• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Energi Terbarukan Berbasis (Produktivitas) Komunitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pengembangan Energi Terbarukan Berbasis (Produktivitas) Komunitas"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

Pengembangan Energi Terbarukan Berbasis (Produktivitas) Komunitas

Ahmad Rahma Wardhana, S.T., M.Sc.

Peneliti Pusat Studi Energi UGM Pendiri-Sekretaris SUFI / Sustainable Food & Energy Initiative

Knowledge Sharing BK Teknik Fisika PII

Selasa, 2 November 2021

(2)

Ahmad Rahma Wardhana

Yogyakarta, Senin Legi, 25 September 1989

ALMAMATER

• SDN Petinggen I Yogyakarta; SMPN 5 Yogyakarta; SMAN 4 Yogyakarta

• S1 di Departemen Teknik Fisika, Fakultas Teknik UGM

• S2 di Minat Studi Teknologi untuk Pengembangan

Berkelanjutan, Program Studi Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana UGM

• S3 (LoA – Proses Seleksi LPDP) Program Doktor Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM

AKTIVITAS

• Bidang keilmuan: energi terbarukan dan sustainable development

• Peneliti Independen di UGM: DPKM, PSE, PSEK, dan institusi UGM lainnya

• Lebih dari 50 aktivitas di 14 provinsi sejak 2011

• Mengabdi di PW LPBI NU DIY, PP LPBI NU, dan PB AL KMNU (Waketum)

• Salah satu pendiri dan Sekretaris SUFI (Sustainable Food &

Energy Initiative)

PROFIL

082223339095

[email protected]

(3)

BEBERAPA KARYA

2018 2018 2018 2019 2021

(4)

REALITAS

83.820 Desa 1

433 Desa gelap-gulita 2

5.231 desa berlistrik non-PLN dengan kualitas buruk 2

1Badan Pusat Statistik

2https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/-dirjen-ebtke-100-patriot-energi-bantu-elektrifikasi-desa-4t

(5)

• Nama Hibah

Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (PSDABM)

• Judul Kegiatan

Peningkatan Pendapatan Rumah Tangga Miskin melalui Usaha Hijau yang Didukung oleh Energi Terbarukan.

• Nilai Hibah Rp 16.756.874.156,00

• Lokasi

1 Jorong atau Dusun di Solok Selatan (10.800 Wp), Sumatera Barat dan 2 Desa di Tanjung Jabung Timur, Jambi (20.700 Wp dan 41.800 Wp)

• Durasi Hibah

Juni 2016 sampai dengan Februari 2018 (20 bulan)

• Total Daya; Harga Energi

73.300 Wp (73,3 kW); Rp 9.189,26 per kWh

STUDI KASUS 1: KEMALA

(6)

STUDI KASUS 1: KEMALA

(7)

STUDI KASUS 1: KEMALA

(8)

STUDI KASUS 1: KEMALA

(9)

STUDI KASUS 1: KEMALA

(10)

STUDI KASUS 1: KEMALA

(11)

STUDI KASUS 1: KEMALA

(12)

STUDI KASUS 1: KEMALA

(13)

• Nama Hibah

Global Environment Facility/Small Grants Program

• Judul Kegiatan

Basic Design Renewable Energy: Bottom-Up Approach

• Penerima Hibah

UGM: Pusat Studi Energi, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat, Sekolah Vokasi, dan Pusat Kajian Kepemudaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

• Durasi Hibah

Oktober 2018 sampai dengan Juli 2019 (10 bulan)

• Lokasi

Provinsi Gorontalo, Kabupaten Wakatobi, Pulau Nusa Penida, dan Pulau Semau (NTT)

• Keunikan Pendekatan

(1) Melibatkan OMS (Organisasi Masyarakat Sipil) setempat yang telah lama mendampingi masyarakat dan universitas di tingkat kabupaten atau provinsi; (2) keputusan teknologi dan kelembagaan lokal pengelolanya berdasarkan hasil diskusi dengan penerima manfaat.

