PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL
BELAJAR FISIKA SISWA PADA MATERI POKOK OPTIK GEOMETRI DI KELAS XI SMK TRITECH
MEDAN T.P. 2013/2014
Oleh: SOLIKIN NIM 4103121075
Program Studi Pendidikan Fisika
Skripsi
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
ii
RIWAYAT HIDUP
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan, serta shalawat dan salam kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Skripsi yang berjudul “ Pengaruh Model Pembelajaran Koperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Materi Pokok Optik Geometri di Kelas XI SMK TRITECH Medan T.P. 2013/2014.” disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si. selaku rektor Universitas Negeri Medan, Ibu Dr. Derlina, M.Si selaku dosen pembimbing skripsi sekaligus Ketua Jurusan Fisika yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal sampai selesainya penyusunan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Drs. Togi Tampubolon, M.Si, Ibu Dra. Ida Wahyuni, M.Pd dan Bapak Purwanto, S.Si, M.Pd sebagai dosen penguji I, II dan III yang telah memberikan masukan dan saran-saran mulai perencanaan penelitian sampai selesainya penyusunan skripsi ini. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada Bapak Drs. Sehat Simatupang, M.Si, selaku dosen pembimbing akademik sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA UNIMED yang selama ini telah memberikan bimbingan dan saran-saran dalam perkuliahan. Terima kasih juga kepada Bapak Prof. Drs. Motlan, M.Sc., Ph.D selaku Dekan FMIPA
UNIMED serta seluruh Dosen dan staf pegawai jurusan fisika FMIPA UNIMED yang telah banyak membantu penulis.
v
Teristimewa penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Ayahanda Kasno dan Ibunda Sutijah yang terus memberikan motivasi dan do’a
demi keberhasilan penulis menyelesaikan skripsi ini, juga kepada saudara-saudara kandung saya, bang Abdul Latif, bang Shobirin, kak Kusniar, kak Fitriana, bang Sudikdo serta adik saya Guspriadi yang terus memberikan semangat. Dan juga kemanakan saya yang lucu-lucu, Abdul, Ainun, Najiah, Taqiuddin, Ardi, dan Putri.
Saya juga ingin berterima kasih kepada para Murabbi yang dengan ikhlas membimbing dan memberikan ilmunya kepada saya, bang Rabuddin, bang Eko Prasetya, bang Cholid, bang Juliswan, dan bang Mukhlis. Teman-teman satu lingkaran peradaban, Anggi, Ferry, Indra, Imam, Eza, Rahmat, Peri Eka, Fadhli, Jatmiko, Rajo, Zaman, dan Rudi. Teman-teman BKM Unimed yang selalu menemani hari-hari suka maupun duka, bang Hendry, bang Mahadi, bang Isman, bang Alim, bang Maulana, bang Fajri, bang Andi, bang Nasir, Andi Harefa, Zainal, Salim, Tulus, Amin, Andi Alihar, Rizky, dan Ajrun. Teman-teman di UKMI Ar Rahman, IKAMMUFIS, IPC, teman-teman PPLT 2013 SMKN 1 Lubuk Pakam dan teman-teman Fisika DIK C 2010 yang telah memberikan bantuan dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini.
Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian skripsi ini.Namun, penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari pada kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritikan dan saran yang membangun dari pembaca untuk perbaikan skripsi ini.
Medan, Juni 2014 Penulis,
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL
BELAJAR FISIKA SISWA PADA MATERI POKOK OPTIK GEOMETRI DI KELAS XI SMK TRITECH
MEDAN T.P. 2013/2014
SOLIKIN (4103121075) ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar fisika pada materi pokok optik geometri di kelas XI semester 2 SMK TRITECH.
Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas kelas XI semester 2 SMK TRITECH Medan yang terdiri dari 16 kelas. Sampel penelitian diambil 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling, yaitu Kelas XI MEX 1 dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan kelas XI MEX 3 dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan 5 option sebanyak 20 soal yang telah dinyatakan valid.
