Sistem Penerimaan Bintara POLRI POLDA NTB
Menggunakan Metode TOPSIS Berbasis Android dan Web
Service
I Made Arya Budhi Saputra, I Made Darma Susila, S.Kom.,M.Kom, Gede Dody Sanjaya, S.T.,MM.Kom
Program Studi Sistem Komputer
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STMIK) STIKOM Bali Jln. Raya Puputan Renon No.86 Telp (0361) 244445 Denpasar
[email protected], [email protected], [email protected]
Abstrak
Dalam perkembangan jaman modern ini perkembangan teknologi juga berkembang secara pesat. Penggunaan teknologi sangat dibutuhkan di berbagai institusi pemerintahan. POLDA NTB juga merupakan salah satu institusi pemerintahan yang memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut. Salah satunya adalah pembuatan sistem untuk seleksi calon Bintara. Permasalahan yang sering ditemui pada institusi POLDA NTB adalah kesulitan menggunakan sistem yang ada saat ini dan banyaknya waktu yang digunakan dalam satu kali proses seleksi. Sistem ini memiliki tujuan untuk mempermudah dan menghemat waktu bagi institusi POLDA NTB sendiri dalam melakukan proses seleksi calon bintara. Pada penelitian ini dibangun sebuah sistem penerimaan Bintara POLRI POLDA NTB menggunakan metode TOPSIS berbasis Android dan Web Service yang bisa digunakan untuk membantu proses seleksi pada ujian jasmani calon Bintara POLDA NTB. Diharapkan dengan adanya sistem tersebut dapat memberikan manfaat dalam proses seleksi calon Bintara .
Kata kunci : Sistem, Bintara, TOPSIS, Android
Abstract
In the development of this modern era of technology development is also growing rapidly. The use of technology is needed in various government institutions. NTB Police also one of the government institutions that utilize these technological developments. One of them is making the system for selection of candidates for NCO. Problems that are often encountered in NTB Police institution is the difficulty of using the existing system and the amount of time used in the selection process one time. This system has the objective to simplify and save time for NTB Police institution itself in the process of candidate selection NCO. In this study constructed a system for receiving NTB Police Officer Police using TOPSIS method based on Android and a Web Service that can be used to assist in the selection process of candidates physical exam Police Officer NTB. The first goal of the system is to provide benefits in the selection process of candidates NCO.
Keywords: Systems, NCO, TOPSIS, Android 1. PENDAHULUAN
tersebut. Sistem ini dibangun untuk mempermudah khususnya bagi para penguji dalam melaksanakan ujian.
2. Tinjauan Pustaka A Android
Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh berbagai macam piranti.
B Web Service
Web Service adalah suatu sistem perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung interoperabilitas dan interaksi antar sistem pada suatu jaringan. Web service digunakan sebagai suatu fasilitas yang disediakan oleh suatu web site untuk menyediakan layanan (dalam bentuk informasi) kepada sistem lain, sehingga sistem lain dapat berinteraksi dengan sistem tersebut melalui
layanan-layanan (service) yang disediakan oleh suatu sistem yang menyediakan web service.
C Bintara
Bintara adalah golongan pangkat ketentaraan dan kepolisian yang lebih rendah dari Letnan Dua atau Inspektur Polisi Dua dan lebih tinggi dari Kopral Kepala atau Ajun Brigadir Polisi. Cara pemilihan Bintara harus melalui beberapa tahapan antara lain pemeriksaan administrasi, ujian psikologi, pemeriksaan kesehatan, ujian jasmani dan pantauan akhir dari Kepala Kepolisian Daerah. Kriteria dari calon Bintara sendiri anatara lain memiliki tinggi yang proporsional dengan berat badan yang sesuai serta lulus dari setiap tahapan seleksi yang dilakukan oleh instansi Kepolisian Daerah.
C TOPSIS
Sistem pendukung keputusan mempunyai sifat yang interaktif, yang artinya membantu
pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model – model keputusan untuk memecahkan
masalah – masalah yang ada. Sistem pendukung keputusan dimaksudkan sebagai alat bantu pengambil
keputusan untuk meningkatkan kemampuan dalam pengambilan suatu keputusan tetapi tidak untuk menggantikan keputusan mereka.
TOPSIS adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yonn dan Hwang (1981). Dengan ide dasarnya adalah bahwa alternatif yang dipilih memiliki jarak terdekat dengan solusi ideal dan yang terjauh dari solusi ideal negatif. TOPSIS memperhatikan jarak ke solusi ideal maupun jarak ke solusi ideal negatif dengan mengambil hubungan kedekatan menuju solusi ideal. Dengan melakukan perbandingan pada keduanya, urutan pilihan dapat ditentukan.
