PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
PRINSIP PRINSIP DAN DOMAIN
PERKEMBANGAN MANUSIA
Disusun oleh :
ANOM TRI LAKSONO
14010664011
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Psikologi perkembangan sebagai cabang ilmu psikologi menelaah
berbagai perubahan intraindividual dan perubahan-perubahan interindividual.
Beberapa psikolog perkembangan mempelajari perubahan dalam perkembangan
yang mencakup seluruh rentang kehidupan dari pembuahan sampai akhir hayat.
Dengan begitu, mereka berusaha menggambarkan dengan sempurna pertumbuhan
dan kemunduran. (Elizabeth B. Hurlock: 2002)
Perk
II. DAFTAR ISI
PENDAHULUAN...2
II. DAFTAR ISI...3
III. Prinsip Prinsip Perkembangan...4
dalam Psikologi...4
A. Beberapa Definisi Perkembangan Menurut Para Ahli...4
B. Prinsip-Prinsip Perkembangan Manusia...5
1. Perkembangan Melibatkan Perubahan...5
2. Perkembangan Awal Lebih Kritis dari Perkembangan Selanjutnya...6
3. Perkembangan Adalah Hasil Proses Kematangan dalam Belajar...6
4. Pola Perkembangan Bisa Diramalkan...6
5. Pola perkembangan Memiliki Pola Karakteristik...7
6. Terdapat Perbedaan Individu Dalam Perkembangan...7
7. Periode Pola Perkembangan...8
8. Pada Setiap Periode Perkembangan Terdapat Harapan Sosial...8
9. Setiap Bidang Perkembangan Mengendung Bahaya Yang Potensial...8
10. Kebahagiaan Bervariasi Pada Berbagai periode Perkembangan...8
IV. Domain Domain Perubahan...8
III. Prinsip Prinsip Perkembangan
dalam Psikologi
A. Beberapa Definisi Perkembangan Menurut Para Ahli.
Lois Hoffan cs mengungkapkan bahwa perkembangan adalah proses yag
terjadi dalam diri individu sepanjang rentang ke hidupan.
Lerner berpendapat bahwa perkembangan menunjukkan perubahan yang
sistematik atau teroganisir dalam diri individu.
Mussen cs mengungkapkan bahwa perkembangan adalah perunbahan
yang terjadi pada fisik, struktur neurologis, perilaku,
traits
(ciri sifat), yang
terjadi secara teratur dan masuk akal, dan menghasilkan yang baru, yang
lebih baik, lebih sehat, lebih teroganisir, lebih stabil, lebih kompleks, lebih
kompetens, dan lebih efisien.
E. Hurlock menjelaskan perkembangan sebagai seri perubahan yang
progresif yang terjadi sebagai hasil dari kematangan dan pengalaman
dengan tujuan memampukan individu untuk berapdatasi dengan
lingkungan.
B. Prinsip-Prinsip Perkembangan Manusia
Pertumbuhan dan perkembangan manusia secara alamiah mengikuti pola
teratur menurut prinsip atau hukum perkembangan.
Menurut Sinolungan (1997), prinsip-prinsip perkembangan adalah pola-pola
umum dalam suatu proses perubahan alamiah yang teratur, universal dan
berkesinambungan, yang dimaksud dengan perubahan yang teratur adalah
pertumbuhan pada manusia yang berjalan normal mengikuti tata urutan yang
saling berkaitan.
Prinsip-prinsip perkembangan pada umumnya antara lain :
1. Perkembangan Melibatkan Perubahan
Sebaliknya perkembangan berkaitan dengan aspek kualitatif, yang didefinisikan sebagai deretan progresif dari perubahan yang teratur dan koheren. Progresif menandai bahwa perubahan terarah maju dan bukan mundur, sementara koheren artinya berhubungan secara real antara perubahan yang terjadi sekarang dan yang telah mendahului.
Setiap individu melakukan perubahan perkembangan karena ingin memiliki aktualisasi diri yang ditunjukan untuk mencapai kebahagiaan maksimal sesuai dengan hukum self actualitation Abraham Maslow.