Dari hasil penelitian nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 36,50 dan pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata pretes 34,75. Hal ini berarti kemampuan awal kelas eksperimen dan kontrol masih sama-sama rendah. Setelah dilakukan perlakuan pada masing-masing kelas diperoleh rata-rata nilai postes pada kelas dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebesar 83,00 sedangkan pada kelas dengan menggunakan pembelajaran konvensional diperoleh nilai rata-rata postes sebesar 75,75. Pada hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung > ttabel yaitu 3,50 > 1,90 pada taraf signifikansi α = 0,05 dan dk = 38. Hal ini berarti ada perbedaan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar fisika pada materi pokok optik geometri di kelas XI SMK TRITECH Medan T.P. 2013/2014.
vi
DAFTAR ISI
Halaman
Lembaran Pengesahan i
Riwayat Hidup ii
Abstrak iii
Kata Pengantar iv
Daftar Isi vi
Daftar Gambar viii
Daftar Tabel ix
Daftar Lampiran x
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang Masalah 1
1.2. Identifikasi Masalah 3
1.3. Batasan Masalah 4
1.4. Rumusan Masalah 4
1.5. Tujuan Penelitian 4
1.6. Manfaat Penelitian 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6
2.1. Kerangka Teoritis 6
2.1.1. Pengertian Belajar 6
2.1.2. Hasil Belajar 7 2.1.3. Model Pembelajaran Kooperatif 9 2.1.4. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD 13 2.1.5. Pembelajaran Konvensional/ Klasikal 17 2.1.6. Optik Geometri 18
2.1.6.1 Pemantulan Cahaya 18
2.1.6.2 Pembiasan Cahaya 25
2.2. Kerangka konseptual 31
2.3. Hipotesis 32
BAB III METODE PENELITIAN 33
3.1. Tempat dan Waktu Penelitian 33 3.2. Populasi dan Sampel Penelitian 33
3.3. Variabel Penelitian 33
3.4. Jenis dan Desain Penelitian 33
3.5. Prosedur Penelitian 34
3.6. Instrumen Penelitian 35
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 42
4.1. Data Hasil Penelitian 42
4.1.1. Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen 42 4.1.2. Hasil Belajar Siswa Kelas Kontrol 44 4.1.3. Uji Persyaratan Analisa Data 46
4.1.3.1 Uji Normalitas 46
4.1.3.2 Uji Homogenitas 47
4.1.3.3 Pengujian Hipotesis 47
41.4. Hasil Belajar 48
41.4.1. Sikap 48
41.4.2. Keterampilan 49
4.2. Pembahasan 51
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 53
5.1. Kesimpulan 53
5.2. Saran-saran 54
DAFTAR PUSTAKA 55
ix
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 : Perbandinga Empat Pendekatan Dalam Cooperatif Learning ... 12
Tabel 2.2 : Fase-Fase Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ... 15
Tabel 2.3 :Perhitungan Skor Perkembangan ... 16
Tabel 2.4 :Tingkat Penghargaan Kelompok... 16
Tabel 3.1 : Tabel Desain Penelitian (Two Group Pretes – Postes Design) ... 34
Tabel 3.2 : Penilaian Sikap... 35
Tabel 3.3 : Kriteria Penilaian Sikap ... 36
Tabel 3.4 : Penilaian Keterampilan ... 37
Tabel 3.5 : Kriteria Penilaian Keterampilan... 37
Tabel 3.6 : Nilai Akhir Dalam Penilaian Sikap Dan Keterampilan ... 38
Tabel 3.7 : Kisi-Kisi Tes Hasil Belajar pada Sub Materi Pokok Pemantulan Cahaya ... 39
Tabel 4.1 : Data Hasil Pretes dan Postes ... 42
Tabel 4.2 : Data Nilai Pretes Kelas Eksperimen ... 43
Tabel 4.3 : Data Nilai Postes Kelas Eksperimen... 44
Tabel 4.4 : Data Nilai Pretes Kelas Kontrol ... 45
