BUPATI BELITUNG
PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 29 TAHUN 2009
TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI SEKRETARIAT DAERAH
KABUPATEN BELITUNG
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI BELITUNG,
Menimbang : a. bahwa sehubungan dengan perubahan struktur organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung sebagaimana yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 10 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 19 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Belitung dan Staf Ahli, perlu merubah beberapa ketentuan dalam Peraturan Bupati Belitung Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung untuk disesuaikan dengan perubahan Peraturan Daerah dimaksud;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas, dipandang perlu untuk menetapkan Peraturan Bupati Belitung tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Belitung Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II dan Kotapraja di Propinsi Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821);
2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890);
3. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 217, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4033);
4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/ Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah;
9. Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 18 Tahun 2007 tentang Pola Organisasi Pemerintahan Daerah Kabupaten Belitung (Lembaran Daerah Kabupaten Belitung Tahun 2007 Nomor 18), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 9 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 18 Tahun 2007 tentang Pola Organisasi Pemerintahan Daerah Kabupaten Belitung (Lembaran Daerah Kabupaten Belitung Tahun 2009 Nomor 9);
10. Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 19 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Belitung dan Staf Ahli (Lembaran Daerah Kabupaten Belitung Tahun 2007 Nomor 19) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 10 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 19 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Belitung dan Staf Ahli (Lembaran Daerah Kabupaten Belitung Tahun 2009 Nomor 10);
11. Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 14 Tahun 2008 tentang Kewenangan Pemerintahan Kabupaten Belitung (Lembaran Daerah Kabupaten Belitung Tahun 2008 Nomor 14);
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN BUPATI BELITUNG TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BELITUNG.
PASAL I
Beberapa ketentuan dalam Peraturan Bupati Belitung Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung (Berita Daerah Kabupaten Belitung Tahun 2008 Nomor 21), diubah sebagai berikut :
1. Ketentuan pada Pasal 5 ayat (1) huruf b angka 2, angka 4 huruf b, angka 6 dan angka 9, diubah, sehingga Pasal 5 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 5
(1) Sekretariat daerah terdiri dari 3 (tiga) asisten dan 9 (sembilan) bagian dengan dibantu kelompok jabatan fungsional yaitu :
a. Asisten terdiri dari :
1. Asisten I Bidang Pemerintahan;
2. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan;
3. Asisten III Bidang Administrasi.
b. Bagian terdiri dari :
1. Bagian Tata Pemerintahan terdiri dari : a. Sub Bagian Tata Pemerintahan Umum;
b. Sub Bagian Otonomi Daerah;
c. Sub Bagian Otonomi Desa.
2. Bagian Hukum terdiri dari :
a. Sub Bagian Produk Hukum Daerah;
b. Sub Bagian Tata Hukum;
c. Sub Bagian Dokumentasi dan Informasi Hukum.
3. Bagian Hubungan Masyarakat terdiri dari :
a. Sub Bagian Penyaringan Informasi dan Santel;
b. Sub Bagian Hubungan Lembaga;
c. Sub Bagian Pers dan Peliputan.
4. Bagian Pembangunan terdiri dari : a. Sub Bagian Pengendalian;
b. Sub Bagian Perencanaan;
c. Sub Bagian Pelaporan.
5. Bagian Perekonomian terdiri dari : a. Sub Bagian Produksi Bidang I;
b. Sub Bagian Produksi Bidang II;
c. Sub Bagian Produksi Bidang III.
6. Bagian Kesejahteraan Rakyat terdiri dari :
a. Sub Bagian Agama, Pendidikan dan Kebudayaan;
b. Sub Bagian Kesehatan, Keluarga Berencana, Pemuda dan Olah Raga;
c. Sub Bagian Pemberdayaan, Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
7. Bagian Umum dan Perlengkapan terdiri dari : a. Sub Bagian Administrasi Perkantoran;
b. Sub Bagian Perlengkapan;
c. Sub Bagian Rumah Tangga dan Protokol.
