• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN PERKULIAHAN. Biokimia Nutrisi dan Medis (KI735)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAHAN PERKULIAHAN. Biokimia Nutrisi dan Medis (KI735)"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

(1)

BAN-PT: Laporan Evaluasi Diri Program Studi S2 Kimia UPI 2021

BAHAN PERKULIAHAN

Biokimia Nutrisi dan Medis

(KI735)

(2)

INTERAKSI SENYAWA KIMIA DALAM PENGOBATAN

H. Hayat Sholihin, M.Sc. PhD.

Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

(3)

Perkembangan Pengobatan

Obat adalah: Semua zat baik kimiawi, hewani, maupun nabati, yang dalam dosis layak dapat menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit atau gejala-gejalanya.

OBAT 🡪 TANAMAN (JAMU, AKAR, DAUN) 🡪 EKSTRAK/ISOLASI:

Dipakai:

- Mengobati penyakit - Alat ilmu sihir

- Kosmetika

- Racun : Strichnin dan Kurare Racun Panah

- Obat kanker: Nitrogen Mustard (dulu gas mustard sebagai gas racun pada perang Dunia I).

(4)

Pemakaian Narkoba

Narkotik dan Bahan Adiktif

(5)

ISOLASI ZAT AKTIF

Tanaman 🡪 isolasi (Rebus/Ekstrak/Uap) 🡪 zat aktif

Contoh:

1. Ma Huang (Ephedra Vulgaris) 🡪isolasi 🡪 Efedrin 2. Digitalis Lanata 🡪 isolasi 🡪 Digoksin

3. Atropa Belladona 🡪 isolasi 🡪 Atropin 4. Papaper Somniferum 🡪 isolasi 🡪 Morfin

5. Vinca Rosea 🡪 isolasi 🡪 Vinblastin, Vincristin 6. Rauwolfia Serpentina 🡪 isolasi 🡪 Reserpine,

Resinamin

(6)

Sintesis

Salix Alba 🡪Isolasi 🡪 Salisilat 🡪 sintesis 🡪 🡪 Asam Asetil Salisilat (Aspirin)

Hasil sintesis lain:

- Sulfanilamid (1935) - Penisilin (1940)

(7)

Mekanisme Kerja Obat

Obat bekerja sebagai stimulasi atau depresi aktivitas sel dan bukan menimbulkan fungsi baru dari sel.

Efek yang ditimbulkan obat dengan cara:

1. Stimulasi atau depresi aktivitas spesifik dari sel.

2. Mengadakan campur tangan pada aktivitas seluler dari sel yang asing terhadap tuan rumah atau

reseptor

3. Merupakan terapi pengganti, seperti mengganti kalium yang hilang atau pemberian hormon untuk memperoleh suatu aksi.

(8)

Metabolism of Glucose

(9)

Traditionally Antidiabetic Drugs

(10)

Schema of Isolations

Dried Flesh and Seed M.charantia

Extract MeOH 1

Macerated by MeOH

Extract hexane

Extract chlofororm Antidiabetic Test

Active Extracts

∙Separated by Chromatography

∙Antidiabetic Test Active

Extracts

∙Isolation

∙Purification Active

Components

∙UV, IR,

∙NMR 1D

∙Antidiabetic Test Chemical

Structure of Active Components

Extract MeOH

Fractinated by hexane

Fractinated by chloroform

Extract MeOH 2 Fractinated by EtOAc

Extract MeOH-Water Extract EtOAc

(11)

Mekanisme obat

Mekanisme proksimat untuk mengetahui

apakah obat tersebut mengadakan stimulasi, depresi dan dimana obat tersebut bereaksi (level fisiologi).

Mekanisme ultimat menyatakan adanya aksi antara molekul obat dan molekul sel (level biokimia)

(12)

Aksi Obat

Aksi non spesifik akan merubah lingkungan fisika-kimia dari struktur badan (anestetik merubah struktur air dalam otak, diuretik osmotik).

Aksi spesifik merupakan reaktan dan komponen sel yang terlibat langsung aksi obat disebut Reseptor.

Agonist adalah obat yang mempunyai afinitas kimia terhadap suatu reseptor

Antagonist adalah obat yang memblokir letak reseptor.