Selama proses perkembangan seorang anak ada beberapa ciri perubahan yang
mencolok, yaitu:
a. Perubahan ukuran, Perubahan fisik yang meliputi :tinggi, berat, organ
dalam tubuh, perubahan mental. Perubahan mental meliputi: memori,
penalaran, persepsi, dan imajinasi.
b. Perubahan proporsi, Misalnya perubahan perbandingan antara kepala dan
tubuh pada seorang anak.
c.
Hilangnya ciri lama, Misalnya ciri egosentrisme yang hilang dengan
sendirinya berganti dengan sikap prososial.
d. Mendapatkan ciri baru, Hilangnya sikap egosentrisme anak akan
mendapatkan ciri yang baru yaitu sikap prososial.
2. Perkembangan Awal Lebih Kritis dari Perkembangan Selanjutnya
Tahun tahun pertama adalah saat yang menentukan kedewasaan seseorang Individu.Menurut Freud perkembangan di usia awal manusia membawa efek kepada masa dewasa seseorang.
Erikson menerangkan apa yang akan dipelajari oleh anak tergantung dari bagaimana orang tua memperlakukan anaknya. Kemudian anak yang memiliki masalah dalam usia sekolah dan prasekolah menunjukkan mereka sangat buruk dalam penyesuaian waktu usia kecil.
Lingkungan tempat anak menghasilkan masa kecilnya akan sangat berpengaruh
kuat terhadap kemampuan bawaan mereka. Bukti-bukti ilmiah telah menunjukkan
bahwa dasar awal cenderung bertahan dan mempengaruhi sikap dari perilaku anak
sepanjang hidupnya, terdapat 4 bukti yang membenarkan pendapat ini, yaitu:
a. Hasil belajar dan pengalaman merupakan hal yang dominan dalam
perkembangan anak
b. Dasar awal cepat menjadi pola kebiasaan, hal ini tentunya akan
berpengaruh sepanjang hidup dalam penyesuaian sosial danpribadi anak
c.
Dasar awal sangat sulit berubah meskipun hal tersebut salah
d. Semakin dini sebuah perubahan dilakukan maka semakin mudah bagi
seorang anak untuk mengadakan perubahan bagi dirinya.
Perkembangan seorang anak sangat dipengaruhi oleh proses kematangan yaitu terbukanya karakteristik yang secara potensial sudah ada pada individu yang berasal dari warisan genetik. Seperti misalnya dalam fungsi filogenetik yaitu merangkak, duduk lalu berjalan.
Sedangkan arti belajar adalah perkembangan yang berasal dari latihan dan usaha. Melalui tahapan belajar ini anak memperoleh kemampuan menggunakan sumber yang diwariskan. Hubungan antara kematangan dan hasil belajar ini bisa dicontohkan pada saat terjadinya masa emas pada seorang anak, bila pembelajaran itu diberikan pada masa emasnya maka hasil pembelajaran yang diterima mudah diserap oleh anak. Begitu pula dengan sebaliknya.
4. Pola Perkembangan Bisa Diramalkan
Setiap individu atau spesies memiliki perkembangan khas yang muncul dalam interval tertentu sehingga urutannya bisa diprediksi
Studi genetik menunjukkan bahwa perkembangan perilaku mengikuti pola tertentu juga. Dalam perkembangan motorik akan mengikuti hukum chepalocaudal yaitu perkembangan yang menyebar keseluruh tubuh dari kepala ke kaki ini berarti bahwa kemajuan dalam struktur dan fungsi pertama-tama terjadi di bagian kepala kemudian badan dan terakhir kaki. Hukum yang keduanya itu proxmodistal perkembangan dari yang dekat ke yang jauh. Kemampuan jari-jemari seorang anak akan didahului oleh ketrampilan lengan terlebih dahulu.
5. Pola perkembangan Memiliki Pola Karakteristik
Karakteristik tertentu dalam perkembangan juga dapat diramalkan, ini berlaku baik untuk pola karakteristik dari mental maupun fisik.
