DIREKTORAT
PENELITIAN DAN
PENGABDIAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2011 dppm.uii.ac.id
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillahirabbil’alamiin, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan KKN Angkatan 41 Model
Ekstensi Tahun Akademik 2010/2011. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW, inspirasi akhlak dan pribadi mulia yang telah
membawa kita pada zaman yang terang benderang ini.
Akhirnya pelaksanaan KKN di Dusun Sekarsuli, Kelurahan Sendangtirto, Kecamatan
Berbah, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah selesai. Banyak hal
telah kami dapatkan, selain pengalaman dan ilmu, juga menndapat kawan dan saudara baru.
Sikap masyarakat yang sangat ramah, menghargai, membimbing dan sangat membantu dan
memotivasi kami untuk melaksanakan setiap program KKN dengan sebaik-baiknya.
Laporan ini disusun sebagai salah satu aspek penilaian dari program Kuliah Kerja Nyata Unit
71 serta untuk mengetahui sejauh mana program kegiatan mahasiswa dalam pelaksanaan KKN
dapat terealisasi dengan baik. Dengan tujuan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat,
saya berharap semoga seluruh program KKN yang telah berjalan dapat bermanfaat bagi kedua
belah pihak.
Semua ini tak lepas dari dukungan dan bantuan dari banyak pihak, maka penulis mengucapkan
terima kasih kepada:
1. Ayah dan ibu yang telah memberikan dukungan sepenuhnya, baik moril maupun materil yang
telah menjadi pendorong dalam mencapai sebuah kesuksesan,
2. Panitia KKN DPPM UII,
3. Bapak Ir. Sukirman, MM selaku Dosen Pembimbing Lapangan, untuk kebersamaan dan
bimbingannya hingga selesainya KKN ini.
4. M. Rifki Taufikurrahman,S.IP selaku Asisten Dosen Pembimbing Lapangan, yang selalu setia
tiap minggu meluangkan waktu dan menyempatkan diri mengunjungi posko kami.
5. Drs.Krido Suprayitno, S.E, M.Si, selaku Camat Berbah,
7. Kepala Dukuh Sekarsuli, Bapak Wahyu Warsono dan Ibu Sudiasih beserta keluarga. Terima
kasih yang sebesar-besarnya untuk semua bantuan baik moril maupun materiil, serta keceriaan
kekeluargaannya selama ini, maaf kalau kami banyak salah dan sering merepotkan.
8. Tokoh masyarakat di Dusun Sekarsuli, Ketua RW, Ketua RT, Ketua Pengajian, Ketua Takmir,
Ketua Pemuda, Bapak Carik, Ketua PKK, dan tokoh masyarakat lainnya yang telah hadir dalam
pertemuan-pertemuan yang kami selenggarakan, terima kasih atas kerja samanya membantu
kelancaran dan kesuksesan program kerja KKN Unit 71.
9. Para pengurus dan pengajar TPA Al Muhtadin yang telah bersama-sama berjuang
menggerakkan kembali kehidupan TPA,
10. Ibu-ibu Dasawisma dan PKK yang selama ini belajar bersama dan banyak kritik dan sarannya
kepada saya,
11. Warga Dusun Sekarsuli, atas segala keramahan, kebaikan, serta kerja samanya selama
pelaksanaan KKN ini berlangsung.
12.Teman-teman KKN Unit 71 angkatan 41: Kak Ilham selaku ketua unit yang sampai pusing
memikirkan kami, Kak Panji yang pengertian, Kak Sistha yang cantik atas pengertian dan
kebersamaannya, Kak Devi yang manis atas makna kekompakan dan kerjasama yang telah
kakak ajarkan, Kak Jajank atas masak-masaknya dan cucian piring gelasnya, Kak Hafidz atas
foto-fotonya, Mas Hage yang selalu aneh dan lucu, Kak Ibnu yang sering murung dan curhatan
yang aneh-aneh, Kak Nazli yang kadang nyebelin tapi sebenernya baik. Terima kasih semua
atas kerjasama, kekompakan, canda tawa ceria dan kebersamaannya. Semoga kekeluargaan ini
untuk selamanya.Love you all.
13. Teman-teman KKN Unit 70-7 5 Sendangtirto atas kegiatan barengnya.
14. Teman-teman kuliah tersayang dan teman-teman LEM FE UII serta UKM Kala Hitam FE UII
atas pengertiannya selama ini, maaf sering bolos kegiatan,
15. Sahabatku Hani dan tante Lusi sekeluarga, atas keceriaan dan bantuannya sehingga aku bisa
menyelesaikan KKN ini,
16. Budhe-budhe dan mbak-mbakku atas resep-resepnya,
17. Semua pihak-pihak yang telah ikut membantu kesuksesan kegiatan KKN, yang tidak bisa saya
sebutkan satu per satu.
Semoga segala amal kebaikan dan kerelaannya membantu dalam proses belajar
dimasyarakat serta berbagai macam kegiatan selama pelaksanaan program kegiatan KKN
Saya menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu segala kritik dan
saran dari pembaca dan masyarakat yang sifatnya membangun, diterima dengan senang hati,
demi kesempurnaan dan kemajuan bersama. Saya berharap semoga laporan ini berguna bagi
pembaca pada umumya dan masyarakat khususnya. Amin.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Yogyakarta, 29 Desember 2010
DAFTAR ISI
Surat Keterangan Selesai ...
Halaman Pengesahan ...
Kata Pengantar ...
Daftar Isi ...
ABSTRAKSI ...
BAB I REKAM PRO SES PELAKSANAAN KEGIATAN...
