• Tidak ada hasil yang ditemukan

AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol.02, No.03, Desember 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol.02, No.03, Desember 2020"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

EISSN : 2723-0031 AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA BUDIDAYA IKAN LELE DUMBO

(Clarias gariepinus) DI DESA WAIRTERANG, KECAMATAN WAIGETE, KABUPATEN SIKKA

1Maria Imaculata Rume

1Staff Pengajar Pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNIPA Maumere Email : [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) di kolam Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 05 oktober sampai 26 oktober 2018. Pengambilan sampel sebanyak 30 ekor Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) yang diambil dari kolam di Desa wairterang, Kemudian diamati di Lab Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. Organ yang diperiksa yaitu kulit/lendir, sirip dan insang dari Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode survey yaitu dengan cara pengambilan sampel di kolam dan melakukan pengamatan serta identifikasi ektoparasit pada bagian luar permukaan tubuh Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus).

Hasil identifikasi menunjukan bahwa sampel Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) di kolam Desa Wairterang terinfeksi parasit Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp., Lerneae sp., dan Oodinium sp. Berdasarkan nilai prevalensi dinyatakan bahwa serangan ektoparasit sering menyerang pada Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus), dan nilai intensitas menyatakan bahwa ektoparasit yang menyerang pada Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) dikategorikan ringan, sedangkan ektoparasit yang lebih mendominasi pada ikan lele adalah Oodinium sp sebanyak 51,72%. Hasil pengukuran parameter kualitas air menunjukan bahwa suhu pada kolam di desa wairterang berkisar antara 20,8-32oC, pH berkisar antara 5,2-8 dan oksigen terlarut di kolam desa Wairterang berkisar antara 3,5-4,1 mg/l.

Kata Kunci : Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus), Prevalensi, Intensitas, Dominasi.

PENDAHULUAN Latar Belakang

Salah satu jenis perairan yang ada di Indonesia adalah perairan tawar, yang sangat luas dan berpotensi besar untuk mengembangkan perekonomian di bidang budidaya berbagai macam jenis ikan (Cahyono, 2000). Ikan Lele Dumbo adalah salah satu jenis ikan yang telah dibudidayakan pada kolam air tawar dan merupakan salah satu komoditas yang dapat diandalkan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat petani ikan, tetapi saat ini sebagian besar budidaya Ikan Lele Dumbo masih dikelola dengan teknologi yang relatif sederhana dengan tingkat produktivitas yang relatif rendah. Jika dikelola dengan sistem

(2)

EISSN : 2723-0031 AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan yang lebih intensif, produktivitas ikan Lele dumbo dapat ditingkatkan hingga 3 kali lipat (Kordi, 2010).

Namun upaya peningkatan hasil budidaya tersebut masih saja dihantui oleh berbagai masalah yang berdampak pada penurunan produksi (Kementrian Kelautan dan Perikanan, 2013). Permasalahan yang sering timbul pada proses budidaya adalah kematian ikan dalam jumlah yang dapat mengganggu target volume produksi. Penyebab kematian ikan salah satunya adalah penyakit dan serangan parasit. Pada kondisi budidaya, spesies parasit tertentu dapat menyebabkan penyakit yang menghasilkan mortalitas tinggi yang berdampak kerugian ekonomi yang cukup besar (Anshary, 2008). Ditambahkan Sindermann (1990) disitasi Hadiroseyani (2006), keberadaan parasit pada ikan akan berdampak pada pengurangan konsumsi, penurunan kualitas pada usaha budidaya, penurunan bobot badan ikan konsumsi dan penolakan oleh konsumen akibat adanya morfologi atau suatu hal yang dapat menimbulkan gangguan fisik dan fungsi fisiologis (abnormal).

Sampai saat ini penelitian mengenai infeksi parasit pada ikan Lele Dumbo di Desa Wairterang belum dilakukan, terlebih informasi tentang infeksi parasit pada ikan yang hidup di kolam pemeliharaan masih sedikit. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dengan judul “Identifikasi Ektoparasit Pada Budidaya Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dalam latar belakang diatas, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut :

1. Apakah ada ektoparasit yang terdapat pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) serta bagaimana bentuk dan morfologinya.

