• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Para

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Para"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Para Ahli Sosiologi

Kata mobilitas berasal dari bahasa latin “mobilis” yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Dalam bahasa Indonesia, istilah yang sepadan dengan kata itu lazim digunakan adalah perpindahan, gerak, atau gerakan.

Dengan demikian, istilah mobilitas sosial diartikan sama dengan istilah perpindahan sosial, gerak sosial, atau gerakan sosial.

Mobilitas sosial adalah gerak perpindahan individu atau kelompok dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lain. Masyarakat dengan sistem pelapisan sosial terbuka memiliki tingkat mobilitas yang tinggi dibandingkan sistem pelapisan sosial tertutup, yang biasanya mempunyai tingkat mobilitas rendah, seperti terlihat pada masyarakat dengan kasta. Berikut ini merupakan definisi dari mobilitas sosial dari beberapa ahli sosiologi yaitu:

William Kornblum

Mobilitas sosial adalah perpindahan individu-individu, keluarga-keluarga, dan kelompok sosialnya dari satu lapisan ke lapisan sosial lainnya.

Michael S. Bassis

Mobilitas sosial adalah perpindahan ke atas atau ke bawah lingkungan sosio ekonomi yang merubah status sosial seseorang dalam masyarakat.

http://penghancur_lemak_yang_ampuhturun_30_kg_hanya_dalam_2_minggu/

Edward Ransford

Mobilitas sosial adalah perpindahan ke atas atau ke bawah dalam lingkungan sosial secara hierarki.

Kimball Young dan Raymond W. Mack

Mobilitas sosial adalah suatu mobilitas dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.

Anthony Giddens

Mobilitas sosial adalah sesuatu yang menunjuk pda gerakan dari orang perorang dan kelompok-kelompok di antara kedudukan-kedudukan sosial ekonomi yang berbeda.

Paul B. Horton

(2)

Dari definis-definsi di atas dapat disimpulkan bahwa mobilitas sosial menyangkut tiga hal pokok sebagai berikut.

1. Perubahan kelas sosial, baik ke atas maupun ke bawah.

2. Dialami oleh manusia sebagai individu maupun berkelompok.

3. Terjadi dampak sosial terhadap kelas sosial baru yang diperoleh

individu atau kelompok.

Jadi, mobilitas sosial adalah suatu perubahan atau perpindahan kelas sosial, baik ke atas maupun ke bawah, yang dialami oleh individu atau kelompok sosial, sehingga memberi dampak berupa kelas baru yang diperoleh indiviud atau kelompok tadi. Gerakan perubahan terjadi di antara warga masyarakat, baik secara fisik maupun secara sosial.

Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial dan Contohnya

Mobilitas sosial sebenarnya terdiri dari 2 kata yaitu mobilitas dan sosial. Mobilitas memiliki arti pergerakan, sesuatu yang mana bergerak dapat

diartikan sebagai sebuah perubahan. Sehingga segala sesuatu yang bergerak dapat mengalami perubahan, berpindah dari satu posisi ke posisi lainnya. Sehingga mobilitas sosial merupakan perubahan posisi yang terjadi pada seseorang yang ada di dalam masyarakat. Mobilitas (pergerakan sosial) yang terjadi di dalam masyarakat dapat terjadi setiap saat, mengapa Hal ini

karena kelompok masyarakat tersebut bersifat dinamis. Sehingga setiap manusia tidak akan pernah merasa puas dengan hal yang terdapat di dalam dirinya. Sehingga manusia selalu berkeinginan untuk mendapatkan hal yang lebih baik lagi.

Mobilitas sosial memiliki hubungan yang cukup erat dengan stratifikasi sosial, hal ini karena definisi mobilitas sosial yang mana merupakan gerak pindah satu lapisan ke lapisan lainnya, entah itu dari atas ke bawah maupun bawah ke atas. Mobilitas sosial juga dapat terjadi di dalam sebuah konteks

diferensiasi sosial, yang mana terjadi perpindahan masyarakat yang mana tidak menunjukkan adanya sebuah tingkatan-tingkatan.

