• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PENYE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KAJIAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PENYE"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

KAJIAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

PENYELENGGARA URUSAN PENGELOLAAN DATA ELEKTRONIK DAN/ATAU KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

1. Pendahuluan

Perubahan kebijakan penyusunan dan pengendalian organisasi perangkat daerah yang dapat menangani seluruh urusan pemerintahan yang dilaksanakan oleh pemerintahan daerah lebih diarahkan pada upaya penyederhanaan birokrasi. Upaya penyederhanaan birokrasi dimaksudkan untuk mengembankan organisasi perangkat daerah yang lebih proporsional, efisien, dan efektif dengan dukungan sumberdaya manusia yang berkualitas dan manajemen yang baik. Pengembangan organisasi perangkat daerah diharapkan dapat memperjelas susunan, kedudukan, tugas, fungsi, dan tata kerja masing-masing organisasi perangkat daerah, sehingga duplikasi pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi perangkat daerah dapat dihindari. Pengembangan organisasi perangkat daerah diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

Untuk penyelenggaraan pemerintahan Daerah, Walikota Pekalongan perlu dibantu oleh perangkat daerah yang dapat menyelenggarakan seluruh urusan pemerintahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pekalongan. Namun, urusan pemerintahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pekalongan masih terdapat duplikasi. Duplikasi terjadi pada urusan pemerintahan dibidang komunikasi dan informatika yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi Informatika, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan dengan titik berat penyelenggaraan telekomunikasi dan komunikasi secara umum dan pelaksanaan kewenangan Daerah dibidang pengelolaan data elektronik oleh Bagian PDE Setda Kota Pekalongan dengan titik berat Pengelolaan TIK Pemerintah Kota Pekalongan.

(2)

Pekalongan dan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kota Pekalongan. Dengan demikian, adanya duplikasi urusan pemerintah tersebut perlu dikaji.

2. Dasar Hukum

Kajian organisasi perangkat daerah yang melaksanakan kewenangan Daerah dibidang Pengelolaan Data Elektronik dan urusan pemerintahan dibidang Komunikasi Informatika merujuk pada

a. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

b. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik; c. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat

Daerah;

dengan memperhatikan,

a. Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government;

b. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor

41/PER/MEN.KOMINFO/11/2007 tentang Panduan Umum Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional;

c. Panduan Departemen Komunikasi dan Informatika, terdiri atas: 1) Panduan Pembangunan Infrastruktur Portal Pemerintah 2) Panduan Manajemen Sistem Dokumen Elektronik

3) Panduan Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Aplikasi e-Government Lembaga

4) Panduan Standar Mutu, Jangkauan Pelayanan, dan Pengembangan Aplikasi e-Government

5) Panduan Kelembagaan, Otorisasi, Informasi dan Peran Serta Swasta dalam Penyelenggaraan e-Government

6) Panduan Pembangunan Pusat Data Pemerintah

7) Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah

(3)

d. Peraturan Walikota Pekalongan Nomor 9 Tahun 2010 tentang Panduan Umum Tata Kelola TIK Pemerintah Kota Pekalongan.

3. Kajian

E-GOVERNMENT

Kemajuan dan potensi pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK) membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan, dan pendayagunaan informasi secara cepat dan akurat. Pemanfaatan TIK dalam proses penyelenggaraan pemerintahan (e-Government) dan layanan publik akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi, dan akuntabilitas. Penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) dan peningkatan layanan publik yang efektif dan efisien memerlukan e-Leadership, Kebijakan, Kelembagaan, Infrastruktur, dan Sumber Daya Manusia (SDM).

E-Government dilakukan melalui penataan sistem manajemen dan proses kerja dilingkungan pemerintah dengan optimalisasi pemanfaatan TIK. Pemanfaatan TIK mencakup pengolahan data, pengelolaan informasi, sistem manajemen dan proses kerja secara elektronis, serta pengaksesan layanan publik yang mudah dan murah oleh masyarakat.

Penyelenggaraan pemerintahan dan layanan publik berbasis TIK diarahkan untuk mencapai 4 (empat) tujuan, yaitu pembentukan jaringan informasi dan transaksi pelayanan publik; pembentukan hubungan interaktif dengan dunia usaha; pembentukan mekanisme dan saluran komunikasi pemerintah dan publik; dan pembentukan sistem manajemen dan proses kerja pemerintah.

(4)

dalam Peraturan Walikota Pekalongan Nomor 35 Tahun 2008 tentang Tugas dan Fungsi Dinas Daerah Kota Pekalongan dan Bagian Pengelolaan Data Elektronik Setda Kota Pekalongan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Walikota Pekalongan Nomor 33 Tahun 2008 tentang Tugas dan Fungsi Sekretariat Daerah, Staf Ahli dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pekalongan.

