• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

6

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

Kedudukan dan Koordinasi

Penulis menjelaskan kedudukan, kordinasi ddan tugas. Yang dilakukan selama praktik kerja magang sebagai berikut:

1. Kedudukan

Dalam kegiatan praktik magang di Paramount Land, penulis mempunyai kedudukan yaitu sebagai desainer grafis didalam divisi promosi. Penulis melakukan pekerjaan sesusai dengan brief yang diberikan oleh desainer grafis senior. Penulis juga bekerja sama dengan desainer grafis junior pada divisi promosi.

2. Koordinasi

Pada divisi promosi, kordinasi diberikan oleh supervisor saat ada permintaan pembuatan suatu desain dari divisi lain yang nantinya akan dikerjakan oleh divisi promosi.

Pengajuan suatu desain akan disetujui oleh General Manager Promosi yaitu Indra yang nantinya akan diteruskan kepada karyawan divisi promosi

Gambar 3 Alur Kordinasi Pekerjaan di PT. Paramount Land (Sumber: Dokumen Pribadi Penulis)

(2)

7 tergantung dari jenis permintaan desain. Dalam hal ini, penulis akan mendapatkan brief dari desainer grafis senior yaitu Samuel Julantonius.

Pekerjaan yang diberikan bervariasi mulai dari pembuatan logo cluster, desain untuk media promosi, desain untuk acara launching produk baru, serta membantu mendekorasi acara. Setelah selesai melakukan pekerjaan, penulis akan memberikan pekerjaan kepada desainer grafis senior untuk dilihat terlebih dahulu sebelum nantinya diajukan kepada General Manager Promosi. Jika dirasa masih kurang memenuhi kriteria, maka desainer grafis senior akan menyuruh penulis untuk memperbaiki pekerjaan yang sudah dibuat. Jika penulis sudah memenuhi kriteria, maka pekerjaan nantinya akan diberikan sebagai variasi desain yang akan dipilih oleh General Manager Promosi. Jadi dalam hal ini, desain yang sudah penulis buat belum tentu akan dipakai oleh supervisor untuk kepentingan promosi.

Berikut adalah tabel alur kordinasi di divisi promosi Paramount Land.

Tugas yang Dilakukan

Berisi tabel hal-hal yang penulis lakukan selama magang.

No. Minggu Proyek Keterangan

1 1 Membuat angpao Membuat alternative desain angpao untuk tahun baru Imlek

2 1 Membuat sertifikat Membuat sertifikat untuk penyerahan kepada konsumen

3 1 Membantu acara

Salebration Lunar New Year

Membantu acara Salebration Lunar New Year yaitu menata acara dan mengarahkan kamera untuk live streaming via zoom

4 2 Membuat PMP blok T, U, V

Membuat alternative PMP blok T, U, V di pasar modern Paramount

(3)

8 3 Membuat logo cluster

Lantana dan Camellia

Membuat beberapa logo untuk cluster Lantana dan Camellia yang berbentuk bunga

4 Membuat logo cluster Union

Membuat beberapa logo cluster Union dengan tema klasik dan bersatu

5 Membuat signage

physical distancing

Membuat signage phsycal distancing untuk keperluan acara

5 Membuat signage please queue here

Membuat signage queue here untuk keperluan acara

6 Membantu membuat

petal

Membantu membuat petal Paramount Land sebagai penunjuk wilayah Paramount Land

6 Membuat desain nama Membuat desain penamaan untuk acara 7 Membuat desain Bianco

Gift Voucher

Membuat alternative desain Bianco Gift Voucher

7 Mengubah desain nama Melakukan revisi desain nama

8 Membuat inforgrafis

untuk Cluster Union

Membuat sebuah infografis yang berisikan fasilitas dan kebutuhan di Gading Serpong

