• Tidak ada hasil yang ditemukan

News. Harian Kompas ( Kompas TV (

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "News. Harian Kompas ( Kompas TV ("

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Ikuti Tur | (http://www.kompas.com/tour/) Register (http://sains.kompas.com/services/sso/register /?next=http://sains.kompas.com/read/2013/06/14/14413232/Kembalikan.Kejayaan.Sapi.Bali) Get Personalized Here!

| Sign In (http://sains.kompas.com/services/sso/login/?next=http://sains.kompas.com/read/2013 /06/14/14413232/Kembalikan.Kejayaan.Sapi.Bali)

Search Go

Harian Kompas (http://cetak.kompas.com) | Kompas TV (http://www.kompas.tv)

http://www.kompas.com)

News

News News News News Sains Sains

News (http://news.kompas.com)

Ekonomi (http://bisniskeuangan.kompas.com) Bola (http://bola.kompas.com)

Tekno (http://tekno.kompas.com)

Entertainment (http://entertainment.kompas.com) Otomotif (http://otomotif.kompas.com)

Health (http://health.kompas.com) Female (http://female.kompas.com) Travel (http://travel.kompas.com) Properti (http://properti.kompas.com) Foto (http://foto.kompas.com)

Video (http://video.kompas.com) Forum (http://forum.kompas.com)

Kompasiana (http://www.kompasiana.com) Nasional (http://nasional.kompas.com) Regional (http://regional.kompas.com)

Megapolitan (http://megapolitan.kompas.com) Internasional (http://internasional.kompas.com) Olahraga (http://olahraga.kompas.com)

Sains (http://sains.kompas.com) Edukasi (http://edukasi.kompas.com) Infografis (http://infografis.kompas.com)

Surat Pembaca (http://inside.kompas.com/suratpembaca) News (http://news.kompas.com)

Sains (http://sains.kompas.com)

(2)

"Jaliteng, anakan sapi hasil pemuliabiakan perkawinan silang sapi bali dan banteng jawa di Taman Safari Indonesia II Prigen Pasuruan Jawa Timur"

KOMPAS.com/Moh. Anas

"Jaliteng, anakan sapi hasil pemuliabiakan perkawinan silang sapi bali dan banteng jawa di Taman Safari Indonesia II Prigen Pasuruan Jawa Timur"

KOMPAS.com/Moh. Anas

Kembalikan Kejayaan Sapi Bali

Penulis :

Yunanto Wiji Utomo

Jumat, 14 Juni 2013 | 14:41 WIB

+ Perbesar - Perkecil

JAKARTA, KOMPAS.com - Sapi Bali dahulu sempat menjadi primadona karena karakteristik dagingnya. Namun, kini pamor sapi Bali redup karena kurangnya pengetahuan akan manajemen budidaya.

Endang Tri Margawati yang dikukuhkan sebagai profesor riset bidang Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Jumat (14/6/2013) mengungkapkan, kejayaan sapi Bali bisa dikembalikan dengan penelitian intensif, termasuk menggunakan pendekatan molekuler.

Endang mengatakan, "Tahun 1970an, Indonesia pernah mengekspor sapi Bali ke Hongkong untuk steak. Daging sapi Bali rendah kadar lemak dan teksturnya lembut. Tapi karena kesalahan manajemen akhirnya sapi Bali menjadi kurang baik."

(3)

Menurutnya, peternak sapi Bali kurang menguasai teknik budidaya. Dahulu, sapi Bali gemuk dan besar. Namun, sekarang ukurannya menjadi kecil akibat inbreeding. Kualitas sapi Bali menjadi lebih rendah.

Endang mengungkapkan, sapi Bali sebenarnya memiliki keunggulan. "Saat ini dikenal carcass-nya tinggi. Artinya, kalau dipotong, daging yang bisa dimakan lebih banyak. Saya menduga karena sapi Bali punya tulang lebih kecil."

Untuk mencukupi kebutuhan daging, Endang menekankan perlunya meneliti beragam jenis sapi di Indonesia agar mendapatkan data tentang sapi yang mampu menghasilkan daging terbanyak secara relatif terhadap bobot tubuhnya.

Pendekatan molekuler bisa diaplikasikan. "Kita sedang berupaya untuk memurnikan (secara genetik) sapi Bali," ungkap Endang yang ditemui usai acara pengukuhan di gedung LIPI hari ini.

Sapi Bali murni kemudian dipakai sebagai induk baru.

Endang menuturkan, "kelemahan sapi bali adalah penyakit jembrana. penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang imunitas, mirip dengan virus HIV." Perlu dikembangkan vaksin yang lebih efektif untuk memerangi penyakit ini.

Great Science

Selain Endang, profesor riset yang juga dilantik hari ini adalah Harianto Soetjijo sebagai profesor riset bidang tenik sumber daya dan Gadis Sri Haryani sebagai profesor riset bidang limnologi.