8. Bagian Keuangan terdiri dari :
a. Sub Bagian Perencanaan dan Angggaran;
b. Sub Bagian Verifikasi dan Perbendaharaan;
c. Sub Bagian Pembukuan dan Pelaporan.
9. Bagian Organisasi terdiri dari :
a. Sub Bagian Kelembagaan dan Tata Laksana;
b. Sub Bagian Kepegawaian;
c. Sub Bagian Pengolahan Data.
(2) Asisten sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada sekretaris daerah.
2. Ketentuan pada Pasal 6 diubah, sehingga Pasal 6 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 6
Asisten I Bidang Pemerintahan mempunyai tugas membantu sekretaris daerah dalam penyusunan kebijakan dan pengkoordinasian penyelenggaraan pemerintahan, hukum dan hubungan masyarakat.
3. Ketentuan pada Pasal 7 diubah, sehingga Pasal 7 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 7
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Asisten I Bidang Pemerintahan mempunyai fungsi :
a. perumusan bahan penyusunan kebijakan pemerintahan daerah di bidang pemerintahan, hukum dan hubungan masyarakat;
b. pelaksanaan koordinasi kegiatan penyelenggaraan pemerintahan bidang pemerintahan, hukum dan hubungan masyarakat;
c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintahan daerah bidang pemerintahan, hukum dan hubungan masyarakat;
d. pembinaan administrasi dan aparatur pada bagian-bagian yang berada di bawah tanggungjawabnya dan Dinas, Lembaga Teknis Daerah yang berada di bawah koordinasinya; dan
e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
4. Ketentuan pada Pasal 8 ayat (1) huruf b dan ayat (3) huruf l dan m diubah, sehingga Pasal 8 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 8
(1) Asisten I Bidang Pemerintahan terdiri dari : a. Bagian Tata Pemerintahan;
b. Bagian Hukum;
c. Bagian Hubungan Masyarakat.
(2) Bagian-bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), masing- masing dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang berada dibawah dan bertanggungjawab langsung kepada Asisten I Bidang Pemerintahan.
(3) Asisten I Bidang Pemerintahan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya mengkoordinir Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah dan Instansi Vertikal di daerah sebagai berikut :
a. Pengadilan Negeri;
b. Pengadilan Agama;
c. Kejaksaan Negeri;
d. KODIM 0414 Belitung;
e. LANUD Tanjungpandan;
f. Pos Angkatan Laut Tanjungpandan;
g. POLRES Belitung;
h. Sekretariat DPRD;
i. Inspektorat;
j. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil;
k. Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat;
l. Satuan Polisi Pamong Praja;
m. Kantor Pertanahan Kabupaten Belitung;
n. Kecamatan;
o. Kelurahan;
p. Sekretariat KPUD;
q. Lembaga Pemasyarakatan;
r. Kantor Imigrasi;
5. Judul pada Paragraf 2 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :
”Paragraf 2 Bagian Hukum
6. Ketentuan pada Pasal 18 diubah, sehingga Pasal 18 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 18
Bagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pembinaan penyelenggaraan pembentukan produk hukum daerah dan telaahan peraturan perundang-undangan, pemberian advis hukum, inventarisasi dan dokumentasi produk hukum, serta informasi hukum.
7. Ketentuan pada Pasal 19 diubah, sehingga Pasal 19 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 19
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, Bagian Hukum mempunyai fungsi :
a. penyusunan program kerja di bidang tugasnya dan evaluasi pelaksanaannya;
b. pengkoordinasian perumusan pembentukan produk hukum daerah dan penelaahan peraturan perundang-undangan;
c. pemberian pertimbangan/ advis hukum atas masalah hukum yang menyangkut perkara dalam hubungan kedinasan dan pengelolaan administrasi penyidik pegawai negeri sipil (PPNS);
d. pelaksanaan inventarisasi dan dokumentasi produk hukum daerah dan penyusunan Memorandum Of Understanding (MoU)/ Perjanjian Kerjasama;
e. pembinaan administrasi dan penyelenggaraan tata usaha bagian serta pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
8. Ketentuan pada Pasal 20 diubah, sehingga Pasal 20 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 20
Bagian Hukum terdiri dari :
a. Sub Bagian Produk Hukum Daerah;
b. Sub Bagian Tata Hukum;
c. Sub Bagian Dokumentasi dan Informasi Hukum.
