• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Fraksi Berat Serbuk Serat Aren

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Fraksi Berat Serbuk Serat Aren"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

(

Arenga Pinnata

)

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Teknik

Oleh:

MOHAMAD MACHBUBI NIM. I0404051

JURUSAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

(2)

commit to user

Pengaruh Fraksi Berat Serbuk Serat Aren Terhadap Sifat Fisik

Dan kekuatan

Bending

Komposit Semen - Serbuk Serat Aren

(

Arenga Pinnata

)

Disusun oleh

MOHAMAD MACHBUBI NIM. I 0404051

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

Ir. Wijang Wisnu Raharjo, MT Dody Ariawan, ST., MT NIP.196810041999031002 NIP. 197308041999031003

Telah dipertahankan dihadapan Tim Dosen Penguji pada hari Selasa tanggal

27 Juli 2010

1. Heru Sukanto, ST., MT

NIP. 197207311997021001 ...

2. Dr. Kuncoro Diharjo, ST., MT

NIP. 197101031997021001 ...

3. Bambang Kusharjanta, ST., MT

NIP. 196911161997021001 ...

Mengetahui

Ketua Jurusan Teknik Mesin Koordinator Tugas Akhir

(3)

commit to user

MOTTO

Selalu optimis, berfikir efisien, berbesar hati menerima kekalahan

Hidup sehat, Jauhi narkoba

PERSEMBAHAN

Karya ini kupersembahkan untuk:

1.

Ibuku

(4)

commit to user

v

Pengaruh Fraksi Berat Serbuk Serat Aren Terhadap Sifat Fisik Dan

Kekuatan

Bending

Komposit Semen - Serbuk Serat Aren (

Arenga

Pinnata

)

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh variasi fraksi berat serbuk serat aren (0,20; 0,22; 0,24 dan 0,26) terhadap nilai densitas, serapan air, dan kekuatan bending dari komposit semen serbuk serat aren (Arenga Pinnata). Komposit terbuat

dari serbuk serat aren, semen Portland, dan additive CaCl2. Pengujian densitas,

serapan air, dan kekuatan bending mengacu pada American Society for Testing and Materials (ASTM).

Pengujian kekuatan bending menggunakan alat UTM dan spesimen mengacu pada standar ASTM D 1037. Permukaan patah uji bending komposit diamati menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM).

Hasil pengujian densitas dan kekuatan bending semakin menurun seiring penambahan fraksi berat serbuk serat aren. Nilai densitas pada kandungan serbuk

serat aren 0,20 sebesar 1,57 g/cm3 dan pada kandungan serbuk serat aren 0,26 sebesar

1,23 g/cm3. Nilai kekuatan bending pada kandungan serbuk serat aren 0,20 sebesar

11,92 MPa dan pada kandungan serbuk serat aren 0,26 sebesar 6,24 MPa. Serapan air semakin meningkat seiring penambahan fraksi berat serbuk serat aren. Nilai serapan air pada kandungan serbuk serat aren 0,20 sebesar 21,16 % dan pada kandungan serbuk serat aren 0,26 nilai serapan air 36,04%. Hasil SEM menunjukan ikatan antara matrik dan filler baik.

Kata kunci: serbuk serat aren (Arenga Pinnata), komposit semen, kekuatan bending,

(5)

commit to user

vi

The Weight Fraction Effect of Sugar Palm Fiber Powder to the

Physical Properties and Bending Strength of Sugar Palm (

Arenga

Pinnata

) Fiber Powder - Cement Composite

Abstract

The aim of this research is to investigate the weight fraction effect of sugar palm fiber powder which has variation of 0,20; 0,22; 0,24 and 0,26 to the bending strength value, density and water absorption of sugar palm (Arenga Pinnata) fiber powder cement composite. This composite composed of sugar palm powder, Portland

cement, and CaCl2 additive. This research based on American Society for Testing and

Materials (ASTM).