Kepala LIPI, Lukman Hakim, mengatakan, LIPI akan terus berkarya untuk "menciptakan great science (ilmu pengetahuan yang berdampak penting dan invensi yang mendorong inovasi dalam upaya meningkatkan daya saing perekonomian nasional."

Lukman mengharapkan, profesor riset dapat berperan menghasilkan penemuan tersebut serta membina peneliti muda untuk berprestasi dalam ilmu pengetahuan. Dengan pengukuhan ini maka Indonesia kini punya 407 profesor riset dari 8148 peneliti, jumlah yang sebenarnya masih kurang.

Editor : yunan

Berita Terkait

Tiga Profesor Riset Nuklir Indonesia Dikukuhkan (http://sains.kompas.com/read/2013/06/13 /15460526/Tiga.Profesor.Riset.Nuklir.Indonesia.Dikukuhkan)

Sentani Barat Bakal Jadi Tempat Pembibitan Sapi (http://sains.kompas.com/read/2013/06/10 /05551745/Sentani.Barat.Bakal.Jadi.Tempat.Pembibitan.Sapi)

Populasi Sapi Potong Turun Drastis (http://sains.kompas.com/read/2013/06/10/02540685 /Populasi.Sapi.Potong.Turun.Drastis)

Impor Daging Tetap Digugat (http://sains.kompas.com/read/2013/05/30/02545572

(4)

Topik Pilihan:

Bus Masuk Jurang di Puncak (http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2669/1 /bus.masuk.jurang.di.puncak)

Kontroversi Tes Keperawanan (http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2668/1 /kontroversi.tes.keperawanan)

KPK Tangkap Kepala SKK Migas (http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2659/1 /kpk.tangkap.kepala.skk.migas)

Waduk Ria Rio Bersolek (http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2666/1/waduk.ria.rio.bersolek) Gebrakan Jokowi-Basuki (http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2133/1/gebrakan.jokowi-

basuki)

Geliat Politik Jelang 2014 (http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2184/1 /geliat.politik.jelang.2014)

/Impor.Daging.Tetap.Digugat)

Anas Tika, Sang "Profesor Tikus" dari Pinrang (http://sains.kompas.com/read/2013/03/20 /09230899/Anas.Tika.Sang.Profesor.Tikus.dari.Pinrang)

Berita Pilihan

(http://regional.kompas.com/read/2013/08/21/1137367

/Takut.Mati.Mendadak.Tak.Ada.Warga.Mau.Jadi.Kades)

Takut Mati Mendadak, Tak Ada Warga Mau Jadi Kades (http://regional.kompas.com/read/2013 /08/21/1137367/Takut.Mati.Mendadak.Tak.Ada.Warga.Mau.Jadi.Kades)

(http://properti.kompas.com/read/2013/08/20/2155291

/Jakarta.Paling.Seksi.di.Asia)

Jakarta Paling Seksi di Asia (http://properti.kompas.com/read/2013/08/20/2155291 /Jakarta.Paling.Seksi.di.Asia)

(http://megapolitan.kompas.com/read/2013/08/21/0806491/Kisah-

kisah.Lucu.Jokowi.)

Kisah-kisah Lucu Jokowi... (http://megapolitan.kompas.com/read/2013/08/21/0806491/Kisah- kisah.Lucu.Jokowi.)

(5)

(http://internasional.kompas.com/read/2013/08/21/0524286

/Sodorkan.100.Dollar.Pria.Australia.Bujuk.Wanita.Serahkan.Celana.Dalam) Sodorkan 100 Dollar, Pria Australia Bujuk Wanita Serahkan Celana Dalam (http://internasional.kompas.com/read/2013/08/21/0524286

/Sodorkan.100.Dollar.Pria.Australia.Bujuk.Wanita.Serahkan.Celana.Dalam)

(http://bola.kompas.com/read/2013/08/21/0340184

/.Comeback.Manis.Sociedad.di.Pentas.Eropa)

"Comeback" Manis Sociedad di Pentas Eropa (http://bola.kompas.com/read/2013/08/21/0340184 /.Comeback.Manis.Sociedad.di.Pentas.Eropa)

Terpopuler + indeks

(http://www.kompas.com/terpopuler)

1

Kisah Jokowi Bertemu Preman Tanah Abang (http://megapolitan.kompas.com/read/2013/08/20 /1858104/Kisah.Jokowi.Bertemu.Preman.Tanah.Abang)

2

Ilmuwan Singapura Penasaran dengan Cara Jokowi Menata Kota (http://megapolitan.kompas.com/read/2013/08/20/1913345

/Ilmuwan.Singapura.Penasaran.dengan.Cara.Jokowi.Menata.Kota) 3

Takut Diusir Basuki, Pedagang Tanaman di Senayan Tertibkan Diri (http://megapolitan.kompas.com/read/2013/08/20/2058563

/Takut.Diusir.Basuki.Pedagang.Tanaman.di.Senayan.Tertibkan.Diri) 4

MUI: Tes Keperawanan Perlu Masuk Undang-undang (http://regional.kompas.com/read/2013 /08/20/1259325/MUI.Tes.Keperawanan.Perlu.Masuk.Undang-undang)

