• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Cendekia Vol 11 No 3 Sept 2013 ISSN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Jurnal Cendekia Vol 11 No 3 Sept 2013 ISSN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

25

PENGARUH PRODUK DEVELOPMENT YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN

PADA PERUSAHAAN ROTI “ORION” KEDIRI Oleh: Anwar Bowo L

ABSTRAK

Pengaruh Produk Development yang Efektif Guna Meningkatkan Volume Penjualan, Study Kasus pada Perusahaan Roti “Orion” Kediri. Skripsi, Fakultas Ekonomi, Manajemen, Universitas Islam Kadiri.

Penelitian ini dilatar belakangi untuk mengetahui Produk Development yang Efektif guna Meningkatkan Volume Penjualan,(study kasus pada Perusahaan Roti “Orion”

Kediri).

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Produk Development terhadap Peningkatan Volume penjualan. study kasus pada Perusahaan Roti “Orion” Kediri.

Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu : (1) OBservasi, (2) Interview, (3) Dokumentasi, dan (4) kuesioner.

Teknik analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif dan metode kuantitatif dengan menggunakan uji validitas dan uji reabilitas, analisis regresi, analisis korelasi, uji F dan uji t. Pengujian pada penelitian ini menggunakan komputer dengan bantuan progam SPSS for windows versi 15,0.

Dari hasil penelitian menunjukaan adanya pengaruh positif yang signifikan antara produk development dengan peningkatan Volume Penjualan, study kasus pada Perusahaan Roti “Orion” Kediri.

Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa koefisien regresi untuk variabel Produk Development (X), bahwa jika ada ada perubahan pada variabel Produk Development (X), maka akan ada perubahan pada Volume Penjualan (Y) dengan arah yang sama.

ABSTRACT

The background of this study was to determine the Effective Product Development to Increase Sales Volume, (case study on Bread Company "Orion" Kediri).

This study aims to determine the influence of Product Development for Increased sales volume. Bread Company case study on "Orion" Kediri.

Data collection techniques used are: (1) Observation, (2) Interview, (3) documentation, and (4) questionnaire.

The data analysis technique used is the method of qualitative and quantitative methods using validity and reliability test, regression analysis, correlation analysis, F test and t test. Testing in this study using a computer with the help of the program SPSS for Windows version 15.0.

From the results of the study showed a significant positive effect between product development with an increase in sales volume, a case study on Bread Company "Orion"

Kediri.

From the analysis it can be seen that the regression coefficients for the variables Product Development (X), that if there is no change in the Product Development variable (X), then there will be a change in the volume of sales (Y) in the same direction.

(2)

26 I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Persaingan bisnis yang sangat tajam pada saat ini merupakan sebuah tantangan bagi pengusaha untuk tetap berada dalam persaingan industri. Suatu perusahaan mengharapkan agar hasil penjualan dapat meningkat, usaha meningkatkan penjualan ini sangat penting sekali bagi perusahaan.

Perusahaan yang tidak dapat memenuhi selera konsumen praktis akan mengalami penurunan volume penjualan, jika perusahaan tersebut tahun demi tahun mengalami kemunduran produksi sudah dipastikan perusahaan tersebut akan gulung tikar. Misalnya, dengan semakin banyaknya pesaing usaha maka persaingan dalam jenis industri yang sama sebaiknya mempunyai spesifikasi produk yang unggul.

Development produk merupakan sebuah ide, praktek, atau obyek yang dipahami sebagai sesuatu yang baru oleh masing-masing individu atau unit pengguna lainnya. Proses keputusan development pada prinsipnya merupakan kegiatan pencarian dan pemrosesan informasi dimana individu termotivasi untuk mengurangi ketidakpastian tentang keuntungan dan kekurangan development.

Dalam melakukan development produk harus berfokus pada pelanggan karena apapun yang dilakukan manajemen tidak akan ada gunanya bila tidak berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan (Tjiptono,2002). Oleh karena itu, development produk dengan fokus kebutuhan pelanggan akan menjadi salah- satu strategi untuk memenangkan persaingan. Pengembangan produk sebaiknya menggunakan metode yang terstruktur.

Menurut Tjiptono (2000) perubahan lingkungan yang begitu cepat menuntut perusahaan untuk beradaptasi secara cepat pula dengan melakukan perbaikan terus menerus melalui inovasi baru. Dalam melakukan development produk, perusahaan berusaha menciptakan nilai lebih bagi konsumen melalui penciptaan

produk atau produk baru dan melakukan proses produksi yang lebih baik daripada perusahaan pesaing.