9. Ketentuan pada Pasal 21 diubah, sehingga Pasal 21 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 21
Sub Bagian Produk Hukum Daerah mempunyai tugas menyiapkan bahan dalam rangka perumusan pembentukan produk hukum daerah dan penelaahan peraturan perundang-undangan.
10. Ketentuan pada Pasal 22 diubah, sehingga Pasal 22 berbunyi sebagai berikut :
“Pasal 22
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, Sub Bagian Produk Hukum Daerah mempunyai fungsi : a. penghimpunan dan pengkajian peraturan perundang-undangan,
kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan- bahan lainnya yang berhubungan dengan bidang tugasnya sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan bahan dalam rangka perumusan pembentukan produk hukum daerah (Peraturan Daerah, Peraturan Bupati dan Keputusan Bupati), penerbitan Lembaran Daerah dan Berita Daerah serta penelaahan dan analisis peraturan perundang- undangan;
c. penyusunan laporan dan pengevaluasian semua hasil pelaksanaan tugas dan kegiatan di bidang tugasnya;
d. pemberian saran dan/ atau pertimbangan kepada Kapala Bagian Hukum tentang langkah-langkah atau tindakan-tindakan yang perlu diambil di bidang tugasnya serta pelaksanaan tugas
lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
11. Ketentuan pada Pasal 23 diubah, sehingga Pasal 23 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 23
Sub Bagian Tata Hukum mempunyai tugas menyiapkan bahan dalam rangka memberikan pertimbangan/ advis hukum atas masalah hukum yang menyangkut perkara dalam hubungan kedinasan.
12. Ketentuan pada Pasal 24 diubah, sehingga Pasal 24 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 24
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23, Sub Bagian Tata Hukum mempunyai fungsi :
a. penghimpunan dan pengkajian peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan- bahan lainnya yang berhubungan dengan bidang tugasnya sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan bahan dalam rangka memberikan pertimbangan/
advis hukum atas masalah dan persoalan hukum bagi pegawai yang tersangkut perkara dalam hubungan kedinasan, serta pengelolaan administrasi penyidik pegawai negeri sipil (PPNS);
c. penyusunan laporan dan pengevaluasian semua hasil pelaksanaan tugas dan kegiatan di bidang tugasnya;
d. pemberian saran dan/ atau pertimbangan kepada Kapala Bagian Hukum tentang langkah-langkah atau tindakan-tindakan yang perlu diambil di bidang tugasnya serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
13. Ketentuan pada Pasal 25 diubah, sehingga Pasal 25 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 25
Sub Bagian Dokumentasi dan Informasi Hukum mempunyai tugas pelaksanaan inventarisasi dan dokumentasi produk hukum, pembinaan dan pengembangan Sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi (SJDI) Hukum serta penyusunan Memorandum Of Understanding (MoU)/Perjanjian Kerjasama.
14. Ketentuan pada Pasal 26 diubah, sehingga Pasal 26 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 26
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, Sub Bagian Dokumentasi dan Informasi Hukum mempunyai fungsi :
a. penghimpunan dan pengkajian peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan- bahan lainnya yang berhubungan dengan bidang tugasnya sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan bahan dalam rangka penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penyelenggaraan pendokumentasian dan mempublikasikan peraturan perundang-undangan dan produk hukum daerah, menyiapkan dan menyelenggarakan sistem jaringan dokumentasi dan informasi hukum (SJDIH);
c. penyusunan laporan dan pengevaluasian semua hasil pelaksanaan tugas dan kegiatan di bidang tugasnya;
d. pemberian saran dan/ atau pertimbangan kepada Kapala Bagian Hukum tentang langkah-langkah atau tindakan-tindakan yang perlu diambil di bidang tugasnya serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
15. Ketentuan pada Pasal 38 diubah, sehingga Pasal 38 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 38
(1) Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan terdiri dari :
a. Bagian Pembangunan;
b. Bagian Perekonomian;
c. Bagian Kesejahteraan Rakyat.
