• Tidak ada hasil yang ditemukan

karya tulis ilmiah (candi borobudur)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "karya tulis ilmiah (candi borobudur)"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke Khadirat Illahi Rabbi, karena dengan Rahmat dan Karunia-Nya kami dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini dengan baik. Sholawat serta Salam tidak lupa kami haturkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Karya tulis ilmiah ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di objek wisata Candi Borobudur. Hal yang kami teliti adalah Pengaruh Wisatawan terhadap kelestarian Candi Borobudur.

Kami juga ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Guru Pembimbing dan Wali Kelas yang telah membantu dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, serta semua pihak yang telah membantu memberikan data-data kepada kami untuk kelancaran penulisan karya tulis ilmiah ini.

Cihaurbeuti, Mei 2006

(3)

DAFTAR ISI

Halaman Judul Lembar Pengesahan

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... ii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Perumusan Dan Pembatasan Masalah ... 2

1.3 Pembaasan Masalah... 3

1.4 Tujuan Dan Manfaat ... 3

1.5 Metode Penelitian ... 4

1.6 Sistematika Penulisan ... 5

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Pengaruh Wisatawan ... 7

2.2 Letak Geografis Candi Borobudur ... 7

2.3 Kondisi Fisik Candi Borobudur ... 8

(4)

BAB III PEMBAHASAN ... 10

BAB IV PENUTUP

4.1. Sesimpulan ... 12 4.2. Saran ... 13

DAFTAR TABEL/ LAMPIRAN

DAFTAR PUSTAKA

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Bangsa Indonesia dengan berbagai suku bangsanya memiliki banyak peninggalan nenek moyang yang mempunyai nilai sangat tinggi yang patut kita banggakan dan tentu saja sangat dihargai serta memberikan warna serta corak tersendiri bagi bangsa yang berupa adat istiadat, pakaian, tarian, bangunan dan lain sebagainya.

Banyaknya bangunan-bangunan bersejarah peninggalan leluhur merupakan aset yang tinggi karena dapat menarik wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Salah satunya adalah Candi Borobudur yang terdapat di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Propinsi Jawa tengah. Candi Borobudur merupakan salah satu karya terbesar bangsa Indonesia. Dapat kita bayangkan betapa sulitnya membuat candi dengan batu-batu yang besar sehingga dapat tersusun dengan serasi dan kuat walaupun tanpa bahan perekat sekalipun. Tapi Candi Borobudur dapat berdiri dengan megah dan sangat indah sehingga Candi Borobudur termasuk salah satu dari 7 keajaiban dunia.

(6)

berdasarkan tulisan-tulisan singkat yang dipahatkan diatas figura-figura, relief kaki asli Candi Borobudur yang menunjukan huruf sejenis dengan yang ada pada prasasti dari akhir abad ke VIII – abad ke IX maka dapat disimpulkan Candi Borobudur didirikan pada tahun 800 M.

Dari data tersebut Candi ini bisa dibilang sudah tua. Namun bangsa Indonesia akan tetap mempertahankan keasliannya dan tidak akan membiarkan Candi Borobudur dimakan usia sehingga tetap mampu menarik para pelancong.

Namun sejauh mana pula pengaruh para wisatawan tersebut terhadap kelestarian bangunan Candi Borobudur.

Dan permasalahan tersebut diatas, kami tertarik untuk melakukan penelitian sehingga kami dapat melakukan penelitian, sehingga dapat melakukan penelitian dan dapat menuangkannya dalam karya ilmiah yang berjudul “PENGARUH WISATAWAN TERHADAP KELESTARIAN CANDI BOROBUDUR”.

1.2. Perumusan Masalah

(7)

Adapun beberapa rumusan masalah yang kami sajikan untuk penulisan karya tulis ilmiah ini, sebagai berikut :

a. Adakah pengaruh wisatawan terhadap kelestarian Candi Borobudur ?

b. Apa saja upaya-upaya yang diambil oleh pihak-pihak terkait untuk menjaga kelestarian Candi Borobudur?

c. Departemen manakah yang bertanggungjawab dalam usaha melestarikan Candi Borobudur?

1.3. Pembatasan Masalah

Dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini kami hanya membatasi masalah sebatas “Peranan Wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara dalam menjaga kelestarian Candi Borobudur” dengan demikian tujuan penelitian dapat dicapai dengan mudah serta dengan hasil yang maksimal.

1.4. Tujuan dan Manfaat

a. Tujuan

Adapun tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penelitian ini, yaitu :

1) Ingin mengetahui pengaruh wisatawan terhadap kelestarian Candi Borobudur.

(8)

3) Ingin mengetahui Departemen mana yang bertanggungjawab dalam usaha pelestarian Candi Borobudur.

b. Manfaat

1) Menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa sehingga bisa ikut berpartisipasi dalam pelestariannya.