1.1 Observasi ...
1.2 Sosialisasi Program ...
1.3 Pelaksanaan Program Individu ...
1.3.1 Program Pelatihan Memasak ...
1.3.1.1 Deskripsi Kegiatan ...
1.3.1.2 Sasaran ...
1.3.1.3 Metode Kegiatan ...
1.3.1.4 Pelaksanaan Kegiatan ...
1.3.1.5 Kendala ...
1.3.1.6 Hasil ...
1.3.1.7 Biaya ...
1.3.1.8 Dokumentasi ...
1.3.2 Program Kaderisasi dan Pengembangan TPA ...
1.3.2.1 Deskripsi Kegiatan ...
1.3.2.2 Sasaran ...
1.3.2.3 Metode Kegiatan ...
1.3.2.4 Pelaksanaan Kegiatan ...
1.3.2.5 Kendala ...
1.3.2.6 Hasil ...
1.3.2.7 Biaya ...
1.3.2.8 Dokumentasi ...
1.4 Program Bantu ...
1.4.1 Program Bantu Teman ...
1.4.2 Program Bantu Masyarakat ...
2.1 Proses Pembelajaran Mahasiswa secara Generik ...21
2.1.1 Problem Solving ...21
2.1.2 Decision Making ...21
2.1.3 Leadership ...21
2.1.4 Teamwork Skill ...21
2.2 Proses Pembelajaran Mahasiswa secara Disiplin Ilmu ...22
2.3 Proses Pembelajaran Mahasiswa secara Interaksi Sosial ...22
BAB III PENUTUP ...24
3.1 Kesimpulan ...24
3.1.1 Program Individu...24
3.1.1.1 Program Pelatihan Memasak ...24
3.1.1 .2Program Kaderisasi dan Pengembangan TPA ...24
3.1.2 Program Bantu Teman ...25
3.1.3 Program Bantu Masyarakat ...25
3.1.4 Program Bantu Unit ...25
3.2 Saran dan Rekomendasi ...25
3.2.1 Saran ...25
3.2.2 Rekomendasi ...26
LAMPIRAN...
1. Daftar Hadir Mahasiswa ...
2. Matrik Program Kegiatan ...
3. Rekapitulasi Dana ...
4. Modul Resep Masakan ...
ABSTRAKSI
Dusun Sekarsuli, Desa Sendangtirto, kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman merupakan sebuah desa yang berlokasi di Jalan Wonosari km.8 dengan kondisi alam berupa pinggiran kota, padat penduduk, kondisi sosialnya berupa pengrajin lempeng alumunium (dulunya kompor, sekarang beralih ke usaha yang sejenis) dan ember plastic. Karena adanya konversi minyak tanah ke gas, maka industry kompor minyak yang dulunya menjadi icon, kini sudah merosot. Para warga kehilanggan mata pencahariannya sehingga perekonomian pun turun. Produksi mereka hanya berupa serok sampah, senggrong pasir, ember, garang sate yang notabenenya hanya barang pelengkap saja. Itupun laku hanya pada musim tertentu. Dari segi keagamaan, sebagian besar penduduk Bergama Islam, serta agama Katholik hanya minoritas saja. Pengajian ibu-ibu sangat aktif. Akan tetapi, pola kehidupan Islami kurang tercermin dari kehidupan anak-anaknya. Anak-anak tidak belajar mengaji di TPA. Mereka lebih suka bermain.
Dari survey itu, peneliti mengadakan dua program. Yang pertama Program Pelatihan Memasak Aneka Jajan Pasar untuk ibu-ibu. Tujuannya adalah memberi pelatihan ketrampilan membuat aneka jajan pasar yang kedepannya diharapkan para ibu dapat membantu perekonomian keluarga dengan industry makanan (jajan pasar). Program ini disampaikan dalam forum PKK dan Dasawisma secara praktik dan melalui resep tertulis.
BAB I
REKAM PROSES PELAKSANAAN KEGIATAN
1.1Observasi
Sebelum menentukan program yang akan dijalankan nantinya, terlebih dahulu
dilakukan survei dan observasi untuk mendapatkan data dan informasi awal tentang
kondisi sosiokultural masyarakat dan potensi yang ada. Lalu berdasarkan survei dan
observasi yang dilakukan di Dusun Sekarsuli, baik dari sektor fisik maupun non fisik,
maka kami mencoba untuk membantu masyarakat sesuai dengan kemampuan. Wujud
bantuan tersebut dengan menginterpretasikan permasalahan ke dalam bentuk program
kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat sesuai dengan masalah yang
timbul.
Observasi dilakukan selama 6 hari.Observasi pertama dilakukan pada hari Senin
tanggal 4 Oktober 2010 di rumah Kepala Dukuh Sekarsuli, Bapak Wahyu Warsono.
Observasi kedua, pada hari Selasa tanggal 5 Oktober 2010 mengunjungi rumah Pak
Bayu yang merupakan tokoh masyarakat di RT 4 dan Rumah Bu Yati yang merupakan
wiraswata di RT 01 serta mengunjungi Masjid Al Ikhlas yang terletak di samping Pasar
Potorono. Observasi ketiga, pada hari Rabu tanggal 6 Oktober 2010 kami mengunjungi
rumah Pak Bambang, ketua RT 6 dan juga masjid di RT 6. Observasi keempat, pada
hari Kamis tanggal 7 Oktober 2010 kami melakukan ramah tamah dengan warga
Dusun Sekarsuli di Posko yang juga merupakan rumah tinggal Bapak Kepala Dukuh
Sekarsuli. Pada Jumat tanggal 8 Oktober 2010 kami berkeliling Dusun Sekarsuli
sambil berkenalan dengan warga, dan pada hari Sabtutanggal 9 Oktober 2010 kami
berada di Posko sembari merumuskan hasil observasi. Dari hasil pengamatan yang
telah dilakukan, diperoleh banyak informasi dari berbagai sumber dengan
menggunakan metode survei berupa diskusi, wawancara, dan observasi dengan
masyarakat setempat.
Berdasarkan hasil wawancara dan tanya jawab dengan Bapak Kepala Dukuh beserta
tokoh masyarakat dan warga menjelaskan gambaran umum Dusun Sekarsuli dan
masyarakatnya serta memberikan masukan tentang hal-hal yang dibutuhkan oleh
untuk meningkatkan kondisi perekonomian selain dari membuat kerajinan dari
lempengan logammasih kurang, banyak pemuda yang masih pengangguran karena
mayoritas hanya lulusan SMA sehingga kurang berpengalaman di dunia kerja.
Terdapat banyak kegiatan masyarakat seperti pengajian, arisan, dan TPA, Posyandu.
Setelah hasil observasi dirumuskanmaka bersama seluruh anggota KKN unit 71 kami
mulai melakukan pembagian dan pemilihan program yang kami rasa mampu untuk
dilaksanakan. Dari sini saya selaku individu dari unit 71 mengambil 2 program yang
terdiri dari 1 program yang termasuk dalam aspek Kesehatan dan Lingkungan Hidup
(KLH) berupa Program Pelatihan Pengolahan Sampah dan 1 program yang termasuk
dalam aspek Prasarana, Sarana, dan Teknologi (PST) yaitu Program Pelatihan
Pembuatan Peta. Saya berharap semoga program – program ini bisa membantu dan
berguna bagi masyarakat Dusun Sekarsuli.
