utang dan piutang daerah; dan

lelakukan penagihan piutang daerah.

BAB III UANG DAERAH

Pasal 5

ig Daerah meliputi rupiah dan valuta asing.

lg Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari uang dalam )aerah dan uang pada Bendahara Penerimaan daerah dan Bendahara ieluaran daerah.

Pasal 6

ibahan Uang Daerah bersum ber dari:

Sndapatan daerah, antara lain Pendapatan Asli Daerah, Dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah;

inerimaan pembiayaan, antara lain penerimaan pinjaman daerah, hasil Injualan kekayaan daerah yang dipisahkan dan penerimaan pelunasan MUtang; dan

penerimaan daerah lainnya

irangan Uang Daerah diakibatkan oleh: pelanja daerah;

fengeluaran pembiayaan, antara lain pembayaran pokok utang, snyertaan modal pemerintah daerah, dan pemberian pinjaman; dan

lgeluaran daerah lainnya, antara lain pengeluaran perhitungan pihak -tiga.

BAB IV

INVESTASI PEMERINTAH DAERAH Pasal 7

stasi pemerintah daerah digunakan untuk mengelola kekayaan lerintah daerah yang diinvestasikan baik dalam jangka pendek m aupun Sgka panjang.

(5)

ISI jangka pendek m erupakan investasi yar\

|ualbelikan/dicairkan, ditujukan dalam rangka m an \ $o rendah serta dimiliki selama kurang dari 12 (dua bek isi jangka pendek sebagaimana dimaksud pada ayat (2, sito berjangka waktu 3 (tiga) bulan sampai dengan 12 (u

yang dapat diperpanjang secara otomatis, pembelian Sura fe (SUN), Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Perbendah Sia (SPN).

Jtasi jangka panjang digunakan untuk menampung penganggar,. ^tasi yang dim aksudkan untuk dimiliki lebih dari 12 (dua belas) bulan, pterdiri dari investasi permanen dan non-permanen.

stasi jangka panjang sebagaimana dimaksud pada ayat (4) antara lain it berharga yang dibeli pemerintah daerah dalam rangka indalikan suatu badan usaha, misalnya pembelian surat berharga menambah kepemilikan modal saham pada suatu badan usaha, it berharga yang dibeli pemerintah daerah untuk tujuan menjaga igan baik dalam dan luar negeri, surat berharga yang tidak csudkan untuk dicairkan dalam memenuhi kebutuhan kas jangka iek.

Stasi permanen sebagaimana dimaksud pada ayat (4) bertujuan untuk secara berkelanjutan tanpa ada niat untuk diperjualbelikan atau iiak; ditarik kembali, seperti kerjasam a daerah dengan pihak ketiga dalam ik penggunausahaan/pem anfaatan aset daerah, penyertaan modal Fah pada BUMD dan/atau badan usaha lainnya dan investasi panen lainnya yang dimiliki pemerintah daerah untuk menghasilkan

lapatan atau meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Stasi non permanen sebagaimana dimaksud pada ayat (4) bertujuan dimiliki secara tidak berkelanjutan atau ada niat untuk Fjualbelikan atau ditarik kembali, seperti pembelian obligasi atau surat lg jangka panjang yang dim aksudkan untuk dimiliki sampai dengan ;al jatuh tempo, dana yang disisihkan pemerintah daerah dalam ca pelayanan/pem berdayaan masyarakat, seperti bantuan modal Jjl, pem bentukan dana secara bergulir kepada kelompok m asyarakat, iiberian fasilitas fasilitas pendanaan kepada usaha mikro dan menegah, fstasi jangka panjang pemerintah daerah dapat dianggarkan apabila

lah yang akan disertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah ipkan dalam peraturan daerah tentang penyertaan modal dengan ;doman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB V

REKENING MILIK BENDAHARA UMUM DAERAH Pasal 8

cota m enunjuk Bank Umum sesuai dengan kriteria dan persyaratan Sk Sentral untuk menyimpan Uang Daerah yang berasal dari

“rimaan daerah dan untuk membiayai pengeluaran daerah.

5kla Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah selaku Bendahara Umum Irah membuka rekening Kas Umum Daerah pada Bank Umum yang

ijuk oleh Walikota sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

ervunjukan Bank Umum sebagaimana dim aksud pada ayat (1) dim uat Tam perjanjian antara Bendahara Umum Daerah dengan Bank Umum

(6)

Janjian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sekurang kurangnya icakup :

pelayanan yang diberikan;

nekanisme pengeluaran /penyaluran dana melalui bank;

ielimpahan penerimaan dan saldo rekening pengeluaran ke Rekening as Umum Daerah;

emberian bunga/jasa giro/bagi hasil atas saldo rekening; kewajiban menyampaikan laporan;

lksi berupa denda dan/atau pengenaan bunga yang harus dibayar rena pelayanan yang tidak sesuai dengan peijanjian; dan

ata cara penyelesaian perselisihan,

pnbukaan rekening di Bank Umum oleh Walikota sesuai dengan kriteria ian: persyaratan Bank Sentral untuk menyimpan uang Daerah yang

isal dari penerimaan dan pengeluaran Daerah.