(13)

Efek Obat :

1. Aksi pokok atau Efek Terapi 2. Efek Samping

3. Toksilitas (keracunan) 4. Letalitas (kematian)

5. Efek Teratogen (dari ibu ke janin)

(14)

Efek Pengulangan Obat

1. Reaksi hipersensitif

Timbul antibodi 🡪 alergi 2. Kumulatif (pengumpulan)

absorpsi > ekskresi

3. Toleransi (Berkurang respon) 4. Habituasi (kebiasaan)

5. Adiksi (ketergantungan)

(15)

Efek Penggunaan obat Campuran

1. Adisi (jumlah efek masing-masing obat secara terpisah)

2. Sinergis (lebih besar dari pada masing-masing) 3. Potensiasi (aksinya tidak sama dengan

masing-masing)

4. Antagonis (efek berlawanan)

5. Interaksi obat (modifikasi cara pemberikan sebelum, bersama-sama atau sesudahnya).

(16)

Faktor memodifikasi obat

1. Berat Badan (mg/kg berat badan)

2. Umur: bayi (1 -12 bulan), anak (<12 tahun), dewasa(>12 tahun)

3. Jenis Kelamin

4. Kondisi patologik pasen (diabet, hipertensi, dll)

(17)

Obat Paten dan Generik

Nama Paten /

Nama Dagang Perusahaan

Nama Kimia Nama Generik / Bahan Aktif Aspirin (Bayer)

Naspro ( Nicholas)

Asam Asetil Salisilat Asetosal

Enterovioform (Ciba) Iodoklorooksi Kinolin

Kliokinol

Penbritin (Beecham) Amfipen (Organon)

Aminobezil Penisilin Ampisilin

(18)

Peraturan Perundang-Undangan Di Bidang Farmasi

a. Ordonansi Obat Bius (Daftar O) b. Ordonansi obat Berkhasiat Keras

b1. Obat-obat dari daftar obat keras (Daftar G.)

b2. Obat-obat dari daftar obat keras terbatas (Daftar W.)

(19)
(20)

SISTEM PENYERAPAN

OBAT DALAM TUBUH

(21)

Cara-Cara Pemberian Obat

Memberi Efek:

1. sistematis :

1.1. oral (mulut)

1.2. injeksi (parenteral: subkutan/bawah kulit, intamuskuler / dalam otot, intravena /pembuluh darah).

1.3. sublingual (dikunyah ditaruh di bawah lidah).

1.4. implantasi subkutal (dimasukan di bawah kulit dengan alat khusus) 1.5. rektal (melalui rektum / dubur).

2. Lokal :

2.1. Intranasal (melalui hidung)

2.2. Inhalasi (disemprotkan ke mulut atau hidung) 2.3. Mukosa mata dan telinga

2.4. Intra vaginal 2.5. Kulit (Topikal)

(22)

PRINSIP-PRINSIP FARMAKOKINETIKA

FARMAKOKINETIKA

Mekanisme penyerapan dan pengeluaran obat dalam tubuh 🡪 ADME

1. Absorbsi 2. Distribusi

3. Metabolisme 4. Ekskresi

(23)

Sistem-sistem Transpor Dalam Tubuh

a. Secara pasif

1. Filtrasi : Melalui pori-pori kecil yang difiltrasi air dan zat hidrofil yang molekulnya < pori.

2. Difusi : Zat melarut dalam lapisan lemak dari membran.

b. Secara aktif

Pengangkutan dilakukan dengan mengikat zat hidrofil pada enzim pengangkut spesifik (Carrier). Setelah

membran dilalui, obat dilepaskan kembali. Contoh:

glukosa, asam amino, asam lemak, zat-zat gizi lainnya, garam-garam besi, vit. B1, B2 dan B12

(24)

Absorpsi

Kecepatan absorpsi (Dissolution Rate): semakin halus semakin cepat larut dan absorpsinya.

Obat (Asam, basa organik lemah) 🡪

Lambung-usus (Membran sel) 🡪 Dissosiasi 🡪 Ion (Ka, pH)

• Molekul susah terionisasi.