Berikut adalah proses yang dilakukan dalam penyelesaian masalah menggunakan metode TOPSIS
START Input data awal Normalisasi matrik keputusan
Meghitung nilai
Berikut adalah matriks G yang memiliki m alternatif dengan n kriteria dimana
�
adalah pengukuran pilihan dari alternatif ke-y dalam hubungannya dengan kriteria ke-z.G=
Langkah – langkah yang dilakukan dalam penyelesaian masalah menggunakan metode TOPSIS
adalah sebagai berikut :
Langkah 1 : Normalisasi Matriks keputusan
Dalam prosedur ini, setiap nilai atribut dirubah menjadi nilai yang comparable. Proses ini
bertujuan untuk menentukan niali masing – masing kriteria terhadap alternatif. Setiap normalisasi dari
nilai ryz dapat dilakukan dengan perhitungan :
ryz =
ryz : normalisasi pengukuran pilihan dari alternatif ke – y dalam hubungannya dengan kriteria ke –
z
�yz : nilai pada matrik dari alternatif ke –y dan kriteria ke –z
Sehingga didapat matriks R hasil normalisasi,
R =
R adalah matriks yang telah di normalisasi, dimana m menyatakan alternatif, n menyatakan
kriteria dan ryz adalahnormalisasi pengukuran pilihan dari alternatif ke – y dalam hubungannya
dengan kriteria ke – z.
Langkah 2 : Pembobotan pada matriks yang telah di normalisasi
Setelah di normalisasi , setiap kolom dari matriks R dikalikan dengan bobot – bobot (wz)
yang ditentukan oleh pembuat keputusan. Sehingga, weighted normalized matrix adalah V= RW
Dimana W adalah
V : Matriks Hasil pembobotan R : adalah matriks hasil normalisasi
W : Nilai bobot yang diberikan oleh pemberi keputusan
Langkah 3 : Menentukan Solusi Ideal dan Solusi Ideal negatif
Solusi ideal dinotasikan dengan A+ dan solusi ideal negatif dinotasikan dengan A- ,sebagai berikut :
A+ = {(max Vyz| z Є Z ), (min Vyz| z Є Z’ ), y = 1,2,3,...,m} = {V1
Z = {z = 1,2,3,..., n dan z berhubungan dengan benefit criteria}
Z’ = {z = 1,2,3,..., n dan z berhubungan dengan cost criteria}
Pembangunan A+ dan A- adalah untuk mewakili alternatif yang most preferable ke solusi ideal dan
yang least preferable secara berurutan.
Langkah 4 : Menghitung separation measure
Separation measure ini merupakan pengukuran jarak dari suatu alternatif ke solusi ideal dan solusi ideal negatif. Perhitungan matematisnya adalah sebagai berikut :
a. Solusi ideal
Si+ = ( − +)
=1
2 , untuk y = 1,2,3, ...,m ( 2.7 )
b. Solusi ideal negatif
Si- =
=1
(
−
−)
2 , untuk y = 1,2,3, ...,m ( 2.8 )Langkah 5 : Menghitung kedekatan relatif dengan solusi ideal
Kedekatan relatif dari alternatif Ai dengan solusi ideal A+ direpresentasikan dengan :
Langkah 6 : Mengurutkan pilihan
Pilihan diurutkan berdasarkan pada nilai Ci+ , sehingga alternatif dengan jarak terpendek dengan
solusi ideal adalah alternatif yang terbaik.
3. ANALISA DAN DESAIN SISTEM A. Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak
Analisa kebutuhan merupakan langkah awal untuk menentukan gambaran perangkat yang akan dihasilkan ketika pengembang menyelesaikan sebuah proyek pembuatan perangkat. Dengan kata lain analisa sistem merupakan suatu istilah yang mendeskripsikan langkah-langkah awal pengembangan sistem untuk memecahkan masalah.
a b c
d e f
g
Gambar I. Kumpulan Gambar Konsep Sistem
setiap ujiannya. Data selanjutnya akan diolah oleh admin di kantor (panah hitam pada f). Setelah diolah maka hasil akan dicetak (g).
Use Case Diagram
Pada tahap analisa Use Case Diagram diatas menggambarkan aliran dari penguji dalam menggunakan sistem ini dan aliran dari admin dalam menggunakan Web Service untuk mengelola data
Penguji di lapangan
Gambar 2 Use Case Diagram
Activity Diagram
Pada Activity Diagram ini menggambarkan alir kegiatan dari penguji dan admin saat melakukan berbagai kegiatan pada tiap form. Pengguna harus memilih menu yang ada, kemudian memasukan perintah-perintah yang harus dilakukan, seperti memasukan username dan password dan berbagai activity
yang ada pada menu.