Pasal 9

idahara Umum D aerah/K uasa Bendahara Umum Daerah dapat Knbuka rekening penerimaan pada Bank Umum yang ditunjuk oleh likota untuk m endukung kelancaran pelaksanaan operasional

irimaan daerah.

ming sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dioperasikan sebagai ining bersaldo nihil yang seluruh penerimaannya dilimpahkan ke cening Kas Umum Daerah sekurang-kurangnya sekali sehari pada akhir iri keija sebagaimana yang ditetapkan dalam peijanjian dengan Bank

ilum bersangkutan.

flam hal kewajiban pelimpahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ra teknis belum dapat dilakukan setiap hari, Walikota m engatur

ipahan secara berkala,

idahara Umum Daerah dapat mem buka rekening pengeluaran pada lk Umum yang ditetapkan oleh walikota untuk m endukung kelancaran

tsanaan operasional pengeluaran daerah,

fening sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dioperasikan sebagai Itening yang m enampung pagu dana untuk membiayai kegiatan iferintah daerah sesuai rencana pengeluaran, yang besarnya ditetapkan Igan Keputusan Walikota.

idahbukuan dana dari rekening penerimaan d an /atau rekening ¡jeluaran pada Bank Umum ke Rekening Kas Umum Daerah dilakukan Sfs perintah Bendahara Umum D aerah/ Kuasa Bendahara Umum l^ah.

larikan dana dari Rekening Kas Umum Daerah di Bank Umum ikan atas perintah Bendahara Umum D aerah/K uasa Bendahara ium Daerah.

fentuan lebih lanjut tentang pem bukaan dan pengoperasian rekening rferimaan dan rekening pengeluaran sebagaimana dim aksud pada ayat H ayat (2), ayat (4), dan ayat (5) diatur dengan Peraturan Walikota.

BAB VI

BUNGA DAN/ATAU JASA GIRO SERTA BIAYA PELAYANAN Pasal 10

lerintah Daerah memperoleh bunga dan /atau jasa giro atas dana yang ipan pada Bank Umum,

(7)

Pasal 11

fcJJang Daerah yang berada di Bank Umum, Bendahara Umum Iberlikk memperoleh bunga, jasa giro /bagi hasil pada tingkat bunga

riaku um um untuk keuntungan Kas Daerah.

BAB VII

PENERIMAAN DAERAH Pasal 12

ada setiap awal tahun anggaran Walikota mengangkat Bendahara Irimaan untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka csanaan anggaran pendapatan pada kantor satuan keija di lingkungan ierintah daerah.

ik m elaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Walikota 5&t memberi izin kepada kepala satuan keija perangkat daerah di rungan pemerintah daerahnya untuk membuka rekening penerimaan

Bank Umum yang ditetapkan oleh Walikota.

ia pendapatan asli daerah yang ditampung di rekening penerimaan iigaimana dimaksud pada ayat (2) setiap hari disetor seluruhnya ke

ining Kas Umum Daerah.

BAB VIII

UANG PERSEDIAAN

SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Pasal 13

iam rangka pelaksanaan pengeluaran, satuan kerja perangkat daerah ipat diberikan Uang Persediaan sebagai uang m uka kerja untuk

embiayai kegiatan operasional sehari-hari.

likota dapat memberikan izin pembukaan rekening pengeluaran pada \k Umum untuk menampung Uang Persediaan sebagaimana dim aksud &da ayat (1) kepada satuan keija perangkat daerah.

la setiap awal tahun anggaran Walikota mengangkat Bendahara fgeluaran pada satuan keija perangkat daerah untuk mengelola Uang

sediaan yang harus dipertanggungjawabkan.

lam rangka pengelolaan kas, Bendahara Umum Daerah dapat lerintahkan pem indahbukuan dan/atau penutupan rekening »eluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

Pasal 14

fg Persediaan hanya digunakan untuk jenis pengeluaran yang tidak pat dilakukan langsung oleh kepala satuan kerja perangkat daerah

ida pihak yang menyediakan barang dan /atau jasa.

m aan Uang Persediaan yang menyimpang dari ketentuan »aimana dimaksud pada ayat (1) m erupakan pelanggaran dan dapat inakan sanksi.

tentuan lebih lanjut mengenai penetapan besaran, tata cara maan, pem bukaan dan penutupan rekening, pem bukuan, Iporan, dan pertanggungjawaban Uang Persediaan diatur dengan Ituran Walikota.