N
Hari/Tanggal Tempat Kegiatan Waktu Jumlah
o Jam
13.00
-Senin, 4 Oktober 15.00
1 - Rumah Kepala Dukuh 4.30
2010
15.30-18.00
- Rumah Pak Bayu dan Bu
15.15-Selasa, 5 Oktober Yati 18.00
2 4.15
2010
- Masjid
19.00-20.30
15.30–
Rabu, 6 Oktober - Rumah Pak Bambang 17.30
3 2.45
2010 - Masjid
Kamis, 7 Oktober 15.15–
4 - Rumah Kepala Dukuh 2.45
2010 18.00
09.00–
12.00
Jumat, 8 Oktober
12.30-5 - Posko dan Sekitarnya 8
2010 15.00
15.30-18.00
12.30–
Sabtu, 9 Oktober 15.00
6 - Posko 6
2010
15.30-18.30
TOTAL JAM 18.15
Tabel 1.1 Rincian Kegiatan Observasi
No
. TanggalHari
Jam
-taraf pendidikan masyarakat rata-rata lulusan SMA
-dulunya, warga bermata pencaharian sebagai pengrajin kompor minyak tanah. Industri rumah tangga ini sudah ditekuni sejak dulu secara turun temurun sehingga sudah menjadi „
icon¶bagi daerah sekarsuli. Namun
masalah ini sehingga industri barang berbahan dasar lempengan drum
bekas ini tidak begitu berkembang seperti kejayaan kompor minyak dulu.
-para pemuda rata-rata bekerja pabrik atau menjadi sales.
-kondisi lingkungan tidak ada lahan yang cukup untuk usaha persawahan, perikanan ataupun peternakan.
2. Selasa, 5 Ibu - -kegiatan keagamaan sudah cukup Oktober
2010
Sudiasih wawancar a
bagus untuk ibu-ibu, ada pengajian rutin ibu muda dan ibu-ibu yasinan. (ibu Untuk pengajian umum rutin hari 15.00-17.00 kepala -curah Minggu pagi.
Dusun) pendapat
Akan tetapi, untuk anak-anak masih sangat kurang. Keberadaan TPA tidak begitu tampak, bahkan bisa dikatakan tidak ada karena santrinya tidak ada. Kurangnya kesadaran warga untuk mengingatkan anaknya untuk belajar agama, mereka terlalu sibuk dengan urusan kerjanya. Anak-anak pun lebih suka bermain dan menekuni aktivitas lain seperti budaya jatilan.
Tabel 1.2 Laporan Hasil Observasi
1 .2Sosialisasi Program
Setelah kami menjalani masa observasi, maka kami mulai menjalankan tahap
berikutnya yaitu mensosialisasikan program – program yang telah kami rencanakan,
sosialisasi tersebut dilaksanakan di Rumah Kepala Dukuh Sekarsuli. Dalam tahap
sosialisasi ini, kami memaparkan program-program yang nantinya akan kami
laksanakan selama KKN di Dusun Sekarsuli, baik itu program individu maupun
program unit. Kegiatan sosialisasi tersebut di hadiri oleh Bapak Wahyu Warsono selaku
Kepala Dukuh Sekarsuli, tokoh masyarakat dan pemuda Sekarsuli dan juga masyarakat
Warga Dusun Sekarsuli juga bersedia membantu mahasiswa KKN jika nantinya dalam
pelaksanaan program-program, baik itu program unit maupun program individu bila
nantinya menemui hambatan.
1.3Pelaksanaan Program Individu
1.3.1 Program Pelatihan Memasak
1.3.1.1Deskripsi Kegiatan
Berdasarkan survei dimana warga butuh alternatif mata pencaharian
baru setelah industtri besar mereka sebagai pengrajin kompor merosot
karena adanya program pemerintah berupa konversi minyak tanah ke gas
(LPG). Dari itu, salah satu subyek yang kehilangan pekerjaan adalah
ibu-ibu rumah tangga. Maka saya coba menggali potensi pekerjaan dari
ibu-ibu tersebut melalui penigkatan kemampuan memasak untuk
pengembangan home industry jajan pasar.
Ibu-ibu juga saling akrab, terlihat dari kekompakan mereka dalama
menyelenggarakan berbagai pertemuan seperti pengajian, PKK Dusun,
PKK RT, Dasawisma dan kebiasaan berbincang-bincang setiap harinya.
Kondisi yang demikian memungkunkan para ibu-ibu untuk bekerja sama
membangun suatu industri bersama berupa produksi makanan.
Akan tetapi karena keterbatasan para ibu yang harus menjalankan
kewajibannya dirumah seperti memasak, mengurus rumah, dan mengurus
anak-anak, maka industri produksi makanan ini baru gambaran jangka
panjang saja. Waktu yang terbatas untuk menjalankan program ini serta
ibu-ibu yang pastinya akan berat untuk meninggalkan pekerjaan rumah
mereka memang bukan halangan. Hanya saja disini program lebih di
fokuskan pada pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga untuk mampu
memproduksi aneka jajan pasar layak jual dan pandangan serta motivasi
Dengan adanya pelatihan memasak aneka jajan pasar ini diharapkan
nantinya ibu-ibu akan dapat membuat home industry aneka jajan pasar yang
laku dijual di pasaran dan berkembang sehingga para ibu dapat membantu
perekonomian keluarga.
1.3.1.2Sasaran
Program ini ditujukan bagi ibu-ibu Dusun Sekarsuli, Kelurahan
Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta.
1.3.1 .3Metode Kegiatan
Metode yang digunakan dalam menyampaikan program ini adalah
dengan pembagian resep dan praktek langsung pembuatan resep tersebut
dengan panduan instruktur. Metode ini bertujuan agar para ibu dapat
melihat langsung bagaimana proses pembuatannya dania bisa ikut membuat
langsung sehingga bisa jadi pengalaman. Sedangkan pembagian resep
bertujuan agar di kemuadian hari ketika ibu-ibu ini akan membuat lagi
resep yang sudah diajarkan, mereka masih punya catatan tentang apa-apa
daja yang dibutuhkan dan bagaimana membuatnya sehingga mengurangi
bahaya lupa dan produk gagal.