Bentuk-bentuk mobilitas sosial, yang bisa anda ketahui beberapa bentuknya sebagai berikut:

1. Mobilitas Sosial Horizontal

(3)

masyarakat. Jenis perpindahan ini dapat terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:

Tingkatan atau Status

Tentunya anda sering sekali mendengar dan menyaksikan jika seseorang dapat berpindah jabatan meskipun dampak negatif penyimpangan

sosial dalam status yang sama. Misalnya saja jika sebelumnya menjabat menjadi menteri di dalam kabinet sebelumnya, namun di kabinet yang sekarang ini dirinya pun menjabat kedudukan yang sama sebagaimenteri. Dalam hal ini dapat diartikan jika tidak terjadi peningkatan maupun

penurunan hanya saja perubahan di dalam status maupun tingkatan tersebut adalah sama.

Contoh lainnya adalah kepala sekolah Z yang kemudian dipindah tugaskan untuk menjadi kepala sekolah di SMA Y. Dalam kasus ini dapat dikatakan jika kepala sekolah tersebut mengalami mobilitas ataupun perpindahan namun tetap dalam status yang sama. Mobilitas sosial akan sangat berkaitan dengan tingkatan maupun status di dalam posisi yang sama yang mana dinamakan sebagai bentuk-bentuk mobilitas sosial horizontal.

Wilayah

Hampir di setiap kegiatan sehari-hari, semua orang akan melakukan mobilias horizontal. Entah itu masyarakat yang ada di desa maupun kota. Misalnya saja, orang yang bekerja di sawah atau perkebunan tentunya setelah bekerja akan kembali lagi pulang ke rumah. Di daerah perkotaan pun juga akan terjadi hal yang sama, orang yang bekerja di kantor kemudian akan kembali lagi pulang ke rumah. Hal ini lah yang dinamakan dengan mobilitas

horizontal.

2. Mobilitas Sosial Vertikal

Mobilitas sosial vertikal dapat diartikan sebagai bentuk perpindahahn individu maupun objek sosial lainnya serta kedudukan sosial menuju kedudukan sosial lainnya yang kurang atau tidak sederajat. Ada beberapa unsur-unsur yang masih terkait di dalam bentuk-bentuk mobilitas sosial vertikal, antara lain adalah:

 Kekayaan, faktor kekayaan dapat mengubah posisi maupun

kedudukan sosial dari seseorang. Dapat mungkin menjadi lebih kaya maupun sebaliknya dapat menjadi lebih miskin.

 Kekuasaan, faktor kekuasaan pun juga dapat mengubah status serta kedudukan seseorang. Orang yang mengalami kenaikan jabatan akan membuat kekuasaannya menjadi bertambah. Berkebalikan dengan orang yang mengalami penurunan jabatan juga akan menyebabkan kekusaaannya menjadi turun.

(4)

seseorang dapat mengalami kenaikan kedudukan maupun status sosialnya. Melalui pendidikan formal, maka akan sangat mudah bagi seseorang untuk bisa mengenali tingkatan pendidikan dari

seseorang. Dampak positif dan negatif urbanisasi yang menyebabkan pengaruh pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA kurang hingga

perguran tinggi.

Sesuai dengan arahnya, bentuk-bentuk mobilitas sosial dapat terbagi

menjadi 2 yaitu mobilitas sosial vertikal yang menuju ke atas dan mobilitas sosoail vertikal yang menuju ke bawah. Untuk mobilitas vertikal menuju atas memiliki 2 bentuk yang utama, yaitu:

Masuk ke dalam kedudukan lebih tinggi

ads

Yang dimaksud disini adalah seseorang yang berada di dalam adanya faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan ekonomi kedudukan yang rendah masuk ke dalam kedudukan atau posisi yang lebih tinggi, yang mana kedudukan tersebut memang sudah ada sebelumnya. Misalnya saja seorang guru

matematika SMP yang kemudian naik jabatan menjadi kepala sekolah karena telah memenuhi segala persyaratan.

Membentuk sebuah kelompok baru

Pembentukan sebuah kelompok baru yang mana akan ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi serta kedudukan individu yang menjadi pembentuk dari kelompok tersebut. Misalnya saja pembentuk dewan pembina yang mana sebelumnya tidak diadakan dalam kepengurusan. Pak adi merupakan salah satu anggota dari sebuah organisasi yang memiliki peran cukup aktif. Karena keaktifanna ini lah sehingga membuat Pak Adi akhirnya diangkat menjadi dewan pembina oleh seluruh anggota organisasi tersebut.

