PERCOBAAN IV
PENGUAT DAYA
KELAS A
KELOMPOK : VI ( ENAM )
LABORATORIUM LISTRIK DASAR DAN ELEKTRONIKA JURUSAN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA MAKASSAR
BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang Masalah
Penguat merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan
dengan perangkat elektronika, karenanya dengan penguat, perangkat
elektronika dikatakan bagus, berkulitas dan sebagaianya.
Penguat merupakan serangkaian komponen elektronika
didalamnya yang dirangkai sehingga membentuk suatu rangkaian dimana
sebelum ada transistor penguat, yang menggunakannya sebagai
pengganti tabung vakum yang memiliki banyak kekurangan,misalnya
mudah pecah,bentuk fisiknya besar,menggunakan tegangan kerja yang
tinggi sehingga para ahli berusaha mendakan percobaan yang akhirnya
menggunakan suatu komponen yang mana komponen tersebut dapat
digunakan sebagai penguat. Komponen tersebut dinamakan transistor
yang merupakan gabungan dari dua buah dioda yang dipasang secara
membelakangi maupun secara berhadapan tergantung dari jenis
transistor tersebut.
Penggunaan transistor sebagai penguat sangat efisien karena
selain bentuknya yang kecil,transistor juga bekerja dengan menggunakan
Penguat sebagai penentu berfungsi atau tidaknya suatu perngkat
elektronika benar-benar harus diperbaiki bagaimana pun baiknya suatu
perangkat kalau tidak dilengkapi dengan penguat pasti tidak berfungsi
seperti yang diharapkan.
I.2. Tujuan percobaan
1. Memahami kontruksi dan watak rangkaian penguat transistor
sebagai penguat daya.
2. Menghitung penguatan tegangan, pengaruh kondensator CE pada
rangkaian.
3. Menggambar kurva respon dari perubahan kondensator dan
BAB II
TEORI DASAR
Transistor adalah komponen elektronika yang biasa digambarkan
sebagai penghubung dua buah dioda dan mempunyai tiga buah terminal
masing-masing disebut Basis (B),Colektor (C),Emiter IE).
Ada tiga macam konfigurasi hubungan transistor yang dipakai
sebagai rangkaian penguat yaitu :
a. Konfigurasi Common Basis.
b. Konfigurasi Common Emitor.
c. Konfigurasi Common Kolektor.
Dari rangkaian tersebut diatas,salah satu elektrodanya
bersama-sama digunakan untuk saluran masukan dan keluaran. Pemasangan
tahanan emiter terhadap penguatan berkurang oleh sebab itu
Tahanan emiter diparalel dengan kondensator by pass (CE) untuk
menghindari pengaruh frekuensi.Besarnya pengaruh kondensator sangat
mempengaruhi respon amplifier tersebut.
Pada gambar berikut ini untuk memperoleh stabilisasi maka pada
rangkaian ini ditambahkan sebuah resistor dalam sirkit emitor
(RE),pekerjaan stabilitas akan terjadi sebagai berikut :
1. Apabila kuat arus Ic cenrung naik,maka naik pula tegangan
2. Tegangan pada RE ini membuat potensial atas RE bertambah
positif.
Pemasangan RE itu akan mengecilkan sinyal-sinyal keluaran. Hal
ini dicengah dengan menjajarkan sebuah kondensator / kapasitor pada
BAB III
METODE PELAKSANAAN PRAKTIKUM
III.1. Alat yang digunakan
• Osiloskop 2 chanel
• Multimeter analog / digital
• Audio generator
• Power supply DC
• Komponen resistor,kapasitor
• Kabel penghubung
• Modul praktikum
III.2. Gambar Rangkaian Percobaan
Rc
R1
C1
C3
RL
C2
RE
R2
III.3. Prosedur kerja
1. Menyusun komponen pada modul praktikum sesuai dengan
2. Memasang audio generator dengan output 20 mVpp, frekuensi
pada modul,kemudian menghubungkan dengan kanal osiloskop
(kanal Y) tegangan masukan Vi. Dan mengukur tegangan Vi dan
mencatatnya.
3. Mengukur tegangan keluaran Vo dan mengukur pula :
a. Komponen tegangan searah ... V
b. Komponen bolak-balik ... V
c. Priode ...detik
4. Melepaskan kondensator CE dari rangkaian,mengukur dengan
osiloskop dan multimeter kemudian mencatat pada tabel
pengamtan Vb, Vc, dan VE.
5. Memasang kembali kondensator CE dalam rangkaian.
6. Mengatur tegangan keluaran dari pembangkit isyarat pada 2
Vpp.Penguatan ini harus diulangi untuk setiap pengukuran,sebab
adanya kondensator 0,1 nF.
7. Dengan kanal Y osiloskop,mengukur tegangan keluaran Vo pada
frekuensi yang terdapat pada tabel pengamatan.
8. Untuk setiap frekuensi yang terdapat pada tabel pengamatan
menghitung penguatan.