Dalam program ini juga kami dapat bertanya jawab sehingga ibuibu
dapat berdiskusi tentang pengalaman mereka, tentang permasalahan yang
muncul, ide-ide yang muncul dan keinginan-keinginan mereka.
1.3.1.4 Pelaksanaan Kegiatan
Pada realisasinya tahapan yang terjadi adalah sebuah praktek
singkat yang berkesan dan membuat penasaran. Program ini biasanya
dilakukan berbarengan dengan kegiatan ibu-ibu PKK atau Dasawisma.
Mereka biasanya hanya berkumpul untuk arisan dan berbincang-bincang
kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi acara tersebut yang lebih dari
sekedar arisan dan bincang-bincang.
Sambil berbincang-bincang, saya mulai membuka acara dengan
membagikan resep yang saya bawa atau terkadang pesanan dan
kesepakatan dengan ibu-ibu di pertemuan sebelumnya. Setelah itu, mereka
akan mulai membaca dan bertanya-tanya semberi saya siapkan alat dan
bahan yang dibutuhkan. Lalu saya atau terkadang pemateri mulai
mempraktekkan pembuatan resep tersebut dan para ibu ikut membuat
bersama. Setelah makanan jadi, ibu-ibu bisa langsung melihat hasilnya dan
mencicipinya. Selama proses tersebut, saya sambil menyampaikan motivasi
kewirausahaan dan pandangan-pandangan tentang wirausaha makanan
tersebut.
No. Hari/
Tanggal
Durasi Waktu
Uraian Program Lokasi Dana
(Rp.) 1. Minggu, 2.15 jam Pelatihan memasak Rumah Ibu Rp.
12.000,-31 Oktober 2010 Sudiasih
08.00-10.15 “Sossis Wortel”
2. Senin, 1.45 jam Pelatihan memasak Rumah Ibu Rp. 18.000,-1 November 2018.000,-10
“Carang Mas” Sudiasih 13.00-14.45
3. Minggu, 2.30 jam Pelatihan memasak Rumah Ibu Rp.24.000,-28 November 2010
“Botok Ayam” Sudiasih 08.00-10.30
4. Minggu, 2.30 jam Pelatihan memasak Rumah Ibu Rp.16.000,-12 Desember 2010
“Kembang Goyang” Sudiasih 09.30-12.00
5. Jumat, 2.45 jam Pelatihan memasak Rumah Ibu Rp.15.000,-17 Desember 2010
“Yangko Kacang” Sudiasih 15.15-18.00
6. Minggu, 2 jam Pelatihan memasak Rumah Ibu Rp. 20.000,-19 Desember 2010
“Yangko Kacang” Siti 08.00-10.00
(permintaan warga)
20.000,-Tabel 1.3 Pelaksanaan Program Pelatihan Memasak
1.3.1 .5Kendala
Keterbatasan waktu yang dimiliki ibu-ibu untuk belajar memasak.
Ibu-ibu disibukkan dengan pekerjaan mengurus rumah sehingga program ini
hanya terbatas ketika ibu-ibu mengadakan kumpulan saja, baik berupa Arisan
PKK maupun Arisan Dasawisma.
1.3.1 .6Hasil
Ibu-ibu Dusun Sekarsuli mendapat tambahan pengetahuan tentang
pembuatan aneka jajan pasar dan motivasi serta pengetahuan usaha rumah
tangga berupa produksi jajan pasar.
1.3.1 .7Biaya
Program Pelatihan Memasak ini menggunakan dana yang berasal dari
mahasiswa untuk keperluan penggandaan resep dan pembelian bahan dengan
125.000,-1.3.2 Program Kaderisasi dan Pengembangan TPA
1.3.2.1 Deskripsi Kegiatan
Ketika survei, saya mendapatkan informasi bahwa di sekarsuli ini
sarana TPA untuk anak-anak belajar ilmu agama tidak aktif. Berbagai
kendala yang terjadi, anatar lain:
Tenaga pengajar yang cukup berilmu tetapi kurang
komunikatif.
Anak-anak yang lebih suka bermain daripada belajar
keIslaman.
Keinginan pengurus menghadirkan ustadzah dari luar tetapi
dikhawatirkan tidak ada santrinya.
Kondisi TPA yang kadang santrinya tidak datang atau
ustadzahnya sibuk semua.
Hal itu menjadikan kehidupan anak-anak yang jauh dari nuansa
Islami. Tidak ada anak-anak yang mengalunkan ayat-ayat suci Al-Quran,
tidak ada anak-anak yang belajar puji-pujian, tidak ada yang membawa
kitab pergi mengaji. Bahkan mereka tengah asyik bermain ketika adzan dan
iqomah berkumandang.
Meninggalkan kewajiban menjadi hal yang lumrah bagi mereka.
Padahal disisi lain para ibu rajin mengadakan pengajian. Bapak-bapak juga
rajin berjamaah di masjid. Menjadi hal yang patut disoroti ketika kehidupan
anak-anak berbeda dengan semangat orang tuanya dalam beribadah. Maka
dipandang perlu untuk mengadakan pembinaan keIslaman bagi anak-anak
di Dusun Sekarsuli, salah satunya dengan kaderisasi dan pengembangan
TPA.
Menghidupkan kembali TPA di Dusun Sekarsuli dalam artian ada Pengajarnya
santri yang berminat belajar Islam, ada TPA sebagai sarana serta ada
kegiatan belajar-mengajarnya. Dengan adanya TPA tersebut (red: TPA Al
Muhtadin) diharapkan anak-anak juga dapat memaknai hidup dengan
keIslaman yang tercermin dari perilaku dan pola pikir mereka agar
nantinya menjadi insan yang mengerti akan norma agama dan aturan
hidup.
1 .3.2.2Sasaran
Program ini ditujukan untuk pemuda-pemudi remaja masjid di
Dusun Sekarsuli, Kelurahan Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten
Sleman, Propinsi DaerahIstimewa Yogyakarta. Tidak menutup
kemungkinan untuk membuka kesempatan pula untuk bapakbapak maupun
ibu-ibu, maupun warga diluas lokasi yang berminat untuk menjadi
pengajar maupun pengurus TPA dan mengembangkan TPA Al Muhtadin.
1 .3.2.3Metode Kegiatan
Dalam program ini, metodenya berupa gabungan dari ceramah,
diskusi dan praktik. Kesemuanya disesuaikan dengan kebutuhan untuk
mengembangkan TPA Al Muhtadin.