Selain menuju ke atas, mobilitas vertikal juga ada yang bergerak menuju ke bawah. Sama hal nya dengan mobilitas vertikal menuju atas, jenis mobilitas vertikal ini memiliki 2 bentuk yang utama, sebagai berikut:

Turunnya sebuah kedudukan

Kedudukan seseorang yang turun menjadi lebih rendah. Misalnya saja pegawai negeri yang mengajukan pensiun dari pekerjaannya. Kemudian dirinya akan mengalami penurunan status dari pegawai negeri aktif menjadi pensiunan. Hal ini dapat berarti pula akan ada penurunan dalam kekuasaan yang dimiliki olehnya. Hal ini juga akan berkaitan dengan pendapatan yang akan diterimanya. Contoh lainnya adalah pengusaha yang memiliki

(5)

Turunnya derajat kelompok individu yang berupa disintegrasi kelompok yang mana sebagai sebuah kesatuan

Misalnya saja dalam sebuah desa dibentuk organisasi pemuda yang

digunakan sebagai wadah penampung aspirasi serta aktualisasi dari segala potensi dan keinginan dari pemuda yang ada di desa. Setelah beberapa waktu, ternyata banyak sekali hambatan dan kesulitan yang menghalangi perjalanan dari organisasi tersebut. Contoh lainnya adalah perubahan sistem pemerintahan berbentuk kerajaan ke bentuk republik yang mana

mengakibatkan penghargaan yang dimiliki golongan bangsawan dengan status yang tinggi di masyarakat berubah menjadi status atau kedudukan yang lebih rendah.

3. Mobilitas Antar Generasi

Secara umum, mobilitas antar generasi dapat diartikan sebagai mobilitas 2 generasi maupun lebih. Semisal generasi ayah-ibu, generasi anak, dan lainnya. Mobilitas ini ditandai dengan adanya perkembangan taraf hidup dalam kehidupan. Entah itu meningkat maupun menurun. Penekanan dari mobilitas ini bukan kepada perkembangan keturunannya tersebut namun perpindahan status sosial yang terjadi dari generasi ke generasi lainnya. Misalnya saja pak Tarjo merupakan tukang becak. Status pendidikannya pun hanya sampai ke tingkat sekolah dasar. Namun kemudian beliau berhasil membiayai pendidikan anak-anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi. Hal ini lah yang kemudian dinamakan mobilitas antar generasi.

4. Mobilitas Intragerasi

Jenis mobilitas ini merupakan peralihan dari status sosial yang terjadi di dalam sebuah generasi yang sama. Dapat dikatakan pula contoh perubahan sosial budaya jika mobilitas intragenerasi merupakan mobilitas yang terjadi di sebuah kelompok dengan generasi yang sama. Contoh dari bentuk

mobilitas intragenerasi ini antara lain adalah:

 Banyak mantan-mantan penjuang kemerdekaan Indonesia yang berganti profesi menjadi pebisnis maupun pengusaha.

 Remaja angkata 90an memiliki kesempatan yang cukup luas untuk dapat mengembangkan ilmu iptek dikarenakan hidup di era industrialisasi dan globalisasi.

5. Gerak Sosial Geografis

Merupakan perpindahan individu maupun kelompok serta satu daerah menuju daerah lainnya, semisal migrasi, urbanisasi, ataupun transmigrasi. Contoh dari gerak sosial geografis ini antara lain adalah:

 Banyak warga desa yang dulunya berprofesi sebagai petani dan kemudian datang mengadu nasib ke kota besar dan menjadi pedagang, supir, dan lainnya.

 Perpindahan penduduk yang disebabkan adanya bencana alam, seperti gunung meletus, banjir, gempa bumi dan lainnya.

(6)

FAKTOR RAKTOR PENDORONG MOBILITAS SOSIAL

Situasi pendorong mobilitas sosial dapat dibedakan menjadi beberapa faktor berikut.

a. Faktor Struktural

Faktor struktural adalah jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus diisi serta kemudahan untuk memperolehnya.

Yang termasuk dalam cakupan faktor struktural antara lain:

1) Struktur Pekerjaan

Di setiap masyarakat terdapat beberapa kedudukan tinggi dan rendah yang harus diisi oleh anggota masyarakat yang bersangkutan.

Biasanya ini terkait dengan kegiatan perekonomian masyarakat tersebut.

