• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI BANDING PERFORMA MESIN TURBOFAN CF6-80C DENGAN RB H YANG DIGUNAKAN PADA PESAWAT BOEING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STUDI BANDING PERFORMA MESIN TURBOFAN CF6-80C DENGAN RB H YANG DIGUNAKAN PADA PESAWAT BOEING"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI BANDING PERFORMA MESIN TURBOFAN CF6-80C DENGAN RB211-524H YANG DIGUNAKAN PADA PESAWAT BOEING 747-400

BISMIL RABETA

Program Studi Teknik Penerbangan, Universitas Suryadarma, Jakarta.

E-mail: [email protected]

ABSTRACT

Today, application of turbofan engine become a best choice in aircraft propulsion especially for commercial aircraft. This reason caused the turbofan engine has a high efficiency fuel consumption rather than turbojet engine and it can also operated in high velocity rather than turboprop engine. B 747-400 has two type of gas turbine engine, they are CF6-80C series and RB211-524 H series, both of them surely have not similar in engine performance. The engine performance classified in specific fuel consumption (SFC), specific thrust (f/mo,), fuel/air ratio (f), efficiency thermal), efficiency propulsion (ߟ, efficiency total (ߟ) where each others have interrelated and interaction. This research do the comparison study about performance of both engine where usually use in B 747-400 aircraft as engine propulsion with altitude 35.000 feet in operation condition. The result of comparison produce that specific fuel consumption turbofan engine RB211-524 series higher than turbofan engine CF6-80C.

Keywords: Specific fuel consumption (SFC), specific thrust (f/mo,), fuel/air ratio (f), efficiency thermal), efficiency propulsion (ߟ), efficiency total (ߟ).

PENDAHULUAN

Mesin turbofan merupakan mesin terpopuler yang banyak digunakan pada pesawat komersil untuk angkutan jarak menengah dan jauh. Penggunaan mesin jenis ini sangat efisien sekali dikarenakan mesin ini lebih ekonomis dari jenis pendahulunya yaitu mesin turbojet dan juga dapat beroperasi pada kecepatan tinggi dibandingkan dengan mesin turboprop.

Mesin turbofan terintegrasi dengan teknologi-teknologi modern yang memanfaatkan aliran massa udara yang besar untuk menghasilkan thrust atau gaya dorong yang berbeda dengan turbojet, selain itu aliran massa udara tersebut masuk kedalam intake / inlet mesin yang dibagi menjadi dua bagian yaitu aliran dingin (cool airflow) dan aliran panas (hot airflow), sehingga mesin jenis ini memiliki sebuah parameter yang tidak dimiliki oleh jenis mesin turbin gas lainnya yaitu By Pass Ratio.

Pada pesawat B 747-400 digunakan dua jenis mesin turbofan yang yaitu series

CF6-80C dan series RB211-524h. Kedua mesin yang digunakan pada pesawat tersebut tentunya memiliki karakteristik dan performa yang berbeda. Untuk mendapatkan masing-masing performa mesin tersebut dapat dihitung secara aerotermodinamika.

Pada penelitian ini dilakukan analisis performa kedua mesin turbofan tersebut.

Performa mesin yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah penggunaan bahan bakar spesifik atau specific fuel consumption (S) , specific thrust (F/m0), perbandingan massa bahan bakar terhadap massa udara atau fuel air ratio (f), efficiency thermal(

T), efficiency propulsi (

P) dan overall efficiency atau efisiensi total (

0) dimana satu sama lain saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Hal ini berguna untuk mengetahui perubahan parameter mesin turbofan terhadap performa mesin secara keseluruhan apabila beroperasi pada suatu ketinggian.

(2)

METODE

Temperatur stagnasi atau temperatur total didefenisikan sebagai temperatur yang dicapai ketika suatu aliran fluida steady terhenti secara adiabatik (tidak terjadi kehilangan panas).

