• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN BANJIR BA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN BANJIR BA"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Prosiding Seminar Nasional Geograf i UMS 2015 Peran Geograf dan Peneliti dalam Menghasilkan

Penelitian dan Pengabdian yang Berdayaguna Bagi Masyarakat

i

ISSN:xxxx

PROSIDING

(Bagian I)

SEMINAR NASIONAL GEOGRAFI UMS 2015

PERAN GEOGRAF DAN PENELITI

DALAM MENGHASILKAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN

YANG BERDAYAGUNA BAGI MASYARAKAT

Tim Penyunting:

Priyono, Agus Anggoro Sigit,

Yuli Priyana, Choirul Amin

Terselenggara atas kerjasama:

Fakultas Geografi UMS

Badan Informasi Geospasial (BIG)

Ikatan Geograf Indonesia (IGI)

Diterbitkan oleh:

Fakultas Geografi

(2)

v

DAFTAR ISI

Halaman Judul ... i

Halaman Katalog Dalam Terbitan (KDT) ... ii

Kata Pengantar Dekan Fakultas Geografi UMS ... iii

Susunan Panitia Seminar ... iv

Daftar Isi ... v

KEYNOTE SPEECH Peran Data Geospasial dalam Mendukung Penyelesaian Masalah Lingkungan ... . a Oleh: Dr. Priyadi Kardono, M.Sc. (Kepala Badan Informasi dan Geospasial (BIG)) PEMBICARA UTAMA 1. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Bidang Geografi untuk Pembangunan ... ... n Oleh: Prof. Dr. Hartono, DEA, DESS (Ketua Umum Ikatan Geograf Indonesia (IGI)) 2. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Data Geografi ... z Oleh: Prof. Dr. Ir. Sujono, M.Kes. (Direktur DPPM Universitas Muhammadiyah Malang) MAKALAH PESERTA (BAGIAN I) KOMISI 1. PERAN PENELITI BIDANG GEOGRAFI MANUSIA 1. Perspektif Geospasial Untuk Mengkaji Karakteristik Cagar Budaya Candi ... 1

Oleh: Fakhruddin Mustofa, Suharto Widjojo, Suprajaka (Badan Informasi Geospasial) 2. Analisis SWOT Pengembangan Objek Wisata Pantai di Kabupaten Tulungagung ... ... 13

Oleh: I Komang Astina, Purwanto dan Yusuf Suharto (Fakultas Ilmu Sosial, UM Malang) 3. Pola Spasial Ketahanan Tri Hita Karana Sistem Subak di Kawasan Metropolitan Sarbagita Kabupaten Badung Bali ... .... 23

Oleh: I Putu Sriartha (Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja) 4. Dinamika Pembangunan Manusia Berbasis Gender di Indonesia .... ... 35

Oleh: Muhammad Arif Fahrudin Alfana, Desta Fauzan A, Warastri Laksmiasridan Ayu Rahmaningtias(Fakultas Geografi UGM) 5. Pengelolaan Sumberdaya Air Sungai Bawah Tanah di Kawasan Karst Untuk Memenuhi Kebutuhan Air Bersih di Desa Pucung Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri .. ... 50

Oleh: Priyono, Choirul Amin, Arif Jauhari Reksa Pambudi Rahman, Manzilina NurJannah, dan Wahyu Aji Wiliyantoro (Fakultas Geografi UMS) 6. Pemberdayaan Masyarakat Desa Tanjungsari Berbasis Agrowisata-minapolitan Melalui Program Ipteks bagi Wilayah Kabupaten Boyolali .... ... 63

Oleh: Sumarwoto PS, Ellen Rosyelina S., M. Husain Kasim, dan Suryono (Fakultas Pertanian UPN "Veteran" Yogyakarta dan Fakultas Pertanian UNS Surakarta) 7. Kajian Kerentanan dan Kapasitas Suatu Masyarakat Terhadap Kemungkinan Bencana Akibat Perubahan Iklim ... 73

Oleh: Tumiar Katarina Manik, Bustomi Rosadi, dan Eva Nurhidayati (Universitas Lampung dan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika Lampung) 8. Perbandingan Perilaku Penggunaan Teknologi Informasi di Pemerintah .... ... 88

Oleh: Yuventius Tyas Catur Pramudi dan Karis Widyatmoko (Udinus Semarang) 9. Analisis Pengembangan Kebijakan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kalimantan Barat dan D.I Yogyakarta ... 98

(3)

vi

10. Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Lahan Bekas Tambang di Kabupaten

Gunungkidul ... ... 108

Oleh: Kuswaji Dwi Priyono dan Agus Anggoro Sigit (Fakultas Geografi UMS)

11. Kegiatan Penyuluhan dan Tantangan pada Keberhasilan Pembangunan Pertanian.. ... 117

Oleh: Nana Haryanti (Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS Surakarta)

12. Kondisi Sosial Ekonomi dan Tingkat Adopsi Kegiatan Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (RLKT) di Desa Ngadipiro, Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri .... ... 124

Oleh: Nur Ainun Jariyah (Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS Surakarta)

KOMISI 2. PERAN PENELITI BIDANG GEOGRAFI FISIK #1

1. Prediksi Neraca Air Bulanan di Beberapa Lokasi Kawasan Hutan Tanaman ….. ... 133

Oleh: Agung B. Supangat, Ugro H. Murtiono dan Pranatasari D. Susanti (Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPTKP DAS) Surakarta)

2. Penentuan Kerentanan Lahan Suatu DAS Menggunakan Data Minimal ... ... 146

Oleh: Endang Savitri (BPTKP DAS, Surakarta)

3. Analisis Ketersediaan Air dalam Mendukung Peningkatan Produksi Pertanian di Jatisrono,

Kabupaten Wonogiri .... ... 157

Oleh: Irfan Budi Pramono dan Gunardjo Tjakrawarsa (BPTKP DAS Surakarta)