2) Perbedaan Fertilitas

Setiap masyarakat memiliki tingkat fertilitas (kelahiran) yang berbeda-beda. Tingkat fertilitas akan berhubungan erat dengan jumlah

jenis pekerjaan yang mempunyai kedudukan tinggi atau rendah. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap proses mobilitas sosial

yang akan berlangsung.

3) Ekonomi Ganda

Suatu negara mungkin saja menerapkan sistem ekonomi ganda (tradisional dan modern). Hal ini tentu akan berdampak pada

jumlah pekerjaan, baik yang berstatus tinggi maupun yang rendah.

b. Faktor Individu

Faktor individu adalah kualitas orang perorang baik ditinjau dari segi tingkat pendidikan, penampilan, maupun keterampilan pribadi.

Adapun yang termasuk dalam cakupan faktor individu adalah sebagai berikut.

1) Perbedaan Kemampuan

2) Orientasi Sikap terhadap Mobilitas

3) Faktor Kemujuran

c. status sosial

(7)

orang tuanya, ia dapat mencari sendiri lapisan sosial yang lebih tinggi dengan melihat kemampuan dan jalan yang di tempuh dan hal ini hanya terjadi dalam masyarakat yang memiliki struktur sosial yang luwes.

d. keadaan ekonomi

keadaan ekonomi dapat mendorong terjadinya mobilitas sosial sosial. orang yang hidup dalam keadaan ekonomi yang serba kekurangan, kemudian mereka yang tidak mau menerima keadaan ini berpindah tempat tinggal ke daerah lain atau ke kota besar. secara sosiologis mereka dikatakan

mengalami mobilitas.

e. situasi politik

situasi politik dapat menyebabkan terjadinya mobilitas sosial suatu

masyarakat dalam sebuah negara. keadaan negara yang tidak menentu akan mempengaruhi situasi keamanan yang bisa mengakibatkan terjadinya

mobilitas manusia ke daerah yang lebih aman.

f. kependudukan (demografi)

faktor kependudukan biasanya menyebabkan mobilitas dalam arti geografik. pertambahan jumlah penduduk yang pesat mengakibatkan sempitnya tempat pemukiman dan kemiskinan semakin merajalela. keadaan demikian

mendorong sebagian warga masyarakat mencari tempat kediaman yang lain.

g. keinginan melihat daerah lain

adanya keinginan melihat daerah lain mendorong masyarakat untuk melangsungkan mobilitas geografik dari satu tempat ke tempat yang lain.

FAKTOR PENGHAMBAT MOBILITAS SOSIAL 1) Faktor Kemiskinan

Faktor ekonomi dapat membatasi mobilitas sosial. Bagi masyarakat miskin, mencapai status sosial tertentu merupakan hal yang sulit untuk dilakukan. 2) Faktor Diskriminasi Kelas

sistem kelas tertutup dapat menghalangi mobilitas ke atas, terbukti dengan adanya pembatasan keanggotaan suatu organisasi tertentu dengan berbagai syarat dan ketentuan

3) Faktor Perbedaan Ras dan Agama

dalam sistem kelas tertutup tidak memungkinkan terjadinya mobilitas vertikal ke atas. dalam agama tidak dibenarkan seseorang dengan sebebas-bebasnya dan sekehendak hatinya berpindah-pindah agama sesuai

keinginannya.

4) Faktor Perbedaan Jenis Kelamin {Gender}

dalam masyarakat pria dipandang lebih tinggi derajatnya dan cenderung menjadi lebih mobil (mudah berpindah) daripada wanita.

5) Faktor Pengaruh Sosialisasi yang Sangat Kuat

(8)

6) Perbedaan kepentingan

adanya perbedaan kepentingan antarindividu dalam suatu organisasi

menyebabkan masing-masing individu saling bersaing untuk memperebutkan sesuatu. perbedaan kepentingan seringkali menimbulkan sikap saling

menghambat dalam mencapai tujuannya.

SALURAN MOBILITA SOSIAL

Menurut P.A.Sorokin dalam Ary H. Gunawan (2000) mengatakan ada

sejumlah saluran mobilitas sosial:  Angkatan Bersenjata

Angkatan bersenjata merupakan organisasi yang dapat digunakan untuk

saluran mobilitas vertikal ke atas melalui tahapan yang disebut kenaikan

pangkat. Misalnya, seorang prajurit yang berjasa pada negara karena

menyelamatkan negara dari pemberontakan, dia akan mendapatkan

penghargaan dari masyarakat. Dia mungkin dapat diberikan

pangkat/kedudukan yang lebih tinggi, walaupun berasal dari golongan

masyarakat rendah.