Activity Diagram Input Nilai Peserta
Activity ini dimulai pada saat seorang penguji berniat untuk melakukan ujian dan menginputkan nilai dari peserta ujian. Hal pertama yang dilakukan adalah seorang penguji memilih angkatan dari peserta kemudian menginput id peserta, lalu sistem akan menampilkan nama peserta sesuai dengan id peserta. Apabila sesuai maka penguji dapat melaksanakan ujian, setelah ujian dilaksanakan maka hal selanjutnya yang harus dilakukan oleh seorang penguji adalah menginput hasil ujian tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan proses simpan hasil. Hal tersebut direspon oleh sistem dengan menampilkan nilai dari peserta dan pesan yang menyatakan bahwa data telah berhasil disimpan.
Input Nilai Peserta Penguji Sistem
Input Id_peserta
Menampilkan nama peserta sesuai dengan ID
tidak Menerima Tampilan pesan dan nilai
Simpan dalam database
Start
End
Pilih angkatan
Gambar 3 Activity Diagram Input Nilai Peserta
Activity Diagram Input Data Peserta
menampilkan form inputan data peserta. Hal selanjutnya yang harus dilakukan admin adalah mengisi form input data peserta lalu melakukan proses simpan. Respon yang diberikan oleh sistem adalah menyimpan data yang telah diinput oleh admin dan menampilkan pesan bahwa data telah berhasil disimpan.
Input Data Peserta
Admin Sistem
Pilih menu input data peserta Tampilkan Form input data Peserta
Mengisi Form data Peserta
Simpan data Menyimpan data dalam database
Tampilkan Pesan Menerima Pesan
start
End
Gambar 4 Activity Diagram Input Data Peserta
Activity Diagram Olah Data Nilai
Activity ini bermula dari seorang admin yang akan melakukan proses untuk mengolah data nilai peserta untuk mendapatkan jumlah peserta yang lulus dalam ujian ujian yang dilaksanakan. Memilih menu nilai_akhir pada web merupakan hal pertama yang harus dilakukan oleh seorang admin. Hal tersebut direspon oleh sistem dengan menampilkan menu tersebut. Selanjutnya admin hanya tinggal menekan tombol proses untuk melakukan proses pengolahan data. Respon sistem adalah melakukan proses pengolahan data dan menampilkan pesan yang akan diterima oleh admin bahwa proses prngolahan data telah berhasil
-Olah Data Nilai Peserta
Admin Sistem
Pilih menu nilai_akhir Tampilkan menu nilai_akhir
Tekan Tombol proses Melakukan proses olah data
Tampilkan Pesan Menerima Pesan
end start
Gambar 5 Activity Diagram Olah Data Nilai
Activity Diagram Cetak Hasil
Cetak Hasil
Admin Sistem
Pilih menu pengumuman Tampilkan menu pengumuman
Tekan Tombol Cetak Lakukan Proses Cetak
Melakukan proses cetak
Gambar 6 Activity Diagram Cetak Hasil
Class Diagram
Pada Class diagram diatas menggambarkan suatu hubungan antar class. Terdapat beberapa class pada Sistem Penerimaan Bintara POLRI POLDA NTB ini yaitu class sistem.activity,class angkatan, class
ujian, class lari_12_menit, class renang, class pull_up, class sit_up, class push_up, class antropometri.
+cancel()
Gambar 7 Class Diagram Sistem Penerimaan Bintara POLRI POLDA NTB
Sequence Diagram
Sequence Diagram Input Nilai Lari Pada Android
Sequence Diagram Input Nilai Lari pada Android diatas merupakan salah satu contoh Sequence Diagram dari keseluruhan penilaian ujian yang ada pada sistem ini.
Penguji Masuk halaman Utama()
Pilih Angkatan() Pilih ujian()
Input Hasil () Simpan ()
Proses Simpan () Kirim Pesan Tampilan di Android Angkatan Daftar Ujian Ujian Sistem Database
Proses ()
Siapkan data () Kirim Data ()
Gambar 8 Sequence Diagram Input Nilai Peserta Pada Android
Sequence Diagram Input Data Peserta Pada Web service
Penguji
Masuk Halaman Utama ()
Pilih menu Input Data Peserta ()
Simpan ()
Kirim Pesan () Input Data peserta
Simpan ()
Proses ()
Database Sistem
Tampilan di Web
Gambar 9 Sequence Diagram Input Data Peserta Pada Web Service
Sequence Diagram Olah Data Nilai Peserta Pada Web service
Admin
Masuk Halaman Utama () Pilih menu Data Nilai ()
Proses () Kirim Pesan () Proses Data Nilai ()
Proses ()
Tampilan di Web Sistem Database
Gambar 10 Sequence Diagram Olah Data Nilai Peserta Pada Web Service
Admin Masuk Halaman Utama ()
Pilih menu Pengumuman ()
Proses ()
kirim Data dalam bentuk PDF () Cetak Pengumuman ()
Proses ()
Kirim Data ()
Tampilan di Web Sistem Database
Gambar 11 Sequence Diagram Cetak Hasil Pada Web service
4. IMPLEMENTASI SISTEM
Setelah membuat perancangan sistem, maka langkah selanjutnya adalah membuat implementasi sistem berdasarkan hasil perancangan sistem yang ada, sehingga system dapat bekerja sesuai yang diinginkan. Implementasi adalah tahap dimana system yang dibuat sudah sesuai dan dapat digunakan oleh pengguna dan merupakan merupakan terjemahan dari perancangan sistem yang telah dibuat.