PEMBENAHAN KELEMBAGAAN BIDANG TIK

Pembenahan kelembagaan bidang TIK dilingkungan Pemerintah Kota Pekalongan merupakan salah satu faktor pendukung utama dalam menyukseskan implementasi e-Government. Pembenahan kelembagaan bidang TIK dapat dilakukan melalui.

a. Dukungan kelembagaan berupa pembentukan SKPD Pengelola TIK yang

khusus menangani seluruh tahapan pengembangan e-Government.

b. Penyesuaian struktur, tugas pokok, dan fungsi SKPD Pengelola TIK untuk memudahkan koordinasi dan kelancaran admisnistrasi.

c. Standarisasi kelembagaan SKPD Pengelola TIK meliputi antara lain Nomenklatur, Struktur, Tugas Pokok, Fungsi dan Kewenangan.

Mengingat penting dan luasnya dampak pelaksanaan e-Government pada kinerja Pemerintah Kota Pekalongan, SKPD Pengelola TIK sebaiknya secara khusus dikelola oleh SKPD yang bertanggung jawab langsung kepada Walikota Pekalongan.

Dampak pelaksanaan e-Government tidak terlepas dari peran TIK sebagai

supporter, enabler, dan tranformer. TIK sebagai supporter diperankan sebagai pendukung kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dan layanan publik. TIK sebagai enabler diperankan sebagai penggerak utama penyelenggaraan pemerintahan dan layanan publik. TIK sebagai tranformer diperankan sebagai penentu arah kebijakan penyelenggaraan pemerintahan dan layanan publik.

TIK mendapat peran yang cukup signifikan di pemerintah daerah saat ini, seperti halnya di Pemerintah Kota Pekalongan, TIK diperankan sebagai

(5)

suatu Government Supporter, hal ini diperlukan sebagai suatu pembeda dari pemerintah daerah dimasa yang akan datang. Untuk itu, adanya dukungan kelembagaan berupa pembentukan SKPD Pengelola TIK Kota Pekalongan yang

fokus menangani pengembangan e-Government dapat meningkatkan peran TIK sebagai Government Enabler dan bahkan Government Tranformer dalam penyelenggaraan pemerintahan dan layanan publik di masa yang akan datang.

PERTIMBANGAN LAIN PEMBENTUKAN SKPD PENGELOLA TIK

Pertimbangan lain pembentukan SKPD Pengelola TIK adalah : a. Kewenangan pemerintah yang dimiliki oleh daerah;

Kewenangan daerah yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Pekalongan adalah pengelolaan TIK dan/atau pengelolaan data elektronik dan/atau komunikasi informatika Kota Pekalongan.

b. Kemampuan keuangan daerah;

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pekalongan Nomor 14 Tahun 2009 tentang Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Pekalongan Tahun Anggaran 2010, kemampuan keuangan daerah Pemerintah Kota Pekalongan sebesar Rp414.803.188.505,00.

c. Ketersediaan sumber daya aparatur; dan

Berdasarkan Laporan Akhir Kegiatan Rencana Strategis Teknologi Informasi Pemerintah Kota Pekalongan 2009-2013 bulan Desember 2008, sumber daya aparatur berlatar belakang pendidikan TIK sejumlah 271 orang, terdiri atas.

1) DIV s/d S3 15 orang

2) D1 s/d D3 17 orang

3) Training 80 orang

4) Informal/Otodidak 159 orang

d. Pengembangan pola kerjasama antar daerah dan/atau dengan pihak ketiga. Pola kerjasama dengan pihak ketiga yang telah terjalin sebagai berikut.

1) Kesepakatan Bersama Nomor

(6)

Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan Pemerintah Kota Pekalongan Provinsi Jawa Tengah tentang Pengkajian, Penerapan dan PemasyarakatanTeknologi Untuk Mendukung Pembangunan Daerah Kota Pekalongan Propinsi Jawa Tengah tanggal 29 Juni 2006.

2) Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding – MoU) Antara Direktorat Pemberdayaan Telematika, Ditjen Aptel Departemen Komunikasi dan Informatika dengan Pemerintah Kota Pekalongan Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Badan Arsip Data Elektronik dan

Perpustakaan Kota Pekalongan Nomor

04/MoU-MCAP/DJAT.5/KOMINFO/12/2008 Nomor 415.4/03972 Tahun 2008 Nomor Nomor 415.4/03973 Tahun 2008 tentang Implementasi Pemanfaatan Bantuan Mobile Community Access Point (MCAP) Berperangkat Komputer Jaringan Berbasis Open Source Software Dalam Rangka Pemberdayaan Telematika Masyarakat Untuk Mengatasi Kesenjangan Digital dan Mengentaskan Kemiskinan tanggal 12 Desember 2008.

3) Berita Acara Pemakaian Barang-Barang Inventaris Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Di Pemerintah Kota Pekalongan Nomor 03/BA/TIK/BPPT/VIII/2008 tanggal 13 Agustus 2008.