Jika Tt adalah temperatur total, T adalah temperatur statis dan V adalah kecepatan aliran, maka pengangguran Hukum I Termodinamika untuk gas sempurna adalahܶ= ܶ + ܸ/(2݃ܥ). Hubungan persamaan diatas dengan bilangan mach adalah :

ܯ = ܸ ܽൗ = ܸ/ඥ݇. ݃. ܴ. ܶ atau

ܶ= ܶቀ1 +௞ିଵ ܯቁ (2.1)

Tekanan stagnasi atau tekanan total Ptdidefinisikan juga sebagai tekanan yang dicapai oleh suatu aliran fluida steady yang terhenti secara adiabatik dan reversibel (isentropik) dimana

ܲ

ൗ = ቀܶܲ ൗ ቁܶ ௞ିଵ, sehingga

ܲ= ቀ1 + ݇ − 1 2ൗ ܯ௞ିଵ (2.2)

Penggunaan lambang ߨ adalah untuk perbandingan tekanan total, ti untuk perbandingan, dan d menunjukkan diffuser (inlet). Kemudian c untuk compressor, b untuk burner (ruang bakar), t untuk turbin, n untuk nozzle, dan f untuk fan.

߬=்௘௠ ௣௘௥௔௧௨௥௧௢௧௔௟௞௘௟௨௔௥ௗ௔௥௜௞௢௠ ௣௢௡௘௡ ௫

்௘௠ ௣௘௥௔௧௨௥௧௢௧௔௟௠ ௔௦௨௞ ௞௘ ௞௢௠ ௣௢௡௘௡ ௫

(2.3)

߬=்௘௠ ௣௘௥௔௧௨௥௧௢௧௔௟௞௘௟௨௔௥ௗ௔௥௜௞௢௠ ௣௢௡௘௡ ௫

்௘௠ ௣௘௥௔௧௨௥௧௢௧௔௟௠ ௔௦௨௞ ௞௘ ௞௢௠ ௣௢௡௘௡ ௫

(2.4)

Karena tidak semua aliran udara masuk melalui core engine, maka terdapat pengecualian pada aliran free stream yaitu aliran fan :

1. Defenisi untuk perbandingan terdapat temperatur total dan perbandingan tekanan total dari free stream adalah :

߬=೟೚

= 1 +௞ିଵ ܯ (2.5)

ߨ=೟బ

= ቀ1 +௞ିଵ ܯ௞/(௞ିଵ) (2.6)

Sehingga temperatur total dan tekanan total dari free stream dapat ditulis sebagai berikut:

ܶ= ܶ௧଴߬݀ܽ݊ ܲ௧଴= ܲߨ

2.߬didefinisikan sebagai perbadingan entalpi CpTtyang keluar dari ruang bakar dengan entalpi ambient CpT0.

߬=௕௨௥௡௘௥௘௫௜௧

= ൫஼൯௕௨௥௡௘௥௘௫௜௧ ൫஼

(2.7)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Siklus Real Turbofan

Analisis siklus untuk mesin turbofan yang mengalami kerugian (losses) menggunakan beberapa asumsi, yaitu : 1.Fluida yang mengalir sebelum masuk ruang bakar adalah gas sempurna dengan Kc, Rc, Cpcyang konstan

2.Fluida yang mengalir setelah keluar dari ruang bakar juga sempurna dengan Kt, Rt,Cptyang kosntan.

3.Semua komponen adiabatik (selama proses berlangsung tidak terjadi perpindahan panas) dan tanpa pendinginan turbin.

4. Efisiensi pada kompresor, fan dan turbin adalah efisiensi politropik yaitu ec, ef, dan et.

Untuk mempermudah analisis , maka penomoran pada mesin real turbofan dapat dilihat pada gambar 1. dan diagram T-s untuk aliran core engine dan fan pada gambar 2.

(3)

Gambar 1. Penomoran pada Mesin Real Turbofan[2]

Gambar 2. Diagram T-s[2]

Untuk daerah fan stream, maka gaya dorong yang dihasilkan adalah :

ܨி

݃ଵଽ− ܸ) + ܣଵଽଵଽ− ܲ)

ி

=

ଵଽ− ܸ) +భవ

ଵଽ− ܲ) dimana,

ܣଵଽ

݉ிଵଽ− ܲ) =݉ி

݉ி ܣଵଽ݌ଵଽ

݉ி ൬1 + ܲ

ܲଵଽ

= ܣଵଽܲଵଽ

ܲଵଽܸଵଽܣଵଽ൬1 − ܲ

ܲଵ଴

= ܲଵଽ

ቂܲଵଽൗ(ܴଵଽܶଵଽ)ቃܸଵଽ൬1 − ܲ

ܲଵଽ

=భవభవ

భవ

ቀ1 −

భవ

=

భవభవ

ଵି௉భవ

ቇ sehingga,

ி

=

భవ

− ܯ+భవభవ

ଵି௉భవ

ቇ (3.8)

sama seperti pada mesin turbofan yang ideal, maka pada daerah fan stream, kecepatan pancaran gas dinyatakan sebagai berikut :