The bending test was done by Universal Testing Machine and based on ASTM D 1037. The surface fracture of bending composite was observed with Scanning Electron Microscope (SEM).

The bending strength and density decrease along with the increasing of sugar palm fiber powder weight fraction. The density value of composite with 0,20 sugar

palm fiber powder is 1,57 g/cm3 and composite with 0,26 sugar palm fiber powder is

1,23 g/cm3. The bending strength value of composite with 0,20 sugar palm fiber

powder is 11,92 MPa and composite with 0,26 sugar palm fiber powder is 6,24 MPa. The water absorption increase along with the increasing of sugar palm fiber powder. The water absorption value of composite with 0,20 sugar palm fiber powder is 21,16% and composite with 0,26 sugar palm fiber powder is 36,04%. Based on the Scanning Electron Microscope, the matrix and filler tie strongly.

Keywords: sugar palm (Arenga Pinnata) fiber powder, cement composite, bending

(6)

commit to user

vii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta

hidayah-Nya dan sholawat serta salam kepada junjungan kita Nabi besar Muhamad SAW

sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar tanpa halangan yang

berarti. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah

memberikan bantuannya baik secara langsung dan tidak langsung.Ucapan terima

kasih penulis sampaikan kepada :

1. Bapak Dody Ariawan, ST, MT, selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin FT UNS,

serta selaku dosen pembimbing skripsi.

2. Bapak Ir. Wijang Wisnu R, MT selaku dosen pembimbing skripsi.

3. Bapak Teguh Triyono, ST selaku pembimbing akademis.

4. Bapak-bapak dosen di jurusan Teknik Mesin UNS.

5. Seluruh jajaran staff FT UNS.

6. Teman-teman TA Komposit dan teman-teman mahasiswa Teknik Mesin UNS

angkatan ’04 serta teman-teman kost NUGROHO II.

7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, atas segala

bantuannya dalam proses penulisan skripsi ini, mohon maaf atas segala tingkah

laku yang tidak berkenan dihati selama ini dan terima kasih atas partisipasinya.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan, untuk

itu masukan dan saran yang membangun akan penulis terima dengan ikhlas dan

penulis ucapkan terima kasih. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan

manfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Surakarta, Maret 2010

(7)

commit to user

viii

DAFTAR ISI

Halaman Judul Surat Penugasan Halaman Pengesahan Motto dan Persembahan Abstrak

1.2. Rumusan Masalah

1.3. Batasan Masalah

1.4. Tujuan Penelitian

1.5. Manfaat Penelitian

1.6. Sistematika Penulisan

DASAR TEORI

1.1. Tinjauan Pustaka

1.2. Dasar Teori

1.3. Komponen Penyusun Komposit

1.3.1.Semen (Matriks)

1.3.2.Material Pengisi (Filler)

1.3.3. Air

1.3.4. Additive (admixtures)

1.4. Ikatan komposit

1.5. Kualitas Komposit

1.5.1. Fraksi Berat Komposit

1.5.2. Densitas Komposit

1.5.3. Serapan Air

1.5.4. Kekuatan Bending Komposit

1.5.5. SEM (Scaning Electron Microscopy)

METODOLOGI PENELITIAN

1.1. Pelaksanaan Penelitian

1.2. Bahan Penelitian

1.3. Alat Penelitian

1.4. Tahapan Penelitian

1.5. Prosedur Penelitian

1.5.1. Pembuatan Komposit

1.5.2. Pengujian Sifat Fisik (densitas, serapan air)

(8)

commit to user

4.1. Pengaruh Fraksi Berat Serbuk Serat Aren Terhadap

Densitas Komposit

4.2. Pengaruh Fraksi Berat Serbuk Serat Aren Terhadap

Serapan Air Komposit

4.3. Pengujian Bending

4.3.1. Pengaruh Fraksi Berat Serbuk Serat Aren

Terhadap Kekuatan Bending Komposit

4.3.2. Pengamatan Bentuk dan Permukaan Patah

(9)

commit to user

Sketsa kontruksi uji densitas komposit Sketsa uji bending

Dimensi spesimen uji serapan air Dimensi spesimen uji bending Diagram alir penelitian