(8)

BAB IX

PERENCANAAN KAS PEMERINTAH DAERAH Pasal 15

Ja Satuan Keija Pengelola Keuangan Daerah selaku Bendahara Umum fah bertanggung jawab untuk mem buat perencanaan kas dan enbtapkan saldo kas minimal.

isarkan perencanaan arus kas dan saldo kas minimal sebagaimana csud pada ayat (1), Bendahara Umum Daerah m enentukan strategi ajemen kas untuk mengatasi kekurangan kas m aupun untuk

m akan kelebihan kas.

fcegi manajemen kas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang sanakan oleh Bendahara Umum Daerah harus dapat mem astikan : Jmerintah daerah selalu memiliki akses yang cukup untuk iemperoleh persediaan kas guna memenuhi pembayaran kewajiban

lerah; dan/atau

ldo kas di atas saldo kas minimal diarahkan untuk m endapatkan ianfaat yang optimal.

rangka penyusunan perencanaan kas, sntuan kerja perangkat Pah wajib menyampaikan proyeksi penerimaan dan pengeluaran secara

lik kepada Bendahara Umum Daerah.

BAB X

PENGELOLAAN KEKURANGAN / KELEBIII v KAS Bagian Kesatu

Pengelolaan Kekurangan Kas Pasal 16

terjadi kekurangan kas, Bendahara Umum Daerah dapat Hkan pinjaman dari dalam negeri dan/atau menjual Surat berharga -d e n g a n persetujuan Walikota sesuai dengan ketentuan Peraturan

ig-undangan.

Bagian Kedua

Pengelolaan Kelebihan Kas Pasal 17

Km hal terjadi kelebihan kas, Bendahara Umum Daerah dapat jjfiempatkan Uang Daerah pada rekening di Bank Umum yang

lasilkan bunga/jasa giro dengan tingkat bunga yang berlaku,

lempatan Uang Daerah pada Bank Umum dilakukan dengan ikstikan bahwa Bendahara Umum Daerah dapat menarik uang Sebut sebagian atau seluruhnya ke Rekening Kas Umum Daerah pada aat diperlukan.

BAB XI

PERTANGGUNGJAWABAN, AKUNTANSI DAN PELAPORAN UANG DAERAH

Pasal 18

lijdahara Umum Daerah, kepala Satuan Kerja perangkat daerah iggung jawab atas pengelolaan uang yang menjadi tanggung inya.

(9)

r «

U

ULLAH

|ldahara Umum Daerah, dan satuan keija perangkat daerah yang iguasai Uang Daerah, melakukan akuntansi atas pengelolaan Uang jrahberdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan,

iporan pengelolaan Uang Daerah dalam rangka pertanggungjawaban lerintah Daerah dalam bentuk laporan keuangan pemerintah daerah

ikan secara periodik dan berjenjang.

BAB XII

PENGAWASAN PENGELOLAAN UANG DAERAH Pasal 19

igendalian internal terhadap pengelolaan Uang Daerah dilakukan oleh jala satuan keija perangkat daerah.

igawasan fungsional terhadap pengelolaan Uang Daerah dilakukan oleh Lt pengawasan fungsional daerah dan oleh Badan Pemeriksa langan.

BAB XIII

KETENTUAN PERALIHAN Pasal 20

Saat Peraturan Walikota ini mulai berlaku, rekening-rekening yang iiki oleh SKPD sebelum berlakunya Peraturan Walikota ini wajib dan diatur kembali sesuai ketentuan yang berlaku paling lam bat 3 ilan terhitung sejak berlakunya Peraturan Walikota ini.

BAB XIV PENUTUP

Pasal 21

Walikota ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Setiap orang mengetahuinya, mem erintahkan pengundangan Peraturan 5ta ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Kendari.

langkan di Kendari

lggal T ~ ' 2013

TARIS DAERAH KOTA KENDARI

Ditetapkan di Kendari pada tanggal 'J - - ( - 2013 WALIKOTA KENDARI,

C

a tr H. ASRUN ■■ ■ r ' . *] I * ; • i

M s -

MTwr

/L y ' '

t - J

Referensi

Dokumen terkait

Cara Pembuatan Obat yang Baik adalah pedoman pembuatan obat bagi industri farmasi di Indonesia yang bertujuan untuk menjamin mutu obat yang dihasilkan senantiasa memenuhi

It is associated with a foul oral odor ( Volatile Sulfur Compounds ), usually created by a group of anaerobic sulfur- producing bacteria, that breed beneath the surface of the

Pokja I pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Ogan Ilir akan melaksanakan Pelelangan secara Elektronik untuk Jasa Konstruksi sebagai berikut :.. Pembangunan Polsek dan Rumdin

Selanjutnya yang menyebabkan turunnya motivasi kerja pegawai Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak adalah kebijakan organisasi terutama

Hasil penelitian yang diperoleh masih merupakan penelitian awal sehingga belum dapat menjelaskan proses detil terjadinya intrusi, keterkaitan dan variabilitas kadar

Standar Operasional Prosedur (SOP) dan SPM adalah dokumen yang berisi serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi

Valensi sekunder di rangkaian senyawa Co adalah 6, Seperti kamu lihat, Datanya Werner terpenuhi kalau total angka dari ligan yang tersisa untuk masing-masing senyawa

Komposisi dan ratio antara jumlah penduduk dan luas wilayah pulau (besar) dan gugus kepulauan laut menjadi tidak seimbang dalam konteks daya dukung Pulau. Indonesia