KURIKULUM 2013
11
Drs Nurrahman Kosasih, MMPd
Tiara Elemementary School
Principal
Implementasi Kurikulum 2013
Alur
Kurikulum 2013
Pembelajaran : Tematik Terpadu
Proses Pembelajaran
3 3
2013 SD
Proses Pembelajaran Saintifik
Penialain Autentik
KONSEP PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU
4
4
DASAR IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SEKOLAH DASAR
PP No. 32 Tahun 2013
Permendikbud No. 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan
Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses
Tahun 2013 tentang Perubahan atas
PP No, 19 tahun 2005 tentang SNP
Standar Proses
Permendikbud No. 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian
Permendikbud No. 67 Tahun 2013 tentang
Standar KD dan Struktur Kurikulum SD
Tujuan Pendidikan Nasional
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
6 6
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
(UU RI NO 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
nasional)
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
BERIMAN DAN BERTAKWA
BERAKHLAK
MULIA DEMOKRATIS
BERTANGGUNG JAWAB
MANUSIA INDONESIA MULIA
SEHAT
BERILMU
CAKAP
MANDIRI
KREATIF
DEMOKRATIS
INDONESIA
SMA/K PT
SD SMP SMA/K
Sumber: Marzano (1985), Bruner (1960).
8 8
8 8
Apa Tematik
9 9
Apa Tematik
Terpadu?
KONSEP PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU
A. Pengertian
Pembelajaran Tematik Terpadu dilaksanakan dengan menggunakan prinsip pembelajaran terpadu.
Pembelajaran terpadu menggunakan tema sebagai pemersatu
kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata
kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata
pelajaran sekaligus dalam satu kali tatap muka, untuk
memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik.
B. Elemen-elemen Terkait dalam Pembelajaran Tematik Terpadu
Ada sepuluh elemen yang terkait dengan hal ini dan perlu ditingkatkan oleh guru.
1. Mereduksi tingkat kealpaan atau bernilai tambah berpikir reflektif.
2. Memberkaya sensori pengalaman di bidang sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
3. Menyajikan isi atau substansi pembelajaran yang bermakna.
4. Lingkungan yang memperkaya pembelajaran.
4. Lingkungan yang memperkaya pembelajaran.
5. Bergerak memacu pembelajaran (Movement to Enhance Learning).
6. Membuka pilihan-pilihan
7. Optimasi waktu secara tepat 8. Kolaborasi
9. Umpan balik segera
10.Ketuntasan atau aplikasi
D. Prinsip-prinsip Pembelajaran Tematik Terpadu
Tema hendaknya tidak terlalu luas dan dapat dengan mudah digunakan untuk memadukan banyak bidang studi, mata
pelajaran, atau disiplin ilmu.
Tema yang dipilih dapat memberikan bekal bagi peserta didik untuk belajar lebih lanjut.
Tema disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta
Tema disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik.
Tema harus mampu mewadahi sebagian besar minat anak,
Tema harus mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi dalam rentang waktu belajar
Tema yang dipilih sesuai dengan kurikulum yang berlaku
Tema yang dipilih sesuai dengan ketersediaan sumber belajar.
12
12
E. Fungsi dan Tujuan Pembelajaran Tematik Terpadu
Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan
kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami
konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah
semangat belajar, karena materi yang dipelajari merupakan materi
yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
14
14
15
15
16
16
F. Tujuan pembelajaran Tematik Terpadu adalah :
1. Mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu.
2. Mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama.
3. Memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan.
4. Mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik.
5. Lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi 5. Lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti: bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain.
6. Lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas.
7. Guru dapat menghemat waktu, karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2 atau 3 pertemuan bahkan lebih dan atau pengayaan.
8. Budi pekerti dan moral peserta didik dapat ditumbuhkembangkan dengan mengangkat sejumlah nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi.
17
17
G. Ciri-Ciri Pembelajaran Tematik Terpadu
1. Berpusat pada anak
2. Memberikan pengalaman langsung
3. Pemisahan antar mata pelajaran tidak nampak 4. Menyajikan konsep dari 4. Menyajikan konsep dari
beberapa mata pelajaran dalam satu PBM
5. Bersifat luwes
6. Hasil pembelajaran dapat
berkembang sesuai dg minat
dan kebutuhan anak
Keterpaduan
Dalam Mapel Antarmapel Luar Mapel
(Integrasi Vertikal) (Integrasi Horisontal)
Ruang Lingkup Keterpaduan dan Prosesnya
Intradisipliner :
mengintegrasikan dimensi sikap, pengatahuan dan keterampilan
(Integrasi Vertikal)
Transdisipliner :
mengaitkan berbagai mapel dgn permasy kehidupan .