భవ

=భవ

ܯଵଽ (3.9)

ܯଵଽ=

ିଵ൤ቀ೟భవ

భవ(௞ିଵ)/௞− 1൨ (3.10a) dimana,

೟భవ

భవ =

భవ

೟బ

೟మ

೟బ

೟య

೟మ

೟భవ

೟భయ =

భవߨߨߨߨ௙௡

(3.10b)

(4)

భవ

= ೟వ

ቀ௉೟భవభవ(ೖ೎షభ)/ೖ೎ (3.11a) dimana

೟భవ

= ߬߬ (3.11b)

untuk daerah core engine , gaya dorong (thrust) yang dihasilkan adalah :

ܨ= 1

ܸ݃− ܸ݉) + ܣ− ܲ)

ி

=

− ܯቁ+

ቀ1 −

ቁdi mana

ቀ1 −

ቁ=

ቀ1 −

=

ቀ௉(ோ)ቁ௏ቀ1 −

=

ቀ1 −

=

ቀ1 −

=

ቀ1 −

=

/

/ ଵି௉/

Dalam hubungan antara perbandingan massa yang mengalir dengan fuel/air ratio (f), maka dapat dinyatakan

= 1 + ݂ pada penomoran 0 sampai 9 terdapat komponen kompressor (c) dan turbin (t), sehingga

ி

=

ቂ(1 + ݂)

− ܯ+ (1 +

݂ܴݐܴܿܶ9ܶ0ܸ9ܽ01ܲ0ܲ9݇ܿ

Maka pada mesin turbofan dengan kerugian-kerugian didapat:

ி

=

ቂ(1 + ݂)

− ܯ+ (1 +

݂ܴݐܴܿܶ9ܶ0ܸ9ܽ01ܲ0ܲ9݇ܿ(3.12)

Perbandingan fuel/air ratio pada ruang bakar dinyatakan sebagai: ݂ =

(3.13)

Kecepatan pancaran gas untuk core engine adalah :

=

ܯ (3.14)

dimana

ܯ=

ିଵ൤ቀ ቁ(௞ିଵ)/௞− 1൨ (3.15a)

೟వ

=

೟బ

೟మ

೟బ

೟య

೟మ

೟ర

೟య

೟ఱ೟వ

೟ర೟ఱ=

ߨߨߨߨߨߨ (3.15b)

Perbandingan temperatur statik gas pancaran kelaur nozzle dengan temperatur statik udara bebas dinyatakan sebagai berikut :

೟వ

=(௉ ೟వ/

೟వ/ )(ೖ೟షభ)/ೖ೟

(3.16) dimana :

೟బ

=೟బ

೟మ

೟బ

೟య

೟మ

೟ర

೟య

೟ఱ

೟ర

೟వ

೟ఱ= ߨߨߨߨߨߨ

=೛೎

೛೟߬߬ (3.17)

Keseimbangan power antara turbin, kompresor, dan fan dimana terdapat hubungan efisiensi mekanik (ߟ)pada komponen tersebut adalah :

݉ܥ௣௖௧ଷ− ܶ௧ଶ) + ݉ܥ௣௖௧ଵଷ− ܶ௧ଶ)

= ߟ݉ܥ௣௧௧ସ− ܶ௧ହ)

Persamaan di atas kemudian dibagi dengan mc, Cpc ,Tt2 dan dengan menggunakan defenisi dari perbandingan temperatur, perbandingan bahan bakar terhadap udara, serta by pass ratio (ߙ), maka :

߬− 1 + ߙ൫߬− 1൯= ߟ(1 +

݂߬ߣ߬ݎ1߬ݐ

Sehingga penyelesaian untuk perbandingan temperatur turbin adalah :

߬= 1 −

(ଵା௙)ఛൣ߬− 1 + ߙ݂߬1 (3.18)

Untuk komponen turbin dan kompresor perbandingan tekanan dan temperatur

(5)

serta efisiensi dapat diketahui sebagai berikut :

Perbandingan tekanan pada turbin : ߨ= ߬/(௞ିଵ)௘

(3.19)

Efisiensi turbin dalam hubungannya dengan efisiensi politropik untuk turbin :