Kurva pengaruh fraksi berat serbuk serat aren terhadap densitas komposit

Kurva pengaruh fraksi berat serbuk serat aren terhadap serapan air komposit

Kurva pengaruh fraksi berat serbuk serat aren terhadap kekuatan bending komposit

Bentuk permukaan patah uji bending

(10)

commit to user

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5

Data uji densitas komposit. Data uji serapan air komposit. Data uji bending komposit.

Contoh perhitungan pengujian komposit. Foto SEM

(11)

commit to user

mengatasi hal tersebut perlu dicari solusinya. Oleh karena itu untuk menciptakan

produk alternatif baru harus terus dilakukan.

Perkembangan material komposit di bidang rekayasa sangat pesat.

Pemanfaatannya sebagai bahan pengganti logam sudah semakin luas, seperti untuk

peralatan olah raga, sarana transportasi (darat, laut dan udara), konstruksi dan dunia

antariksa. Keuntungan penggunaan material komposit antara lain: tahan korosi, rasio

antara kekuatan dan densitasnya cukup tinggi, murah dan proses pembuatannya

mudah (Gay dkk, 2003).

Aren (Arenga Pinnata) merupakan tanaman serba guna. Tanaman palma daerah

tropis basah ini beradaptasi baik pada berbagai agroklimat, mulai dari dataran rendah

hingga 1.400 m di atas permukaan laut. Dalam industri pembuatan papan semen,

dibutuhkan material penguat yang mempunyai sifat kekuatan tinggi, elastis, diameter

serat seragam. Serat aren berbeda dengan serat kayu, serat aren bersifat elastis,

jaringan formasi tampak lebih homogen. Dalam hal ini serat aren memenuhi kriteria

tersebut (Astuti, 2006).

Saat ini sudah ada penelitian tentang komposit panel sebagai material pengganti

kayu, dan serat aren dapat digunakan sebagai material pengisi (filler) pada komposit

panel. Cement Bonded Particleboad (CBP) merupakan salah satu cara memproduksi

panel komposit yang memanfaatkan berbagai serat alam misalnya: bambu, sekam

padi, serta daun kering yang dibuat menjadi serpihan kecil dan disatukan dengan

menggunakan semen. Bambu dapat digunakan sebagai material pengisi pada

komposit semen, untuk aplikasi di perumahan dan ramah lingkungan (Sudin dkk,

(12)

commit to user

Sifat mekanik dan fisik dari komposit semen yang diperkuat dengan serat

tergantung pada banyak para meter seperti densitas, perbandingan semen air,

kekuatan serat, serta material tambahan (Eva, 2008). Pemakaian semen dengan

jumlah yang lebih besar akan meningkatkan kekuatan komposit. Hal ini dikarenakan

semen dapat mengikat filler lebih banyak (Frybort dkk, 2008).

Penambahan 10% additive dari berat semen pada komposit semen serat akan

meningkatkan sifat mekaniknya. Jumlah semen yang sedikit akan mempengaruhi

kekuatan dari komposit tersebut karena semen tidak bisa mengikat serat lebih banyak

(Meneeis dkk, 2007).

Filler memberikan kemudahan dalam desain dimensi komposit yang diinginkan,

dan selain sebagai material pengisi, material serbuk atau serpih juga digunakan

sebagai material penguat komposit tetapi tidak seefektif fiber (Gibson, 1994).

Serat alam mampu meredam suara dan isolasi temperatur. Selain itu juga

memiliki densitas rendah dan kemampuan mekanik tinggi sehingga dapat memenuhi

kebutuhan industri (Felix dkk, 1991), (Karnani dkk, 1997) dan (Raharjo, 2002),

meskipun dapat menggantikan peran serat buatan tetapi jika ditinjau dari segi

kekuatan dan rekayasa serat alam masih tertinggal. Oleh karena itu, secara aplikatif

komposit serat alam dapat diterapkan pada struktur yang tidak memerlukan kekuatan

tinggi.

