• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan metode pembelajaran role playing pada pembelajaran akuntansi untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi siklus akuntansi : penelitian dilakukan pada siswa kelas XI IS 3 SMA Stella Duce 2 Yogyakarta.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penerapan metode pembelajaran role playing pada pembelajaran akuntansi untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi siklus akuntansi : penelitian dilakukan pada siswa kelas XI IS 3 SMA Stella Duce 2 Yogyakarta."

Copied!
221
0
0

Teks penuh

(1)

vii

 

ABSTRAK

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA

PEMBELAJARAN AKUNTANSI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

SISWA PADA MATERI SIKLUS AKUNTANSI

Penelitian dilakukan pada Siswa Kelas XI IS 3 SMA Stella Duce 2 Yogyakarta

Nicolas Bayu Kristiawan

Universitas Sanata Dharma

2011

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa

kelas XI IS 3 SMA Stella Duce 2 Yogyakarta pada mata pelajaran siklus akuntansi

perusahaan jasa, setelah dilaksanakan metode pembelajaran

role playing.

Jenis

penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada bulan

April 2011 di kelas XI IS 3, SMA Stella Duce 2 Yogyakarta.

Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan

dokumentasi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam satu siklus yang

meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi kegiatan guru,

lembar observasi kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan kelas, lembar observasi

kegiatan guru dalam proses pembelajaran, instrumen pengamatan kelas, lembar

observasi kegiatan belajar siswa dalam kelompok, dan instrumen refleksi. Data yang

telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis

komparatif.

(2)

viii

 

ABSTRACT

THE IMPLEMENTATION OF ROLE PLAYING METHOD ON

ACCOUNTING TO IMPROVE THE UNDERSTANDING OF STUDENTS

LEARNING IN THE ACCOUNTING CYCLE MATERIALS

This Research was Conducted in the Students of the Eleventh Class of the Social

Sciences Department, Two Stella Duce Senior High School Yogyakarta

Nicolas Bayu Kristiawan

Sanata Dharma University

Yogyakarta

2011

This research aims to know the improvement of understanding on accounting

cycle materials of the 11th grade of the 3rd students through the implementation of

role playing method. This kind of research is a class action research. This research

was conducted in April 2011 in the Eleventh Class of the Social Sciences

Department, Two Stella Duce Senior High School Yogyakarta.

The data were collected by the method of observation, interviews, and

documentation. Classroom action research was carried out in one cycle that includes

four phases namely : planning, action, observation, and reflection. Its data were

collected from teacher’s observation sheet activities, observation of student’s activity

sheets, activity sheets classroom observation, teacher’s observation sheet activities in

the learning process, classroom observation instruments, pieces of the observation of

students in group learning activities, and instruments of reflection. They were

analyzed by using descriptive analysis and comparative analysis

(3)

 

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING

PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI UNTUK

MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI

SIKLUS AKUNTANSI

Penelitian Dilakukan Pada Siswa Kelas XI IS 3 SMA Stella Duce 2 Yogyakarta

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Akuntansi

OLEH :

Nicolas Bayu Kristiawan

NIM : 071334058

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(4)

i

 

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING

PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI UNTUK

MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI

SIKLUS AKUNTANSI

Penelitian Dilakukan Pada Siswa Kelas XI IS 3 SMA Stella Duce 2 Yogyakarta

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Akuntansi

OLEH :

Nicolas Bayu Kristiawan

NIM : 071334058

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(5)

ii

(6)

iii

(7)

iv

 

Motto dan Persembahan

 

Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah

cawan ini berlalu dari padaKu, tetapi janganlah

seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang

Engkau kehendaki

(Matius 26:39)

 

 

 

 

 

 

 

Skripsi ini kupersembahkan

untuk:

*

*

*

*

Tuhan Yesus Kristus dan

Bunda Maria

Kedua Orangtua dan

Adik-adikku Tercinta

Keluarga Besarku dan

Saudara-saudaraku Semua

Teman-temanku yang telah

memberikanku pengalaman

(8)

v

 

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini merupakan

karya asli saya yang tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang

telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya

ilmiah.

Yogyakarta, 28 September 2011

Penulis

(9)

vi

 

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma :

Nama

: Nicolas Bayu Kristiawan

Nomor mahasiswa

: 071334058

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan

Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN

ROLE PLAYING

PADA

PEMBELAJARAN AKUNTANSI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

SISWA PADA MATERI SIKLUS AKUNTANSI

Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma

hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam

bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di

internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari

saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama

saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di Yogyakarta

Pada tanggal : 28 September 2011

Yang menyatakan

(10)

vii

 

ABSTRAK

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA

PEMBELAJARAN AKUNTANSI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

SISWA PADA MATERI SIKLUS AKUNTANSI

Penelitian dilakukan pada Siswa Kelas XI IS 3 SMA Stella Duce 2 Yogyakarta

Nicolas Bayu Kristiawan

Universitas Sanata Dharma

2011

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa

kelas XI IS 3 SMA Stella Duce 2 Yogyakarta pada mata pelajaran siklus akuntansi

perusahaan jasa, setelah dilaksanakan metode pembelajaran

role playing.

Jenis

penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada bulan

April 2011 di kelas XI IS 3, SMA Stella Duce 2 Yogyakarta.

Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan

dokumentasi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam satu siklus yang

meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi kegiatan guru,

lembar observasi kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan kelas, lembar observasi

kegiatan guru dalam proses pembelajaran, instrumen pengamatan kelas, lembar

observasi kegiatan belajar siswa dalam kelompok, dan instrumen refleksi. Data yang

telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis

komparatif.

(11)

viii

 

ABSTRACT

THE IMPLEMENTATION OF ROLE PLAYING METHOD ON

ACCOUNTING TO IMPROVE THE UNDERSTANDING OF STUDENTS

LEARNING IN THE ACCOUNTING CYCLE MATERIALS

This Research was Conducted in the Students of the Eleventh Class of the Social

Sciences Department, Two Stella Duce Senior High School Yogyakarta

Nicolas Bayu Kristiawan

Sanata Dharma University

Yogyakarta

2011

This research aims to know the improvement of understanding on accounting

cycle materials of the 11th grade of the 3rd students through the implementation of

role playing method. This kind of research is a class action research. This research

was conducted in April 2011 in the Eleventh Class of the Social Sciences

Department, Two Stella Duce Senior High School Yogyakarta.

The data were collected by the method of observation, interviews, and

documentation. Classroom action research was carried out in one cycle that includes

four phases namely : planning, action, observation, and reflection. Its data were

collected from teacher’s observation sheet activities, observation of student’s activity

sheets, activity sheets classroom observation, teacher’s observation sheet activities in

the learning process, classroom observation instruments, pieces of the observation of

students in group learning activities, and instruments of reflection. They were

analyzed by using descriptive analysis and comparative analysis

(12)

ix

 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah

melimpahkan segala berkat, rahmat dan kasih karuniaNya sehingga penulis dapat

menyelesaikan skripsi dengan judul Penerapan Metode Pembelajaran Role

Playing Pada Pembelajaran Akuntansi Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa

Pada Materi Siklus Akuntansi. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI IS 3

SMA Stella Duce 2 Yogyakarta yang diajukan untuk memenuhi syarat

memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan, dukungan, dan

bimbingan dari berbagai pihak, skripsi ini tidak dapat terwujud. Oleh karena itu

melalui kesempatan ini penulis ingin secara khusus menyampaikan ucapan terima

kasih sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

2. Bapak Indra Darmawan S.E., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan

Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

3. Bapak Laurentius Saptono S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi

Pendidikan Akuntansi sekaligus dosen pembimbing yang telah begitu

(13)

x

 

4. Bapak Yohanes Himawan S.Pd., selaku guru Ekonomi Akuntansi SMA

Stella Duce 2 Yogyakarta, selaku guru pembimbing untuk penelitian

tindakan kelas (PTK) Skripsi saya.

5. Bapak A. Joko Wicoyo, S.Pd M.S yang telah memberikan bimbingan

dalam abstrack skripsi saya.

6. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi serta

para staff karyawan Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan

bimbingan dan pelayanan selama penulis belajar di Universitas Sanata

Dharma.

7. Kedua orang tuaku, Bapak Yohanes Raharjo, dan Ibu Theresia Sumarni,

yang telah mengasihi, memberikan kepercayaan, dukungan, perhatian,

bimbingan, kekuatan, cinta dan doa restunya, hingga penulis dapat,

menyelesaikan skripsi ini.

