• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dinamika Media dan Masyarakat doc 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Dinamika Media dan Masyarakat doc 1"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

resume BAB 10

Media dalam Perubahan Budaya

Pada pertengahan 1960, Marshal McLuhan (1964) menulis dengan kemajuan media elektronik “kita berada di pusat sistem syaraf pada pelukan global”. McLuhan meyakini kemajuan media elektronik adalah tahapan sejarah kemanusiaan. Pertamakali jarak fisik tidak lagi menjadi masalah, media massa secara cepat melintasi bumi sebisa mungkin. Inilah tahapan dimana masuk pada tahapan “desa global” atau global village.

Apakah itu globalisasi?

Dalam globalisasi ekspansi global industri kreatif, yakni 1. Deregulasi budaya nasional dan kebijakan media

2. Pendapatan global dan pembelanjaan di media dan produk budaya 3. Perubahan teknologi dan digitalisasi

4. Peningkatan Pelayanan industri 5. Ekspansi perdagangan internasional

Hubungan globalisasi dengan media, terdapat dua komponen sentral. Pertama, perubahan aturan mengenai tata letak geograpi dan jarak fisik kepada pertumbuhan interkoneksi dan intesifikasi koneksi. Melalui media elektronik, komunikasi menjadi lebih instan dan interaksi dapat terjadi tanpa dibatasi oleh jarak. Kedua, dimensi globalisasi terhadap konten komunikasi. Melalui media elektronik, gagasan, gambar, budaya asli yang berbeda sangat potensial disuarakan pada jaringan besar kebudayaan global. Dengan kata lain, budaya dapat diakses oleh masyarkat luas, baik budaya baik maupun budaya negatif.

Melewati batas ruang dan waktu

Sebuah kamera yang merekam bagian dari dunia, sudah akan bisa dinikmati oleh orang-orang di belahan lain tanpa jeda waktu. Jarak tidak menjadi masalah di era globalisasi ini. Tidak hanya bentuk maya, pergerakan nyata pun orang bisa bergerak dengan mudah ke berbagai belahan dunia dengan melakukan perjalanan internasional.

Perubahan teknologi ini membuat orang tidak perlu ke mana-mana, hanya berinteraksi melalui internet atau telepon selular, mendengarkan radio satelit, berhubungan melalui skype, menulis email, atau berkomunikasi melalui mikrobloging.

(2)

Globalisasi bukanhanya inovasi teknologi dan penggunaan komunikasi jarak jauh, lebih penting lagi adalah pertukaran budaya dari berbagai belahan dunia. Globalisasi media massa, khususnya mengacu pada isi (konten), produk budaya, dan tersedia secara global. Contohnya, musik yang mudah didapatkan, media cetak intenasional, media visual yakni televisi dan film yang dinikmati melalui terjemahan atau sulih suara.

Janji dan Realitas Globalisasi Media

McLuhan (1964) dalam pandangan “Desa Global”, media menawarkan bentuk kotak elektronik dengan suara yang berbeda. Beragam suara ini menandakan perbedaan area dan aspek di belahan dunia. Suara ini akhirnya mampu dipromosikan kepada bangsa dan budaya yang berbeda.

Ada empat kunci dalam pembahasan globalisasi media, yakni; kepemilikan, isi (konten), konsumsi, dan regulasi.

1. Produk global, kepemilikan terpusat

Terdapat empat konglomerat yang mendominasi industri musik pop, yakni; Sony Music Entertainment (Jepang), Universal Music Group (AS), Warner Music Group (AS), dan EMI (Inggris). Keempat perusahaan musik pop ini menguasai 88 persen penjualan album dan 86 persen versi digital.

Bukan hanya musik, industri perangkat lunak pun sebagai elemen Media Baru, dikontrol oleh Mocrosoft sekitar 90 persen menguasai Operating System (OS) dan perangkat lunak (software). Begitu pula dengan produk televisi, mengalami perkembangan global, seperti reality show Big Brother yang ditayangkan di 40 negara, termasuk di Indonesia, dengan versi yang disesuaikan dengan Negara masing-masing.

Kondisi ini cukup ironis, ketika produk media didistribusikan ke seluruh dunia, namun kepemilkan dan control produksi tersentralisasi pada sedikit megakorporasi.

2. Korporasi Media

News Corpration adalah salah satu konlomerasi media terbesar di dunia. Di tahun 2010, NewsCorp memiliki 50.000 pekerja dan memperoleh pendapatan USD 32 milar. Korporasi ini adalah;

a. Televisi; melalui Fox Broadcating Company,

b. Film; perusahaan Fox Filmed Entertanment menguasi perfileman di dunia, produksi dan distribusi di Amerika, Eropa, Australia, Asia, dan Amarika Latin.

c. Media Cetak

d. Buku; perusahaan HarperCollins, sebuah grup penerbit di Amerika, Kanada, Indoa, Australia, dan Selandia Baru.

e. Media Online; perusahaan NewsCorp memiliki berbagai media online, termasuk Myspace, Beliefnet, Scout.com dan sebagaian kepemilikan hulu.com

(3)

Dari dimensi konten media global, ini menjadi imperalisme budaya (culture imperialism) dalam laju informasi global.