߬= ଵିఛ

ଵିఛభ ೐೟

(3.20)

Perbandingan temperatur pada kompresor:

߬= ߨ(௞ିଵ)/௞ (3.21)

Efisiensi kompresor dapat dicari dengan persamaan :

ߟ=(ೖ೎షభ)/ೖ೎ ିଵ

ିଵ

(3.22)

Begitu juga untuk fan, perbandingan temperatur serta efisiensinya dapat dicari dengan persamaan berikut ini :

߬= ߨ(௞ିଵ)/௞ (3.23)

ߟ=(ೖ೎షభ)/ೖ೎ ೐೎/ ିଵ ିଵ

(3.24)

Sedangkan gaya dorong spesifik (specific thrust) untuk mesin turbofan adalah penggabungan gaya dorong spesifik pada core engine dan fan stream, dapat dilihat dibawah ini :

ி

=ଵାఈ

ቂ(1 + ݂)

− ܯ+ 1+݂ܴݐܶ9/ܶ0ܴܸܿ9/ܽ01ܲ0ܲ9݇ܿ+ߙ1 +ߙ ܽ0݃ܿ

భవ

− ܯ+భవ/

భవ/ଵି௉/௉భవ

ቁ (3.25)

Persamaan untuk penggunaan bahan bakar spesifik (specifik fuel consumption) adalah sebagai berikut :

ܵ =ቀ௠/௠

ൗ ቁி ௠/ atau S=(ଵାఈ)ி ௠

/

(3.26)

Efisiensi Termal (ߟ) dapat dicari dengan persamaan dibawah ini :

ߟ=

ൣ(ଵା௙)(௏/ )ାఈ(௏భవ/ )ି(ଵାఈ)ெ ଶ௚௙௛ುೃ

(3.27)

Begitu pula untuk efisiensi propulsi (ߟ) mesin turbofan :

ߟ=

ଶெቂ(ଵା௙)(௏/ )ାఈ(௏ భవ/ )ି(ଵାఈ)ெ (ଵା௙)(௏/ )ି(ଵାఈ)ெ

(3.28)

sehingga efisiensi total (overall efficiency, ߟ) untuk mesin turbofan adalah sebagai berikut :

ߟ= ߟߟ (3.29)

Untuk memahami proses yang terjadi pada siklus ideal dan siklus real pada mesin turbofan maka komponen figure of merit dan semua perbandingan temperatur (t) dan perbandingan tekanan (ߨ) disetiap komponen mesin turbofan dapat dilihat dalam referensi[1].

Analisis Perbandingan Antara Mesin CF6-80C dengan RB211-524H

Pada analisis ini dilakukan perbandingan mesin turbofan antara CF6- 80C dengan RB211-524H. Untuk melakukan perbandingan tersebut perlu dilengkapi data data yang sesuai dengan tingkat perkembangan teknologi yang ada untuk tiap-tiap komponen pada fan, kompresor, ruang bakar (combustion chamber), turbin (turbine), nozzle dan diffuser berdasarkan tingkat keempat[1].

Adapun beberapa asumsi yang digunakan dalam perhitungan untuk kedua mesin adalah sebagai berikut[1]:

(6)

a. Altitude = 35.000 ft, Sebagai acuan ketinggian pesawat terbang bermesin turbofan.

b. T0= 390°

c. kcatauߛ= 1,4 d. ktatauߛ= 1.33

e. Cpc= 0,240 Btu/(lbm.◦R) f. Cpt= 0,276 Btu/(lbm.◦R) g. gc= 13,174 lbm/(lbf.sec) h. ℎ௉ோ= 18400 ܤݐݑ/݈ܾ݉

i. ߨௗ ௠ ௔௫= 0.09 j. ߨ= 0.96 k. ߨ = 0.99 l. ߨ௙௡= 0.99 m. ݁= 0.90 n. ݁= 0.89 o. ݁= 0.89 p. ߟ= 0.99 q. ߟ = 0.99 r. ܲ

ܲ

ൗ = 0.9 ݀ܽ݊ ܲൗܲଵଽ= 0.9

Dalam melakukan perhitungan untuk siklus ideal mesin turbofan, satuan yang digunakan adalah British sistem dimana satuan ini digunakan pada dunia penerbangan.