8. Kakak dan adiku, mas wawan, dan andri, terima kasih atas support yang

diberikan.

9. Eyang Elizabeth Kasiyah Mangun Diharjo (Alm) dan Eyang Maria

Latinah Rejo Sumarto (Alm) yang selalu menyayangi cucu-cucunya.

10.Keluarga besarku, baik dari Kadirojo maupun dari Teguhan, pakde-pakde

dan bude-bude, yang selalu memberikan dorongan dan motivasi untuk

menyelesaikan studi.

11.Teman – teman seperjuanganku Felix, Veny, Danu, Lian, Rima, Kiki,

(14)

xi

 

penelitian, penelitian dan penulisan skripsi, sehingga penulis bisa

menyelesaikan skripsi ini.

12.Seluruh teman-temanku Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan

2007, terima kasih atas semangat, dukungan, dan dorongan kalian serta

segala informasi, waktu, kebersamaan kalian, perhatian teman-teman

sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

13.Teman-teman Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2009,

sebagai fasilitator dalam penelitian ini, terima kasih atas bantuan kalian.

14.Akhirnya untuk semua pihak yang telah membantu dan terkait dalam

kehidupanku, yang tidak dapat aku sebutkan satu persatu, terimakasih,

semoga Tuhan memberkati kita semua…Amin.

Yogyakarta, September 2011

Penulis,

Nicolas Bayu Kristiawan

(15)

xii

 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…. ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... v

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Batasan Masalah ... 3

C. Rumusan Masalah ... 4

D. Tujuan Penelitian ... 4

(16)

xiii

 

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Penelitian Tindakan Kelas ... 6

B. Metode Pembelajaran Role Playing……… ... 12

C. Prestasi Belajar ... 15

D. Mata Pelajaran Akuntansi ... 19

E. Kerangka Berpikir ... 21

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 23

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 23

C. Subyek dan Obyek Penelitian……….. 23

D. Prosedur Penelitian ... 24

E. Instrumen Penelitian ... 31

F. Teknik Analisis Data ... 32

BAB IV GAMBARAN UMUM SEKOLAH A. Sejarah Berdirinya SMA Stella Duce 2 Yogyakarta ... 36

B. Visi, Misi dan Tujuan SMA Stella Duce 2 Yogyakarta ... 39

C. Sistem Pendidikan SMA Stella Duce 2 Yogyakarta ... 42

D. Kurikulum SMA Stella Duce 2 Yogyakarta ... 42

E. Organisasi SMA Stella Duce 2 Yogyakarta ... 49

F. Wewenang dan Tanggung Jawab Masing-Masing Unsur ... 50

(17)

xiv

 

H. Siswa SMA Stella Duce 2Yogyakarta ... 56

I. Kondisi Fisik dan Lingkungan SMA Stella Duce 2 Yogyakarta ... 58

J. Proses Belajar Mengajar SMA Stella Duce 2 Yogyakarta ... 60

K. Majelis Sekolah/Dewan Sekolah ... 62

L. Hubungan Sekolah Dengan Instansi Lain ... 63

M. Usaha – Usaha Peningkatan Kualitas Lulusan ... 64

BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian ... 70

1. Observasi pra penelitian ... 70

2. Putaran pertama ... 79

B. Analisis Komparasi Pemahaman Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Role Playing ... 96

1. Analisis Komparasi ... 97

a. Pengujian Prasarat Analisis ... 100

b Pengujian Hipotesis Penelitian ... 100

C. Pembahasan ... 100

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan ... 102

B. Keterbatasan Penelitian ... 102

C. Saran ... 103

DAFTAR PUSTAKA ... 104

(18)

xv

 

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Komparasi pemahaman siswa sebelum dan sesudah penerapan role

playing………. 34

Tabel 4.1 Tenaga Edukatif ……….. 54

Tabel 4.6 Jumlah Siswa ……… 57

Tabel 5.1 Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Guru Sebelum Penerapan Role Playing ……….. 72

Tabel 5.2 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Sebelum Penerapan Metode Role Playing ……….. 75

Tabel 5.3 Kondisi Kelas Selama Proses Pembelajaran……… 76

Tabel 5.4 Aktivitas guru pada siklus 1……….. 84

Tabel 5.5 Perilaku siswa saat pembelajaran pada siklus 1 ……… 87

Tabel 5.6 Instrumen pengamatan kelas ……… 88

Tabel 5.7 Instrumen Refleksi Guru ……… 91

Tabel 5.8 Instrumen refleksi siswa terhadap komponen pembelajaran dan metode role playing………. 94

(19)

xvi

 

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Tahap Penelitian Tindakan Kelas ………11

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Sekolah SMA Stella Duce 2 Yogyakarta…… 49

 

(20)

xvii

 

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lembar Observasi Perilaku Guru (catatan anekdotal) ... 106

Lampiran 2 Lembar Observasi Terhadap Kelas (catatan anekdotal) ... 107

Lampiran 3 Lembar Observasi Perilaku Siswa ... 108

Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ... 109

Lampiran 5 Instrumen Observasi Aktivitas Guru di Kelas Sebelum Penerapan Metode Role Playing ... 116

Lampiran 6 Instrumen Observasi Aktivitas guru di Kelas Pada Saat Penerapan Role Playing ... 119

Lampiran 7 Lembar Refleksi Observasi Keadaan Kelas Saat Penerapan Metode Role Playing ... 122

Lampiran 8 Instrumen Observasi Kegiatan Siswa di Kelas Sebelum Penerapan Metode Role Playing ... 123

Lampiran 9 Instrumen Observasi Kegiatan Siswa di Kelas Pada Saat Penerapan Metode Role Playing ... 124

Lampiran 10 Refleksi Guru Mitra Terhadap Perangkat dan Metode Pembelajaran Role Playing ... 125

Lampiran 11 Refleksi Siswa Terhadap Perangkat dan Metode Pembelajaran Role Playing ... 126

Lampiran 12 Aktivitas Guru Pada Putaran Pertama ... 127

Lampiran 13 Perilaku Siswa Saat Pembelajaran Pada Putaran Pertama ... 129

(21)

xviii

 

Lampiran 15 Instrumen Observasi Aktivitas Guru di Kelas Pada Saat

Menerapkan Metode Pembelajaran Role Playing ... 131

Lampiran 16 Hasil Wawancara Dengan Guru Tentang Metode Pembelajaran 134

Lampiran 17 Lembar Observasi Kegiatan Siswa ... 135

Lampiran 18 Instrumen Observasi Aktivitas Siswa di Kelas Sebelum

Pembelajaran Role Playing ... 137

Lampiran 19 Lembar Observasi Kegiatan Siswa (catatan anekdotal) ... 138

Lampiran 20 Kondisi Kelas Selama Proses Pembelajaran ... 139

Lampiran 21 Lembar Refleksi Siswa Terhadap Komponen Pembelajaran

dan Metode Role Playing ... 140

Lampiran 22 Instrumen Pengamatan Kelas ... 141

Lampiran 23 Perilaku Siswa Saat Pembelajaran Pada Siklus Pertama ... 142

Lampiran 24 Lembar Refleksi Guru Mitra Terhadap Komponen

Pembelajaran dan Metode Role Playing ... 143

Lampiran 25 Lembar Refleksi Siswa Terhadap Komponen Pembelajaran

Dan Metode Role Playing ... 144

Lampiran 26 Soal Pre dan Post Test ... 145

Lampiran 27 Hasil Pre dan Post Test Siswa Kelas XI IS 3 ... 157

Lampiran 28 Hasil Uji Test Kolmogorov Smirnov dan Paired Sample Test . 158

(22)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah usaha yang terencana untuk mewujudkan

suasana belajar atau proses belajar agar manusia atau masyarakat secara

aktif dapat mengembangkan potensi dirinya. Pendidikan mempunyai

peranan penting bagi perkembangan kehidupan manusia. Dengan adanya

pendidikan manusia dapat mengembangkan dirinya baik secara kognitif

motorik maupun sosial ekonomi.

Dalam proses belajar mengajar di sekolah terdapat berbagai macam

unsur yang saling berkaitan dan menentukan dalam keberhasilan proses

belajar mengajar. Unsur-unsur tersebut adalah pendidik (guru), peserta

didik (siswa), kurikulum, pengajaran, tes, dan lingkungan. Siswa sebagai

subjek dalam proses tersebut juga sangat berperan dalam keberhasilan

kegiatan belajar mengajar (Sudjana, 2001:2).