• Lipofil 🡪 mudah diabsorpsi

(25)

Biotransformasi

Obat 🡪 detoksifikasi, Bioinaktivasi 🡪 Diperkuat

🡪 Bioaktivasi 🡪 Diperkuat

Kecepatan Biotransformasi dipengaruhi:

- Konsentrasi

- Fungsi hati

- Usia

- Genetik

- Pemakaian obat lain Contoh:

a. Induksi enzim

Fenobarbital 🡪 efek antikoagulan , Antipirin

Rifampisin (TBC) 🡪 pil anti hamil

Kafein

Rokok

b. Inhibisi enzim, Antidiabetik, Sulfonamid

(26)

Distribusi

Distribusi melalui peredaran darah, kapiler, cairan ekstra sel (yang mengelilingi

jaringan-jaringan) menuju ketempat kerja didalam sel (cairan intra sel), yaitu organ atau otot yang sakit.

Distribusi tidak merata disebabkan:

1. Rintangan darah-otak (cerebrospinal barrier)

Mengelilingi otak dan sumsum belakang, terpisah dari darah oleh membran semipermiabel, yaitu dengan kapiler otak. Membran ini sumar ditembus oleh zat-zat hidrofil.

2. Terikatnya obat pada protein darah, jaringan dan lemak

Sebagian obat dalam darah diikat secara reversible pada protein, terutama albumin.

3. Presentase Pengikatan (PP)

Tergantung konsentrasi obat dalam darah dan dapat diukur invitro.

Contoh:

Sulfadiazin 50% Salisilat 50%-80%

Ampisilin 25% Fenprokumon 99%

Indometasin 90% Morfin 35%

(27)

Ekskresi

1. Ginjal 🡪 air seni 2. Kulit 🡪 keringat

3. Paru-paru 🡪 pernafasan 4. Empedu

5. Asi

6. Usus 🡪 Tinja

(28)

FARMAKOLOGI

Farmakologi merupakan ilmu yang luas cakupannya dalam cara penggunaan obat untuk maksud pencegahan, diagnosis dan pengobatan penyakit dan segala akibat yang ditimbulkannya.

Farmakognosi adalah cabang ilmu farmakologi yang mempelajari sifat tumbuhan dan bahan lain yang merupakan sumber obat.

Farmakologi klinis adalah cabang farmakologi yang mempelajari efek obat pada manusia untuk mendapatkan dasar ilmiah penggunaan obat.

(29)

FARMAKOTERAFI

1. Antiinfektikum:

1.1. Antibiotikum

Obat yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang dapat menghambat (-ostaika) atau membunuh (-sida) mikroorganisme lain.

1.2. Antimalaria

Mengobati penyakit malaria (plasmodium jenis protozoa)

1.3. Amubisidum

Membunuh amuba, bersel satu 🡪 disentri, infeksi usus.

1.4. Fungisidum

Membunuh jamur, mycosis pada kulit

1.5. Sulfonamidum

Membunuh bakteri, dibuat secara sintesis 🡪 khemoterapi

(30)

2. Imunologikum 2.1. Anti alergi

Untuk mmemblokir pekerjaan histamin, menyembuhkan alergi dan anafilaktik

2.2. Imunosera dan vaksin

3. Antiradang, antireumatik, antiencok 4. Psikotropikum

4.1. Antraktikum (Tranquilizer) 4.2. Anti depresan.

(31)

5. Obat metabolisme

1. Anoreksigenum (tidak mau makan) 2. Antilipidemikum (anti lemak)

3. Dietikum (vitamin, asam amino, tonikum) 4. Metabolitropikum

5. Metabolisme elektrolit.

(32)

6. Obat sistem endokrin

1. Anabolikum 2. Adrogenum 3. Antidiabet

4. Antitiroidisme 5. Estrogenum

6. Kontraseptikum 7. Kortikoidum

8. Progestogenum 9. Hormon lain.

(33)

7.Depresan syaraf pusat

1. Analgetikum

2. Antiepileptikum / Antikonvulsi 3. Antiparkinsonisme

4. Hipnotikum

5. Neuromialgikum 6. Neuroleptikum

(34)

8. Anti sistem syaraf lain

1. Anestetikum 2. Antimigrain

3. Antispasmodikum 4. Miastenia gravis

(35)

9. Relaksan Otot

1. Relaksan otot sentral 2. Relaksan otot perifer

(36)

10. Kardiovaskuler

1. Antihipertensi 2. Antihipotensi

3. Antiritmia jantung 4. Antivarikosis

5. Antihermorhoid

6. Obat payah jantung 7. Vasodilaor

(37)