Multidisipliner : tanpa
menggabungkan KD tiap mata pelajaran
Interdisipliner : menggabung kan KD beberapa mapel
(Integrasi Horisontal)
(Inter-dependen)
(Basis Konteks, melalui Observasi )
PERBEDAAN KONSEP TEMATIK DENGAN TEMATIK TERPADU
TEMATIK TEMATIK TERPADU
• MAPEL 2
• MAPEL 1
MAPEL
SK SK STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
• MAPEL 3
•KD
•INDIKATOR
• MAPEL 4
•KD
•INDIKATOR
• MAPEL 2
•KD
•INDIKATOR
• MAPEL 1
•KD
•INDIKATOR
MAPEL
1 SK
SK
SK MAPEL
2 SK
SK SK
MAPEL 3 SK
SK
SK
SK MAPEL
4 SK
SK
SK SK
TEMA
TEMA
Kompetensi Inti 1, 2, 3, 4
Deskripsi Langkah Pembelajaran
Langkah
Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Bentuk hasil belajar Mengamati
(observing)
mengamati dengan indra (membaca, mendengar, menyimak, melihat,
menonton, dan sebagainya) dengan atau tanpa alat
perhatian pada waktu mengamati suatu
objek/membaca suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang
diamati, kesabaran, waktu diamati, kesabaran, waktu (on task) yang digunakan untuk mengamati
Menanya (questioning)
Membuat dan mengajukan pertanyaan, tanya jawab, berdiskusi
tentang informasi yang
belum dipahami, informasi tambahan yang ingin
diketahui, atau sebagai klarifikasi.
jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual,
prosedural, dan hipotetik)
21
21
Lanjutan
Mengumpulkan informasi
(experimenting)
Mengeksplorasi, mencoba, berdiskusi,
mendemonstrasi-kan, meniru bentuk/gerak, melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks,
jumlah dan kualitas sumber yang
dikaji/digunakan,
kelengkapan informasi, validitas informasi yang dikumpulkan, dan
instrumen/alat yang Langkah
Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Bentuk hasil belajar
selain buku teks,
mengumpul-kan data dari nara sumber melalui
angket, wawancara, dan memodifikasi/
menambahi/me- ngembangkan
instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.
22
22
Lanjutan
Langkah
Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Bentuk hasil belajar Menalar/Menga
sosiasi(associati ng)
mengolah informasi yang sudah dikumpulkan,
menganalisis data dalam bentuk membuat kategori, mengasosiasi atau
menghubungkan
mengembangkan
interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep,
interpretasi argumentasi
23 23
menghubungkan
fenomena/informasi yang terkait dalam rangka
menemukan suatu pola, dan menyimpulkan.
interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori,
mensintesis dan argumentasi serta
kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis fakta- fakta/konsep/teori/pendap at; mengembangkan
interpretasi, struktur baru,argumentasi, dan
Lanjutan
Langkah
Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Bentuk hasil belajar Menalar/Menga
sosiasi(associati ng)
mengolah informasi yang sudah dikumpulkan,
menganalisis data dalam bentuk membuat kategori, mengasosiasi atau
menghubungkan
kesimpulan yang
menunjukkan hubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan;
mengembangkan
24 24
menghubungkan
fenomena/informasi yang terkait dalam rangka
menemukan suatu pola, dan menyimpulkan.
mengembangkan
interpretasi, struktur baru, argumentasi dan
kesimpulan dari
konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai jenis sumber.
Lanjutan
Mengomunikasi kan
(communicating)
menyajikan laporan dalam bentuk bagan, diagram, atau grafik; menyusun laporan tertulis; dan menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan
menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalambentuk tulisan,grafis, media elektronik, multi media danlain-lain
Langkah
Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Bentuk hasil belajar
hasil, dan kesimpulan secara lisan
danlain-lain
25 25
*) Dapat disesuaikan dengan kekhasan masing-masing mata pelajaran.
G. Manfaat Pembelajaran Tematik Terpadu
Suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan.
Menggunakan kelompok untuk bekerjasama, berkolaborasi, belajar berkelompok, dan memecahan konflik sehingga
mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah sosial dengan saling menghargai.
Mengoptimalisasi lingkungan belajar sebagai kunci dalam
menciptakan kelas yang ramah otak (brain-friendly classroom).
menciptakan kelas yang ramah otak (brain-friendly classroom).
Peserta didik secara cepat dan tepat waktu mampu memroses informasi
Proses pembelajaran di kelas memungkinkan peserta didik berada dalam format ramah otak.
Materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru dapat
diaplikasikan langsung oleh peserta didik dalam konteks
kehidupannya sehari-hari.
Lanjutan :
Peserta didik yang relatif mengalami keterlambatan untuk menuntaskan program belajar memungkinkan mengejar ketertinggalanya dengan dibantu oleh guru mengejar ketertinggalanya dengan dibantu oleh guru melalui pemberian bimbingan khusus dan penerapan prinsip belajar tuntas.
Program pembelajaran yang bersifat ramah otak
memungkinkan guru untuk mewujudkan ketuntasan
belajar dengan menerapkan variasi cara penilaian.
H. Model-model Pembelajaran Tematik Terpadu
Menurut Robin Fogarty (1991) ada sepuluh model PTP, sebagai berikut :
1. Model penggalan (fragmented model).
2. Model keterhubungan (connected model).
3. Model sarang (nested model).
4. Model Urutan/Rangkaian (sequenced model).
5. Model berbagi (shared/participative model).
6. Model jaring laba-laba (webbed model).
7. Model galur (threaded model).
8. Model celupan (immersed model).
9. Model jejaring (networked model).
10. Model terpadu (integrated model).
28
28
Mengapa
29 29
Mengapa
Tematik ?
Karakteristik Perkembangan Anak
Pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan,
telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya, dapat melompat dengan kaki secara bergantian, dapat mengendarai sepeda roda dua, dapat menangkap bola, koordinasi tangan dan mata telah berkembang, telah
Usia Kelas Awal SD
koordinasi tangan dan mata telah berkembang, telah
mulai berkompetisi dengan teman sebaya, mempunyai
sahabat, mampu berbagi, dan mandiri.
(Lanj) (Lanj)
Karakteristik Perkembangan Anak
Perkembangan emosi
o Telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain, telah
dapat mengontrol emosi, sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah
Perkembangan kecerdasan
Usia Kelas Awal SD
Perkembangan kecerdasan
o Ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi,
mengelompokkan obyek, berminat terhadap angka dan tulisan,
meningkatnya perbendaharaan kata, senang berbicara, memahami
sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan
waktu
Cara Anak Belajar
Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret
Anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut.
1. Mulai memandang dunia secara objektif, bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak, 2. Mulai berpikir secara operasional,
3. Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda- benda,
benda,
4. Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan, prinsip ilmiah sederhana, dan mempergunakan hubungan sebab akibat, dan 5. Memahami konsep substansi, volume zat cair, panjang, lebar, luas, dan
berat
Ciri Belajar Anak
1. Konkrit
o Proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat, didengar, dibaui, diraba, dan diotak atik
2. Integratif
o Anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu o Anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu
keutuhan, mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu
3. Hierarkis
o Anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal
yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks
Belajar dan Pembelajaran Bermakna
Belajar merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, dan kepandaian yang bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.
Pembelajaran adalah proses interaksi antar anak dengan anak, anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik.
anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik.
Kegiatan pembelajaran bermakna jika dilakukan dalam lingkungan
yang nyaman dan memberikan rasa aman, bersifat individual dan
kontekstual, anak mengalami langsung yang dipelajarinya
Bagaimana
35 35
Bagaimana
Tematik ?
Model Alur Pengembangan Pembelajaran
TEMA
PEMETAAN
ANALISIS SKL, KI,
JARINGAN TEMA
BUKU TEKS DAN PANDUAN GURU
PEMETAAN
ANALISIS SKL, KI,
KD, INDIKATOR JARINGAN TEMA
RPP
RPP SILABUS SILABUS SISWA
SISWA
PROSES PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC
Pembelajaran Tematik Terpadu melalui beberapa tahapan yaitu :
1. Guru harus mengacu pada tema sebagai pemersatu berbagai mata pelajaran untuk satu tahun.
2. Guru melakukan analisis standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, kompetensi dasar dan membuat indikator dengan tetap memperhatikan muatan materi dari Standar Isi,.
memperhatikan muatan materi dari Standar Isi,.
3. Membuat hubungan antara kompetensi dasar, indikator, dengan tema
4. Membuat jaringan KD dan indikator 5. Menyusun silabus tematik
6. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran tematik dengan mengondisikan pembelajaran yang menggunakan pendekatan scientific
.