Dari uraian-uraian tersebut diatas maka peneliti tertarik untuk mengangkat masalah produk judul : Pengaruh Produk Development Yang Efektif Guna Meningkatkan Volume Penjualan Pada Perusahaan Roti “Orion” Kediri.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang dan sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, maka peneliti merumuskan masalah : Bagaimana development produk yang efektif berpengaruh terhadap peningkatan volume penjualan.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pentingnya produk development yang efektif guna meningkatkan volume penjualan pada Perusahaan Roti “Orion” Kediri.

II. METODE PENELITIAN 2.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Perusahaan Roti Orion Kediri, yaitu perusahaan yang menjual roti dengan beragam varian rasa, yang berlokasi di Jalan Untung suropati nomer 38-41, Kediri.

Sedangkan alasan pemilihan lokasi penelitian adalah :

a. Untuk mengetahui pentingnya produk development yang efektif guna meningkatkan volume penjualan.

b. Lokasi Perusahaan Roti Orion Kediri strategis, berada di pusat kota, dan jalannya dapat di akses dengan mudah.

2.2 Populasi dan Sampel

Dalam melakukan penelitian tentunya memerlukan responden yang akan diteliti menurut beberapa ahli yaitu :

a. Populasi menurut Arikunto (2002), bahwa Populasi adalah keseluruhan dari obyek penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah

(3)

27 seluruh konsumen dari perusahaan Roti Orion kediri. Bedasarkan atas asumsi dan untuk mempermudah penelitian, maka peneliti mengambil 1000 populasi, dan kemudian dihitung dengan ketentuan Slovin.

b. Pengertian sampel menurut sugiyono (2007), Sampel adalah besaran karakteristik dari sebagian saja dari populasi yang memiliki karakteristik sama dengan populasi. Menentukan ukuran sampel menurut Gay dan Diehl (1996), bahwa untuk penelitian deskriptif minimal diambil 10% dari populasi sedangan bila populasinya besar minimal 20% dari populasi.

Dalam penelitian ini untuk memudahkan penelitian, maka peneliti mengambil sebagian dari konsumen loyal yang berjumlah 90 orang. Menurut ketentuan Slovin :

𝑛𝑛 = N 1 + 𝑁𝑁𝑎𝑎² Keterangan

n = ukuran sampel N = ukuran populasi α = toleransi ketidaktelitian dengan rincian :

𝑛𝑛 = 1000

1 + 1000 ( 0,1 )2

=10001+10 =100011 = 90

Sehingga dari hitungan rumus diatas maka penelitimengambil sampel sebanyak 90 konsumen loyal dari jumlah populasi yang ada di kota Kediri.

2.3 Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

2.3.1 Interview

Interview Yaitu melakukan wawancara langsung dengan kepala bagian pemasaran, kepala bagian

produksi, staf dan karyawan Perusahaan Roti Orion Kediri.

Interview digunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan penelitian dengan cara meneliti dokumen atau catatan-catatan yang ada di Perusahaan Roti Orion Kediri.

2.3.2 Observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti (Usman, 2003).

observasi digunakan untuk mendapatkan data faktual, dengan melihat dari dekat aktifitas perusahaan, misalnya kegiatan proses produksi.

2.3.3 Dokumentasi

Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda dan sebagainya (Arikunto, 2002).

2.3.4 Kuesioner

Kuesioner Yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto, 2002).

Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang diubah menjadi data kuantitatif dengan skala pengukuran menggunakan skala likert, yaitu skala yang berhubungan dengan pernyataan tentang sikap seseorang terhadap sesuatu. Alternatif pernyataannya, misalnya adalah dari setuju sampai tidak setuju, senang sampai tidak senang, puas samapi tidak puas atau baik sampai tidak baik (Umar, 2002).

Cara pengukuran adalah dengan menghadapakan responden dengan sebuah pertanyaan dan diminta untuk memberikan jawaban dan jawaban responden di bagi menjadi lima bagian, yaitu:

1 = Tidak Setuju (TS) 2 = Ragu-Ragu (RR) 3 = Setuju (S)

4 = Sangat Setuju (SS)

(4)

28 2.4 Identifikasi Variabel

2.4.1 Variabel bebas (Independent variabel)

Variabel bebas adalah variabel yang dapat mempengaruhi variabel yang lain, Variabel (X) dalam penelitian ini adalah volume penjualan.