Aplikasi serat aren dalam bidang komposit dapat digunakan sebagai penguat

(filler) menggantikan serat kayu, sehingga akan menghemat supply tumbuhan/kayu

komersial. Dalam hal ini dimanfaatkan sebagai bahan penguat alternatif pada produk

komposit semen seperti: papan, atap, internit, ataupun struktur arsitektur.

Pada penelitian kali ini serat yang digunakan adalah serat batang aren hasil

limbah produksi tepung aren sebagai material pembuatan komposit dengan

pertimbangan bahwa serat mempunyai sifat elastis, diameter yang seragam, dan

relatif murah. Penelitian tentang komposit semen ini diharapkan akan melengkapi

kekurangan dari material yang sudah ada, sehingga jika penelitian ini berhasil, maka

(13)

commit to user

1.2.Rumusan Masalah

a. Bagaimana sifat fisik (densitas dan serapan air) komposit yang dihasilkan,

untuk berbagai variasi fraksi berat serbuk serat aren ?

b. Bagaimana kekuatan bending komposit yang dihasilkan, untuk berbagai

variasi fraksi berat serbuk serat aren?

c. Bagaimana bentuk patahan semen pada komposit dengan SEM ?

1.3.Batasan Masalah

Pada penelitian ini masalah dibatasi sebagai berikut:

a. Penelitian ini hanya mengkaji sifat fisik komposit semen serbuk aren berupa

densitas, serapan air, dan sifat mekanik berupa kekuatan bending.

b. Serbuk serat aren mesh 80.

c. Fraksi berat semen 0,20; 0,22; 0,24 dan 0,26.

d. Material komposit dianggap homogen.

1.4.Tujuan Penelitian

a. Mengetahui pengaruh fraksi berat serbuk serat aren terhadap sifat fisik

(densitas dan serapan air) komposit semen serbuk serat aren.

b. Mengetahui pengaruh fraksi berat serbuk serat aren terhadap kekuatan bending

komposit semen serbuk serat aren.

c. Mengetahui bentuk patahan hasil pengujian bending.

1.5.Manfaat Penelitian

Manfaat dari kajian ini adalah

a. Memberi masukan bagi kalangan akademisi praktisi serta pihak terkait

mengenai seberapa besar pengaruh variasi fraksi berat serbuk serat aren

terhadap sifat fisik dan mekanik komposit semen serbuk serat aren.

b. Sebagai informasi yang penting bagi kalangan industri sebagai landasan bagi

(14)

commit to user

c. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan

pertimbangan untuk mengolah hasil limbah yang mudah didapatkan di sekitar

kita menjadi bahan yang memiliki kegunaan luas.

d. Sebagai literatur pada penelitian yang sejenis dalam rangka pengembangan

teknologi khususnya bidang komposit.

1.6.Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :

a. Bab I Pendahuluan, menjelaskan tentang latar belakang masalah, perumusan

masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika

penulisan tugas akhir.

b. Bab II Dasar teori, berisi tinjauan pustaka serta kajian teoritis yang memuat

penelitian-penelitian sejenis serta landasan teori yang berkaitan dengan

permasalahan yang diteliti.

c. Bab III Metodologi penelitian, menjelaskan peralatan yang digunakan, tempat

dan pelaksanaan penelitian, langkah-langkah percobaan dan pengambilan data.

d. Bab IV Data dan analisa, menjelaskan data hasil pengujian, perhitungan data

hasil pengujian serta analisa hasil dari perhitungan.

e. Bab V Penutup, berisi tentang kesimpulan dan saran. Kesimpulan memuat

petanyaan singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil penelitian serta

merupakan jawaban dari tujuan penelitian dan pembuktian kebenaran hipotesis.