1.3.2.4 Pelaksanaan Kegiatan
Tahap-tahap pelaksanaannya adalah:
Pada awalnya, saya menghubungi Bapak Ketua Takmir
Masjid Al-Ikhlas yang merupakan kepala Pengurus TPA Al
Muhtadin. Dari beliaulah saya mendapat pencerahan untuk
siapa-siapa saja yang dapat diajak untuk menjadi pengajar
TPA.
Setelah mendapat orang-orang yang mau mengajar, saya
mulai memberi motivasi mengajar dan bahan-bahan ajar
yang dapat disampaikan di TPA. Metode yang digunakan
lebih menuju ceramah.
Selanjutnya, mereka sudah cukup mampu untuk mengajar di
kelas, kami mulai mengaktifkan kembali TPA dengan
mengajak anak-anak secara mouth to mouth menjadi santri.
Akan tetapi, santri yang mau hadir hanya 2-3 orang saja.
Dengan santri yang sedikit itu, memudahkan untuk belajar
mengajar. Disini kami lenih menjurus pada metode diskusi
dan sharing tentang metode mengajar, bahan ajar dan
rencana pengembangan TPA.
Tahap berikutnya kami mengadakan rekruitmen santri
besar-besaran, bertepatan dengan tahun baru Hijriah, untuk
menjaga kelangsungan TPA dan mengamalkan ilmu. Disini,
tujuan saya untuk menghidupkankembali TPA dan
Merekrut kader TPA sudah selesai. Akan tetapi, pemikiran
berkembang lagi menuju manajemen TPA. Maka saya coba
bersama-sama pengurus dan pengajar merancang kurikulum
TPA.
No. Hari/
Tanggal
Durasi Waktu
Uraian Program Lokasi Dana
(Rp.) 1. Jumat, 3 jam Materi: Kinerja TPA SMA Rp.
-22 Oktober 2010 Institut
15.00-18.00 Indonesia
2. Selasa, 1 jam Materi: Bahasa Arab untuk SMA
Rp.10.000,-26 Oktober 2010 anak Institut
15.00-16.00 Indonesia
3. Jumat, 1 jam Pelatihan Penyusunan SMA Rp.-29 Oktober 2010 Rencana Pendidikan TPA Institut
15.00-16.00 Indonesia
Rp.-31 Oktober 2010 Rencana Pendidikan TPA Institut
13.00-15.00 Indonesia
15. 15-16.00
5. Selasa, 0.45 jam Pelatihan Metode Mengajar SMA Rp.-2November20 10 TPA(Ice Breaking) Institut
15.15-16.00 Indonesia
6. Minggu, 1.15 jam Pembahasan Wisata Santri SMA Rp. -28 Nov 2010
“Sepeda Gembira” Institut
16.45-18.00 Indonesia
7. Selasa, 1.30 jam Lanjutan Pembahasan SMA Rp. -30 Nov 2010 Sepeda Gembira Institut
16.30-18.00 Indonesia
8. Rabu 1 3 jam Pembahasan Rekruitmen Masjid Al
Rp.-Desember 2010 Santri Ikhlas
19.30-22.30
9. Minggu, 5 2 jam Kurikulum TPA SMA
Rp.-Desember 2010
“Akulturasi Pendidikan Institut
15.30-17.30
TPA” Indonesia
10. Selasa, 7 5 jam Pengembangan TPA: SMA Rp.30.000,-Desember 2010 Sosialisasi dan Rekruitmen Institut
07.00-12.00 Santri Indonesia
11. Jumat, 10 2.30 jam Pelatihan Kurikulum TPA SMA Rp.
5000,-Desember 2010 Institut
15.30-18.00 Indonesia
12. Selasa, 14 2.45 jam Pelatihan Manajemen TPA SMA Rp.
-Desember 2010 Institut
15.15-18.00 Indonesia
13. Selasa, 21 2 jam Pelatihan Pengkondisian SMA
Rp.-Desember 2010 Kelas Institut
16.00-18.00 Indonesia
1 .3.2.5Kendala
Santrinya masih labil dan kurangnya kepedulian wali santri untuk
1.3.2.6 Hasil
Aktif kembalinya TPA AL Muhtadin yang semula non aktif, sudah ada
pengajar yang rajin hadir, sudah ada santri yang rajin hadir dan adanya kegiatan
Belajar Mengajar di TPA.
1 .3.2.7Biaya
Program Kaderisasi dan Pengembangan TPA ini menggunakan dana
yang berasal dari mahasiswa dengan rincian pada tabel 1.3 dengan total
sejumlah Rp.
45.000,-1.4 Program Bantu
1.4.1 Program Bantu Teman
Program bantu teman merupakan kegiatan yang dilakukan mahasiswa untuk
membantu teman seunitnya dalam melaksanakan program individunya sehingga
tercipta solidaritas yang tinggi antar teman dan juga mempererat rasa kekeluargaan
antar mahasiswa.
Tabel 1.4.1Tabel pelaksanaan program bantu teman
No .