2) Sebagai bahan penelaah bagi penyusunan karya tulis ilmiah selanjutnya.

1.5. Metode Penulisan

Metode penelitian berfungsi sebagai pemantau bagi peneliti untuk melakukan penelitian.

Dalam melakukan penelitian ini kami menggunakan metode, diantaranya :

a. Observasi

Obeservasi yaitu pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau pengajuan di lapangan atau peninjauan. Jenis obserasi yang digunakan adalah observasi partisipasi yaitu observasi yang melibatkan penelitian obserber secara langsung dalam kegiatan pengamatan di lapangan.

b. Wawancara

(9)

c. Studi Literatur

Studi Literatur yaitu teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian.

Dalam metode ini penulis mengambil buku-buku pedoman yang ada di perpustakaan SMA N 1 Cihaurbeuti, yang dibahas kemudian dibaca, dianalisis serta mengambil intisari dari buku tersebut.

1.6. Sistematika Penulisan

Laporan ini disajikan dalam 4 bab, uraian pokok dari setiap bab adalah sebagai berikut :

SISTEMATIKA PENULISAN

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

1.2. Perumusan Masalah Dan Pembatasan Masalah 1.3. Tujuan Dan Manfaat

(10)

BAB I LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Pengaruh Wisatawan 2.2. Letak Geografis Candi Borobudur 2.3. Kondisi Fisik Candi Borobudur

2.4. Candi Borobudur Dalam Tinjauan Sejarah

BAB III PEMBAHASAN MASALAH

BAB IV PENUTUP

4.1. Simpulan 4.2. Saran

DAFTAR TABEL

DAFTAR PUSTAKA

(11)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Pengaruh Wisatawan

Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari seseorang yang ikut membentuk watak atau perbuatan seseorang.

Wisatawan adalah orang yang berwisata atau mengunjungi suatu tempat wisata. Jadi yang dimaksud dengan pengaruh wisatawan adalah daya yang timbul dari orang yang mengunjungi suatu tempat yang membentuk watak kepercayaan suatu tempat.

Dalam hal ini objek wisata adalah suatu tempat berinteraksi dengan tujuan mencari hiburan maupun tempat yang memiliki unsur sejarahnya.

Indonesia memiliki banyak tempat bersejarah yang mampu menarik para pelancong, baik dari dalam negeri atau dari luar negeri. Semua ini memberikan arti tersendiri bagi negara, karena tidak langsung menambah devisa negara. Salah satu tempat bersejarah adalah Borobudur, karena disini terdapat suatu candi yang begitu megah dan indah yaitu Candi Borobudur.

2.2. Letak Geografis Candi Borobudur

(12)

Propinsi Jawa Tengah. Dataran yang berbukit hampir seluruhnya dilingkari pegunungan, antara lain :

- Sebelah Timur : Gunung Merapi dan Gunung Merbabu - Sebelah Barat Laut : Gunung Sumbing dan Gunung Sidoro - Sebelah Selatan : Gunung Menoreh

- Sebelah Utara : Gunung Tidar

Candi Borobudur dibangun diatas bukit dengan ketingian 269 m dpl yang memiliki panjang 123 m, lebar 123 m, tinggi, 34,5 m dan keliling 492 m. Batu andesit yang digunakan sebanyak 55.000 m3.

2.3. Kondisi Fisik Candi Borobudur

Bangunan Candi Borobudur berbentuk limas berundak dan bila dilihat dari atas, merupakan suatu bujur sangkar, tidak ada ruangan dimana orang bisa masuk melainkan hanya bisa sampai pada terasnya.

Candi Borobudur terdiri dari 10 tingkat, yang setiap tingkat memiliki arti tersendiri. Dari 10 tingkatan ini, Candi Borobudur membagi alam semesta menjadi 3 bagian :

a. Dunia Paling Bawah (Kamandhatu)

Sama dengan dunia hasrat dalam dunia manusia terikat pada hasrat, kemauan dan hawa nafsu.

(13)

b. Dunia yang Lebih Tinggi (Rupadhatu)

Sama dengan alam/ dunia, dalam alam ini manusia telah meninggalkan segala urusan keduniawian. Bagian ini terdapat pada lorong 1 – ke 4.

c. Dunia yang Tertinggi (Arupadhatu)

Sama dengan alam atas atau dunia tanpa rupa, yaitu terdapat pada dewa bagian ini terdapat pada teras bundar tingkat I, II, III besarta stupa induk.

2.4.Candi Borobudur Dalam Tinjauan Sejarah

Sesuai dengan kerangka sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sejarah yang berada di Jawa Tengah pada khususnya, periode antara abad ke VIII – abad ke IX yang ditemukannya tulisan-tulisan singkat yang dipahat, dikenal sebagai abad emas. Wangsa Syailendra kejayaan ini ditandai dengan dibangunnya sejumlah candi-candi yang menggambarkan adanya semangat membangun yang luar biasa. Candi yang berada di lereng gunung kebanyakan berciri khas bangunan Hindu sedangkan yang berada di dataran rendah berciri khas bangunan Budha, tetapi ada juga yang berciri khas Hindu.