Tabel 4.5 : Data Nilai Postes Siswa Kontrol ... 46
Tabel 4.6 : Uji Normalitas Data Pretes dan Postes………. 47
Tabel 4.7 : Uji Homogenitas Data Pretes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol……… 47
Tabel 4.8 : Ringkasan Uji Hipotesis... 48
Tabel 4.9 : Penilaian Apektif ... 48
Halaman
Gambar 2.1 .: Pemantulan Teratur………. 18
Gambar 2.2 : Pemantulan Baur………. 18
Gambar 2.3 : Pemantulan Cahaya Pada Cermin……… 18
Gambar 2.4 : Lukisan Pembentukan Bayangan Benda Berbentuk Segitiga 19 Gambar 2.5..: Cermin Cembung Dan Cekung………... 20
Gambar 2.6 : (a) Reflektor Senter,(b) Cermin Cembung Di Dalam Toko 20 Gambar 2.7 .: Bagian Cermin Lengkung ……….. 21
Gambar 2.8 : Sinar-Sinar Istimewa Pada Cermin Cekung... 21
Gambar 2.9 : Contoh Melukis Bayangan Pada Cermin Cekung... 23
Gambar 2.10: Sinar-Sinar Istimewa Pada Cermin Cembung ... 23
Gambar 2.11: Contoh Melukis Bayangan Pada Cermin Cembung ... 24
Gambar 2.12: Hukum Snellius Pada Pembiasan ... 25
Gambar 2.13: Lensa Cembung Bersifat Mengumpulkan Cahaya ... 26
Gambar 2.14: Macam-Macam Lensa Cembung ... 27
Gambar 2.15: Lensa Cekung Bersifat Menyebarkan Cahaya ... 27
Gambar 2.16: Macam-Macam Lensa Cekung ... 27
Gambar 2.17: Pembuatan Diagram Lensa ... 27
Gambar 2.18: Sinar-Sinar Istimewa pada Lensa Cembung ... 28
Gambar 2.19: Sinar-Sinar Istimewa pada Lensa Cekung ... 28
Gambar 2.20: Penomoran Ruang pada Lensa Tipis... 29
Gambar 2.21: Pembentukan Bayangan pada Lensa Cembung ... 29
Gambar 2.22: Pembentukan Bayangan pada Lensa Cekung ... 30
Gambar 4.1 : Histogram Data Pretes Siswa Kelas Eksperimen... 43
Gambar 4.2 : Histogram Data Postes Siswa Kelas Eksperimen ... 44
Gambar 4.3 : Histogram Data Pretes Siswa Kelas Kontrol ... 45
Gambar 4.4 : Histogram Data Postes Siswa Kelas Kontrol ... 46
Gambar 4.5 : Diagram Batang Data Penilaian Apektif... 49
x
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran: Halaman
1. Rencana Pelaksanaan Pembelajara……… 57
2. Lembar Kegiatan Siswa………. 75
3. Tes Hasil Belajar………... 83
4. Tabel Spesifikasi Tes Hasil Belajar………... 88
5. Data Pretes dan Postes Kelas Eksperimen……… 99
6. Data Pretes dan Postes Kelas Kontrol………... 100
7. Data Hasil Belajar Kelas Eksperimen dan Kontrol……….. 101
8. Tabulasi Data Pretes Kelas Eksperimen……… 102
9. Tabulasi Data Postes Kelas Eksperimen………... 103
10. Tabulasi Data Pretes Kelas Kontrol……….. 104
11. Tabulasi Data Postes Kelas Kontrol……….. 105
12. Prosedur Perhitungan Statistik Dasar……… 106
13. Uji Normalitas Data………... 108
14. Perhitungan Uji Homogenitas……… 111
15. Pengujian Hipotesis………... 113
16. Penilaian Sikap……….. 115
17. Penilaian Keterampilan………. 116
18. Dokumentasi Penelitian………. 117
19. Daftar Nilai Kritis Untuk Uji Lilliefors………. 124
20. Tabel Uji Homogenitas………. 125
21. Daftar Nilal Persentil Untuk Distribusi F……….. 126
1 1.1. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan hal penting dalam suatu bangsa. Semakain baik kualitas
pendidikan suatu bangsa maka semakin baik pula kualitas bangsa tersebut, dan sebaliknya
semakain buruk kualitas pendidikan suatu bangsa maka semakin buruk pula kualitas bangsa
tersebut. Oleh sebab itu pemerintah terus berusaha meningkatkan mutu pendidikan di
Indonesia agar sumber daya bangsa Indonesia semakain berkualitas.