2. Berapa tingkat infeksi ektoparasit pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) di Desa Wairterang?

Tujuan Penelitan

Tujuan dari penelitian ini adalah, sebagai berikut :

1. Untuk mengetahaui keberadaan ektoparasit pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) di Desa Wairterang.

2. Mengidentifikasi secara morfologi serta untuk mengetahui tingkat infeksi ektoparasit pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus).

(3)

EISSN : 2723-0031 AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan METODE PENELITIAN

Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 05 sampai tanggal 26 September 2018. Pengambilan sampel Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang dibudidayakan pada kolam di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka. Pengamatan dan identifikasi parasit dilakukan di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

Bahan dan Alat Penelitian Bahan

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Bahan yang Digunakan Selama Penelitian.

No Bahan Kegunaan 1. Ikan Lele Dumbo Sampel uji 2. Larutan Lugol Pengencer preparat 3. Alkohol Mematikan parasit 4. Metylen Blue Pewarnaan pada sampel ikan 5. Aquadest Penetral

Alat

Alat yang digunakan dalam penelitian disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2. Alat yang Digunakan Selama Penelitian.

No Alat Kegunaan 1. Pinset Pengambilan Preparat 2. Pisau Kerokan

3. Gunting Menggunting preparat

4. Kaca Preparat Tempat untuk meletakan preparat 5. Obyek glass Tutupan kaca preparat

6. Mikroskop Pengamatan Ektoparasit 7. pH Meter untuk mengukur pH air

Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 30 ekor ikan Lele dumbo dengan ukuran 13 - 17 cm, umur 5 - 6 bulan sebagai sampel yang diambil secara acak yang dibudidayakan di satu kolam di Desa Wairterang, kemudian ikan yang akan diambil sampelnya diisi dalam satu wadah yang sudah berisi air dan selanjutnya di bawah ke lokasi penelitian di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

(4)

EISSN : 2723-0031 AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Pengukuran kualitas air

Pengukuran kualitas air dilakukan setiap hari pukul 08.00 selama penelitian sebelum pengambilan sampel ikan pada kolam. Pengukuran parameter kualitas air meliputi, suhu, pH, oksigen terlarut. Manfaat dari pengukuran kualitas air adalah untuk mengetahui kualitas air yang optimal bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup dari ikan budidaya.

Tahapan pemeriksaan ektoparasit pada sampel ikan

1. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi bagian luar tubuh ikan. Pemeriksaan ukuran panjang ikan dilakukan dengan cara mengukur panjang ikan dari ujung kepala sampai kaudal (ekor) dengan menggunakan mistar.

2. Pemeriksaan ektoparasit dilakukan dengan cara mengamati tanda-tanda luar pada permukaan tubuh, insang, sirip, dan operculum ikan untuk menentukan keberadaan parasit pada ikan tersebut.

3. Pengamatan pada sirip ikan dilakukan dengan cara seluruh sirip ikan dipotong atau digunting kemudian diletakkan pada cawan petri, ditetesi larutan fisiologis (Metylen Blue, Aquades, Lugol) dan selanjutnya diamati di bawah mikroskop. Sama halnya dengan pemeriksaan insang, kedua belah insang diambil, dipisahkan antara filamen dengan tapisnya, diletakkan di atas obyek gelas dan ditetesi ditetesi larutan fisiologis (Metylen Blue, Aquades, Lugol) lalu ditutup dengan cover glass agar insangnya tidak bergerak-gerak, kemudian diamati di bawah mikroskop. Untuk pemeriksaan pada permukaan tubuh ikan, lendir dikerok dengan pisau kemudian dipindahkan pada cawan petri, ditetesi larutan fisiologis (Metylen Blue, Aquades, Lugol) dan selanjutnya diamati di bawah mikroskop.

Identifikasi ektoparasit pada ikan

Ektoparasit yang ditemukan selanjutnya diidentifikasi berdasarkan ciri yang dimiliki oleh masing-masing parasit, identifikasi parasit berdasarkan buku identifikasi, serta beberapa literatur-literatur.

Analisa Data

Data yang diperoleh dari hasil identifikasi kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dari 30 ikan sampel yang diambil pada kolam di Desa Wairterang untuk dihitung serangan dan prevalensinya dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Dogiel dkk.,(1970) disitasi Sonagar (2012).

(5)

EISSN : 2723-0031 AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Prevalensi

Prevalensi adalah presentase ikan yang terinfeksi dibandingkan dengan seluruh ikan sampel yang diperikasa.

Prevalensi = x 100%

Tabel 3. Kategori Prevalensi

No Prevalensi Kategori Keterangan

1 100-99% Selalu Infeksi sangat parah

2 98-90% Hampir selalu Infeksi parah

3 89-70% Biasanya Infeksi sedang

4 69-50% Sangat sering Infeksi sangat sering

5 49-30% Umumnya Infeksi biasa

6 29-10% Sering Infeksi sering

7 9-1% Kadang Infeksi kadang

8 <1-0,1% Jarang Infeksi jarang

9 <0,1-0,1% Sangat jarang Infeksi sangat jarang 10 <0,01% Hampir tidak ada Infeksi tidak pernah Sumber : Williams (1996)

Intensitas

Intensitas merupakan jumlah rata-rata parasit per ikan yang terinfeksi.

Intensitas =

Tabel 4. Kategori Intensitas

No Intensitas (ind/ekor) Kategori

1 < 1 Sangat Ringan

2 1-5 Ringan

3 6-55 Kadang-Kadang

4 51-100 Berat

5 >100 Sangat Berat

6 >1000 Sangat Hebat

Sumber : Williams (1996) Dominasi

Dominasi adalah jenis ektoparasit yang mendominasi dalam keseluruhan ikan sampel yang diperiksa.

Dominansi = x 100%

(6)

EISSN : 2723-0031 AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan HASIL DAN PEMBAHASAN

Jenis Parasit yang Menginfeksi Ikan Lele Dumbo Selama Penelitian

Hasil selama penelitian yang dilaksanakan selama 1 minggu menunjukan bahwa terdapat 30 sampel ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang diperiksa, 19 sampel ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang terinfeksi ektoparasit sedangkan 11 ekor lainnya tidak terinfeksi ektoparasit.

Ektoparasit yang menginfeksi ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) adalah parasit Oodinium sp dengan jumlah sampel ikan yang terserang 13 ekor dengan 15 individu parasit Oodinium sp. selanjutnya parasit Dactylogyrus sp. dengan jumlah sampel ikan yang terserang 2 ekor dengan jumlah parasit Dactylogyrus sp. sebesar 2 individu parasit, Gyrodactylus sp. dengan jumlah sampel ikan yang terserang 8 ekor dengan jumlah parasit Gyrodactylus sp. sebesar 9 individu dan parasit Lerneae sp. jumlah sampel ikan terserang 3 ekor dengan jumlah parasit Lerneae sp. sebesar 3 individu. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Rizki., dkk (2016) bahwa Parasit yang ditemukan antara lain Dactylogyrus sp., Gyrodacylus sp., Camallanus sp., Trichodina sp., dan seekor cacing yang belum dapat diidentifikasi.

Jenis parasit yang ditemukan pada ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) di kolam pemeliharaan Desa Wairterang paling banyak ditemukan pada organ sirip dan kulit/lender, hal ini diduga karena bagian sirip dan kulit merupakan salah satu organ tubuh yang langsung berhubungan dengan air maka parasit akan lebih muda menempel pada bagian sirip dan kulit dibandingkan dengan organ tubuh lainnya. Sesuai pendapat Kabata (1985) disitasi Dewi., dkk (2016) bahwa kulit, sirip dan insang ikan mengandung banyak lender yang merupakan makanan yang baik untuk parasite sehingga pada organ tubuh ini dapat dijadikan sebagai tempat hidup ektoparasit.

Tingkat Prevalensi, Intensitas dan Dominasi Ektoparasit Pada Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Selama Penelitian

Faktor yang dapat menyebabkan parasite berkembang pada ikan antara lain terjadinya kompetisi terhadap ruang dan perolehan makanan yang memicu stress pada ikan (Yuliartati, 2014). Ikan yang stress dapat memicu terjadinya penyakit (Moyle and Cech, 2004).

(7)

EISSN : 2723-0031 AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Tabel 5. Nilai Prevalensi Ektoparasit Pada Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Selama

Penelitian Ukuran

Ikan

Jenis Parasit Jumlah Ikan yang Terserang

Jumlah Ikan yang Diperiksa

Prevalensi (%)

Kategori Prev

13 – 29 cm

Dactylogyrus sp. 3 30 10 Sering

Gyrodactylus sp. 9 30 30 Umumnya

Lerneae sp. 3 30 10 Sering

Oodinium sp. 15 30 50 Sangat sering

Sumber : Data Primer (2018)

Pada Tabel 5 menunjukan nilai prevalensi ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang terinfeksi Dactylogyrus sp. dan Lerneae sp. sebesar 10%. Menurut Williams and Williams (1996), angka prevalensi sebesar 29 - 10 % termasuk dalam kategori sering artinya bahwa parasit tidak dapat menyebabkan stres dan kematian pada inangnya. Menurut Prasetya, et al (2013), parasit ini menyerang inang dengan cara melekat pada bagian tubuh inang dengan menggunakan opisthaptor yang ada pada bagian ujung tubuh untuk menghisap dan memakan jaringan inang. Dactylogyrus pada identifikasi ektoparasit pada ikan uji, paling banyak hidup di insang, insang yang terdapat pada sampel ikan uji berwarna kepucatan. Nilai prevalensi ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang terinfeksi Gyrodactylus sp. sebesar 30% yang termasuk dalam angka prevalensi 49 - 30% dengan kategori umumnya, yang artinya bahwa parasit tidak dapat menyebabkan stress dan kematian pada inangnya. Nilai prevalensi ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang terinfeksi Oodinium sp. sebesar 50%, termasuk dalam angka prevalensi 69 - 50% dengan kategori sangat sering, artinya parasit dapat menyebabkan stres, namun tidak dapat terjadi kematian pada inangnya. Nilai prevalensi tertinggi adalah ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang terinfeksi Oodinium sp.

sebesar 50 %, artinya parasit jenis Oodinium sangat sering menyerang ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Hal ini sejalan dengan pendapat Akbar (2007) bahwa parasit jenis Oodinium sangat sering menyerang ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus).

Tabel 6. Nilai Intensitas Ektoparasit Pada Ikan Lele Dumbo Selama Penelitian Ukuran

Ikan

Parasit yang Ditemukan

Jumlah Ektoparasit yang

Menginfeksi

Jumlah Ikan yang Terserang

Ektoparasit

Intensitas (Ind/ekor)

13 -29 cm

Dactylogirus sp. 3 3 1

Gyrodactylus sp. 9 9 1

Lerneae sp. 3 3 1

Oodinium sp. 15 15 1

Sumber : Data Primer (2018)

(8)

EISSN : 2723-0031 AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Berdasarkan Tabel 6 diketahui bahwa nilai intensitas pada ektoparasit jenis Dactylogyrus sp.; jenis Gyrodactylus sp.; jenis Lerneae sp. dan jenis Oodinium sp. masing- masing sebesar 1 individu/ekor, yang artinya bahwa ditemukan jumlah 1 individu ektoparasit pada 1 ekor ikan, nilai intensitas pada parasit Dactylogyrus sp.; Gyrodactylus sp.; Lerneae sp. dan Oodinium sp ini termasuk kategori ringan. Hal ini terjadi karena kondisi perairan kolam yang menunjang bagi kehidupan kedua ektoparasit tersebut dimana tingginya intensitas kedua ektoparasit tersebut, karena baik Dactylogyrus sp, Gyrodactylus sp, Learnea sp maupun Oodinium sp. merupakan ektoparasit yang umumnya menyerang ikan berukuran benih. Pada ikan berukuran benih, sistem ketahanan tubuhnya masih lemah sehingga ikan tersebut mudah terserang parasit (Daelani, 2001).

Tabel 7. Nilai Dominansi Ektoparasit Pada Ikan Lele Dumbo Selama Penelitian Ukuran

Ikan

Jenis Parasit Jumlah satu jenis Ektoparasit yang

Menginfeksi

Jumlah total Ektoparasit yang

Menginfeksi

Dominasi (%)

13-29 cm

Dactylogyrus sp. 2 29 6,89

Gyrodactylus sp. 8 29 27,58

Lerneae sp. 3 29 10,34

Oodinium sp. 13 29 44,82

Sumber : Data Primer (2018)