(2) Bagian-bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), masing- masing dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang berada dibawah dan bertanggungjawab langsung kepada Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan.
(3) Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya mengkoordinir Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Instansi Vertikal, Badan Usaha Milik Daerah dan Badan Usaha Milik Negara di daerah sebagai berikut :
a. Dinas Pekerjaan Umum;
b. Dinas Pertanian dan Kehutanan;
c. Dinas Kelautan dan Perikanan;
d. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika;
e. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal;
f. Dinas Pertambangan dan Energi;
g. Dinas Kebersihan, Pasar dan Pertamanan;
h. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
i. Dinas Pendidikan;
j. Dinas Kesehatan;
k. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata;
l. Dinas Pemuda dan Olah Raga;
m. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah;
n. Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Perempuan dan Keluarga Berencana;
o. Badan Lingkungan Hidup Daerah
p. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten;
q. Badan Pusat Statistik Kabuapten Belitung;
r. Kantor Departemen Agama;
s. Administrasi Pelabuhan Tanjungpandan;
t. Bandara H.A.S. Hanandjoedin;
u. Stasiun Meteorologi dan Geofisika;
v. PT. Pelindo;
x. PT. TELKOM;
y. PT. PELNI;
z. PT. PLN Cabang Tanjungpandan;
å. Perbankan milik Pemerintah dan Swasta;
ä. Perusahaan Jasa Asuransi milik Pemerintah dan Swasta cc. Pegadaian Cabang Tanjungpandan;
dd. PT. Belitong Mandiri (BUMD);
ee. PDAM;
ff. Pelabuhan Perikanan Pantai;
gg. Karantina;
hh. Sub DOLOG.
16. Ketentuan pada Pasal 41 diubah, sehingga Pasal 41 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 41 Bagian Pembangunan terdiri dari : a. Sub Bagian Pengendalian;
b. Sub Bagian Perencanaan;
c. Sub Bagian Pelaporan.
17. Ketentuan pada Pasal 44 diubah, sehingga Pasal 44 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 44
Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyiapkan dan mengumpulkan data/informasi, berkoordinasi dengan bagian- bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung dalam rangka penyiapan penyusunan rencana strategi dan rencana kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
18. Ketentuan pada Pasal 45 diubah, sehingga Pasal 45 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 45
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44, Sub Bagian Perencanaan mempunyai fungsi :
a. penghimpunan dan pengkajian peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan- bahan lainnya yang berhubungan dengan bidang tugasnya sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan data dan informasi, mengoordinasikan dengan bagian-bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung dalam rangka penyusunan program pembangunan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Belitung (APBD), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN);
c. pengumpulan, mengoordinasikan, mengelola, menganalisa data dan informasi dalam rangka menyusun program kerja yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
d. pelaksanaan inventarisasi permasalahan dan mempersiapkan solusi pemecahan di bidang tugasnya;
e. penyusunan laporan dan evaluasi atas hasil pelaksanaan kegiatan di bidang tugasnya;
f. pemberian saran dan/ atau pertimbangan kepada Kapala Bagian Pembangunan tentang langkah-langkah atau tindakan- tindakan yang perlu diambil di bidang tugasnya serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
19. Judul pada Paragraf 3 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :
“Paragraf 3
Bagian Kesejahteraan Rakyat
20. Ketentuan pada Pasal 57 diubah, sehingga Pasal 57 berbunyi sebagai berikut :
“Pasal 57
Bagian Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan pedoman kebijakan penyelenggaraan dan pengkoordinasian bidang kesejahteraan rakyat.