Dalam proses pembelajaran keterlibatan siswa merupakan faktor

yang sangat penting dalam keberhasilan siswa memahami materi

pelajaran. Untuk memberikan kesempatan bagi siswa agar terlibat dalam

pembelajaran, guru perlu untuk menerapkan suatu metode pembelajaran.

Metode pembelajaran yang digunakan harus sesuai dengan kondisi,

karakteristik siswa maupun mata pelajaran yang diampu. Selain itu guru

(23)

motivator dan harus berperan aktif demi kemajuan prestasi siswa dalam

rangka peningkatan mutu pendidikan.

Akuntansi merupakan salah satu mata pelajaran yang dikategorikan

sulit bagi siswa kelas ilmu sosial. Dalam mata pelajaran akuntansi, siswa

perlu mengetahui siklus akuntansi secara menyeluruh. Hal demikian

disebabkan ketidakpahaman siswa akan berpengaruh terhadap

materi-materi selanjutnya. Ketika siswa tidak memahami satu materi-materi, maka siswa

akan kesulitan untuk memahami materi selanjutnya.

Materi siklus akuntansi perusahaan jasa merupakan pokok bahasan

mengenai proses menganalisis, mencatat, menggolongkan,

mengikthisarkan, dan melaporkan transaksi-transaksi keuangan yang

terjadi di perusahaan jasa. Pada umumnya materi tersebut diberikan oleh

guru dengan menggunakan metode konvensional diantaranya dengan

metode ceramah dan latihan soal. Dalam penerapan metode ceramah ini

siswa masih mengalami kesulitan dalam mempelajari materi akuntansi,

terutama karena mempelajari siklus akuntansi secara sepotong-sepotong.

Di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, guru mata pelajaran akuntansi,

menggunakan metode ceramah dan penugasan kepada siswa baik itu

mengerjakan soal di buku maupun di papan tulis, untuk menjelaskan

materi pembelajaran kepada siswa. Pada dasarnya siswa sudah cukup jelas

dengan materi pembelajaran akuntansi dengan metode yang digunakan

oleh guru, namun terkadang siswa mengalami kebosanan dalam belajar

(24)

tidak merata kepada semua siswa khususnya untuk penugasan di depan

kelas dan di papan tulis. Berdasarkan fakta yang ada di SMA Stella Duce 2

Yogyakarta, peneliti mencoba untuk menerapkan metode yang mengajak

seluruh siswa untuk secara proaktif belajar akuntansi, yaitu metode

pembelajaran role playing.

Melalui penerapan metode pembelajaran role playing siswa diajak

untuk mengenali bukti transaksi, bagaimana pembuatan bukti transaksi,

dan bagaimana melakukan pencatatan transaksi ke dalam jurnal. Dengan

penerapan pembelajaran role playing dalam pembelajaran akuntansi ini

maka diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa dengan cara

mempraktikan siklus akuntansi secara langsung.

Berdasarkan fenomena pembelajaran tersebut di atas, maka peneliti

tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas untuk memperbaiki

proses pembelajaran akuntansi. Penelitian tindakan kelas ini mengambil

tema “Penerapan Metode Pembelajaran Role Playing Pada Pembelajaran

Akuntansi Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Materi Siklus

Akuntansi”. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2011 pada kelas xi

is 3 SMA Stella Duce 2 Yogyakarta.

B. Batasan Masalah

Penelitian ini dimaksudkan untuk menerapkan metode

(25)

peningkatan pemahaman siswa dalam mata pelajaran akuntansi siswa

kelas XI IS 3 SMA Stella Duce 2 Yogyakarta.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dirumuskan

masalah dalam penelitian ini bagaimana penerapan metode pembelajaran

role playing pada pembelajaran akuntansi untuk meningkatkan

pemahaman siswa pada materi siklus akuntansi ?

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, maka

tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan

metode pembelajaran role playing pada pembelajaran akuntansi untuk

meningkatkan pemahaman siswa pada materi siklus akuntansi.

E. Manfaat penelitian

1. Bagi guru

Diharapkan hasil penelitian ini bermanfaat bagi guru dalam hal:

a. Mampu memberikan alternatif metode pembelajaran bagi guru

dalam proses pembelajaran akuntansi.

b. Kemampuan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat dalam

pembelajaran akuntansi.

(26)

2. Bagi sekolah

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan hasil penelitian ini dapat

meningkatkan kualitas proses pembelajaran sehingga nantinya dapat

(27)

6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Penelitian Tindakan Kelas

1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan salah satu penelitian

yang dilakukan untuk mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai

dengan karakteristik siswa. Dalam bahasa Inggris PTK disebut juga

dengan classroom action research. Berikut ini merupakan pengertian/

hakikat PTK menurut beberapa ahli:

a. Carr dan Kemmis

Hakikat PTK menurut Carr dan Kemmis (1986:179-211)

adalah suatu bentuk penelitian refleksi diri (self reflective) yang

dilakukan oleh partisipan dalam situasi sosial untuk memperbaiki

rasionalitas kebenaran:

1)Praktik-praktik sosial atau pendidikan yang dilakukan sendiri

2)Pengertian mengenai praktik-praktik tersebut

3)Situasi-situasi di mana praktik-praktik tersebut dilaksanakan

b. Mc Niff

Mc Niff (2002:15) memandang hakikat PTK adalah sebagai

bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru sendiri yang

hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk pengembangan

(28)

oleh masyarakat/kelompok sasaran dengan memanfaatkan interaksi,

partisipasi dan kolaboratif antara peneliti dan kelompok sasaran.

c. Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama

Menurut Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama (2009:9),

PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri

dengan cara: 1) merencanakan; 2) melaksanakan; dan 3)

merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan

tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar

siswa dapat meningkat.

Dari ketiga pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa

PTK adalah penelitian reflektif yang dilakukan oleh partisipan

(guru) di kelas, dengan cara dan metode tertentu yang bertujuan

untuk memperbaiki kinerja guru, sehingga hasil belajar siswa dapat

meningkat.

2. Prinsip Dasar PTK

PTK mempunyai beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh

guru di sekolah. Prinsip tersebut diantaranya (Wijaya Kusumah,

2009:17) :

a. Tidak menganggu pekerjaan utama guru yaitu mengajar.

b. Metode pengumpulan data tidak menuntut metode yang berlebihan sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran.

c. Metodologi yang digunakan harus cukup reliable sehingga hipotesis yang dirumuskan ikut meyakinkan.

d. Masalah yang diteliti adalah masalah pembelajaran.

(29)

sebaiknya diketahui oleh pimpinan sekolah dan guru sejawat sehingga hasilnya cepat tersosialisasi.

f. Masalah tidak hanya berfokus pada konteks kelas, melainkan dalam perspektif misi sekolah secara keseluruhan (perlu kerja sama antara guru dan dosen).

3. Tujuan PTK

PTK mempunyai beberapa tujuan yang harus diperhatikan oleh guru di

sekolah. Tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas antara lain (Susilo 2007:17) :

a. Untuk perbaikan dan peningkatan kualitas proses pembelajaran.

b. Perbaikan dan peningkatan pelayanan profesionalitas guru kepada peserta didik dalam konteks pembelajaran di kelas.

c. Mendapatkan pengalaman tentang keterampilan praktik dalam proses pembelajaran secara reflektif, dan bukan untuk mendapat ilmu baru.

d. Pengembangan kemampuan dan keterampilan guru dalam proses pembelajaran di kelas dalam rangka mengatasi permasalahan aktual yang dihadapi sehari-hari.

e. Adapun tujuan penyertaan penelitian tindakan kelas yang dapat dicapai adalah terjadinya proses latihan dalam jabatan selama proses penelitian itu berlangsung.

4. Manfaat PTK

Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari dilaksanakannya PTK yang

terkait dengan komponen utama pendidikan dan pembelajaran (Susilo

2007:17) antara lain :

a. Inovasi pembelajaran b. Pengembangan kurikulum

c. Peningkatan profesionalisme guru atau pendidik

d. Melalui PTK secara kolaboratif akan tercipta peluang yang luas terhadap terciptanya karya tulis bagi guru

(30)

5. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas

Dalam PTK, ada langkah-langkah yang harus dilakukan

sebagaimana yang tersaji dalam buku yang berjudul Pedoman

Penelitian Tindakan Kelas, antara lain sebagai berikut (Depdiknas:13):

a.Penetapan masalah penelitian

Dalam PTK, penetapan masalah penelitian diambil dari hasil pengamatan awal yang reflektif. Setelah masalah diamati dan diidentifikasi, maka masalah tersebut dianalisis dan dipergunakan untuk merancang rencana tindakan penelitian. Masalah penelitian harus jelas dan spesifik agar dapat memilih tindakan yang tepat dalam penelitian nantinya.

b.Perencanaan tindakan

Sebelum pelaksanaan tindakan, maka perlu perencanaan tindakan sebagai tindakan persiapan. Beberapa hal yang perlu direncanakan antara lain:

1) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang berisi langkah-langkah pembelajaran dan bentuk pembelajaran yang akan dilakukan.