2.4.2 Variabel terikat (dependent variabel)

Variabel terikat adalah variabel yang tergantung pada variabel lain. Yang merupakan variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah Development produk.

2.5 Teknik Analisa Data 2.5.1 Uji Validitas

Validitas menunjukkan sejauh mana alat itu mengukur apa yang ingin diukur.

Bila seseorang ingin mengukur berat suatu benda, maka dia harus menggunakan timbangan. Timbangan alat untuk mengukur yang valid bila dipakai untuk mengukur berat. Tetapi timbangan bukanlah alat ukur yang valid bilamana digunakan untuk mengukur panjang.

Dari pernyataan di atas diperoleh perhitungan dengan menggunakan Korelasi Product Moment yaitu untuk mengukur kuat atau lemahnya hubungan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) sebagai berikut :

Sugiyono (2009)

Setelah r diperoleh, selanjutnya membandingkan antara hasil nilai r dengan tabel nilai pehitungan nilai kritis r pada taraf signifikan. Tingkat kepercayaan yang digunakan dalam perhitungan ini adalah 99% dan 95%.

Apabila dalam pengujian diperoleh hasil sama dengan taraf signifikan (α=

0,01 dan α= 0,05) maka terdapat hubungan antar variabel, tetapi apabila yang terjadi sebaliknya maka tidak terdapat hubungan antar variabel. Apabila nilai r hitung diperoleh berada diatas nilai kritis berarti alat ukur yang digunakan telah valid.

2.5.2 Metode Analisis Regresi

Analisis yang digunakan untuk peramalan masa yang akan datang, apabila akan diadakan perubahan pada variabel bebas.

Adapun rumus Regresinya adalah sebagai berikut :

Y = α + bx

2 1 2

1

1 1 2

1 1

) ( ) (

) )(

( ) )(

(

∑ ∑ ∑

=

X X

n

Y X

X a Y

2 1 2

1

1 1

1 1

) (

) (

) )(

( ) (

∑ ∑ ∑

= −

X X

n

Y X

Y X

b n

(Sugiyono, 2009) Dimana :

Y = variabel bebas a = Bilangan konstanta b = Koefisien regresi x = variabel bebas

III. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

3.1 Karakteristik Responden

Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang telah membeli produk Roti “Orion” Kediri. Gambaran umum responden dapat dilihat sebagai berikut :

Dari hasil penelitian, jumlah responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.5 Jumlah Responden

Berdasarkan Usia

No Usia Jumlah Persentase 1 > 17 tahun 30 33%

2 17 – 24 tahun

15 17%

3 25 – 40 tahun

25 28%

4 < 40 tahun 20 22%

Jumlah 90

Dilihat dari Tabel 4.5 di atas, maka dapat dijelaskan bahwa responden dengan usia > 17 tahun berjumlah 30 orang atau 33% dari jumlah responden 90 orang, responden yang berusia 17 tahun-24 tahun

∑ ∑

∑ ∑ ∑ ∑

=

) ) ( (

) ) (

(n x2 x 2 n y2 y 2

y x xy r n

(5)

29 sebanyak 15 orang atau17 % dari jumlah responden 90 orang, responden yang berusia 25 tahun-40 tahun sebanyak 25 orang atau 28% dari jumlah responden 90 orang dan responden yang berusia <40 tahun sebanyak 20 responden atau 22 % dari jumlah responden 90 orang.

3.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Dari hasil penelitian, jumlah responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.4

Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No Usia Jumlah Persentase

1 Laki-laki 35 39%

2 Perempuan 55 61%

Jumlah 90 100%

Sumber : Data Primer diolah

Dilihat dari Tabel 4.4 di atas maka dapat dilihat bahwa responden dengan jenis kelamin Laki-laki yang menjadi responden adalah sebanyak 35 orang atau 39% dari 90 responden. Sedangkan responden dengan jenis kelamin Perempuan yang menjadi responden adalah sebanyak 55 orang atau 61% dari 90 responden. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa Konsumen Perusahaan Roti “Orion” Kediri. rata-rata adalah berjenis kelamin Perempuan.