4. Peringkat Varietas Padi yang dapat Ditanam Berdasarkan Enam Kriteria (Emisi CH4, Tinggi Tanaman, Produksi, Umur Varietas, Hama Penyakit, Rasio Ekoefisiensi Emisi CH4

dengan Produksi) … ... 164

Oleh: Lilik Slamet Supriatin (Pusat Sains Dan Teknologi Atmosfer; LAPAN Bandung)

5. Upaya Mitigasi Pengurangan Laju Erosi Tanah di Sebagian Wilayah Dieng, Kabupaten

Wonosobo ... ... 173

Oleh: M. Anggri Setiawan, Erisa AyuWaspadi, Ghufran Zulqisthi (Fakultas Geografi UGM)

6. Evaluasi Daya Dukung Lahan Daerah Aliran Sungai untuk Menentukan Arah Pembangunan Wilayah yang Berkelanjutan .. ... 183

Oleh: Nining Wahyuningrum dan Endang Savitri (BPTKP DAS Surakarta)

7. Analisis Sidik Cepat Kerawanan Banjir Bandang di DAS Juwana, Provinsi Jawa Tengah ... 194

Oleh: Primanda Kiky Widyaputra dan Muhammad Anggri Setiawan (Fakultas Teknologi Sumberdaya Alam Institut Teknologi Yogyakarta dan Fakultas Geografi UGM)

8. Evaluasi Pengelolaan DAS Melalui Indikator Tata Air di DAS Jang, Pulau Bintan, Kepri.. ... 210

Oleh: Rahardyan Nugroho Adi dan Irfan Budi Pramono (BPTKP DAS Surakarta)

9. Identifikasi Tingkat Kerentanan Lahan pada DAS Ladi di Pulau Batam Sebagai Bahan

Perencanaan Pengelolaan DAS … ... 221

Oleh: Tyas Mutiara Basuki (BPTKP DAS Surakarta)

10. Kajian Kualitas Air Sungai di Daerah Tangkap Air Tuntang ... ... 231

Oleh: Ugro Hari Murtiono (BPTKP DAS Surakarta)

11. Estimasi Potensi Biomassa dan Karbon Menggunakan Metode Benefit Transfer (Studi Kajian di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan) .. ... 241

Oleh: Yatin Suwarno (Badan Informasi Geospasial)

12. Studi Persebaran Depot Air Minum Isi Ulang dan Kualitas Air Minum Isi Ulang Secara

Mikrobiologis di Kecamatan Jebres Kota Surakarta Tahun 2014 ... ... 248

Oleh: Rosyid Adiatma (Progdi Pendidikan Geografi FKIP UNS)

13. Kajian Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Albasia pada Daerah Rawan Longsorlahan di sub-DAS Logawa Kabupaten Banyumas ... ... 260

(4)

vii

KOMISI 3. PERAN PENELITI BIDANG GEOGRAFI FISIK #2

1. Analisis Evolusi Hidrogeokimia Airtanah di Pulau Koral Pramuka, Kepulauan Seribu .. ... 267

Oleh: Ahmad Cahyadi, Tjahyo Nugroho Adji dan Muh Aris Marfai (Fakultas Geografi, UGM)

2. Degradasi Lahan pada Sawah Bekas Pertambangan Batu Bata di Kecamatan Salaman

Kabupaten Magelang Tahun 2014 .. ... 277

Oleh: Erni Latifah W, Setya Nugraha, dan Danang Endarto (Progdi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS))

3. Pemetaan Partisipatif untuk Estimasi Kerugian Akibat Banjir Rob di Kabupaten Pekalongan 285

Oleh: Muh Aris Marfai, Ahmad Cahyadi, Achmad Arief Kasbullah, Luthfi Annur Hudaya dan Dela Risnain Tarigan (Fakultas Geografi UGM)

4. Perencanaan Konservasi dan Monitoring Respon DAS Serang dengan Model SWAT … ... 295

Oleh: Nugroho Christanto,M. Anggri Setiawan, Noor Adhi Sakti, Yamuna Jiwaningrat M., Anang Widicahyono, Asih Yunanidan Christanti Nana Widiyati (Fakultas Geografi UGM dan BPDAS Serayu Opak Progo)

5. Daya Dukung Lingkungan Hidup Daerah Aliran Sungai (DAS) Jlantah Hulu Kabupaten Karanganyar Berdasarkan Pendekatan Indeks Kemampuan Lahan, Indeks Fungsi Lindung Serta Ketersediaan dan Kebutuhan Lahan ... ... 306

Oleh: Rahning Utomowati (Progdi Pendidikan Geografi FKIP UNS)

6. Kajian Zona Bahaya Gempabumi dengan Pendekatan Probabilitas Peak Ground Acceleration dan Geomorfologi Kabupaten Bantul ... ... 317

Oleh: Sarif Hidayat, Kuswaji Dwi Priyono dan Jumadi (Fakultas Geografi UMS)

7. Estimasi Dampak Perubahan Iklim Terhadap Hujan Wilayah di DAS Progo Hulu

Menggunakan Skenario Iklim HADCM3 dengan Skenario Emisi A2 dan B2 ... ... 325

Oleh: Slamet Suprayogi, Ahmad Cahyadi, Tommy Andryan Tivianton, Sugeng Riyadi, Ahdi Ahmad Fajri, Tika Rahayu Sasongkodan Vera Arida (Fakultas Geografi UGM)

8. Kinerja Pengelolaan DAS Berdasarkan Indikator Sosial Ekonomi pada DAS Solo .. ... 334

Oleh: Syahrul Donie dan Nur Ainun Jariyah (BPTKP DAS, Surakarta)

9. Evaluasi Multi-Kriteria Keruangan untuk Pemetaan Kerentanan Terhadap Bahaya Tsunami di Pesisir Kabupaten Bantul .... ... 345

Oleh: Totok Wahyu Wibowo, Erisa Ayu Waspadi Putri, dan Hanandy Yanuar Loekman (Fakultas Geografi UGM)

10. Neraca Sumberdaya Air Daerah Aliran Sungai Sebagai Instrumen Pengamanan Air: Studi Kasus DAS Citanduy ... ... 356

Oleh:Turmudi, IrmadiNahib, dan YatinSuwarno (Badan Informasi Geospasial)

11. Evaluasi Kemampuan Penggunaan Lahan di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo .. ... 366

Oleh: Wahyu Wisnu Wijaya, Tyas Mutiara Basuki, Nining Wahyuningrum (BPTKP DAS Surakarta)

12. Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Volume Limpasan Permukaan: Studi Kasus DAS Citanduy, Provinsi Jawa Barat ... ... 377

Oleh: AB Suriadi dan Irmadi Nahib (Pusat Penelitian, Promosi dan Kerjasama BIG)

MAKALAH PESERTA

(BAGIAN II)

KOMISI 4. PERAN PENELITI BIDANG PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

1. Sinergi Penyediaan Informasi Geospasial Skala Operasional untuk Mendukung Kegiatan Alokasi Ruang ... 389

(5)

viii

2. Variabilitas Suhu Permukaan Laut Perairan Indonesia dari Data TRMM Microwave Imager 401

Oleh: Adi Wijaya (Balai Penelitian dan Observasi Laut – Kementrian Kelautan dan Perikanan)

3. Aplikasi SIG Berbasis Web untuk Manajemen Pengelolaan Titik Reklame di Kota Surakarta.. 409

Oleh: Alif Noor Anna, Rudiyanto, dan Agus Anggoro Sigit (Fakultas Geografi UMS)

4. Kajian Geometri Citra Resolusi Tinggi untuk Penetapan dan Penegasan Batas Desa … ... 423

Oleh: Bambang Riadi dan Fahrul Hidayat (Badan Informasi Geospasial)

5. Kajian Generalisasi untuk Membangun Basisdata Rupabumi Multi-Skala .. ... 433

Oleh: Danang Budi Susetyo dan Aji Putra Perdana (Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim – Badan Informasi Geospasial)

6. Pendugaan Daerah Penangkapan Ikan Lemuru di Selat Bali Berbasis Rantai Makanan

Menggunakan Data Satelit Osenografi ... ... 443

Oleh: Eko Susilo, Teja Arief Wibawa dan Adi Wijaya (Balai Penelitian dan Observasi Laut–KKP)

7. Analisis Spasial untuk Identifikasi Konflik Lahan di Pulau Sumatra ... ... 451

Oleh: Jaka Suryanta dan Nurwadjedi (Peneliti pada Badan Informasi Geospasial)

8. Pembuatan Basis Data Spasial Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah .. ... 458

Oleh: Mujiyanto (Balai Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Donggala, Badan Litbang Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI)

9. Integrasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi untuk Analisis Dampak

Spasial Erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Kediri .... ... 465

Oleh: Purwanto dan Marhadi Slamet Kistiyanto (Jurusan Geografi FIS UM Malang)

10.Perancangan Jalur Evakuasi Bencana Tsunami Kota Bengkulu Berbasis Data PJ ... ... 482

Oleh: Yulian Fauzi, Suwarsono, dan Zulfia Memi Mayasari (Jurusan Matematika dan Jurusan Fisika FMIPA Universitas Bengkulu)

11.Penentuan Lokasi Kebun Bibit Rakyat Menggunakan Sistem Informasi Geografi ... ... 489

Oleh: Agung Rusdiyatmoko dan Ign. Kristanto Adiwibowo (BPDAS Kahayan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Palangka Raya)

12.Peranan Teknologi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Mendukung Kebijakan Satu Peta (one map policy) ... 500

Oleh: Agus Wuryanta1 dan Gunardjo Tjakrawarsa (BPTKP DAS Surakarta)

13.Pemanfaatan Citra Landsat 8 untuk Identifikasi Normalized Difference Vegetation Index di Kecamatan Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu ... ... 511

Oleh: Ajun Purwanto (Progdi Pendidikan Geografi IKIP-PGRI Pontianak)

14.Peran Data Geospasial untuk Identifikasi Habitat Kambing Etawa di Kaligesing Purworejo.. 516

Oleh: Kris Sunarto (Peneliti Bidang Geografi Terapan, Badan Informasi Geospasial)

15.Peran SIG untuk Studi Perubahan Iklim dalam Bidang Kesehatan: Sebuah Kajian Literatur.. 528

Oleh: Sulistyawati (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan; Yogyakarta)

KOMISI 5. PERAN PENELITI BIDANG LINGKUNGAN

1. Pengelolaan Lahan Marjinal Menjadi Lahan Potensial Bagi Peningkatan Hasil Finansial

Masyarakat ... ... 537

Oleh: Beny Harjadi (Peneliti Utama Bidang Pedologi dan Penginderaan Jauh BPTKP DAS Surakarta)

2. Perubahan Garis Pantai dan Dampaknya Terhadap Kerusakan Lingkungan di Pesisir Kecamatan Kragan dan Sarang Kabupaten Rembang Jawa Tengah ... ... 547

Oleh: Chatarina Muryani, Partoso Hadi, Budi Setiyarso dan Lintang Ronggowulan (UNS)

(6)

ix

Mitigasi Bencana di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang .. ... 554

Oleh: Heri Tjahjono, Suripin, Kismartini (Program Doktor Ilmu Lingkungan Undip)

4. Pengelolaan Lingkungan Hutan Pinus untuk Menurunkan Puncak Banjir di Sub DAS

Kedungbulus, Gombong, Jawa Tengah ... ... 565

Oleh: Irfan Budi Pramono (BPTKP DAS Surakarta)

5. Prediksi Daya Hantar Sedimen, Studi Kasus di Sub DAS Mondang Kabupaten Blora ... 571

Oleh: Nining Wahyuningrum dan Endang Savitri (BPTKP DAS Surakarta)

6. Alih Teknologi Sederhana pada Lahan Pascaerupsi Merapi …. ... 581

Oleh: Pranatasari Dyah Susanti (BPTKP DAS Surakarta)

7. Analisis Perubahan Iklim dan Jadwal Tanam di Kabupaten Sukoharjo ... ... 589

Oleh: Robertus Sudaryanto, MMA Retno Rosariastuti dan Noorhadi (UNS)

8. Pengelolaan Sumberdaya Air untuk Pengembangan Pariwisata di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta ... ... 595

Oleh: Roland Sinulingga, M. Baiquni, dan L. Setyawan Purnama (Fakultas Geografi UGM)

9. Evaluasi Rencana Tata Ruang Kabupaten Sleman Berdasarkan Analisis Risiko Bencana

Gunung Merapi ... ... 607

Oleh: Teresita Oktavia Rosari, Kuswaji Dwi Priyono, dan Jumadi (Fakultas Geografi UMS)

10.Efektifitas Swapurifikasi Zona Hyporheic Mengurangi Total Maximum Daily Load dari

Kegiatan Antropogenik di Sub DAS Negara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan ... ... 618

Oleh: Tommy Andryan. T, Ahmad C, M. Awaluddin, Muhaimin, Miranda A. dan Vivien U.E. (Fakultas Geografi UGM)

11.Pengurangan Karbon Dioksida di Atmosfer Melalui Stok Karbon dalam Tegakan Sengon yang Tumbuh pada Berbagai Kesesuaian Lahan ... ... 630

Oleh: Tyas Mutiara Basuki (BPTKP DAS Surakarta)

12.Sistem Penyediaan Air Menggunakan Teknik Panen Air Hujan dengan Atap: Sebuah Upaya Menghadapi Kelangkaan Air pada Musim Kemarau di Desa Mliwis Kecamatan

Cepogo Boyolali ... ... 638

Oleh: Yuli Priyana, Taryono, Umrotun (Fakultas Geografi UMS)

KOMISI 6. PERAN PENELITI BIDANG PENDIDIKAN GEOGRAFI

1. Demonstrasi Teknologi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis di SMA Negeri Mojogedang, Karanganyar, Jawa Tengah .... ... 649

Oleh: Agus Anggoro Sigit (Fakultas Geografi UMS)

2. Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Pembelajaran Geografi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif ... ... 657

Oleh: Debi Erisandi dan Darsiharjo (Departement Pendidikan Geografi FPIPS UPI Bandung)

3. Meningkatkan Peranan Penelitian Geografi dalam Pembangunan ... ... 672

Oleh: I Gusti Bagus Arjana (Jurusan Pendidikan Geografi, FKIP Undana; Kupang-NTT)

4. Melatih Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Geografi Melalui Pendekatan Earth Science Community (EarthComm) … ... 683

Oleh: Intan Ayu Dewi dan Mamat Ruhimat (Departement Pendidikan Geografi FPIPS UPI; Kota Bandung

5. Pemanfaatan Ina-Geoportal untuk Pembelajaran Geografi Secara Interaktif ... 698

Oleh: Mone Iye Cornelia M. , Sri Hartini, Sri Lestari, Rizka Windiastuti, dan Priyadi Kardono (Badan Informasi Geospasial)

6. Pembelajaran Geografi Berbasis Kecerdasan Lokal untuk Penguatan Literasi Geografi .. .... 708

(7)

x

7. Pemanfaatan Patahan Lembang dalam Pembelajaran Geografi .... ... 720

Oleh: Neneng Fenti Fatimah dan Darsiharjo (Departement Pendidikan Geografi FPIPS UPI; Kota Bandung)

8. Komparasi Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Picture and Picture dan Problem Solving Terhadap Hasil Belajar dalam Materi Kerusakan Lingkungan pada Siswa

Kelas VIII SMP Negeri 3 Pontianak .... ... 733

Oleh: Norsidi (Program Studi Pendidikan Geografi IKIP-PGRI Pontianak)

9. Atlas Geografi Statistik …. ... 739

Oleh: Sri Eka Wati (Badan Informasi Geospasial)

10.Peningkatan Pemahaman Hasil Penginderaan Jauh Melalui Media Game Interpretasi Foto Udara “Dia” di Kelas XII IPS 2 SMAN Gondangrejo Tahun Pelajaran 2012/2013 ... 746

Oleh: Suranti Tri Umiatsih (Guru SMA Negeri Gondangrejo; Karanganyar)

11.Studi Potensi Wilayah Melalui Implementasi Kurikulum di Sekolah Menengah Atas .. ... 755

(8)

SEMINAR NASIONAL GEOGRAFI UMS 2015

ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN BANJIR BANDANG

DI DAS JUWANA, PROVINSI JAWA TENGAH

Primanda Kiky Widyaputra, Muhammad Anggri Setiawan

ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN BANJIR BANDANG

DI DAS JUWANA, PROVINSI JAWA TENGAH

Primanda Kiky Widyaputra

1)

, Muhammad Anggri Setiawan

2)

1

Fakultas Teknologi Sumberdaya Alam Institut Teknologi Yogyakarta

2

Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada

Email:

1

[email protected]

ABSTRAK

Banjir bandang merupakan salah satu bahaya yang mengancam di DAS Juwana; dan

berpotensi menyebabkan kerusakan pada permukiman, jembatan, sawah, serta korban jiwa.

Meskipun demikian, penelitian mengenai banjir bandang di Indonesia terbilang masih minim.

Kebutuhan untuk lebih memahami kejadian banjir bandang sangat diperlukan terutama

dalam upaya manajemen bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi

tingkat kerawanan banjir bandang di DAS Juwana dengan pendekatan geomorfologi. Metode

yang digunakan adalah

stepwise assessment atau penilaian bertahap terhadap kerawanan

banjir bandang. Langkah awal adalah menentukan batas sub-DAS berdasarkan klasifikasi

orde sungai. Tiap Sub-DAS tersebut dianggap mewakili sistem-sistem sungai yang

masing-masing memiliki parameter tertentu. Parameter kuantitatif yang digunakan meliputi

Perbedaan Ketinggian Relatif (Relative Height Differences/RHD), Lereng, dan Kerapatan

Drainase. Parameter tersebut dipilih untuk mewakili komponen geomorfologi berupa

morfografi, morfogenesis, morfometri, dan morfoproses. RHD dihitung dengan membagi tiap

sistem sub-DAS menjadi dua area berdasarkan kerapatan konturnya (up-stream

dan

down-stream), kemudian dihitung selisih rata-rata elevasi dari dua area tersebut. Lereng dihitung

sebagai rata-rata kemiringan lereng untuk tiap sistem sub-DAS. Kerapatan Aliran dihitung

berdasarkan rumus panjang seluruh sungai dalam suatu sub-DAS dibagi dengan total area

sub-DAS tersebut. Penilaian kerawanan dilakukan dengan menjumlahkan skor tiap

parameter dikalikan bobot tiap parameter yang dibangun berdasarkan asumsi dari studi

literatur. Berdasarkan analisis tersebut, diketahui bahwa 20 sub-DAS di DAS Juwana

memiliki tingkat kerawanan tinggi. Temuan tersebut divalidasi dengan survey lapangan dan

berdasarkan berita kejadian banjir bandang. Sebagai kesimpulan, analisis sidik cepat

dengan pendekatan geomorfologi dapat mengidentifikasi sub-DAS yang rawan banjir

bandang dan menjadi prioritas.

Kata Kunci:

Sidik Cepat, Banjir Bandang, Parameter Kuantitatif, Pendekatan Geomorfologi

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Tren bencana yang disebabkan proses hidro-meteorologi diprediksi akan meningkat seiring

dengan perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang terjadi saat ini (Imran

et al., 2013).

Salah satu bencana yang masih perlu dikaji adalah banjir bandang. Montz dan Gruntfest

(2002) mendefinisikan karakteristik banjir bandang sebagai banjir yang terjadi tiba-tiba

dengan waktu sangat singkat melebihi waktu yang dimiliki untuk peringatan. Terjadinya

banjir bandang dapat dipicu oleh curah hujan yang tinggi di bagian hulu dan dipengaruhi oleh

sifat fisik daerah resapan (Garambois

et al., 2012) serta fitur-fitur geomorfologi pada suatu

DAS (Fernandez-lavado

et al., 2007). Banjir bandang berpotensi menyebabkan kerusakan;

(9)

SEMINAR NASIONAL GEOGRAFI UMS 2015

ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN BANJIR BANDANG

DI DAS JUWANA, PROVINSI JAWA TENGAH

Primanda Kiky Widyaputra, Muhammad Anggri Setiawan

Lokasi penelitian adalah DAS Juwana yang terletak di Jawa Tengah, secara administratif

meliputi Kabupaten Pati, Kudus, dan Grobogan. DAS Juwana yang sebagian besar berupa

lereng datar hingga terjal memiliki beberapa bentanglahan, dimulai dari bentanglahan

vulkanik pada bagian Gunungapi Muria, dataran aluvial pada bagian tengah, daerah

kepesisiran pada bagian Utara, dan perbukitan struktural pada bagian Selatan (Gambar 1).

Gambar 1. Lokasi Penelitian

Banjir bandang adalah salah satu bencana yang paling disorot di DAS Juwana. Kejadian

banjir terakhir muncul pada tahun 2011 dan 2014. Salah satu kejadian banjir bandang pada

bulan Januari 2014 terjadi sebagai dampak susulan dari tanah longsor di lereng atas

Gunungapi Muria. Kejadian banjir bandang lain terjadi pada Perbukitan Rembang. Kedua

contoh tersebut menggambarkan bahwa beberapa lokasi cenderung rawan terhadap banjir

bandang.

Morfografi Juwana memiliki variasi berupa bentuklahan vulkanik, struktural, fluvial; serta

variasi kelerengan dan material penyusun. Arnaud-Fassetta

et al. (2009) dalam

penelitiannya menunjukkan bahwa untuk menilai suatu kerawanan banjir dapat dilakukan

dengan memperhatikan kondisi dan dinamika hidro-geomorfologi. Parameter geomorfologi

juga dapat menjadi faktor kunci dalam penilaian tingkat kerawanan (Dikau, 1990; Parise,

2001; Cardinali

et al., 2002; van Westen

et al., 2008; Leoni

et al., 2009). Kajian banjir

bandang dengan pendekatan geomorfologi dilakukan sebagai dasar analisis faktor

penyebab, proses terjadinya, serta dimana kejadian banjir bandang tersebut berpotensi

muncul kembali. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk

mengidentifikasi tingkat kerawanan banjir bandang di DAS Juwana dengan pendekatan

geomorfologi.

METODE

(10)

SEMINAR NASIONAL GEOGRAFI UMS 2015

ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN BANJIR BANDANG

DI DAS JUWANA, PROVINSI JAWA TENGAH

Primanda Kiky Widyaputra, Muhammad Anggri Setiawan

bandang. Smith (2003), Angillieri (2007), dan Marsoedi

et al. (1997) menjelaskan perlunya

mengikutsertakan parameter kerapatan aliran pada analisis geomorfologi.

Parameter kuantitatif yang digunakan meliputi: Perbedaan Ketinggian Relatif

(Relative

Height Difference/RHD),

Lereng,

dan Kerapatan Aliran. Parameter RHD merepresentasikan

topografi sebagai salah satu fitur penting dalam morfografi (Dramis

et al., 2011). Kerawanan

diasumsikan tinggi bila terdapat perbedaan ketinggian yang signifikan. Parameter lereng

merepresentasikan kemiringan lereng pada tiap sub-DAS sebagai salah satu fitur dalam

morfometri (Dramis et al., 2011). Kerawanan diasumsikan tinggi bila kemiringan lereng lebih

dari 55%. Skor dua parameter tersebut ditunjukkan pada Tabel 1. Parameter kerapatan

aliran merepresentasikan morfometri dan morfoproses pada tiap sub-DAS. Skor kerapatan

aliran ditampilkan pada tabel 2.

Gambar 2. Penentuan Orde Sungai (Orde 4)

Unit dari penilaian kerawanan adalah sub-DAS, dimana masing-masing sub-DAS akan

memiliki tingkat kerawanan yang berbeda tergantung pada hasil penilaian berdasarkan

parameter kuantitatif yang digunakan. Gambar 2 menunjukkan batas sub-DAS yang

ditentukan mulai orde 4 berdasarkan klasifikasi Hack (1957). Tiap Sub-DAS tersebut menjadi

satuan pemetaan dan satuan analisis kerawanan banjir bandang.

RHD (meter) Lereng (%) Skor

<5 < 2 1

5 ≥ 25 2 ≥ 7 2

25 ≥ 50 7 ≥ 13 3

50 ≥ 200 13 ≥ 20 4

200 ≥ 500 20 ≥ 55 5

500 ≥ 1000 55 ≥140 6

> 1000 >140 7

(11)

SEMINAR NASIONAL GEOGRAFI UMS 2015

ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN BANJIR BANDANG

DI DAS JUWANA, PROVINSI JAWA TENGAH

Primanda Kiky Widyaputra, Muhammad Anggri Setiawan

Kerapatan Aliran (km/km2) Skor

< 0,5 1

0,5-1,0 2

>1,0-2,0 3

>2,0-4,0 4

>4,0 5

Tabel 2. Skor Kerapatan Aliran (Klasifikasi mengacu pada Marsoedi et al., 1997)

Pembobotan

Masing-masing skor kemudian dibobotkan dengan memperhatikan faktor mana yang

memiliki pengaruh paling besar pada kerawanan banjir bandang. Bobot dibangun

berdasarkan asumsi sebagaimana tercantum pada Tabel 3.

No Indikator Bobot Asumsi

1 RHD 0.5 RHD menjadi faktor utama banjir bandang,

menunjukkan perbedaan ketinggian up-stream

dan down-stream. Makin besar perbedaan

ketinggian, maka kejadian banjir bandang akan makin tinggi (Smith, 2003; Dramis et al., 2011)

2 Lereng 0.3 Kemiringan lereng akan mempengaruhi

kecepatan aliran dalam bergerak. Makin besar kemiringan lereng, maka kejadian banjir bandang akan makin tinggi (Smith, 2003; Dramis et al., 2011)

3 Kerapatan Aliran 0.2 Semakin tinggi nilai kerapatan aliran, maka

kejadian banjir bandang akan semakin tinggi (Pallard, B. et al., 2009)

Tabel 3. Bobot Parameter Geomorfologi

Penilaian Kerawanan Banjir Bandang

RHD dihitung dengan membagi tiap sistem sub-DAS menjadi dua area berdasarkan

kerapatan konturnya. Dua area tersebut selanjutnya disebut sebagai

up-stream dan

(12)

SEMINAR NASIONAL GEOGRAFI UMS 2015

ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN BANJIR BANDANG

DI DAS JUWANA, PROVINSI JAWA TENGAH

Primanda Kiky Widyaputra, Muhammad Anggri Setiawan

Gambar 3. Tahap Penghitungan RHD

Penilaian kuantitatif dipergunakan untuk memperoleh nilai akhir dari tingkat kerawanan

berdasarkan parameter yang telah ditetapkan. Nilai kerawanan total dihitung dengan

menjumlahkan skor RHD, Lereng, dan Kerapatan Aliran yang telah dikalikan dengan bobot

(Gambar 4). Metode ini akan menghasilkan peta tingkat kerawanan banjir bandang.

HASIL

Analisis parameter kuantitatif menunjukkan bahwa dua puluh sub-DAS tergolong dalam

tingkat kerawanan tinggi (Gambar 5). Dua belas sub-DAS dengan tingkat kerawanan tinggi

terdapat di lereng Gunungapi Muria. Pengaruh bentanglahan vulkanik membentuk lereng

yang cenderung terjal (>40%) dan variasi ketinggian yang signifikan (>500 meter). Delapan

sub-DAS dengan tingkat kerawanan tinggi terdapat pada perbukitan struktural. Pengaruh

perkembangan perbukitan struktural dengan proses erosi yang intensif membentuk pola

dendritik dengan kerapatan aliran bernilai lebih dari 2,0. Hasil ini menunjukkan bahwa

analisis kerawanan banjir bandang dengan parameter kuantitatif dapat mengindikasikan

lokasi yang memiliki potensi banjir bandang.

(13)

SEMINAR NASIONAL GEOGRAFI UMS 2015

ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN BANJIR BANDANG

DI DAS JUWANA, PROVINSI JAWA TENGAH

Primanda Kiky Widyaputra, Muhammad Anggri Setiawan

Gambar 5. Tingkat Kerawanan Banjir Bandang

PEMBAHASAN

Penilaian menggunakan parameter kuantitatif menunjukkan potensi banijr bandang yang

tinggi di DAS Juwana. Potensi banjir bandang terdapat pada lereng vulkanik dan perbukitan

struktural DAS Juwana. Faktor topografi lebih banyak berkontribusi dalam pembentukan

banjir bandang pada sub-DAS di lereng Gunungapi Muria. Sub-DAS pada perbukitan

struktural lebih banyak dikontrol oleh tenaga struktural dan proses erosi sehingga memiliki

karakteristik berupa aliran permukaan yang cenderung cepat (Angillieri, 2007). Berdasarkan

hasil penilaian kerawanan tersebut, beberapa lokasi dipilih sebagai validasi melalui survei

lapangan. Sub-DAS yang dipilih adalah sub-DAS Kedungwinong untuk kerawanan tinggi;

Wonosoco dan Wegil untuk kerawanan sedang (Gambar 6).

Gambar 6. Lokasi Survei Lapangan

Sub-DAS Kedungwinong pada bagian

up-stream merupakan konfigurasi bukit hasil proses

(14)

SEMINAR NASIONAL GEOGRAFI UMS 2015

ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN BANJIR BANDANG

DI DAS JUWANA, PROVINSI JAWA TENGAH

Primanda Kiky Widyaputra, Muhammad Anggri Setiawan

terangkut dengan kecepatan tinggi didukung oleh adanya gradien lereng pada alur sungai

yang cukup besar (Fernandez-Lavado et al., 2007), sehingga berpotensi terjadi banjir

bandang. Perubahan gradien lereng dan adanya material karbonat dengan lapisan tanah

yang tipis pada bagian atas sub-DAS menambah besar aliran permukaan. Faktor lain yang

ditemukan di lapangan yaitu perubahan penutup lahan dari vegetasi campuran dan hutan

menjadi ladang jagung, sehingga aliran permukaan meningkat (Gambar 7).

Gambar 7. Pengamatan Lapangan di Sub-DAS Kedungwinong

Sub-DAS Wonosoco termasuk dalam kerawanan sedang karena nilai RHD dan lereng yang

relatif lebih rendah dibanding sub-DAS Kedungwinong. Survei lapangan menunjukkan banjir

bandang di Wonosoco terjadi pada pertemuan sungai yang termasuk dalam

down-stream

dengan aliran banjir bandang mengikuti sungai utama (Gambar 8).

(15)

SEMINAR NASIONAL GEOGRAFI UMS 2015

ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN BANJIR BANDANG

DI DAS JUWANA, PROVINSI JAWA TENGAH

Primanda Kiky Widyaputra, Muhammad Anggri Setiawan

Banjir bandang di Wegil dipengaruhi topografi pada bagian tengah sub-DAS yang relatif

landai, sedangkan pada bagian

down-stream membentuk lembah yang mengarah ke

permukiman dan sawah. Survei lapangan menunjukkan banjir bandang terjadi pada lokasi

dibawah pertemuan cabang-cabang sungai dan berlanjut hingga down-stream.

Gambar 9. Pengamatan Lapangan di Sub-DAS Wegil

KESIMPULAN

Parameter kuantitatif:

Relative Height Differences,

Lereng,

dan Kerapatan Aliran dapat

digunakan untuk mengidentifikasi kerawanan banjir bandang. Penentuan parameter tersebut

didasari kebutuhan untuk melakukan analisis kerawanan banjir bandang secara cepat

dengan kebutuhan data yang sederhana. Hasil identifikasi sidik cepat tersebut dibuktikan

dengan survei lapangan; sekaligus sebagai kajian untuk mengetahui kondisi sub-DAS

secara lebih detil. Survei lapangan menunjukkan faktor topografi dan pertemuan

cabang-cabang sungai berperan dalam pembentukan banjir bandang. Temuan lain yaitu adanya

perubahan penutup lahan pada bagian

up-stream yang berpotensi meningkatkan

kerawanan banjir bandang. Hal tersebut dapat dikaji melalui penelitian lebih lanjut.

PENGHARGAAN

Penulis mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

melalui program Beasiswa Unggulan sehingga penelitian ini dapat terlaksana; serta Program

Studi

Geo-Information for Spatial Planning and Disaster Risk Management Sekolah

(16)

SEMINAR NASIONAL GEOGRAFI UMS 2015

ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN BANJIR BANDANG

DI DAS JUWANA, PROVINSI JAWA TENGAH

Primanda Kiky Widyaputra, Muhammad Anggri Setiawan

REFERENSI

Angillieri, Marıa Yanina Esper, 2007, Morphometric analysis of Colangu¨il river basin and flash flood hazard, San Juan, Argentina, Environ Geol (2008) 55:107–111 DOI 10.1007/s00254-007-0969-2

Arnaud-Fassetta G., Astrade L., Bardou E., Corbonnois J., Delahaye D., Fort M., Gautier E., Jacob N., Peiry J.-L., Piégay H., Penven M.J., 2009, Fluvial geomorphology and flood-risk management, Géomorphologie : relief, processus, environnement, 2, 109-128.

Cardinali, M., Reichenbach, P., Guzzetti, F., Ardizzone, F., Antonini, G., Galli, M., 2002, A geomorphological approach to the estimation of landslide hazards and risks in Umbria, Central Italy, Nat. Hazards Earth Syst. Sci. 2, 5772.

Cazanacli, D., Paola, C., & Parker, G., 2002, Experimental Steep, Braided Flow: Application to Flooding Risk on Fans, Journal of Hydraulic Engineering, 128(3), 322-330. doi: doi:10.1061/(ASCE)0733-9429(2002)128:3(322)

Dikau, R., 1990, Derivatives from detailed geoscientific maps using computer methods, Z. Geomorphol. N.F. 80, 4555.

Dramis, F., Guida, D., Cestari, A., in press. Nature and aims of geomorphological mapping, in: Smith, M.J., Paron, P., Griffiths, J., 2011, Geomorphological Mapping: A Handbook of Techniques and Applications, Elsevier, Amsterdam.

El Kadi Abderrezzak, K., Paquier, A., & Mignot, E., 2009, Modelling flash flood propagation in urban areas using a two-dimensional numerical model, Natural Hazards, 50(3), 433-460. doi: 10.1007/s11069-008-9300-0

Fernandez-Lavado, C., Furdada, G., & Marques, M. A., 2007, Geomorphological method in the elaboration of hazard maps for flash-floods in the municipality of Jucuaran (El Salvador), Natural Hazards and Earth System Sciences, 7(4), 455-465.

Garambois, P. A., Roux, H., Larnier, K., & Dartus, D., 2012, Relations between streamflow indices, rainfall characteristics and catchment physical descriptors for flash flood events, in: R. J. Moore, S. J. Cole & A. J. Illingworth (Eds.), Weather Radar and Hydrology (Vol. 351, pp. 581-586), Wallingford: Int Assoc Hydrological Sciences.

Gutiérrez, F., Gutiérrez, M., & Sancho, C., 1998, Geomorphological and sedimentological analysis of a catastrophic flash flood in the Arás drainage basin (Central Pyrenees, Spain),

Geomorphology, 22(3–4), 265-283. doi: http://dx.doi.org/10.1016/S0169-555X(97)00087-1

Hack, J.T.,1957, Studies of longitudinal stream profiles in Virginia and Maryland, US Geological Survey professional paper 294 - B; 45-97.

Hapuarachchi, H. A. P., Wang, Q. J., & Pagano, T. C., 2011, A review of advances in flash flood forecasting, Hydrological Processes, 25(18), 2771-2784. doi: 10.1002/hyp.8040

Imran, A. M., 2013, Fenomena Banjir Bandang di Indonesia, Workshop Penanggulangan Banjir Bandang, Makassar.

Imran, A.M. , Ramlan A., Arif S., Baja S., Paharuddin, Solle M. S., Alimuddin I., Sakka, Salman D., 2013, Kajian Naskah Akademik Master Plan Penanggulangan Risiko Bencana Banjir Bandang,

Seminar Proceeding, Mataram, 8 – 10 Oktober 2013

Leoni, G., Barchiesi, F., Catallo, F., Dramis, F., Fubelli, G., Lucifora, S., et al., 2009, GIS methodology to assess landslide susceptibility: application to a river catchment of Central Italy. J. Maps 2009, 8793.

Marsoedi, Ds., Widagdo, J. Dai, N.Suharta, Darul SWP, S.Hardjowigeno, J. Hof dan E.R.Jordens., 1997, Pedoman Klasifikasi Landform. LT 5 Versi 3.0. LREP II,CSAR. Bogor.

Montz BE, Gruntfest E., 2002, Flash flood mitigation: recommendations for research and applications,

(17)

SEMINAR NASIONAL GEOGRAFI UMS 2015

ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN BANJIR BANDANG

DI DAS JUWANA, PROVINSI JAWA TENGAH

Primanda Kiky Widyaputra, Muhammad Anggri Setiawan

Pallard, B., et al., 2009, A look at the links between drainage density and flood statistics, Hydrology

and Earth System Sciences(Hydrol. Earth Syst. Sci., 13, 1019–1029).

Parise, M., 2001, Landslide mapping techniques and their use in the assessment of the landslide hazard, Phys. Chem. Earth C 26 (9), 697703.

Smith, Greg, 2003, Flash Flood Potential: Determining the Hydrologic Response of FFMP Basins to Heavy Rain by Analyzing Their Physiographic Characteristics, A white paper available from the

NWS Colorado Basin River Forecast Center web site at http://www.cbrfc.

noaa.gov/papers/ffp_wpap.pdf, 11 pp

van Westen, C.J., Castellanos Abella, E.A., Sekhar, L.K., 2008, Spatial data for landslide susceptibility, hazards and vulnerability assessment: an overview. Eng. Geol. 102 (34), 112131.

Gambar

Gambar 1. Lokasi Penelitian
Gambar 2. Penentuan Orde Sungai (Orde 4)
Tabel 3. Bobot Parameter Geomorfologi
Gambar 3. Tahap Penghitungan RHD
+4

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan guna mengidentifikasi dampak sedimentasi Sungai Tallo terhadap kerawanan banjir dan memberikan arahan pengendalian pemanfaatan ruang Sungai

banjir, analisisnya dengan mengko- laborasikan analisis kerawanan dengan data-data kewilayahan (desa dan penduduk), infrastruktur (jumlah bangunan sekolah dan

Pada kelas kerawanan banjir tidak rawan memiliki topografi yang sangat curam, intensitas curah hujan 100-200 mm/bulan, jenis penggunaan lahan hutan, dan tingkat

Hasil penelitian pemodelan banjir genangan dengan pendekatan bentuklahan menunjukan bahwa tingkat kerawanan banjir Sangat tinggi berada di Bentuklahan Dataran Alluvial

Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi kerawanan banjir DAS Beringin secara umum termasuk dalam kondisi cukup rawan dengan luas sebesar 1795,003 ha (59,89%). Pengaruh

Berdasarkan dari penjelasan diatas Kecamatan Mojoagung merupakan daerah yang sering terjadi banjir. Dari lakukan penelitian dengan judul “ Analisis Tingkat Kerawanan Banjir

SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka kesimpulan berdasarkan tujuan dari penelitian ini adalah tingkat kerawanan banjir di DAS Batu Merah, zona kawasan banjir

Pemetaan daerah rawan banjir di DAS Barito tahun 2020 menggunakan analisis regresi logistik