Perhitungan Mesin Turbofan CF6-80C

Data yang diperoleh dari mesin turbofan jenis ini adalah :

ߙ = 5.31 ߨ= 1.7 ߨ= 27.4

ܶ௧ସ= 3600°ܴ

Dengan menggunakan persamaan yang ada dalam referensi[1]maka diperoleh :

ܴ=ߛ− 1

ߛ ܥ௣௖=0,4

1,4(0,24 ݔ778,16)

= 53,36 ݂ݐ. ݈ܾ݂

݈ܾ݉ . °ܴ

ܴ=ߛ− 1

ߛ ܥ௣௧=0.33

1.33(0.276 ݔ778,16)

= 53,29 ݂ݐ. ݈ܾ݂

݈ܾ݉ . °ܴ

ܽ= ඥߛܴ݃ܶ= √1.4 ݔ53.36 ݔ32.174 ݔ39

= 968,2 ݂ݐ ݏ݁ܿ

ܸ= ܽܯ= 986,2 ݔ0,8 = 774,6 ݂ݐ/ݏ݁ܿ

߬= 1 +ߛ− 1

2 ܯ= 1 + 0,2 ݔ0,8= 1,128 ߨ= ߬

ം೎షభ= 1,128ଷ,ହ= 1,5243 ߟ= 1 ܯ< 1

ߨ= ߨௗ ௠ ௔௫ ߟ= 0,99

߬=ܿ௣௧ܶ௧ସ

ܿ௣௖ܶ=0,276 ݔ3600

0,240 ݔ390 = 10,6154

߬= ߨ ିଵ

೎೐೎= 27,4ଷ.ହ௫଴.ଽ = 2,8608

ߟ=ߨ ିଵ

− 1

߬− 1 =

27,4ଷ.ହ− 1 2,8608 − 1 =

1,5749

1,8608 = 84,64%

߬= ߨ(ఊିଵ)/(ఊ)= 1,7ଵ/(ଷ,ହ௫଴,ଽ)= 1,1875

ߟ=ߨ (ఊିଵ)

− 1

߬− 1 = 1,7ଷ.ହ− 1

1,1875 − 1 ݔ100% = 88,2 %

݂ = ߬ఒିఛ

௣௥ߟ

(ܿܶ) − ߬

=10,6154 − 1,128ݔ2,8608 18400ݔ0,99

0,24ݔ390 − 10,6154

= 0,0337

߬= 1 −(ଵା௙)ఛ − 1 + ߙ(߬− 1)]

=1 −଴,ଽଽ(ଵ,଴ଷଷହ) ଵ,ଵଶ଼

ଵ଴,଺ଵହସ[2,8608 − 1 + 5,31(1,1875 − 1=0,7043

ߨ= ߣ/[(ఊିଵ)௘]= 0,7043ଵ,ଷଷ/(଴,ଷଷ௫଴,଼ଽ)=0,2081 ߟ= 1 − ߬

1 − ߬

= 1 − 0,7043

1 − 0,7043଴,଼ଽ = 90,82 %

ܲ௧ଽ

ܲ=ܲ

ܲߨߨߨߨߨߨ

= 0,9 ݔ1,5243 ݔ0,99 ݔ27,4 ݔ0,96 ݔ0,2081 ݔ0,99

= 7,3599 ܯ= ඨ 2

ߛ− 1 ቎൬ܲ௧ଽ

ܲ

(ఊିଵ)

− 1቏

= ඨ 2

0,33 ቀ7,3599

଴,ଷଷଵ,ଷଷ− 1ቁ

= 1,9708

ܶ

ܶ= ߬߬

ቀܲ௧ଽൗ ቁܲ (ఊ೟షభ)

ܥ௣௖

ܥ௣௧=10,6154 ݔ0,7043 9,3076଴,ଷଷଵ,ଷଷ

0,240 0,276

= 3,9622

ܸ

ܽ= ܯඩߛܴܶ

ߛܴܶ= 1,9708ඨ1,33 ݔ53,29 1,4 ݔ53,36(3,9622)

= 3,8212

ܲ௧ଽ

ܲ=ܲ

ܲߨߨߨߨ௙௡= 0,9 ݔ1,5243 ݔ0,99 ݔ1,7 ݔ0,99

= 2,2858 ܯଵଽ= ඨିଵ൤ቀ೟భవభవ(ఊିଵ)/ఊ− 1൨=

଴,ସ(2,2858ଵ/ଷ,ହ− 1)=1,154

భవ

=

ು೟భవುభవ(ം೎షభ)ം೎

=ଵ,ଵଶ଼ ௫ ଵ,ଵ଼ହ଻

ଶ,ଶ଼ହ଼య,ఱ = 1,0561

భవ

= ܯଵଽభవ= 1,154ඥ1,0561=1,1859

(7)

