PENYELESAIAN KONFLIK MEMBOLOS SISWA DI S (1)

40  Download (0)

Full text

(1)

PENYELESAIAN KONFLIK MEMBOLOS SISWA

DI SMA KSATRYA

Tugas proposal penelitian ilmiah

Sosiologi

Nama Anggota

:

Agnes Tassya

Jennyola Savira

Nurina Dwi J

Reggy Alifia

Stephen Giovani

SMA KSATRYA

YAYASAN PERGURUAN KSATRYA LIMA SATU

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

Penelitian ini dibaca dan disetujui oleh Guru sosiologi

SMA KSATRYA

(3)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr wb

Puji dan syukur haturkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan perlindungannya yang telah memberikan kekuatan lahir maupun batin sehingga penulisan penelitian ini dapat

terselesaikan. Penelitian ini diharapkan mampu solusi bagi guru dalam mengatasi masalah yang timbul dari sekolah atau kelasnya sendiri.

Adapun penulisan penelitian ini berjudul “Membolos Siswa di SMA KSATRYA”. Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan penelitian ini jauh dari kata sempurna, baik dalam penulisan, isi maupun tata bahasanya.

Akhirnya kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memperlancar penelitian ini.

(4)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...i

LEMBAR PENGESAHAN...ii

KATA PENGANTAR...iii

DAFTAR ISI...iv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah...1

B. Rumusan masalah...2

C. Tujuan penelitian...2

D. Metode penelitian...2

BAB II PEMBAHASAN A. Tinjauan pustaka...3

B. Hasil pengamatan...3

C. Analisis data...3

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan...4

B. Saran...4

(5)

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar belakang masalah

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta di diksecara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU No 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional). Hal ini juga dikemukakan oleh Driyarkara yang menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia muda ketarafinsani harus diwujudkan dalam seluruh proses atau upaya pendidikan. Sekolah merupakan bagian dari pendidikan. Di sekolah ini lah kegiatan belajar mengajar berlangsung, ilmu pengetahuan diajarkan dan dikembangkan kepada anak didik. Kegiatan belajar mengajar di sekolah merupakan kegiatan inti dalam pendidikan di sekolah. Segala sesuatu yang telah deprogram kan akan dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar. Melalui kegiatan belajar mengajar ini juga proses transfer dan transformsi ilmu pengetahuan dapat diberikan kepada peserta didik.1

Melihat pandangan diatas tentunya dapat diketahui bahwa kehadiran komponen inti dalam proses kegiatan belajar mengajar sangatlah penting. Namun, melihat fenomena dilapangan saat ini menunjukkan hal berbeda. Saat ini banyak ditemukan sekali salah satu komponen inti dari kegiatan belajar mengajar tidak hadir dalam kegiatan belajar mengajar. Salah satu contoh bentuk personal anter sebut adalah perilaku membolos siswa. Saat ini banyak sekali ditemukan siswa yang tidak hadir mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah pada saat jam pelajaran. Sering kali pada saat jam pelajaran mereka terlihat bermain di tempat sekitar sekolah seperti kantin, dan ditempat diluar sekolah seperti dirental play station ataupun mall. Membolos merupakan salah satu bentuk dari kenakalan siswa, yang jika tidak segera diselesaikan atau diatasi dapat menimbulkan dampak yang lebih parah.

Fenomena membolos ini terjadi di SMA KSATRYA yang banyak terjadi di kelas XII. Menurut kami sebagai siswa di SMA KSATRYA member pendapat bahwa siswa kelas XII mempunyai jumlah membolos paling tinggi dibanding kelas lain. Selain itu mereka juga memberikan dampak negative kepada adik kelas atau murid yang lain untuk ikut membolos disaat jam pelajaran berlangsung.