8 Membuat poster Aksi tanam 1000 Pohon

Membuat desain poster Aksi Tanam 1000 Pohon yang akan diadakan di curug

Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

Selama melakukan praktik magang di Paramount Land, penulis melakukan pekerjaan yang bervariasi seperti membuat alternative envelope angpao, alternative sertifikat, alternative PMP, alternative logo cluster Lantana & Camellia, alternative logo Union, membuat signage, membantu membuat petals Paramount Land dan lain sebagainya. Selama proses praktik kerja, penulis diberikan drief oleh desainer grafis senior. Dengan brief yang ada, penulis mengembangkan ide dan konsep desian yang akan dibuat yang nantinya juga akan diperika oleh desainer grafis senior untuk

(4)

9 diteruskan kepada supervisor. Penulis bekerja selama 8 jam sehari dan memanfaatkan waktu tersebut untuk mengerjakan pekerjaan yang telah diberikan.

3.3.1. Proses Pelaksanaan

Pada proses pelaksanaan, penulis akan mendapatkan brief dan arahan dari desainer grafis senior. Selanjutnya penulis mulai mencari referensi seperti gambar, bentuk, dan warna yang cocok. Setelah memdapatkan referensi yang tepat, penulis akan mencoba mengelaborasikan referensi yang sudah dikumpulkan menjadi bentuk visual yang diinginkan dan sesuai dengan brief. Penulis juga membuat beberapa alternative yang nantinya akan diberikan kepada desainer grafis senior.

Setelah beberapa alternative sudah dibuat, penulis kaan memberikan kepada desainer grafis senior terlebih dahulu untuk melakukan penilaian. Jika pekerjaan dirasa belum memenuhi kriteria, penulis akan merevisi pekerjaan dan mencoba untuk menggali referensi lebih jauh sehingga hasilnya akan tepat dan maksimal.

Bila desainer grafis senior menerima pekerjaan desain yang dibuat oleh penulis, maka akan diajukan kepada general Manager Promosi.

Berikut adalah rincian dalam pengerjaan yang diberikan oleh desainer grafis senior untuk penulis sebagai berikut:

3.3.1.1. Pembuatan Desain Alternative Angpao

Pada pekerjaan pertama ini penulis diarahkan oleh desainer grafis senior untuk membuat alternative desain angpao untuk tahun baru imlek. Dalam hal ini, penulis mendapatkan kebebasan untuk membuat desain angpao oleh desainer grafis senior.

Penulis mulai mencari referensi angpao di internet. Penulis sebelumnya berfikir untuk menggunakan gambar Ox atau kerbau karena pada perayaan imlek tahun ini adalah year of the Ox akan tetapi penulis mengganti ide tersebut karena merasa terlalu mainstream sehingga tidak adanya ciri khas pada angpao yang dibuat.

Penulis melakukan pencarian referensi di internet yaitu desain angpao sebagai acuannya.

(5)

10 Setelah menemukan beberapa referensi, penulis mempunyai konsep yaitu menggunakan desain berdasarkan motif baju khas tionghoa yaitu cheongsam.

Penulis membuat dua desain karena baju cheongsam mempunyai dua jenis yaitu pria dan wanita. Penulis lalu mengerjakannya langsung secara digital melalui Adobe Illustrator. Hasilnya sebagai berikut.

Gambar 4 Year Of The Ox (Sumber: Foto Google)

Gambar 5 Pakaian Cheongsaam (Sumber: Foto Google)

(6)

11 Penulis menggunakan motif ombak air untuk bancgroundnya dan menggunakan garis khas cheongsam yaitu pakaian khas tionghoa untuk merayakan acara tertentu.

Penulis menggunakan warna merah dan emas sebagai warna utama. Tidak lupa juga penulis menambahkan ucapan BLESSED & HAPPY CHINESE NEW YEAR dan

juga logo Paramount Land sebagai mandatori. Setelah itu penulis menyerahkannya kepada desainer grafis senior dan langsung diterima olehnya. Kendala yang ditemukan dalam pekerjaan desain ini yaitu penulis merasa bingung karena Paramount Land tidak mempunyai tone design pada brief yang diberikan. Hal ini membuat penulis merasa bimbang dalam mendesain.