5

Jokowi Tak Berpikir Balas Dendam di Tanah Abang (http://megapolitan.kompas.com/read/2013 /08/20/1924230/Jokowi.Tak.Berpikir.Balas.Dendam.di.Tanah.Abang)

Terbaru + indeks

(http://sains.kompas.com)

Penyelamatan Observatorium Bosscha dari Polusi Cahaya Didorong (http://sains.kompas.com /read/2013/08/21/0957393/Penyelamatan.Observatorium.Bosscha.dari.Polusi.Cahaya.Didorong) 75 Jenis Wayang Punah (http://sains.kompas.com/read/2013/08/21/0933447

/75.Jenis.Wayang.Punah)

Fenomena Gerhana Bulan di Mars Diabadikan (http://sains.kompas.com/read/2013/08/20

(6)

(http://www.kompas.com)

News (http://news.kompas.com)

Nasional (http://nasional.kompas.com) Regional (http://regional.kompas.com)

Megapolitan (http://megapolitan.kompas.com) Internasional (http://internasional.kompas.com)

Olah Raga (http://olahraga.kompas.com) Sains (http://sains.kompas.com)

Edukasi (http://edukasi.kompas.com) Infografis (http://infografis.kompas.com)

Surat Pembaca (http://inside.kompas.com/suratpembaca)

Ekonomi (http://bisniskeuangan.kompas.com) Bola (http://bola.kompas.com)

Tekno (http://tekno.kompas.com)

Entertainment (http://entertainment.kompas.com) Otomotif (http://otomotif.kompas.com)

Health (http://health.kompas.com)

Female (http://female.kompas.com) Travel (http://travel.kompas.com) Properti (http://properti.kompas.com) Foto (http://foto.kompas.com)

Video (http://video.kompas.com) Forum (http://forum.kompas.com)

Grazera (http://www.grazera.com) SCOOP (http://www.getscoop.com)

Kompas Gramedia Digital Group

/2141117/Fenomena.Gerhana.Bulan.di.Mars.Diabadikan)

"Board Game" Serupa Catur Diduga Dimainkan sejak Zaman Perunggu (http://sains.kompas.com /read/2013/08/20/1940470

/.Board.Game.Serupa.Catur.Diduga.Dimainkan.sejak.Zaman.Perunggu)

Di Manakah Tempat dengan Percepatan Gravitasi Terendah? (http://sains.kompas.com/read/2013 /08/20/1910074/Di.Manakah.Tempat.dengan.Percepatan.Gravitasi.Terendah.)

buka

tutup to top

Artikel Sebelumnya

Tiga Profesor Riset Nuklir Indonesia Dikukuhkan (http://sains.kompas.com/read/2013 /06/13/15460526/Tiga.Profesor.Riset.Nuklir.Indonesia.Dikukuhkan?utm_source=sains&

utm_medium=cpc&utm_campaign=artbox)

(7)

Kompasiana (http://www.kompasiana.com)

KompasKarier.com (http://www.kompaskarier.com) Midazz (http://www.midazz.com)

Urbanesia (http://www.urbanesia.com) GameSaku (http://www.gamesaku.com) MakeMac (http://www.makemac.com)

About Us (http://inside.kompas.com/about-us) -

Advertise (http://apps.kompas.com/ratecard) -

Policy (http://inside.kompas.com/policy) -

Pedoman Media Siber (http://inside.kompas.com/pedoman) -

Career (http://inside.kompas.com/karir) -

Contact Us (http://inside.kompas.com/contact-us) -

RSS (http://inside.kompas.com/getrss) -

Site Map (http://inside.kompas.com/sitemap)

©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group) (http://www.kompasgramedia.com). All Rights Reserved.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan Penelitian : Tujuan dari penulisan laporan studi kasus ini adalah untuk dapat menerapkan penatalaksanaan (management) pasien Osteoartritis dengan pendekatan

Penelitian kami mencoba membuat suatu sistem skoring yang dapat meramalkan mortalitas pada anak usia kurang dari satu tahun dengan perdarahan intra- kranial spontan.. Sistem

The research was aimed at improving students’ grammar mastery in using simple past tense through songs.. The method of the research was Classroom Action Research which was

Desain sudu yang banyak digunakan yaitu beberapa tipe dari NACA ( National Advisory Committe for Aeronautics ) seperti 4412, 4415, 4418, dengan memvariasikan jumlah

Kendala-Kendala yang di hadapi oleh Staf DPRD Kota Pontianak dalam membantu menyelenggarakan tugas kesekretariatan dan menyelenggarakan fungsi DPRD terkait dengan

Berdasarkan hasil dari ketiga penelitian yang dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa menerapkan model learning cycle 7E dalam proses pembelajaran dapat

Uranus akan terlihat seperti bintang yang sangat redup sehingga sulit dibedakan, sehingga lebih mudah dengan bantuan binokuler dan peta bintang yang akurat,