4) Berita Acara Serah Terima Barang (Sementara) No. 06/BAST/M-CAP/DJAT.5/KOMINFO/12/2008 tanggal 12 Desember 2008

Selain faktor-faktor tersebut, besaran pembentukan organisasi perangkat daerah juga mempertimbangkan jumlah penduduk dan tentu saja sarana dan prasarana penunjang tugas yang dimiliki daerah.

Secara administratif Kota Pekalongan terbagi atas 4 (empat) Kecamatan yang terbagi menjadi 47 (empat puluh tujuh) Kelurahan dengan luas keseluruhan mencapai 45,25 km2. Jumlah penduduk Kota Pekalongan pada Tahun 2008

(7)

BESARAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

Berdasarkan data dan informasi terkait dengan jumlah penduduk, luas wilayah, dan APBD Kota Pekalongan dapat ditetapkan besaran organisasi perangkat daerah sebagai berikut.

Variabel Besaran Kota Pekalongan Nilai

Jumlah Penduduk 200.001-300.000 298563 24

Luas Wilayah (km2) <50 45,25 7

Jumlah APBD

Rp400.000.000.001-Rp600.000.000.000

Rp414.803.188.505 15

Jumlah 46

Mengacu jumlah nilai Kota Pekalongan berdasarkan besaran variabel yang ditentukan, besaran organisasi perangkat daerah dengan nilai antara 40 (empat puluh) sampai dengan 70 (tujuh puluh) terdiri dari.

a. Sekretariat daerah, terdiri dari paling banyak 3 (tiga) asisten; b. Sekretariat DPRD;

c. Dinas paling banyak 15 (lima belas);

d. Lembaga Teknis Daerah paling banyak 10 (sepuluh); e. Kecamatan; dan

f. Kelurahan.

Sementara itu, pada saat ini, Dinas berjumlah 9 (sembilan), Lembaga Teknis Daerah berjumlah 10 (sepuluh), Bagian Setda berjumlah 9 (sembilan), Kecamatan sejumlah 4 (empat), dan Kelurahan berjumlah 47 kelurahan.

(8)

Dengan demikian ketentuan besaran lembaga teknis daerah paling banyak 10 (sepuluh) terpenuhi.

SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG TUGAS

Besaran pembentukan organisasi perangkat daerah juga mempertimbangkan sarana dan prasarana penunjang tugas. Sarana dan prasarana penunjang tugas yang dimiliki daerah meliputi.

a. Kebijakan

Kebijakan yang tertuang dalam regulasi terkait dengan pengelolaan sumberdaya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diundangkan maupun ditetapkan oleh Pemerintah Kota Pekalongan sebagai berikut.

1) Peraturan Walikota Pekalongan Nomor 9 Tahun 2010 tentang Panduan Umum Tata Kelola TIK Pemerintah Kota Pekalongan 2) Peraturan Walikota Pekalongan Nomor 4 Tahun 2010 tentang

Penggunaan Nama Sub Domain pekalongankota.go.id Bagi Situs Web Resmi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Pekalongan

3) Keputusan Walikota Pekalongan Nomor 20/08 Tahun 2010 tentang Perubahan Nama Domain Untuk Situs Web Resmi Pemerintah Kota Pekalongan

4) Keputusan Walikota Pekalongan Nomor 020/024 Tahun 2010 tentang Kewajiban Pemakaian dan Pemanfataan Perangkat Lunak Legal dan Free Open Source Software (FOSS) di Lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan

5) Keputusan Walikota Pekalongan Nomor 020/026 Tahun 2010 tentang Pembentukan Tim Migrasi Tim Migrasi Perangkat Lunak Legal Berbasis Free Open Source Software (FOSS) Pemerintah Kota Pekalongan

(9)

Kota Pekalongan

7) Peraturan Walikota Pekalongan Nomor 9a Tahun 2010 tentang Pemanfaatan Layanan Mobile Community Access Point (M-CAP) Pemerintah Kota Pekalongan

8) Keputusan Walikota Pekalongan Nomor 050.05/064 tentang Pembentukan Tim Pengelola Mobile Community Access Point (M-CAP) Pemerintah Kota Pekalongan

b. Infrastruktur

Peralatan teknologi informasi, sarana pendukung, jaringan dan pemanfaatan infrastruktur internal yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Pekalongan berupa jaringan Metropolitan Area Network (MAN) BATIK.NET Pemerintah Kota Pekalongan. Pembangunan jaringan BATIK.NET ini meliputi:

1) e-Government, mengoneksikan jaringan MAN sejumlah 85 titik SKPD dari tingkat kota, kecamatan, maupun kelurahan

2) e-Society, menghubungkan jaringan MAN sejumlah 47 titik Telecenter LPM di kelurahan se-Kota Pekalongan

3) e-Business, mengoneksikan jaringan MAN sejumlah 1 titik Telecenter UKM Batik City di Pasar Grosir Batik Setono

4) e-Education, menghubungkan jaringan MAN sejumlah 3 titik Telecenter dan 1 titik Hotspot, yaitu Telecenter Museum Batik, Telecenter LPPAR, Telecenter TIK BATIK.NET, dan Hotspot Telkom Mataram