Usaha pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dilakukan secara
terus menerus terutama menuntaskan kompetensi dalam setiap mata pelajaran, seperti
penyempurnaan kurikulum, materi pelajaran, dan metode pembelajaran. Tujuan dari usaha
tersebut tidak lain adalah agar siswa kelak siap menghadapi persaingan globalisasi saat ini
terutama dalam bidang teknologi. Perkembangan teknologi sekarang ini merupakan
pengembangan dari fisika. Seperti bidang otomotif, elektronika, telekomunikasi dan
lain-lain. Namun pada kenyataannya bahwa banyak siswa yang tidak menyukai fisika.
Berdasarkan pengalaman penulis selama melaksanakan Program Pengalaman
Lapangan Terpadu (PPLT) 2013, masih banyak siswa yang bermalas-malasan dalam belajar
fisika, sehingga masih banyak siswa yang belum mencapai kompetensi dasar yang telah
ditetapkan. Hal ini diperkuat dari hasil observasi di SMK TRITECH bahwa nilai rata-rata
hasil ujian fisika tahun ajaran 2012/2013 masih kurang sesuai yaitu 62 sedangkan kriteria
ketuntasan minimal yang akan dicapai adalah 70. Sehingga nilai rata-rata siswa tidak
mencapai kriteria ketuntasan minimal yang diharapkan. Rendahnya hasil belajar siswa
disebabkan karena beberapa faktor yaitu dari pihak pengajar, pihak siswa, serta sarana dan
prasarana. Guru kurang memvariasikan model pembelajaran yang digunakan saat proses
belajar mengajar, sehingga siswa menjadi jenuh dalam belajar dan tidak peduli dengan
pelajaran fisika. Kurangnya sarana dan prasarana seperti laboratorium fisika membuat siswa
tidak pernah melakukan percobaan yang berhubungan dengan fisika dan ini membuat
pelajaran fisika yang seharusnya menyenangkan menjadi membosankan.
Beberapa faktor diatas diperoleh dalam sistem pembelajaran yang digunakan saat ini
hanyalah mengupayakan siswa untuk menghadapi materi pelajaran dengan rumus-rumus
diselingi tanya jawab dan latihan yang diterima dari guru setiap proses pembelajaran.
2
ini menyebabkan siswa belajar secara individu, kurang melibatkan interaksi sosial sehingga
mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa.
Pembelajaran konvensional tersebut ada baiknya disempurnakan dengan model
pembelajaran yang lebih baru dan inovatif yang dapat mendorong siswa untuk ikut aktif serta
dapat terjadi interaksi antara guru dengan siswa dan interaksi antara siswa dengan siswa.
Pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran fisika sangat
penting karena dalam fisika banyak kegiatan pemecahan masalah yang menuntut keaktifan
dan kreatifitas siswa. Salah satu model pembelajaran yang sesuai adalah model pembelajaran
kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD).
Model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan model pembelajaran dimana
siswa dibagi dalam tim belajar yang terdiri atas empat orang yang berbeda tingkat
kemampuan, jenis kelamin, dan latar belakang etniknya. Guru menyampaikan pelajaran, lalu
siswa bekerja dalam tim mereka untuk memastikan bahwa semua anggota tim telah
menguasai pelajaran. Selanjutnya, semua siswa mengerjakan kuis mengenai materi secara
sendiri-sendiri, dimana saat itu mereka tidak diperbolehkan untuk saling bantu (Slavin, 2005).