11. Obat darah

1. Antianemia / Hematikum 2. Pengganti plasma

3. Hemostiptikum / Hemostatikum

(38)

12. Saluran Nafas

1. Anti asma

2. Antitusivum, Ekspektoran, Mukolitikum 3. Dekongestan hidung

4. Anti influensa

5. Tuberkulastikum

(39)

13. Obat Saluran Cerna

1. Adsorben, Antasidum, Antispasmodikum 2. Antiemetikum dan antivertigo

3. Antidiare 4. Antifatulen 5. Digestan

6. Koleretikum, kolagogum, protektor hati 7. Laksativum, purgativum

(40)

14. Obat Saluran Urogenital

1. Diuretikum 2. Oksitosikum

3. Trikomonasidum 4. Urolitikum

5. Analgetikum saluran kemih

(41)

15. Dermatologikum / kulit

1. Antieksim

2. Antiradang topikal

3. Fungisidum, sulfonamidum 4. Antipruritus

5. Antiseptikum dan Desinfektan 6. Keratolitikum

7. Antiketombe / antidandruft

(42)

16. Otologikum / obat telinga

1. Antiinfektikum telinga (Antibiotikum, Sulfonamida, Kombinasi)

17. OBAT MULUT DAN GIGI 1. Antiseptikum mulut

2. Obat Mulut / Gigi

(43)

18. Oftamologikum (Obat Mata)

1. Antiradang mata 2. Antiglaukoma

3. Antiinfektikum mata 4. Midriatikum

5. Miotikum

6. Sikloplegikum

(44)

19. Obat Antiparasit

1. Antelmintikum 2. Filarisidum

3. Skabisidum dan Pedikulosidum 4. Anti kutu

20. SUPLEMEN GIZI

(45)

SISTEM PENYERAPAN

(Mekanisme Obat)

(46)

Cara-Cara Pemberian Obat

Memberi Efek:

1. sistematis :

1.1. oral (mulut)

1.2. injeksi (parenteral)

a. Subkutan (s.c): bawah kulit, b. Intamuskuler (i.m): dalam otot, c. intravena (i.v): pembuluh darah).

d. Intra arteri (i.a): pembuluh darah e. Intra peritonial (i.p): selaput perut.

1.3. sublingual (dikunyah ditaruh di bawah lidah).

1.4. implantasi subkutal (dimasukan di bawah kulit dengan alat khusus)

1.5. rektal (melalui rektum / dubur).

(47)

Cara-Cara Pemberian Obat

2. Lokal :

2.1. Intranasal (melalui hidung)

2.2. Inhalasi (disemprotkan ke mulut atau hidung)

2.3. Mukosa (mata dan telinga).

2.4. Intra vaginal

2.5. Kulit (Topikal)

(48)

PRINSIP-PRINSIP FARMAKOKINETIKA

Mekanisme penyerapan obat dalam tubuh.

Absorbsi 🡪 Distribusi 🡪 Metabolisme 🡪 Ekskresi (ADME)

Membran-membran Sel: Lapisan lipoprotein

(lemak dan putih telur) yang mengandung banyak pori-pori kecil, terisi dengan air.

Membran dapat di tembus dengan mudah oleh zat tertentu dilalui zat lain 🡪 semi permeable

Obat dieksresi melalui ginjal

(49)

Sistem-sistem Transpor Dalam Tubuh

a. Secara pasif

- Filtrasi : Melalui pori-pori kecil yang difiltrasi air dan zat hidrofil yang molekulnya < pori.

- Difusi : Zat melarut dalam lapisan lemak dari membran.

b. Secara aktif

Pengangkutan dilakukan dengan mengikat zat hidrofil pada enzim pengangkut spesifik (Carrier). Setelah

membran dilalui, obat dilepaskan kembali. Contoh:

glukosa, asam amino, asam lemak, zat-zat gizi lainnya, garam-garam besi, vit. B1, B2 dan B12

(50)

Absorpsi

Kecepatan absorpsi (Dissolution Rate): semakin halus semakin cepat larut dan absorpsinya.

Obat (Asam, basa organik lemah) 🡪

Lambung-usus (Membran sel) 🡪 Dissosiasi 🡪 Ion (Ka, pH)

• Molekul susah terionisasi.