STUDI KASUS 2: GEF-SGP UGM-UNDP

(14)

STUDI KASUS 2: GEF-SGP UGM-UNDP

Hibah ini fokus pada penyusunan basic design sistem energi terbarukan, pelatihan pengelolaan komoditas dan pemasaran, hingga kelembagaan integratif (dusun, desa, kabupaten) sebagai upaya menjamin keberlanjutan sistem

energi terbarukan.

(15)

Temuan di Gorontalo

• Terdapat tiga dusun yang masih memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi: Dusun Tumba, 13 dari 47 rumah; Dusun Muarakopi, 35 dari 40 rumah; Dusun SP-III, 100 rumah memanfaatkan PLTS Terpusat 15 kW.

• Di Dusun Tumba terdapat potensi PLTMH yang dapat mencapai 300 kW, tetapi tidak direkomendasikan karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan (tebing tanah perkebunan yang rawan longsor di lokasi power house), serta keterpencilan lokasi yang menjadikan biaya konstruksi sangat mahal. Diarahkan ke PLTS untuk penerangan, fasilitas publik, dan usaha produktif.

• Di Dusun Muarakopi masyarakat tidak bersedia ditingkatkan penerangannya dengan PLTS, namun memilih PLTS untuk pengairan pertanian (SWPS, Solar Water Pumping System); mengingat lokasi yang seharusnya subur untuk pertanian padi sudah 4 tahun tidak panen.

STUDI KASUS 2: GEF-SGP UGM-UNDP

(16)

STUDI KASUS 2: GEF-SGP UGM-UNDP

Temuan di Wakatobi

(17)

STUDI KASUS 2: GEF-SGP UGM-UNDP

Temuan di Wakatobi

(18)

STUDI KASUS 2: GEF-SGP UGM-UNDP

(19)

STUDI KASUS 3: GUNUNGKIDUL (DEKS Bank Indonesia)

❖ Luas wilayah Gunungkidul mencakup 46% wilayah Provinsi DIY

❖ Wisatawan tumbuh dari 2,64 juta pada 2015 menjadi 3,68 juta wisatawan pada 2019.

❖ 7 wisata minat khusus, 6 kuliner khas, lebih dari 35 desa wisata, lebih dari 20 pantai, kerajinan topeng, 7 objek telusur goa, sedikitnya 5 wisata religi dan

budaya, serta lebih dari 20 situs purbakala.

Permasalahan klasik: kekurangan air karena, 1) curah hujan relatif rendah, 2) kondisi lereng dan lembah yang

menyulitkan distribusi air, 3) situasi geologis berupa karst, sehingga tanah hanya sedikit menyimpan air

23,29% masih mengandalkan SELAIN PDAM, sumur, dan mata air ATAU

mengandalkan sungai, waduk, air hujan, dan kolam.

Pertanian tegalan: padi tadah hujan (40 ribu ha), (kacang tanah 54 ribu ha), ubi kayu (43 ribu ha), biofarmaka (403 ribu kg), pisang (254 ribu kuintal), dan

mangga (303 ribu kuintal).

Tentang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi D. I. Yogyakarta

(20)

STUDI KASUS 3: GUNUNGKIDUL (DEKS Bank Indonesia)

❖ "UMMAT" bukan sekadar bermakna

"kolektivitas pemeluk agama Islam", tetapi juga "Usaha Madani Masjid al-Muqorrobin Tawarsari"

❖ Diawali 60 orang pendiri yang

mengumpulkan modal masing-masing Rp500.000,00 (total: Rp30.000.000,00).

❖ Berdiri resmi pada 12 September 2008

dengan mendapat pengesahan badan hukum bernomor 518.059/BH/IX/2008, dengan nama Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Baitul Maal wa Tamwil Usaha Madani Masjid Al-Muqorrobin (KSPPS BMT UMMAT).