2) Mempersiapkan sarana pembelajaran yang mendukung terlaksananya tindakan penelitian.

3) Mempersiapkan instrumen penelitian seperti instrumen observasi, kuesioner dan lembar refleksi.

4) Melakukan simulasi pelaksanaan tindakan dan melihat keterlaksanaannya di lapangan.

c.Pelaksanaan tindakan dan observasi 1) Pelaksanaan tindakan

Setelah merencanakan pelaksanaan tindakan, maka dilaksanakan tindakan penelitian yang dilakukan secara sadar dan terkendali berdasarkan rencana tindakan yang telah dibuat. Dalam pelaksanaan tindakan, peneliti bertugas mengamati jalannya tindakan penelitian.

2) Observasi

(31)

d.Analisis Data, Evaluasi dan Refleksi 1) Analisis data

Data yang diperoleh dari tindakan penelitian tersebut dianalisis sehingga dapat memberikan kesimpulan dari proses tindakan penelitian.

Analisis data dilakukan dalam 3 tahap, yaitu: a) Reduksi Data.

Reduksi data adalah proses pengolahan data menjadi informasi yang bermakna dalam penelitian.

b) Paparan Data.

Paparan data merupakan upaya menyajikan data secara jelas yang memberikan gambaran tentang proses dan hasil tindakan penelitian.

c) Penyimpulan.

Penyimpulan merupakan pemaknaan dari tindakan dan hasil penelitian.

2) Evaluasi

Setelah data dianalisis maka akan didapatkan hasil analisis. Hasil analisis tersebut akan dipergunakan sebagai bahan evaluasi terhadap proses dan hasil yang dicapai dalam penelitian. Hasil dari evaluasi tersebut digunakan sebagai bahan refleksi.

3) Refleksi

Refleksi merupakan upaya menganalisis tindakan yang telah dicatat dalam observasi. Jadi, refleksi dilakukan setelah adanya pelaksanaan tindakan dan observasi tindakan. Hasil refleksi akan dipergunakan untuk melakukan langkah selanjutnya dalam upaya menghasilkan perbaikan atau kualitas proses pembelajaran.

e.Perencanaan Tindak Lanjut

(32)

Berikut ini merupakan gambar mengenai tahap-tahap penelitian

[image:32.612.70.534.157.672.2]

tindakan kelas: (Arikunto, 2008:17-20)

Gambar 2.1

(33)

B. Metode Pembelajaran Role Playing

Role playing adalah suatu aktivitas pembelajaran terencana yang

dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang spesifik (Zaini

2006:98). Pengertian role playing berasal dari bahasa Inggris “role “ dan

playing”. Pengertian role adalah peran dan playing adalah bermain. Secara

singkat dapat disimpulkan bahwa role playing adalah bermain peran. Dalam

http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/kumpulanmetodepembelajaranda

mpingan.html, pengertian role play adalah sebagai berikut:

Bermain peran/role playing pada umumnya adalah metode untuk menghadirkan suatu pertunjukan peran di dalam kelas/pertunjukan yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan suatu penilaian terhadap masing-masing peran yang diperaninya.

Uno (2008:26) berpendapat bahwa :

Role playing sebagai salah satu model pembelajaran yang bertujuan untuk membantu siswa menemukan makna diri (jati diri) di dunia sosial dan memecahkan dilema dengan bantuan kelompok.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa metode

pembelajaran role playing adalah suatu metode pembelajaran yang diterapkan

untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran dengan menghadirkan

peran-peran yang ada di dalam dunia nyata ke dalam kelas dimana siswa

diajak menguasai bahan ajar dengan cara memerankan peran sesuai dengan

karakter dari masing-masing materi ajar sehingga semua siswa dapat

(34)

1. Aspek utama role playing

Role playing didasarkan pada tiga aspek utama yaitu (Zaini 2008 : 98) :

a. Mengambil peran (role-taking), yaitu tekanan ekspektasi ekspektasi sosial terhadap pemegang peran.

b. Membuat peran (role making) yaitu kemampuan pemegang peran berubah secara dramatis dari satu peran ke peran yang lain dan menciptakan serta memodifikasi peran sewaktu-waktu diperlukan

c. Tawar menawar peran (role negotiation), yaitu tingkat dimana peran-peran dinegosiasikan dengan pemegang-pemegang peran yang lain dalam parameter dan hambatan interaksi sosial

2. Tahap-tahap penerapan metode pembelajaran role playing (Zaini, 2008:104):

1. Perencanaan dan persiapan

Beberapa hal yang harus dilakukan pendidik sebelum memulai role playing antara lain :

a. Mengenal peserta didik

Dalam perencanaan penerapan metode pembelajaran role playing ini guru perlu mengetahui tentang jumlah peserta didik, materi yang diketahui peserta didik, pengalaman pembelajaran menggunakan role playing, latar belakang peserta didik, minat dan kemampuan peserta didik serta kemampuan peserta didik untuk berkolaborasi.

b. Menentukan tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran dalam penerapan metode role playing ini harus jelas dan spesifik.

c. Menentukan waktu

Dalam tahap perencanaan ini, guru perlu menentukan kapan metode pembelajaran role playing diterapkan dalam proses pembelajaran. d. Mengidentifikasikan skenario

Skenario memberikan informasi tentang apa yang harus diketahui peserta didik tentang perannya. Pilihan skenario tergantung minat dan kemampuan peserta didik.

e. Peranan guru

Guru harus membuat keputusan apakah ia akan berpartisipasi dalam proses pembelajaran (memainkan peran) atau sebagai pengamat saja. f. Mempertimbangkan hambatan

Dalam hal ini, sebaiknya guru mempertimbangkan ruangan kelas cukup luas atau tidak, meja dan kursi bisa dipindah atau tidak , saat pelaksanaan kelas menjadi rebut atau tidak. Hal-hal tersebut harus dipertimbangkan dan dicari solusi atas hambatan tersebut.

g. Merencanakan waktu

Pengalokasian waktu memang harus dipertimbangkan. Pengalokasian waktu pendahuluan, pemeranan, dan refleksi sebaiknya 1 : 2 : 3

(35)

h. Pengumpulan sumber informasi yang relevan.

Sumber informasi yang lainnya diperlukan untuk memberikan gambaran dan stimulus kepada peserta didik.

2. Interaksi

Adapun langkah-langkah dalam penerapan metode role playing, adalah sebagai berikut :

a. Membuat peraturan permainan

Aturan dasar role playing untuk pelaksanaan perlu dibuat dan dirundingkan kepada semua pihak.sejak awal.

b. Mengeksplesitkan tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran dan pentingnya penggunaan metode role playing perlu diungkapkan kepada peserta didik.

c. Membuat langkah-langkah permainan

Guru harus membuat langkah-langkah yang jelas dalam penerapan metode role playing ini dan menjelaskan kepada siswa agar dalam pelaksanaan siswa tidak bingung.

d. Menggambarkan skenario atau situasi

Skenario perlu dibuat oleh guru agar peserta didik dapat mencari pengetahuannya sendiri tentang apa yang akan diperaninya dan dengan cara berpartisipasi di dalam proses pembelajaran. Guru juga perlu memberikan informasi yang cukup kepada peserta didik agar dapat menjalankan perannya dengan sebaik-baiknya.

e. Mengalokasikan peran

Guru wajib membagi peran yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. Apabila guru belum mengetahui peran dari setiap peserta didik maka guru dapat membagi peran secara acak. Guru juga harus menentukan apakah dirinya akan terlibat dalam permainan ini atau hanya sebagai pengamat.

f. Memulai role playing

Role playing diterapkan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.

3. Refleksi dan evaluasi

Refleksi dan evaluasi dapat dilakukan di saat permainan sedang berlangsung atau setelah permainan berakhir. Aktivitas yang dilakukan di dalam kelas di evaluasi dan disimpulkan oleh guru dan peserta didik. Guru dan peserta didik juga melakukan refleksi yang berguna untuk menentukan tindak lanjut selanjutnya.