3.2 Pembahasan Hasil Analisis Data 3.2.1 Analisis Korelasi

Analisa Korelasi digunakan untuk mengetahui seberapa kuat atau lemahnya hubungan antar variabel. Tingkat kepercayaan yang digunakan dalam perhitungan ini adalah 95%, apabila dalam pengujian diperoleh hasil sama dengan taraf signifikan (α= 0,05) maka terdapat hubungan antar variabel, tetapi apabila yang terjadi sebaliknya maka tidak terdapat hubungan antar variabel. Adapun pedoman untuk memberikan interprestasi adalah sebagai berikut :

Tabel 4.14 Koefisien Korelasi Interval

Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,000 Sangat Kuat Sumber : Sugiyono, 2009

Tabel 4.15

Hasil Uji Korelasi X dan Y

Correlations Produk Development

Volume Penjualan Produk

Development Pearson Correlation

1 .532**

Sig. (2-tailed) .000

N 90 90

Volume Penjualan

Pearson Correlation

.532** 1

Sig. (2-tailed) .000

N 90 90

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan tabel 4.15 di atas dapat dijelaskan mengenai hasil uji korelasi antar variabel semakin meningkatnya pengembangan produk yang dilakukan oleh perusahaan, maka faktor volume penjualan secara otomatis akan meningkat atau secara parsial sebagai berikut : Korelasi antara Produk Development (X) dengan Volume Penjualan (Y) adalah positif, atau Angka korelasi sebesar 0,532 yang menunjukkan hubungan kedua variabel dalam keadaan sedang. Signifikan hasil korelasinya adalah 0,000 yang berada jauh di bawah 0,05 yang berarti adanya hubungan yang benar-benar signifikan antara Produk Development (X) dengan Volume Penjualan (Y).

3.2.2 Analisis Regresi

Koefisien korelasi (Multiple R) merupakan cara untuk mengukur kuat atau tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Nilai multiple R

(6)

30 yang tinggi menunjukkan adanya hubungan yang erat dan nilai multiple R yang rendah menunjukkan hubungan yang kurang erat bahkan tidak adanya hubungan.

Tabel 4.16 Analisis Regresi

Model Summary Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 .532a .283 .275 1.810

a. Predictors: (Constant), ProdukDevelopment

Adapun korelasi variabel bebas dengan variabel terikat ditunjukkan oleh besarnya Multiple R yaitu 0,532 dimana nilai korelasi ini mendekati 1, sehingga berdasarkan kriteria penilaian yang ada maka Produk Development (X) dengan Volume Penjualan (Y) mempunyai hubungan yang Sedang dan searah.

Koefisien determinan atau R square sebesar 0,283 berasal dari (0,532 x 0,532).

Sedangkan Adjusted R square sebesar 0,275. Dari Koefisien R square tersebut dapat disimpulkan bahwa perubahan Volume Penjualan (Y) sebesar 28,3 %.

dipengaruhi atau ditentukan oleh perubahan produk development (X).

Sedangkan sisanya ditentukan oleh variabel lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini.

Dari hasil analisis regresi linear sederhana antara variabel Produk Development (X) dengan Volume Penjualan (Y) pada Perusahaan Roti

“Orion” Kediri dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 4.17 Persamaan Regresi

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 14.639 2.008 7.290 .000

ProdukDevelopment .431 .073 .532 5.889 .000 a. Dependent Variable: VolumePenjualan

Berdasarkan hasil perhitungan yang tersaji pada tabel 4.17 di atas dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :

Y = a + bX

Y = 14,639 + 0,431X

Berdasarkan persamaaan tersebut di atas dapat di jelaskan sebagai berikut:

a = Konstanta sebesar 14,639

Artinya apabila Produk Development (X) tidak mengalami perubahan (konstan) maka besarnya Volume Penjualan (Y) adalah sebesar 14,639 satuan.

b = Koefisien Regresi Variabel Produk Development (X) sebesar 0,431

Koefisien regresi untuk variabel Produk Development (X) adalah 0,431 dapat diartikan bahwa jika ada perubahan satu satuan pada variabel Produk Development (X), maka akan ada perubahan pada Volume penjualan (Y) sebesar 0,431 satuan dengan arah yang sama. Atau jika tedapat kenaikan pada Produk Development sebesar 1 satuan maka mengakibatkan kenaikan pula pada Volume penjualan sebesar 0,431 satuan.

a. Uji F

Uji F dalam penelitian ini membandingkan antara F hitung dengan F tabel pada tingkat kepercayaan 95% (0,05) atau dengan melihat nilai sig. F. Bila F hitung lebih besar dari F tabel atau nilai sig. F < 0,05 maka Ho ditolak Ha diterima.

