• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH SELF ESTEEM DAN SELF EFFICACY TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI OTORITAS JASA KEUANGAN SOLO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH SELF ESTEEM DAN SELF EFFICACY TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI OTORITAS JASA KEUANGAN SOLO"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH SELF ESTEEM DAN SELF EFFICACY TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI OTORITAS JASA KEUANGAN SOLO

1

Lindiana Aprodita Sari, 2

Suhendro, 3

Anita Wijayanti 1,2,3

Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Batik Surakarta Jl.KH.Agus Salim No.10, Jawa Tengah 57147, Indonesia

E-mail : [email protected]

ABSTRACT

Measurement of the performance of various key success factors are summarized into a strategy and a real step in the repair process. The purpose of this study 1) To determine the self esteem has a significant influence on employee performance in the Financial Services Authority Solo, 2) To know the self efficacy has a significant influence on employee performance in the Financial Services Authority Solo. Type of survey research, using qualitative data. Source data used are primary data and secondary data. Data collection methods used: interviews, observation, and documentation. The analysis technique is done by testing instruments, Classical Assumption Test, Hypothesis Testing. The test results showed that the variable f Self Esteem and Self Efficacy jointly significant effect on the performance of employees in the Financial Services Authority Solo. T test results showed that the variable Self Esteem and Self Efficacy each significant effect on the performance of employees in the Financial Services Authority Solo. The coefficient of determination is known influence of independent variables on the dependent variable 77.7%.

Keywords: Self Esteem, Self Efficacy and Performance

ABSTRAKSI

Pengukuran kinerja dari berbagai factor kunci keberhasilan dirangkum menjadi strategi dan langkah nyata dalam proses perbaikan. Tujuan penelitian ini 1) Untuk mengetahui self esteem mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Otoritas Jasa Keuangan Solo, 2) Untuk mengetahui self efficacy mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Otoritas Jasa Keuangan Solo. Jenis Penelitian survey, menggunakan data kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang dilakukan adalah dengan uji Instrumen, Uji Asumsi Klasik, Uji Hipotesis. Hasil uji f menunjukkan bahwa variable Self Esteem dan Self Efficacy secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Otoritas Jasa Keuangan Solo. Hasil uji t menunjukkan bahwa variable Self Esteem dan Self Efficacy masing-masing berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Otoritas Jasa Keuangan Solo. Hasil koefisien determinasi diketahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 77,7%.

(2)

PENDAHULUAN

Proses globalisasi dalam sistem keuangan dan pesatnya kemajuan di bidang teknologi informasi serta inovasi keuangan telah menciptakan industri keuangan yang sangat komplek, dinamis dan saling terkait. Pesatnya perkembangan tersebut melahirkan regulasi baru tentang tata kelola perbankan dan industri jasa keuangan. Hal tersebut berdampak pada perubahan sistem pengaturan dan pengawasan bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) di Indonesia. Ditandai dengan lahirnya Undang-undang No.21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai tindak lanjut dari amanah UU No.23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-undang Nomor 6 tahun 2009 tentang penetapan peraturan pemerintah penganti Undang-undang Nomor 2 tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi undang-undang. Selain itu pembentukan OJK di latarbelakangi perkembangan sector keuangan, konglomerasi lembaga keuangan dan pelanggaran di bidang jasa keuangan dan belum optimalnya perlindungan konsumen jasa keuangan.

OJK memiliki tugas menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan dalam sektor keuangan dalam menjalankan tugas melakukan pengaturan dan pengawasan OJK membutuhkan tenaga kerja yang mendukung sehingga penyelenggaraan tugas OJK akan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuannya. Guna dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu adanya perencanaan dan sistem yang baik, agar potensi kinerja OJK dapat digunakan semaksimal mungkin yang nantinya juga dapat berpengaruh terhadap efisiensi dan efektivitas kerja organisasi OJK.