❖ Menyediakan empat akad pembiayaan:

murabahah, ijarah, musyarakah, dan hiwalah.

❖ Aksi di berbagai bidang: pendidikan (beasiswa kader berprestasi, santunan pendidikan);

sosial dan kemanusiaan (bedah rumah, sembako gratis); bidang ekonomi dluafa (pemberdayaan peternak dan petani);

tanggap bencana (dropping air bersih,

bantuan tanggap bencana); dakwah (hewan qurban, bantuan operasional madrasah diniyah).

❖ Menaungi 5.000 nasabah aktif dengan nilai aset per Oktober 2020 mencapai Rp30 Miliar Tentang LKS Kabupaten Gunungkidul: BMT UMMAT

(21)

STUDI KASUS 3: GUNUNGKIDUL (DEKS Bank Indonesia)

Rumah Produksi Herbal “Sri Agung” – Batik “Manggar Gading” – Prospek Usaha Air Minum – Prospek M- SWPS untuk Pertanian

(22)

STUDI KASUS 3: GUNUNGKIDUL (DEKS Bank Indonesia)

• O&M PV dijalankan secara memadai

• Produksi (kWh) berlanjut

• Perkuatan komunitas

• Potensi New Green Jobs (SMK)

• Potensi pengembangan Green Community atau Green

Institutional

• Penghematan biaya listrik PUS

• Bisnis baru (profit)

• Revenue SSH

• Potensi New Green Jobs (SMK)

• Reduksi emisi CO2

• Potensi Carbon Tax

Keberlanjutan dan pengembangan SSH

(23)

STUDI KASUS 4: Timor Tengah Selatan, NTT (Kedaireka)

UGM CINTA NTT: Penanggulangan Stunting melalui Peningkatan Layanan Kesehatan dan Kesejahteraan

Masyarakat berbasis Potensi Lokal

CINTA = Comprehensive and Integrated Action

• Paltform Hibah Kedaireka Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI

• Kerja sama antara UGM (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan) bersama Kopernik (NGO), dan PT Stechoq Robotika Indonesia

(24)

STUDI KASUS 4: Timor Tengah Selatan, NTT (Kedaireka)

(25)

STUDI KASUS 4: Timor Tengah Selatan, NTT (Kedaireka)

 Desa Ofu, Kecamatan Kolbano

 Belum semua KK memiliki listrik dan air bersih berpipa

 KK yang belum terjangkau air bersih berpipa berarti memenuhinya dengan membeli air jerigen. Salah satu warga, misalnya, menghabiskan Rp40.000,00 setiap harinya untuk

membeli air bersih

 Terdapat Solar Water Pumping System (SWPS) 4,8 kW yang melayani beberapa KK dan sedang dibangun Sistem Hidram bantuan TNI

 Terdapat mata air yang bisa dikembangkan menjadi SWPS kedua

 Desa Babuin, Kecamatan Kolbano

 Semua KK (600-an KK) belum berlistrik PLN

 Pada tahun 2012 sempat dibangun PLTS 5 kW untuk 55 KK, namun hanya beroperasi 3 bulan saja

 Tiang PLN sedang dibangun dan ditargetkan akan melistriki desa pada Februari 2022

 Tidak memiliki air bersih berpipa dan harus membeli jerigen atau mengambil di mata air

terdekat

(26)

STUDI KASUS 4: Timor Tengah Selatan, NTT (Kedaireka)

(27)

• Diperlukan pendekatan baru dalam mengembangkan energi terbarukan, yakni:

• sifatnya yang memberdayakan masyarakat secara kelembagaan maupun ekonomi;

• transdisiplin keilmuan, termasuk teknik, ekonomi, sosial, pangan, dan agama;

• memadukan model aspirasi

bottom-up

dan

top-down

;

• mensinergikan berbagai pihak (pemerintah di berbagai tingkatan, perguruan tinggi, sekolah vokasi, badan usaha, industri, dan organisasi masyarakat sipil).