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa F hitung sebesar 34,677 dengan nilai signifikan. F sebesar 0,000. Karena signifikasinya 0,000 < 0,05 maka model regresi dapat diapakai untuk memprediksi Volume Penjualan (Y), berarti Produk Development (X) mempunyai pengaruh terhadap Volume Penjualan (Y), pada Perusahaan Roti “Orion” Kediri.

b. Uji T

Uji T digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Agar dapat mengetahui pengaruh

(7)

31 variabel bebas yaitu Development Produk (X) mempunyai pengaruh terhadap Volume Penjualan (Y) maka digunakan uji t. Adapun nilai variabelnya bisa dilihat pada Tabel 4.17 adalah sebagai berikut :

Nilai t hitung dari hasil perhitungan model regresi Produk Development (X) adalah 5,889 dengan nilai sig. t (0,000) <

0,05 yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara variabel Produk Development (X) terhadap Volume Penjualan (Y), pada Perusahaan Roti

“Orion” Kediri.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dan perhitungan yang telah dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini, maka dapat diperoleh suatu kesimpulan sebagai berikut :

1. Korelasi antara Produk Development (X) dengan Volume Penjualan (Y) adalah positif, atau semakin meningkatnya pengembangan produk yang dilakukan oleh perusahaan, maka faktor volume penjualan secara otomatis akan meningkat. Angka korelasi menunjukkan hubungan kedua variabel dalam keadaan sedang.

Signifikan hasil korelasinya juga menunjukkan adanya hubungan yang benar-benar signifikan antara Produk Development (X) dengan Volume Penjualan (Y).

2. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa jika ada ada perubahan satu satuan pada variabel Produk Development (X), maka akan ada perubahan pada Volume Penjualan (Y) dengan arah yang sama. Atau jika tedapat kenaikan pada Produk Development sebesar satu satuan maka

akan mempengaruhi kenaikan juga pada volume penjualan.

3. Berdasarkan uji F dan Uji t (uji hipotesis) dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel Produk Development (X) terhadap Volume Penjualan (Y) pada Perusahaan Roti “Orion” Kediri.

2. Saran-saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disampaikan oleh peneliti, menunjukkan bahwa Produk Development yang diterapkan mempunyai hubungan dan pengaruh terhadap Volume Penjualan pada Perusahaan Roti “Orion”

Kediri. Saran yang dapat disampaikan oleh peneliti adalah sebagai berikut : 1. Membangun dan meningkatkan strategi

pemasaran yang diterapkan dalam usaha untuk meningkatkan Volume penjualan yang sudah berjalan pada Perusahaan Roti “Orion” Kediri, untuk kemajuan dan perkembangan lingkungan perusahaan tersebut.

2. Memperhatikan faktor-faktor selain pengembangan produk yang dianggap mampu mempengaruhi tingkat penjualan dalam usaha mencapai produktivitas yang maksimal, hal ini dimaksudkan agar efektivitas yang ingin dicapai oleh manajemen atau perusahaan dapat terwujud.

3. Peningkatan sumberdaya manusia yang ada pada Perusahaan Roti “Orion”

Kediri tersebut melalui pelatihan- pelatihan seperti Motivation Trainning maupun seminar untuk memacu karyawan atau pegawai agar lebih giat dalam melakukan pekerjaannya, sehingga karyawan mampu bekerja secara penuh dan mendapatkan hasil seperti yang diharapkan oleh pihak Perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA Alma, Dr. Buchari, (1992). Manajemen

Pemasaran dan Pemasaran Jasa.

Bandung : Alfabeta.

Arikunto, (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta, PT. Rineka Cipta.

(8)

32 ________, (2007). Prosedur Penelitian

Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta, PT. Rineka Cipta.

Basu Swasthar, (1997), DH T. Hani Handoko. Manajemen Pemasaran Modern. BPFE, Yogyakarta.

Dr. Basu Swastha, DH, SE MBA, (1995).

Manajemen Pemasaran Modern. Jilid Kedua Edisi Ketujuh, Yogyakarta, Penerbit Liberty Offset.

Gay LR and Diehl, D.L, (1996). Research Methods for Business and Management. Macmillan.