A. Sistem Perangkat Lunak(Software)
Berikut ini merupakan spesifikasi perangkat lunak (Software) yang digunakan untuk membuat aplikasi Sistem Penerimaan Bintara POLRI POLDA NTB Menggunakan Metode TOPSIS Berbasis Android dan Web Service :
1. Sistem Operasi Windows 7 Ultimate.
2. Java SDK
3. Eclipse
4. XAMPP
5. Apache Tomcat versi 6
6. MySQL
7. Emulator AVD
B. Sistem Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat keras merupakan sejumlah komponen elektronik yang saling terintegrasi yang bertujuan untuk memproses ataupun mengolah perintah dari perangkat lunak sehingga menghasilkan output sesuai dengan kebutuhan.
Berikut ini merupakan spesifikasi perangkat keras (Hardware) yang digunakan untuk membuat sistem ini:
1. Laptop hp G42 Intel Core i5
2. Memory 4GB
3. VGA ATI RADEON 2GB
B. Sistem Penerimaan Bintara POLRI POLDA NTB
Pada sistem ini terdapat beberapa form yaitu:
d e f
g h i
Gambar 12 . Form Pada Android
Gambar 12 (a) merupakan form login pada android, pada form ini user atau dalam hal ini seorang penguji harus memasukkan username dan password agar dapat masuk pada menu utama. Gambar 12(b) merupakan form pilih angkatan pada android, pada form ini penguji dapat memilih angkatan yang akan diuji. Gambar 12(c) adalah form halaman utama pada android, pada form ini sebuah username dan password hanya dapat menampilkan satu buah ujian saja. Hal Tersebut dikarenakan satu penguji hanya boleh menginputkan nilai dari satu ujian saja. Ujian yang dimaksud adalah Lari (d), Push up (e), Pull up (f), Sit Up (g), Renang (h), dan Antropometri (i).
a b c d
e f g
h
Seorang admin harus memasukkan username dan password agar dapat masuk pada menu utama (a). Setelah berhasil login, maka admin akan masuk pada halaman utama web (b). Form input data peserta (c) digunakan untuk menginput data peserta oleh admin. Setelah mengisi semua kolom maka admin harus
menekan tombol “simpan” untuk menyimpan data peserta. Data yang telah diinput pada form sebelumnya
akan terlihat di form Data peserta (d). Untuk melihat nilai yang diperoleh oleh tiap peserta di setiap ujian dapat dilihat di form Data Nilai (e). Untuk mengolah data nilai peserta, guna mendapatkan hasil maka digunakan form Data Nilai Akhir (f). Form pengumuman (g) berfungsi untuk melihat data peserta yang lulus dari ujian jasmani ini. Form ini juga berfungsi untuk mencetak laporan dari data hasil ujian yang telah diolah. Setelah data berhasil dicetak maka hasilnya akan terlihat seperti di (h).
5.KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1.Untuk menjalankan sistem ini pada laptop atau komputer pengguna dapat menggunakan emulator
AVD (Android Virtual Device) sedangkan pada handphone pengguna dapat menggunakan handphone berbasis Android minimal versi 2.3 (Gingerbread).
2.Sistem Penerimaan Bintara POLRI POLDA NTB ini merupakan suatu sistem yang cukup
sederhana tetapi dapat membantu para penguji dalam melakukan penilaian pada saat proses seleksi berlangsung sehingga diharapkan diperoleh Bintara yang sesuai kriteria.
3.Sistem Penerimaan Bintara POLRI POLDA NTB sangat membantu institusi khususnya di sektor
biaya administrasi, karena sistem ini menggunakan Web Service untuk memudahkan terjadinya pertukaran data antara admin yang berada di kantor dan penguji yang berada di lapangan.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Ciu Bun Seng. Android Dasar Pengoperasian Optimasi Sampai Modifikasi. Yogyakarta: Gaya Media.2011.
[2] Sadeli, Muhammad. 4 Pemrograman Database dengan Visual Basic 2010 untuk Orang Awam. Palembang: Maxikom. 2012.
[3] Satyaputra A, Aritonang. Java For Beginnners With Eclipse 4.2 Juno.Jakarta : PT Elex Media Komputindo.2012
[4] Suryadi, K, dan Ramdhani, A. Sistem Pendukung Keputusan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2000.