GURU
PESERTA DIDIK
SARANA PRASARANA, SUMBER, MEDIA PENGATURAN RUANG KELAS
PEMILIHAN METODE
Guru harus kreatif baik dalam menyiapkan
kegiatan/pengalaman belajar bagi anak, juga dalam
memilih kompetensi dari
berbagai mata pelajaran dan
Implikasi Bagi Guru
berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar
pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik,
menyenangkan dan utuh
Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya
dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual,
pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal
Implikasi Bagi Siswa
ataupun klasikal
Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok, mengadakan penelitian
sederhana, dan pemecahan
masalah
Implikasi terhadap sarana, prasarana, sumber belajar dan media
Memanfaatkan berbagai sumber belajar
Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi
Menggunakan media atau alat
pembelajaran yang semi konkrit
atau konkrit
Implikasi terhadap Pengaturan ruangan
n
Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan.Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung
Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet
Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanaka baik di dalam kelas maupun di luar kelas
Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar
* Perhatikan alokasi jam belajar (ekuivalen 4 JP kelola dengan baik)
* Pastikan mapel kelompok A terpenuhi
* Muatan lokal terintegrasi di kelompok B
* ekstrakurikuler (wajib, pilihan)
* Perhatikan beban belajar saat penyusunan jadwal (akomodir PKB)
* Menyusun Kalender Akademik Sekolah
MELAKSANAKAN REVISI KTSP
MELAKSANAKAN KEPEMIMPINAN
* Right man on the right place
* Perhatikan persyaratan dapodik
* Tugas fix selama 3 tahun
* Budaya belajar (guru, murid, WS) – Learning society
* BLC (building learning comitment)
* buat regulasi dan penanggungjawab keterlaksanaan BLC
MELAKSANAKAN KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN
MENGEMBANGKAN BUDAYA SEKOLAH
A. Pendekatan Pembelajaran Tematik Terpadu
Kurikulum 2013 menekankan penerapan pendekatan scientific (meliputi: mengamati, menanya, mengolah, dan mengomunikasikan untuk semua mata pelajaran)
Komponen-komponen penting dalam mengajar menggunakan pendekatan scientific (McCollum : 2009) :
2009) :
o Menyajikan pembelajaran yang dapat
meningkatkan rasa keingintahuan (Foster a sense of wonder),
o Meningkatkan keterampilan mengamati (Encourage observation),
o Melakukan analisis ( Push for analysis) dan
o Berkomunikasi (Require communication)
Langkah-Langkah Pembelajaran
Mengamati Menanya
Mengumpul-Menalar/
Mengasosia- Mengomu-
Pendekatan Saintifik sebagai berikut :
45 45 Mengamati Menanya
Mengumpul-kan informasiMengasosia-
sikan
Mengomu- nikasikan
Pendekatan Ilmiah dalam Pembelajaran
Sikap
(Tahu Mengapa)
Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu: Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan.
Langkah-Langkah Pembelajaran
46 46
Keterampilan (Tahu Bagaimana)
Pengetahuan (Tahu Apa) Produktif
Inovatif Kreatif Afektif
Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan
yang terintegrasi.
Pendekatan saintifik
Pendekatan saintifik ini biasanya tampak jelas ketika siswa terlibat dalam metode pembelajaran tertentu, yaitu :
(1) Project Based Learning, (2) Problem Based Learning, dan (3) Discovery Learning.
a. Project Based Learning
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning = PjBL) adalah metoda pembelajaran yang menggunakan
proyek/kegiatan sebagai media.
Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam
mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru
berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata.
Bagaimana Pengelolaan
48 48
Pengelolaan Kelas
Tematik ?
Pengelolaan siswa/kelas non klasikal 1. Pengelolaan kelas secara klasikal
2. Pengolaan secara individu
Kegiatan ini dapat digunakan pada saat guru ingin
melihat potensi atau masalah belajar setiap siswa dalam belajar. Kegiatan ini dapat pula dipakai untuk
menghasilkan tugas–tugas yang diperlukan untuk pelajaran tertentu, misalnya mengarang, membuat refleksi, menceritakan kembali, membuat soal cerita (matematika), melakukan penelitian, dll
refleksi, menceritakan kembali, membuat soal cerita (matematika), melakukan penelitian, dll
2. Pengelolan secara berpasangan
Kegiatan ini sangat baik dipakai pada saat guru ingin:
membangun kemampuan berkomunikasi
membangun keterampilan bertanya jawab
Dst
3. Pengelolaan secara berkelompok
Siswa bekerja sama dalam kelompok
Lanjutan
Kegiatan ini sangat baik dipakai pada saat guru ingin:
siswa saling belajar dari temannya
membangun kemampuan berkomunikasi
membangun keterampilan bersosialisasi
membangun keterampilan bersosialisasi
membangun sikap inklusif (menghargai perbedaan di antara sesama teman)