(14)

BAB III

PEMBAHASAN

Peranan Wisatawan Terhadap Kelestarian Objak Wisata Borobudur

Keindahan dan kemegahan Candi Borobudur menjadikan salah satu aset negara yang memiliki daya tarik yang khas dan menawan maka tidak mengherankan jika tiap harinya candi ini dapat menarik sakitar 1500 – 3000 pengunjung, bahkan pada hari libur Candi Borobudur dibanjiri pengunjung sekitar 7000 - 10.000 orang, baik ini pengunjung domestik maupun pengunjung asing. Selain tertarik oleh keindahan candi Borobudur, hal ini juga dikarenakan oleh harga tiket yang terjangkau oleh semua kalangan masyarakat yang sekitar Rp / orang.

Dari sekian pengunjung yang datang, tentu pemasukan dari penjualan tiket tersebut sangat banyak. Namun setelah kami mengadakan observasi dan wawancara langsung kepada petugas candi ternyata hanya 5% saja yang digunakan untuk biaya pemeliharaan candi, dan 95% nya digunakan untuk menggaji sekitar 150 pegawai yang terdiri dari 100 pegawai taman wisata yang berstatus swasta 250 orang lagi adalah pegawai Dinas Purbakala yang berstatus Pegawai Negeri.

(15)

membersihkan patung, kelompok yang membersihkan relief, dan kelompok yang membersihkan lingkungan sekitarnya.

(16)

BAB IV

PENUTUP

Pada bab ini penulis mengemukakan simpulan dari pembahasan dengan judul “PENGARUH WISATAWAN TERHADAP KELESTARIAN CANDI BOROBUDUR”. Selain hal tersebut penulis mengemukakan saran-saran yang diharapkan dapat bermanfaat.

4.1.Simpulan

Dari pembahasn yang telah diuraikan dapat ditarik simpulan sebagai berikut:

a. Bahwa para wisatawan yang datang ke Candi Borobudur memiliki pengaruh yang besar terhadap kelestarian Candi Borobudur.

b. Pengaruh wisatawan tersebut diklasifikasikan menjadi 2 macam yaitu: 1) Pengaruh Positif

(17)

berpartisipasi untuk melestarikan Candi Borobudur dengan memberi sebagian wisatawan yang berani buang air kecil disekitar candi.

c. Alternatif yang diambil untuk mengantisipasi dari sifat-sifat destruktif yang biasa dilakukan para pengunjung diantaranya :

1). Melakukan penjagaan ketat yang biasa dilakukan oleh satpam selama 24 jam.

2). Memasang papan-papan peringatan dan sanksi sesuai hukum perundangan dan bagi yang melakukan kerusakan.

d. Setelah kami meneliti bahwa dinas yang menjaga kelestarian Candi Borobudur adalah dari Dinas Purbakala dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

4.2.Saran

(18)

a. Kita sebagai manusia harus menjaga dan melestarikan barbagai bangunan bersejarah yang salah satunya adalah Candi Borobudur yang merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia.

b. Adanya tindakan tegas dari pemerintah kepada orang-orang yang berpengaruh buruk terhadap kelestarian Candi Borobudur.

(19)

Referensi

Dokumen terkait

“ Tentu saja sangat penting, faktor kesukuan merupakan pengikat dalam identitas sosial di kabupaten Langkat dimana ini akan sebagai pengikat kita sebagai masyarakat yang

Waktu yang di perlukan untuk menyesuaikan jumlah yang di tawarkan (Qs) dengan perubahan harga dapat di bedakan: - Jangka waktu sangat pendek Dalam waktu satu/beberapa hari saja

Dari siaran televisi bukan hanya suara saja yang dapat kita tangkap, akan tetapi kita juga dapat melihat secara langsung ekspresi yang mereka perankan, sehingga

Namun kimia tidak begitu saja menyerah ketika laju reaksi terjadi sangat lama. Ada suatu zat yang disebut katalis yang dapat mempercepat laju reaksi dengan cara mencarikan sebuah

Didalam kedudukannya sebagai Bahasa Nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) Lambang Kebanggaan Kebangsaan, (2) Lambang Identitas Nasional (3) Alat pemersatu berbagai

Kesadaran yang tumbuh bahwa keluarga memainkan peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak akan membuat kita lebih hati-hati untuk tidak mudah melemparkan

Semua warga Indonesia adalah generasi penerus bangsa, oleh karena itu, kita harus berbondong-bondong dalam upaya pelestarian hutan dan memberantas para “ monster

memainkan peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak akan membuat kita lebih hati-hati untuk tidak mudah melemparkan kesalahan dunia pendidikan nasional kepada otoritas