(10)

c. Aplikasi

Pengembangan dan penerapan aplikasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekalongan, meliputi

1) SIM Keuangan, 2) SIM Barang Daerah, 3) SIM Kependudukan, 4) SIM Catatan Sipil,

5) SIM Pelayanan Terpadu, 6) SIM Kesehatan,

7) SIM Puskesmas, 8) SIM Rumah Sakit, dan

9) Aplikasi intranet meliputi Kantaya, Pendidikan, Hukum, Kepegawaian, Pariwisata, Perikanan, Peternakan, Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, Arsip, Pendapatan, SMS Center, Buku Sekolah Elektronik, dan Pustaka Islam, VOIP, dan teleconference.

10)Domain Situs Web Resmi Pemerintah Kota Pekalongan dan Sub Domain Situs Web Resmi SKPD meliputi Kesehatan, Pendidikan, Pemberdayaan Masyarakat, Pariwisata, Layanan Umum Perijinan, Lingkungan Hidup, Perencanaan Daerah, Humas, Satpol PP, Museum Batik, Pekan Batik Internasional, dan Kependudukan.

11) Sistem operasi dan aplikasi perkantoran, baik proprietary

maupun free open source software.

DISAIN ORGANISASI

Disain organisasi dengan pendekatan struktural SKPD Pengelola TIK sebagai berikut:

a. Penetapan Visi dan Misi

(11)

Pekalongan Tahun 2005-2010 telah menetetapkan Visi dan Misi Pembangunan Daerah, yaitu Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan 2005-2010.

Kesetarasan antara Visi dan Misi yang akan dicapai oleh daerah dengan Visi dan Misi TIK Kota Pekalongan sebagai berikut.

Visi dan Misi TIK Kota Pekalongan

Visi TIK Kota Pekalongan

E-Government menuju terwujudnya Kota Pekalongan yang lebih religius berbasis perdagangan, industri dan pariwisata, membangun kebersamaan, kerukunan menuju masyarakat sadar dan taat hukum, sehat, aman, adil dan sejahtera.”

Misi TIK Kota Pekalongan

1) Meningkatkan kualitas pelayanan umum melalui layanan e-Government

2) Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan melalui layanan e-Education

3) Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui melalui layanan e-Health.

4) Meningkatkan kualitas pelayanan perindustrian, perdagangan, koperasi, dan UKMK melalui layanan e-Business.

5) Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan melalui e-Development.

Tujuan

1) Government to Business/Citizens (G-to-B/C)

(12)

kebijakan secara on-line, efektif, efisien dan akurat 2) Government to Government (G-to-G)

Terbentuknya sistem pertukaran data dan informasi antar SKPD untuk penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien

3) Government to Employee (G-to-E)

Terwujudnya Sistem Informasi yang dapat menjembatani kepentingan Pemerintah Kota Pekalongan dalam meningkatkan effisiensi pendayagunaan pegawai serta kepentingan pegawai dalam memperoleh kesejahteraan.

4) Integrasi Sistem

Terintegrasinya Seluruh Sistem di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan.

Kesetarasan antara Visi dan Misi TIK Kota Pekalongan yang akan dicapai oleh daerah dengan Visi dan Misi SKPD Pengelola TIK sebagai berikut.

Visi dan Misi SKPD Pengelola TIK

Visi SKPD Pengelola TIK

“Terwujudnya efisiensi, efektifitas, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dan layanan publik berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)”

Misi SKPD Pengelola TIK

1) Meningkatkan layanan TIK

2) Meningkatkan pengembangan e-Government melalui tata kelola infostruktur, infrastruktur, dan suprastruktur TIK

3) Meningkatkan SDM TIK guna mendukung proses tata kelola TIK 4) Meningkatkan pengelolaan TIK untuk optimalisasi pemanfaatan TIK

dalam penyelenggaraan pemerintahan dan layanan publik

(13)

dan akuntabiltas pelayanan publik

b. Identifikasi urusan pemerintahan

Identifikasi urusan pemerintahan terkait TIK yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Pekalongan adalah pengelolaan TIK dan/atau pengelolaan data elektronik dan/atau komunikasi informatika Kota Pekalongan.

Pertimbangan lainnya, kompleksitas merujuk pada tingkat diferensiasi yang ada pada SKPD Pengelola TIK, yaitu Diferensiasi Horizontal. Perbedaan orientasi organisasi, tugas, fungsi, pendidikan, dan keahlian didasari atas bidang/urusan pengelolaan TIK yang dilaksanakan.

c. Grouping work activities

Pengelompokan kewenangan, tugas, dan fungsi dibagi berdasarkan urusan pengelolaan TIK. Bentuk organisasi yang akan melaksanakan tugas dan fungsi berdasarkan kewenangan pengelolaan TIK adalah Dinas atau Kantor.