Pegawai dalam mengaktualisasikan kinerjanya didukung oleh beberapa faktor antara lain self esteem (keyakinan nilai sendiri berdasarkan evaluasi diri secara keseluruhan), self efficacy (keyakinan seseorang mengenai kemampuan dan peluangnya untuk berhasil mencapai tugas tertentu). Menurut (Robert & Angelo, 2003) dalam (Engko, 2006) self esteem dan self efficacy merupakan faktor dari dalam diri pribadi seseorang. Self esteem yang dimiliki seseorang akan menumbuhkan suatu kekuatan dalam melakukan yang terbaik dalam kinerjanya sesuai tugas dan tanggungjawabnya dan self efficacy akan mendorong seseorang bekerja lebih semangat untuk mencapai hasil optimal dalam kinerjanya. Oleh karena itu, maka kedua faktor self esteem dan self efficacy ini akan membuat pegawai bekerja dengan baik.

Dengan berdasarkan pada penelitian sebelumnya dalam (Engko, 2006) bahwa self esteem dan self efficacy mempunyai pengaruh terhadap kinerja, maka penulis ingin meneliti pengaruh kinerja pegawai dengan 4 indikator dimana faktor yang mempengaruhinya adalah Self Esteem dan Self Efficacy.

Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui self esteem mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Otoritas Jasa Keuangan Solo.

2. Untuk mengetahui self efficacy mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Otoritas Jasa Keuangan Solo.

(3)

METODE PENELITIAN Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian survey, menggunakan data kualitatif yaitu data penelitian yang bukan angka, yang sifatnya tidak dapat dihitung berupa informasi atau penjelasan yang didasarkan pada pendekatan teoritis dan penilaian logis.

Sumber Data dan Responden

Penelitian ini menggunakan data primer untuk dan data sekunder. Adapun data primer adalah data yang dikumpulkan dan diperoleh secara langsung oleh peneliti di lapangan dengan melakukan survai yang dilakukan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) sesuai dengan variabel yang akan diteliti. Data sekunder ini misalnya dicari melalui data dokumentasi yang telah dibukukan oleh perusahaan yang diteliti, buku-buku, majalah, keterangan-keterangan atau publikasi lainnya (Lincoln, 2002). Adapun responden nya adalah pegawai di lembaga Otoritas Jasa keuangan di Solo.

Populasi dan Sampel

Populasi adalah terdiri atas sekumpulan obyek yang menjadi pusat perhatian dari padanya, terkandung informasi yang ingin diketahui (W, 2001). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pegawai di Otoritas Jasa keuangan sebanyak 50 pegawai.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2002). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan populasi yang ada yang hanya sebesar 30 orang.

Instrumen Penelitian

Penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah digunakan dalam penelitian (Kasmir, 2000). Kuesioner ini digunakan untuk mendapatkan data yang akan dianalisis terhadap variabel yang diteliti.

Dokumentasi adalah cara pengumpulan data yang dilakukan dengan menyalin data yang dibukukan oleh pihak-pihak tertentu. Data dokumentasi ini digunakan untuk menunjang kelengkapan data dalam penelitian.

Metode Analisis Data

Metode analisis yang digunakan untuk membahas permasalahan dalam penelitian ini adalah: Pengujian Instrumen

Uji Validitas dan Reliatilitas

Validitas adalah kecermatan suatu item atau instrumen data dalam mengukur apa yang ingin di ukur. Item dikatakan valid jika terjadi kolerasi yang kuat dengan skor totalnya.

Reliabel artinya konsisten atau stabil. Suatu alat ukur (kuesioner) dikatakan memenuhi taraf reliabilitas yang tinggi jika alat tersebut dikenakan pada kelompok yang sama memberikan hasil yang sama, meskipun pada saat atau waktu yang berbeda.

Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas

(4)

Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditentukan adanya korelasi antara variabel independen.

Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidakpastian varian residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.

Uji Hipotesa

Analisa regresi linier berganda

Analisa ini digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas yaitu self esteem (X1)dan self efficacy (X2) terhadap variabel terikat kinerja pegawai (Y).

Uji F

Uji F ini untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh bersama-sama variabel bebas self esteem (X1) dan self efficacy (X2) terhadap variabel terikat kinerja pegawai (Y).

Uji t

Uji ini untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh masing-masing atau secara parsial variabel bebas self esteem (X1) dan self efficacy (X2) terhadap variabel terikat kinerja pegawai (Y).

Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) adalah untuk mengetahui derajat pengaruh dalam bentuk persentase variabel bebas (self esteem dan self efficacy) terhadap variabel terikat (kinerja pegawai) digunakan rumus analisis determinasi (R2).

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Uji Validitas dan Reliabilitas

Validitas adalah kecermatan suatu item atau instrumen data dalam mengukur apa yang ingin di ukur. Item dikatakan valid jika terjadi kolerasi yang kuat dengan skor totalnya.

Tabel 4.2

Hasil Uji Validitas Variabel X1

Item soal r hitung r tabel Keterangan 1 2 3 4 5 0,500 0,610 0,553 0,792 0,553 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Lampiran 3

Tabel 4.3

Hasil Uji Validitas Variabel X2

(5)

Tabel 4.4

Hasil Uji Validitas Variabel Y

Item soal rhitung r tabel Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 0,502 0,388 0,451 0,380 0,424 0,661 0,530 0,430 0,457 0,522 0,567 0,381 0,708 0,395 0,509 0,398 0,395 0,564 0,593 0,662 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,034 0,361 0,361 0,361 0,361 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Lampiran 3

Berdasarkan tabel hasil hasil olahan data menggunakan SPSS, dapat diketahui bahwa korelasi antara masing-masing indikator variabel X terhadap total skor Y hasilnya dinyatakan valid karena r hitung ≥ (0,361) r tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa masing-masing indikator variabel X adalah valid.

Reliabel artinya konsisten atau stabil. Suatu alat ukur (kuesioner) dikatakan memenuhi taraf reliabilitas yang tinggi jika alat tersebut dikenakan pada kelompok yang sama memberikan hasil yang sama, meskipun pada saat atau waktu yang berbeda.

Tabel 4.5 Hasil Uji Reliabilitas

Item soal α (Alpha) Cronbach Alpha Keterangan X1 X2 Y 0,40 0,40 0,40 0,578 0,596 0,839 Reliabel Reliabel Reliabel Sumber : Lampiran 4

Pada Uji Realibilitas menunujukkan Ketiga instrumen dinyatakan reliabel, karena Cronbach,s alpha > α (0,40) (Hair & et.al, 2010). Maka dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel adalah reliable.

Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas

(6)

Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas One-Sample

kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

Ket

Asymp. Sig. (2-tailed) 0,992 Berdistribusi Normal

Sumber : Lampiran 5

Hasil uji normalitas di atas dapat diketahui bahwa signifikansi (Asymp.Sig) adalah 0,992. Karena signifikansi > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut terdistribusi normal.

Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditentukan adanya korelasi antara variabel independen.

Tabel 4.7

Hasil Uji Multikolinieritas

Model

Collinearity Statistics

Ket Tolerance VIF

Self Esteem 0,447 2,238 Bebas Multikolinieritas

Self Efficacy 0,447 2,238 Bebas Multikolinieritas

Sumber : Lampiran 5

Berdasarkan hasil analisa data di atas dapat disimpulkan bahwa semua variabel tidak mempunyai masalah dengan multikolienieritas karena nilai VIF lebih kecil dari 10 dan nilai tolerance lebih dari 0,1. Hasil uji multikolieniritas di atas menunjukkan bahwa semua variabel terbebas dari multikolienieritas.

Uji Heteroskedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidakpastian varian residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.

Tabel 4.8

Hasil Uji Heterkokedastisitas

Model Unstandardized

Coefficients Ket

Self Esteem 0,568 Tidak terjadi problem heteroskedastisitas

Self Efficacy 0,501 Tidak terjadi problem heteroskedastisitas

(7)

Dari hasil output di atas dapat dilihat bahwa kolerasi antara variabel X1 dan X2 dengan Unstandardized Residual memiliki nilai signifikansi lebih dari 0,05, maka tidak terjadi problem heteroskedastisitas.

Uji Hipotesis

Analisis Regresi Linier Berganda

Analisa ini digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas yaitu self esteem (X1) dan self efficacy (X2) terhadap variabel terikat kinerja pegawai (Y).

