• Tidak ada hasil yang ditemukan

ACARA II.docx ACARA II.docx ACARA II.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ACARA II.docx ACARA II.docx ACARA II.docx"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

ACARA II: ISOLASI DARI TANAMAN SAKIT disebut juga organisme mikroskopik. (Buchanan, 2003). Mikroba memang dapat bertahan pada berbagai kondisi lingkungan, ekstrim panas, ekstrim dingin, lingkungan yang berkonsentrasi garam tinggi, asam, basa, tekanan tinggi, bahkan di daerah yang mendekati kemustahilan untuk hidup makhluk hidup lain seperti lingkungan dengan radioaktivitas tinggi (Adam, 2001).

Mikroba di lingkungan mana saja pada umumnya berada dalam populasi campuran dan di alam jarang mikrobia berada sebagai satu spesies tunggal dan selalu dalam hidup berkoloni dalam menjalankan peranannya pada siklus kehidupan (Cappuccino, 2000). Dalam bidang mikrobiologi dan bioteknologi, ketersediaan biakan murni sangatlah penting. Selain pemurnian isolate selama dalam penyimpanan juga sangat perlu diperhatikan, karena bekaitan dengan produk atau metabolit tertentu dari satu spesies tunggal, untuk itu pertama-tama spesies tersebut harus dapat diisolasi dari organisme lain kemudian ditumbuhkan menjadi biakan murni dimana sel-selnya berasal dari pembelahan satu sel tunggal melalui teknik pemurnian (Burrows, 2004).

(2)

Berdasarkan dari penjelasan sebelumnya maka praktikum ini sangat penting dilakukan agar mengetahui cara mengisolasi atau pemurnian suatu mikroorganisme tertentu dari suatu koloni, cara menyimpan isolat mikroorganisme murni dan menghitung serta mengkarakterisasi mikrobia setelah diisolasi.

1.2 Tujuan Praktikum

(3)

BAB II. LANDASAN TEORI

Patogen menyerang tumbuhan inang dengan berbagai macam cara guna memperoleh zat makanan yang dibutuhkan oleh patogen yang ada pada inang. Untuk dapat masuk kedalam inang patogen mampu mematahkan reaksi pertahanan tumbuhan inang.Dalam menyerang tumbuhan, patogen mengeluarkan sekresi zat kimia yang akan berpengaruh terhadap komponen tertentu dari tumbuhan dan juga berpengaruh terhadap aktivitas metabolisme tumbuhan inang. Beberapa cara patogen untuk dapat masuk kedalam inang diantaranya dengan cara mekanis dan cara kimia (Sektiono, 2009).

Beberapa bakteri pathogen tanaman seperti agrobacterium., Corynebacteri um, Pseudomonas, Streptomyces spp., dan Xanthomonas spp.Agrobacterium spp. mungkin berada dalam tanah atau dalam akar atau batang tanaman, dimana mereka menyebabkan galls pada tanaman yang mereka infeksi. Koloni pathogen dari genus Corynebacterium dapat hiduP di tanah maupun di tanaman sakit. Mereka menyebabkan busuk cincin tomat dan kentang serta penyakit pembuluh darah dari alfalfa. Erwinia spp., khususnya, serangan pada jaringan tanaman hidup dan menyebabkan layu, busuk lunak, gelembung udara, dan nekrosis kering. Pseudomonas menghasilkan bercak layu, daun stripe. Sedangkan streptomyces spp. menyebabkan kentang berkeropeng serta penyakit terjadi secara khusus pada akar dan menampilkan akar-akar ubi jalar. Xanthomonas spp. menyebabkan nekrosis dan sebagian besar dari mereka menghasilkan koloni kuning (Salvador, 2010).

(4)

ke dalam media agar-agar untuk menekan pertumbuhan bakteri (Machmud, 2005)

Dalam kegiatan mikrobiologi pembuatan isolat dilakukan dengan cara mengambil sampel mikrobiologi dari lingkungan yang ingin diteliti. Dari sampel tersebut kemudian dibiakkan dengan menggunakan media universal atau media selektif, tergantung tujuan yang ingin dicapai. Jika menggunakan media universal akan diperoleh biakan mikroba campuran. Untuk proses identifikasi maupun isolasi jenis tertentu saja, dilakukan proses pembuatan isolat tunggal dari isolat campuran tersebut. Isolat tunggal atau biakan murni merupakan biakan yang asalnya dari pembelahan satu sel tunggal (Anonim, 2012).

(5)

BAB III. METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1Waktu dan Tempat praktikum

Praktikum ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal bulan desember 2015, pukul 07.30-09.15. yang bertempat di gedung Laboratorium Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Mataram. 3.2Bahan dan Alat praktikum

Bahan yang digunakan pada waktu praktikum antara lain :tanaman atau buah tempat adanya jamur dan bakteri, sedangkan alat yang digunakan antara lain : cawan petri, pipet , gelas benda, alat tulis-menulis , kertas tempel.