Saran memuat pengalaman dan pertimbangan penulis yang ditunjukkan kepada

para peneliti yang ingin melanjutkan atau mengembangkan penelitian yang

(15)

commit to user

penelitian menunjukan karakteristik penambahan fraksi berat sekam pada komposit

semen-sekam meningkatkan nilai modulus elastisitas bendingnya. Ikatan antarmuka

yang lemah antara matrik dan sekam pada komposit menyebabkan turunnya kekuatan

tarik dan kekuatan bending.

Peningkatan kandungan additive 10 % dari berat semen akan meningkatkan sifat

mekanik komposit tetapi dimensi menjadi tidak stabil. Perbandingan semen dan kayu

yang rendah menyebabkan kekuatan komposit rendah (Meneeis dkk, 2007).

Frybort (2008) menyimpulkan bahwa penambahan panjang serat alam yang

dikombinasikan dengan semen akan meningkatkan kekuatan mekanik dan

kekakuannya. Partikel serat yang tebal akan memiliki kekuatan mekanik yang lebih

tinggi dari pada pemakaian serat yang tipis.

Studi percobaan mengenai betuk retak dengan pembebanan bending dan tarik

pada komposit semen serat kontinyu yang dilakukan oleh (Silva, dkk 2009),

menyimpulkan bahwa daerah elastis memiliki modulus yang tinggi (30-34 GPa).

Retak berkurang secara signifikan terhadap elastisitas, kekuatan maksimum rata-rata

komposit 12 MPa untuk pembebanan tarik dan 25 MPa untuk pembebanan bending.

Penelitian oleh Guntekin (2009) yang menggunakan semen dan serat cemara

menyimpulkan bahwa peningkatan rasio serat dan semen pada kondisi basah akan

meningkatan kekuatan lentur, kekuatan tarik penurunan modulus elastisitasnya dan

terjadi perubahan warna pada komposit semen.

2.2.Dasar Teori

Struktur material dalam bidang engineering dapat dibagi menjadi empat kategori,

yaitu logam, polimer, keramik, dan komposit. Definisi tentang material komposit,

(16)

commit to user

melalui penyusunan secara sintetik dua atau lebih komponen yaitu, suatu bahan

pengisi (filler) atau semacam senyawa penguat tertentu dan bahan pengikatnya (yang

umumnya ada dalam jumlah dominan/matrik), yang dinamakan resin untuk

mendapatkan karakteristik dan sifat-sifat tertentu” (Schwartz, 1984).

Komposit merupakan bahan yang terdiri atas serat yang diselubungi oleh matrik,

biasanya berupa polimer, metal, atau keramik. Serat biasanya berupa bahan dengan

kekuatan dan modulus yang tinggi yang berperan sebagai penyandang beban utama.

Matrik harus menjaga serat tetap dalam lokasi dan orientasi yang dikehendaki. Matrik

juga berfungsi sebagai media transfer beban antar serat, pelindung serat dari

kerusakan sebelum, ketika dan setelah proses pembuatan komposit, serta melindungi

dari pengaruh abrasif antar serat (IPTN, 1993).

Komponen penyusun komposit tidak saling melarutkan ataupun bergabung satu

sama lain dengan sempurna, akan tetapi bertindak bersama-sama. Semua komponen

serta interfasa (yang memegang peranan penting dalam mengontrol sifat-sifat

komposit) yang berada diantaranya, umumnya dapat didefinisikan secara fisik. Sifat

komposit secara keseluruhan tidak bisa dicapai hanya dari tiap-tiap komponen yang

bertindak sendiri-sendiri (Schwardz, 1984).

Berdasarkan bentuk komponen strukturalnya, bentuk-bentuk komponen utama

yang digunakan dalam material komposit dapat dibagi atas tiga kelas (Schwartz,

1984), yaitu:

a. Komposit Serat

Komposit serat (Fibricus Composite) adalah komposit yang terdiri dari serat

dan matrik yang dibuat secara fabrikasi, misalnya serat ditambah resin sebagai

bahan perekat. Komposit serat merupakan jenis komposit yang hanya terdiri

dari satu lamina atau satu lapisan yang menggunakan penguat berupa serat.