DINAS

Pengelompokkan Urusan Pemerintahan : Bidang Komunikasi dan Informatika berdasarkan Kewenangan, Tupoksi, Kategori Fungsi Organisasi dan Bentuk Organisasi

Urusan Pemerintahan : Bidang Komunikasi dan Informatika Kota Pekalongan

Kewenangan Tugas Fungsi Kategori Fungsi

Organisasi

(14)

Urusan Pemerintahan : Bidang Komunikasi dan Informatika Kota Pekalongan

Kewenangan Tugas Fungsi Kategori Fungsi

Organisasi

shared services

sumberdaya 8. pembinaan dan

pelaksanaan tugas TIK; dan 9. pelaksanaan

tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

KANTOR

(15)

Urusan Pemerintahan : Bidang Komunikasi dan Informatika Kota Pekalongan

Kewenangan Tugas Fungsi Kategori Fungsi

Organisasi n, fasilitasi, dan pembinaan 8. pembinaan dan

pelaksanaan tugas TIK; dan 9. pelaksanaan

tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(16)

d. Pendelegasian work activities

Pendelegasian kewenangan, tugas dan fungsi SKPD Pengelola TIK sebagai berikut.

1) kewenangan, tugas, fungsi strategic apex; 2) kewenangan, tugas, fungsi operating core; 3) kewenangan, tugas, fungsi middle line;

4) kewenangan tugas dan fungsi techno structure; 5) kewenangan, tugas, fungsi support staff;

DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Pelimpahan Kegiatan Pekerjaan Berdasarkan Kewenangan, Tugas dan Fungsi

DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA PEKALONGAN

Deskripsi Pelaksana

KEWENANGAN

Kewenangan:

Membuat Kebijakan bidang komunikasi dan informatika.

Strategic Apex:

Kepala Dinas.

Kewenangan:

Merencanakan pengembangan komunikasi dan informatika, evaluasi dan pelaporan.

Techno Structure:

Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi komunikasi dan informatika atau dapat

dikoordinasikan oleh Sekretaris. Kewenangan ini dapat didelegasikan kepada Bidang Pelayanan Telematika, Bidang Aplikasi Telematika, Bidang Data dan Informasi, dan Bidang Jaringan dan Telekomunikasi untuk membuat perencanaan, evaluasi dan pelaporan khusus bidang tersebut.

Kewenangan:

Mengkoordinasikan kegiatan pengembangan masing-masing bidang komunikasi dan informatika.

Middle line:

Dilakukan oleh Kepala Bidang, sehingga tidak diperlukan wakil Kepala Dinas.

Kewenangan:

1. Memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa dan sarana kerja setiap bidang komunikasi dan

informatika

2. Membina sumberdaya manusia aparat Dinas

Supporting Staff:

Dilaksanakan oleh Sub Bagian Umum.

Kewenangan:

1. Memberikan dukungan keuangan setiap bidang komunikasi dan informatika 2. Pengelolaan keuangan Dinas

Supporting Staff:

Dilaksanakan oleh Sub Bagian Keuangan.

(17)

DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA PEKALONGAN

Deskripsi Pelaksana

1. Pengelolaan layanan telematika, 2. Pengelolaan aplikasi telematika, 3. Pengelolaan data dan informasi, dan 4. Pengelolaan jaringan dan telekomunikasi.

Dilaksanakan oleh

1. Bidang Pelayanan Telematika, 2. Bidang Aplikasi Telematika, 3. Bidang Data dan Informasi, dan 4. Bidang Jaringan dan Telekomunikasi.

TUGAS

Tugas:

Menetapkan visi, misi dan tujuan organisasi.

Strategic Apex:

Kepala Dinas.

Tugas:

1. Menyusun rencana pelayanan telematika, 2. Menyusun rencana pengelolaan aplikasi

telematika,

3. Menyusun rencana pengelolaan data dan informasi, dan

4. Menyusun rencana pengelolaan jaringan dan telekomunikasi.

Techno Structure:

Dikoordinasi oleh Sekretaris melalui Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi dan dilaksanakan oleh masing-masing bidang.

Tugas:

Menyelenggarakan koordinasi lintas sektoral dengan kementerian, pemerintah provinsi/ kabupaten/kota, perguruan tinggi, lembaga penelitian dan pengembangan, dan lembaga yang terkait dalam pengembangan bidang: 1. layanan telematika

2. aplikasi telematika 3. data dan informasi

4. jaringan dan telekomunikasi

Middle line:

Dilaksanakan oleh Kepala Dinas atau pejabat yang ditunjuk kepala dinas atau dapat dilakukan oleh Kepala Bidang yang sesuai dengan

bidangnya atas nama kepala dinas.

Tugas:

1. Menyediakan dukungan peralatan dan perlengkapan kantor,

2. Mengembangkan sumber daya aparat Dinas

Supporting Staff:

Dilaksanakan oleh Sub Bagian Umum.