Gambar 6 Referensi Angpao

(Sumber: Dokumen Pribadi Penulis)

Gambar 7 Desain Angpao

(Sumber: Data Internal Perusahaan)

(7)

12 3.3.1.2. Pembuatan Desain Sertifikat Konsumen

Penulis mendapatkan pekerjaan dari desainer grafis junior untuk membuat sertifikat yang akan diberikan kepada konsumen. Dalam hal ini penulis dibebaskan untuk mendesain sertifikat tersebut. Penulis lalu mencari referensi

bingkai dan frame untuk desain sertifikat. Penulis mempunyai ide dimana membuat sebuah bentuk garis di setiap ujung bingkai menyerupai garis dari logo Paramount Land. Penulis menggunakan 3 garis tebal yang menandakan rasa kokoh dan kuat yang ada pada Paramount Land. Selain itu juga penulis menggunakan garis tebal agar seirama dengan logo Paramount Land yang memiliki banyak garis tebal yang membentuk suatu bangunan menjulang tinggi. Selain itu penulis membuat border di pinggi bingkai. Warna yang digunakan juga berasal dari warna logo Paramount Land sehingga masih ada ciri khas yang dibawa pada desain sertifikat tersebut.

Gambar 8 Referensi Sertifikat (Sumber: Dokumen Pribadi Penulis)

(8)

13 Setelah selesai, penulis lalu memberikannya kepada desainer grafis junior dan langsung diterima tanpa ada revisi. Pada pekerjaan desain ini penulis mengalami kendala yaitu kurang bereksplorasi terhadap bentuk dan juga tidak membuat alternatif desain sehingga tidak ada pembanding pada desain.

3.3.1.3. Membuat Desain Alternative PMP Blok T, U, V

Penulis mendapatkan pekerjaan yaitu membuat alternative PMP blok T, U, V oleh desainer grafis senior. Pada pekerjaan kali ini, penulis mendapatkan master deisgn dari desainer grafis senior yang akan diubah sesuai dengan arahan desainer grafis senior. Penulis disuruh untuk membuat desain alternatif yaitu menggunakan font dan ukuran yang berbeda. Selain itu penulis melakukan eksplorasi bentuk koma pada teks untuk dapat dibaca dengan baik. Penulis juga melakukan perubahan ukuran pada font dan mencari ukuran yang tepat sehingga dapat dibaca dengan baik

Gambar 9 Desain Sertifikat

(Sumber: Data Internal Perusahaan)

(9)

14 oleh audiens. Selanjutnya penulis mengeksekusi desain deng Adobe Ilustrator.

Hasilnya sebagai berikut.

Pada pekerjaan ini, penulis melakukan revisi karena ada beberapa kesalahan dalam menata layout dan juga penggunaan koma dengan font yang kurang tepat. Setelah itu penulis memperbaiki dan langsung menyerahkan hasilnya kepada desainer grafis senior.

Gambar 11 Hasil Desain

(Sumber: Data Internal Perusahaan)

Gambar 10 Alternatif Desain

(Sumber: Data Internal Perusahaan)

(10)

15 3.3.1.4. Membuat Logo Cluster Lantana dan Camellia

Pada pekerjaan selanjutnya, penulis diminta untuk membuat logo untuk Cluster Lantana dan Camellia. Desainer grafis senior membebaskan penulis dalam mendesain akan tetapi dengan brief yaitu cluster yang sedikit murah, tidak terlalu feminis dan juga tidak terlalu maskulin. Akan tetapi penulis tidak diberi tahu tentang target konsumen yang akan dituju sehingga penulis mengikuti desain

dengan keywords yang diberikan. Setelah itu penulis langsung mencari referensi untuk meneliti bentuk, warna, dan font yag akan digunakan. Penulis mendapatkan ide yaitu dengan membuat logo bunga yang terlihat dari point of view atas sehingga terlihat keseluruhan muka dari bunga. Selanjutnya penulis menggunakan grid berdasarkan bentuk dari flower of life dimana grid menggunakan sususan lingkaran yang disusun dengan sedemikian rupa sehingga mendapatkan bentuk yang simetris dan rapih.