Semua anak mengikuti pola perkembangan yang sama dari tahap satu ke tahap berikutnya. Dari bayi yang belajar berbicara lalu belajar berjalan dan seterusnya. Pola perkembangan ini tidak akan berubah sekalipun terdapat variasi individu dalam kecepatan perkembangan.
Perkembangan bergerak dari tahapan umum menuju tahapan yang lebih khusus. Misalnya, seorang anak akan mengacak-acak mainan atau memasukkan mainan kedalam mulutnya sebelum dia mampu dan mengerti melakukan permainan itu dengan jari-jarinya.
6. Terdapat Perbedaan Individu Dalam Perkembangan
Beberapa anak berkembang dengan lancar ada juga yang berkembang dengan
melonjak dan ada juga yang perkebangannya tertinggal dan menyimpang. Itulah sebabnya semua anak memiliki perkembangan yang tidak sama walaupun usianya sama.
Dobzhansky menyatakan setiap orang berbeda secara biologis dan genetik sehingga perkembangan memiliki faktor eksternal dan internal.
Selain itu meskipun kecepatan perkembangan anak berbeda tapi pola perkembangan tersebut memiliki konsistensi perkembangan tertentu. Pada anak yang memiliki kecerdasan yang rata-rata akan cenderung memiliki kecerdasan rata-rata pula ketika menginjak tahap perkembangan berikutnya. Perbedaan perkembangan pada setiap individu mengindikasikan pada guru, orang tua, atau pengasuh untuk menyadari
perbedaan tiap anak yang diasuhnya sehingga kemampuan yang diharapkan dari tiap anak seharusnya juga berbeda.
7. Periode Pola Perkembangan
Periode dalam perkembangan tidak ditandai dengan usia tapi ditandai dengan tanda-tanda biologis dan perilaku seseorang.
Anak laki-laki dan perempuan berkembang dengan kecepatan yang berbeda. anak perempuan berkembang satu tahun lebih cepat dari pada dengan anak laki-laki.
8. Pada Setiap Periode Perkembangan Terdapat Harapan Sosial
Dalam setiap kelompok, pengalaman menunjukkan bahwa orang dapat mempelajari pola perilaku ketrampilan pilhan tertentu ketimbang usia tertentu.
Itulah sebabnya usia tertentu mengharapkan pencapaian tertentu juga. Semisal anak banyi berharap bisa berjalan sementara anak remaja berharap populer dan dikenal. Harapan ini dikenal dengan developmental task.
9. Setiap Bidang Perkembangan Mengendung Bahaya Yang Potensial
Walaupun perkembangan berjalan normal kadang-kadang terdapat berbahaya dibeberapa bidang yang mengganggu pola normal ini. Perjuangan yang tak terelakan yang menandai seluruh pertumbuhan dapat menimbulkan bakat yang diandalkan atau masalah yang berdampak pada penyimpanan seperti itulah perkataan Erikson.Kebahagiaan dalam kehidupan manusia masih menjadi hal yang susah dipahami disebabkan dua penyebab yaitu persepsi tentang kebahagiaan itu samar samar, kemudian yang kedua karena kebahagiaan bersifat subjektif, hal ini membuat kebahagiaan susah dipahami memakai standar pengukuran objektif.
Adapun prinsip - prinsip perkembangan individu, yaitu :
1. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti.
2.
Semua aspek perkembangan saling berhubungan.
3. Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan.
4. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas.
5.
Setiap individu normal akan mengalami tahapan perkembangan.
6. Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu.
7. Bagaimana pola atau arah perkembangan individu
IV. Domain Domain Perubahan
Ilmuwan perkembangan mempelajari tiga domain utama dalam perkembangan psikologi yaitu fisik, kognitif, dan psikososial. Atau perkembangan dalam individu yaitu:
A.
Fisik, Pertumbuhan badan dan otak, kapasitas sensorik, keterampilan motorik merupakan bagian dari aspek fisik.
B.
Kognitif: Sementara belajar, atensi, memori bahasa, berpikir, dan penalaran termasuk dalam aspek perkembangan kognitif dalam Domain perbuahan. C. Kemudian aspek Psikososial, dalam membahas perubahan bahwa setiap