1 WennyGraciani,perilakumembolossiswa,

(6)

Dengan latar belakang tersebut kami memilih tema membolos ini karena peristiwa tersebut sangat popular dan sering terjadi dikalangan siswa dan sangat menarik untuk dibahas dan diteliti lebih dalam. Maka dari itu kami memilih topic membolos dikalangan siswa untuk penelitian ini.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut rumusan masalah yang didapat sebagai berikut :

A. Apa yang menyebabkan siswa membolos ?

B. Bagaimana pengaruh prestasi pada siswa yang membolos ? C.Bagaimanakah dampak yang ditimbulkan dari membolos?2

3. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : A. Untuk menjelaskan latar belakang siswa membolos

B. Untuk menjelaskan dampak yang ditimbulkan dari membolos

4. Metode Penelitian

Penelitian ini adalah tipe penelitian deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan empiris deskriptif. Sejalan dengan latar belakang dan tujuan dalam penelitian yang bersifat eksploratoris sebagai landasan utama dan tolak ukur dalam penyusunan maka dilakukan penelitian lapangan melalui wawancara dengan para konsultan dan penelitian kepustakaan dengan cara pengumpulan data-data serta teori yang ada melalui

kepustakaan, sehingga penelitian ini merupakan penelitian hukum sosiologis yang dilakukan secara empiris.

BAB II

(7)

PEMBAHASAN

1. Tinjauan Pustaka

A. Teori Membolos

Menurut teori ini adalah membolos dapat dikatakan orang yang tidak masuk untuk mengikuti mata pelajaran baik satu mata pelajaran atau tidak masuk sama sekali. Dalam artian bolos karena sudah datang kesekolah tapi keluar lagi tanpa izin dari pihak sekolah.

B. Teori Belajar Kognitivisme

Teori ini memiliki perpektif bahwa peserta didik memproses informasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan yang telah ada3

2. Hasil Pengamatan

Dari hasil wawancara ternyata yang menyebabkan siswa membolos sekolah adalah salah satu mata pelajaran selain itu mereka merasa bosan dengan suasana dikelas.

Dampak yang dirasakan siswa yang melakukan membolos sekolah diantaranya, ketinggalan pelajaran, kurang bersosialisasi dengan teman.

Mereka sebenarnya telah merasakan pengaruh bolos bagi prestasi mereka seperti

mendapat nilai kecil karna tidak ada bahan untuk belajar, merasa jenuh dengan teman yang lain karna mereka jarang bergaul dengan teman dikelasnya.

3. Analisis data

Di Indonesia konflik membolos di setiap sekolah hampir mencapai 100%, ada berbagai macam alasan siswa-siswi membolos sekolah. Contohnya guru yang galak atau murid bosen dengan pelajaran tersebut ini bisa berdampak negative bagi murid dikarenakan kurangnya ketegasan/pengawasan disekolah terhadap siswa-siswi yang menyebabkan banyak siswa-siswi membolos mata pelajaran di sekolah.

BAB III PENUTUP

(8)

1. Kesimpulan

Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa siswa melakukan bolos sekolah karena merasa malas atau tidak suka terhadap salah satu mata pelajaran dan suasana kelas yang membosankan. Bolos sekolah dapat merugikan diri sendiri dengan ketinggalan mata pelajaran ,menambah ketidakhadiran masuk sekolah , dan mempertambah nilai jelek sikap .

2. Saran

Semoga dengan adanya penelitian ini ,para pembaca bias lebih mengetahui tentang cara menanggulangi perilaku siswa yang suka membolos kerap di lakukan para siswa-siswi di sekolah.

(9)

WennyGraciani ,perilakumembolossiswa ,

file:///C:/Users/Fawzan/Downloads/Documents/187950212201110131.pdf

lib.unnes.ac.id/17814/1/1301407016.pdf

http://belajarpsikologi.com/macam-macam-teori-belajar/

http://tionunit6.blogspot.co.id/2016/04/contoh-hasil-penelitian-siswa-membolos.html?=1

Figure

Updating...

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in