(36)

3. Kelebihan dan kekurangan role playing :

Metode pembelajaran role playing mempunyai kelebihan maupun

kekurangan, antara lain seperti yang dijelaskan dalam

(http://learning-with-me.blogspot.com/2006/09) yaitu:

Kelebihan metode role playing:

a. Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerja sama

b. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.

c. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.

d. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Kelemahan metode role playing:

a. Siswa tidak dapat memainkan peran yang ada. Siswa lebih difokuskan pada satu peran saja.

b. Siswa lebih memahami materi pelajaran yang diperaninya dari pada materi ajar yang tidak diperaninya

C. Prestasi Belajar

1. Pengertian Belajar

Secara umum belajar dapat dipahami sebagai suatu tahapan

perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap (permanent)

sebagai hasil pengalaman. Belajar merupakan suatu proses perubahan

tingkah laku individu yang relatif menetap (permanent) sebagai hasil atau

akibat dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan

proses kognitif, afektif dan psikomotor.

Noehi Nasution (1998:4) menyatakan bahwa belajar dalam arti luas

dapat diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau

berubahnya suatu tingkah laku sebagai hasil dari terbentuknya respon

(37)

bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau oleh adanya perubahan

sementara karena sesuatu hal. Fontana seperti yang dikutip oleh Udin S

Winata Putra (1995:2) mengemukakan bahwa belajar mengandung

pengertian proses perubahan yang relatif tetap dalam perilaku individu

sebagai hasil dari pengalaman.

Berdasarkan uraian-uraian di atas dapat disimpulkan bahwa

pengertian belajar adalah suatu proses perubahan yang bersifat menetap

sebagai hasil dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang

melibatkan proses kognitif, afektif, dan psikomotorik.

2. Pengertian Prestasi Belajar

Istilah prestasi di dalam Kamus Ilmiah Populer (Adi Satrio, 2005:467)

didefinisikan sebagai hasil yang telah dicapai. Pengertian prestasi belajar

menurut beberapa ahli, antara lain :

a. Winkel (1996:226) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan

bukti keberhasilan yang telah dicapai seseorang. maka prestasi belajar

merupakan hasil maksimum yang dicapai seseorang setelah

melaksanakan usaha-usaha belajar.

b. Arif Gunarso (1993:77) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah

usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan

usaha-usaha belajar.

c. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002 :895), yang dimaksud

(38)

keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya

ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.

Berdasarkan uraian-uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi

belajar adalah tingkat keberhasilan yang dicapai dari suatu kegiatan atau

usaha yang dapat memberikan kepuasan emosional, dan dapat diukur dengan

alat atau tes tertentu.

3. Faktor-Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Prestasi Belajar

Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain : faktor yang

terdapat dalam diri siswa (faktor intern), dan faktor yang berasal dari luar

siswa (ekstern).

a. Faktor intern.

Faktor intern adalah faktor yang terdapat dalam diri individu itu sendiri yang dapat mempengaruhi prestasi belajarnya faktor-faktor intern yang dapat mempengaruhi prestasi belajar seseorang adalah antara lain: kecerdasan/intelegensi, bakat, minat, motivasi

b. Faktor Ekstern

Faktor ekstern adalah yaitu faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar seseorang yang sifatnya berasal dari luar diri seseorang tersebut. Yang termasuk faktor-faktor ini adalah antara lain: keadaan lingkungan keluarga, keadaan lingkungan sekolah, dan keadaan lingkungan masyarakat.

4. Pengertian Pemahaman

Pemahaman berasal dari kata 'paham' yang mendapat imbuhan

pe-an. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (Purwodarminto,1984:694),

paham memiliki arti pengertian, pendapat pikiran, dan mengerti benar.

Sejalan dengan pandangan Purwodarminto (1984:694), Kamus Besar Pusat

(39)

pikiran. Pemahaman sendiri diartikan sebagai proses berbuat memahami

atau memahamkan.

Suatu pembelajaran dasar yang hampir dilupakan oleh setiap orang

adalah pemahaman. Pemahaman adalah suatu titik temu antara 2 pola yang

terdapat didalam diri manusia yaitu pola akal dan pola rasa, jika

disetiap/suatu pembelajaran dimulai dan didasari oleh suatu pemahaman

terlebih dahulu maka akan lebih berharga dan bermaknalah suatu

pembelajaran tersebut .

Cara belajar yang berdasarkan suatu pemahaman dapat

dikategorikan atau dikatakan sebagai cara belajar yang tidak mengingat

akan tetapi mengingat tapi dengan suatu aplikasi, seperti contoh: di dalam

tubuh manusia terdapat berbagai macam unsur ataupun elemen yang bersifat

komprehensif, kompleks dan mutlak sebagai suatu kesatuan dan tak dapat

dipisah – pisahkan, akan tetapi siorang itu tadi terkadang juga lupa akan apa

yang ia miliki di dalam dirinya sendiri sedangkan suatu ketika terjadi

sesuatu permasalahan baik itu yang berasal /disebabkan oleh faktor dari

dalam maupun dari luar pada si orang itu sendiri maka perlu segera dicari

jalan keluarnya baik itu dengan usaha pemikirannya maupun lewat

perasaannya

Tingkat pemahaman siswa dapat dilihat dari prestasi belajar yang

diperoleh selama proses belajar mengajar. Prestasi belajar siswa dinilai

melalui evaluasi pembelajaran. Evaluasi atau penilaian adalah pengambilan

(40)

2009:3). Dari evaluasi pembelajaran, diperoleh data-data mengenai

pencapaian skor yang diperoleh siswa. Skor siswa tersebut akan diolah guru

menjadi nilai. Nilai dari hasil belajar ini menunjukan sejauh mana peserta

didik memahami suatu materi pelajaran yang selama ini dipelajari. Siswa

yang memiliki nilai di atas standar kelulusan atau kriteria tertentu dapat

dinyatakan bahwa siswa tersebut telah memahami suatu materi ajar. Jika ada

siswa yang mendapatkan nilai dibawah standar kelulusan maka siswa

tersebut dikatakan belum paham.

D. Mata Pelajaran Akuntansi

American Institute Certified Public Accountant (AICPA)

mendefinisikan Akuntansi sebagi seni pencatatan, pengelompokan dan

pengikhtisaran menurut cara yang berarti dan dinyatakan dalam nilai

uang/segala transaksi dan kejadian yang sedikitnya bersifat keuangan dan

kemudian menafsirkan hasilnya, (Suwardjono, 2002:5). Menurut Suwardjono

(2002:7), Akuntansi adalah seperangkat pengetahuan yang mempelajari

perekayasaan penyediaan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif suatu

unit organisasi dan cara penyampaian (pelaporan) informasi tersebut kepada

pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam pengambilan

keputusan ekonomik.

Sedangkan Accounting Principles Board No.4 (1970), medefinisikan

Akuntansi sebagai kegiatan/fungsi penyediaan jasa yang fungsinya

(41)

yang bersifat keuangan, yang diperkirakan bermanfaat dalam pengambilan

keputusan-keputusan ekonomik (Suwardjono, 2002:6).

Dari beberapa definisi yang telah diuraikan di atas, maka dapat

dibuat suatu kesimpulan bahwa akuntansi adalah suatu penggolongan,

pencatatan, pengikhtisaran dan pelaporan kejadian atau transaksi yang

[image:41.612.71.534.226.719.2]

bersifat keuangan yang digunakan dalam pengambilan keputusan.

Gambar 2.2

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Neraca saldo setelah

Ayat penutup

Kertas

Ayat pembalik

Laporan keuangan :

• Neraca • Laporan

laba rugi • Laporan

perubahan ekuitas transaksi Bukti transaksi

Neraca saldo

Buku jurnal

(42)

E. Kerangka Berpikir

Pada umumnya pembelajaran akuntansi di sekolah menengah

identik dengan kegiatan ceramah dan hanya membahas seputar teori saja.

Hal ini sangat disayangkan mengingat akuntansi akan jauh lebih baik

apabila kegiatan praktik secara langsung juga diperhatikan. Guru-guru

selama ini hanya terpatok kepada materi ajar/modul dan belum berani

melakukan berbagai pengembangan materi ajar seperti mencoba

menerapkan kegiatan praktik kepada siswa-siswa. Para siswa cenderung

untuk menghafal materi pelajaran tanpa memahami konsep. Peserta didik

akhirnya mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal ulangan jika soal

berbeda dengan yang diajarkan. Hal ini menjadi pertanda bahwa siswa

juga kurang memahami akuntansi dengan baik.