Gambar 12 Referensi Logo (Sumber: Dokumen Pribadi Penulis)

(11)

16 Setelah mendapatkan ide, penulis langsung mencoba mengeksekusi di Adobe Illustrator. Berikut progress pekerjaannya. Setelah mencoba dan mengkolaborasikan semua referensi, penulis mencoba memberikan hasil kepada desainer grafis senior. Hasilnya sebagai berikut.

Penulis mengalami kendala dimana bentuk yang dibuat mencerminkan bunga aslinya karena kurang mendalami dan melakukan riset pada bentuk bunga asli.

Penulis juga membuat desain dengan waktu yang cukup lama sehingga membuat penulis merasa stuck dan kehabisan ide. Desainer grafis senior juga belum cukup

Gambar 13 Proses Desain Logo

(Sumber: Dokumen Pribadi Penulis)

Gambar 14 Hasil Desain

(Sumber: Data Internal Perusahaan)

(12)

17 puas dari pekerjaan yang dibuat oleh penulis. Akan tetapi desainer grafis senior meminta penulis untuk menahan pekerjaan ini untuk melanjutkan pekerjaan selanjutnya.

3.3.1.5. Membuat Logo Cluster Union

Pada pekerjaan desain ini, penulis mendapatkan pekerjaan untuk membuat logo cluster Union dengan brief yaitu klasik dengan warna-warna yang tegas, tenang dan juga mempunyai aksen bersatu. Penulis lalu langsung mencari referensi seperti Celtic mosaic dan pattern. Penulis menggunakan referensi tersebut karena

bentuknya yang terus menyatu dan juga membentuk suatu pattern yang saling bertindih sehingga mendapatkan kesan mengalir dan bersatu. Setelah mendapatkan referensi, penulis mencoba untuk membuat sketsa variasi logo. Penulis membuat beberapa variasi yaitu logo yang merepresentasikan persatuan, logo yang mengalir dinamis, serta logo yang bertindih.

Gambar 15 Referensi Logo

(Sumber: Dokumen Pribadi Penulis)

(13)

18 Setelah membuat beberapa sketsa, penulis mencoba untuk mengeksekusi dengan membuat desain di Adobe Illustrator. Penulis membuat logo dengan menambahkan shading pada tiap bentuk yang ditindih sehingga menambah kesan nyata. Selain itu penulis menggunakan warna yang-warna yang tegas seperti perpaduan emas dan silver, biru, silver, perpaduan biru dan meas, serta warna perunggu. Selanjutnya penulis mencari font yang tepat untuk dipakai Bersama dengan logo. Penulis menggunakan beberapa font yang berjenis serif dan sans serif. Setelah merampungkan pekerjaan, penulis langsung menyerahkan hasil pekerjaan kepada desainer grafis senior dan pekerjaan langsung diterima. Hasil pekerjaan sebagai berikut.

Gambar 16 Sketsa Logo

(Sumber: Dokumen Pribadi Penulis)

(14)

19 Kendala yang dilalui penulis adalah sulitnya membuat sebuah desain dengan aksen bertumpuk. Akan tetapi penulis dapat melewatinya dengan memotong bagian yang tertindih sehingga mendapatkan efek tertindih yang baik.

3.3.1.6. Membuat Signage Physical Distancing

Penulis diminta untuk membuat signage physical distancing untuk keperluan acara.

Penulis diarahkan untuk membuat signage kursi yang simple dan dapat dilihat.

Penulis lalu langsung membuat desain sesuai dengan arahan daari brief yang diberikan. Penulis membuat ikon kursi yang didalamnya terdapat tanda X yang menandakan tidak boleh duduk di tempat tersebut. Selain itu penulis menggunakan warna sesuai dengan warna dari logo Paramount Land supaya menjadi ciri khass dan identitas dari signage tersebut. Penulis mendapatkan alternatif dari desainer grafis senior yaitu menggunakan warna coklat. Setelah pekerjaan selesai, penulis langsung menyerahkan hasil pekerjaan kepada desianer grafis senior. Hasilnya sebagai berikut.

Gambar 17 Hasil Desain Logo

(Sumber: Data Internal Perusahaan)

(15)

20 3.3.1.7. Membuat Signage Queue Here

Setelah menyelesaikan pekerjaan signage physical distancing, penulis diminta

untuk membuat signage queue here untuk keperluan acara. Sama dengan pekerjaan sebelumnya, penulis diarahkan untuk membuat signage yang simple dan dapat dilihat. Penulis langsung membuat desain signage yaitu membuat ikon kaki dengan

warna merah sebagai warna peringatan sesuai dengan arahan desainer Gambar 19 Hasil Desain Signage

(Sumber: Data Internal Perusahaan)

Gambar 18 Hasil Desain Signage

(Sumber: Data Internal Perusahaan)

(16)

21 grafis senior. Selain itu penulis menggunakan warna biru dari logo Paramount sebagai garis border dan juga sebagai warna untk font. Setelah selesai, hasil pekerjaan langsung diberikan kepada desainer grafis senior.

3.3.1.8. Membuat Petals Paramount Land

Penulis diminta untuk membantu membuat petals Paramount Land dengan citra satelit sebagai penunjuk arah dan letak wilayah Paramount Land. Penulis diarahkan untuk berfokus pada jalan-jalan penting seperti tol, pintu tol, dan jalan raya. Setelah

itu penulis langsung membuat petals menggunakan referensi citra satelit Google Maps. Penulis diarahkan untuk berfokus pada Kawasan Gading Serpong dan Plaza paramount yang berada di tengah-tengah maps. Selanjutnya penulis mulai membuat secara digital di Adobe Illustrator. Pada pembuatan desain, penulis emnggunakan garis yang tegas dan simple agar mudah dilihat. Selain itu penulis menggunakan warna biru sebagai warna legenda. Penylis juga menggunakan warna abu-abu gelap sebagai warna untuk jalan told an abu-abu terang sebagai jalan raya. Setelah selesai, penulis menyerahkan hasil pekejaan ke desainer grafis senior. Akan tetapi, pekerjaan ditahan sementara untuk mendapatkan brief selanjutnya dari supervisor.

Hasil pekerjaan sebagai berikut.

Gambar 20 Referensi Petals

(Sumber: Dokumen Pribadi Penulis)

(17)

22 Kendala yang dialami penulis dalam mengerjakan desain tersebut yaitu penulis sulit memilih jalan mana yang akan dibuat pemetaannya karena ada banyak jalan dan juga legenda apa saja yang ingin dimasukan sebagai penanda.

3.3.1.9. Membuat Desain Penamaan Jabatan Untuk Acara

Penulis diberikan pekerjaan yaitu membuat desain penamaan yang nantinya akan berfungsi sebagai penanda tempat duduk sesuai dengan jabatan. Penulis diberikan master design dan diarahkan oleh desainer grafis senior untuk membuat teks yang

Gambar 21 Hasil Desain Petals

(Sumber: Data Internal Perusahaan)

Gambar 22 Hasil Desain Penanda Tempat Duduk

(Sumber: Data Internal Perusahaan)

(18)

23 lebih besar dan membuat desain sesuai dengan jumlah yang tertara di brief. Penulis mulai membuat desain serta menata letak tes supaya rapih. Selain itu juga penulis mengubah ukuran teks menjadi lebih besar agar space tidak terbuang. Setelah pekerjaan selesai, penulis menyerahkan hasil pekerjaan kepada desainer grafis senior.

3.3.1.10. Membuat Desain Bianco Gift Voucher

Penulis mendapatkan pekerjaan untuk membuat desain alternative untuk Bianco Gift Voucher. Penulis mendapatkan brief yaitu bebas mendesain akan tetapi mirip dengan master design yang diberikan sehingga masih ada kesesuaian. Setelah mendapatkan brief, selanjutnya penulis langsung membuat desain. Penulis membuat desain baru yaitu desain pemisah dari pattern dan gambar restoran.

Penulis membuat desain menyerupai logam sebagai pemisah. Selain itu penulis memakai warna coklat dan perunggu sebagai alternate. Setelah memnyelesaikan pekerjaan, penulis langsung memberikan kepada desainer grafis senior.

Gambar 23 Hasil Desain Voucher

(Sumber: Data Internal Perusahaan)

(19)

24 3.3.1.11. Membuat Inforgrafis Untuk Union

Penulis membantu desainer grafis senior untuk membuat infografis tentang fasilitas di daerah Gading Serpong. Penulis diarahkan untuk membuat inforgrafis ynga simple, tidak terlalu elegan, rapih, dan kreatif. Penulis langsung mencari refenresi infografis di internet dan juga mulai membuat sketsa untuk konten apa

saja yang akan ditempatkan di infografis. Setelah mendapatkan beberapa referensi, penulis mendapatkan ide yaitu dengan membuat desain fasilitas yang ada di Gading Serpong. Penulis juga melakukan riset tentang hal-hal apa saja yang ada di Gading Serpong seperti sekolah, pasar, mall, rumah sakit, dan jalan tol. Setelah mengumpulkan bahan, penulis lalu membuat infografis secara digital. Setelah membuat pekerjaan, penulis menyerahkan hasilnya kepada desainer grafis senior.

Penulis mendapatkan revisi untuk tata letak konten yang kurang rapih.

Gambar 24 Referensi Infografis (Sumber: Dokumen Pribadi Penulis)

(20)

25 Gambar 26 Hasil Desain

Inforgrafis

(Sumber: Dokumen Pribadi Penulis)

Gambar 25 Sketsa Infografis

(Sumber: Dokumen Pribadi Penulis)

(21)

26 Penulis merapihkan layout dan penataan konten supaya terlihat lebih rapih.

Hasilnya sebagai berikut.

Penulis membuat 3 buah alternative untuk diberikan kepada desainer grafis senior

sebagai pilihan. Kendala yang dialami penulis dalam membuat desain infografis Gambar 27 Alternatif Desain

(Sumber: Data Internal Perusahaan)

(22)

27 yaitu penulis kebingungan dalam memilih warna background dan juga warna bentuk dari kotak yang akan di isi oleh konten. Penulis menyelesaikan kendala dengan memberikan bentuk lebih alami dengan tidak menggunakan sudut yang tajam. Selain itu penempatan desain juga tidak monoton, dengan melingkari karakter yang sedang bersantai.

3.3.1.12. Membuat Poster Aksi Tanam 1000 Pohon

Penulis diberikan pekerjaan untuk membuat sebuah poster dengan menggunakan kalimat AKSI TANAM 1000 POHON dengan kebebasan dalam mendesain.

Penulis lalu mencari referensi seperti poster-poster penghijauan yang mainstream, gambar hutan dengan pohon yang homogen, dan juga momen-momen orang menanam bibit pohon. Seletah mengumulkan referensi, penulis mendapatkan ide yaitu menampilkan hutan sebagai background dan menggunakan cahaya sebagai penghalang warna gelap pada teks sehingga teks dapat terbaca dengan baik. Penulis langsung membuat desain di Adobe Illustrator. Penulis juga membuat beberapa alternative untuk menjadi pilihan saat diajukan kepada desainer grafis senior.

Gambar 28 Desain Alternatif

(Sumber: Data Internal Perusahaan)

(23)

28 desainer grafis senior cukup puas dengan hasil desain dan menerima pekerjaan desain.

3.3.2. Kendala yang Ditemukan

Selama penulis melakukan pekerjaan, ada beberapa kendala yang penulis lalui sebagai berikut.

1. Kendala Pribadi

Kendala yang dihadapi adalah penulis kurang baik dalam manajemen waktu. Dari pekerjaan yang diberikan, penulis melakukan beberapa pekerjaan sekaligus dengan waktu yang lama sehingga hamper melewati deadline dan juga kurang maksimal dalam pengerjakan pekerjaan yang diberikan. Selain itu juga karena lokasi tempat magang lumayan jauh dengan tempat tinggal penulis sehingga penulis harus bangun lebih pagi dan juga pulang larut malam.

2. Kendala Pekerjaan

Selama kerja magang berlangsung, penulis mengalami kesulitan dalam mentransfer data dan asset yang diberikan oleh desainer grafis senior karena pada computer di kantor semua menggunakan satu server yang sama sehingga memudahkan dan mempercepat transfer data. Pada hal ini penulis sering missed communication terhadap brief yang diberikan oleh desainer grafis senior. Brief yang diberikan melalui lisan sehingga memungkinkan terjadinya missed communication.

3.3.3. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Berdasarkan kendala yang di alami, penulis menemukan solusi sebagai berikut.

1. Kendala Pribadi

Penulis mulai mencoba untuk melakukan manajemen waktu seperti melakukan pekerjaan yang mudah terlebih dahulu. Hal ini agar pekerjaan bisa dikerjakaan dengan baik dan efisien. Selain itu juga penulis selalu menyelesaikan pekerjaan di kantor atau melanjutkannya esok hari sehingga tidak ada pekerjaan yang

(24)

29 mengganggu waktu istirahat penulis. Selanjutnya karena kendala tempat tinggal penulis lumayan jauh, penulis juga berangkat lebih awal dari jam masuk kantor sehingga penulis bisa datang tepat waktu.

2. Kendala Pekerjaan

Penulis selalu membawa hard disk dan juga flash drive untuk meminta dan menyerahkan hasil pekerjaan walaupun tidak secepat pertukaran data pada computer di kantor akan tetapi tetap bisa menghemat waktu. Selanjutnya penulis juga sering mencatat brief yang diberikan secara lisan oleh desainer grafis senior sehingga tidak akan lupa dan juga tidak akan terjadi missed communication. Selain itu juga desainer grafis senior mengatakan bahwa jangan takut untuk bertanya bila masih ada yang kurang paham. Desainer grafis senior juga suka memberikan sugesti dan saran kepada penulis dalam melakukan pekerjaan.

Referensi

Dokumen terkait

Apakah dengan citra merek global pada suatu merek produk tertentu, dan adanya positive word of mouth tentang produk, serta pengaruh persepsi kualitas dari negara

Perkuliahan sakubun ini menekankan pada keterampilan menulis mahasiswa dalam menyampaikan ide sehingga dapat menghasilkan tulisan dalam bentuk poster, memo dan pengumuman,

Proses fotoreduksi ion Hg(II) dilakukan dengan cara menyinari campuran yang terdiri dari larutan ion Hg(II) dan serbuk fotokatalis TiO 2 dengan lampu UV dalam.. suatu

Didalam program Nawacita sebagai program prioritas Pemerintah selaras dengan tujuan reformasi birokrasi yang fokus pada perbaikan tata kelola pemerintah dengan melakukan

Kemudian penulis menyerahkan beberapa desain yang telah dibuat oleh penulis kepada pembimbing magang untuk memilih logo akhir yang akan digunakan dan sesuai dengan visi dan misi

Penulis ingin berterima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu penulis dalam melakukan praktik kerja magang dan penulisan laporan magang ini, sehingga proses magang ini

PT Kejora Cipta Kreasi (EGGHEAD), atas kesempatan dan pengalaman berharga yang penulis dapatkan selama praktek kerja magang serta pengetahuan akan peran seorang desainer grafis

Setelah konsultasi selesai, penulis dan desainer senior Klinik Desain melakukan brainstorm mengenai beberapa alternatif tipe kemasan yang dapat digunakan untuk