Tugas:

1. Menyediakan dukungan keuangan setiap bidang komunikasi dan informatika 2. Mengelola keuangan Dinas

Supporting Staff:

Dilaksanakan oleh Sub Bagian Keuangan.

Tugas:

1. Melakukan koordinasi, fasilitasi, dan pembinaan pengelolaan layanan telematika 2. Melakukan koordinasi, fasilitasi, dan

pembinaan pengelolaan aplikasi telematika 3. Melakukan koordinasi, fasilitasi, dan

pembinaan pengelolaan data dan informasi 4. Melakukan koordinasi, fasilitasi, dan

pembinaan pengelolaan jaringan dan telekomunikasi

Operating Core:

Dilaksanakan oleh bidang: 1. Bidang Pelayanan Telematika 2. Bidang Aplikasi Telematika 3. Bidang Data dan Informasi

4. Bidang Jaringan dan Telekomunikasi

FUNGSI

Fungsi:

1. Membuat keputusan petunjuk pelaksanaan visi,

2. Membuat keputusan petunjuk pelaksanaan misi,

Strategic Apex:

(18)

DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA PEKALONGAN

Deskripsi Pelaksana

3. Membuat keputusan pelaksanaan koodinasi lintas sektoral dengan kementerian,

pemerintah provinsi/kabupaten/kota, perguruan tinggi, lembaga penelitian dan pengembangan, dan lembaga yang terkait dalam pengembangan komunikasi dan informatika

Fungsi:

1. Menyelenggarakan rapat kordinasi bidang perencanaan lintas bidang,

2. Menyelenggarakan kerjasama dalam menyusun pencanaan masing-masing bidang,

3. Menyelengggarakan rapat kordinasi dengan lembaga terkait dalam pengembangan komunikasi dan informatika

Techno Structure:

Dapat dikordinasikan oleh Sekretaris atau Kepala Bidang yang ditunjuk oleh Kepala Dinas.

Fungsi:

1. Melakukan pembelian peralatan dan perlengkapan kantor,

2. Menginventarisasi peralatan dan perlengkapan kantor,

3. Melakukan kegiatan ketatausahaan kantor, dan

4. Melaksanakan kegiatan pengelolaan kepegawaian.

Support Staff:

Dilaksanakan oleh Sub Bagian Umum

Fungsi:

Melakukan kegiatan pengelolaan administrasi keuangan

Supporting Staff:

Dilaksanakan oleh Sub Bagian Keuangan.

Fungsi:

1. Melakukan perencanaan, implementasi, dan monitoring evaluasi layanan telematika 2. Melakukan perencanaan, investasi,

implementasi, pemeliharaan, dan monitoring evaluasi aplikasi telematika

3. Melakukan perencanaan, investasi,

implementasi, pemeliharaan, dan monitoring evaluasi data dan informasi

4. Melakukan perencanaan, investasi,

implementasi, pemeliharaan, dan monitoring evaluasi jaringan dan telekomunikasi

Operating Core:

Dilaksanakan oleh bidang: 1. Bidang Pelayanan Telematika 2. Bidang Aplikasi Telematika 3. Bidang Data dan Informasi

(19)

KANTOR KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Pelimpahan Kegiatan Pekerjaan Berdasarkan Kewenangan, Tugas dan Fungsi

KANTOR KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA PEKALONGAN

Deskripsi Pelaksana

KEWENANGAN

Kewenangan:

Membuat Kebijakan bidang komunikasi dan informatika.

Strategic Apex:

Kepala Kantor.

Kewenangan:

Merencanakan pengembangan komunikasi dan informatika, evaluasi dan pelaporan.

Techno Structure:

Dikoordinasikan oleh Sub Bagian Tata Usaha. Kewenangan ini dapat didelegasikan kepada Seksi Pelayanan Telematika, Seksi Aplikasi Telematika, dan Seksi Infrastruktur Informasi dan Komunikasi untuk membuat perencanaan, evaluasi dan pelaporan khusus seksi tersebut.

Kewenangan:

Mengkoordinasikan kegiatan pengembangan masing-masing seksi komunikasi dan informatika.

Middle line:

Dilakukan oleh Kepala Seksi, sehingga tidak diperlukan wakil Kepala Kantor.

Kewenangan:

1. Memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa dan sarana kerja setiap seksi komunikasi dan informatika 2. Membina sumberdaya manusia aparat Kantor 3. Memberikan dukungan keuangan setiap

seksi komunikasi dan informatika 4. Pengelolaan keuangan Kantor

Supporting Staff:

Dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha.

Kewenangan:

1. Pengelolaan layanan telematika, 2. Pengelolaan aplikasi telematika,

3. Pengelolaan infrastruktur informasi dan komunikasi.

Operating core:

Dilaksanakan oleh

1. Seksi Pelayanan Telematika, 2. Seksi Aplikasi Telematika, dan

3. Seksi Infrastruktur Informasi dan Komunikasi.

TUGAS

Tugas:

Menetapkan visi, misi dan tujuan organisasi.