• Lipofil 🡪 mudah diabsorpsi

(51)

Biotransformasi

Obat 🡪 detoksifikasi, Bioinaktivasi 🡪 Diperkuat

🡪 Bioaktivasi 🡪 Diperkuat

Kecepatan Biotransformasi dipengaruhi:

- Konsentrasi

- Fungsi hati

- Usia

- Genetik

- Pemakaian obat lain Contoh:

a. Induksi enzim

Fenobarbital 🡪 efek antikoagulan , Antipirin

Rifampisin (TBC) 🡪 pil anti hamil

Kafein

Rokok

b. Inhibisi enzim, Antidiabetik, Sulfonamid

(52)

Distribusi

Distribusi melalui peredaran darah, kapiler, cairan ekstra sel (yang mengelilingi

jaringan-jaringan) menuju ketempat kerja didalam sel (cairan intra sel), yaitu organ atau otot yang sakit.

Distribusi tidak merata disebabkan:

1. Rintangan darah-otak (cerebrospinal barrier)

Mengelilingi otak dan sumsum belakang, terpisah dari darah oleh membran semipermiabel, yaitu dengan kapiler otak. Membran ini sumar ditembus oleh zat-zat hidrofil.

2. Terikatnya obat pada protein darah, jaringan dan lemak

Sebagian obat dalam darah diikat secara reversible pada protein, terutama albumin.

3. Presentase Pengikatan (PP)

Tergantung konsentrasi obat dalam darah dan dapat diukur invitro.

Contoh:

Sulfadiazin 50% Salisilat 50%-80%

Ampisilin 25% Fenprokumon 99%

Indometasin 90% Morfin 35%

(53)

Ekskresi

1. Ginjal 🡪 air seni 2. Kulit 🡪 keringat

3. Paru-paru 🡪 pernafasan 4. Empedu

5. Asi

6. Usus 🡪 Tinja

(54)

MEKANISME DAN PRINSIP

(FARMAKOTERAPI)

(55)

Penggolongan obat berdasarkan khasiat

1. Antiinfektikum: Obat pembunuh bakteri/infeksi

1.1. Antibiotikum

Obat yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang dapat menghambat (-ostatika) atau membunuh (-sida) mikroorganisme lain.

1.2. Antimalaria

Mengobati penyakit malaria (plasmodium jenis protozoa)

1.3. Amubisidum

Membunuh amuba, bersel satu 🡪 disentri, infeksi usus.

1.4. Fungisidum

Membunuh jamur, mycosis pada kulit

1.5. Sulfonamidum

Membunuh bakteri, dibuat secara sintesis 🡪 khemoterapi

(56)

2. Imunologikum (Kekebalan Tubuh)

2.1. Anti alergi

Untuk mmemblokir pekerjaan histamin, menyembuhkan alergi dan anafilaktik

2.2. Imunosera dan vaksin

3. Antiradang, antireumatik, antiencok (Nyeri pada syaraf) 4. Psikotropikum (mempengaruhi syaraf pusat)

4.1. Antraktikum (Tranquilizer/tidur)

4.2. Anti depresan (tekanan psikis, jiwa)

(57)

5. Obat metabolisme

1. Penambah napsu makan

2. Anoreksigenum (tidak mau makan) 2. Antilipidemikum (anti lemak)

3. Dietikum (vitamin, asam amino, tonikum) 4. Metabolitropikum

5. Metabolisme elektrolit.

(58)

6. Obat sistem endokrin

1. Anabolikum 2. Adrogenum 3. Antidiabet

4. Antitiroidisme 5. Estrogenum

6. Kontraseptikum 7. Kortikoidum

8. Progestogenum 9. Hormon lain.

(59)

7.Depresan syaraf pusat

1. Analgetikum

2. Antiepileptikum / Antikonvulsi 3. Antiparkinsonisme

4. Hipnotikum

5. Neuromialgikum 6. Neuroleptikum

(60)

8. Anti sistem syaraf lain

1. Anestetikum 2. Antimigrain

3. Antispasmodikum 4. Miastenia gravis

(61)

9. Relaksan Otot

1. Relaksan otot sentral 2. Relaksan otot perifer

(62)

10. Kardiovaskuler

1. Antihipertensi 2. Antihipotensi

3. Antiritmia jantung 4. Antivarikosis

5. Antihermorhoid

6. Obat payah jantung 7. Vasodilaor

(63)