Goper Robert G dan Elko J. Kleinschmidt, (1996). Winning Businesses In Product Development. The Critichal Success

Factors Industrial Research. Technology Management. Inistrial Reserch Institute Inc.

Irawan dan Basu Swastha, (1997). Strategi dan Program Manajemen Pemasaran Modern. Penerbit Liberty : Yogyakarta.

Josep P. Guiltinan dan W Paul, (1994).

Strategi dan Program Manajemen Pemasaran. Erlangga, Jakarta.

Juran JM, (1992). Juran on Quality by Design. Journal of Busines Strategy.

Kotler, (1997). Manajemen Pemasaran.

Jakarta, Prenhallindo.

Kotler, Philip, (1995). Manajemen Pemasaran, Analysis Perencanaan Implementasi dan Pengendalian.

(Ahli Bahasa Anacella Antawati Hermawan, SE. MBA), Jakarta : Selemba Empat.

Li Tiger dan Roger J. Calantone, (1998).

The Impact of Market Knowledge Competence on New Product Advantage. Conceptualization and Empirical Examination. Journal of Marketing Vol. 62.

Linda Agustina, (2006). Pengaruh Pengembangan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Pada CV.

Bangun Indah. Skripsi Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim.

Muhofar,(2000). Kebijakan Saluran Distribusi dan Periklanan Guna Meningkatkan Volume Penjualan Pada Perusahaan Sepatu Karona Malang. Skripsi Departemen Management, Fakultas Ekonomi, Universitas Muhamadiyah.

Song, X dan Michael E Parry, (1997). The Determinants of Japanesse New Product Succes. Journal of Marketing Reserch Vol. XXXIV, Februari.

Srimindarti, Cecilia dan M.G Kentris Indarti, (2002). Analisis Pengelolaan.

Aktivitas Untuk Menciptakan Keunggulan Produk Fokus Ekonomi 2, 1-7 Semarang, STIE.

Stanton W.J.M.J Etzel dan BJ Walker, (1994). Fundamental of Marketing Tenth Edition. MC. Grawhill.

Sugiyono, (2007). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif dan R & D. Bandung, CV.

Alfabeta.

_______, (2009). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dan H & D.

Bandung, CV. Alfabeta.

Tjahjono, Fandy. Strategi Pemasaran.

Yogyakarta : Andy Offset (2002).

Tjiptono, Fandy, (1995). Strategi Pemasaran. Jilid Dua, Andy Yogyakarta.

_______, (1997). Prinsip-Prinsip Total Qualty Service. Andy Offset, Yogyakarta.

_______, (1998). Strategi Pemasaran.

Edisi Kedua, Andy Yogyakarta, Andy Offset.

Ulrich, Karl & Steven O Eppinger, (2001).

Perancangan dan Pengembangan Produk. Salemba Teknika, Jakarta.

Umar, Husein, (2005). Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Thesis Bisnis.

Edisi Baru, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Gambar

Tabel 4.5  Jumlah Responden
Tabel 4.16  Analisis Regresi

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian, penelitian ini dimusatkan perhatian pada penerapan model pembelajaran bagi mahasiswa yang mengadopsi nilai-nilai pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Tujuannya

1) KUR melalui lembaga linkage dengan pola channeling berdasarkan dengan lampiran Permenko No. 8 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat:.. Lembaga

Soewito (1983:78) juga menyimpulkan bahwa campur kode terjadi karena adanya hubungan timbal balik antara peranan atau siapa yang memakai bahasa dan fungsi

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan strategi card sorting strategi ini untuk mereview kegiatan pembelajaran sebelumnya, guru membagikan kartu kepada semua siswa, lalu

Menemukan patologi otak dan medulla spinalis dengan teknik scanning atau pemeriksaan tanpa radioisotope dengan demikian ct-scan hampir dapat digunakan untuk

Desain penelitian yang dilakukan adalah deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional, yang mengamati dan menilai perubahan warna bercak darah pada manusia dewasa

Tiap ekstrak diuji pengaruhnya terhadap waktu kematian cacing Ascaridia galli Sp secara In Vitro yang diamati selama 2 hari setiap 4 jam sekali dengan pembanding kontrol positif

Namun, pada tanah di sekitar PLTU Suralaya yang bersifat masam, diperkirakan bahwa tingginya kejenuhan basa pada tanah tersebut diakibatkan oleh tingginya kandungan