Berdasarkan pemahaman siswa yang kurang optimal tentang

siklus akuntansi perusahaan jasa, maka diterapkanlah metode

pembelajaran role playing. Menurut Hisyam (2008:98), role playing

merupakan suatu aktivitas pembelajaran terencana yang dirancang untuk

mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang spesifik. Sementara menurut

Djajadisastra (1982:34), metode bermain peran atau berperan adalah suatu

metode mengajar di mana guru memberikan kesempatan kepada murid

untuk melakukan kegiatan memainkan peranan tertentu seperti yang yang

terdapat dalam kehidupan masyarakat (sosial).

Dalam metode pembelajaran role playing, siswa dilibatkan dalam

(43)

di role playing ini. Peran-peran siswa yang dimaksud adalah sebagai

akuntan, bagian keuangan, bagian kurir atau penjualan transaksi, dan

pihak di luar perusahaan. Siswa yang berperan sebagai pelaksana

transaksi bertugas untuk melakukan transaksi yang terjadi di dalam

perusahaan dan berhubungan secara langsung dengan pihak di luar

perusahaan. Siswa yang berperan sebagai bagian keuangan bertugas untuk

mengurus keluar dan masuknya uang perusahaan, dan membuat bukti

transaksi yang diperlukan. Siswa yang berperan sebagai akuntan bertugas

untuk mencatat transaksi ke dalam jurnal sampai dengan pembuatan

laporan keuangan. Siswa yang berperan sebagai pihak yang ada di luar

perusahaan bertugas untuk menyediakan bukti transaksi atas transaksi

yang dilakukan perusahaan. Ketika memainkan peran, siswa harus

benar-benar memahami tugas dari tiap peran sehingga role playing dapat

berjalan sesuai dengan praktik akuntansi yang nyata.

Pada saat peserta didik dilibatkan dalam berbagi peran, maka

peserta didik lebih mudah untuk memahami materi yang sedang

dipelajari. Kemampuan peserta didik untuk mengingat suatu materi yang

mereka pelajari melalui praktik secara langsung akan lebih lama dan

menetap dibandingkan dengan mendengarkan ceramah atau membaca

materi secara mandiri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa

pembelajaran dengan menggunakan metode role playing dapat membantu

peserta didik untuk lebih memahami materi siklus akuntansi perusahaan

(44)

23

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dan termasuk

penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini, PTK diterapkan pada mata

pelajaran akuntansi pada materi ajar siklus akuntansi perusahaan jasa

khususnya materi ajar mulai dari transaksi sampai dengan neraca saldo.

Dengan PTK ini diharapkan masalah-masalah yang ada di dalam kelas dapat

diatasi dan terjadi perbaikan kualitas pembelajaran.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IS 3 SMA Stella Duce

Yogyakarta.

2. Waktu penelitian

Penelitian dilakukan pada bulan April 2011

C. Subjek dan objek penelitian

1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IS 3 SMA Stella Duce 2

(45)

2. Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah peningkatan pemahaman siswa melalui

penerapan model pembelajaran role playing pada mata pelajaran

akuntansi.

D. Prosedur Penelitian

Secara operasional, penelitian tindakan kelas yang diterapkan dalam

penelitian ini ada dua tahapan yaitu kegiatan prapenelitian (observasi

kegiatan guru, observasi kelas dan observasi siswa), kegiatan pelaksanaan

penelitian. Adapun kegiatan yang dilakukan pada masing-masing tahapan

diuraikan sebagai berikut:

1. Kegiatan pra penelitian

Sebelum mengadakan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan

kegiatan pra-penelitian. Kegiatan pra penelitian ini meliputi:

a. Observasi terhadap guru

Instrumen observasi yang digunakan adalah lembar observasi

terhadap keterampilan guru dalam melaksanakan proses

pembelajaran. Lembar observasi meliputi kegiatan pra

pembelajaran, kegiatan awal (melakukan apersepsi dan

mengemukakan tujuan pembelajaran), kegiatan inti (penggunaan

(46)

pembelajaran) dan kegiatan penutup (evaluasi dan refleksi) yang

dilaksanakan oleh guru selama pembelajaran berlangsung.

b. Observasi terhadap siswa

Instrumen observasi yang digunakan adalah lembar observasi

terhadap perilaku dan sikap siswa selama kegiatan pembelajaran

berlangsung. Lembar observasi terhadap siswa meliputi kegiatan

awal (kesiapan siswa mengikuti pembelajaran), kegiatan inti (sikap

siswa pada saat pembelajaran, aktivitas siswa dan partisipasi

siswa), kegiatan penutup (evaluasi proses pembelajaran, siswa

mengerjakan tugas dengan baik, refleksi).

c. Observasi terhadap kelas

Peneliti mendeskripsikan bagaimana keadaan kelas selama

proses belajar mengajar berlangsung. Cakupan pengamatan

meliputi deskripsi lingkungan fisik kelas, tata letak kelas, dan

manajemen kelas. Bentuk instrumen observasi terhadap kelas

adalah instrumen observasi aktivitas siswa di kelas. Instrumen

observasi yang digunakan adalah lembar observasi terhadap

kondisi kelas.

2. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas

Pada pelaksanaan ini, ada tahapan-tahapan yang dilakukan, antara lain:

(47)

Pada tahap ini, dilakukan penyusunan rencana tindakan berupa

penyiapan pembelajaran dengan menggunakan metode role

playing yaitu meliputi:

1) Peneliti dan guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran

(RPP)

2) Peneliti dan guru mendiskusikan alur pelaksanaan

pembelajaran dengan menerapkan metode role playing dan

menyusun tugas dari masing-masing peran dalam penerapan

metode pembelajaran role playing.

3) Peneliti menyediakan peralatan yang dibutuhkan dalam

penerapan metode pembelajaran role playing.

4) Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok yang terdiri

dari tiga orang siswa.

5) Guru dan peneliti melakukan simulasi metode pembelajaran

role playing pada proses pembelajaran yang akan dilakukan.

Simulasi ini dimaksudkan agar para siswa dapat memahami

perannya masing-masing dan memahami kegiatan

pembelajaran yang dilakukan.

3. Pelaksanaan penelitian

a. Siklus pertama

Pada siklus pertama, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan

yaitu:

(48)

a) Peneliti bersama guru mengumpulkan data tentang

karakteristik tiap siswa. Setelah diketahui kemampuan tiap

siswa maka siswa di dalam kelas tersebut akan dibagi

menjadi beberapa kelompok yang heterogen, dan setiap

kelompok terdiri dari 4 orang siswa. Selain membagi

kelompok, guru dan peneliti juga merancang materi

pembelajaran, alur pelaksanaan, alat-alat yang dibutuhkan,

dan rencana pelaksanaan pembelajaran.

b) Peneliti bersama guru menyusun instrumen pengumpulan

data yang meliputi:

(1) Lembar observasi perilaku guru

Lembar observasi perilaku guru digunakan untuk

mengetahui perilaku guru selama siklus pertama

pembelajaran dengan menerapkan metode role

playing berlangsung.

(2) Lembar observasi perilaku siswa

Lembar observasi perilaku siswa digunakan untuk

mengetahui perilaku siswa di kelas selama siklus

pertama pembelajaran dengan menerapkan metode

role playing berlangsung.

(49)

Lembar observasi kelas digunakan untuk mencatat

keadaan kelas selama siklus pertama pembelajaran

dengan menerapkan metode roleplaying berlangsung.

(4) Instrumen refleksi.

Setelah siklus pertama proses pembelajaran selesai,

maka guru dan siswa melakukan refleksi tentang

pembelajaran dengan menerapkan metode role

playing. Refleksi bertujuan untuk menganalisis,

memaknai, dan membuat kesimpulan dari

pembelajaran. Refleksi dapat digunakan untuk

perbaikan pada siklus kedua.

2) Pelaksanaan tindakan (acting)

Tahap ini merupakan implementasi mengenai apa yang

telah direncanakan dalam tahap I. Dalam tahap ini hendaknya

guru melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan apa

yang telah direncanakan. Pada tahap ini diterapkan

penggunaan metode role playing dengan rencana kegiatan

sebagai berikut:

a) Guru menjelaskan secara singkat tentang metode role

playing yang akan diterapkan pada materi siklus akuntansi

(50)

b) Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Setiap

kelompok terdiri dari 3 orang yang akan bertugas sebagai

akuntan, bagian keuangan, dan bagian kurir.

c) Guru menjelaskan tugas dari masing-masing peran dalam

role playing. Adapun peran-peran yang akan diperankan

siswa adalah akuntan, bagian keuangan, dan bagian

penjualan atau pembelian. Akuntan bertugas untuk mencatat

transaksi yang terjadi sampai dengan pembuatan laporan

keuangan. Bagian keuangan bertugas untuk mengatur keluar

masuknya uang dan membuat bukti transaksi yang

diperlukan. Petugas bagian penjualan atau kurir bertugas

untuk melakukan transaksi. Pihak di luar perusahaan

bertugas untuk menyediakan bukti-bukti transaksi yang

diperlukan terkait dengan transaksi yang dilakukan

perusahaan. Peran pihak luar perusahaan ini akan

diperankan oleh mahasiswa selaku fasilitator tiap kelompok.

d) Guru bersama dengan peneliti memberikan simulasi

mengenai prosedur role playing.

e) Guru melakukan post-test untuk mengetahui pemahaman

siswa akan siklus akuntansi perusahaan jasa.

f) Guru bersama dengan siswa melakukan refleksi atas

pembelajaran dengan menggunakan metode role playing

(51)

3) Pengamatan (observing)

Observasi dilakukan bersamaan dengan berlangsungnya

tahap tindakan. Saat guru menerapkan metode role playing

dalam pembelajaran, peneliti melakukan pengamatan atas apa

yang terjadi dan menuangkannya dalam bentuk catatan

anekdoktal. Hal-hal yang diamati adalah bagaimana aktivitas

guru, bagaimana aktivitas siswa dan bagaimana keadaan kelas

selama proses pembelajaran berlangsung. Pengamatan

dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Pengamatan

secara langsung dilakukan dengan melakukan observasi

terhadap perilaku siswa, perilaku guru, dan keadaan kelas.

Pengamatan secara tidak langsung dilakukan dengan

mendokumentasikan dalam video recorder

4) Refleksi

Refleksi merupakan suatu tindakan memaknai,

menganalisis, dan menyimpulkan kegiatan yang telah

berlangsung. Pada tahap refleksi guru dan siswa menganalisis,

memaknai, dan menyimpulkan pembelajaran yang baru saja

berlangsung. Refleksi digunakan untuk perbaikan pada siklus

(52)

E. Instrumen Penelitian

Ada beberapa instrumen penelitian yang diperlukan dalam penelitian ini

yaitu:

1. Instrumen Pra Penelitian

a. Instrumen observasi terhadap perilaku guru ( lampiran 1, halaman

106)

b. Instrumen observasi terhadap aktivitas siswa di kelas ( lampiran 2,

halaman 107)

c. Instrumen observasi terhadap perilaku siswa (lampiran 3, halaman

108)

2. Instrumen Pelaksanaan Penelitian

a. Tahap perencanaan

Pada tahap ini guru dan peneliti menyusun rencana

pelaksanaan pembelajaran (RPP). Cakupan isi RPP adalah standar

kompetensi, kompetensi dasar, indikator pembelajaran, tujuan

pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, dan strategi

pembelajaran. RPP akan menjadi pedoman bagi guru dalam

melaksanakan pembelajaran. (lampiran 4, halaman 109)

b. Tahap tindakan dan observasi

Pada tahap observasi instrumen yang dibutuhkan yaitu :

1) Instrumen observasi aktivitas guru di kelas sebelum role playing

(53)

2) Instrumen observasi aktivitas guru di kelas saat role playing

( lampiran 6, halaman 119)

3) Instrumen observasi keadaan kelas saat role playing ( lampiran

7, halaman 122)

4) Instrumen observasi aktivitas siswa di kelas sebelum role

playing ( lampiran 8, halaman 123)

5) Instrumen observasi aktivitas siswa di kelas saat role playing

( lampiran 9, halaman 124)

c. Tahap refleksi

Guru bersama dengan siswa melakukan refleksi atas

pembelajaran dengan menerapkan metode role playing. Pada tahap

refleksi ini guru dan siswa memaknai, menganalisis, dan

menyimpulkan pembelajaran dengan penerapkan metode role

playing.

1) Refleksi dari guru (lampiran 10 , halaman 125 )

2) Refleksi dari siswa (lampiran 11 , halaman 126 )

F. Teknis Analisis Data

Analisis data dilakukan secara deskriptif , komparatif, dan

pengujian  prasyarat analisis. Hal ini dilakukan untuk mengetahui

perkembangan tingkat pemahaman siswa tentang siklus akuntansi

(54)

1. Analisis deskriptif

Seluruh data yang didapat dari observasi, wawancara maupun

data dokumen dianalisis secara deskriptif, artinya data dipaparkan

menurut pemikiran peneliti berdasarkan pengamatan yang dilakukan

di kelas. Hasil dari pemaparan dapat berupa cerita maupun

rangkuman dalam sebuah tabel.

2. Analisis komparatif

Analisis komparatif adalah analisis data yang

membandingkan antara beberapa data dalam penelitian. Dalam

penelitian ini analisis komparatif dimaksudkan untuk

membandingkan skor nilai siswa pada saat pre-test, dengan post–

test. Tujuan yang ingin dicapai dari analisis komparasi adalah untuk

melihat apakah ada peningkatan pemahaman siswa akan materi

siklus akuntansi perusahaan jasa dengan penerapkan metode role

playing. Hasil dari analisis komparatif nantinya akan dianalisis untuk

(55)
[image:55.612.67.566.146.618.2]

Table 3.1

Tabel Komparasi Pemahaman Sebelum dan Sesudah Penerapan

Role Playing

No Nama Pre-test Post- test Selisih

Peningkatan

pemahaman Target

Kesim pulan 1

2 3

3. Pengujian prasyarat analisis

Sebelum dilakukan uji mean, digunakan uji normalitas data. Uji

normalitas data digunakan untuk menguji normal tidaknya data hasil

pengukuran. Apabila data yang terjaring berdistribusi normal, maka

analisis untuk menguji hipotesis dapat dilakukan. Untuk mengetahui

hal tersebut maka akan digunakan rumus Kolmogorov-Smirnov

(Algifari, 2003:152) :

D = Maks │Fe – Fo│

Keterangan :

D = Deviasi absolut yang tertinggi Fe = Frekuensi harapan

Fo = Frekuensi observasi

a. Pengujian hipotesis penelitian

1) Rumusan hipotesis penelitian

Ho = tidak terdapat perbedaan pemahaman siswa sebelum dan

setelah diterapkan model pembelajaran role playing

Ha = terdapat perbedaan pemahaman siswa sebelum dan

(56)

2) Pengujian hipotesis penelitian

Untuk menguji hipotesis, digunakan uji beda t-paired test. Uji

ini digunakan untuk melihat ada tidaknya perbedaan sebelum

dan setelah diterapkan model pembelajaran role playing.

Rumus untuk menguji hal tersebut (Sugiyono, 2008 : 122) :

Keterangan :

= Rata-rata sampel 1 = Rata-rata sampel 2

s1 = Simpangan baku sampel 1

s2 = Simpangan baku sampel 2

= Varians sampel 1 = Varians sampel 2

r = Korelasi antara dua sampel

Kriteria pengujian hipotesis yang digunakan yaitu apabila thitung <

ttabel maka Ho diterima, sebaliknya jika thitung > ttabel maka Ho

(57)

36

BAB IV

GAMBARAN UMUM SEKOLAH

A. Sejarah berdirinya SMA Stella Duce 2

Sejarah berdirinya SMA Stella Duce 2 diawali dari kedatangan

para suster CB untuk pertama kalinya di Yogyakarta pada tanggal 31

Januari 1992. Kedatangan para suster tersebut untuk membantu tugas misi

pastor van Driessche, SJ dan pastor Strater, SJ di bidang kesehatan, yaitu

RS Onder de Bogen (Panti Rapih). Rumah sakit ini didirikan oleh bapak J.

Schmutzer, pemilik pabrik gula ganjuran, Bantul, dan karya tersebut

berhasil.

Keberhasilan karya ini mendorong pastor strater selaku Pimpinan

Yayasan Kanisius untuk menawarkan karya pendidikan. Tarekat

menanggapi secara positif, demi tujuan untuk semakin masuk ke hati

rakyat, berkontak batin dengan para siswa menanamkan nilai-nilai

Kristiani dan menyuburkan benih panggilan.