Waktu
Pelaksanaan Uraian kegiatan Tempat Durasi
1
Sabtu, 23Oktober 2010
16:00-18:00
Pelatihan mendidik anak
“ilham”
Rumah Pak
Bambang 2 jam
2 Senin, 1November
2010 “Hafidz”
15 :00-18.00
Selasa, 23 Nov Pengelolaan Sampah RT 01 2010
3 “Sistha” 2 jam
13.00-15.00
JUmat, 26 Nov Pembuatan Peta 2010
4
“Sistha” RT 05 2 jam
16.00-18.00
Sabtu, 27 Nov Pengelolaan Sampah 2010
5
“Sistha” Rumah Ibu Tini 2 jam
16.00-18.00
Sabtu, 27 Nov Pembuatan Sabun Colek 2010
6 “Fajar” Rumah Ibu Tini 3 jam
19.00-21.00
Minggu,28Nov
2010 Data orang miskin
7 Sekarsuli 3 jam
11:00-12:00 “Devi”
12:30-14:30
SElasa, 30 Nov Penyuluhan DBD 3 jam
2010
8 “Panji” RT 02 30
08.00-11.30 menit
SElasa, 30 Nov 2010
Pemetaan Warga Miskin 3 jam
9 RT 03 dan RT 04
12.30-14.30 30
“Devi” menit
15.30-16.00
Jumat, 3 Desember Program bantu teman buta huruf 2010
10 “Nazly” posko 3 Jam
Sabtu,4 Desember
2010 Program bantu kamtibmas
11 Sekarsuli 3 Jam
09:00 – 12:00 “Nazli”
Sabtu,4 Desember 2010
Program bantu teman DBD
12 Sekarsuli 3 Jam
13:00 – 15:00 “Panji”
15:30 – 16:30
Sabtu,4 Desember
2010 Program bantu mendidik anak
13 Bu atik 2 Jam
19:00 – 21:00 “ilham”
14
Minggu, 5
Desember 2010 Program bantu mendidik anak
Posyandu 4 Jam
08:00 – 12:00 “ilham”
Minggu, 5 2 jam
15 Desember 2010
Data penduduk
Posko 30
12.30-15.00 “Ibnu” menit
Jumat, 10
Desember 2010 1 jam
16 Pelatihan Office Posko
13.30-15.00 30
“Ibnu” menit
Sabtu, 11
Desember 2010 3 jam
17 Pelatihan office Sekarsuli
11:00 – 12:00 30
“ibnu” menit
12:30 -15:00
18
Sabtu, 11
Desember 2010 Buta huruf
Posko 3 Jam
19:00 – 20:00
Selasa, 14
Desember 2010 Pelatihan mendidik anak
2 jam
19 “Ilham” Sekarsuli RT 01 45
12.15-15.00 menit
Jumat, 17 Desember 2010
2 jam
20 Hukum waris Sekarsuli 45
09.00-11.45 menit
Minggu, 19
Desember 2010 Pengolahan sampah
2 jam
21 “Sistha” Posko 30
12.30-15.00 menit
Selasa, 21 Penyuluhan narkoba
Desember 2010 SMA Institut
22 “Devi” Indonesia 3 jam
12.30-15.30
Selasa, 21
Desember 2010 SMA Institut
23 Penyuluhan KamtibMas Indonesia 3 jam
19.00-22.00
62 jam
Total Waktu 30
menit
Tabel 1.5 Program Bantu Teman
1.4.1 Program Bantu Masyarakat
Yang dimaksud dengan program bantu masyarakat adalah kegiatan yang
dilakukan oleh mahasiswa untuk membantu masyarakat dalam melaksanakan
kegiatan. Dalam kegiatan ini mahasiswa harus bisa menyesuaikan diri dengan
kebiasaan warga dan dengan warga di wilayah setempat. Adapun uraian jam bantu
No Waktu Pelaksanaan Uraian kegiatan Tempat Durasi
1 Rabu, 6 Oktober 2010 Membantu pembagian sekarsuli 1 jam 14.00-15.00 beras miskin
Rabu, 6 Oktober 2010 3 jam
2 Rapat Karang Taruna Balai Desa
Sendang Tirto
19.00-22.30 30 menit
Minggu, 17 Oktober 2 jam
3 2010 Masjid Al
Bantu Pengajian Warga Ikhlas 30 menit 06.00-08.30
Selasa, 19 Oktober
2010 SMA Institut
4 Bantu Mengajar TPA Indonesia 2 jam
16.00-18.00
Selasa, 19 Oktober
2010 Bantu Bimbingan
5 Posko 45 menit
18.15-19.00 Belajar
Jumat, 22 Oktober
2010 SMA Institut
6 Bantu Mengajar TPA Indonesia 2 jam
16.00-18.00
Jumat, 22 Oktober
2010 Bantu Bimbingan
7 Posko 45 menit
18.15-19.00 Belajar
Jumat, 22 Oktober
2010 Bantu mengajar ngaji Masjid Al
8 45 menit
19.15-20.00 ibu-ibu Ikhlas
Sabtu, 23 Oktober 2010
9 Pengajian ibu –ibu Rumah Warga 4 jam
14:00-18:00
10 Minggu, 24 Oktober Bantu
pengajian warga
Masjid Al 1 jam
06.00-07.30 30 menit
Selasa, 26 Oktober 1 jam
11 2010 SMA Institut
Mengajar TPA Indonesia 30 menit 16.00-17.30
Jumat, 29 Oktober 1 jam
12 2010 SMA Institut
Mengajar TPA Indonesia 30 menit 16.00-17.30
Minggu, 31 Oktober 1 jam
13 2010 SMA Institut
Mengajar TPA Indonesia 30 menit 16.00-17.30
Selasa, 2 November 1 jam
14 2010 SMA Institut
Mengajar TPA Indonesia 30 menit 16.00-17.30
Minggu, 7 November 2010
15 Kerja bakti Balai desa 3 jam
07.00-10.00
Kamis, 18 November 2010
13.00-15.00 9 jam
16 Bantu Karnaval Takbiran Sekarsuli
15.30-18.00 30 menit
19.00-24.00
17
Minggu, 28 Nov 2010
Mengajar TPA SMA Institut 45 menit
16.00-16.45 Indonesia
Selasa, 30 November
2010 SMA Institut
18 Mengajar TPA Indonesia 30 menit
16.00-16.30
19 Sabtu, 18 Desember Pengajian ibu-ibu Tempat ibu 2 jam
16:00 – 18:00
20
Jumat, 24 Desember 2010
Bantu ngajar TPA SMA Institut Indonesia
Bantu warga dan Nonton Bareng piala AFF
Rumah Joglo
RT 04 11 jam
Rabu, 29 Desember
2010 Bantu warga dan Nonton Rumah Joglo
22 4 jam
18:30-22:30
Bareng piala AFF RT 04
Sabtu, 1 JAnuari 2011 Rumah Ibu
23 Bantu pengajian ibu-ibu 3 jam
15.00-18.00 Sudiasih
Total Waktu 60 jam
30 menit
Tabel 1.6 Program Bantu Masyarakat
1.4.3Program Bantu Unit
Dalm pelaksanaan KKN selain menjalankan program Individu juga
menjalankan program unit. Untuk rincian program unit yang dijalankan adalah sebagai
berikut.