 Lembaga Keagamaan

Lembaga keagamaan dapat meningkatkan status sosial seseorang,

misalnya seorang yang berjasa dalam perkembangan agama seperti ustadz,

pendeta, dan biksu. Status sosial para penyebar ajaran agama ini akan

meningkatkan status sosialnya di masyarakat, terutama bagi komunitas

pengikut agama tertentu.  Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan umumnya merupakan saluran yang konkret dari

mobilitas vertikal ke atas, bahkan dianggap sebagai social elevator

(perangkat) yang bergerak dari kedudukan yang rendah ke kedudukan lebih

tinggi. Pendidikan memberikan kesempatan pada setiap orang untuk

mendapatkan kedudukan lebih tinggi. Seorang anak dari keluarga miskin

mengenyam sekolah sampai jenjang yang lebih tinggi. Setelah lulus dia

memiliki pengetahuan bisnis dan menggunakan pengetahuannya untuk

berusaha, sehingga dia berhasil menjadi pengusaha sukses, yang telah

meningkatkan status sosialnya.

Organisasi Politik

Seperti angkatan bersenjata, organisasi politik memungkinkan

anggotanya yang loyal dan berdedikasi tinggi untuk menempati jabatan yang

lebih tinggi, sehingga status sosialnya meningkat.

Ekonomi

Organisasi ekonomi, seperti perusahaan, koperasi, BUMN, dapat

meningkatkan tingkat pendapatan seorang. Semakin besar prestasinya,

semakin besar jabatannya. Jika jabatannya tinggi maka pendapatannya

(9)

bertambah. Juga karena kekayaannya bertambah akibatnya status sosial di

masyarakat meningkat.

Keahlian

Seperti situs-situs karya ilmiah, orang yang rajin menulis dan

menyumbangkan pengetahuan/keahliannya kepada kelompok pasti statusnya

akan dianggap lebih tinggi dari pengguna biasa. Sejumlah pemikiran atau

ide-ide penting akan bermanfaat bagi para pembaca dan mungkin akan

berguna dalam menambah ilmu pengetahuan terkait, atau bahkan ide

tersebut dapat menjadi bahan dn insprasi solusi terhadap suatu

permasalahan kehidupan yang sedang dihadapinya.

Perkawinan

Melalui perkawinan, seorang bisa berubah kedudukan atau status

sosialnya. Misalnya, seorang pria miskin yang menikah dengan seorang

janda kaya dengan sendirinya status sosial pria itu berubah menjadi orang

kaya yang dikarenakan istrinya kaya.

DAMPAK MOBILITAS SOSIAL

Dampak Positif Mobilitas Sosial

Memotivasi Seseorang untuk Lebih Maju

Adanya peluang untuk melakukan mobilitas sosial ke atas dapat memotivasi seseorang untuk terus meningkatkan kualitas diri agar dapat mencapai status sosial yang lebih tinggi.

Ketika seseorang dapat mencapai status sosial yang lebih tinggi maka akan di iringi oleh beberapa keuntungan dan kemudahan dalam masyarakat. Sehingga hal tersebut juga dapat memotivasi seseorang untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan status sosialnya lebih tinggi lagi.

Mempercepat Tingkat Perubahan Sosial Masyarakat ke Arah yang Lebih Baik

Adanya mobilitas sosial mendorong seseorang untuk mengubah polaperilakunya. Dengan perubahan perilaku tersebut akan memotivasi terjadinya perubahan sosial pada individu dalam masyarakat dalam mencapai tujuan hidupnya.

Meningkatkan Integrasi Sosial

(10)

penyesuaian-penyesuian tersebut maka akan meningkatkan integrasi sosial dalam masyarakat.

http://metode_mengagumkan_untuk_/

Dampak Negatif Mobilitas Sosial

Terjadinya Konflik

Konflik Antarkelas Sosial

Dalam masyarakat terdapat kelas-kelas sosial (stratifikasi sosial). Apabila terjadi perbedaan kepentingan antar kelas sosial maka dapat memicu terjadinya konflik antarkelas sosial. Misalnya: konflik antara buruh dan pemimpin perusahaan yang menuntut kenaikan upah sehubungan dengan usaha mereka untuk menaikkan pendapatannya yang dapat berpengaruh pada status sosialnya.