ܨ ܯ= 1

1 + ߙ݃൦(1 + ݂)ܸ

ܽ− ܯ

+ (1 + ݂)

ܴܶ

ܶ

ܴܸ

ܽ

1 − ܲܲ

ߛ

+ ߙ 1 + ߙܽ

ܸ݃ଵଽ

ܽ− ܯ

+

ܶଵଽ

ܶ

ܸଵଽܽ

1 − ܲܲଵଽ

ߛ

= 968,2

6,31 ݔ32,174 ൬1,0337 ݔ3,8212 − 0,8 + 1,033753,29

53,363,9622 3,82120,1

1,4 + 5,31 ݔ968,2

6,31 ݔ32,174 ൬1,1859 − 0,8 +1,0561

1,18590,1 1,4

= 4,7690(3,2263 + 11,3829) = 69,6713 ݈ܾ݂/(݈ܾ݉

sec )

ܵ = ݂

(1 + ߙ) ܨ ݉ =3600 ݔ0,0337

6,31 ݔ69,6731 = 0,2759

݈ܾ݉ℎݎ

݈ܾ݂

ܨܴ = 3,2263

11,2829/5,31 = 1,5050

ߟ= ൤(1 + ݂)ܸܽ + ߙܸܽଵଽ− (1 + ߙ)ܯ (1 + ݂) ቀܸൗ ቁܽ + ߙ ቀܸଵଽൗ ቁܽ − (1 + ߙ)ܯ

=2 ݔ0,8(1,0337 ݔ3,8212 + 5,31 ݔ1,18659 − 6,31 ݔ0,8) 1,02868 ݔ2,437+ 5,31ݔ1,1859− 6,31 ݔ0,8

= 44,91 % ߟ=α[ଵା୤]ቀ୚ൗ ቁ

ାαቀ୚భవൗ ቁି(ଵାα)୑

ଶ୥୤୦ౌ౎

=968,2(1,0337 ݔ3,8212+ 5,31ݔ1,18659 − 6,31 ݔ0,8) 2 ݔ32,174 ݔ0,0337 ݔ18400 ݔ778,16

= 55,92%

ߟ= ߟߟ= 0,4491 ݔ0,5592 = 25,11 %

Perhitungan Mesin Turbofan RB211-524

Data yang diperoleh dari mesin turbofan jenis ini adalah :

ߙ = 5.24 ߨ= 1.42 ߨ= 28.4

ܶ௧ସ= 3600°ܴ

Dengan menggunakan persamaan yang ada dalam referensi[1]maka diperoleh :

ܴ=ߛ− 1

ߛ ܥ௣௖=0,4

1,4(0,24 ݔ778,16)

= 53,36 ݂ݐ. ݈ܾ݂

݈ܾ݉ . °ܴ

ܴ=ߛ− 1

ߛ ܥ௣௧=0.33

1.33(0.276 ݔ778,16)

= 53,29 ݂ݐ. ݈ܾ݂

݈ܾ݉ . °ܴ

ܽ= ඥߛܴ݃ܶ= √1.4 ݔ53.36 ݔ32.174 ݔ39

= 968,2 ݂ݐ ݏ݁ܿ

ܸ= ܽܯ= 986,2 ݔ0,8 = 774,6 ݂ݐ/ݏ݁ܿ

߬= 1 +ߛ− 1

2 ܯ= 1 + 0,2 ݔ0,8= 1,128 ߨ= ߬

ം೎షభ= 1,128ଷ,ହ= 1,5243 ߟ= 1 ܯ< 1

ߨ= ߨௗ ௠ ௔௫ ߟ= 0,99

߬=ܿ௣௧ܶ௧ସ

ܿ௣௖ܶ=0,276 ݔ3600

0,240 ݔ390 = 10,6154

߬= ߨ ିଵ

೎೐೎= 28,4ଷ.ହ௫଴.ଽ = 2,8635

ߟ=ߨ ିଵ

− 1

߬− 1 =28,4ଷ.ହ− 1

2,8935 − 1 =1,6014

1,8935 = 84,57%

߬= ߨ(ఊିଵ)/(ఊ)= 1,42ଵ/(ଷ,ହ௫଴,ଽ)= 1,123

ߟ=ߨ (ఊିଵ)