No. Waktu Pelaksanaan Uraian kegiatan Tempat Durasi
1
Minggu, 12 Desember 2010
Sabtu, 18 Desember 2010 2
12.30-15.30
Membuat sirup Posko 3 Jam
3
Sabtu, 18 Desember 2010
19.00-21.00 Pelatihan Koperasi Posko 2 jam
4
Minggu, 1 9Desember2010
10.00-12.00 Membuat sirup Posko 2 Jam
5
Sabtu, 20 Desember 2010
12:30-15:30 Pelatihan Koperasi Sekarsuli 3 jam
6
Sabtu, 25Desember 2010
12.30 – 15.00 Pelatihan Koperasi RT 06
2 Jam 30 menit
7
Sabtu, 25Desember 2010
15.30 – 18.00
Pelatihan Koperasi RT.04
2 Jam
30
menit
8
Sabtu, 25Desember 2010
19.00 – 21.00 Pelatihan Koperasi Masjid 2 Jam
Total Waktu 19 jam
BAB II
PROSES PEMBELAJARAN MAHASISWA
Proses pembelajaran mahasiswa merupakan proses dimana mahasiswa bisa
mengambil pelajaran dari tiap kegiatan yang diprogramkan. Maksud dari pembelajaran
yang dapat diambil oleh mahasiswa, adalah apa saja yang menjadi tambahan ilmu
setelah menjalani proses KKN selama kurun waktu beberapa bulan di wilayah yang
bersangkutan. Dan sekiranya bisa dijadikan bahan pembelajaran untuk mahasiswa
KKN angkatan selanjutnya, jika memungkinkan.
2.1 Proses Pembelajaran Mahasiswa Secara Generik
2.1.1 Problem Solving
Proses pembelajaran yang didapatkan adalah setelah melakukan
beberapa observasi dan wawancara di berbagai tempat dan dengan beberapa
orang, dapat belajar mengenai bagaimana untuk menganalisa dan memecahkan
masalah-masalah yang ada pada lingkungan masyarakat disana. Mahasiswa
mampu menempatkan diri sebagai seseorang yang mampu mencari masalah di
dalam masyarakat terutama masalah penting yang perlu diselesaikan
secepatnya.Mengingat terbatasnya waktu bagi mahasiswa maka tidak semua
keinginan ataupun kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi.Oleh karena itu
diperlukan kemampuan mahasiswa dalam memilah hal-hal yang menjadi
prioritas.
2.1.2 Decision Making
Setelah mendapatkan beberapa pemecahan masalah, maka dapat
memikirkan bagaimana cara untuk mengambil keputusan dari masalahmasalah
yang ada dan berusaha menjalankan sebaik-baiknya program yang telah
direncanakan dilihat dari masalah-masalah yang ada. Dalam hal ini ada
beberapa yang bisa menjadi prioritas dalam pelaksanaan KKN terutama dalam
aspek Da¶wah Islamiyah dan Pendidikan (DIP), aspek Kesehatan
2.1.3 Leadership
Nilai-nilai leadership yang dapat menjadi pembelajaran berharga sewaktu melaksanakan program antara lain misalnya, bagaimana mahasiswa
bisa menjadi, mengelola dengan baik, mengambil keputusan disaat yang tepat
meskipun saat itu kita bukanlah orang yang mempunyai wewenang untuk
melakukan itu. Dalam melaksanakan program individu, jiwa leadershipsangat dibutuhkan, jadi mahasiswa tidak bisa bergantung dengan orang lain. Dimana
mahasiwa harus mampu menjadi orang yang paling bertanggung jawab terhadap
apapun yang terjadi pada pra, saat dan pasca kegiatan.
2.1.4 Teamwork Skill
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu proses yang berfungsi
untuk meningkatkan teamwork skill. Dalam KKN mahasiswa dituntut untuk dapat bekerjasama bukan hanya dengan masyarakat tetapi juga dengan teman
satu unitnya demi kelancaran program-program mereka, baik program individu
maupun program unit. Dalam KKN, kekompakkan harus benarbenar dijaga,
disini mahasiswa harus saling menerima karakter dari masingmasing teman
seunit termasuk kelebihan dan kekurangan masing-masing individu. Apabila
sudah tercipta teamwork skill yang bagus, maka suatu kelompok akan mejadi kelompok yang solid.
2.2 Proses Pembelajaran Mahasiswa secara Disiplin Ilmu
Ada begitu banyak hal yang bisa diperoleh dari pelaksanaan program KKN
ini terutama yang terkait dengan disiplin ilmu yang dipelajari di Fakultas Ekonomi
Jurusan Akuntansi. Dengan adanya program KKN mahasiswa dapat menerapkan
dan berbagi ilmu dengan masyarakat dari apa yang telah dipelajari selama
dibangku perkuliahan.
Program Pelatihan Memasak yang dijalankan disini merupakan sebuah
program pembentukan suatu unit usaha (wirausaha) yang merupakan aplikasi dari
kegiatan ekonomi mandiri agar dapat bekerja mengahasilkan sumber dana tanpa
bergantung pada pihak penyedia pekerjaan. Sedangkan program kaderisasi dan
dakwah islamiyah yang dijunjung tinggi di lingkungan Universitas Islam
Indonesia.
2.3 Proses Pembelajaran Mahasiswa secara Interaksi Sosial
Salah satu manfaaat yang bisa diperoleh dengan adanya kegiatan KKN
terutama program yang telah dilaksanakan adalah melatih kemampuan mahasiswa
dalam hal berkomunikasi dan berinteraksi dengan warga masyarakat yang terdiri
dari berbagai latar belakang yang berbeda. Selama ini mahasiswa hanya berinteraksi
dengan orang-orang dengan latar belakang yang sama ketika bersosialisasi di
kampus yaitu sebatas dengan sesama mahasiswa dan dosen saja. Di dalam kita
melaksanakan kegiatan KKN proses pembelajaran untuk bekerja sama dengan
masyarakat cukup banyak dan memberikan manfaaat yang tidak sedikit, juga
merupakan salah satu hal yang tidak bisa didapatkan di bangku kuliah walaupun
dengan berpuluh-puluh SKS.
Disini kita bisa berlatih untuk bisa mencari masalah, menyelesaikan
masalah dan melatih sisi-sisi kepemimpinan kita tanpa mengabaikan kepentingan
orang banyak dalam hal ini masyarakat. Selain itu kita bisa belajar mengaplikasikan
ilmu yang kita dapatkan di ruang kuliah secara langsung kepada masyarakat,
sehingga kita bisa merasakan betapa penting dan bermanfaatnya ilmu yang kita
miliki untuk kemaslahatan umat. Dan yang tak kalah pentingnya adalah
menunjukkan kepada masyarakat sosok mahasisiwa UII yang tidak hanya
mementingkan aspek keilmuan saja tetapi juga lebih mementingkan aspek
keislaman sesuai dengan visi dan misi UII yaitu membentuk pribadi yang berilmu
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pelaksanaan program-program KKN yang telah dilaksanakan
selama kurang lebih 3 bulan, maka dapat disimpulkan bahwa program dapat berjalan
dengan baik, walaupun kerap terjadi perbedaan antara matriks kegiatan dengan
pelaksanaan, namun secara garis besar program telah mencapai target yang diinginkan.