Serat yang digunakan bisa berupa glass fibers, carbon fibers, aramid fibers,

dan sebagainya. Serat ini disusun secara acak (Chopped Strand Mat) maupun

dengan orientasi tertentu bahkan bisa juga dalam bentuk yang lebih komplek

seperti anyaman, sebagai contoh FRP (Fibrous Reinforce Plastic) plastik yang

(17)

commit to user

contoh lainnya PCB (Pulp Cement Bord) semen yang diperkaya dengan serat

pulp dan dicetak dalam lembaran datar atau gelombang. PCB menggantikan

papan asbes dalam penggunaannya, karena asbes akan terhisap dan merugikan

kesehatan dengan menimbulkan gangguan kesehatan pada paru-paru.

b. Komposit Partikel

Komposit partikel (Particulate Composite) adalah komposit yang terdiri dari

partikel dan matrik yaitu butiran. Komposit partikel mempunyai bahan

penguat yang dimensinya kurang lebih sama, seperti bulat serpih, balok, serta

bentuk-bentuk lainnya yang memiliki sumbu hampir sama, yang kerap disebut

partikel, dan bisa terbuat dari satu atau lebih material yang dibenamkan dalam

suatu matriks dengan material yang berbeda. Partikelnya bisa logam atau

nonlogam, seperti halnya matrik. Adapula polimer yang mengandung partikel

yang hanya dimaksudkan untuk memperbesar volume material dan bukan

untuk kepentingan sebagai bahan penguat. Komposit ini biasa dinamakan

komposit skeletal/bermuatan.

c. Komposit Laminat.

Komposit laminat (Laminated Composite), merupakan jenis komposit yang

tersusun atas dua atau lebih lamina. Komposit serat dalam bentuk lamina ini

yang paling banyak digunakan dalam lingkup teknologi otomotif maupun

industri.

2.3.Komponen Penyusun Komposit

2.3.1. Semen (Matrik)

Polimer, logam, dan keramik digunakan sebagai material matrik dalam komposit

tergantung pada kebutuhan tertentu. Matrik di dalam komposit mengikat serat secara

bersama-sama dalam suatu unit struktural dan melindungi serat dari kerusakan

eksternal, mentransfer dan mendistribusikan beban ke serat, dan pada beberapa kasus

memberikan sifat yang diinginkan seperti keuletan, ketangguhan, atau isolasi listrik

Referensi

Dokumen terkait

terlihat bahwa pada tahapan mendesain perencanaan proyek indikator keterampilan kolaborasi siswa yang muncul terdapat empat indikator yaitu berkontribusi secara aktif

1) Pengelolaan dana kotak infaq dan sedekah keliling masjid di pasar 45 Manado (Masjid Al-Muhajjirin, Manado) yang dilakukan pada setiap hari Jumat bahwa dana yang mereka

TIDAK ADA MOBILISASI SUMBER DAYA dalam kegiatan yang berkaitan dengan advokasi.  BERSYARAT / PERNYATAAN SEDERHANA

Pengetahuan materi “Flour” untuk kesiapan praktek pastry siswa SMK Pariwisata Telkom Bandung yang meliputi pengertian tepung terigu, jenis-jenis tepung terigu,

1) Dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan karakter kejujuran dan kerja keras dalam pembelajaran matematika kontekstual di sekolah dasar negeri

Berdoalah untuk keadilan, kesaksamaan, konsistensi dan keseragaman undang-undang yang meliputi penguatkuasaan undang-undang itu dan bentuk hukuman yang juga sama dan konsisten

Panitia Pengadaan Rehabilitasi Gedung Kantor BPS Kabupaten Agam pada BPS Kabupaten Agam akan melaksanakan Lelang Ulang Pelaksanaan Pelelangan Umum dengan

[r]