9. Menggunakan harga-harga dalam tabel tersebut untuk
10. Mengamati kondensator masukan (C1) dengan harga 100 F.
11. Mengulangi point 7 dan mencatat hasil pengukuran pada tabel
pengamatan.
12. Merapikan kembali alat yang sudah digunakan serta dikaliberasi
IV.2. Analisa Data Dan Hasil Praktikum
*.Tanpa C3
R2
VB = X VCC
R1 + R2
3300
= X 9 1500 + 3300
29700 =
18300
= 1,62 V
VE = VB - VBE
= 1,62 – 0,6
= 1,022 V
IE = VE / RE
= 1,022 / 560
= 1,82 mA
r’e = 25 mA / 1,82 mA
= 13,73 Ohm
Zib = hfe (RE +r’e)
= Ic/Ib (560 + 13,73)
= 120 .573,73
* Impedansi Masukan
15000 X 2200 X 68847,6 Zi =
(15000.2200) +(2200.68847,6) +(68847,6.15000)
2270000000000 =
(33000000) +(151464720) + (1032714000)
= 2270000000000/1217178720
= 1864,96 Ohm
* Impedansi Keluran
Zo = Rc
= 2200 Ohm
*Penguatan Tegangan
A = Rc / RE
2200 =
560 = 3,92 Kali
Pin = IB.Zi
= 0,55 mA.1267,46
= 0,99 Watt
* Penguatan Arus
3300 =
560
= 5,89 Kali
* Secara Teori
V = R2 / VB
= 1,022 / 1,62
= 0,63 X
i = hfe
= Ic / IB
= 120 X
C3 Terpasang
R2
VR2 = VB = X Vcc
R1 + R2
3300
= X 9 1500 + 3300
= 1,62 V
VE = VB - VBE
= 1,62 – 0,6
IE = VE / RE
= 1,02 / 560
= 1,826 mA
ri = 25 mV /IE
= 25 mA / 1,826 mA
= 13,73 Ohm
Zi = R1 // R2 // Zib
= 1500 // 1200 // Zib
Zib = hfe . r’e
I C
= X r’e
I B
= 120.13,73
= 1647,6 Ohm
(15000.2200.1647,6) Zi =
(15000.2200) + (2200.1647,6) + (1647,6.1500)
54300000000 =
(33000000) + (3624720) + (24714000)
5,43.1010
Zib =
61338720
Zo = Rc
= 2200 Ohm
* Penguatan Tegangan
V = Rc / r’e
= 2200 / 13,73
= 160,23 X
Pin = IB.Zi
= 0,37816 .885,24
= 3,3476 mWatt
* Secara Teori
V = VE / VB
= 1,02/1,62
= 0,63 X
i = hfe
= 120 X
Melukis Garis Beban DC
Vcc Ic jenuh =
RC + RE
9 =
2200 + 560 = 3,26.10-3 A
VCE-P = Vcc– IC-P (RC + RE)
= 9 – 1,63 (2200 + 560)
= 9 4,498
= 4,502 V
IC
3,26
Garis beban 1,6
VCE
4,5 9
* Titik Sumbat
= VCE-P + IC-P (RC + RE)
= 4,5 + 1,68 (2200 + 560)
= 4,5 + 4,498
= 8,99 V
* Titik Jenuh VCE-P
= IC-P +
RC + RE
= 1,63 + [4,5/2760]
IC
Garis beban AC 3,27
3,26
Garis beban DC 1,6
4,5 8,99 9 VCE
Penguatan Tegangan
* Untuk Frekuensi 100 Hz
V = Vo / Vi
2,4.0,5 =
5,2.20.10-3
= 1,2 / 0,1
= 11,53 X
K = 20 Log V
= 20 Log 11,5
Gambar Rangkaian Ekuivalen
* Rangkaian Ekuivalen AC
V Rth
BAB V
PENUTUP
V.1.Kesimpulan
a. Nilai yang didapatlan secara teori dan secara praktek kadang
sering terdapat perbedaan, hal ini disebabkan karena adanya
kesalahan dalam pembacaan multimeter dan osiloskop,
disamping itu penyebab lain yaitu adanya alat-alat yang tidak
berfungsi dengan baik.
b. Untuk mendapatkan penguatan tegangan dan penguatan arus
nilai RE sangat berpengaruh, makin besar nilai RE maka nilai
penguatannya akan mengecil, hal ini disebabkan karena
penguatan berbangding terbalik dengan tahanan emitor.
V.2. Saran-saran
‘’Sebaiknya dalam pelaksanaan praktikum praktikan dan asisten
V.3. Ayat yang berhubungan dengan percobaan
- Surat Al Imran 90
‘’ Artinya : Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman,
kemudian bertambah kekafirannya,sesekali tidak akan diterimah
taubat mereka , dan mereka itulah orang-orang yang sesat’’
Hubungan dengan percobaan :
‘’Ayat ini menceritakan tentang pertambahan kekafiran dari kaum