• Konsekuensinya terletak pada masa persiapan dan pendampingan yang

sangat mungkin

lebih lama dibandingkan masa konstruksi. Solusi dari permasalahan ini adalah perlunya sinergi dengan organisasi masyarakat sipil dan/atau perguruan tinggi setempat.

• Peningkatan kepedulian (

awareness

) yang disertai kepercayaan (

trust

) dari masyarakat kepada energi terbarukan akan memunculkan aspirasi yang diperhatikan oleh sistem politik sebagai pembentuk

pemerintahan. Political will pada bidang energi dari pemerintah akan menciptakan kebijakan pendukung energi terbarukan yang integratif, tidak ego-sektoral.

• Di sisi lain, PT PLN (Persero) sebagai representasi negara dalam mendistribusikan energi harus mempersiapkan diri dengan sistem

microgrid

dan

smartgrid,

dua sistem yang dibutuhkan untuk menyongsong desentralisasi energi berbasis energi terbarukan.

KESIMPULAN

(28)

ُُهُ لُك ُكَ ْتُْي َلَ ُهُ لُك ُكَرْدُي َلَاَم

Sesuatu yang tidak dapat dikerjakan seluruhnya, Jangan ditinggalkan seluruhnya.

Meskipun berskala kecil, ikhtiar di atas merupakan rintisan dari masa depan pengelolaan energi yang sifatnya desentralistik, mendayagunakan potensi SDA-SDM lokal, melibatkan berbagai bidang keilmuan, dan mengajak sekian banyak pemangku kepentingan di berbagai tingkat, agar penggunaan teknologi melekat menjadi bagian dari budaya

masyarakat sehingga mewujud menjadi maslahat.

Inilah bagian-bagian KECIL dari upaya BESAR bersama membangun kedaulatan energi yang TAK BOLEH DIABAIKAN.

PENUTUP

(29)

• KEMALA “Sekolah Hijau” : https://bit.ly/kemalaSH

• KEMALA “Fikih Energi Terbarukan” : https://bit.ly/fikihPLTS

• KEMALA “Energi Surya Berbasis Komunitas” : https://bit.ly/plts-komunitas

• UGM SGP UNDP “Transisi Energi” : https://bit.ly/transisienergi

TAUTAN EBOOK

(30)

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil pengklasifikasian pada Tabel 6 dapat disimpulkan bahwa metode K-Nearest Neighbor bekerja lebih baik dibandingkan dengan Naïve Bayes untuk kasus data status kerja

Ketiga, bahwa yang dimaksud ajal dalam al-Quran yang diaplikasikan pada kasus keruntuhan Tiga Kerajaan Besar Islam periode Pertengahan, yakni Turki Usmani, Safawi

Dari ketiga bagian limbah ikan tuna yaitu kepala, kulit dan tulang minyak yang dihasilkan mengandung asam lemak tidak jenuh yang lebih banyak dari pada asam lemak jenuhnya yang

Energi Listrik Tenaga Surya PLTS On Grid merupakan sistem energi listrik tenaga surya yang terhubung dengan sistem jaringan utility, sehingga jika daya yang dihasilkan PLTS

台湾 東ティモール イラン EU モンゴル 韓国 ドイツ パレスチナ ヨーロッパ各国 レ ノ fノン イスラエル オーストラリア ソロモン諸島

float beras=7000, daging=12000, sayuran=5000, kentang=4500; float beras=7000, daging=12000, sayuran=5000, kentang=4500; float total_belanja, total_beras, total_daging,

kelas dilakukan dengan tahapan sebagai berikut. Perangkat bahan ajar : matakuliah Fisika Dasar disosialisasikan ke mahasiswa dan dosen sejawat tersebut mencakup :

Berdasarkan kesimpulan mengenai pengertian sistem dan informasi pada subbab sebelumnya, sistem informasi dapat didefinisikan sebagai kumpulan elemen-elemen yang