Strategic Apex:

Kepala Kantor.

Tugas:

1. Menyusun rencana pelayanan telematika, 2. Menyusun rencana pengelolaan aplikasi

telematika,

3. Menyusun rencana pengelolaan jaringan infrastruktur informasi dan komunikasi.

Techno Structure:

Dikoordinasi oleh Sub Bagian Tata Usaha dan dilaksanakan oleh masing-masing seksi.

Tugas:

Menyelenggarakan koordinasi lintas sektoral dengan kementerian, pemerintah provinsi/ kabupaten/kota, perguruan tinggi, lembaga penelitian dan pengembangan, dan lembaga yang terkait dalam pengembangan:

1. layanan telematika 2. aplikasi telematika

Middle line:

(20)

KANTOR KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA PEKALONGAN

Deskripsi Pelaksana

3. infrastruktur informasi dan komunikasi

Tugas:

1. Menyediakan dukungan peralatan dan perlengkapan kantor,

2. Mengembangkan sumber daya aparat Kantor 3. Menyediakan dukungan keuangan setiap

seksi komunikasi dan informatika 4. Mengelola keuangan Kantor

Supporting Staff:

Dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha.

Tugas:

1. Melakukan koordinasi, fasilitasi, dan pembinaan pengelolaan layanan telematika 2. Melakukan koordinasi, fasilitasi, dan

pembinaan pengelolaan aplikasi telematika 3. Melakukan koordinasi, fasilitasi, dan

pembinaan pengelolaan infrastruktur informasi dan komunikasi

Operating Core:

Dilaksanakan oleh seksi: 1. Seksi Pelayanan Telematika 2. Seksi Aplikasi Telematika

3. Seksi Infrastruktur Informasi dan Komunikasi

FUNGSI

Fungsi:

1. Membuat keputusan petunjuk pelaksanaan visi,

2. Membuat keputusan petunjuk pelaksanaan misi,

3. Membuat keputusan pelaksanaan koodinasi lintas sektoral dengan kementerian,

pemerintah provinsi/kabupaten/kota, perguruan tinggi, lembaga penelitian dan pengembangan, dan lembaga yang terkait dalam pengembangan komunikasi dan informatika

Strategic Apex:

Kepala Dinas

Fungsi:

1. Menyelenggarakan rapat kordinasi bidang perencanaan lintas seksi,

2. Menyelenggarakan kerjasama dalam menyusun pencanaan masing-masing seksi, 3. Menyelengggarakan rapat kordinasi dengan

lembaga terkait dalam pengembangan komunikasi dan informatika

Techno Structure:

Dapat dikordinasikan oleh Sub Bagian Tata Usaha atau Kepala Seksi yang ditunjuk oleh Kepala Kantor.

Fungsi:

1. Melakukan pembelian peralatan dan perlengkapan kantor,

2. Menginventarisasi peralatan dan perlengkapan kantor,

3. Melakukan kegiatan ketatausahaan kantor, 4. Melaksanakan kegiatan pengelolaan

kepegawaian, dan

5. Melakukan kegiatan pengelolaan administrasi keuangan

Support Staff:

Dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha

Fungsi:

1. Melakukan perencanaan, implementasi, dan monitoring evaluasi layanan telematika 2. Melakukan perencanaan, investasi,

Operating Core:

(21)

KANTOR KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA PEKALONGAN

Deskripsi Pelaksana

implementasi, pemeliharaan, dan monitoring evaluasi aplikasi telematika

3. Melakukan perencanaan, investasi,

implementasi, pemeliharaan, dan monitoring evaluasi infrastruktur informasi dan

komunikasi

3. Seksi Infrastruktur Informasi dan Komunikasi

e. Desain struktur organisasi

Rantai komando (chain of command) SKPD Pengelola TIK yang memuat mekanisme pertanggungjawaban, koordinasi, pengawasan dalam pelaksanaan kewenangan, tugas dan fungsi sebagai berikut.

DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA PEKALONGAN

Dinas Komunikasi dan Informatika merupakan unsur pelaksana otonomi daerah di bidang komunikasi dan informatika.

Dinas Komunikasi dan Informatika dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.

Dinas Komunikasi dan Informatika mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan Daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang komunikasi dan informatika.

Susunan organisasi Dinas Komunikasi dan Informatika terdiri dari: 1) Kepala Dinas;

2) Sekretaris, terdiri dari :

a) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi; b) Subbagian Keuangan;

c) Subbagian Umum.

3) Bidang Pelayanan Telematika, terdiri dari : a) Seksi Layanan Informasi Publik;

(22)

4) Bidang Aplikasi Telematika, terdiri dari :

a) Seksi Aplikasi Layanan Publik dan Kepemerintahan; b) Seksi Sistem Informasi, Perangkat Lunak, dan Konten; c) Seksi Pendayagunaan Telematika.