21. Ketentuan pada Pasal 58 diubah, sehingga Pasal 58 berbunyi
“Pasal 58
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57, Kesejahteraan Rakyat mempunyai fungsi :
a. pengkoordinasian kegiatan-kegiatan peningkatan kesejahteraan rakyat;
b. penyiapan bahan perencanaan kebijakan, usaha dan bantuan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
c. pemantauan dan evaluasi kegiatan-kegiatan peningkatkan kesejahteraan rakyat;
d. pembinaan administrasi dan penyelenggaraan tata usaha bagian serta pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
22. Ketentuan pada Pasal 59 diubah, sehingga Pasal 59 berbunyi sebagai berikut :
“Pasal 59 Bagian Kesejahteraan Rakyat terdiri dari :
a. Sub Bagian Agama, Pendidikan dan Kebudayaan;
b. Sub Bagian Kesehatan, Keluarga Berencana, Pemuda dan Olah Raga;
c. Sub Bagian Pemberdayaan, Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
23. Ketentuan pada Pasal 61 huruf e diubah, sehingga Pasal 61 berbunyi sebagai berikut :
“Pasal 61
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, Sub Bagian Agama, Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai fungsi :
a. penghimpunan dan pengkajian peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan- bahan lainnya yang berhubungan dengan bidang tugasnya sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan bahan dalam rangka koordinasi kegiatan agama, pendidikan dan kebudayaan dan pelayanan publik dalam usaha dan bantuan keagamaan;
c. penyiapan bahan dalam rangka penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan usaha sosial, bantuan keagamaan termasuk urusan haji, pendidikan dan kebudayaan;
d. penyusunan laporan dan pengevaluasian semua hasil pelaksanaan tugas dan kegiatan di bidang tugasnya;
e. pemberian saran dan/ atau pertimbangan kepada Kapala Bagian Kesejahteraan Rakyat tentang langkah-langkah atau tindakan-tindakan yang perlu diambil di bidang tugasnya serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
24. Ketentuan pada Pasal 63 huruf e diubah, sehingga Pasal 63 berbunyi sebagai berikut :
“Pasal 63
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62, Sub Bagian Kesehatan, Keluarga Berencana, Pemuda dan Olah Raga mempunyai fungsi :
a. penghimpunan dan pengkajian peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan- bahan lainnya yang berhubungan dengan bidang tugasnya sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan bahan dalam rangka koordinasi kegiatan kesehatan, keluarga berencana, pemuda dan olah raga;
c. penyiapan bahan dalam rangka penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan usaha sosial, bantuan kesehatan, keluarga berencana, pemuda dan olah raga sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
d. penyusunan laporan dan pengevaluasian semua hasil pelaksanaan tugas dan kegiatan di bidang tugasnya;
e. pemberian saran dan/ atau pertimbangan kepada Kapala Bagian Kesejahteraan Rakyat tentang langkah-langkah atau tindakan-tindakan yang perlu diambil di bidang tugasnya serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
25. Ketentuan pada Pasal 65 huruf e diubah, sehingga Pasal 65 berbunyi sebagai berikut :
“Pasal 65
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64, Sub Bagian Pemberdayaan, Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai fungsi :
a. penghimpunan dan pengkajian peraturan perundang-undangan, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan bidang tugasnya sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan bahan dalam rangka koordinasi kegiatan pemberdayaan, sosial, tenaga kerja, dan transmigrasi;
c. penyiapan bahan dalam rangka penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan usaha sosial, bantuan, pemberdayaan, sosial, tenaga kerja dan transmigrasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
d. penyusunan laporan dan pengevaluasian semua hasil pelaksanaan tugas dan kegiatan di bidang tugasnya;
e. pemberian saran dan/ atau pertimbangan kepada Kapala Bagian Kesejahteraan Rakyat tentang langkah-langkah atau tindakan-tindakan yang perlu diambil di bidang tugasnya serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
26. Ketentuan pada Pasal 66 diubah, sehingga Pasal 66 berbunyi sebagai berikut :
“Pasal 66
Asisten III Bidang Administrasi mempunyai tugas membantu sekretaris daerah dalam penyusunan kebijakan dan pengkoordinasian penyelenggaraan umum dan perlengkapan, keuangan, dan organisasi.