Berdasarkan Tabel 7 menunjukan bahwa nilai dominasi Dactylogyrus sp.sebesar 6,89

% yaitu dari jumlah satu jenis ektoparasit yang menginfeksi 2; nilai dominansi Gyrodactylus sp. Sebesar 27,58 % yaitu dari jumlah satu jenis ektoparasit yang menginfeksi 8; nilai dominansi Lerneae sp. Sebesar 10,34 % yaitu dari jumlah satu jenis ektoparsit yang menginfeksi 3 dengan jumlah total ektoparasit yang mengifeksi 29 dan nilai dominansi Oodinium sp. sebesar 44,82 % yaitu dari jumlah satu jenis ektoparasit yang menginfeksi 13 dengan jumlah total ektoparasit yang menginfeksi 29.

Lernaea sp. lebih umum menyerang bagian perut dan ventral pada ikan. Hal ini meyakinkan bahwa Lernaea sp. memiliki ketertarikan pada bagian perut dan pangkal sirip.

Tempat-tempat tersebut memberikan perlindungan lebih terhadap jaringan dasar di dalam air yang mudah untuk ditembus oleh parasite (Iqbal., et al, 2012).

Pada hasil penelitian ditemukan bahwa oksigen terlarut di kolam Pemeliharaan di Desa Wairterang berkisar antara 3,5 - 4,1mg/l dimana nilai DO pada penelitian ini termasuk rendah. Kelimpahan dari jumlah ektoparasit berkorelasi positif dengan kenaikan Dissolve Oxigen (DO). Semakin naik kadar DO di perairan kolam akan mengakibatkan kenaikan kelimpahan dari jumlah ektoparasit, misalnya jumlah telur yang dihasilkan

(9)

EISSN : 2723-0031 AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan ektoparasit jenis Dactylogyrus sp. bergantung kepada kadar oksigen terlarut dalam air (Rustikawati.,dkk, 2004). Pada kadar oksigen terlarut rendah, maka telur yang dihasilkan tinggi, sebaliknya jika kadar oksigen terlarut dalam air tinggi, maka jumlah telur yang dihasilkan sedikit. Telur dari ektoparasit Lernaea cyprinacea berkembang sangat optimal pada suhu 300C dan kadar DO yang rendah. Pada suhu sekitar 12- 190C pada daerah subtropis yang mengalami musim dingin setidaknya dapat mengurangi produksi dari telur ektoparasit ini dibandingkan saat musim panas atau di perairan tropis. Pada suhu antara 20- 250C Lernaea cyprinacea mengalami rata-rata pertumbuhan yang cepat (Lahav & Sarig, 1964 disitasi Wardany dan Nia, 2014).

PENUTUP Kesimpulan

1. Jumlah sampel ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang diidentifikasi sebanyak 30 ekor dengan jenis Ektoparasit yang ditemukan pada organ tubuh insang, sirip dan lendir ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) adalah Dactylogyrussp., Gyrodactylus sp., Oodinium sp., dan Lerneae sp.

2. Nilai prevalensi ektoparasit jenis Dactylogyrus sp. dan jenis Lerneae sp. sebesar 10%

serta jenis Gyrodactylus sp. sebesar 30% masuk dalam kategori rendah sedangkan jenis Oodinium sp. sebesar 50% dengan kategori sedang.

3. Nilai intensitas pada ektoparasit jenis Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp., Lerneae sp., Oodinium sp sebesar 1 individu/ekor.

4. Nilai dominansi tertinggi adalah ektoparasit jenis Oodinium sp. sebesar 51,72 % dan nilai dominansi terendah adalah ektoparasit jenis Lerneae sp. sebesar 10,34 % dan Dactylogyrus sp. 10,34%.

DAFTAR PUSTAKA

Anshary, H. 2008. Modul Pembelajaran Berbasis Student Center Learning (SCL) Mata Kuliah Parasitologi Ikan. Lembaga Kajian Dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Makasar. 61 Pp.

Cahyono, I.B. 2000. Budidaya Ikan Air Tawar: Ikan Gurami, Ikan Nila, Ikan Lele, Ikan Mas. Kanisius. Yogyakarta.

Daelani. 2001. Menanggulangi Hama dan Penyakit Ikan. Solo : CV. Aneka

(10)

EISSN : 2723-0031 AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan, Perikanan, Dan Pertanian. 2013. Kebutuhan Lele Dumbo (Clarias

gariepinus) Capai 1 Ton Per Hari. http://portal.radioantero.com.index.

