• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM FULL DAY SCHOOL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM FULL DAY SCHOOL"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM FULL DAY SCHOOL

Muh. Hasyim Rosyidi1, Muslih2, Zulfa Nisaul3, Uswatun Hasanah4

1,2,3,4 Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

1[email protected],1[email protected], 3[email protected],

4[email protected]

ABSTRACT

Educational institutions must have a good education system, while a good education system is when an institution has clear goals, careful planning, regular coordination, professional, cooperative leaders who are maintained and highly disciplined supervision and work evaluation. involves all the components in it, no matter how small the capacity still has an important role in the success of achieving goals.

National education functions to develop capabilities and shape the character and civilization of a dignified nation in the context of educating the nation's life, aiming to develop the potential of students to become human beings who believe and fear God Almighty, have noble character, are knowledgeable, capable, creative and independent, become a democratic and responsible citizen. Full day school or what is often called full day school is currently the views and thoughts of the community from several circles, with the implementation of this full day school system, it is hoped that students will gradually develop their character and not be wild outside of school, because the full day school system considered as one solution

Keywords: Management, Headmaster, Fullday School.

(2)

ABSTRAK

Lembaga pendidikan harus mempunyai sistem pendidikan yang baik, sedangkan sistem pendidikan yang baik adalah ketika suatu lembaga mempunyai tujuan yang jelas, perencanaan yang matang, koordinasi yang teratur, pemimpin yang professional, kooperatif yang terjaga dan pengawasan serta evaluasi kerja yang berkedisiplinan tinggi, dalam pelaksanaanyapun perlu melibatkan semua komponen yang ada didalamnya, sekecil apapun kapasitasnya tetap mempunyai peranan yang penting dalam rangka mensukseskan pencapaian tujuan.

Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, berilmu, cakap, kreatif dan mandiri, menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Sekolah sehari penuh atau yang kerap disebut full day school saat ini menjadi pandangan dan pemikiran masyarakat dari beberapa kalangan, dengan adanya penerapan sistem full day school ini, maka secara perlahan diharapkan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak liar diluar sekolah, karna sistem full day school dianggap sebagai salah satu solusi.

Kata kunci: Manajemen, Kepala Sekolah, Fullday School.

(3)

INTRODUCTION

Manajemen pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat vital dalam dunia pendidikan, manajemen dapat di ibaratkan sebagai ruh yang akan menggerakkan gerak hidup raga pendidikan, sukses gagalnya dunia pendidikan meraih cita-cita dan tujuan sangat ditentukan bagaimana manajemen dijalankan dengan baik, kegagalan manajemen sudah dipastikan menyebabkan gagalnya upaya pendidikan (Nirva Diana : 2012.)

Sebuah lembaga pendidikan harus mempunyai sistem pendidikan yang baik, sedangkan sistem pendidikan yang baik adalah ketika suatu lembaga mempunyai tujuan yang jelas, perencanaan yang matang, koordinasi yang teratur, pemimpin yang professional, kooperatif yang terjaga dan pengawasan serta evaluasi kerja yang berkedisiplinan tinggi, dalam pelaksanaanyapun perlu melibatkan semua komponen yang ada didalamnya, sekecil apapun kapasitasnya tetap mempunyai peranan yang penting dalam rangka mensukseskan pencapaian tujuan.

Sekolah sehari penuh atau yang kerap disebut full day school saat ini menjadi pandangan dan pemikiran masyarakat dari beberapa kalangan, dengan adanya penerapan sistem full day school ini, maka secara perlahan diharapkan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak liar diluar sekolah, karna sistem full day school dianggap sebagai salah satu solusi untuk memperbaiki karakter bangsa, sebab didalamnya memasukkan elemen religious, mandiri, gotong royong, serta Nasionalis (pendidikan berkarakter)

Pendidikan dengan menerapkan sistem Full day school dimana dalam full day school proses pembelajaranya tidak hanya bersifat formal, tetapi juga banyak suasana yang bersifat informal, tidak kaku, menyenangkan bagi peserta didik, serta membutuhkan kreativitas, dan inovasi bagi guru, dengan adanya sistem pembelajaran seperti ini, lamanya waktu pembelajaran tersebut tidak akan menjadi beban, karna sebagian waktunya digunakan untuk waktu waktu informal.

Fenomena yang terjadi saat ini beberapa sekolah menerapkan program full day school guna meningkatkan kualitas peserta didik. Program full day school ini muncul sebagai dampak kurangnya pendidikan keluarga bagi peserta didik. Saat ini banyak orang tua sibuk bekerja sehingga kurang memiliki banyak waktu untuk

(4)

pendidikan bagi anaknya. Dengan demikian maka orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke lembaga pendidikan full day school. Jika dalam waktu sehari peserta didik berada di sekolah, maka aktivitas- aktivitas negatif yang bersumber dari luar tidak akan sampai pada peserta didik, karena begitu banyaknya aktivitas-aktivitas positif yang nantinya akan peserta didik peroleh di bangku sekolah untuk mengembangkan sikap positif peserta didik terhadap sekolah dan demi mencapai tujuan belajarnya.

Full day school sendiri dianggap lebih memudahkan baik dari kalangan pendidik maupun orang tua dalam mengontrol perkembangan psikologis, moralitas, spritualitas, serta karakter anak ( pendidikan berkarakter). Melihat pergaulan sekarang yang begitu bebas, full day school bisa menjadi solusi terbaik bagi pengembangan intelektual dan moralitas anak, orang tua anak yang sibuk diluar rumah, kalangan pendidik yang risau terhadap minimnya waktu belajar, dan masyarakat luas yang cemas terhadap serangan budaya luar. Dunia yang sudah demikian bebas menyebabkan anak-anak sulit dibatasi pergaulan dan aktivitasnya, mereka akan mengikuti selera hidup karena pengaruh gegap gempita dunia informasi. Disinilah full day school tampil sebagai salah satu solusi mengontrol anak, selama anak masih dalam sekolah, selama itu pula monitoring terhadap anak dapat dilakukan dengan baik dan memuaskan, para guru dapat mengawasi, mengarahkan, dan membimbing pergaulan serta kegiatan peserta didik.

METHOD

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan tahapan analisis sumber Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan, kondisi atau hal lain lain yang sudah disebutkan, yang hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian.

Dengan demikian, laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, videotape, dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainya. Pada penulisan laporan demikian, peneliti

(5)

menganalisis data yang sangat kaya tersebut, dan sejauh mungkin dalam bentuk aslinya.

RESULTS AND DISCUSSION

Manajemen kepala sekolah dalam implementasi program full day school a. Perencanaan

Merencanakan adalah membuat suatu target target yang akan dicapai atau diraih di masa depan. Dalam organisasi merencanakan adalah suatu proses memikirkan dan menetapkan secara matang arah, tujuan dan tindakan sekaligus mengkaji berbagai sumber daya dan metode atau tehnik yang tepat.

Merencanakan pada dasarnya membuat keputusan mengenai arah yang akan dituju, tindakan yang akan diambil, sumberdaya yang akan diolah dan tehnik atau metode yang dipilih untuk digunakan, rencana mengarahkan tujuan organisasi dan menetapkan prosedur itu dapat berupa pengaturan sumber daya dan penetapan tehnik atau metode. (Rohiat : 2016) Adapun langkah- langkah dalam Penyusunan Rencana Strategis dalam Rencana Pengembangan Sekolah adalah :Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah, Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini, Melakukan analisis pendidikan sekolah satu tahun kedepan (yang diharapkan), Merumuskan kesenjangan antara pendidikan sekolah saat ini dan satu tahun kedepan, Merumuskan tujuan tahunan atau tujuan jangka pendek (sasaran), Mengidentifikasi urusan-urusan sekolah yang perlu dilibatkan untuk mencapai setiap sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapanya, Melakukan analisis SWOT (mengenali tingkat kesiapan masing- masing urusan sekolah melalui analisis SWOT), Menyusun langkah-langkah pemecahan persoalan, yaitu mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan sekolah, Menyusun rencana program sekolah, Menentukan milestone (output apa dan kapan dicapai), Menyusun rencana biaya (besar dana, alokasi, sumber dana), Menyususn rencana pelaksanaan program, Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi, Membuat jadwal pelaksanaan program.

Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan,

(6)

dan pengontrolan tak akan dapat berjalan. Merencanakan pada dasarnya membuat keputusan mengenai arah yang akan dituju, tindakan yang akan diambil, sumber daya yang akan diolah dan tehnik atau metode yang dipilih untuk digunakan, rencana mengarahkan tujuan organisasi dan menetapkan prosedur itu dapat berupa pengaturan sumber daya dan penetapan tehnik atau metode.

Dalam perencanaan kepala sekolah terkait pelaksanaan program full day school yaitu dimulai dari dituangkanya program full day school tersebut dalam bentuk jadwal atau semua kegiatan program full day school terjadwal dari kaur kurikulum baik berupa akademik maupun non akademik. Dimulai dari jam setengah tujuh ada kegiatan jemput siswa, dan sebelum pelajaran dimulai semua peserta didik diharapkan untuk bersih-bersih kelas masing- masing sesuai jadwal, setelah kegiatan bersih-bersih, lima belas menit sebelum pelajaran dimulai, para peserta didik tidak langsung menerima pelajaran melainkan membiasakan untuk membaca ayat- ayat suci Al-Quran (Gerakan Lamongan Menghafal Juz Amma) yang dilaksanakan pada hari Senin dan Rabu sesuai yang ditetapkan oleh sekolah selain membiasakan membaca ayat-ayat suci Al-Quran juga terdapat pembiasaan Literasi (Gerakan Lamongan Membaca) atau garis besar (Rangkuman) yang wajib dibaca oleh para peserta didik guna meningkatkan pengetahuan para peserta didik yang dilaksanakan pada hari Selasa dan Kamis. Dan untuk hari jum’at sendiri hanya terdapat kegiatan “Jum’at Bersih”. Selain kegiatan diatas sebelum pesera didik pulang, peserta didik dibiasakan untuk membaca Do’a pulang. Dalam salah satu buku diterangkan bahwasanya Keberadaan suatu rencana sangat penting bagi organisasi karena rencana berfungsi untuk : Menjelaskan dan merinci tujuan yang ingin dicapai. Memberikan pegangan dan menetapkan kegiatan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

b. Pengorganisasian

Setelah mendapat kepastian tentang tujuan, sumber daya dan tehnik atau metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut, lebih lanjut manajer melakukan upaya pengorganisasian agar rencana tersebut dapat dikerjakan

(7)

oleh ahlinya secara sukses Mengorganisasikan adalah proses mengatur, mengalokasikan dan mendistribusikan pekerjaan, wewenang dan sumber daya diantara anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Stoner, menyatakan bahwa mengorganisasikan adalah proses memperkejakan dua orang atau lebih untuk bekerja sama dalam cara terstruktur guna mencapai sasaran spesifik atau beberapa sasaran Mengorganisasikan sangat penting dalam manajemen karena membuat posisi orang jelas dalam struktur dan pekerjaanya dan melalui pemilihan, pengalokasian dan pendistribusian kerja yang professional, organisasi dapat mencapai tujuan secara efektif dan efesien.

Dalam mengorganisasikan seorang manajer jelas memerlukan kemampuan memahami sifat pekerjaan (job specification) dan kualifikasi orang yang harus mengisi jabatan. Dengan demikian kemampuan menyususn personalia adalah menjadi bagian pengorganisasian. Mengorganisasikan adalah proses mengatur, mengalokasikan dan mendistribusikan pekerjaan, wewenang dan sumber daya diantara anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.

Mengorganisasikan sangat penting dalam manajemen karena membuat posisi orang jelas dalam struktur dan pekerjaanya dan melalui pemilihan, pengalokasian dan pendistribusian kerja yang professional, organisasi dapat mencapai tujuan secara efektif dan efesien, Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian yakni : Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan, Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab, Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja, Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat

(8)

c. Actuating

Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi. Seorang pemimpin dalam melaksanakan amanatnya apabila ingin dipercaya dan diikuti harus memiliki sifat kepemimpinan yang senantiasa dapat menjadi pengarah yang didengar ide dan pemikiranya oleh para anggota organisasi. Hal ini tidak semata mata mereka cerdas membuat keputusan tetapi dibarengi dengan memiliki kepribadian yang dapat dijadikan suri tauladan. Kegiatan sekolah memulai dari pukul 06.45 WIB sampai pukul 15.30 WIB. Adapun beberapa susunan kegiatan tersebut antara lain : Pukul 06:45 WIB sampai pukul 07:40 WIB diadakan kegiatan Upacara yang dilaksanakan tiap hari Senin, Pukul 07:00 WIB sampai pukul 07:10 WIB diadakan kegiatan Gerakan Lamongan Menghafal Juz Amma yang dilakukan tiap hari senin dan rabu, untuk hari selasa dan kamis diadakan kegiatan Gerakan Lamongan Membaca “Literasi” dan khusus, untuk hari jumát mulai pukul 07:00 sampai pukul 07:30 diadakan kegiatan bersih-bersih yang biasa disebut “Jumát Bersih”, Pukul 07:10 WIB sampai pukul 12:50 WIB pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar seperti biasanya sekaligus istirahat, sholat dhuha, sholat dhuhur berjamaah, serta makan. Pukul 12:50 WIB sampai 15:30 terdapat berbagai kegiatan diantaranya kegiatan BTQ atau Baca Tulis Qurán yang dilaksanakan tiap hari selasa untuk kelas VII & VIII serta hari rabu untuk kelas IX, untuk hari senin dilaksanakan kegiatan Ekstrakurikuler mulai pukul 14:10 WIB sampai pukul 15:30 WIB dan disusul sholat Ashar berjamaah, untuk kegiatan selanjutnya dengan Ekstrakurikuler diantaranya yakni pencak silat, PBB, Paskib, volley, banjari, qiroáh dan lain sebagainya. Untuk hari kamis terdapat kelas tambahan khusus pelajaran fiqih dan aqidah. Dan untuk hari jumat dilaksanakan pendidikan kepramukaan untuk kelas VII dan VIII mulai pukul 13:40 WIB sampai pukul 15:00 WIB, untuk kelas IX terdapat peningkatan mutu atau bimbingan belajar

(9)

d. Pengawasan

Memimpin institusi pendidikan lebih menekankan pada upaya mengarahkan dan memotivasi para personil agar dapat melaksanakan tugas pokok fungsinya dengan baik. Memimpin menurut Stoner, adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok atau seluruh organisasi Seorang pemimpin dalam melaksanakan amanatnya apabila ingin dipercaya dan diikuti harus memiliki sifat kepemimpinan yang senantiasa dapat menjadi pengarah yang didengar ide dan pemikiranya oleh para anggota organisasi. Hal ini tidak semata mata mereka cerdas membuat keputusan tetapi dibarengi dengan memiliki kepribadian yang dapat dijadikan suri tauladan. Mengendalikan institusi pendidikan adalah membuat institusi berjalan sesuai dengan jalur yang telah ditetapkan dan sampai kepada tujuan yang bersifat efektif dan efesien.

Perjalanan menuju tujuan dimonitor, diawasi dan dinilai supaya tidak melenceng dan keluar jalur. Apabila hal ini terjadi harus dilakukan upaya mengembalikan pada arah semula. Dari hasil evaluasi dapat dijadikan informasi yang harus menjamin bahwa aktivitas yang menyimpang tidak terulang kembali.

Agar rencana berjalan dengan visi dan misi sesuai yang ditetapkan oleh lembaga pendidikan masing-masing maka dibutuhkan adanya controlling atau pengawasan, baik dalam bentuk evaluasi, inspeksi, maupun pengawasan, dengan tujuan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan atau tidak. Yang terpenting dalam langkah pengawasan ini yakni mengenali gangguan-gangguan atau kendala yang membuat melenceng rencana yang ada, seetelah mengetahui kendala yang ada maka dapat dipastikan mencari solusi untuk mengatasinya. Dalam pengawasan serta evaluasi guru dan staff terkait pelaksanaan program full day school, selaku kepala sekolah sangat memperhatikan kinerja para guru, TU, serta staff lainya dalam melaksanakan tugas masing-masing, mulai dari bapak ibu guru yang mendapatkan tugas tambahan baik itu berupa Pembina pramuka, Pembina BTQ, dan lain sebagainya. Selain itu, bapak idris selaku

(10)

kepala sekolah setiap harinya melakukan controlling mulai dari pagi melihat guru-guru yang masuk atau tidak masuk, serta guru yang terlambat, dilanjut mengontrol kembali namun dengan cara siksak (sesuai dengan kemauan dan kemampuan untuk mengontrol) baik itu dilakukan satu hari sekali, atau dua kali dalam sehari, pagi, sore, atau siang, dengan harapan supaya para guru ataupun staff lainya bisa tertanam kesadaran dalam diri masing- masing.

Setelah adanya pengawasan kepada guru serta staff lainya kepala sekolah mengevaluasi untuk semua guru serta para staff lainya dengan memintai program dari masing-masing guru serta para staff, setelah itu baru diadakan evaluasi apakah sudah sesuai dengan program yang sudah direncanakan atau belum, kalau belum maka apa saja kendala yang dihadapi sehingga program tersebut belum bisa terlaksana, setelah mengetahui kendala-kendala yang dihadapi maka barulah mencari solusi dari kendala tersebut. Seperti awal mula ditetapkanya program full day school kendala yang dialami yakni saran prasarana yang belum memadai seperti belum adanya musholla dalam lingkungan sekolah, pada awalnya para peserta didik sampai menempuh jalan setengah kilo dari sekolah menuju masjid di desa tersebut untuk melaksanakan sholat berjamaah, dengan adanya kendala yang seperti ini kepala sekolah beserta guru serta staff lainya berusaha untuk mencari solusi serta jalan keluar, seiring berjalanya waktu, kepala sekolah mempunyai inisiatif untuk memberikan pengertian serta pemahaman kepada para wali murid disela-sela adanya rapat wali murid,dari inisiatif bapak kepala sekolah tersebut ahirnya banyak sumbangsi dari wali murid serta masyarakat sehingga bisa membuat musholla dalam lingkungan sekolah, dan para peserta didik tidak perlu repot-repot lagi untuk berjalan setiap harinya setengah kilo menuju masjid desa. Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian yakni : Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan, Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan, Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis.

(11)

Faktor pendukung dalam implementasi program full day school : Sekolah memiliki lokasi yang strategis, Sekolah mempunyai banyak kegiatan yang variatif, Sekolah mempunyai banyak prestasi khususnya di bidang ekstrakurikuler, Serta kerja sama yang baik antara pihak sekolah dengan orangtua/ wali murid. Faktor penghambat dalam implementasi program full day school Terjadi perselisihan baik dari masyarakat, bapak-ibu guru namun jumlahnya kecil.Sarana yang tidak memadai seperti pada awal ditetapkanya program full day school, sekolah belum mempunyai musholla untuk dijadikan sholat berjamaah.

CONCLUSIONS

Berdasarkan tinjauan manajemen yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam implementasi program full day school adalah dengan menggunakan manajemen yang baik serta teratur dimulai dari adanya sebuah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengawasan. kepala sekolah adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk memengaruhi perilaku orang lain dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. kepala sekolah diharapkan mampu untuk mengarahkan dan memengaruhi bawahan sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakannya. Menurut Stoner, semakin banyak jumlah sumber kekuasaan yang tersedia bagi pemimpin, akan makin besar potensi kepemimpinan yang efektif (Fattah, 2004: 88). kepala sekolah dalam penerapan manajemen sekolah memerlukan keterampilan dalam mengelola. Kepala sekolah dalam melaksanakan keterampilan ini memegang peranan yang sangat penting untuk untuk meningkatkan kualitas sekolah yang akan bisa mencapai keberhasilan.

REFERENCES

Rohiat, Manajemen Sekolah, Bandung: PT Refika Aditama : 2010.

Asmani Jamal Ma’mur, Full Day School Konsep Manajemen & Quality Control, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2017

Murniati, Implementasi Manajemen Stratejik, Bandung ; Penerbit Cita pustaka Media Perintis, 2009.

(12)

Rivai, Veithzal, Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004.

Ngalim, M. Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2009.

Referensi

Dokumen terkait

Pada faktor komunitas, terdapat beberapa variabel yang berpengaruh dengan kemiskinan yaitu pada transportasi dan penggunaan sumber penerangan, transportasi utama darat yang

Kesadaran bela negara dapat diwujudkan dengan cara ikut dalam mengamankan lingkungan sekitar seperti menjadi bagian dari siskamling, membantu korban bencana sebagaimana kita

• Secara periodik melakukan kunjungan dan pemeriksaan untuk memastikan Standart Operating Prosedur telah dilaksanakan pada bagian pengolahan, laboratorium dan maintenance..

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa permainan edukatif dengan nama “Travel Game” yang akan digunakan pada materi Integral Tak Tentu pada

Aset keuangan dan kewajiban keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim jika, dan hanya jika, terdapat hak yang

Lokasi laboratorium yang strategis sehingga kegiatan pengawasan mutu dapat berlangsung secara efektif dan efisien, serta tersedianya peralatan, bahan kimia, dan

Jenis penelitian ini adalah survei analitiki dengan desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain cross-sectional untuk mengetahui menghubungkan

Penerapan metode tanya jawab dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas II SDN 59 KM.2 Ngabang dapat dilakukan oleh