27. Ketentuan pada Pasal 67 diubah, sehingga Pasal 67 berbunyi sebagai berikut :
“Pasal 67
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66, Asisten III Bidang Administrasi mempunyai fungsi :
a. perumusan bahan penyusunan kebijakan pemerintahan daerah di bidang umum dan perlengkapan, keuangan, dan organisasi;
b. pelaksanaan koordinasi kegiatan penyelenggaraan pemerintahan bidang umum dan perlengkapan, keuangan, dan organisasi;
c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintahan daerah bidang umum dan perlengkapan, keuangan, dan organisasi;
d. pembinaan administrasi dan aparatur pada Bagian-bagian yang berada dibawah tanggungjawabnya dan Dinas, Lembaga Teknis Daerah yang berada di bawah koordinasinya; dan
e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
28. Ketentuan pada Pasal 68 ayat (1) huruf c dan ayat (3) diubah, sehingga Pasal 68 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 68
(1) Asisten III Bidang Administrasi terdiri dari : a. Bagian Umum dan Perlengkapan;
b. Bagian Keuangan;
c. Bagian Organisasi.
(2) Bagian-bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), masing- masing dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang berada dibawah dan bertanggungjawab langsung kepada Asisten III Bidang Administrasi.
(3) Asisten III Bidang Administrasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya mengkoordinir Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Instansi Vertikal, dan Badan Usaha Milik Negara di daerah sebagai berikut :
a. Badan Kepegawaian Daerah;
b. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah;
c. Kantor Kearsipan dan Perpustakaan;
d. Kantor Pendidikan dan Pelatihan;
e. Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu;
f. KPPN Tanjungpandan;
g. Kantor Pelayanan Pajak;
h. Kantor Penyuluhan PBB;
i. PT. Pos dan Giro;
j. Kantor Bea dan Cukai Tanjungpandan;
k. Perumnas.
29. Judul pada Paragraf 3 Bagian Keempat diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :
”Paragraf 3 Bagian Organisasi
30. Ketentuan pada Pasal 87 diubah, sehingga Pasal 87 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 87
Bagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penyelenggaraan penataan kelembagaan perangkat daerah kabupaten, petunjuk teknis sistem dan prosedur kerja, pengawasan melekat dan akuntabilitas pada satuan organisasi perangkat daerah, administrasi kepegawaian, serta pengolahan data.
31. Ketentuan pada Pasal 88 diubah, sehingga Pasal 88 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 88
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87, Bagian Organisasi mempunyai fungsi :
a. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kerja di bidang organisasi;
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dalam rangka penyelenggaraan penataan kelembagaan perangkat daerah kabupaten, petunjuk teknis sistem dan prosedur kerja, pengawasan melekat dan akuntabilitas pada satuan organisasi perangkat daerah, administrasi kepegawaian, serta pengolahan data.
c. pelaksanaan kebijakan dalam penyelenggaraan penataan kelembagaan perangkat daerah kabupaten, petunjuk teknis sistem dan prosedur kerja, pengawasan melekat dan akuntabilitas pada satuan organisasi perangkat daerah, administrasi kepegawaian, serta pengolahan data.
d. pembinaan administrasi dan penyelenggaraan tata usaha bagian serta pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
32. Ketentuan pada Pasal 89 diubah, sehingga Pasal 89 berbunyi sebagai berikut :
“Pasal 89 Bagian Organisasi terdiri dari :
a. Sub Bagian Kelembagaan dan Tata Laksana;
b. Sub Bagian Kepegawaian;
c. Sub Bagian Pengolahan Data.