Dewi,A. Kusuma, Samsun H dan Sri W. 2016. Analisis Ektoparasit Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Di Kolam Budidaya Ikan Desa Gondosuli Kabupaten Tulungagung Sebagai Sumber Belajar Biologi. Prosiding Seminar Nasional II Tahun 2016. Kerjasama Prodi Pendidikan Biologi FKIP dengan Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) Universitas Muhammadiyah Malang.

Hadiroseyani, Y., Hariyadi P., Nuryati S. 2006. Inventarisasi Parasit Lele Dumbo (Clarias sp). di Daerah Bogor. Jurnal Akuakultur Indonesia. 05 (02) : 167-177.

Iqbal, Z., Shafqat & F. Haroon. 2012. Lernaea Diversity And Infection In Indian And Chinese Carps Under Semi-Intensive Culture Conditions In Lahore, Punjab, The Journal of Animal & Plant Sciences, Vol. 22 (4): 923-926.

Kordi, M.G.H. 2010. Budidaya Ikan Lele Dumbo di Kolam Terpal Penanggulangan Hama dan Penyakit. Asdi Mahasatya. Jakarta.

Moyle,P.B and Jr.J.J.Cech. 2004. Fishes An Intoduction to Ichthyology. Upper Saddle River:Prentice Hall

Prasetya, N, Sri S dan Kismiyati. 2013. Prevalensi Ektoparasit Yang Menyerang Benih Ikan Koi (Cyprinus carpio) Di Bursa Ikan Hias Surabaya. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 5 No. 1, April 2013

Rustikawati, I., R. Rostika, D. Iriana & E. Herlina. 2004. Intensitas Dan Prevalensi Ektoparasit Pada Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) Yang Berasal Dari Kolam Tradisional Dan Longyam Di Desa Sukamulya Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Jurnal Akuakultur Indonesia, Volume 3 No. (3): 33-39.

Rizki, A.P, Yudha F , Razali D , T. Fadrial K , Muhammad H dan Zuhrawati. 2016.

Identifikasi Parasit Pada Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Di Desa Lambro Deyah Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Medika Veterinaria.

Vol. 10 No. 2, Mei 2016

Wardany, K. H dan Nia Kurniawan. 2014. Eksplorasi Ektoparasit Pada Ikan Famili Cyprinidae Di Kolam Rumah Makan Wilayah Malang Raya. Jurnal Biotropika | Vol. 2 (2) : 87 - 91

Williams, E.H., L.B Williams. 1996. Parasites offshore big game fishes of Puerto Rico and the western atlantic. university Puerto rico, Mayagues.

Yuliartati,E. 2014. Tingkat Serangan Ektoparasit Pada Ikan Patin (Pangasius djambal) Pada Beberapa Pembudidaya Ikan Di Kota Makasar. FAPERIKA : Universitas Hasannudin

Referensi

Dokumen terkait

Adapun dampak lainnya ialah tidak ada lagi yang akan membantu kepala daerah hal : memimpin pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah,

Jika M adalah sebuah bilangan sedemikian sehingga tidak terdapat anggota himpunan yang lebih besar dari M tetapi terdapat sedikitnya satu anggota yang lebih besar daripada

Peneliti akan memperoleh pengetahuan yang lebih luas dan mendalam mengenai terobosan baru dalam dunia perbankan yaitu kegiatan layanan keuangan yang tidak dilakukan di

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kamar tidur umumnya persegi atau persegi panjang, persentase kelompok kamar kost yang dihuni oleh satu orang lebih besar dibandingkan

◦ Larutan tanah (sifatnya tersedia untuk diserap oleh akar tanaman) ◦ Bahan organik (mengalami proses perombakan).. ◦ Organisme tanah (komponen

Dapatan kajian ini menyokong kajian Williamson di mana min kepada elemen komunikasi pada tahap tertinggi bagi item soalan B28 iaitu pelaksanaan tugas antara kolej dan sekolah

Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi auditor berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan, sementara

5 ilmu sekarang ini yang mampu memahami sifat fisika dan kimia nanopartikel telah menarik perhatian peneliti untuk mengguna nanopartikel emas dalam kajian yang lebih luas,