Konflik Antarkelompok Sosial

Kelompok sosial di dalam masyarakat dapat berdasarkan ideologi, profesi, agama, suku dan ras. Apabila salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain maka akan timbul konflik. Misalnya, konflik antara tukang ojek dengan para tukang becak dalam pembagian batas penumpang (konsumen)

Konflik Antargenerasi

Konflik yang terjadi karena adanya benturan nilai dan kepentingan antara generasi yang satu dengan generasi yang lain dengan nilai-nilai baru yang ingin mengadakan perubahan. Contoh: seorang anak wanita dimarahi bapaknya karena berpakaian sexi. Konflik yang berkepanjangan akan merugikan pihak-pihak yang berkonflik. Apabila mereka menyadari hal itu maka mereka akan melakukan suatu usaha penyesuaian yang di dasarkan toleransi. Hal ini disebut dengan akomodasi. Demikian materi tentang mobilitas sosial ini semoga anda dapat lebih memahami dan mencoba mengamati dalam kehidupan di sekitar kita.

Berkurangnya Solidaritas Kelompok

(11)

Timbulnya Gangguan Psikologis

Mobilitas sosial juga berdampak negatif pada kondisi psikologis seseorang antara lain sebagai berikut.

 Timbulnya ketakutan, kegelisahan, atau kecemasan pada seseorang

yang mengalami mobolitas menurun.

 Timbulnya gangguan psikologis apabila seseorang turu dari jabatannya

yang disebut dengan post power syndrome.

 Timbulnya prustasi atau putus asa dan malu bagi orang-orang yang

ingin naik kelapisan atas, namun tidak dapat mencapainya.

Hubungan Pendidikan dengan Mobilitas Sosial

Menurut Bahar(1989:37) ada beberapa hal hubungan antara sekolah dengan mobilitas sosial yaitu:

1. Kesempatan pendidikan

Kesempatan pendidikan ini banyak ditentukan oleh faktor-faktor tertentu antara lain kedudukan atau status sosial masyarakat.

2. Mendapatkan pekerjaaan, kualifikasi pendidikan ada hubungannya dengan jenis pekerjaan, akan tetapi tidak semua orang yang berkualifikasi tinggi dalam pendidikan mendapatkan yang cocok dengan pekerjaannya. Jadi secara singkat hubungan dengan mobilitas sosial dipengaruhi kesempatan memperoleh pendidikan dan kesempatan memperoleh pekerjaan sesuai dengan kualifikasi pendidikannya.

Hubungan Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

Seperti yang dijelaskan diatas bahwa mobilitas sosial merupakan perpindahan status ataukedudukan dari satu lapisan ke lapisan yanhg lain. Perpindahan tersebut terjadi dalam suatu struktur sosialyang berdimensi vertikal, artinya mudah-tidak nya seseorang melakukan mobilitas sosial tergantung dari struktur sosial masyarakatnya.

1. Mobilitas sosial dalam sistem stratifikasi sosial terbuka

Masyarakat yang memiliki sistem stratifikasi sosial terbuka memberi kesempatan pada para anggotanya untuk melakukan mobilitas sosial vertikal yang terjadi dapat berupa sosial climbing ataupun sinking. Dalam sistem stratifikasi soaial yang terbuka memungkinkan setiap anggota masyarakat bersikap aktif dan kreatif dalam melakukan perubahan-perubahab untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Prinsip umum mobilitas sosial dalam masyarakat yang menganut stratifikasi terbuka adalah sebagai berikut:

· Tidak ada satu pun masyarakat yang mutlak tertutup terhadap mobilitas sosial vertikal

· Seterbuka apapun suatu masyarakat terhadap mobilitas sosial, terkadang tetap ada hambatan-hambatan.

· Setiap masayarakat pasti memiliki tipe mobilitas sosial vertikal sendiri, tidak ada tipe yang berlaku umum bagi setiap masyarakat.

(12)

· Mobilitas sosial yang disebabkan oleh faktor ekonomi, politik, dan pekerjaan, tidak menunjukkan adanya kecenderungan yang kontinu tentang bertambah atau berkurang laju mobilitas sosial.