Tabel 4.9

Hasil Perhitungan Regresi

Model Unstandardized Coefficients

Constant 24,654

X1 1,904

X2 0,992

Sumber : Lampiran 6

Hasil komputerisasi tersebut diperoleh model persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :

 

 

α yaitu Nilai constan 24,654, artinya variabel Self Esteem dan Self Efficacy sama dengan nol, maka kinerja pegawai sebesar 24,654, b1 adalah Nilai koefisien regresi variabel b1 bernilai positif, yaitu 1,904 artinya setiap peningkatan harga sebesar Rp.1 akan meningkatkan kinerja pegawai sebesar 2,061 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap, b2 adalah Nilai koefisien regresi variabel b2 bernilai positif, yaitu 0,922; artinya setiap peningkatan harga sebesar Rp.1 akan meningkatkan kinerja pegawai sebesar 0,922 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap.

Uji F

Uji F ini untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh bersama-sama variabel bebas self esteem (X1) dan self efficacy (X2) terhadap variabel terikat kinerja pegawai (Y).

Tabel 4.10 Hasil Perhitungan Uji F

Model f hitung f tabel Sig Standar sig. Keterangan

Regression 47,133 3,354 0,000 0,05 Ada pengaruh signifikan

(8)

Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa nilai hasil nilai Fhitung > Ftabel (47,133> 3,354) dan Sig. < α (0,000 < 0,05), maka Ho ditolak. Berarti ada pengaruh yang signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa Self Esteem dan Self Efficacy secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.

Uji t

Variabel Self Esteem

Uji ini untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh masing-masing atau secara parsial variabel bebas self esteem (X1) dan self efficacy (X2) terhadap variabel terikat kinerja pegawai (Y).

Tabel 4.11

Hasil Perhitungan Uji t (self estem)

Model t hitung t tabel Sig Standar sig. Keterangan

Self Esteem 4,564 2,052 0,000 0,05 X1 Berpengaruh signifikan terhadap Y

Sumber : Lampiran 6

Nilai t hitung dari hasil perhitungan uji t pada variabel Self Esteem (X1) adalah nilai thitung > ttabel (4,564 > 2,052) dan sig. < α (0,000 < 0,05), maka Ho ditolak berarti X1 (Self Esteem) berpengaruh signifikan terhadap variabel Y (kinerja pegawai).

Variabel Self Efficacy

Tabel 4.12

Hasil Perhitungan Uji t (self efficacy)

Model t hitung t tabel Sig Standar sig. Keterangan

Self

Efficacy 2,335 2,052 0,027 0,05

X2 Berpengaruh signifikan terhadap Y

Sumber : Lampiran 6

Nilai t hitung dari hasil perhitungan uji t pada variabel Self Efficacy (X2) adalah nilai thitung > ttabel (2,335 > 2,052) dan sig. < α (0,027 < 0,05), maka Ho ditolak berarti X2 (Self Efficacy) berpengaruh signifikan terhadap variabel Y (kinerja pegawai).

Koefisien Determinasi

(9)

Tabel 4.13

Hasil Perhitungan Koefisien Determinasi Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

1. .882 .777 .761

Sumber : Lampiran 6

Nilai R2 sebesar 0,777, artinya persentase sumbangan pengaruh variabel self esteem dan self efficacy terhadap kinerja pegawai sebesar 77,7%. Sedangkan sisanya sebesar 22,3% (100% - 77,7%) dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang diteliti.

Pembahasan

Pengaruh Self Esteem Terhadap Kinerja Pegawai

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel self esteem berpengaruh positif tehadap kinerja pegawai. Hal ini ditunjukkan dari nilai t hitung dari hasil perhitungan uji t pada variabel Self Esteem (X1) adalah nilai thitung > ttabel (4,564 > 2,052) dan sig. < α (0,000 < 0,05), maka Ho ditolak.

Hal itu sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Firmansyah, 2011) yang juga membuktikan hipotesis yang diajukan bahwa ”Ada pengaruh signifikan variabel self esteem terhadap kinerja karyawan dalam perspektif balanced scorecard pada Perum Pegadaian di Boyolali”.