Ketika jepang menduduki Indonesia dan para suster ditawan dalam

kamp tawanan jepang di Muntok, Bangka, munculah ide untuk mendirikan

sekolah menengah di Yogyakarta. Gagasan untuk mendirikan sekolah

menengah ini muncul dalam diri Sr. Laurentia de Sain, CB dan Sr.

Catharina Leidmeier, CB. Bekerja sama dengan suster-suster OSF dan

(58)

Berawal dari jerih payah pastor Drs. Loeft, SJ berdirilah SGA

Katolik putra-putri pada tanggal 1 April 1949 di pastoran Kidul Loji

Yogyakarta, di bawah Yayasan Kanisius. Namun Sr. Cathatarinia

berpendapat bahwa kurang baiklah pendidikan guru putra-putri dicampur

menjadi satu. Maka pada tanggal 29 April dalam tahun yang sama, beliau

menyiapkan berdirinya SGA Katolik putri dengan meminjam garasi milik

dr.Yap di tepi sungai code (sekarang gedung RRI Yogyakarta). Jumlah

siswi pertama ada 7 orang. Selanjutnya pada tanggal 1 Mei 1949 secara

resmi berdiri putri-putri calon guru diambil alih oleh Sr. Cathatarinia

dengan memberinya nama SGA Stella Duce, artinya Bintang Pembimbing

atau Bintang Samudra yaitu Bunda Maria. Pada tanggal 1 September 1949

SGA tersebut pindah ke Jalan Sumbing (sekarang Jalan Sabirin 1) untuk

bergabung dengan saudari-saudarinya siswi SMA Stella Duce.

Dalam perkembangan kemudian, gedung di jalan sumbing kian

terasa sempit, karena semakin membanjirnya calon siswi SMA maupun

SGA yang membutuhkan penampungan pendidikan. Dalam kesulitan itu,

Mgr. Soegijapranata, SJ dan sejak saat itu SGA resmi pindah ke tempat

yang baru. Nama SGA bertahan sampai tahun 1965 dan sesudah itu

berganti nama menjadi SPG.

SPG berakhir pada tahun 1989, karena ada kebijaksanaan

pemerintah, supaya lembaga-lembaga pendidikan menutup sekolah calon

guru tingkat menengah. Atas kebijaksanaan Yayasan Tarakanita, SPG

(59)

trenggono terjadi dua macam pendidikan, yaitu SPG kelas-kelas

penghabisan dan SMA Stella Duce kelas-kelas awal. Melalui suratnya

yang bernomor 011/13/Kpts/1989, Kakanwil Depdikbud Propinsi DIY

atas nama menteri pendidikan republik indonesia meresmikan alih fungsi

SPG Stella Duce menjadi SMA Stella Duce 2.

Sejak saat itu SMA Stella Duce 2 mulai mengukir perjuangannya

tanpa status apapun, dengan jumlah siswi sebanyak 63 orang dan dibagi

dalam 3 kelas. Kepala sekolah pertama sejak alih fungsi adalah Th. Sri

Artinah. Para guru bersatu hati dan bekerja keras seraya berpasrah kepada

kehendak Tuhan untuk mewujudkan cita-cita pendahulun. Kerja keras

tersebut ternyata tidak sia-sia, tiga tahun kemudian tepatnya pada bulan

September 1991 Depdikbud mengadakan akreditasi SMA Stella Duce 2

Yogyakarta. Berdasarkan akreditasi tersebut pada tanggal 31 Desember

1991 SMA Stella Duce 2 mendapatkan status disamakan atau terakreditasi

“A” dengan nomor akreditasi 476/C/Kep/1991 yang berlaku selama 5

tahun. Akreditasi kedua berlangsung pada tanggal 1 November 1997

dengan hasil memuaskan dan status tetap : disamakan dan akreditasi

ketiga berlangsung pada tanggal 22 November 2008 dengan hasil yang

(60)

B. Visi, Misi, Semboyan Dan Tujuan Sekolah

1. Visi

SMA Stella Duce 2 Yogyakarta sebagai bagian dari Yayasan

Tarakanita bercita-cita menjadi lembaga pendidikan yang didasari

oleh relasi yang berbelarasa untuk membantu peserta didik

membentuk diri menjadi pribadi yang utuh bermoral baik,

berkemampuan intelektual memadai, cerdas, mandiri, kreatif,

terampil, memiliki wawasan kebangsaan dan semangat berbelarasa

terhadap sesama manusia terutama yang miskin, tersisih, dan

menderita.

2. Misi

a.Ambil bagian dalam misi pendidikan Yayasan Tarakanita

b.Membantu peserta didik agar dalam dirinya tumbuh semangat

berbelarasa tinggi terhadap sesama terutama yang miskin, tersisih,

dan menderita.

c.Menciptakan suasana belajar yang kondusif agar peserta didik

mampu mengenali dan mengembangkan potensi dirinya sendiri

secara optimal.

d.Mengupayakan terjadinya komunikasi dan kerja sama yang

harmonis antara sekolah, orangtua, dan masyarakat dalam rangka

(61)

e.Melestarikan perhatian khusus terhadap pendidikan nilai khususnya

nilai-nilai kristiani agar terbentuk watak baik, sikap jujur, adil, dan

berbudi pekerti luhur.

f.Membantu peserta didik agar memiliki kemampuan akademik yang

memadai untuk bersaing dalam seleksi masuk perguruan tinggi.

g.Mendampingi peserta didik agar memiliki keterampilan khusus di

luar akademik sehingga mampu ambi bagian dalam kehidupan

bermasyarakat.

h.Membantu peserta didik agar mampu ambil bagian dalam gerakan

penegak keadilan, perdamaian, dan penyelamatan lingkungan

hidup.

3. Semboyan : Unggul, Mandiri, Ceria

Dari visi dan misi tersebut ditemukan nilai-nilai / semangat dasar yang

dihadapi dan diperjuangkan untuk menuju pembentukan pribadi yang

utuh yaitu, C5 :

a.Compassion (Bela rasa)

b.Conviction/conscience (keyakinan diri dan ketaatan kepada suara

hati)

c. Competence (Kompetensi)

d. Creativity dan Consistency (Kreativitas Dan Konsistensi)

e. Community (Komunitas)

f. Credo-Concenlebration (Kepercayaan kepada Tuhan yang

(62)

4. Tujuan Sekolah

a. Umum :

Tujuan Pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan,

pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk

hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

b. Khusus

1) Memberi pelayanan pendidikan sesuai dengan Visi Dan Misi

Pendidikan Yayasan Tarakanita

2) Membantu peserta didik agar dalam dirinya tumbuh semangat

berbelarasa tinggi terhadap sesama terutama yang miskin,

tersisih, dan menderita.

3) Membantu remaja putri agar mampu mengenali dan

mengembangkan potensi dirinya sendiri secara optimal

4) Mendampingi remaja putri secara optimal dengan

mengembangkan komunikasi dan kerja sama yang harmonis

antara sekolah, orangtua, dan masyarakat.

5) Mendampingi remaja putri agar terbentuk watak yang baik,

Gambar

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Sekolah SMA Stella Duce 2 Yogyakarta……  49
Gambar 2.1 Prosedur Penelitian Tindakan Kelas
Gambar 2.2 Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Table 3.1  Tabel Komparasi Pemahaman Sebelum dan Sesudah Penerapan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan audit adalah semua biaya gaji dan upah dan biaya pajak atas gaji dan upah mencakup semua biaya yang terjadi untuk jasa personel selama periode yang diaudit..  Penilaian

[r]

Program Studi Peserta wajib mengisi form kesediaan untuk mengakui semua kredit yang telah ditempuh oleh peserta Program Transfer Kredit Direktorat Pembelajaran

Untuk mempercepat adopsi teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Departemen Pertanian, maka sejak tahun 2009 telah ditandatngani nota kesepahaman antara Badan

Berdasarkan hasil surve yang telah saya lakukan kepada Ny.Eni Puji sejak kehamilan umur 37 minggu 1 hari, maka saya tertarik melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan

Penelitian tentang degree diameter problem menghasilkan dua kegiatan penelitian yang utama, yaitu mengkonstruksi graf berarah dengan ordo lebih besar dari ordo graf berarah yang

Selanjutnya, ide ini diterapkan dalam pemberian perawatan pada orang lain secara nyata menggunakan pendekatan yang sistematik dengan menggunakan proses keperawatan mulai dari

utrd oqgdiuj jcjob Dd, psllFi.. m{lnnor rhi hkn FrN rlitrlodrdm,d