 Debat Imperalisme budaya

Besarnya produksi media dari barat, terutama dari Amerika Serikat, dengan melakukan penetrasi budaya yang mendominasi budaya lainnya. Sebagai contoh adalah ekspor produk dari barat yang sering menimbulkan konflik dengan nilai-nilai tradisi sebuah Negara. Argumentasi lainnya, menghasilkan penggerusan nilai-nilai dan budaya lokal.

Misalnya saja, terdapat 6 studio besar di Amerika Serikat yang menguasai 60 persen acara seri televisi, dan 55 persen film di eropa. Keenam perusahaan besar itu, 20th Century Fox,

Walt Disney Picture, Warner Brother Picture, Paramount Picture, Columbia Picture, dan Universal Picture.

 Pertarungan dengan Ketahanan Budaya Lokal

Prancis melakukan oposisi terhadap internasional free trade , karena sebagai mempertahankan produk dalam negeri dari serangan produk Amerika. Beberapa Negara memberikan sokongan dana kepada artis dan perusahaan media untuk memberikan tarif kepada masyarakat asing. Seperti halnya berdiri Culture Center Franch (CCF) di kota-kota besar di Indonesia, begitu pula Gothe Institute sebagai pertahanan budaya mereka di Negara asing.

Persoalan lain adalah ketika elit lokal sering kali bekerja sama dengan perusahaan multinasional dengan memberikan fasilitas impor media barat. Padahal hal ini tidak menunjukan keinginan dari masyarakat luas. Pada akhirnya, budaya-budaya barat tumbuh dan menjadi homogenisasi budaya.

4. Aliran Informasi Politik

Pada konefernsi PBB 1948 terbit sebuah kebijakan tentang kebebasan informasi, dimana kebabasan informasi adalah hak fundamental manusia, dan tanpa kebebasan ini menjadi dasar dari kedamaian. Pada tahap lanjutan, kebebasan atas informasi bergantung pada kemampuan orang untuk mengolah berbagai sumber berita dan pendapat dan mengutuk segala bentuk propaganda dalam bentuk provokasi dan ancaman.

Sementara gagasan dan informasi harus mengalir secara bebas tanpa sekat bangsa,dalam perspektik pihak Barat seperti hak istimewa “Negara Pertama” untuk menjadikan Negara berkembang sebagai pangsa pasar informasi. Padahal “Negara maju ” dan Negara berkembang tidak selevel baik secara infratruktur maupun sumber dananya. Hasilnya dari kebebasan informasi ini adalah dominasi Negara maju terhadap Negara berkembang.

Barat melalui The Associated Press (AP) dan United Press International (UPI) di Amerika Serikat, dan Reuters di Inggris mendominasi berita seluruh belahan dunia. Mereka mengumpulkan informasi dan menulis berita dengan gambaran, menurut MacBride and Roach (1993:6) dibatasi dalam perspektif ekonomis dan ketertarikan budaya industri.

(4)

bebas berekspresi terhadap perlawanan kolonialisme, neo-kolonialisme, dan pendudukan asing, dan segala bentuk diskriminasi rasial.

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini berarti, apabila produksi kakao domestik mengalami peningkatan 1 satuan, maka ekspor kakao dari Indonesia ke Amerika Serikat akan meningkat sebesar

Negara tujuan ekspor terbesar Sulawesi Utara bulan Juli 2016 adalah Amerika Serikat dengan nilai US$ 28,85 juta atau 40,80 persen dari total nilai ekspor, disusul Belanda

Negara tujuan ekspor terbesar Sulawesi Utara bulan Juni 2016 adalah Amerika Serikat dengan nilai US$ 34,95 juta atau 44,00 persen dari total nilai ekspor, disusul Singapura

Perbedaan yang terlihat jelas adalah masih kurangnya minat masyarakat terhadap konten business terutama dalam hal investasi di Indonesia sedangkan di Amerika Serikat

Prioritas pertama dari strategi yang perlu dilakukan oleh perusahaan adalah penetrasi pasar yang belum dimasuki terutama dengan memperluas negara tujuan ekspor

militer. Salah satu contoh adalah produsen seragam.. Awalnya, 5.11 merupakan produsen pakaian untuk kegiatan outdoor yang berasal dari Amerika Serikat. Pendiri 5.11,

Negara tujuan ekspor non migas terbesar Sulawesi Utara bulan Juli 2017 adalah Amerika Serikat dengan nilai US$ 24,40 juta atau 28,91 persen dari total nilai ekspor, disusul

Yang saat itu menteri pertahanan yang dijabat oleh bapak Ryamizard Ryacudu terinspirasi dari five eyes yang dibentuk oleh Amerika Serikat bersama lima negara barat lainnya dalam