2. Mobilitas Sosial dalam Sistem Stratifikasi Sosial yang Tertutup

Pada masyarakat yang menganut sistem stratifikasi sosial tertutup kemungkinan terjadinya mobilitas sosial vertikal sangat kecil. Hal ini terjadi karena masyarakatnya lebih mengutamakan nilai-nilai tradisional. Contohnya, masyarakat suku Badui Dalam. Mereka lebih memilih menjaga nilai-nilai tradisional dan menolak adanya perubahan. Dari uraian diatas, jelas terdapat hubungan antara mobilitas sosial yang terjadi pada seseorang atau sekelompok orang dengan struktur sosial masyarakat tempat seseorang atau sekelompok orang tersebut berada.

Secara umum, cara orang untuk dapat melakukan mobilitas sosial ke atas adalah sebagai berikut :

· Perubahan standar hidup Kenaikan penghasilan tidak menaikan status secara otomatis, melainkan akan mereflesikan suatu standar hidup yang lebih tinggi. Ini akan mempengaruhi peningkatan status. Contoh: Seorang pegawai rendahan, karena keberhasilan dan prestasinya diberikan kenaikan pangkat menjadi Menejer, sehingga tingkat pendapatannya naik. Status sosialnya di masyarakat tidak dapat dikatakan naik apabila ia tidak merubah standar hidupnya, misalnya jika dia memutuskan untuk tetap hidup sederhana seperti ketika ia menjadi pegawai rendahan.

· Perkawinan Untuk meningkatkan status sosial yang lebih tinggi dapat dilakukan melalui perkawinan. Contoh: Seseorang wanita yang berasal dari keluarga sangat sederhana menikah dengan laki-laki dari keluarga kaya dan terpandang di masyarakatnya. Perkawinan ini dapat menaikan status si wanita tersebut.

(13)

GAMBAR TENTANG MOBILITAS SOSIAL

1.

(14)

Kesimpulan

Dari semua penjabaran diatas dapat kita simpulkan bahwa mobilitas sosial (social mobility) merupakan proses perpindahan posisi atau status sosial sosial atau yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam struktur sosial masyarakat. Terdapat beberapa faktor penentu terjadinya suatu mobilitas dalam masyarakat. Dan klasifikasi dari mobilitas sosial, dengan mengetahui itu kita tahu termasuk dalam golongan apa kita ini entah itu mobilitas vertikal, mobilitas horizontal atau yang lainnya itu tergantung kita menyikapinya. Mobilitas sosial dimasyarakat ternyata tidak seperti yang dibayangkan yaitu bergerak lurus sesuai dengan status dan peran sosial suatu individu atau kelompok. Jadi disimpulkan jika mobilitas sosial bersifat dinamis dapat berubah secara cepat dan lambat.

Saran

Gambar

GAMBAR TENTANG MOBILITAS SOSIAL

Referensi

Dokumen terkait

Karena pembangunan nasional yang selalu bersamaan dengan proses sistem sosial bidaya Indonesia maka bila manusia atau masyarakat ikut dalam pembangunan nasional mereka juga

Studi hubungan internasional merupakan studi yang mempelajari aktivitas “ ( baik negara, kelompok masyarakat, atau individu ) yang melewati batas negara suatu negara dalam

Pengertian interaksi sosial yaitu hubungan timbal balik yang dinamis antara individu dan individu, antara individu dan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok

Kelompok okupasional adalah kelompok yang muncul karena semakin memudarnya fungsi kekerabatan, di mana kelompok ini timbul karena anggotanya memiliki pekerjaan yang

Fungsi teknologi informasi ini merekam atau menyimpan data dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lainnya.. Misalnya saja disimpan ke harddisk,

Istilah-istilah seperti hubungan stimulus-respon, individu atau siswa pasif, perilaku sebagai hasil belajar yang tampak, pembentukan perilaku (shaping) dengan penataan kondisi

Penempatan merupakan akhir dari proses seleksi dimana pelamar yang diterima sebagai karyawan baru akan ditempatkan pada posisi tertentu untuk melaksanakan pekerjaan. Kendala

perbedaan antar individu atau kelompok dalam masyarakat yang menunjukkan adanya tingkatan lebih rendah atau lebih tinggi .(Stratifikasi Sosial)...  Diferensiasi sosial mengacu