33. Ketentuan Pasal 90 diubah, sehingga Pasal 90 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 90
Sub Bagian Kelembagaan dan Tata Laksana mempunyai tugas menyiapkan bahan dalam rangka penyelengaraan penataan kelembagaan perangkat daerah kabupaten, petunjuk teknis sistem dan prosedur kerja, pengawasan melekat dan akuntabilitas pada satuan organisasi perangkat daerah.
34. Ketentuan pada Pasal 91 diubah, sehingga Pasal 91 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 91
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90, Sub Bagian Kelembagaan dan Tata Laksana mempunyai fungsi :
a. penghimpunan dan pengkajian peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan- bahan lainnya yang berhubungan dengan bidang tugasnya sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan bahan dalam rangka penyelengaraan penataan kelembagaan perangkat daerah kabupaten, petunjuk teknis sistem dan prosedur kerja, pengawasan melekat dan akuntabilitas pada satuan organisasi perangkat daerah;
c. penyusunan laporan dan pengevaluasian semua hasil pelaksanaan tugas dan kegiatan di bidang tugasnya;
d. pemberian saran dan/ atau pertimbangan kepada Kapala Bagian Organisasi tentang langkah-langkah atau tindakan- tindakan yang perlu diambil di bidang tugasnya serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
35. Ketentuan pada Pasal 92 diubah, sehingga Pasal 92 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 92
Sub Bagian Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan bahan dalam rangka penyelengaraan penyusunan rencana kebutuhan dan pengembangan pegawai, mutasi dan administrasi kepegawaian.
36. Ketentuan Pasal 93 diubah, sehingga Pasal 93 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 93
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92, Sub Bagian Kepegawaian mempunyai fungsi :
a. penghimpunan dan pengkajian peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan- bahan lainnya yang berhubungan dengan bidang tugasnya sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan bahan dalam rangka penyelengaraan penyusunan rencana kebutuhan dan pengembangan pegawai, mutasi dan administrasi kepegawaian;
c. penyusunan laporan dan pengevaluasian semua hasil pelaksanaan tugas dan kegiatan di bidang tugasnya;
d. pemberian saran dan/ atau pertimbangan kepada Kapala Bagian Organisasi tentang langkah-langkah atau tindakan- tindakan yang perlu diambil di bidang tugasnya serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
37. Ketentuan Pasal 94 diubah, sehingga Pasal 94 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 94
Sub Bagian Pengolahan Data mempunyai tugas menyiapkan bahan dalam rangka penyelengaraan pengolahan data manual dan elektronik.
38. Ketentuan pada Pasal 95 diubah, sehingga Pasal 95 berbunyi sebagai berikut :
”Pasal 95
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94, Sub Bagian Pengolahan Data mempunyai fungsi :
a. penghimpunan dan pengkajian peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan- bahan lainnya yang berhubungan dengan bidang tugasnya sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan bahan dalam rangka penyelengaraan pengolahan data;
c. penyusunan laporan dan pengevaluasian semua hasil pelaksanaan tugas dan kegiatan di bidang tugasnya;
d. pemberian saran dan/ atau pertimbangan kepada Kapala Bagian Organisasi tentang langkah-langkah atau tindakan- tindakan yang perlu diambil di bidang tugasnya serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
PASAL II
Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Belitung.
Ditetapkan di Tanjungpandan pada tanggal 28 Desember 2009
BUPATI BELITUNG,
Ttd.
DARMANSYAH HUSEIN
Diumumkan di Tanjungpandan pada tanggal 28 Desember 2009
SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BELITUNG,
Ttd,
M U L G A N I
BERITA DAERAH KABUPATEN BELITUNG TAHUN 2009 NOMOR 29