11. Obat darah

1. Antianemia / Hematikum 2. Pengganti plasma

3. Hemostiptikum / Hemostatikum

(64)

12. Saluran Nafas

1. Anti asma

2. Antitusivum, Ekspektoran, Mukolitikum 3. Dekongestan hidung

4. Anti influensa

5. Tuberkulastikum

(65)

13. Obat Saluran Cerna

1. Adsorben, Antasidum, Antispasmodikum 2. Antiemetikum dan antivertigo

3. Antidiare 4. Antifatulen 5. Digestan

6. Koleretikum, kolagogum, protektor hati 7. Laksativum, purgativum

(66)

14. Obat Saluran Urogenital

1. Diuretikum 2. Oksitosikum

3. Trikomonasidum 4. Urolitikum

5. Analgetikum saluran kemih

(67)

15. Dermatologikum / kulit

1. Antieksim

2. Antiradang topikal

3. Fungisidum, sulfonamidum 4. Antipruritus

5. Antiseptikum dan Desinfektan 6. Keratolitikum

7. Antiketombe / antidandruft

(68)

16. Otologikum / obat telinga

1. Antiinfektikum telinga (Antibiotikum, Sulfonamida, Kombinasi)

17. OBAT MULUT DAN GIGI 1. Antiseptikum mulut

2. Obat Mulut / Gigi

(69)

18. Oftamologikum (Obat Mata)

1. Antiradang mata 2. Antiglaukoma

3. Antiinfektikum mata 4. Midriatikum

5. Miotikum

6. Sikloplegikum

(70)

19. Obat Antiparasit

1. Antelmintikum 2. Filarisidum

3. Skabisidum dan Pedikulosidum 4. Anti kutu

20. SUPLEMEN GIZI

(71)

HUBUNGAN BIOKIMIA NUTRISI DAN KESEHATAN

Pertemuan 1

(72)

Proses Biokimia Normal adalah Dasar Kesehatan

Kesehatan :

Kesejahteraan fisik, jiwa dan sosial yang lengkap, bukan semata-mata bebas dari penyakit dan

kelemahan (WHO).

Keadaan ribuan reaksi intra dan ekstraselluler yang terjadi dalam tubuh berlangsung pada

kecepatan sepadan dengan ketahanan organisme (Biokimia).

Pemeliharaan kesehatan memerlukan asupan

yang optimal (vitamin, asam amino, asam lemak, mineral dan air).

(73)

Sebagian besar penyakit memiliki dasar biokimia

Penyakit umumnya ditimbulkan oleh organisme infeksius dan polutan lingkungan.

Penyakit juga dapat terjadi karena kelainan gen, protein, reaksi kimia, proses biokimia yang

berpengaruh buruk terhadap satu atau lebih fungsi biokimia

Contoh penyakitnya:

Ketidak seimbangan elektrolit, gangguan ingesti dan absorpsi nutrien, ketidak seimbangan

hormon, kimia beracun, kimia genetik berbasis DNA.

(74)

Berikut beberapa jenis penyakit genetik yang umum terjadi:

Alkaptonuria. Alkaptonuria adalah kelainan genetik yang diturunkan dari orangtua. ...

Hemofilia. Hemofilia merupakan kelompok

kelainan pada darah yang terjadi secara turun temurun. ...

Anemia Sel Sabit. ...

Sindrom Klinefelter. ...

Sindrom Down. ...

Diabetes.

(75)

Penyakit yang disebabkan karena gangguan metabolisme

Gangguan metabolisme karbohidrat

Beberapa contoh penyakit yang termasuk dalam kelompok gangguan metabolisme karbohidrat atau gula adalah:

Diabetes

Diabetes mengakibatkan kadar gula dalam darah meningkat.

Galaktosemia

Galaktosemia merupakan kelainan metabolisme yang

menyebabkan tubuh tidak mampu memecah gula jenis galaktosa dengan baik. Galaktosa adalah jenis gula yang terdapat dalam susu.

Sindrom McArdle

Suatu kelainan yang menyebabkan tubuh tidak mampu memecah glikogen. Glikogen adalah bentuk gula yang tersimpan di seluruh jaringan tubuh, terutama otot dan hati.

(76)

Gangguan metabolisme protein

Beberapa jenis penyakit yang termasuk dalam kelompok gangguan metabolisme protein adalah:

Fenilketonuria

Fenilketonuria terjadi ketika kadar asam amino (protein) fenilalanin dalam darah terlalu tinggi.

Maple syrup urine disease (MSUD)

Penyakit urine sirup mapel terjadi ketika tubuh tidak mampu menyerap asam amino.

Alkaptonuria

Alkaptonuria terjadi ketika tubuh tidak mampu memecah asam amino tirosin dan fenilalanin dengan baik, sehingga urine penderitanya berwarna hitam kecoklatan ketika terpapar udara.

Ataksia Friedreich

Ataksia Friedreich terjadi saat protein jenis frataksin di dalam tubuh berkurang dan memicu kerusakan pada saraf yang mengendalikan kemampuan berjalan dan kerja jantung.

(77)

Gangguan metabolisme lemak

Penyakit yang termasuk kelompok gangguan metabolisme lemak antara lain:

Penyakit Gaucher

Penyakit Gaucher adalah penyakit yang membuat tubuh tidak mampu memecah lemak, sehingga lemak menumpuk di hati,

limpa, dan sumsum tulang. Gangguan ini akan memicu kerusakan tulang.

Penyakit Tay-Sachs

Penyakit Tay-Sachs mengakibatkan penumpukan lemak di otak.

Xanthoma

Gangguan pada kulit yang muncul akibat adanya penumpukan lemak di bawah permukaan kulit.

(78)

Gejala Gangguan Metabolik

Gejala gangguan metabolik berbeda-beda, tergantung jenis gangguan terjadi. Namun, ada beberapa gejala umum dari gangguan metabolik, yaitu:

Tubuh terasa lemas

Mual dan muntah

Tidak nafsu makan

Sakit perut

Bau napas, keringat, air liur, dan urine yang tidak sedap

Mata dan kulit berwarna kuning

Perkembangan fisik terlambat

Kejang

(79)

Nilai Normal Hasil Lab

Nilai normal Hasil Lab dapat berbeda tergantung dimana Anda memeriksanya karena standar masing-masing Lab. Berikut standar nilai normal yang perlu Anda pelajari tentang kondisi tubuh

1. Hematologi

- Laju Endap Darah ( LED ) : Laki-laki: 0 - 10 ; Perempuan: 0 - 20 mm/jam

- Hemoglobin : Laki-laki: 13,0-18,0 ; Perempuan: 11,5-16,5 g/dl

- Hematokrit : Laki-laki: 40 - 50 % ; Perempuan: 37 - 45 %

- Leukosit : 4.000 - 11.000 /uL

- Trombosit : 150.000 - 400.000 /uL

- Eritrosit : Laki-laki: 4,5 - 5,9 juta/uL ; Perempuan:. 3,8 - 5,2 juta/uL

2. Diabetes

- Glukosa Darah Puasa : 70 - 110 mg/dl

- Glukosa darah sewaktu : Bukan Diabetes Mellitus (DM) <110 ; DM >=200 mg/dl

(80)

3. Profil Lipid

- Cholesterol Total : < 200 mg/dl

- Trigliserida : < 150 mg/dl

- HDL Cholesterol : > 40 mg/dl

- LDL Cholesterol : < 130 mg/dl

4. Faal Hati

- SGOT (Serum Glutamik Oksoloasetik Transaminase) : Laki-laki:10 - 38

; Perempuan:10 - 31 U/L Opt 37C

- SGPT (Serum Glutamik Pyruvik Transaminase) : Laki-laki: 9 - 41 ; Perempuan: 9 - 32 U/L Opt 37C

5. Faal Ginjal

- Asam Urat : L : 3,6 - 7,7 ; P : 2,5 - 5,3 mg/dl

- Ureum : 14,9 - 38,5 mg/dl

- Creatinin : 0,6 - 1,3 mg/dl

(81)

Ringkasan

Biokimia mempelajari berbagai molekul yang ada dalam mikroorganisme dan sel hidup, reaksi kimia dan katalisnya, ekspresi dan regulasi masing-masing proses metabolik.

Kesehatan bergantung pada keseimbangan reaksi-reaksi biokimia yang terjadi dalam tubuh, sementara penyakit

mencerminkan kelainan dalam biomolekul, reaksi biokimia atau proses biokimia.