Model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu metode atau
pendekatan dalam pembelajaran kooperatif yang sederhana dan baik untuk guru yang baru
mulai menggunakan pendekatan kooperatif dalam kelas. STAD juga merupakan suatu
metode pembelajaran kooperatif yang efektif. Model pembelajaran ini juga dapat
memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan
membahas suatu masalah dalam diskusi-diskusi kecilnya. Dapat memberikan kesempatan
kepada siswa untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu masalah. Dapat
mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan berdiskusi. Dapat
memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan siswa sebagai individu dan kebutuhan
belajarnya. Para siswa lebih aktif bergabung dalam pelajaran mereka dan mereka lebih aktif
dalam diskusi.
Berdasarkan penelitian Ulin, M. P. (2012) menyatakan bahwa hasil belajar siswa
yang diberi pengajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih tinggi
dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Dari hasil temuannya diperoleh skor
rata-rata 75 untuk pembelajaran kooperatif tipe STAD, sedangkan hasil belajar siswa yang
diajarkan dengan pembelajaran konvensional diperoleh skor rata-rata 67,14. Selanjutnya, Eva
(2012) menyatakan bahwa rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan model STAD
pada materi Gerak Lurus Di Kelas VII Semester II Di SMP Negeri 2 Kota Pematang Siantar
3
pendidikan yang berbeda yaitu pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Dari latar belakang masalah di atas, maka peneliti mengambil judul penelitian:
”Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division
(STAD) Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Pada Materi Pokok Optik Geometri di
Kelas XI SMK TRITECH Medan T.P. 2013/2014”
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diidentifikasikan beberapa
permasalahan sebagai berikut:
1. Rendahnya hasil belajar fisika siswa
2. Interaksi antar siswa dalam kegiatan belajar mengajar masih kurang
3. Model pembelajaran yang digunakan monoton
4. Sikap siswa yang kurang peduli terhadap pelajaran fisika
5. Tidak adanya laboratorium fisika
6. Kurangnya buku paket fisika
1.3. Batasan Masalah
Untuk menghindari terlalu luasnya masalah yang dibahas dan keterbatasan waktu
penelitian serta keterbatasan kemampuan dari penulis sendiri, maka masalah yang dikaji
dalam penelitian ini adalah:
1. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif tipe Student
Teams Achievement Division (STAD).
2. Hasil belajar dalam penelitian ini dibatasi dalam hasil belajar fisika pada materi pokok
optik geometri.
3. Penelitian ini dilakukan di kelas XI semester 2 SMK TRITECH T.P. 2013/2014.
1.4. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas yang menjadi rumusan masalah adalah :
1. Bagaimana hasil belajar fisika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe
Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi pokok optik geometri di kelas
XI semester 2 SMK TRITECH?
2. Bagaimana hasil belajar fisika dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada
4
3. Apakah ada perbedaan akibat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student
Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar fisika pada materi pokok
optik geometri di kelas XI semester 2 SMK TRITECH?
1.5. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1. Hasil belajar fisika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student
Teams Achievement Division (STAD) pada materi pokok optik geometri di kelas XI
semester 2 SMK TRITECH.
2. Hasil belajar fisika dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada materi pokok
optik geometri di kelas XI semester 2 SMK TRITECH.
3. Apakah ada perbedaan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams
Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar fisika pada materi pokok optik
geometri di kelas XI semester 2 SMK TRITECH.
1.6 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Sebagai bahan referensi yang dapat digunakan para peneliti lain yang berminat untuk
melakukan penelitian yang serupa.
2. Sebagai bahan informasi bagi guru fisika yang ingin menggunakan model STAD dalam
proses belajar mengajar.