membangun keterampilan bekerja dalam tim
membangun keterampilan kepemimpinan
No Komponen I II III IV V VI Kelompok A
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
4 4 4 4 4 4
2 PPKN 5 6 6 4 4 4
3 Bahasa Indonesia 8 8 10 7 7 7
4 Matematika 5 6 6 6 6 6
5 IPA 3 3 3
STRUKTUR KURIKULUM SD
3 3 3
6 IPS 3 3 3
Kelompok B
7 Seni Budaya & Prakarya (termasuk muatan lokal*)
4 4 4 5 5 5
8 Pend. Jasmani, OR & Kes (termasuk muatan lokal).
4 4 4 4 4 4
Jumlah 30 32 34 36 36 36
Catatan:
1. Muatan lokal* dapat memuat Bahasa Daerah
2. IPA dan IPS kelas I s.d. Kelas III diintegrasikan ke mata pelajaran lainnya 51515151
Prosentase Penyajian
Alokasi waktu yang tersedia dimaksudkan agar guru tidak terfokus pada salah satu mata pelajaran
Diperhatikan alokasi waktu per minggu komulatif.
Setiap hari di rasionalkan selalu memadukan
berbagai mata pelajaran dengan tema sebagai
berbagai mata pelajaran dengan tema sebagai
pemersatu
TEMA KELAS I WAKTU TEMA KELAS II WAKTU TEMA KELAS III WAKTU 1. Diri Sendiri 4 Minggu 1. Hidup Rukun 4 Minggu 1. Sayangi Hewan dan
Tumbuhan di Sekitar
3 Minggu
2. Kegemaranku 4 Minggu 2. Bermain di Lingkunganku
4 Minggu 2. Pengalaman yang Mengesankan
3 Minggu 3. Kegiatanku 4 Minggu 3. Tugasku Sehari-
hari
4 Minggu 3. Mengenal Cuaca dan Musim
3 Minggu 4. Keluargaku 4 Minggu 4. Aku dan
Sekolahku
4 Minggu 4. Ringan Sama Dijinjing Berat Sama Dipikul
3 Minggu
DAFTAR TEMA DAN ALOKASI WAKTU
Sama Dipikul 5. Pengalamanku 4 Minggu 5. Hidup Bersih dan
Sehat
4 Minggu 5. Mari Kita Bermain dan Berolahraga
3 Minggu 6. Lingkungan
Bersih, Sehat, dan
4 Minggu 6. Air, Bumi, dan Matahari
4 Minggu 6. Indahnya Persahabatan
3 Minggu 7. Benda, Binatang,
dan Tanaman di sekitarku
4 Minggu 7. Merawat Hewan dan Tumbuhan
4 Minggu 7. Mari Kita Hemat Energi untuk Masa Depan
3 Minggu
8. Peristiwa Alam 4 Minggu 8. Keselamatan di Rumah dan Perjalanan
4 Minggu 8. Berperilaku Baik dalam Kehidupan Sehari-hari
3 Minggu
9. Menjaga Kelestarian Lingkungan
3 Minggu
TEMA KELAS IV WAKTU TEMA KELAS V WAKTU TEMA KELAS VI WAKTU 1 Indahnya
Kebersamaan
3 Minggu 1. Bermain dengan Benda-benda di sekitar
8 Minggu 1. Selamatkan makhluk hidup
6 Minggu
2. Selalu Berhemat Energi
3 Minggu 2. Peristiwa dalam Kehidupan
8 Minggu 2. Bhinneka Tunggal Ika
6 Minggu
3. Peduli terhadap Makhluk Hidup
3 Minggu 3. Kerukunan dalam Bermasyarakat
6 Minggu 3. Tokoh pejuang 6 Minggu 4. Berbagai Pekerjaan 3 Minggu 4. Sehat itu Penting 8 Minggu 4. Globalisasi 6 Minggu
DAFTAR TEMA DAN ALOKASI WAKTU
5. Menghargai Jasa Pahlawan
3 Minggu 5. Bangga Sebagai Bangsa Indonesia
6 Minggu 5. Wirausaha 6 Minggu
6. Indahnya Negeriku 3 Minggu 7. Organ Tubuh Manusia dan Hewan.
6. Kesehatan masyarakat
6 Minggu
7. Cita-citaku 3 Minggu 8. Sejarah Peradaban I ndonesia.
8. Daerah Tempat Tinggalku
3 Minggu 9. Ekosisitem 9. Makanan Sehat dan
Bergizi
3 Minggu 10. Akrab denga lingkungan
10% baca
20 % dengar
30% lihat
50% lihat dan dengar
90% katakan dan
lakukan
70% katakan
Peter Sheal, 1989 How to Develop and Present Staff Training Courses