Pendekatan biokimia sering menjadi dasar lam menjelaskan penyebab penyakit dan merancang terapi yang tepatdan

berbagai uji laboratorium biokimia merupakan komponen diagnosis dan pemantauan pengobatan.

(82)

PERUBAHAN BIOKIMIA

KARBOHIDRAT DALAM MAKANAN

(83)

Degradasi Glikogen oleh α-Amilase

Dalam industri pangan, enzim yang umum dan sudah

banyak digunakan adalah enzim α-Amilase. Enzim α-Amilase ini berfungsi menyediakan gula hidrolisis pati sehingga

dapat dimanfaatkan untuk produksi sirup glukosa ataupun sirup fruktosa yang mempunyai tingkat kemanisan tinggi, untuk pembuatan roti (enzim α-Amilase memperbaiki

tekstur roti dan kue), makanan bayi, pembuatan minuman beralkohol (enzim α-Amilase mengubah karbohidrat

menjadi gula sederhana yang selanjutnya dapat diubah menjadi etanol), pembuatan susu (enzim α-Amilase

digunakan sebagai indeks dari efisiensi proses pasteurisasi), dan pembuatan sagu (enzim α-Amilase digunakan sebagai katalis dalam proses hidrolisis pati sagu menjadi

maltodekstrin).

(84)

Metabolisme glukosa

(85)

Perubahan Karbohidrat selama Germinasi benih

Pyruvat digunakan pada berbagai reaksi

biokimia

(86)

Metabolisme lactose dan asam-asam organik dalam produksi keju

Susu tidak mengandung karbohidrat dengan berat molekul tinggi, kandungan karbohidratnya adalah laktosa.

Laktosa dapat didegradasi enzimatik menjadi glukosa dan galaktosa -6-posfat oleh posfo-

β-galaktosidase (laktase) dari bakteri asam laktat.

Glukosa dan galaktosa -6-posfat selanjutnya dimetabolisme lebih lanjut menjadi beberapa

molekul lebih kecil melalui reaksi-reaksi biokimia yang penting dalam pembentukkan berbagai jenis keju.

(87)

PERUBAHAN BIOKIMIA PROTEIN DAN ASAM AMINO DALAM MAKANAN

• Proteolisis dalam jaringan hewan

• Aktivitas transglutaminase dalam prosesing binatang laut

• Proteolisis selama fermentasi keju

• Proteolisis dalam germinasi benih

• Protease untuk reduksi Chill-Haze dalam produksi Bir

(88)

PERUBAHAN BIOKIMIA LIPIDA DALAM MAKANAN

• Perubahan lipid dalam sistem pangan

• Perubahan lipid selama fermentasi keju

• Degradasi lipid dalam germinasi benih

(89)

REAKSI PENCOKLATAN

Non Enzimatis Enzimatis

(90)

REAKSI PENCOKLATAN

(91)

Reaksi Pencoklatan pada bahan pangan

(92)

Reaksi Pencoklatan pada buah apel

(93)

Oksidasi Vitamin C.

(94)
(95)

Referensi

Dokumen terkait

Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan

Sasaran kami dalam perekrutan peserta Melalui Program Program Pemberdayaan Masyaraket Kecakapan Wirausaha (PPMKW) melalui pelatihan Tata Kecantikan Rambut adalah

 Pengetahuan dan keterampilan dasar atas admnistrasi kas bank dapat dinilai melalui tes tertulis dan studi kasus.  Penilaian keterampilan dapat dolaksanakan melalui

Eksplorasi air tanah bertujuan untuk memperoleh data air tanah mencakup, antara lain, sebaran dan sifat fisik batuan yang mengandung air tanah, kedalaman akuifer, kontruksi

Serta keyakinan yang dimiliki individu bahwa dirinya mampu mengembangkan penilaian positif terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapinya (Rini,

Bu testler sırasında müşteri beklentilerini karşılamak amacı ile aşağıdakilerden hiçbirinin olmaması gerekiyor. Bunlar; parça kırılması, yorulma

&#34;embatan yang didesain oleh *eon #olomon Moissei ini mulai dibangun pada 1 Oktober 11( 0emasangan kabel utama dilaksanakan pada 1 Agustus 17( 0ada tanggal

DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam melakukan pengetesan, penggelontoran dan desinfeksii