3. Sebagai latihan bagi peneliti dalam menggunakan model STAD
54 Kesimpulan penelitian ini didasarkan pada temuan-temuan dari data-data
hasil penelitian, sistematika sajiannya dilakukan dengan memperhatikan tujuan
penelitian yang telah dirumuskan. Adapun kesimpulan yang diperoleh antara lain :
1. Hasil belajar fisika siswa yang diberi pembelajaran dengan model
pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi pokok optik geometri di
kelas XI SMK TRITECH Medan T.P. 2013/2014 (kelas eksperimen)
diperoleh rata-rata sebesar 83.00 sehingga dikatakan melampaui nilai Kriteria
Ketuntasan Minium (tuntas).
2. Hasil belajara fisika siswa yang diberi pembelajaran dengan pembelajaran
konvensional pada materi pokok optik geometri di kelas XI SMK TRITECH
Medan T.P. 2013/2014 (kelas kontrol) diperoleh rata-rata sebesar 75,75
sehingga dikatakan melampaui nilai Kriteria Ketuntasan Minium (tuntas).
3. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan analisis pengujian hipotesis
menggunkan uji t dua pihak pada taraf signifikan α = 0,05 dan dk = 38
diperoleh thitung = 3,5 dan ttabel = 1,69 berarti thitung > ttabel, sehingga dapat
dinyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan akibat pengaruh model
pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD)
terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok optik geometri di kelas XI
55 5.2 Saran-saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, maka sebagai tindak
lanjut dari penelitian ini disarankan beberapa hal sebagai berikut :
1. Dalam penelitian saya, pada awal pembelajaran siswa terlihat bersemangat .
Namun, seiring berjalannya proses belajar mengajar semangat dan perhatian
siswa semakin menurun. Jadi saya sarankan agar peneliti selanjutnya
memiliki berbagai metode dalam mengajar sehingga perhatian siswa dapat
dipertahankan selama proses pembelajaran.
2. Saya menyarankan agar peneliti selanjutnya yang ingin menerapkan model
yang sama, melakukan penelitian pada lokasi dan materi pokok yang berbeda
serta terlebih dahulu memperhatikan kelebihan-kelemahan dalam penelitian
ini untuk memperoleh hasil belajar yang lebih baik
3. Saya juga menyarankan agar peneliti selanjutnya membuat perencanaan yang
lebih baik agar alokasi waktu yang digunakan dapat lebih tepat.
4. Saya juga menyarankan, jika alat untuk melakukan eksperimen tidak ada
disekolah, maka peneliti sudah menyediakan alatnya terlebih dahulu sehingga
55 Arends, R. I., (2008), Learning to Teach, Belajar untuk Mengajar, Penerbit
Pustaka Belajar, Yogyakarta.
Armico, (2007), Memahami Fisika 2 SMK/STM Kelas XI, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Dahar, R. W., (2011), Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Endarko, dkk, (2008), Buku Ajar Fisika Jilid 3 untuk SMK Teknologi, Penerbit Direktorat Pembinaan SMK, Jakarta.
Hamalik, O., (2010), Proses Belajar Mengajar, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
Isjoni, (2009), Pembelajaran Kooperatif, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Istarani, (2012), 58 Model Pembelajaran Inovatif, Cetakan ketiga, Media Persada, Medan.
Slameto, (2010), Belajar dan Faktor Yang Mempengaruhinya, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Slavin, R. E., (2005). Cooperative Learning teori, riset dan praktik. (diterjemahkan dari Cooperative Learning: theory, research and practice ), Penerbit Nusa Indah, Bandung.
Sudjana, (2005), Metoda Statistika, Penerbit PT. Tarsito Bandung, Bandung.
Trianto, (2009), Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Penerbit Kencana Prenada Media Group, Jakarta,
Ulin, M. P., (2012), Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad dengan Model Pembelajaran Konvensional pada Materi Pokok Besaran dan Satuan Kelas Vii Semester I MTS P. BATU Kab. Deli Serdang T.P. 2012/2013., skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.