Perbedaan matriks dengan pelaksanaan dapat disebabkan oleh beberapa hal yang
terjadi mendadak, seperti bencana Merapi yang menyebabkan KKN diliburkan selama
2 minggu, upaya untuk mengumpulkan penduduk pada hari tertentu untuk mengerjakan
program KKN sering tertunda karena susahnya menyesuaikan waktu pelaksanaan
program KKN dengan waktu luang masyarakat, selain itu penanggalan kegiatan rutin
warga yang masih menggunakan kalender Jawa juga menyebabkan kebingungan di
anak-anak KKN sehingga banyak pertemuan warga yang terlewatkan.
Pada dasarnya masyarakat setempat memberikan tanggapan positif atas
kehadiran anak-anak KKN di wilayah Dusun Sekarsuli dan masyarakat juga
mengucapkan banyak terimakasih kepada anak-anak KKN unit 71 atas
program-program yang sudah diberikan, baik dari sektor fisik maupun non fisik yang
sehingga bisa menumbuhkembangkan wilayah tersebut.
3.1.1 Program Individu
3.1.1.1 Program Pelatihan Memasak
Untuk program pelatihan memasak memang untuk jangka panjangnya
masih banyak hal yang harus disiapkan selain kemampuan, yaitu berupa modal dan
pasar sehingga ketika usaha tersebut terealisasi, ada sumber dana dan pasar untu
3.1.1.2 Program Kaderisasi dan Pengembangan TPA
Untuk program kaderisasi dan pengembangan TPA sudah tercapai, yaitu
sudah ada pengajar, santri dan TPAnya, meski belum bisa menjadi TPA yang
setara dengan TPA-TPA yang sudah terorganisir dengan baik. Untuk jangka
panjangnya bisa lebih ditambahkan lagi dalam manajemennya.
3.1.2 Program Bantu Teman
Setiap anggota KKN Unit 71 berusaha untuk melaksanakan program
dengan baik sehingga dalam prosesnya dapat menjadi tepat sasaran. Selain itu
sambutan warga mengenai program-program yang disampaikan teman-teman KKN
Unit 71 juga sangat bagus.
3.1.3 Program Bantu Masyarakat
Sistem kekerabatan warga cukup dekat karena jumlah warga yang banyak
dan budaya gotong royong serta jiwa kebersamaan warga yang sangat kuat
sehingga kegiatan yang ada di Dusun Sekarsulijuga cukup banyak seperti
pengajian, arisan yang dilakukan secara rutin, TPAdan ada juga Posyandu.KKN
Unit 71 aktif dalam membantu masyarakat mengadakan program-program rutin,
selain itu kami juga aktif mengadakan acara-acara lain yang melibatkan banyak
warga seperti mengadakan nonton bareng Final Piala AFF di Joglo Dusun
Sekarsuli yang disambut sangat baik oleh warga.
3.1.4 Program Unit
Secara keseluruhan program unit yang berupa Pelatihan Pembuatan Sirup
dan Pelatihan Koperasi berjalan dengan baik karena antusias warga Dusun
Sekarsuli yang begitu besar dalam membantu kelancaran program. Terutama
mengenai Pelatihan Koperasi, dimana sesuai dengan kebutuhan warga yang butuh
suatu wadah untuk menampung para pengrajin lempengan logam yang mulai susah
3.2 Saran dan Rekomendasi
3.2.1 Saran
3.2.1.1 WargaDusun Sekarsuli
Kami berharap agar warga masyarakat dapat memanfaatkan program-program yang telah kami berikan.
Kepada ibu-ibu Dusun Sekarsuli agar dapat berkembang dengan kemampuan yang mereka miliki sehingga dapat menjadi wanita yang berguna dan membantu perekonomian keluarga.
Kepada pemuda-pemudi Dusun Sekarsuli agar dapat mengajarkan dan memberi contoh tauladan yang baik kepada saudara dan adik-adik Dusun Sekarsuli sehingga terciptanya generasi yang berbudaya luhur. Kepada pengajar dan pengurus TPA Al Muhtadin agar dapat terus mengembangkan TPA menjadi lebih baik dan teratur lahi, baik dari segi kurikulum maupun manajemen dan administrasinya.
Kepada adik-adik di Dusun Sekarsuli agar rajin belajar, beribadah, menjadi anak yang berbakti serta kelak dapat menjadi generasi pembangun Dusun Sekarsuli.
3.2.1.2 DPPM KKN UII
Rentang waktu antara observasi dan penempatan mahasiswa di lokasi sebaiknya
diperpanjang agar mahasiswa dapat melakukan persiapan program dengan lebih
baik. Hal ini juga berguna untuk mengurangi frekuensi mahasiswa meninggalkan
lokasi untuk melengkapi lagi persiapan pelaksanaan programnya.
3.2.2 Rekomendasi
3.2.2.1 DusunSekarsuli
Warga masyarakat sebaiknya juga melakukan rekam kegiatan yang dilakukan oleh
mahasiswa KKN agar dapat membantu mahasiswa KKN berikutnya menyusun
3.2.2.2 DPPM KKN UII
Perlu adanya pihak lain (pihak DPPM) selain Asisten dan DPL, yang secara rutin
mengunjungi dan memeriksa keadaan di lokasi, dan memberikan bimbingan
intensif tidak hanya tim SIDAK saja, itu diharapkan agar seluruh mahasiswa yang
melaksanakan kegiatan itu benar-benar serius dan bertanggung jawab akan
programnya, tidak hanya sebagian yang aktif dan sebagian tidak akan tetapi
dengan tanpa sanksi, melainkan dengan saran-saran dan motivasi yang
membangun.
Kemudian, agar kelak mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di desa-desa
yang pernah ditempati KKN UII sebelumnya diberi pengetahuan tentang apa-apa
saja yang pernah diprogramkan sehingga dapat menjalankan suatu kinerja yang