3.3 cara kerja Isolasi Jamur

1. Dibersihkan bagian tanaman yang terserang (tanaman kacang tanah) dari berbagai kotoran (tanah) yang menempel.

2. Diambil bagian tanaman yaitu pada bagian daun, dengan cara memotong bagian antara yang sakit dengan yang sehat menjadi 7 bagian kira-kira 1 cm.

3. Hasil potongan tersebut direndam di dalam larutan alkohol 70 % selama 1 menit, lalu dibilas dengan menggunakan air steril sebanyak 3 kali.

4. Setelah dibilas, potongan-potongan tersebut kemudian ditiriskan di atas kertas saring, setelah itu diletakkan pada media yang telah disediakan yaitu PDA. Hal ini dilakukan sebanyak 2 ulangan menggunakan 2 petridis yang telah diisi dengan media PDA.

(6)

Isolasi Bakteri

1. Diambil bagian buah wortel yang terserang bakteri, kemudian diencerkan pada air steril 10 ml.

2. Dari hasil pengenceran tersebut, diambil 1 ml untuk diencerkan kembali dalam 9 ml air steril, begitu seterusnya sampe pengenceran keempat.

3. Diambil sedikit cairan dari hasil pengenceran yang terakhir dengan menggunakan ose, dengan cara mencelupkan sedikit bagian ose pada cairan tersebut, kemudian digoreskan pada media yang telah disediakan yaitu NA (Nutrient Agar).

(7)

BABIV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

1. Isolasi Jamur a. PDA I

Permukaan koloni dari samping : Timbul mendatar Bentuk koloni : Berbenang Tepi koloni dari atas : Berbenang b. PDA II

Permukaan koloni dari samping : Melengkung Bentuk koloni : Tak teratur Tepi koloni dari atas : berbenang 2. Isolasi Bakteri

a. NA

Wajah permukaan : mengkilat

Warnanya : putih kekuning-kuningan Kepekatan : Seperti mentega

Tabel 3. Bentuk koloni bakteri

Bentuk koloni

(8)

4.2 Pembahasan

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada jamur yang menyerang tanaman kacang tanah adalah hifa yang berwarna putih dan menyerupai kapas. Pengamatan secara makroskopis pada hari ke 4 memperlihatkan koloni jamur pada medium PDA berbetuk seperti kapas yang padat bewarna putih (berbenang), membentuk lingkaran menggunung bagian tepi koloni, permukaan koloni kasar berbenang dengan tepi koloni rata dan warna balik koloni putih. Sedangkan pengamatan bakteri yang menyerang wortel yang dibiakkan pada medium NA menunjukkan beberapa bentuk dari koloni bakteri yang dilihat secara kasat mata, apabila dilihat dari atas, samping, dan dilihat bagian tepinya. Pada pengamatan dari bagian atas terlihat koloni berbentuk bulat, pengamatan dari samping menunjukkan bentuk koloni yang melengkung, pengamatan bagian tepi koloni menunjukkan bentuk tepinya utuh dengan koloni bakteri tersebut berwarna putih kekuning kuningan.

(9)

BAB V. KESIMPULAN

Gambar

Tabel 3. Bentuk koloni bakteri Bentuk koloni

Referensi

Dokumen terkait

Telah diteliti proses biotransformasi katekin menggunakan isolat mikroba endofit yang diisolasi dari daun tanaman gambir ( Uncaria gambir Roxb.) berupa jamur endofit yaitu

Jamur Trichoderma viride merupakan mikroorganisme yang umum dijumpai dalam tanah yang lembab dan dapat diisolasi dari daerah perakaran tanaman bawang merah

hijau. Permukaan daun cabai ada yang halus adapula yang berkerut-kerut. 4) Bunga dan Buah.. Seperti umumnya famili Solanaceae , bunga tanaman cabai

Pengamatan tinggi tanaman dilakukan dengan mengukur tanaman dari pangkal batang atau permukaan tanah sampai bagian tanaman tertinggi (ujung daun tertinggi,

Kemudian uji aktivitas antijamur ekstrak metanol daun sikkam terhadap jamur yang diisolasi dari tanaman padi dilakukan dengan Metode Cakram Kertas dan dihitung

Untuk tanaman monokotil seperti jagung, tinggi tanaman diukur dari permukaan tanah sampai ujung daun tertinggi, dengan meluruskan daun; sedangkan untuk

Tinggi pada fase vegetatif tanaman diukur dari permukaan tanah hingga titik tumbuh, sedangkan pada fase generatif tinggi tanamn diukur sampai ruas teratas kedudukan bunga

Batang Cabai Batang merupakan bagian terpenting pada tumbuhan yang ada diatas permukaan tanah karena dapat mendukung bagian lain dari tanaman yaitu bagian daun, bunga serta buah..