5) Bidang Data dan Informasi, terdiri dari : a) Seksi Dokumen Elektronik; b) Seksi Pusat Data dan Informasi; c) Seksi Basis Data;

6) Bidang Jaringan dan Telekomunikasi, terdiri dari : a) Seksi Infrastruktur Informasi dan Komunikasi; b) Seksi Pos dan Telekomunikasi;

(23)

Bagan Organisasi Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai berikut.

KANTOR KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA PEKALONGAN

Kantor Komunikasi dan Informatika merupakan unsur pendukung tugas Walikota di bidang komunikasi dan informatika.

Kantor Komunikasi dan Informatika dipimpin oleh seorang Kepala Kantor yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.

Kantor Komunikasi dan Informatika mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik di bidang Komunikasi dan Informatika.

Susunan organisasi Kantor Komunikasi dan Informatika terdiri dari : 1) Kepala Kantor;

2) Subbagian Tata Usaha;

Seksi Layanan Informasi dan Hubungan

Kelembagaan Seksi Layanan Informasi

Publik

Seksi Infomobilisasi Bidang Pelayanan

Telematika

Seksi Sistem Informasi, Perangkat Lunak, dan

Konten Seksi Layanan Publik dan Kepemerintahan

Seksi Pendayagunaan Telematika Bidang Aplikasi

Telematika

Seksi Pusat Data dan Informasi Seksi Dokumen

Elektronik

Seksi Basis Data Bidang Data dan

Informasi Bidang Jaringan dan

(24)

3) Seksi Pelayanan Telematika; 4) Seksi Aplikasi Telematika;

5) Seksi Infrastruktur Komunikasi dan Informasi; 6) Kelompok Jabatan Fungsional.

Bagan Organisasi Kantor Komunikasi dan Informatika sebagai berikut.

4. Penutup

Berdasarkan telaahan tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut.

a. Duplikasi urusan pemerintahan dibidang komunikasi dan informatika yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi Informatika, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan dengan titik berat penyelenggaraan telekomunikasi dan komunikasi secara umum dan pelaksanaan kewenangan Daerah dibidang pengelolaan data elektronik oleh Bagian PDE Setda Kota Pekalongan dengan titik berat Pengelolaan TIK Pemerintah Kota Pekalongan perlu dibenahi.

b. Pembenahan kelembagaan bidang TIK dapat dilakukan melalui pembentukan SKPD Pengelola TIK yang khusus menangani seluruh tahapan pengembangan e-Government; penyesuaian struktur, tugas pokok, dan fungsi SKPD Pengelola TIK untuk memudahkan koordinasi dan kelancaran admisnistrasi; standarisasi kelembagaan SKPD Pengelola TIK.

Seksi Aplikasi Telematika

Seksi Pelayanan Telematika Seksi Infrastruktur Infokom

Sub Bagian Tata Usaha Kepala Kantor

(25)

c. Dampak peran TIK sebagai supporter, enabler, dan tranformer dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik menuntut adanya organisasi perangkat daerah yang secara khusus mengelola TIK dan bertanggung jawab langsung kepada Walikota Pekalongan.

d. Pembentukan SKPD Pengelola TIK telah memenuhi pertimbangan pembentukan organisasi perangkat daerah, antara lain kewenangan pemerintah yang dimiliki oleh daerah; kemampuan keuangan daerah; ketersediaan sumber daya aparatur; pengembangan pola kerjasama antar daerah dan/atau dengan pihak ketiga; jumlah penduduk; sarana dan prasarana penunjang tugas yang dimiliki daerah.

Referensi

Dokumen terkait

Organisasi Lembaga Teknis Daerah adalah SKPD sebagai unsur pembantu Walikota dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah sesuai ruang lingkup tupoksi dan tanggung

Urusan Pemerintahan : 1.20 Urusan Wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Adm KeuDa, Perangkat Daerah, Kepegawaian Organisasi : 1.20.. 1.20.05 Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Urusan Pemerintahan : 1.20 Urusan Wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Adm KeuDa, Perangkat Daerah, Kepegawaian Organisasi : 1.20.. 1.20.05 Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Urusan Pemerintahan : 1.20 Urusan Wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Adm KeuDa, Perangkat Daerah, Kepegawaian Organisasi : 1.20.. 1.20.05 Dinas Pendapatan, Pengelolaan

RINCIAN ANGGARAN BELANJA MENURUT PROGRAM DAN KEGIATAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Urusan Pemerintahan : 5 UNSUR PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN.. Bidang Urusan :

Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, kepala daerah dibantu oleh perangkat daerah yang terdiri dari unsur staf yang membantu penyusunan kebijakan dan

Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah, kepala daerah dibantu oleh perangkat daerah yang terdiri dari unsur staf yang membantu penyusunan

RKAP SKPD RENCANA KERJA ANGGARAN PERUBAHAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Tahun Anggaran 2022 PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR Urusan Pemerintahan : 2 URUSAN PEMERINTAHAN WAJIB YANG TIDAK