− 1

߬− 1 =1,42ଷ.ହ− 1

1,123 − 1 ݔ100% = 85,66%

݂ = ߬ఒିఛ

௣௥ߟ

(ܿܶ଴)− ߬

=10,6154 − 1,128ݔ2,8935 18400ݔ0,99

0,24ݔ390 − 10,6154

= 0,0335

߬= 1 −(ଵା௙)ఛ − 1 + ߙ(߬− 1)]

= 1 − 1

0,99(1,0335) 1,128

10,6154 = 0,0335

߬= 1 − 1

ߟ(1 + ݂)߬ൣ߬− 1 + ߙ൫߬− 1൯൧

=1 −଴,ଽଽ(ଵ,଴ଷଷହ) ଵ,ଵଶ଼

ଵ଴,଺ଵହସ[2,8935 − 1 + 5,24(1,123 − 1=0,7363

ߨ= ߣ/[(ఊିଵ)௘]= 0,7363ଵ,ଷଷ/(଴,ଷଷ௫଴,଼ଽ)=0,2539 ߟ= 1 − ߬

1 − ߬

= 1 − 0,7363

1 − 0,7363଴,଼ଽ = 90,59%

ܲ௧ଽ

ܲ=ܲ

ܲߨߨߨߨߨߨ

= 0,9 ݔ1,5243 ݔ0,99 ݔ28,4 ݔ0,96 ݔ0,02539 ݔ0,99

= 9,3076 ܯ= ඨ 2

ߛ− 1 ቎൬

ܲ௧ଽ

ܲ

(ఊିଵ)

− 1቏

= ඨ 2

0,33 ቀ9,3076

଴,ଷଷଵ,ଷଷ− 1ቁ

= 2,1167

ܶ

ܶ= ߬߬

ቀܲ௧ଽൗ ቁܲ (ఊ೟షభ)

ܥ௣௖

ܥ௣௧=10,6154 ݔ0,7363 9,3076଴,ଷଷଵ,ଷଷ

0,240 0,276

= 3,9078

ܸ

ܽ= ܯඩߛܴܶ

ߛܴܶ= 2,1167ඨ1,33 ݔ53,29 1,4 ݔ53,36(3,9078)

= 4,0757

(8)

ܲ௧ଽ

ܲ=ܲ

ܲߨߨߨߨ௙௡

= 0,9 ݔ1,5243 ݔ0,99 ݔ1,42 ݔ0,99

= 1,9093 ܯଵଽ= ඨ

ିଵ൤ቀ೟భవభవ(ఊିଵ)/ఊ− 1൨=

଴,ସ(1,9093ଵ/ଷ,ହ− 1)=1,0072

ܶଵଽ

ܶ= ߬߬

ቀܲܲ௧ଵଽଵଽ

(ఊ೎షభ)

=1,128 ݔ1,123

1,9093ଷ,ହ = 1,1119

భవ

= ܯଵଽభవ = 1,0072√1,1119=1,0621 ܨ

ܯ= 1

1 + ߙ݃൦(1 + ݂)ܸ

ܽ− ܯ

+ (1 + ݂)

ܴܶ

ܶ

ܴܸ

ܽ

1 − ܲܲ

ߛ

+ ߙ 1 + ߙܽ

ܸ݃ଵଽ

ܽ− ܯ

+

ܶଵଽ

ܶ

ܸଵଽܽ

1 − ܲܲଵଽ

ߛ

= 968,2

6,24 ݔ32,174 ൬1,0335 ݔ4,0757 − 0,8 + 1,033553,29

53,36 3,9078 4,0757

0,1 0,4 +5,24 ݔ968,2

6,24 ݔ32,174

+ 5,24 ݔ968,2

6,24 ݔ32,174 ൬1,0621 − 0,8 +1,1119 1,06210,1

1,4൰

= 4,8225(3,4829 + 8,5236) = 57,9013 ݈ܾ݂/(݈ܾ݉

sec )