Pengaruh Self Efficacy Terhadap Kinerja Pegawai

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel self efficacy berpengaruh signifikan tehadap kinerja pegawai. Hal ini ditunjukkan dari nilai t hitung dari hasil perhitungan uji t pada variabel Self Efficacy (X2) adalah thitung > ttabel (2,335 > 2,052) dan sig. < α (0,027 < 0,05), maka Ho ditolak. Hasilnya juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan (Firmansyah, 2011) yang menyatakan bahwa variabel self efficacy berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dalam perspektif balanced scorecard pada Perum Pegadaian di Boyolali.

Pengaruh Self Esteem dan self efficacy Terhadap Kinerja Karyawan Dalam Perspektif Balanced Scorecard

(10)

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

1. Variabel Self Esteem secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Otoritas Jasa Keuangan Solo.

2. Variabel Self Efficacy secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Otoritas Jasa Keuangan Solo.

3. Variabel Self Esteem dan Self Efficacy secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai di Otoritas Jasa Keuangan Solo.

KETERBATASAN

1. Lingkup penelitian ini hanya tertuju di Otoritas Jasa Keuangan Solo

2. Penelitian ini hanya berfokus pada dua variabel yaitu variabel self esteem dan variabel self efficacy.

SARAN

Berdasarkan kesimpulan di atas maka dapat diberikan saran-saran sebagai berikut :

1. Penelitian selanjutnya hendaknya memperluas area penelitian agar lebih mewakili populasi diseluruh Indonesia.

2. Penelitian selanjutnya hendaknya menambah variabel lagi misalnya locus of control, agar informasi yang diberikan peneliti dapat memperluas wawasan lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Engko, C. (2006). Pengaruh Kepuasan Kinerja Terhadap Kinerja Individual dengan Self Esteem dan Self Efficacy sebagai Variabel Intervening. Padang: Simposium Nasional Akuntansi IX.

Firmansyah, D. (2011). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Dalam Perspektif Balanced Scorecard Pada Perum Pegadaian Di Boyolali. Surakarta: AUB. Hair, & et.al. (2010). Multivariate Data Analysis (seventh ed.). Pearson Prentice Hall.

Kasmir, S. M. (2000). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya (Revisi ed.). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Lincoln, A. (2002). Ekonomi Pembangunan (2 ed.). Yogyakarta: STIE YKPN.

Robert, K., & Angelo, K. (2003). Perilaku Organisasi (Edisi Pertama ed.). Jakarta: Salemba Empat.

Gambar

Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas Variabel Y
Tabel 4.8 Hasil Uji Heterkokedastisitas
Tabel 4.9 Hasil Perhitungan  Regresi
Tabel 4.11

Referensi

Dokumen terkait

self esteem memiliki hubungan negatif dengan kinerja individual dan hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Brockner (1988) yang menyatakan bahwa hubungan kedua

Hal ini berarti bahwa variabel bebas (self esteem, self efficacy dan keterlibatan kerja) mampu menjelaskan kinerja karyawan karyawan sebesar 64,4% sedangkan sisanya sebesar

Dengan ini menyatakan bahwa Skripsi yang berjudul “PENGARUH SELF ESTEEM,SELF EFFICACY ,KINERJA PEGAWAI,TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI STUDI KASUS PADA BADAN

Dengan demikian hipotesis ketujuh (H7) yang berbunyi self esteem memediasi pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai Kantor Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci) dapat

Self esteem yang dimiliki oleh karyawan jika tinggi, maka akan semakin meningkatkan kinerja individual karena dengan adanya tingkat harga diri yang tinggi membuat merasa

Menyatakan bahwa skripsi ini dengan judul: “PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA INDIVIDUAL DENGAN SELF ESTEEM DAN SELF EFFICACY SEBAGAI VAIABEL INTERVENING PADA KARYAWAN

F-hitung F-tabel 1 Lingkungan Kerja X1 33.175 3.17 0.000 2 Self Esteem X2 Dependen Variabel: Kinerja Pegawai Y Sumber: Hasil Penelitian 2021, data di olah Pada Tabel 4, diketahui

Hasil penelitian menggunakan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa self esteem dan self efficacy secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja