BAN-PT: Laporan Evaluasi Diri Program Studi S2 Kimia UPI 2021
BAHAN PERKULIAHAN
Biokimia Nutrisi dan Medis
(KI735)
INTERAKSI SENYAWA KIMIA DALAM PENGOBATAN
H. Hayat Sholihin, M.Sc. PhD.
Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI
Perkembangan Pengobatan
Obat adalah: Semua zat baik kimiawi, hewani, maupun nabati, yang dalam dosis layak dapat menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit atau gejala-gejalanya.
OBAT 🡪 TANAMAN (JAMU, AKAR, DAUN) 🡪 EKSTRAK/ISOLASI:
Dipakai:
- Mengobati penyakit - Alat ilmu sihir
- Kosmetika
- Racun : Strichnin dan Kurare Racun Panah
- Obat kanker: Nitrogen Mustard (dulu gas mustard sebagai gas racun pada perang Dunia I).
Pemakaian Narkoba
Narkotik dan Bahan Adiktif
ISOLASI ZAT AKTIF
Tanaman 🡪 isolasi (Rebus/Ekstrak/Uap) 🡪 zat aktif
Contoh:
1. Ma Huang (Ephedra Vulgaris) 🡪isolasi 🡪 Efedrin 2. Digitalis Lanata 🡪 isolasi 🡪 Digoksin
3. Atropa Belladona 🡪 isolasi 🡪 Atropin 4. Papaper Somniferum 🡪 isolasi 🡪 Morfin
5. Vinca Rosea 🡪 isolasi 🡪 Vinblastin, Vincristin 6. Rauwolfia Serpentina 🡪 isolasi 🡪 Reserpine,
Resinamin
Sintesis
Salix Alba 🡪Isolasi 🡪 Salisilat 🡪 sintesis 🡪 🡪 Asam Asetil Salisilat (Aspirin)
Hasil sintesis lain:
- Sulfanilamid (1935) - Penisilin (1940)
Mekanisme Kerja Obat
Obat bekerja sebagai stimulasi atau depresi aktivitas sel dan bukan menimbulkan fungsi baru dari sel.
Efek yang ditimbulkan obat dengan cara:
1. Stimulasi atau depresi aktivitas spesifik dari sel.
2. Mengadakan campur tangan pada aktivitas seluler dari sel yang asing terhadap tuan rumah atau
reseptor
3. Merupakan terapi pengganti, seperti mengganti kalium yang hilang atau pemberian hormon untuk memperoleh suatu aksi.
Metabolism of Glucose
Traditionally Antidiabetic Drugs
Schema of Isolations
Dried Flesh and Seed M.charantia
Extract MeOH 1
Macerated by MeOH
Extract hexane
Extract chlofororm Antidiabetic Test
Active Extracts
∙Separated by Chromatography
∙Antidiabetic Test Active
Extracts
∙Isolation
∙Purification Active
Components
∙UV, IR,
∙NMR 1D
∙Antidiabetic Test Chemical
Structure of Active Components
Extract MeOH
Fractinated by hexane
Fractinated by chloroform
Extract MeOH 2 Fractinated by EtOAc
Extract MeOH-Water Extract EtOAc
Mekanisme obat
• Mekanisme proksimat untuk mengetahui
apakah obat tersebut mengadakan stimulasi, depresi dan dimana obat tersebut bereaksi (level fisiologi).
• Mekanisme ultimat menyatakan adanya aksi antara molekul obat dan molekul sel (level biokimia)
Aksi Obat
Aksi non spesifik akan merubah lingkungan fisika-kimia dari struktur badan (anestetik merubah struktur air dalam otak, diuretik osmotik).
Aksi spesifik merupakan reaktan dan komponen sel yang terlibat langsung aksi obat disebut Reseptor.
Agonist adalah obat yang mempunyai afinitas kimia terhadap suatu reseptor
Antagonist adalah obat yang memblokir letak reseptor.
Efek Obat :
1. Aksi pokok atau Efek Terapi 2. Efek Samping
3. Toksilitas (keracunan) 4. Letalitas (kematian)
5. Efek Teratogen (dari ibu ke janin)
Efek Pengulangan Obat
1. Reaksi hipersensitif
Timbul antibodi 🡪 alergi 2. Kumulatif (pengumpulan)
absorpsi > ekskresi
3. Toleransi (Berkurang respon) 4. Habituasi (kebiasaan)
5. Adiksi (ketergantungan)
Efek Penggunaan obat Campuran
1. Adisi (jumlah efek masing-masing obat secara terpisah)
2. Sinergis (lebih besar dari pada masing-masing) 3. Potensiasi (aksinya tidak sama dengan
masing-masing)
4. Antagonis (efek berlawanan)
5. Interaksi obat (modifikasi cara pemberikan sebelum, bersama-sama atau sesudahnya).
Faktor memodifikasi obat
1. Berat Badan (mg/kg berat badan)
2. Umur: bayi (1 -12 bulan), anak (<12 tahun), dewasa(>12 tahun)
3. Jenis Kelamin
4. Kondisi patologik pasen (diabet, hipertensi, dll)
Obat Paten dan Generik
Nama Paten /
Nama Dagang Perusahaan
Nama Kimia Nama Generik / Bahan Aktif Aspirin (Bayer)
Naspro ( Nicholas)
Asam Asetil Salisilat Asetosal
Enterovioform (Ciba) Iodoklorooksi Kinolin
Kliokinol
Penbritin (Beecham) Amfipen (Organon)
Aminobezil Penisilin Ampisilin
Peraturan Perundang-Undangan Di Bidang Farmasi
a. Ordonansi Obat Bius (Daftar O) b. Ordonansi obat Berkhasiat Keras
b1. Obat-obat dari daftar obat keras (Daftar G.)
b2. Obat-obat dari daftar obat keras terbatas (Daftar W.)
SISTEM PENYERAPAN
OBAT DALAM TUBUH
Cara-Cara Pemberian Obat
Memberi Efek:
1. sistematis :
1.1. oral (mulut)
1.2. injeksi (parenteral: subkutan/bawah kulit, intamuskuler / dalam otot, intravena /pembuluh darah).
1.3. sublingual (dikunyah ditaruh di bawah lidah).
1.4. implantasi subkutal (dimasukan di bawah kulit dengan alat khusus) 1.5. rektal (melalui rektum / dubur).
2. Lokal :
2.1. Intranasal (melalui hidung)
2.2. Inhalasi (disemprotkan ke mulut atau hidung) 2.3. Mukosa mata dan telinga
2.4. Intra vaginal 2.5. Kulit (Topikal)
PRINSIP-PRINSIP FARMAKOKINETIKA
FARMAKOKINETIKA
Mekanisme penyerapan dan pengeluaran obat dalam tubuh 🡪 ADME
1. Absorbsi 2. Distribusi
3. Metabolisme 4. Ekskresi
Sistem-sistem Transpor Dalam Tubuh
a. Secara pasif
1. Filtrasi : Melalui pori-pori kecil yang difiltrasi air dan zat hidrofil yang molekulnya < pori.
• 2. Difusi : Zat melarut dalam lapisan lemak dari membran.
b. Secara aktif
• Pengangkutan dilakukan dengan mengikat zat hidrofil pada enzim pengangkut spesifik (Carrier). Setelah
membran dilalui, obat dilepaskan kembali. Contoh:
glukosa, asam amino, asam lemak, zat-zat gizi lainnya, garam-garam besi, vit. B1, B2 dan B12
Absorpsi
Kecepatan absorpsi (Dissolution Rate): semakin halus semakin cepat larut dan absorpsinya.
Obat (Asam, basa organik lemah) 🡪
Lambung-usus (Membran sel) 🡪 Dissosiasi 🡪 Ion (Ka, pH)
• Molekul susah terionisasi.
• Lipofil 🡪 mudah diabsorpsi
Biotransformasi
Obat 🡪 detoksifikasi, Bioinaktivasi 🡪 Diperkuat
• 🡪 Bioaktivasi 🡪 Diperkuat
Kecepatan Biotransformasi dipengaruhi:
• - Konsentrasi
• - Fungsi hati
• - Usia
• - Genetik
• - Pemakaian obat lain Contoh:
a. Induksi enzim
Fenobarbital 🡪 efek antikoagulan , Antipirin
• Rifampisin (TBC) 🡪 pil anti hamil
• Kafein
• Rokok
b. Inhibisi enzim, Antidiabetik, Sulfonamid
Distribusi
Distribusi melalui peredaran darah, kapiler, cairan ekstra sel (yang mengelilingi
jaringan-jaringan) menuju ketempat kerja didalam sel (cairan intra sel), yaitu organ atau otot yang sakit.
Distribusi tidak merata disebabkan:
1. Rintangan darah-otak (cerebrospinal barrier)
Mengelilingi otak dan sumsum belakang, terpisah dari darah oleh membran semipermiabel, yaitu dengan kapiler otak. Membran ini sumar ditembus oleh zat-zat hidrofil.
2. Terikatnya obat pada protein darah, jaringan dan lemak
Sebagian obat dalam darah diikat secara reversible pada protein, terutama albumin.
3. Presentase Pengikatan (PP)
Tergantung konsentrasi obat dalam darah dan dapat diukur invitro.
Contoh:
Sulfadiazin 50% Salisilat 50%-80%
Ampisilin 25% Fenprokumon 99%
Indometasin 90% Morfin 35%
Ekskresi
1. Ginjal 🡪 air seni 2. Kulit 🡪 keringat
3. Paru-paru 🡪 pernafasan 4. Empedu
5. Asi
6. Usus 🡪 Tinja
FARMAKOLOGI
Farmakologi merupakan ilmu yang luas cakupannya dalam cara penggunaan obat untuk maksud pencegahan, diagnosis dan pengobatan penyakit dan segala akibat yang ditimbulkannya.
Farmakognosi adalah cabang ilmu farmakologi yang mempelajari sifat tumbuhan dan bahan lain yang merupakan sumber obat.
Farmakologi klinis adalah cabang farmakologi yang mempelajari efek obat pada manusia untuk mendapatkan dasar ilmiah penggunaan obat.
FARMAKOTERAFI
1. Antiinfektikum:
1.1. Antibiotikum
Obat yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang dapat menghambat (-ostaika) atau membunuh (-sida) mikroorganisme lain.
1.2. Antimalaria
Mengobati penyakit malaria (plasmodium jenis protozoa)
1.3. Amubisidum
Membunuh amuba, bersel satu 🡪 disentri, infeksi usus.
1.4. Fungisidum
Membunuh jamur, mycosis pada kulit
1.5. Sulfonamidum
Membunuh bakteri, dibuat secara sintesis 🡪 khemoterapi
2. Imunologikum 2.1. Anti alergi
Untuk mmemblokir pekerjaan histamin, menyembuhkan alergi dan anafilaktik
2.2. Imunosera dan vaksin
3. Antiradang, antireumatik, antiencok 4. Psikotropikum
4.1. Antraktikum (Tranquilizer) 4.2. Anti depresan.
5. Obat metabolisme
1. Anoreksigenum (tidak mau makan) 2. Antilipidemikum (anti lemak)
3. Dietikum (vitamin, asam amino, tonikum) 4. Metabolitropikum
5. Metabolisme elektrolit.
6. Obat sistem endokrin
1. Anabolikum 2. Adrogenum 3. Antidiabet
4. Antitiroidisme 5. Estrogenum
6. Kontraseptikum 7. Kortikoidum
8. Progestogenum 9. Hormon lain.
7.Depresan syaraf pusat
1. Analgetikum
2. Antiepileptikum / Antikonvulsi 3. Antiparkinsonisme
4. Hipnotikum
5. Neuromialgikum 6. Neuroleptikum
8. Anti sistem syaraf lain
1. Anestetikum 2. Antimigrain
3. Antispasmodikum 4. Miastenia gravis
9. Relaksan Otot
1. Relaksan otot sentral 2. Relaksan otot perifer
10. Kardiovaskuler
1. Antihipertensi 2. Antihipotensi
3. Antiritmia jantung 4. Antivarikosis
5. Antihermorhoid
6. Obat payah jantung 7. Vasodilaor
11. Obat darah
1. Antianemia / Hematikum 2. Pengganti plasma
3. Hemostiptikum / Hemostatikum
12. Saluran Nafas
1. Anti asma
2. Antitusivum, Ekspektoran, Mukolitikum 3. Dekongestan hidung
4. Anti influensa
5. Tuberkulastikum
13. Obat Saluran Cerna
1. Adsorben, Antasidum, Antispasmodikum 2. Antiemetikum dan antivertigo
3. Antidiare 4. Antifatulen 5. Digestan
6. Koleretikum, kolagogum, protektor hati 7. Laksativum, purgativum
14. Obat Saluran Urogenital
1. Diuretikum 2. Oksitosikum
3. Trikomonasidum 4. Urolitikum
5. Analgetikum saluran kemih
15. Dermatologikum / kulit
1. Antieksim
2. Antiradang topikal
3. Fungisidum, sulfonamidum 4. Antipruritus
5. Antiseptikum dan Desinfektan 6. Keratolitikum
7. Antiketombe / antidandruft
16. Otologikum / obat telinga
1. Antiinfektikum telinga (Antibiotikum, Sulfonamida, Kombinasi)
17. OBAT MULUT DAN GIGI 1. Antiseptikum mulut
2. Obat Mulut / Gigi
18. Oftamologikum (Obat Mata)
1. Antiradang mata 2. Antiglaukoma
3. Antiinfektikum mata 4. Midriatikum
5. Miotikum
6. Sikloplegikum
19. Obat Antiparasit
1. Antelmintikum 2. Filarisidum
3. Skabisidum dan Pedikulosidum 4. Anti kutu
20. SUPLEMEN GIZI
SISTEM PENYERAPAN
(Mekanisme Obat)
Cara-Cara Pemberian Obat
Memberi Efek:
1. sistematis :
1.1. oral (mulut)
1.2. injeksi (parenteral)
a. Subkutan (s.c): bawah kulit, b. Intamuskuler (i.m): dalam otot, c. intravena (i.v): pembuluh darah).
d. Intra arteri (i.a): pembuluh darah e. Intra peritonial (i.p): selaput perut.
1.3. sublingual (dikunyah ditaruh di bawah lidah).
1.4. implantasi subkutal (dimasukan di bawah kulit dengan alat khusus)
1.5. rektal (melalui rektum / dubur).
Cara-Cara Pemberian Obat
2. Lokal :
2.1. Intranasal (melalui hidung)
2.2. Inhalasi (disemprotkan ke mulut atau hidung)
2.3. Mukosa (mata dan telinga).
2.4. Intra vaginal
2.5. Kulit (Topikal)
PRINSIP-PRINSIP FARMAKOKINETIKA
Mekanisme penyerapan obat dalam tubuh.
Absorbsi 🡪 Distribusi 🡪 Metabolisme 🡪 Ekskresi (ADME)
• Membran-membran Sel: Lapisan lipoprotein
(lemak dan putih telur) yang mengandung banyak pori-pori kecil, terisi dengan air.
• Membran dapat di tembus dengan mudah oleh zat tertentu dilalui zat lain 🡪 semi permeable
• Obat dieksresi melalui ginjal
Sistem-sistem Transpor Dalam Tubuh
a. Secara pasif
• - Filtrasi : Melalui pori-pori kecil yang difiltrasi air dan zat hidrofil yang molekulnya < pori.
• - Difusi : Zat melarut dalam lapisan lemak dari membran.
b. Secara aktif
• Pengangkutan dilakukan dengan mengikat zat hidrofil pada enzim pengangkut spesifik (Carrier). Setelah
membran dilalui, obat dilepaskan kembali. Contoh:
glukosa, asam amino, asam lemak, zat-zat gizi lainnya, garam-garam besi, vit. B1, B2 dan B12
Absorpsi
Kecepatan absorpsi (Dissolution Rate): semakin halus semakin cepat larut dan absorpsinya.
Obat (Asam, basa organik lemah) 🡪
Lambung-usus (Membran sel) 🡪 Dissosiasi 🡪 Ion (Ka, pH)
• Molekul susah terionisasi.
• Lipofil 🡪 mudah diabsorpsi
Biotransformasi
Obat 🡪 detoksifikasi, Bioinaktivasi 🡪 Diperkuat
• 🡪 Bioaktivasi 🡪 Diperkuat
Kecepatan Biotransformasi dipengaruhi:
• - Konsentrasi
• - Fungsi hati
• - Usia
• - Genetik
• - Pemakaian obat lain Contoh:
a. Induksi enzim
Fenobarbital 🡪 efek antikoagulan , Antipirin
• Rifampisin (TBC) 🡪 pil anti hamil
• Kafein
• Rokok
b. Inhibisi enzim, Antidiabetik, Sulfonamid
Distribusi
Distribusi melalui peredaran darah, kapiler, cairan ekstra sel (yang mengelilingi
jaringan-jaringan) menuju ketempat kerja didalam sel (cairan intra sel), yaitu organ atau otot yang sakit.
Distribusi tidak merata disebabkan:
1. Rintangan darah-otak (cerebrospinal barrier)
Mengelilingi otak dan sumsum belakang, terpisah dari darah oleh membran semipermiabel, yaitu dengan kapiler otak. Membran ini sumar ditembus oleh zat-zat hidrofil.
2. Terikatnya obat pada protein darah, jaringan dan lemak
Sebagian obat dalam darah diikat secara reversible pada protein, terutama albumin.
3. Presentase Pengikatan (PP)
Tergantung konsentrasi obat dalam darah dan dapat diukur invitro.
Contoh:
Sulfadiazin 50% Salisilat 50%-80%
Ampisilin 25% Fenprokumon 99%
Indometasin 90% Morfin 35%
Ekskresi
1. Ginjal 🡪 air seni 2. Kulit 🡪 keringat
3. Paru-paru 🡪 pernafasan 4. Empedu
5. Asi
6. Usus 🡪 Tinja
MEKANISME DAN PRINSIP
(FARMAKOTERAPI)
Penggolongan obat berdasarkan khasiat
1. Antiinfektikum: Obat pembunuh bakteri/infeksi
1.1. Antibiotikum
Obat yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang dapat menghambat (-ostatika) atau membunuh (-sida) mikroorganisme lain.
1.2. Antimalaria
Mengobati penyakit malaria (plasmodium jenis protozoa)
1.3. Amubisidum
Membunuh amuba, bersel satu 🡪 disentri, infeksi usus.
1.4. Fungisidum
Membunuh jamur, mycosis pada kulit
1.5. Sulfonamidum
Membunuh bakteri, dibuat secara sintesis 🡪 khemoterapi
2. Imunologikum (Kekebalan Tubuh)
2.1. Anti alergi
Untuk mmemblokir pekerjaan histamin, menyembuhkan alergi dan anafilaktik
2.2. Imunosera dan vaksin
3. Antiradang, antireumatik, antiencok (Nyeri pada syaraf) 4. Psikotropikum (mempengaruhi syaraf pusat)
4.1. Antraktikum (Tranquilizer/tidur)
4.2. Anti depresan (tekanan psikis, jiwa)
5. Obat metabolisme
1. Penambah napsu makan
2. Anoreksigenum (tidak mau makan) 2. Antilipidemikum (anti lemak)
3. Dietikum (vitamin, asam amino, tonikum) 4. Metabolitropikum
5. Metabolisme elektrolit.
6. Obat sistem endokrin
1. Anabolikum 2. Adrogenum 3. Antidiabet
4. Antitiroidisme 5. Estrogenum
6. Kontraseptikum 7. Kortikoidum
8. Progestogenum 9. Hormon lain.
7.Depresan syaraf pusat
1. Analgetikum
2. Antiepileptikum / Antikonvulsi 3. Antiparkinsonisme
4. Hipnotikum
5. Neuromialgikum 6. Neuroleptikum
8. Anti sistem syaraf lain
1. Anestetikum 2. Antimigrain
3. Antispasmodikum 4. Miastenia gravis
9. Relaksan Otot
1. Relaksan otot sentral 2. Relaksan otot perifer
10. Kardiovaskuler
1. Antihipertensi 2. Antihipotensi
3. Antiritmia jantung 4. Antivarikosis
5. Antihermorhoid
6. Obat payah jantung 7. Vasodilaor
11. Obat darah
1. Antianemia / Hematikum 2. Pengganti plasma
3. Hemostiptikum / Hemostatikum
12. Saluran Nafas
1. Anti asma
2. Antitusivum, Ekspektoran, Mukolitikum 3. Dekongestan hidung
4. Anti influensa
5. Tuberkulastikum
13. Obat Saluran Cerna
1. Adsorben, Antasidum, Antispasmodikum 2. Antiemetikum dan antivertigo
3. Antidiare 4. Antifatulen 5. Digestan
6. Koleretikum, kolagogum, protektor hati 7. Laksativum, purgativum
14. Obat Saluran Urogenital
1. Diuretikum 2. Oksitosikum
3. Trikomonasidum 4. Urolitikum
5. Analgetikum saluran kemih
15. Dermatologikum / kulit
1. Antieksim
2. Antiradang topikal
3. Fungisidum, sulfonamidum 4. Antipruritus
5. Antiseptikum dan Desinfektan 6. Keratolitikum
7. Antiketombe / antidandruft
16. Otologikum / obat telinga
1. Antiinfektikum telinga (Antibiotikum, Sulfonamida, Kombinasi)
17. OBAT MULUT DAN GIGI 1. Antiseptikum mulut
2. Obat Mulut / Gigi
18. Oftamologikum (Obat Mata)
1. Antiradang mata 2. Antiglaukoma
3. Antiinfektikum mata 4. Midriatikum
5. Miotikum
6. Sikloplegikum
19. Obat Antiparasit
1. Antelmintikum 2. Filarisidum
3. Skabisidum dan Pedikulosidum 4. Anti kutu
20. SUPLEMEN GIZI
HUBUNGAN BIOKIMIA NUTRISI DAN KESEHATAN
Pertemuan 1
Proses Biokimia Normal adalah Dasar Kesehatan
• Kesehatan :
• Kesejahteraan fisik, jiwa dan sosial yang lengkap, bukan semata-mata bebas dari penyakit dan
kelemahan (WHO).
• Keadaan ribuan reaksi intra dan ekstraselluler yang terjadi dalam tubuh berlangsung pada
kecepatan sepadan dengan ketahanan organisme (Biokimia).
• Pemeliharaan kesehatan memerlukan asupan
yang optimal (vitamin, asam amino, asam lemak, mineral dan air).
Sebagian besar penyakit memiliki dasar biokimia
• Penyakit umumnya ditimbulkan oleh organisme infeksius dan polutan lingkungan.
• Penyakit juga dapat terjadi karena kelainan gen, protein, reaksi kimia, proses biokimia yang
berpengaruh buruk terhadap satu atau lebih fungsi biokimia
• Contoh penyakitnya:
• Ketidak seimbangan elektrolit, gangguan ingesti dan absorpsi nutrien, ketidak seimbangan
hormon, kimia beracun, kimia genetik berbasis DNA.
Berikut beberapa jenis penyakit genetik yang umum terjadi:
• Alkaptonuria. Alkaptonuria adalah kelainan genetik yang diturunkan dari orangtua. ...
• Hemofilia. Hemofilia merupakan kelompok
kelainan pada darah yang terjadi secara turun temurun. ...
• Anemia Sel Sabit. ...
• Sindrom Klinefelter. ...
• Sindrom Down. ...
• Diabetes.
Penyakit yang disebabkan karena gangguan metabolisme
• Gangguan metabolisme karbohidrat
• Beberapa contoh penyakit yang termasuk dalam kelompok gangguan metabolisme karbohidrat atau gula adalah:
• Diabetes
Diabetes mengakibatkan kadar gula dalam darah meningkat.
• Galaktosemia
Galaktosemia merupakan kelainan metabolisme yang
menyebabkan tubuh tidak mampu memecah gula jenis galaktosa dengan baik. Galaktosa adalah jenis gula yang terdapat dalam susu.
• Sindrom McArdle
Suatu kelainan yang menyebabkan tubuh tidak mampu memecah glikogen. Glikogen adalah bentuk gula yang tersimpan di seluruh jaringan tubuh, terutama otot dan hati.
• Gangguan metabolisme protein
• Beberapa jenis penyakit yang termasuk dalam kelompok gangguan metabolisme protein adalah:
• Fenilketonuria
Fenilketonuria terjadi ketika kadar asam amino (protein) fenilalanin dalam darah terlalu tinggi.
• Maple syrup urine disease (MSUD)
Penyakit urine sirup mapel terjadi ketika tubuh tidak mampu menyerap asam amino.
• Alkaptonuria
Alkaptonuria terjadi ketika tubuh tidak mampu memecah asam amino tirosin dan fenilalanin dengan baik, sehingga urine penderitanya berwarna hitam kecoklatan ketika terpapar udara.
• Ataksia Friedreich
Ataksia Friedreich terjadi saat protein jenis frataksin di dalam tubuh berkurang dan memicu kerusakan pada saraf yang mengendalikan kemampuan berjalan dan kerja jantung.
• Gangguan metabolisme lemak
• Penyakit yang termasuk kelompok gangguan metabolisme lemak antara lain:
• Penyakit Gaucher
Penyakit Gaucher adalah penyakit yang membuat tubuh tidak mampu memecah lemak, sehingga lemak menumpuk di hati,
limpa, dan sumsum tulang. Gangguan ini akan memicu kerusakan tulang.
• Penyakit Tay-Sachs
Penyakit Tay-Sachs mengakibatkan penumpukan lemak di otak.
• Xanthoma
Gangguan pada kulit yang muncul akibat adanya penumpukan lemak di bawah permukaan kulit.
• Gejala Gangguan Metabolik
• Gejala gangguan metabolik berbeda-beda, tergantung jenis gangguan terjadi. Namun, ada beberapa gejala umum dari gangguan metabolik, yaitu:
• Tubuh terasa lemas
• Mual dan muntah
• Tidak nafsu makan
• Sakit perut
• Bau napas, keringat, air liur, dan urine yang tidak sedap
• Mata dan kulit berwarna kuning
• Perkembangan fisik terlambat
• Kejang
•
• Nilai Normal Hasil Lab
• Nilai normal Hasil Lab dapat berbeda tergantung dimana Anda memeriksanya karena standar masing-masing Lab. Berikut standar nilai normal yang perlu Anda pelajari tentang kondisi tubuh
• 1. Hematologi
• - Laju Endap Darah ( LED ) : Laki-laki: 0 - 10 ; Perempuan: 0 - 20 mm/jam
• - Hemoglobin : Laki-laki: 13,0-18,0 ; Perempuan: 11,5-16,5 g/dl
• - Hematokrit : Laki-laki: 40 - 50 % ; Perempuan: 37 - 45 %
• - Leukosit : 4.000 - 11.000 /uL
• - Trombosit : 150.000 - 400.000 /uL
• - Eritrosit : Laki-laki: 4,5 - 5,9 juta/uL ; Perempuan:. 3,8 - 5,2 juta/uL
• 2. Diabetes
• - Glukosa Darah Puasa : 70 - 110 mg/dl
• - Glukosa darah sewaktu : Bukan Diabetes Mellitus (DM) <110 ; DM >=200 mg/dl
• 3. Profil Lipid
• - Cholesterol Total : < 200 mg/dl
• - Trigliserida : < 150 mg/dl
• - HDL Cholesterol : > 40 mg/dl
• - LDL Cholesterol : < 130 mg/dl
• 4. Faal Hati
• - SGOT (Serum Glutamik Oksoloasetik Transaminase) : Laki-laki:10 - 38
; Perempuan:10 - 31 U/L Opt 37C
• - SGPT (Serum Glutamik Pyruvik Transaminase) : Laki-laki: 9 - 41 ; Perempuan: 9 - 32 U/L Opt 37C
• 5. Faal Ginjal
• - Asam Urat : L : 3,6 - 7,7 ; P : 2,5 - 5,3 mg/dl
• - Ureum : 14,9 - 38,5 mg/dl
• - Creatinin : 0,6 - 1,3 mg/dl
Ringkasan
• Biokimia mempelajari berbagai molekul yang ada dalam mikroorganisme dan sel hidup, reaksi kimia dan katalisnya, ekspresi dan regulasi masing-masing proses metabolik.
• Kesehatan bergantung pada keseimbangan reaksi-reaksi biokimia yang terjadi dalam tubuh, sementara penyakit
mencerminkan kelainan dalam biomolekul, reaksi biokimia atau proses biokimia.
• Pendekatan biokimia sering menjadi dasar lam menjelaskan penyebab penyakit dan merancang terapi yang tepatdan
berbagai uji laboratorium biokimia merupakan komponen diagnosis dan pemantauan pengobatan.
PERUBAHAN BIOKIMIA
KARBOHIDRAT DALAM MAKANAN
Degradasi Glikogen oleh α-Amilase
• Dalam industri pangan, enzim yang umum dan sudah
banyak digunakan adalah enzim α-Amilase. Enzim α-Amilase ini berfungsi menyediakan gula hidrolisis pati sehingga
dapat dimanfaatkan untuk produksi sirup glukosa ataupun sirup fruktosa yang mempunyai tingkat kemanisan tinggi, untuk pembuatan roti (enzim α-Amilase memperbaiki
tekstur roti dan kue), makanan bayi, pembuatan minuman beralkohol (enzim α-Amilase mengubah karbohidrat
menjadi gula sederhana yang selanjutnya dapat diubah menjadi etanol), pembuatan susu (enzim α-Amilase
digunakan sebagai indeks dari efisiensi proses pasteurisasi), dan pembuatan sagu (enzim α-Amilase digunakan sebagai katalis dalam proses hidrolisis pati sagu menjadi
maltodekstrin).
Metabolisme glukosa
Perubahan Karbohidrat selama Germinasi benih
Pyruvat digunakan pada berbagai reaksi
biokimia
Metabolisme lactose dan asam-asam organik dalam produksi keju
• Susu tidak mengandung karbohidrat dengan berat molekul tinggi, kandungan karbohidratnya adalah laktosa.
• Laktosa dapat didegradasi enzimatik menjadi glukosa dan galaktosa -6-posfat oleh posfo-
β-galaktosidase (laktase) dari bakteri asam laktat.
• Glukosa dan galaktosa -6-posfat selanjutnya dimetabolisme lebih lanjut menjadi beberapa
molekul lebih kecil melalui reaksi-reaksi biokimia yang penting dalam pembentukkan berbagai jenis keju.
PERUBAHAN BIOKIMIA PROTEIN DAN ASAM AMINO DALAM MAKANAN
• Proteolisis dalam jaringan hewan
• Aktivitas transglutaminase dalam prosesing binatang laut
• Proteolisis selama fermentasi keju
• Proteolisis dalam germinasi benih
• Protease untuk reduksi Chill-Haze dalam produksi Bir
PERUBAHAN BIOKIMIA LIPIDA DALAM MAKANAN
• Perubahan lipid dalam sistem pangan
• Perubahan lipid selama fermentasi keju
• Degradasi lipid dalam germinasi benih
REAKSI PENCOKLATAN
Non Enzimatis Enzimatis
REAKSI PENCOKLATAN
Reaksi Pencoklatan pada bahan pangan
Reaksi Pencoklatan pada buah apel
Oksidasi Vitamin C.