ܵ = ݂

(1 + ߙ) ܨ ݉ =3600 ݔ0,0335

6,24 ݔ57,9013 = 0,3338

݈ܾ݉ℎݎ

݈ܾ݂

ܨܴ = 3,4829

8,5236/5,24 = 2,1412

ߟ= ൤(1 + ݂)ܸܽ + ߙܸܽଵଽ− (1 + ߙ)ܯ (1 + ݂) ቀܸൗ ቁܽ+ ߙ ቀܸଵଽൗ ቁܽ− (1 + ߙ)ܯ

=2 ݔ0,8(1,0335 ݔ4,0757 + 5,24 ݔ1,0621 − 6,24 ݔ0,8) 1,0335 ݔ4,0757+ 5,24 ݔ1,0621− 6,24 ݔ0,8

= 40,12 % ߟ=[ଵା୤]ቀ୚ൗ ቁ

ାαቀ୚భవൗ ቁି(ଵାα)୑

ଶ୥୤୦ౌ౎

=968,2(1,0335 ݔ4,0757 + 5,24 ݔ1,0621 − 6,24 ݔ0,8) 2 ݔ32,174 ݔ0,0335 ݔ18400 ݔ778,16

= 57,96%

ߟ= ߟߟ= 0,4012 ݔ0,5796 = 23,25 %

Perbandingan Hasil Perhitungan

Dari perhitungan untuk kedua mesin turbofan diatas pada bagian 4.1 dan 4.2 dapat dibandingkan pada tabel 1.

Tabel 1. Perbandingan Mesin Turbofan CF6-80C & RB211-524

Perbandingan CF6-80C RB211-

524 Specific fuel consumption (SFC or S)

(lbm/hr)/lbf

0,2759 0,3338 Specific Thrust (F/m0)

൬݈ܾ݂/(݈ܾ݉

sec )൰

69,6713 57,9013

Fuel/Air ratio (f) 0,0337 0,0335

Efficiency Thermal(ߟ) (%)

55,92 57,96

Efficiency Propulsion(ߟ) (%) 44,91 40,12 %

Efficiency Total(ߟ) (%) 22,11 23,25 %

(9)

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan analisis kedua jenis mesin adalah sebagai berikut :

a. Untuk pemilihan mesin turbofan dilihat dari segi performa specific fuel consumption maka mesin turbofan RB211-524H adalah pilihan yang tepat.

b. Apabila harga bypass ratio (ߙ) mesin turbofan mengalami peningkatan maka harga specific fuel consumption (S) akan mengalami penurunan.

c. Apabila pemilihan mesin turbofan dilihat dari segi efficiency total (ߟ)maka mesin turbofan RB211-524H adalah yangpaling terbaik karena efisiensi mesin tersebut memiliki harga yang lebih besar.

DAFTAR PUSTAKA

Mattingly, Jack D., 1996. Elements of Gas Turbine Propulsion. Internal Edition : McGraw-Hill [1]

Kroes, Michael J. & Thomas W.Wild, 1994. Aircraft Powerplant Mechanic Handbook, 7th ed. New York : Mc Graw-Hill [2]

Gambar

Gambar 1. Penomoran pada Mesin Real Turbofan [2]
Tabel 1. Perbandingan Mesin Turbofan CF6-80C &amp; RB211-524

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penerapan pembuatan laporan keuangan yang telah dilakukan oleh Yayasan Himmatun Ayat Surabaya, sangat memungkinkan sekali untuk mengganti standar

Saat membaca teks untuk menjawab pertanyaan, berhentikan sejenak. Renungkanlah sejenak apakah informasi yang dikumpulkan sudah tepat dan cukup untuk

a) Industri rumah tangga, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang. Ciri industri ini memiliki modal yang sangat terbatas, tenaga kerja.. berasal

Sebagai contoh, pada tahun 1839 rakyat Karawang menuntut agar wedana yang ada waktu itu diganti karena tidak termasuk keluarga bupati daerah tersebut; di Banyumas pada

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) desain pengembangan bahan ajar IPA Terpadu pada materi getaran, gelombang dan bunyi dengan mengintegrasikan ayat Alquran berada

Kesehatan mental merupakan keinginan wajar bagi setiap manusia seutuhnya, tapi tidaklah mudah mendapatkan kesehatan jiwa seperti itu. Perlu pembelajaran tingkah

Hasil penelitian menunjukkan bahwa majalah Cilukba berisi materi-materi pembelajaran Islam keseharian seperti pembela- jaran adab, akhlak dan keteladanan yang tergambarkan

Sehingga perlunya suatu bentuk kegiatan pendampingan masyarakat untuk lebih memasyarakatkan tanaman obat keluraga (TOGA) ini sebagai suatu bentuk kemandirian